cover
Contact Name
Milian Tengker
Contact Email
tumoutoujkak@gmail.com
Phone
+6285256544641
Journal Mail Official
tumoutoujkak@gmail.com
Editorial Address
Jl. BougenvilleTateli Satu, Kec. Mandolang, Minahasa, Sulawesi Utara
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Tumou Tou
ISSN : 23553308     EISSN : 27459527     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Tumou Tou adalah jurnal ilmiah Institut Agama Kristen Negeri Manado yang dikelolah oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk membantu para akademisi dan juga peneliti untuk membagikan hasil penelitiannya dalam hubungannya dengan Kristianitas, Ajaran dan Kemasyarakatan. Terbit edisi pertama tahun 2014 dengan nama Tumou Tou yang merupakan falsafah hidup, jalan hidup dan tujuan hidup yang dapat meningkatkan pengetahuan, produkfitas, mutu dalam bidang pendidikan dan penelitian. Jurnal yang diterbitkan telah melalui proses peer-review dan proses editing secara profesional dan berkualitas pada bidangnya yang merupakan salah satu prasyarat untuk dapat Terakreditasi pada ARJUNA RISTEKBRIN dan juga terindeks pada SINTA. Tumou Tou merupakan jurnal yang telah diterbit sejak tahun 2014 dalam bentuk cetak dengan ISSN 2355-3308 dan secara online menggunakan OJS dimulai sejak tahun 2020
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Volume II, Nomor 2, Juli 2015" : 6 Documents clear
SITOU TIMOU TUMOU TOU SEBAGAI WUJUD MISI GEREJA Priscila F. Rampengan
Tumou Tou Volume II, Nomor 2, Juli 2015
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.197 KB)

Abstract

Masyarakat Sulawesi Utara mengenal suatu semboyan yang dicetuskan oleh DR. Sam Ratulangi yakni Sitou Timou Tumou Tou atau “Orang Hidup Menghidupkan Orang Lain”. Secara umum, semboyan ini telah menjadi pedoman hidup dan pengetahuan serta strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat dalam menerapkan nilai-nilai budaya dan bahkan nilai-nilai religius. Nilai-nilai positif dari falsafah ini, merupakan modal dasar dalam pembentukan nilai-nilai budaya kristiani dalam mengimplementasikan misi gereja yang bersumber dari Yesus Kristus. Tujuan utama dari falsafah ini adalah agar supaya setiap orang berusaha dan berupaya untuk hidup bertumbuh dan berkembang secara wajar, adil, jujur, mandiri, dan beradab dalam wujud dan perilaku sebagai manusia sejati. Misi adalah sebuah pelayanan yang sehubungan dengan kesaksian, pelayanan, dan kontekstualisasi. Sebagaimana gereja diutus di tengah-tengah dunia ini untuk bersaksi dan melayani, maka gereja merupakan bagian sentral dari misi Allah yang bertugas untuk memberitakan Injil Yesus Kristus. Perintah, ajaran, amanat, pesan, ajakan, harapan dan seruan untuk menjalani hidup layak berdasarkan cinta kasih dalam kebersamaan sehingga tercipta suatu kehidupan yang aman dan damai serta sejahtera, merupakan tujuan dan cita-cita bersama dalam mewujudkan falsafah hidup “Sitou Timou Tumou Tou” tetapi yang terutama mewujudkan cinta kasih Allah di tengah-tengah dunia dalam rangka melaksanakan amanat Agung Yesus Kristus.
BERTEOLOGI KONTEKSTUAL DALAM MEMAKNAI MANDUR’RU TON’NA BAGI MASYARAKAT LIRUNG MATANE DI KEPULAUAN TALAUD Yanice Janis
Tumou Tou Volume II, Nomor 2, Juli 2015
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.814 KB)

Abstract

Kebudayaan dan adat istiadat dapat diterima, tetapi iman harus selalu menjadi warna atau napas kebudayaan. Jadi tidak ada kebudayaan Kristen, yang ada ialah budaya setempat yang bernafaskan atau diwarnai iman Kristen. Berteologi kontekstual dalam memaknai “Mandur’ru Ton’na” dilihat dalam pemahaman: Teo-logi: What Kind of God: Gambar Allah macam apa yang dapat menjawab tantangan-tantangan berteologi yang dihadapi manusia. Eklesiologi: What Kind of Ecclesiology: Gambaran persekutuan atau komunitas seperti apa yang ada dalam konteks masyarakat. Misiologi: What Kind of Missiology: Gambaran kesaksian macam apa yang dapat dilakukan. Tujuan untuk mengetahui sejauh mana peran masyarakat Lirung Matane Kecamatan Lirung Kepulauan Talaud dalam memaknai upacara adat Mandur’ru ton’na dalam kehidupan beragama dengan menggunakan Metode penelitian Kualitatif melalui teknik analisis data.
TRADISI IBRAHIM SEBAGAI PINTU MASUK DIALOG ISLAM DAN KRISTEN DI KELURAHAN RANOTANA WERU Anita Inggrith Tuela
Tumou Tou Volume II, Nomor 2, Juli 2015
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.544 KB)

Abstract

Realitas kemajemukan bangsa Indonesia terlihat pada suku, budaya, bahasa, agama, dan lain-lain. Dalam realitas tersebut kehidupan yang toleran dan rukun nampak terlihat. Akan tetapi pada wiliyah tertentu dan pada saat tertentu berlangsung benturan bahkan konflik sebangsa yang bermotif atau memperalat agama. Dari pertemuan antara dua agama monotheis terbesar di Indonesia, yakni Islam dan Kristen, acap kali terlibat dalam benturan bahkan konflik, dikarenakan sikap “eksklufisme”, yang beranggapan bahwa agama atau kepercayaannyalah yang paling benar. Sedangkan di luar agamanya adalah sesat, kafir, atau musyirk. Padahal kedua agama tersebut sama-sama mengembangkan tradisi keagamaan antara lain melalui figur Ibrahim / Abraham sebagai teladan iman yang benar di hadapan Allah. Namun perbedaan pemahaman tentang “iman yang benar” telah dan sedang menjadi motif yang membuat kedua pemeluk agama itu saling bertentangan. Fenomena ini juga terlihat di Kelurahan Ranotana Weru. Padahal diharapkan dari sikap iman Ibrahim / Abraham dapat membuka dialog Islam dan Kristen. Yang tidak terbatas pada dialog formal tapi pada sebuah dialog kehidupan atau dialog kerja. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah, menjadikan tradisi Ibrahim sebagai pintu masuk bagi dilaog Islam dan Kristen di Kelurahan Ranotana Weru. Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dengan melakukan observasi langsung, wawancara dengan informan, studi kepustakaan, dan dokumen-dokumen tertulis yang relevan.
PENDEKATAN PAK DALAM MENANGANI KONFLIK MAJELIS JEMAAT DI JEMAAT GPdI HEBRON MADIDIR Syunitte Pananginan; Christie G. Mewengkang
Tumou Tou Volume II, Nomor 2, Juli 2015
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.291 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan pendekatan PAK dalam menangani konflik majelis jemaat di jemaat GPdI Hebron Madidir. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yang dilaksanakan di GPdI Hebron Madidir, pada tahun 2015. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Dari hasil analisis dan interpretasi data diperoleh indikasi bahwa: dalam upaya penanganan konflik majelis jemaat GPdI Hebron Madidir, gembala berperan sebagai pengelola konflik. Secara terstruktur tidak terlihat metode PAK yang baku yang digunakan, tetapi pada dasarnya semua upaya yang dilakukan oleh gembala sudah mengambil atau menggunakan pendekatan-pendekatan dari ranah PAK. Adapun dalam hal ini, metode pendekatan PAK yang dapat diimplementasikan dalam menangani konflik majelis jemaat di jemaat GPdI Hebron Madidir adalah metode pendekatan instruksional dan metode pendekatan komunitas iman. Dari hasil temuan tersebut maka direkomendasikan untuk gereja, supaya dalam memilih, mempersiapkan dan menetapkan para anggota majelis jemaatnya, haruslah lebih memperhatikan dan mengutamakan soal pembinaan juga pengajaran. Bagi pemimpin gereja, sebagai pengelola konflik haruslah menjadi penengah, menjadi orang yang memfasilitasi, atau menjadi pengarah bagi para majelis jemaat yang ada. Dan bagi para majelis jemaat, untuk lebih memiliki kesadaran diri sebagai seorang pelayan Tuhan, bersikaplah bijaksana dan rendah hati, memiliki motivasi yang baik dalam pelayanan.
MEDIA GAMBAR DAN IMPLEMENTASINYA PADA PEMBELAJARAN ANAK SEKOLAH MINGGU DI JEMAAT GMIM BAIT-EL KALASEY SATU Ningsi Pangalila; Olivia Cherly Wuwung; Peggy Jolanda Torindatu
Tumou Tou Volume II, Nomor 2, Juli 2015
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.667 KB)

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui (1) bagaimana penggunaan media gambar pada pembelajaran anak sekolah minggu; (2) apa hambatan bagi guru sekolah minggu dalam menggunakan media gambar pada pembelajaran anak sekolah minggu; (3) bagaimana upaya yang dilakukan oleh guru sekolah minggu di Jemaat GMIM Bait-El Kalasey Satu dalam mengatasi hambatan penggunaan media gambar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media gambar pada pembelajaran anak sekolah minggu di Jemaat GMIM Bait-El Kalasey Satu masih belum maksimal karena kemampuan dan keterampilan guru sekolah minggu dalam menggunakan media gambar masih kurang.
KETEGARAN: Suatu Analisis Historis-Kultural terhadap Iman Perempuan Kanaan dalam Matius 15:21-18 Yemdin Wonte
Tumou Tou Volume II, Nomor 2, Juli 2015
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.939 KB)

Abstract

Kehidupan yang dijalani manusia pada dasarnya adalah kehidupan yang tidak mudah. Banyak hal yang membutuhkan perjuangan dan usaha yang keras untuk diperoleh. Karenanya ketegaran menjadi hal yang sangat penting untuk dimiliki demi mempertahankan kehidupan. Matius merupakan salah satu kitab yang memberi gambaran yang memadai tentang ketegaran, khususnya dalam pasal 15:21-18 mengenai kisah mengenai “Iman Perempuan Kanaan.” Untuk meneliti secara mendalam apa ajaran yang mau disampaikan Matius mengenai hal ini, maka penelitian ini dilakukan. Penelitian ini merupakan suatu studi Biblika Perjanjian Baru dengan menggunakan pendekatan historis kritis, sebagai salah satu bentuk pendekatan dalam kerja tafsir. Melalui pendekatan ini dilakukan kajian secara mendalam terhadap lingkungan historis kultural dari komunitas Matius, diserta kajian detail terhadap setiap kata dan kalimat dalam teks berdasarkan tata bahasa Yunani, sehingga dapat diperoleh pesan teologis. Dari penelitian diperoleh pesan bahwa ketegaran perempuan Kanaan merupakan peringatan pada pembaca bahwa dalam perjumpaan dengan Yesuspun ketegaran itu diperlukan, karena jawaban Yesus atas setiap permohonan umat tidak selamanya sesuai dengan harapan. Namun ketegaran dapat mengubah sikap Yesus; dan semua orang tanpa dibatasi oleh identitas kesukuan dan kepercayaan berhak menerima anugerah keselamatanNya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6