cover
Contact Name
Teguh Arie Sandy
Contact Email
penjualide@gmail.com
Phone
+6285232777747
Journal Mail Official
jira@ahlimedia.com
Editorial Address
Jln. Ki Ageng Gribig, Gang Kaserin MU No.36 Malang 65138
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik
Published by Ahlimedia Press
ISSN : 27456056     EISSN : 27457036     DOI : https://doi.org/10.47387/jira.v1i1
JIRA merupakan Jurnal dengan lingkup Kegiatan Pembelajaran, Penelitian Tindakan Kelas, Lesson Study, Pengembangan Media Pendidikan dan Pemanfaatan Teknologi Terkini. Mendapatkan naskah penelitian bidang Pendidikan, terkait dengan: - Penelitian Tindakan Kelas & Lesson Study - Riset Kualitatif dan Kuantitatif - Studi Pendidikan dan Studi Literasi - Pengembangan Media Pembelajaran - Pemanfaatan TIK & Teknologi Terkini
Articles 215 Documents
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BELAJAR IPA SISWA KELAS VII Sri Handayati
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v1i2.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode demonstrasi dalam meningkatkan hasil belajar belajar IPA dan  perannya terhadap motivasi belajar siswa. Jenis penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap, yaitu rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan revisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (38%), siklus II (74%), siklus III (95%). Penggunaan metode demonstrasi dapat berpengaruh positif terhadap hasil belajar dan motivasi belajar siswa Kelas VII SMPN 1 Pandaan. Metode pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. This study aims to describe the application of demonstration methods in improving science learning outcomes and its role in student learning motivation. This type of research uses three rounds of classroom action research. Each round consists of four stages, namely design, activity and observation, reflection, and revision. The results showed that student learning outcomes increased from cycle I to cycle III, namely, cycle I (38%), cycle II (74%), cycle III (95%). The use of the demonstration method can have a positive effect on learning outcomes and learning motivation of Grade VII students of SMPN 1 Pandaan. This learning method can be used as an alternative to natural science learning.
Analisis Kompetensi Dasar Pembelajaran Keterampilan Menyimak pada Kurikulum 2013 Revisi di Tingkat SMP dan SMA Lira Hayu Afdetis Mana
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 2, No 7 (2021)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v2i7.191

Abstract

Pada pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah, keterampilan menyimak belum direalisasikan dengan baik. Hal itu disebabkan oleh terbatasnya ketersediaan media pembelajaran pembelajaran menyimak, adanya anggapan bahwa untuk keterampilan menyimak membutuhkan labor yang canggih. Selain dari itu di dalam kurikulum 2013 Revisi ini tidak menegaskan pembelajaran menyimak itu harus dilakukan, seakan memberi kebebasan kepada guru untuk memilih aspek membaca (reseptif) daripada aspek menyimak (reseptif). Penyebab lainnya yang membuat keterampilan menyimak kurang mendapat perhatian adalah jumlah ketersediaan Kompetensi Dasar (KD) tentang aspek menyimak lebih sedikit dibandingkan keterampilan membaca. Pada penelitian ini peneliti menguraikan KD Menyimak dan Membaca serta perbadingan antara jumlah kedua KD tersebut. Penelitian ini bertujuan menggambarkan jumlah KD Bahasa Indonesia (aspek menyimak, membaca) yang mana terdapat pada kurikulum 2013 Revisi. Jenis penelitian ini dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif yang berfokus pada analisis dokumen Kurikulum 2013 Revisi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa aspek pembelajaran menyimak di tingkat SMP pada Kurikulum 2013 Revisi berjumlah 40 KD, sedangkan aspek pembelajaran membaca berjumlah 50 KD. Perbandingan aspek menyimak dan membaca di SMP adalah 4:5. Aspek pembelajaran menyimak di tingkat SMA pada Kurikulum 2013 Revisi berjumlah 7 KD, aspek pembelajaran membaca berjumlah 51 KD. Perbandingan aspek menyimak dan membaca di SMA adalah 1:7,3.
KEMAMPUAN KONSELOR DALAM PENGGUNAAN TEKNIK KONSELING DI SMA NEGERI 5 KOTA BIMA Alya Nurmaya; Mrs. Khairunnisa; Sulistia Indah
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v2i1.67

Abstract

Melaksanakan tugas pokok mewujudkan proses konseling, menuntut konselor sekolah sebagai tenaga professional memiliki sejumlah kompetensi dan keteramplan tertentu. Agar proses konseling berjalan dengan lancer dan mencapai tujuan secara efektif, konselor harus mampu mengimplementasikan keterampilan yang relevan yaitu kemampuan menggunakan teknik konseling. Dengan demikian bagi seorang konselor menguasai tekik konseling adalah mutlak, karena teknik yang baik merupakan kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan konseling. Guna mengetahui kesesuaian teori dan kenyataan yang terjadi di lapangan, sehingga tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kemampuan konselor dalam menggunakan teknik konseling di SMAN 5 Kota Bima. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif sebagai prosedur penelian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis datau lisan dari subyek penelien ataupun infoeman lain sebagai sumber data. Sehingga jenis penelitian ini penelitian deskriptif karena tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu, tetapi hanya menggambarkan tentang sesuatu variable, gejala atau keadaan. Kegiatan analisa data adalah reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan, sedangkan pengecekan keabsahan temuan yang dilakukan dengan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, trianggulasi sumber data dan teknik pengumpulan data, kecukupan reverensial. Kesimpulan penelitian ini adalah teknik-teknik konseling cukup mampu diaplikasikan oleh konselor sekolah dalam proses konseling yang dilaksanakan, yaitu perilaku attending, empati refleksi, eksplorasi, paraphrasing, open questionss, closed questionss, minimal encouragement, interpretasi, directing, summarizing, leading, fokus, konfrontasi, clarifying, facilitating, diam, mengambil inisiatif, member nasehat, pemberian informasi, merencanakan, hingga menyimpulkan hasil akhir pada sesi akhir konseling.
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA BAGI SISWA SMP MENGGUNAKAN MEDIA BERBASIS APLIKASI “MOLARGA“ Anna Prihatiningsih
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v2i2.93

Abstract

Tujuan penelitian  ini adalah untuk mendeskripsikan tentang peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa menggunakan Media “ Molarga “. Penelitian   ini  terdiri  dari dua  siklus dengan  subyek  penelitian  adalah  siswa kelas VII A  yang  berjumlah  34 siswa  terdiri  dari  20  siswa  laki – laki  dan 14  siswa   perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus terdiri atas tahap Perencanaan Tindakan, Pengamatan, Refleksi. Sedangkan pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan Media berbasis aplikasi “ Molarga”. Adapun data dalam penelitian ini diperoleh dengan  observasi dan nilai tes, dimana fungsi dari data yang telah diperoleh sebagai berikut: Observasi untuk mengetahui motivasi siswa dalam pembelajaran, dan nilai tes untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa dalam memahami materi yang diajarkan. Pada kondisi awal proses pembelajaran  siswa dari pengamatan langsung guru, motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran sangat buruk dengan skor 56 .Pada siklus I proses pembelajaran, motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran meningkat menjadi 68 (cukup). Pada siklus II proses pembelajaran, motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran lebih meningkat lagi 94 (sangat baik). Pada kondisi awal hasil prestasi belajar, jumlah siswa tuntas 7 anak 20,59 %, belum tuntas 27 anak atau 79,41 %, nilai tertinggi 80, nilai terendah 40 nilai rata-rata 59,70. Pada siklus I hasil prestasi belajar jumlah siswa tuntas 21 atau 61,76 %, belum tuntas 13 atau 38,24%, nilai tertinggi 90 nilai terendah 50 dan rata-rata 71,47. Pada siklus II hasil prestasi belajar jumlah siswa tuntas 33 atau 99,97%, belum tuntas 1 atau 0,03 %, nilai tertinggi 100, nilai terendah 60 dan rata-rata 81,18.
RANCANG BANGUN SIMULATOR SISTEM PENGASUTAN START-DELTA MOTOR INDUKSI 3 FASA DENGAN MODEL TRANSISI TERTUTUP Toto Tohir; Abdullah Assegaf
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 2, No 5 (2021)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v2i5.127

Abstract

Motor induksi yang dikenal dengan nama lain motor asinkron adalah suatu mesin listrik yang merubah dari energi listrik menjadi energi mekanik. Motor induksi 3 fasa paling banyak dijumpai dalam dunia industri karena mempunyai keuntungan konstruksi yang kuat, sederhana terutama bila motor dengan rotor sangkar, kehandalan tinggi, efisiensi relatif tinggi pada kondisi normal, tidak memiliki sikat sehingga rugi geseknya relatif kecil, biaya pemeliharaan rendah dan harganya relatif murah. Artikel ini ini merupakan hasil penelitian tentang merancang dan merealisasikan sistem pengasutan start-delta transisi tertutup dengan menambahkan resistor yang berfungsi sebagai pereduksi arus mula pada saat motor beroperasi. Prisnip utama dari sistem pengasutan start-delta adalah untuk mengurangi arus start sehingga tegangan yang diterima oleh motor 380/√3 volt. Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimen dalam produk simulator yang meliputi studi literatur, pembuatan dokumen Bill of Material (BM), perancangan simulator, pemasangan komponen pengawatan instalasi kontrol dan daya, uji coba simulator. Motor induksi  3 fasa yang diuji memiliki spesifikasi daya 7,5 HP, tegangan 380.415 volt, frekuensi 50 Hz, putaran 2900 RPM. Pengujian yang dilakukan dengan motor tanpa beban, Hasil pengujian yang diperoleh arus start relatif rata-rata rendah sebsar 17 amper dengan tegangan mendekati tegangan nominal sebesar 380 volt, waktu perpindahan dari start ke delta sebesar 0,25 detik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan sistem pengasutan start-delta transisi tertutup diperoleh tegangan antar fasa lebih stabil dan tegangan mendekati tegangan nominal jika dibandingkan dengan sistem pengasutan start-delta transisi terbuka, arus start relatif kecil dan terjadi pengurangan waktu ketika terjadi perpindahan dari posisi start ke delta. 
MEDIA VIDEO YOU TUBE TUTORIAL LARI SPRINT UNTUK PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SMP NEGERI 4 WONOMERTO Moh. Hosen
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v1i1.21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media video Youtube tutorial untuk meningkatkan hasil pembelajaran lari sprint. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIA SMP Negeri 4 Wonomerto sebanyak 24 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi tes praktik lari sprint, lembar observasi siswa selama mengikuti pembelajaran. Teknik analisis data menggunakan deskriptif persentase untuk mengungkap hasil ketuntasan belajar. Hasil siklus I menunjukkan bahwa 60 % siswa mencapai ketuntasan belajar . Hasil siklus II menunjukkan bahwa 90 % siswa mencapai ketuntasan belajar. Karena persentase ketuntasan hasil belajar siswa melampaui 80%, penelitian tindakan kelas ini telah mencapai indikator keberhasilan. This study aims to describe the application of YouTube tutorial video media to improve learning outcomes for sprinting. The subjects of this study were 24 students of class VIIA SMP Negeri 4 Wonomerto. Data collection techniques include sprint running practice tests, student observation sheets during the lesson. The data analysis technique uses descriptive percentages to reveal the results of learning completeness. The results of cycle I showed that 60% of students achieved mastery learning. The results of cycle II showed that 90% of students achieved mastery learning. Because the percentage of student learning outcomes exceeds 80%, this classroom action research has achieved indicators of success. 
Mengatasi Perilaku Membolos Melalui Konseling Individual dengan Pendekatan Behavior Teknik Self Management Johanes Mardijono
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 2, No 7 (2021)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v2i7.182

Abstract

Perilaku membolos merupakan perilaku tidak masuk sekolah, meninggalkan sekolah ataupun jam pelajaran sebelum usai yang dilakukan tanpa mendapatkan izin dari sekolah yang dapat disebabkan karena faktor pribadi, keluarga, ataupun sekolah. Fenomena yang ada pada siswa kelas X IPS SMA Negeri 15 surabaya menunjukkan terdapat beberapa siswa yang melakukan perilaku membolos yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui konseling individual menggunakan pendekatan behavior dengan teknik self management dapat mengatasi perilaku membolos pada siswa kelas X IPS SMA Negeri 15 surabaya. Jenis penelitian adalah pre eksperiment dengan desain penelitian one group pre test-post test design. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X IPS SMA Negeri 15 surabaya yang memiliki tingkat perilaku membolos yang tinggi. Pemilihan subjek dilakukan melalui rekomendasi dari guru pembimbing dan terjaring 6 siswa, diantaranya adalah GP, NR, ES, JP, EF dan DG. Metode pengumpulan data menggunakan inventori. Analisis data menggunakan teknik analisis data deskriptif persentase dan uji wilcoxon. Hasil pre test menunjukkan terdapat 6 siswa yang memiliki perilaku membolos dengan kategori tinggi. Setelah dilakukan konseling menggunakan pendekatan behavior dengan teknik self management, 6 siswa tersebut menunjukkan hasil pos test yang menurun yaitu perilaku membolos berada pada kategori rendah. Berdasarkan hasil pre test dan post test yang ada menunjukkan adanya perubahan perilaku siswa kelas X IPS SMA Negeri 15 surabaya yang mengalami penurunan perilaku membolos setelah dilakukan konseling individual menggunakan pendekatan behavior dengan teknik self management. Berdasar hasil penelitian, peneliti memberikan saran : a) Untuk pihak sekolah, diharapkan tidak menggunakan tindakan kekerasan ataupun hukuman untuk mengatasi masalah perilaku membolos, b) bagi guru pembimbing, diharapkan dapat memberikan layanan bimbingan dan konseling terutama layanan konseling individual menggunakan pendekatan behavior dengan teknik self management sebagai upaya dalam mengatasi perilaku membolos.
UJI SKU DENGAN MENGGUNAKAN VLOG BAGI PRAMUKA PENGGALANG Hetty Dwi Agustin
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 1, No 4 (2020)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v1i4.54

Abstract

Bagi Gugus depan, memiliki siswa Penggalang Garuda merupakan “Prestise” kebanggaan tersendiri. Maka sudah sepatutnyalah peran seorang pembina gugus depan untuk mendorong dan mendukung siswanya agar bersemangat menjadi Penggalang Garuda. Tujuan dari penelitian ini adalah mengajak siswa penggalang untuk memanfaatkan Hand Phone untuk membuat Vlog sebagai sarana untuk uji SKU yang efektif dan efisien. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode Demonstrasi. Hasilnya adalah sebagai berikut: 1). Siswa yang mempunyai HP dan bisa untuk membuat Vlog, maka akan didorong dan diberi motivasi untuk semangat uji SKU dengan membuat Vlog. 2). Siswa yang mempunyai HP dan tidak bisa untuk membuat Vlog, maka dapat diupayakan diajari oleh pembina atau teman dalam satu regunya untuk juga semangat uji SKU dan bisa membuat Vlog. 3). Siswa yang tidak mempunyai HP dan tidak bisa membuat Vlog, maka dapat diupayakan untuk pinjam pada orang tua, saudara, ataupun teman dalam satu regunya untuk juga semangat uji SKU dan bisa membuat Vlog. Dan disimpulkan bahwa penggunaan Vlog untuk uji SKU sangatlah efektif dan efisien bila diterapkan pada siswa penggalang.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MIN KUDUS Mr. Imron
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v2i2.81

Abstract

Pendidikan memiliki kewajiban mempersiapkan sumber daya orang buat pembangunan. Derap tahap pembangunan senantiasa diupayakan seiringan dengan desakan jaman, kemajuan era senantiasa menimbulkan tantangan- tantangan terkini yang sebahagiannya kerap tidak bisa diramalkan tadinya. Selaku dampak logis pendidikan senantiasa dihadapkan pada permasalahan terkini. Bersumber pada hasil pembelajaran dengan memakai bentuk pembelajaran Snowball Throwing yang bisa tingkatkan hasil belajar anak didik kelas VI MIN Kudus dalam menguasai modul Tipe Profesi serta Penggunaan Uang. Perihal ini nampak dari presentase ketuntasan belajar yang didapat oleh anak didik, dimana pada penerapan siklus I didapat ketuntasan belajar merupakan 64% serta pada siklus II didapat persentase 89%. Pemakaian bentuk pembelajaran Snowball Throwing bisa tingkatkan aktivitas anak didik dalam melakukan aktivitas belajar membimbing, perihal ini nampak dari hasil pengamatan yang dicoba oleh seseorang pengamat yang ialah kawan kerja peneliti dalam melakukan penelitian ini. Hasil observasi pada penerapan siklus I didapat persentase sebesar 64% serta pada daur II hasil pengamatan kegiatan anak didik sebesar 89%. Hasil pengamatan kepada kesertaan belajar anak didik dari siklus I hingga daur II membuktikan terdapatnya kenaikan aktifitas anak didik dalam aktivitas pembelajaran. Education has an obligation to prepare people's resources for development. The stage of development is always pursued in line with the insistence of the era, the progress of the era always poses the latest challenges that some often can not be foreseen. As the logical impact of education is always faced with the latest problems. It is based on the results of learning using a form of Snowball Throwing learning that can improve the training results of grade 6 students at MIN Kudus in mastering the Professional Type module as well as The Use of Money. This subject can be seen from the percentage of learning completion obtained by students, where in the application of cycle I obtained learning completion is 64% and in the second cycle obtained a percentage of 89%. The use of Snowball Throwing learning form can increase the activities of students in conducting guiding training activities, this is evident from the observations tried by an observer who is a research fellow in conducting this research. The results of observations on the application of cycle I obtained a percentage of 64% and in cycle II results of observation of students' activities by 89%. The results of observations on the learning participation of students from cycle I to cycle II prove that there is an increase in the activities of students in learning activities.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN BIOLOGI MELALUI COOPERATED INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) BAGI SISWA SMA KELAS XI IPA Mr. Musa
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 2, No 4 (2021)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v2i4.116

Abstract

Penelitian berdasarkan permasalahan, apakah proses pembelajaran kooperatif tipe CIRC dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan partisipasi belajar siswa, dan peningkatan pemahaman siswa. Penelitian ini hanya dikhususkan pada siswa kelas XI IPA-1 SMA Wachid Hasjim Maduran yang berjumlah 28 siswa dan dilaksanakan tanggal 13 – 28 Agustus 2019 semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020. Materi yang disampaikan adalah bidang studi biologi terutama materi struktur dan fungsi Sel. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (action research) sebanyak dua putaran/siklus. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan revisi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah rencana pelaksanaan pembelajaran, pretes, lembar hasil belajar, lembar kerja siswa, postes dan angket. Data pengamatan dianalisis menggunakan uji presentase. Hasil penelitian menunjukkan adanya 1) adanya peningkatan motivasi dan partisipasi belajar siswa, 2) terjadi peningkatan pemahaman siswa, 3) ketuntasan klasikal secara keseluruhan meningkat dari siklus I sampai siklus II yaitu, siklus I (64,29%), siklus II (82,14%), 4) respon siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe CIRC adalah senang atau positif.

Page 11 of 22 | Total Record : 215