cover
Contact Name
Ridwan Arifin
Contact Email
ridwanarifin.mail@gmail.com
Phone
+6281225294499
Journal Mail Official
ijps.policejournal@gmail.com
Editorial Address
Akademi Kepolisian Republik Indonesia. Jl. Sultan Agung No 131 Candi Baru Semarang. Nomor Telepon: 024 8411680-90.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Police Studies
ISSN : 2722452X     EISSN : 27224538     DOI : -
Core Subject : Social,
Indonesian Journal of Police Studies (Indonesian J. Police Stud.) (ISSN Print 2722-452X ISSN Online 2722-4538) is a double blind peer-reviewed journal published by the Indonesian Police Academy. This journal contains research and review articles related to the study of police science.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 397 Documents
Optimalisasi Patroli Dialogis Kendaraan Bermotor dalam Mencegah Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan di Wilayah Hukum Polres Kebumen Hafiz Febrandani
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 5 (2017): May, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) menjadi tindak pidana yang paling banyak terjadi selama lima tahun terkahir di Kabupaten Kebumen. Upaya yang dilakukan pihak Kepolisian dengan cara patroli rutin belum bisa mencegah tindak pidana tersebut. Adapun rumusan permasalahannya adalah bagaimanakah pelaksanaan patroli dialogis kendaraan bermotor Satuan Sabhara Polres Kebumen, faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan patroli dialogis kendaraan bermotor Satuan Sabhara Polres Kebumen dalam mencegah tindak pidana curat, dan bagaimana mengoptimalkan patroli dialogis Satuan Sabhara Pores Kebumen dalam mencegah tindak pidana curat. Penulis menggunakan kepustakaan konseptual meliputi teori manajemen, teori pencegahan kejahatan, teori komunikasi, konsep patroli dialogis, konsep Sabhara, dan konsep tindak pidana curat. Penelitian dilakukan pada bulan Maret tahun 2017 di wilayah hukum Polres Kebumen, menggunakan metode penelitian Field Reseacrh dengan pendekatan Kualitatif. Sumber data didapat dari sumber primer dan sekunder, teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Teknik analisis data dilakukan reduksi data, sajian data dan penarikan simpulan. Pelaksanaan patroli dialogis kendaraan bermotor sudah mengacu pada Peraturan Dirsabhara Polda Jateng Nomor 1 tahun 2015 tentang patroli dialogis, namun pelaksanaannya masih terfokus pada kawasan pertokoan, pasar, stasiun, perbankan, dan pusat keramaian lainnya. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa patroli dialogis kendaraan bermotor Satuan Sabhara Polres Kebumen dalam mencegah tindak pidana curat sudah berjalan cukup baik. Namun masih terdapat faktor penghambat kegiatan patroli dialogis kendaraan bermotor dalam mencegah tindak pidana curat yaitu kurangnya personel, kemampuan petugas patroli dialogis, dan kurangnya peralatan pendukung patroli dialogis. Saran dari penulis adalah agar memaksimalkan kekuatan personel yang sudah ada, peningkatan kemampuan petugas patroli dialogis, penambahan sarana prasarana patroli dialogis kendaraan bermotor, serta peningkatan pengawasan dan pengendalian dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.
Optimalisasi Bimbingan Dan Penyuluhan oleh Satuan Narkoba dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkoba Pada Kalangan Pegawai Swasta di Polres Sukoharjo I Made Hadi Krisna Winanda
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 5 (2017): May, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tetap munculnya tindak pidana penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Sukoharjo. Pelaku ataupun korban tindak pidana penyalahgunaan narkoba kebanyakan berasal dari kalangan pegawai swasta. Pegawai Swasta yang dimaksud dalam penelitian ini adalah sekelompok orang yang bekerja sama membantu seorang direktur, ketua, dan sebagainya mengelola sesuatu yang bukan milik pemerintah., sehingga upaya yang paling efektif adalah upaya preventif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pegawai swasta. Oleh karena itu, maka dilakukanlah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan oleh Satresnarkoba, mengetahui upaya Satresnarkoba dalam mengoptimalkan bimbingan dan penyuluhan, serta untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi optimalisasi bimbingan dan penyuluhan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, menggunakan jenis penelitian field research, serta teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menemukan bahwa kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang dilakukan Satresnarkoba Polres Sukoharjo belum optimal. Hal tersebut disebabkan oleh manajemen kegiatan bimbingan dan penyuluhan belum maksimal seperti jadwal kegiatan yang tidak tepat sasaran, intensitas kegiatan yang masih kurang serta masih adanya anggota yang belum melaksanakan pendidikan kejuruan. Selain itu, ada juga beberapa faktor penghambat dalam pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan yaitu faktor sumber daya manusia, sarana dan prasarana, anggaran, dan kesadaran hukum atau mindset pegawai swasta. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis menyarankan dilakukan penambahan personel untuk ditempatkan di Satresnarkoba. Dalam penyusunan jadwal kegiatan pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan, agar lebih memperhatikan sasaran atau target serta Satresnarkoba diharapkan lebih aktif dalam melakukan bimbingan dan penyuluhan dengan sasaran kalangan pegawai swasta. Tidak hanya menunggu permintaan dari perusahaan tersebut. Disamping itu, perlu adanya pengadaan barang inventaris dinas yang dibutuhkan dalam pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan.
Implementasi Program Police Goes To School Guna Mengurangi Angka Pelanggaran Lalu Lintas di Kalangan Pelajar SMA di Wilayah Hukum Polres Klaten Irwan Rizki Prakoso
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 5 (2017): May, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh kalangan pelajar SMA di Kabupaten Klaten tergolong tinggi. Dari tahun ke tahun pelanggaran lalu lintas selalu selalu mengalami peningkatan, dan selalu angka tersebut didominasi oleh kalangan pelajar. Dalam skripsi ini, penulis mencoba memahami implementasi program Police Goes To School yang dilaksanakan oleh Unit Dikyasa Polres Klaten dalam rangka untuk mengurangi angka pelanggaran lalu lintas berdasarkan pandangan teori manajemen oleh George R. Terry dan teori komunikasi oleh Lasswell. Tujuan penelitian ini meliputi, ingin mengetahui bagaimana implementasi, dampak, dan faktor-faktor yang mempengaruhi, serta solusi untuk memberdayakan program Police Goes To School yang diselenggarakan oleh Unit Dikyasa Polres Klaten guna mengurangi angka pelanggaran lalu lintas di Wilayah Hukum Polres Klaten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode penelitian lapangan. Kemudian teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan wawancara, observasi, dan studi dokumen yang selanjutnya data yang sudah didapat akan di analisis dengan teori dan konsep. Validitas data dengan menggunakan metode triangulasi, teknik analisis data dengan reduksi dan selanjutnya akan diperoleh simpulan. Implementasi program Police Goes To School yang diselenggarakan oleh Unit Dikyasa guna mengurangi angka pelanggaran lalu lintas di kalangan pelajar SMA di Kabupaten Klaten dinilai belum maksimal. Belum maksimalnya implementasi tersebut dikarenakan beberapa faktor, baik faktor intern maupun ekstern. Faktor internal, yaitu kualitas personel Unit Dikyasa yang masih rendah, anggaran pelaksanaan yang sangat minim, dan belum adanya standar operasional pelaksanaan. Sedangkan faktor eksternal, yaitu kondisi pelajar di setiap SMA yang berbeda, minimnya kesadaran dan pengetahuan pelajar tentang peraturan lalu lintas. Dengan kebijakan yang dilakukan oleh Unit Dikyasa Polres Klaten diharapkan program ini dapat mengatasi pelanggaran lalu lintas di kalangan pelajar SMA di Kabupaten Klaten.
Upaya Peningkatan Kinerja Unit Patroli Satuan Sabhara dalam Rangka Mencegah Tindak Pidana di Polres Sukoharjo Jordan Randy Zethdan Pellokila
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 5 (2017): May, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan berkembangnya zaman saat ini banyak permasalahan sosial yang timbul di masyarakat. Permasalahan sosial yang sering muncul saat ini adalah dampak dari permasalahan ekonomi dimana oknum warga masyarakat terkadang menggunakan berbagai cara dalam mengatasi permasalahan tersebut dari menggunakan cara yang positif dan tidak sedikit yang menggunakan cara yang negatif diantaranya melakukan pencurian dengan kekerasan. Perbuatan melanggar hukum tersebut menjadi tantangan tugas bagi Kepolisian khususnya Polres Sukoharjo. Penelitian ini akan melihat upaya pencegahan yang dilakukan satuan Sabhara melalui unit Patroli. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui sejauh mana peranan program ini dalam pencegahan tindak pidana. Peneltian yang dilakukan ini menggunakan metode kualitatif dan jenis penelitian lapangan. Dimana dalam pengumpulan datanya dilakukan dengan cara wawancara, observasi serta mempelajari terhadap dokumen – dokumen yang ada di Polres Sukoharjo. Dalam menganalisis semua data yang ada penulis menggunakan beberapa teori dan konsep, yaitu teori manajemen (George R Terry), teori Kambtibmas Konsep Tindak Pidana. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa Satuan Sabhara Polres Sukoharjo telah melaksanakan Patroli dengan SOP. Dengan berpodeman pada PERBAHARKAM No 4 tahun 2011 tentang Patroli Namun dalam pelaksanaannya masih belum maksimal. Dalam pelaksanaanya masih ditemukan hambatan-hambatan yang ada yang menjadi penghambat berjalannya program ini. Faktor yang pertama adalah yang berasal dari internal Polres sendiri, pada pelaksanaannya masih ditemukan kekurangan baik dari hal sumber daya manusia, sarana prasarana serta pengetahuan terhadap Patroli. Faktor yang kedua adalah dari luar yaitu masyarakat, masyarakat masih belum dapat berpartisipasi dalam pencegahan tindak pidana dan apa yang menjadi tujuannya. Sebagai saran untuk Pimpinan Polres Sukoharjo agar kekurangan yang ada agar bisa diperbaiki sehingga program dapat berjalan maksimal.
Optimalisasi Kinerja Anggota Unit Laka Satuan Lalu Lintas dalam Menangani Kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Hukum Polresta Surakarta Rio Acta Setyawan
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 7 (2017): July, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh adanya penilaian masyarakat yang menyatakan bahwa kinerja anggota unit laka satuan lalu lintas Polresta Surakarta dalam rangka menangani kecelakaan lalu lintas masih belum optimal. Masyarakat belum merasa puas dengan kinerja anggota unit laka dalam menangani kecelakaan lalu lintas di wilayah Polresta Surakarta dikarenakan adanya kasus kecelakaan yang tidak terselesaikan selain itu juga penyelesaian kasusnya memakan waktu yang lama. Sehingga skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana mengoptimalkan kinerja anggota unit lakasatuan lalu lintas dalam menangani kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polresta Surakarta. Berdasarkan dengan latar belakang tersebut penulis menganalisa beberapa rumusan masalah yang didapat, diantaranya adalah bagaimana strategi Polresta Surakarta dalam mengoptimalkan kinerja anggota unit laka, metode apa saja yang digunakan Polresta Surakarta dalam mengoptimalkan kemampuan anggotanya, apa saja yang menjadi tolak ukur keberhasilan dalam kinerja anggota unit laka tersebut, dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja anggota unit laka. Dari hasil penelitian di lapangan, banyak hal yang ditemukan peneliti seperti belum profesionalnya anggota unit laka dalam bekerja dikarenakan masih banyak anggota yang belum mengikuti kejuruan dan juga banyak sarana dan prasarana yang sudah tidak layak pakai dan bahkan tidak ada sama sekali. Adapun hal yang harus diperhatikan oleh Polresta Surakarta dalam mengoptimalkan kinerja anggotanya dengan memberikan pelatihan dan pendidikan kepada anggota, menempatkan personel Satlantas sesuai dengan kemampuannya, kemudian menciptakan kondisi kerja yang kondusif, pembaruan dan pengadaan sarana dan prasaranaserta meningkatkan disiplin kerja para anggota, serta pemberian kompensasi kepada para anggota berupa reward and punishment.
Optimalisasi Pembinaan Informan Satuan Narkoba dalam Mengungkap Peredaran Narkoba di Wilayah Hukum Polres Purworejo Rivaldo Grifier Hasiholan Sinaga
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 7 (2017): July, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tindak pidana narkoba di Kabupaten Purworejo dalam beberapa tahun terkakhir. Dalam pengungkapan tindak pidana peredaran narkoba sangat dibutuhkan peran seorang informan untuk mencari dan mengumpulkan data, keterangan maupun informasi mengenai jaringan narkoba. Oleh karena itu diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui gambaran peran informan dalam pengungkapan tindak pidana peredaran narkoba, metode pembinaan yang dilakukan Satuan Narkoba terhadap informan dan faktor-faktor yang mempengaruhi Satuan Narkoba dalam memberdayakan informan guna mendukung tugas penyelidikan. Dari hasil penelitian dan pembahasan, ditemukan bahwa pembinaan terhadap informan oleh Satuan Narkoba belum optimal. Temuan penelitian menunjukkan pemberdayaan informan sudah cukup baik yang ditandai dengan peningkatan dalam pengungkapan tindak pidana peredaran narkoba, sedangkan faktor yang menghambat pemberdayaan informan oleh Satuan Narkoba meliputi faktor sumber daya manusia, faktor anggaran dan keterbatasan sarana prasarana. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyarankan perlu adanya sistem pembinaan informan dalam bentuk database yang dapat memudahkan Satuan Narkoba dalam memberdayakan informan sehingga informasi mengenai tindak pidana peredaran narkoba dapat diterima dan ditindaklanjuti dengan baik, penambahan personil Satuan Narkoba dengan kemampuan penyelidikan yang baik dan telah mengikuti pendidikan kejuruan serta menyediakan anggaran khusus dalam pemberdayaan informan yang akan memudahkan kegiatan penyelidikan tindak pidana peredaran narkoba.
Optimaliasi Program Sambang Desa oleh Satuan Binmas Polres Magelang dalam Menciptakan Kamtibmas di Wilayah Hukum Polres Magelang Rizky Bimo Anggoro
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 6 (2017): June, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Situasi lingkungan yang aman dan kondusif tentu adalah keinginan seluruh masyarakat. Tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya dalam menjaga keamanan bagi lingkungannya sendiri merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Oleh karena itu, Satuan Binmas Polres Magelang menciptakan program Sambang Desa yang memiliki tugas untuk memberikan penyuluhan dan juga memberikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat. Dengan adanya program Sambang Desa tersebut diharapkan masyarakat mengerti akan pesan-pesan kamtibmas yang disampaikan oleh anggota satuan Binmas dan diharapkan akan timbulnya tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingya menjaga situasi kamtibmas. Tujuan penelitian menggambarkan bagaimana program sambang desa ini dijalankan. Selain itu juga mengetahui berbagai macam kendala dan masalah dalam menjalankan program sambang desa ini dan menemukan upaya-upaya atau cara yang dilakukan guna mengoptimalkan program sambang desa ini. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumen. Sedangkan teori yang digunakan oleh penulis adalah teori Komunikasi oleh Harold Laswell dan metode SWOT. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 1 Maret sampai dengan 14 Maret 2017 di wilayah hukum Polres Magelang. Hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut adalah program sambang desa ini dapat dikatakan efektif dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Hal itu dapat dilihat dari data bahwa tingkat kriminalitas wilayah Magelang selama 5 tahun terakhir ini mengalami penurunan. Hal itu berarti tingkat kesadaran masyarakat sudah cukup tinggi dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Akan tetapi, dalam pelaksanannya masih terdapat beberapa kendala yang dialami anggota Binmas Polres Magelang dalam menjalankan program sambang desa ini. Untuk itu, perlu upaya-upaya dari Polres agar dapat mengoptimalkan program sambang desa ini sehingga dapat menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Magelang.
Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Komunikasi Interpersonal Petugas Satuan Penyelenggara Administrasi SIM Terhadap Kepuasan Masyarakat dalam Pembuatan SIM di Kabupaten Purworejo Rizky Hidayah Harahap
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 6 (2017): June, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan komunikasi interpersonal petugas SATPAS di Polres Kabupaten Purworejo terus melakukan pembenahan. Secara umum jumlah pemohon SIM di Polres Kabupaten Purworejo berfluktuasi bahkan terjadi peningkatan yang cukup tinggi. Rumusan masalah penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh kualitas pelayanan dan komunikasi interpersonal berpengaruh posited dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat di Polres Kabupaten Purworejo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan dan komunikasi interpersonal terhadap tingkat kepuasan masyarakat di Polres Kabupaten Purworejo. Pendekatan penelitian kuantitatif, Populasi dalam penelitian ini adalah pemohon SIM di Polres Kabupaten Purworejo. Konsep yang digunakan ialah konsep kualitas pelayanan, komunikasi interpersonal dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara nomor 16 tahun 2014. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 140 pemohon SIM, Metode yang digunakan adalah metode survei melalui pendekatan kuantitatif dengan perhitungan skala likert 5 tingka. Pengolahan data uji statistik menggunakan bantuan program software IBM SPSS 23. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui terdapat pengaruh kualitas pelayanan dan komunikasi Interpersonal terhadap kepuasan masyarakat. Artinya kemampuan variabel kualitas pelayanan dan komunikasi interpersonal dalam mempengaruhi kepuasan masyarakat sebesar 14 % sedangkan 86 % dipengaruhi oleh faktor lainnya. Simpulan dalam penelitian ini adalah kualitas pelayanan dan komunikasi interpersonal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat. Hal ini berarti semakin tinggi kualitas pelayanan dan komunikasi interpersonal maka semakin tinggi pula kepuasan masyarakat, sebaliknya semakin rendah kualitas pelayanan dan komunikasi interpersonal maka semakin rendah pula kepuasan masyarakat.
Optimalisasi Dikmas Lantas oleh Unit Dikyasa Satuan Lalu Lintas Polresta Surakarta Kepada Masyarakat Tidak Terorganisir dalam Mencegah Terjadinya Pelanggaran Lalu Lintas di Wilayah Hukum Polresta Surakarta Robin Talib
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 6 (2017): June, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka kecelakan dan pelanggaran lalu lintas yang melibatkan masyarakat tidak terorganisir di kota Surakarta merupakan masalah lalu lintas yang harus ditangani oleh satuan lalu lintas Polresta Surakarta. Masalah lalu lintas tersebut terjadi karena rendahnya pengetahuan dan disiplin dalam berlalu lintas di jalan raya, sehingga satuan lalu lintas Polresta Surakarta selayaknya lebih mengedepankan aspek pendidikan kepada masyarakat dengan mengoptimalkan unit Dikyasa lantas Polresta Surakarta melalui Dikmas lantas terhadap masyarakat tidak terorganisir, mencakup masyarakat tidak terorganisir yaitu seseorang yang berprofesi sebagai sopir, pedagang, petani, buruh, dan karyawan swasta dengan harapkan dapat mengatasi masalah lalu lintas yang ada di kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode evaluasi program. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan pencermatan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah interactive analysis models. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan maret 2017 di Polresta Surakarta. Teori yang digunakan adalah teori manajemen dari G.R. Terry dan Petunjuk Pelaksanaan Kapolri No.Pol: Juklak/5/V/2003 tanggal 29 Mei 2003 tentang Dikmas Lantas. Hasil yang diperoleh, bahwa pelaksanaan dikmas lantas terhadap masyarakat tidak terorganisir yang dilakukan oleh unit Dikyasa lantas Polresta Surakarta dalam pelaksanaannya masih kurang optimal akibatnya masih banyak terjadi pelanggaran lalu lintas di kota Surakarta, kemudian terdapat faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhinya. Untuk itu, penulis menyarankan agar Satuan Lalu Lintas Polresta Surakarta melakukan perbaikan pada sistem manajemen, koordinasi dengan Bagsumda dalam hal penambahan personil, dan berkoordinasi dengan pihak lain untuk melakukan trobosan baru.
Optimalisasi Bhabinkamtibmas Guna Mencegah Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan di Wilayah Hukum Polsek Banyuurip Ryan Kushervian Rasyid
Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 6 (2017): June, Indonesian Journal of Police Studies
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai upaya-upaya yang dilakukan oleh unit Binmas khususnya anggota Bhabinkamtibmas guna mencegah terjadinya tindak pidana pencurian dengan pemberatan di wilayah hukum Polsek Banyuurip. Hal ini dilatar belakangi pencurian dengan pemberatan yang masih menjadi tindak pidana dengan angka kriminalitas yang tinggi dibandingkan dengan lainnya. Jenis penelitian ini menggunakan field research dan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan telaah dokumen. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2015 Tentang Pemolisian Masyarakat sebagai pedoman dalam menganalisis kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh anggota Bhabinkamtibmas. Hasil penelitian menemukan bahwa kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh anggota Bhabinkamtibmas Banyuurip belum dilaksanakan secara optimal .Jumlah personil yang terbatas dan kegiatan anggota Bhabinkamtibmas Polsek Banyuurip yang padat menjadi faktor penghambat dalam pelaksanaan kegiatan. Masyarakat Banyuurip sangat mendukung kegiatan Bhabinkamtibmas dengan membantu memberikan fasilitas untuk pelaksanaan kegiatan, akan tetapi kesadaran masyarakat akan keamanan lingkungan yang masih kurang. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis menyarankan agar kualitas kegiatan Bhabinkamtibmas ditingkatkan, jumlah personil di Polsek Banyuurip ditambah dan diberikan pendidikan kejuruan bagi yang belum menerima, dalam pelaksanaan kegiatannya agar lebih kreatif dan inovatif untuk menarik perhatian masyarakat sehingga diharapkan kesadaran diri masyarkat akan tumbuh dan dapat mencegah terjadinya tindak pidana pencurian dengan pemberatan di wilayah hukum Polsek Banyuurip.

Filter by Year

2017 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 12 (2022): December, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 11 (2022): November, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 10 (2022): October, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 9 (2022): September, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 8 (2022): August, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 7 (2022): July, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 6 (2022): June, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 5 (2022): May, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 4 (2022): April, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 3 (2022): March, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 2 (2022): February, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 6 No. 1 (2022): January, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 12 (2021): December, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 11 (2021): November, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 10 (2021): October, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 9 (2021): September, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 8 (2021): August, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 7 (2021): July, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 6 (2021): June, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 5 (2021): May, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 4 (2021): April, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 3 (2021): March, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 2 (2021): February, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 5 No. 1 (2021): January, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 12 (2020): December, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 11 (2020): November, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 10 (2020): October, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 9 (2020): September, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 8 (2020): August, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 7 (2020): July, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 6 (2020): June, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 5 (2020): May, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 4 (2020): April, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 3 (2020): March, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 2 (2020): February, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 4 No. 1 (2020): January, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 3 No. 12 (2019): December, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 3 No. 11 (2019): November, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 9 (2017): September, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 8 (2017): August, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 7 (2017): July, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 6 (2017): June, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 5 (2017): May, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 4 (2017): April, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 3 (2017): March, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 2 (2017): February, Indonesian Journal of Police Studies Vol. 1 No. 1 (2017): January, Indonesian Journal of Police Studies More Issue