cover
Contact Name
Yadi Mardiansyah
Contact Email
hijai.bsa@uinsgd.ac.id
Phone
+6281313446559
Journal Mail Official
hijai.bsa@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Jl. AH Nasution 105 Cibiru Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
ISSN : -     EISSN : 26211343     DOI : https://doi.org/10.15575/hijai
Core Subject : Education,
Hijai Journal is managed by Arabic Department , State Islamic University of Sunan Gunung Djati and Asosiasi Prodi Bahasa dan Sastra Arab (AP-BSA). It publishes research reports on Arabic language and Literature such as linguistics, literary studies and criticism, translation, and multidisciplinary research such as language and politics, as well as literature and psychology.
Articles 194 Documents
RAGAM TUTURAN PADA NOVELET QINDIL UMMU HASYIM (KAJIAN PRAGMATIK) Rahmawati, Iis; Karman, Karman; Nurhasan, Muhammad
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 5 No 2 (2022): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v5i2.15395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis tindak tutur ilokusi dan fungsi-fungsinya yang digunakan pada novelet Qindil Ummu Hasyim Karya Yahya Haqqi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, dengan kajian ilmu pragmatik. Data penelitian berupa tuturan-tuturan yang disampaikan para tokoh dalam novelet tersebut. Teknik pengumpulan data dengan teknik kepustakaan, simak dan catat. Hasil penelitian pun didapatkan dengan metode padan ekstraingual, hingga akhirnya dapat disimpulkan sebagai berikut 1). Lima jenis ilokusi, yakni Direktif, Asertif, Deklaratif, Komisif dan Ekspresif dengan didominasi oleh kalimat berita dibandingkan kalimat imperatif dan introgatif. 2). Fungsi pragmatis dari setiap jenis tindak tutur yakni: Asertif: memberitahukan, dan membanggakan; Direktif: memerintah, meminta, dan melarang; Komisif: berjanji dan menyanggupi; Ekspresif: kecewa, dan menyesal; Deklaratif: Mengucilkan, memutuskan dan memvonis. Pada fungsi-fungsi pragmatis tersebut umumnya merupakan kalimat langsung dengan fungsi menyatakan karena objeknya yang berupa novelet dan yang dibahas tentu menyinggung kehidupan tokoh Ismail yang berpengaruh kepada khalayak umum.
EKSPLORASI PERAN MOTIVASI DALAM MENINGKATKAN SEMANGAT BELAJAR BAHASA ARAB DI MADRASAH TSANAWIYAH NURUL HIDAYAH BLADO KULON Wijaya, Mualim; Maulidiyah, Malihatul
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 4 No 2 (2021): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v4i2.15412

Abstract

This paper aims to analyze and understand the problems in learning Arabic that result in low student enthusiasm for learning and the solutions and efforts made by Madrasah Tsanawiyah Nurul Hidayah Blado Kulon Probolinggo who apply the role of motivation in increasing enthusiasm for learning Arabic. This research uses a qualitative approach with a phenomenological type, with research located at Madrasah Tsanawiyah Nurul Hidayah Blado Kulon, researchers try to master the phenomena that occur in the madrasa through observation, interviews and documentation as information gathering techniques. Meanwhile, the presentation of information, reduction of information and drawing conclusions, including data analysis from this research. The results of the research show that how to increase the enthusiasm for learning Arabic which is carried out by Madrasah Tsanawiyah Nurul Hidayah Blado Kulon through motivation by providing encouragement in the form of guidance and counseling services, increasing the qualifications of Arabic language teachers and applying varied and communicative educational methods and strategies, using media attractive and communicative, giving rewards in the form of praise and comments to students, and creating competition and cooperation between students. 
EFEKTIFITAS MEDIA MENTIMETER DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI BAHASA ARAB ERA PANDEMI COVID-19 DI MI AL-HUDA PENGASTULAN SERIRIT BALI Manshur, Umar; Rosdiana, Hajar
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 4 No 2 (2021): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v4i2.15732

Abstract

Pembelajaran Bahasa arab terkenal dengan pembalajaran yang sulit dan membosankan, apabila dilakukan dengan sistem online tentunya akan sangat menyulitkan daripada sistem offline, sehingga menyebabkan minat pelajar pada pembelajaran Bahasa arab sangat minim. Oleh sebab itu, metode pembelajaran yang inovatif dengan menggunakan media sangatlah dibutuhkan agar proses pembelajaran mejadi interaktif dan menarik. Maka media pembelajaran inovaif dapat menjadi solusi dari permasalah tersebut. Metode yang dipakai dalam peneliian ini yaitu metode kuantitatif dengan memakai Pre-Test Post Test One Group Design yang dilaksanakan di MI Al-Huda Pengastulan. Berdasarkan perhitungan statistic yang telah dilakukan nilai hitung adalah 0.002. karena nilai hitung lebih kecil dari nilai kritik 0.05 maka bisa disimpulkan hasil yang didapat adalah signifinkan. Dengan demikian dapat simpulkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman ketika tidak memakai media mentimeter dan ketika memakai media mentimeter dalam materi Bahasa arab.Kata kunci : Media Mentimeter, Pemahaman Pembelajaran Online, Bahasa Arab, Pandemi Covid-19.
FUNGSI SINTAKSIS MAṢDAR DALAM KITAB AL-QIRĀAH AL-RASYIDAH KARYA ‘ABDUL FATAH ṢABRI BIK DAN ALI UMAR BIK Agisniani, Khira; Jamjam, Ajang
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 6 No 1 (2023): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v6i1.17071

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis maṣdar serta fungsi sintaksisnya pada kitab Al-Qirāah Al-rasyīdah Karya ‘Abdul Fatah Ṣobri Bik dan ‘Ali Umar Bik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini adalah kalimat yang mengandung maṣdar pada kitab Al-Qirāah Al-rasyīdah Karya ‘Abdul Fatah Ṣobri Bik dan ‘Ali Umar Bik. Sedangkan untuk mengumpulkan data tersebut, peneliti menggunakan teknik simak-catat. Penelitian ini menggunakan kajian sintaksis dan ilmu ṣaraf. Sintaksis sebagai alat untuk membantu peneliti mengetahui bagaimana fungsi sintaksis maṣdar, sedangkan ilmu ṣaraf sebagai alat untuk mengatahui jenis-jenis maṣdar. Hasil dari penelitian ini macam-macam maṣdar yang sering muncul pada kitab Al-Qirāah Al-rasyīdah Karya ‘Abdul Fatah Ṣobri Bik dan ‘Ali Umar Bik terdapat tiga macam yaitu, maṣdar aṣli, isim maṣdar, maṣdar ṣina’i, dan isim haiah. Sedangkan fungsi sintaksis maṣdar pada kitab ini terdapat maṣdar yang berfungsi sebagai predikat, subjek, objek, dan sebagai keterangan. Peneliti pun menemukan maṣdar qiyāsī dan maṣdar sima’ī. Fungsi sintaksis maṣdar sebagai predikat layaknya seperti fi’ilnya yaitu terdapat yang muta’addi (fi’il yang membutuhkan pada objek) dan lazim (fi’il yang tidak memerlukan objek).Kata kunci: Al-Qirāah Al-rasyīdah, maṣdar, fungsi sintaksis.
KRITIK SASTRA ARAB ERA JAHILI MENURUT PERSPEKTIF MUSTAFA ABDURRAHMAN IBRAHIM Eka Harnida, Khavivah; Mariyatut Tasnimah, Tatik
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 5 No 2 (2022): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v5i2.17171

Abstract

Artikel ini dimaksudkan untuk menguraikan secara lebih mendalam dan terperinci tentang kritik sastra pada masa jahiliah menurut pespektif Muhammad Abdurrahman Ibrahim. Jenis penelitiannya yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan kajian pustaka. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kritik sastra jahiliah muncul bersamaan dengan puisi Arab yang sering dibacakan di pasar-pasar sehingga membuat orang secara naluriah dan spontan ingin menilai baik buruknya puisi. Berdasarkan sudut pandang Mustafa Abdurrahman Ibrahim, karakteristik yang dimiliki kritik sastra jahili yaitu bersifat subjektif-impresif dan dihasilkan dari pemikiran dan kesabaran. Kritik yang subjektif meliputi aspek linguistik, makna, ‘aruḍ, dan cara penyampaian. Sedangkan kritik yang berasal dari pemikiran dan kesabaran meliputi tathqĪf dan tanqĪm, al-riwāyah wa al-talammudhah, dan al-ikhtiyār. Lima keistimewaan kritik sastra ini adalah dhawq fiṭry, spontanitas, parsial, general, dan ringkas. Prinsip yang digunakan tidak didasarkan pada aturan teknis, melainkan hanya menurut penilaian pribadi kritikus.
TASYBIH DALAM BUKU TERJEMAHAN DUKA LARA CINTA KARYA ANIS MANSOUR Mubarok, Muhammad Zacky; Abiyyu, Nuha; Tsaqofi, Waki Ats
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 5 No 2 (2022): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v5i2.17963

Abstract

Buku Duka Lara Cinta ini diterjemahkan oleh Musyfiqur Rahman, seorang penggiat dan penerjemah ciptaan Timur Tengah yang berasal dari Jawa Timur. Ia menerjemakan  buku tersebut dari buku Anis Mansour, seorang sastrawan Mesir,  buku tersebut berjudul Qâlû. Buku tersebut merupakan kumpulan kata mutiara yang  sebagian besar tentang penggambaran rumah tangga, pernikahan, percintaan, dan hubungan perempuan  dengan laki-laki. Pada buku tersebut banyak menggunakan gaya bahasa berdasarkan kajian balaghoh. Semakin banyak gaya bahasa yang digunakan, makan semakin tinggi pula tingkat keestetikan bahasanya, dan semakin banyak pula kita harus memahami berbagai macam gaya bahasa khususnya dalam tinjauan balaghah. Balaghah memiliki dua kajian, yaitu ilmu badi’i dan bayan. Penelitian ini hanya berfokus pada ilmu bayan berupa tasybih yang bertujuan untuk mengetahui jenis dan jumlah tasybih yang digunakan oleh pengarang, Untuk mendapatkan tujuan tersebut, pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dilakukan untuk menghasilkan uraian deskriptif berupa kalimat-kalimat yang berkaitan dengan tasybih dalam  aspek  Balaghah. Dapat disimpulkan bahwa, buku Duka Lara Cinta terdapat 8 jenis tasybih, diantaranya: mursal mufasal tamtsil sebanyak 3 data, mursal mufasal sebanyak 3 data, mursal mujmal sebanyak 1 data, mursal mujmal tamtsil sebanyak 2 data ¸ muakkad mufasal sebanyak 9 data, baligh sebanyak 5 data, maqlub sebanyak 2 data, dan ḏimny sebanyak 1 data.
GAYA BAHASA FIGURATIF DALAM DȊWȂN TARJUMȂN AL ASYWȂQ KARYA IBNU ARABI Rojak, Rizki Abdul; addriadi, Irfan
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 5 No 2 (2022): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v5i2.18364

Abstract

ABSTRAKKarya sastra merupakan hasil dari pemikiran seseorang yang diungkapkan baik secara lisan maupun tulisan dengan gaya bahasa yang indah. Setiap sastrawan memiliki cara dan gaya bahasa masing-masing dalam menciptakan karya sastranya. Salah satu gaya bahasa yang sering digunakan sastrawan adalah bahasa figuratif. Diwan Tarjuman al Asywaq adalah salah satu karya yang banyak menggunakan gaya bahasa ini. Dȋwȃn Tarjumȃn al Asywȃq yang dikarang oleh Ibnu Arabi ini terdiri dari 61 judul puisi dan 563 bait. Setiap judul memiliki jumlah bait yang bervariasi. Jumlah bait paling sedikit dalam satu judul adalah 3 bait dan paling banyak 37 bait.  Bait-bait puisi yang ditulis oleh Ibnu Arabi dalam Diwan ini berisi tentang konsep-kosnep sufistik yang digagas olehnya. Ia banyak menuliskan gagasan-gagasannya dalam bentuk bahasa figuratif. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa figuratif yang terdapat dalam Diwan Tarjumanul Asywaq Ibnu ‘Arabi serta menjelaskan fungsi dan efek yang ditimbulkannya pada makna maupun keindahan diwan tersebut secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi serta menjelasakn bahasa figuraif yang terdapat dalam Diwan Tarjuman al Asywaq serta efektifitasnya dalam konteks bait-bait puisi tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yaitu dengan menenkankan pada nilai-nilai dengan mendeskripsikan setiap temuan bahasa figuratif yang ada dalam Diwan Tarjuman al Asywaq karya Ibnu ‘Arabi. Adapun hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat gaya bahasa anastrof, kiasmus, asindenton, polisindenton, ellipsis, litotes, pleonasme, tautologi, simile, metafora, alegori, eponim, personifikasi, epitet, dan sinekdoke. Fungsi-fungsi dan efek yang ditimbulkan secara keseluruhan dalam penggunaan bahasa figuratif tersebut adalah al hashr (pembatasan), al taysdid (penekanan), al taukid (penegasan), al ihtimam (pementingan), inhad al khayali (membangkitkan imajinasi), menjelaskan dengan cara samar, memuji dan mencela dengan cara memperbandingkan dan menyesuaikan dengan wazan yang ditulis oleh penyair.
TASYBIH DALAM ALQURAN: ANALISIS TASYBIH PADA SEGI RUKUN DALAM SURAT YUSUF Oktavia, Yola; Wardani, Rita Wilda; Muassomah, Muassomah; Muzakki, Akhmad
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 6 No 1 (2023): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v6i1.18710

Abstract

ABSTRACTtasybih is part of the science of Balaghah. Tasybih is included in Bayan science which is a technique of explaining a meaning and suggestions for explaining a trait. This study aims for this study aims to (1) describe the forms of tasybih contained in Yusuf's letter, and (2) describe the faidah tasybih contained in Yusuf's letter. The results of the research that the researchers found in this study were: there was one verse from each tasybih in terms of the pillars in Yusuf's letter, namely tasybih mursal, mujmal, muakad, and baligh. By expressing each tasybih that is different and can be analyzed with the expression of tasybih. Based on the object or thing that is likened, sometimes tasybih becomes an affirmation, and sometimes tasybih has the intention to beautify something or to praise something. ABSTRAKtasybih merupakan bagian dari ilmu Balaghah. Tasybih merupakan kajian ilmu Bayan yang menjelaskan sebuah makna dan mensifati makna tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memaparkan bentuk-bentuk tasybih yang ada pada surat Yusuf, dan (2) mendeskripsikan faidah tasybih yang terkandung dalam surat Yusuf. Adapun hasil penelitian yang peneliti temukan pada penelitian ini ialah: terdapat satu ayat dari masing-masing tasybih dari segi rukun dalam surat Yusuf yakni tasybih mursal, mujmal, muakad, dan baligh. Dengan mengungkapkan masing-masing tasybih yang berbeda-beda dan dapat dianalisis dengan ungkapan tasybih. Berdasarkan benda atau hal yang diserupakan adakalanya tasybih menjadi penegasan, dan adakalanya tasybih memiliki maksud memperindah sesuatu maupun memuji sesuatu.
الإعجام والدلالة المجازية: قراءة في المعاجم العربية الحديثة Safi, Khadidja Mohammed
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 6 No 1 (2023): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v6i1.19378

Abstract

The Arabic dictionary had - and still is - a great role in preserving the Arabic language in terms and methods. The dictionary was a means of understanding what was hidden from the verses of the Noble Qur’an, as well as what was formed from the ancient texts, poetry and prose, for this, the dictionary contributes directly to memorizing and to protect the Qur’an and the words of the Arabs by documenting vocabulary. It is the failure of these dictionaries to capture all the meanings of a single word, to show the enormity of this problem when non-Arabs rely on these easy dictionaries in order to learn the Arabic language. The significance is the result of the interaction of the individual with the context, and herein lies the importance of this research; It has been noted that most modern Arabic dictionaries lack reference to the figurative (Al-majaz)significance of the word, and as it is known that the lexical meaning alone does not express the meaning of the word, but the contextual significance must be taken into account sometimes to determine the meaning of the speech. To reduce the use of Arabic words in reality, as the lexicon is intended to be the best way for the  Ajami to master Arabic as a second language, without marginalizing the suggestive connotations that can be considered a unique feature of the Arabic language compared to other languages due to the diversity of linguistic styles in it., Therefore, the method of this research will be descriptive and comparative to count the semantic deficiencies in these dictionaries; electronic ones in particular, in order to develop the Arabic dictionary in line with the era of globalization, and thus the Arabic language precedes other languages in spread by facilitating its learning.
PENGALIHAN ATTITUDE TERKAIT TOKOH FIRDAUS DALAM NOVEL IMRAATUN ‘INDA NUQṬATI AL-ṢIFRI KE DALAM BAHASA INGGRIS DAN BAHASA INDONESIA Kaffah, Zahra Silmi; Jaya, Doni
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 6 No 2 (2023): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v6i2.20043

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengalihan subsistem attitude terkait tokoh Firdaus dalam dua novel terjemahan Woman at Point Zero dan Perempuan di Titik Nol menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berorientasi pada produk terjemahan. Teori yang digunakan adalah teori appraisal oleh Martin (2003) dan teori teknik penerjemahan oleh Molina dan Albir (2002). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerjemahan satuan-satuan analisis bersubsistem attitude yang berfokus pada Firdaus dari TSu berbahasa Arab ke teks sasaran berbahasa Inggris dan Indonesia. Sumber data penelitian ini adalah novel امرأة عند نقطة الصفر /imraatun ‘inda nuqṭati al-ṣifri/ karya Nawal As-Sadawi, TSa Arab-Inggrisnya yang berjudul Woman at Point Zero oleh Sherif Hatata, dan TSa Inggris-Indonesianya yang berjudul Perempuan di Titik Nol oleh Amir Sutaarga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subsistem attitude terkait Firdaus yang paling dominan dalam TSu adalah judgment. Teknik paling dominan dalam penerjemahan Arab-Inggris adalah modulasi, sedangkan teknik paling dominan dalam penerjemahan Inggris-Indonesia adalah padanan harfiah.