cover
Contact Name
Yadi Mardiansyah
Contact Email
hijai.bsa@uinsgd.ac.id
Phone
+6281313446559
Journal Mail Official
hijai.bsa@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Jl. AH Nasution 105 Cibiru Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
ISSN : -     EISSN : 26211343     DOI : https://doi.org/10.15575/hijai
Core Subject : Education,
Hijai Journal is managed by Arabic Department , State Islamic University of Sunan Gunung Djati and Asosiasi Prodi Bahasa dan Sastra Arab (AP-BSA). It publishes research reports on Arabic language and Literature such as linguistics, literary studies and criticism, translation, and multidisciplinary research such as language and politics, as well as literature and psychology.
Articles 197 Documents
PERKEMBANGAN SEJARAH STILISTIKA DI BARAT DAN ARAB: EKSPLORASI KOMPARATIF CORAK STILISTIKA Abdul Malik Qimanullah; Nur Haqim, Diva Sekar; Rayhan Muhamad Ridwan; Channah Qotrunnada; Rizzaldy Satria Wiwaha
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 8 No 2 (2025): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v8i2.48578

Abstract

Dalam tinjauan historis dan keilmuan, masih terdapat kekosongan kajian yang secara khusus dan komprehensif membandingkan perkembangan stilistika dalam dua tradisi besar Barat dan Arab dalam kerangka yang tidak hanya deskriptif-historis, tetapi juga bersifat analitis-konseptual. Selama ini, penelitian tentang stilistika di Barat dan Arab lebih sering dikaji secara parsial dan terpisah, sehingga belum banyak yang mengungkapkan titik temu dan perbedaan mendalam antara keduanya secara sistematis. Hal ini menimbulkan pertanyaan penting: sejauh mana pendekatan dan orientasi epistemologis stilistika dari dua dunia ini dapat saling memperkaya dalam konteks analisis teks sastra dan religius.Penelitian ini menunjukkan bahwa stilistika Barat berakar dari tradisi retorika Yunani Kuno yang kemudian berkembang ke arah pendekatan linguistik fungsional dan semiotik pada abad ke-20. Di sisi lain, stilistika Arab berakar pada tradisi balāghah, khususnya dalam konteks keindahan ekspresif Al-Qur’an, yang kemudian mengalami revitalisasi melalui teori stilistika Barat modern. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, dan menemukan bahwa meskipun berbeda dalam orientasi awal, kedua tradisi kini saling berkonvergensi, khususnya dalam konteks analisis sastra dan wacana religius. Penelitian ini merekomendasikan integrasi pendekatan linguistik dan estetis dari kedua tradisi sebagai kontribusi terhadap pengembangan ilmu stilistika global. Kata Kunci: Balāghah, Bahasa, Perbandingan, Retorika, Sastra, Stilistika
TRAGEDY IN THE MOVIE 200 METERS BY AMEENA NAYFEH, USING ROMAN JACOBSON`S SEMIOTIC THEORY Ayu Safitri Rezeuki; Zulkhairi; Anshar Zulhelmi
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 8 No 2 (2025): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v8i2.51586

Abstract

This study examines the tragedy in Ameen Nayfeh's film 200 Meters (2020) using Roman Jakobson's semiotic communication model, namely code and message. This model emphasizes six factors of communication—addresser, addressee, message, context, code, and contact—which are interconnected in constructing meaning. This film tells the story of Mustafa, a Palestinian father who struggles to reunite with his family despite being separated by the Israeli separation wall. Through Jakobson's framework, the analysis shows how the sender (characters and director), receiver (audience), and messages about separation, injustice, and resilience are constructed and conveyed in a specific socio-political context. The study found that 200 Meters represents tragedy not only on a personal level, but also on a collective dimension, symbolizing the Palestinian people's experience of isolation and limited freedom.
KRITIK MORALITAS SOSIAL-POLITIK DALAM PUISI HAWĀMISH ‘ALĀ DAFTAR AL-NAKSA DAN PUISI LES PAUVRES GENS Ahmad Wahyudi; Sukron Kamil
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 8 No 2 (2025): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v8i2.52393

Abstract

Penelitian ini membahas dan membandingkan kritik moralitas sosial-politik dalam puisi Hawāmish ‘alā Daftar al-Naksa karya Nizar Qabbani dan Les Pauvres Gens karya Victor Hugo. Tujuannya adalah memberikan bukti konkret perbandingan sastra Timur dan Barat serta menentang kerangka eurosentris yang menilai sastra hanya dengan standar estetika Barat. Penelitian ini menegaskan bahwa setiap karya sastra harus dipahami melalui konteks budaya dan sejarahnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan mengaitkan bahasa dan tema kedua puisi dengan situasi sosial-politiknya. Data dikumpulkan melalui studi pustaka kemudian dianalisis menggunakan teori Humanisme Marxis. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan gaya bahasa yang jelas: Qabbani menggunakan bahasa yang lugas, tajam, dan penuh metafora, sedangkan Hugo menggunakan gaya naratif dan romantik. Keduanya menyuarakan kritik terhadap penguasa terkait ketimpangan sosial, kemiskinan, ketidakadilan, dan represi politik, meskipun dengan pendekatan berbeda. Qabbani mengungkapkan kritik secara eksplisit terhadap kemunduran moral, konflik internal, dan represi politik di dunia Arab. Sementara itu, Hugo menyampaikan kritik secara implisit terhadap kemiskinan dan ketimpangan pada masa Napoleon III. Meskipun terpaut satu abad, kedua puisi menunjukkan bahwa sastra merupakan alat kritik sosial yang mampu mendorong perubahan. Perbandingan ini menegaskan pentingnya menilai sastra melalui perspektif yang lebih luas, bukan hanya dari sudut pandang Eropa. Kata Kunci : Qabbani, Hugo, Hawāmish ‘alā Daftar al-Naksah, Les Pauvres Gens, Sastra Banding
THE POETICS OF RESISTANCE: MIRROR OF SOCIETY AND SOCIAL FUNCTIONS IN MAHMUD DARWISH’S QASIDAT AL-ARDH WITHIN IAN WATT’S SOCIOLOGY OF LITERATURE Abdinda Firdausi Nuzula; Ma'rifatul Munjiah
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 8 No 2 (2025): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v8i2.52408

Abstract

This study examines Mahmud Darwish’s poem “Qasidatu al-Ardh” (“The Poem of the Land”) through the lens of Ian Watt’s sociology of literature to understand how the text reflects and functions within the socio-political realities of Palestine. The study aims to (1) describe how the poem mirrors the social and political conditions of Palestinian life under occupation, (2) reveal the social values, nationalism, and ideological resistance expressed in the poem, and (3) explain the poem’s social functions as a medium of critique, collective consciousness, and ideological struggle. Using a qualitative-descriptive method, the analysis focuses on close reading of the Arabic text supported by secondary sources on Darwish, Palestinian history, and sociological literary theory. The findings show that Darwish constructs a poetic landscape in which land, identity, memory, and the body become symbolic sites of conflict and resistance. These results demonstrate that poetry, especially within contexts of oppression, serves as both a mirror and an agent of social transformation.
دلالة لفظ "امرأة" في القرآن الكريم Syakir Hidayat, Ahmad Fadhel; Mahdi, Rijal; Amin, Irsal; Latif, Abdul; Shiddiq, Jamaluddin
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 8 No 2 (2025): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v8i2.23371

Abstract

Masyarakat, khususnya para penuntut ilmu di bidang bahasa Arab, masih memahami arti kata-kata bahasa Arab secara umum dan hanya mengetahui penggunaannya yang terkenal saja, yang hal tersebut berujung pada rusaknya makna kata-kata dalam bahasa Arab, khususnya dalam Al-Qur’an. Padahal satu kata dalam bahasa Arab, dapat memiliki banyak arti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) makna kata “Imra’ah” dalam Al-Qur’an, (2) menganalisis bentuk yang digunakan untuk kata “Imra’ah” dalam Al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis studi pustaka, data dikumpulkan melalui buku-buku dan penelitian-penelitian yang berkaitan dengan pokok bahasan, dan analisis data dilakukan dengan metode studi semantik yang berpusat pada makna. Peneliti menyimpulkan bahwa kata Imra’ah dalam Al-Qur'an ada dua pengertian, yaitu: (1) perempuan, (2) dan istri, dengan memiliki dua bentuk: (1) dengan atau tanpa idhafah, (2) dengan ta’ marbuthoh atau ta’ maftuhah. kata “Imra’ah” dengan idhafah, baik itu kepada kata ganti atau kata benda memiliki makna istri, adapaun tanpa idhafah atau dalam bentuk mutsanna maka bermakna perempuan. Dari sisi bentuk tunggalnya, kata “Imra’ah” dengan ta’ marbuthoh bermakna perempuan, dan kata “Imra’ah” dengan ta’ maftuhah bermakna “istri”. dapat diambil manfaat dari hasil penelitian ini adalah untuk menemukan makna kata “Imra’ah” dalam Al-Qur'an. Kata Kunci: Semantik, Kata Imra’ah, al-Quran al-Karim
A SINTAKSIS NAHWU DALAM LINGUISTIK BAHASA ARAB KONTEMPORER abdurrahman, muzakki
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 8 No 2 (2025): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v8i2.52345

Abstract

This study examines syntax (nahwu) from the perspective of theoretical Arabic linguistics by positioning grammar not merely as a set of normative rules, but also as a scientific framework that explains the interrelation between form and meaning. The purpose of this research is to describe the concept of syntax in the classical Arabic tradition and to explore its relevance to modern linguistic theories. The study employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach based on library research. Data were collected from national and international scholarly journal articles published between 2020 and 2025. The analysis was carried out through reduction, categorization, and interpretation to identify patterns of integration between classical syntax and modern linguistic approaches. The findings reveal that Arabic syntax is not only normative-prescriptive, but also possesses theoretical dimensions that can be integrated with modern linguistics, such as structuralism, generative grammar, and functionalism. Nahwu is shown to serve as a bridge between morphological and semantic aspects while functioning as an essential foundation in teaching, translation, and modern linguistic technologies, including natural language processing. Moreover, the dynamics of Arabic dialectal variation demonstrate the need for a more adaptive syntactic theory that responds to contemporary linguistic realities. Thus, this study affirms that Arabic syntax is a dynamic, adaptive, and relevant system, serving both to preserve the classical heritage and to address academic as well as practical needs in the modern era. Keywords: Arabic Language, Modern Linguistics, Theoretical Linguistics, Syntax.  
STRATEGI SEGMENTATION, ADDITION, DAN REDUCTION DALAM PENERJEMAHAN KALIMAT KOMPLKES ARAB-INDONESIA: ANALISIS BERBASIS KLAUSA PADA TEKS ARAB KONTEMPORER Azwar, Muhammad; Nurchayati, Anisa; Holilulloh, Andi
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 9 No 1 (2026): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v9i1.54700

Abstract

The purpose of this study is to describe the structure of complex sentences in contemporary Arabic texts. Following this description, the study will determine the appropriate translation strategy into Indonesian to produce an acceptable translation in the Indonesian language. This study employs a descriptive qualitative method, utilizing data in the form of complex sentences collected from contemporary Arabic books, particularly those in the fields of politics, thought, and law. The data are analyzed by identifying the structural composition of clauses, including main clauses, subordinate clauses, and coordinative-subordinate relations, then tested through translation strategies; segmentation, addition, and/or reduction as well as shift. The results of this study indicate that the complexity of Arabic sentences, in addition to the length of the structural composition, is also caused by the density of the relations of each clause, the use of ḍamīr mustatir, and the combination of certain syntactic functions within a single sentence. Therefore, an acceptable translation into Indonesian requires breaking down complex structures into simpler ones, without losing their semantic aspects. This research offers novelty both theoretically in the study of Arabic-Indonesian linguistics and translation, as well as in the practice of clause-based translation as an approach to complex Arabic sentences.