cover
Contact Name
Putu Lakustini Cahyaningrum, S.Si, M.Si
Contact Email
nining@unhi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
widya.kesehatan@unhi.ac.id
Editorial Address
Jalan Sangalangit, Tembau, Denpasar Timur, Denpasar 80238 - Bali - Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 26571064     DOI : https://doi.org/10.32795
Core Subject : Health,
Widya Kesehatan adalah jurnal yang memuat naskah ilmiah dalam bidang kesehatan tradisional komplementer berupa hasil penelitian, artikel lulusan, kajian pustaka dan laporan kasus yang belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang dalam penerbitan dijurnal manapun. Widya Kesehatan terbit dua nomor dalam satu tahun (Mei dan Oktober). Widya Kesehatan diterbitkan oleh Program Studi Kesehatan Ayurweda Fakultas Kesehatan Universitas Hindu Indonesia Denpasar. Widya Kesehatan menerima naskah dari dosen, peneliti, mahasiswa maupun praktisi yang belum pernah diterbitkan dalam publikasi lain dengan ketentuan seperti tercantum pada bagian belakang jurnal ini.
Articles 151 Documents
Mitti Chikitsa: Pengobatan dengan unsur Prithivi: Mitti Chikitsa: Treatment with Prithivi elements Putut Dewantha Jenar; Ketut Merdana Sugiarta
Widya Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/wrwge223

Abstract

Latar belakang: Mitti Chikitsa merupakan modalitas pengobatan tradisional yang memanfaatkan unsur tanah (Prithivi/Pertiwi) sebagai sarana terapeutik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi terapi tanah dalam sistem pengobatan tradisional dengan fokus khusus pada praktik pengobatan tradisional (Ayurweda dan Usada Bali). Metode: Penelitian menggunakan studi literatur sistematis dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pencarian literatur dilakukan melalui database ilmiah PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci relevan. Hasil: Mitti Chikitsa telah dipraktikkan lintas peradaban dengan mekanisme kerja meliputi absorpsi toksin, efek termal, kandungan mineral terapeutik, dan aspek psiko-spiritual. Dalam konteks Ayurweda dan Usada Bali, penggunaan tanah terintegrasi dengan konsep Panca Maha Bhuta dan keseimbangan kausa penyakit sekala-niskala. Para pengobat tradisional menggunakan tanah dari tempat sakral yang dikombinasikan dengan ramuan herbal untuk membuat boreh atau pasta terapeutik. Penelitian ilmiah modern mengonfirmasi aktivitas antimikroba unsur tanah terhadap patogen resisten antibiotik, efektivitas anti-inflamasi pada gangguan reumatik, dan kemampuan detoksifikasi. Kesimpulan: integrasi pengetahuan tradisional dengan pendekatan ilmiah modern dapat menghasilkan modalitas terapi komplementer yang aman dan efektif. Dokumentasi sistematis praktik Mitti Chikitsa dalam Usada Bali diperlukan untuk pelestarian warisan pengetahuan tradisional dan pengembangan sistem kesehatan integratif yang mempertimbangkan dimensi bio-psiko-sosio-spiritual.
Meditasi untuk mengatasi gangguan kecemasan di Nuswantara Yoga Academy: Meditation to overcome anxiety disorders at Nuswantara Yoga Academy Ni Kadek Syntia Wedari Udyani; A. A. Putu Agung Mediastari; Sang Ayu Made Yuliari
Widya Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/z1ddqg98

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan mental, khususnya gangguan kecemasan, menjadi isu global dengan prevalensi yang terus meningkat. Data menunjukkan 4% populasi dunia mengalami gangguan kecemasan, sementara di Indonesia, 32 juta penduduk terdampak masalah psikis salah satunya kecemasan. Tingginya angka bunuh diri di Bali yaitu 113 kasus pada 2024 mempertegas urgensi penanganan gangguan kecemasan yang tidak terkelola. Salah satu upaya untuk mengatasi gangguan kecemasan dapat dilakukan dengan cara meditasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui meditasi untuk mengatasi gangguan kecemasan di Nuswantara Yoga Academy. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teori yoga, teori psikologi dan teori fungsionalisme struktural serta pendekatan Ayurveda, khususnya Bhuta Vidya. Metode pengumpulan data yang digunakan untuk penelitian ini yaitu studi kepustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian meditasi di Nuswantara Yoga Academy dapat mengatasi gangguan kecemasan karena meditasi mengalihkan perhatian pada pernapasan dan kesadaran penuh terhadap momen saat ini dengan penerimaan tanpa penghakiman, menurunkan gelombang otak dari beta ke alfa/theta, serta meningkatkan regulasi neurotransmiter serotonin dan dopamin. Tata cara meditasi diawali dengan pre-talk, yoga asanas, pranayama, talk theraphy, chakra healing, dan melukat. Meditasi dapat dilakukan dengan dua teknik yaitu meditasi duduk dan berjalan. Kesimpulan: penerapan meditasi membantu fokus dan konsentrasi, meningkatkan kualitas tidur serta menstabilkan tekanan darah.
Air panas di pemandian penatahan sebagai pengobatan tradisional untuk mengatasi penyakit kulit: Hot water in traditional baths as a traditional treatment for skin diseases I Gede Mas Agung Darma Saba; Sang Ayu Made Yuliari; Ida Bagus Putra Suta
Widya Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/mqx9vv52

Abstract

Latar Belakang: Penyakit kulit seperti tinea, kulit kusut, eksem, panu, dan jerawat merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat. Pemandian air panas di Penatahan yang bersumber dari mata air Kelobian di area Pura Yeh Panas telah lama digunakan sebagai pengobatan tradisional. Air panas ini mengandung sulfur dan mineral yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Pendekatan Usada Yeh sebagai kearifan lokal Bali perlu dieksplorasi untuk mendukung pengembangan pengobatan alternatif berbasis tradisi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui manfaat pemandian air panas Penatahan dalam menyembuhkan penyakit kulit menggunakan pendekatan Usada Yeh yang didukung fenomenologi serta menganalisis prosedur pengobatan tradisional tersebut. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara terhadap 20 responden penderita penyakit kulit melalui sampling purposif. Teori fungsional struktural digunakan untuk menganalisis prosedur pemandian air panas. Hasil: Pemandian air panas dapat meredakan penyakit kulit seperti kurap, panu, dan jerawat dengan prosedur membawa sesajen sebelum merendam area kulit yang sakit untuk mempercepat penyembuhan. Kesimpulan: Pemandian air panas Penatahan efektif sebagai pengobatan tradisional penyakit kulit dengan memanfaatkan kandungan sulfur dan mineral. Pendekatan Usada Yeh dapat dijadikan referensi untuk meningkatkan kearifan lokal dan memberikan manfaat restoratif dalam perawatan kesehatan kulit masyarakat.
Respon masyarakat terhadap minuman fermentasi Kombucha untuk kesehatan di Kota Denpasar: Public response to Kombucha fermented drinks for health in Denpasar City I Putu Ananda Khociana; AA Putu Agung Mediastari; Ida Bagus Putra Suta
Widya Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/m5fmqc13

Abstract

Latar Belakang: Kondisi tubuh yang sehat merupakan kunci manusia hidup berumur panjang. Diantara kunci menjaga kesehatan adalah daya imunitas tubuh yang kuat. Berkurangnya kekebalan tubuh atau imunitas tubuh menyebabkan munculnya berbagai penyakit, kombucha sebagai salah satu minuman kesehatan yang dapat membantu meningkatkan kesehatan tubuh yang dimana kombucha merupakan minuman hasil fermentasi teh dan kultur mikroba SCOBY. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengkaji respon masyarakat, tata cara pemanfaatan, dan implikasi kesehatan dari konsumsi kombucha di Kota Denpasar. Metode: Jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan Ayurweda Dravya Guna. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap narasumber yang dipilih secara purposive sampling. Hasil: Respon positif dari masyarakat yang mengenal kombucha sebagai minuman teh fermentasi yang dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan seperti peningkatan stamina dan energi, membantu memperbaiki kesehatan pencernaan karena kandungan probiotik yang terdapat pada kombucha. Tata cara pemanfaatan meliputi proses pembuatan terstruktur dengan fermentasi 7-10 hari dan konsumsi rutin 1-2 kali sehari dengan takaran 100-240 ml. Implikasi kesehatan yang dilaporkan mencakup peningkatan sistem imun, perbaikan fungsi pencernaan, peningkatan metabolisme, efek detoksifikasi, serta peningkatan stamina dan energi. Responden melaporkan perbaikan signifikan pada gangguan pencernaan, kualitas tidur, dan kebugaran umum setelah konsumsi rutin. Kesimpulan:  kombucha berpotensi sebagai minuman fungsional yang berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat Denpasar, namun diperlukan edukasi lebih lanjut mengenai dosis konsumsi yang tepat.
Determinan sosiodemografi terhadap pengetahuan dan perilaku penggunaan obat tradisional pada masyarakat: Sociodemographic determinants of knowledge and behavior regarding the use of traditional medicine among the general public Ni Putu Mitha Angelia Ningsih; Ni Putu Wintariani; Putu Yudhistira Budi Setiawan; Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri
Widya Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2026): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/h33adj05

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan obat tradisional tanpa pengetahuan yang memadai berisiko menimbulkan efek merugikan, sementara Organisasi Kesehatan Dunia mendorong integrasi pengobatan tradisional berbasis bukti ke dalam sistem kesehatan. Tujuan: Menganalisis hubungan faktor sosiodemografi terhadap tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan obat tradisional pada masyarakat Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang melibatkan 100 responden yang dipilih melalui purposive sampling di Desa Dalung dan Desa Kerobokan pada Maret sampai Mei 2023. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil: Responden didominasi kelompok usia 18 sampai 25 tahun dan 46 sampai 55 tahun (masing masing 22%), perempuan (61%), berpendidikan menengah (53%), pegawai swasta (37%), dan berpendapatan di bawah Rp1.500.000 (37%). Tingkat pengetahuan tergolong baik pada 53% responden dan perilaku penggunaan tergolong baik pada 55% responden. Usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan pendapatan berhubungan signifikan dengan pengetahuan (p=0,000; koefisien korelasi 0,538 sampai 0,634) dan perilaku (p=0,000; koefisien korelasi 0,596 sampai 0,691), sedangkan jenis kelamin tidak berhubungan signifikan dengan keduanya (p>0,05). Simpulan: Faktor sosiodemografi, kecuali jenis kelamin, berhubungan signifikan dengan pengetahuan dan perilaku penggunaan obat tradisional, sehingga edukasi kesehatan perlu disasar berdasarkan karakteristik demografis masyarakat.
Pengetahuan dan perilaku DAGUSIBU obat pada masyarakat pedesaan Bali: Studi potong lintang: Knowledge and behavior regarding DAGUSIBU medicines among the rural population of Bali: A cross-sectional study Putu Arlin Widya Apriliani; Ni Putu Wintariani; I Gusti Ngurah Mayun; Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri
Widya Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2026): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/36w6fz82

Abstract

Latar Belakang: Swamedikasi berkembang luas di Indonesia, termasuk Bali, namun pengelolaan obat yang keliru berisiko menimbulkan masalah kesehatan. Program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) dirancang mendorong pengelolaan obat mandiri yang aman, namun keberhasilannya bergantung pada pengetahuan dan perilaku masyarakat yang masih beragam antarwilayah. Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku masyarakat serta hubungan karakteristik sosiodemografi terhadap tingkat pengetahuan mengenai DAGUSIBU obat. Metode: Desain potong lintang kuantitatif dilaksanakan pada 90 responden usia 18 sampai 60 tahun di Banjar Saraseda, Desa Tampaksiring, Gianyar, Bali, periode Maret sampai Mei 2023, dipilih melalui purposive sampling menggunakan kuesioner terstruktur. Data dianalisis dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil: Sebagian besar responden berpengetahuan baik (46%) dan berperilaku baik (46%) terkait DAGUSIBU obat. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku (p=0,003; r=0,309). Usia, pendidikan, dan pekerjaan berhubungan signifikan dengan pengetahuan (p=0,000; r berturut-turut 0,331; 0,445; 0,301), sedangkan jenis kelamin tidak berhubungan signifikan (p=0,152; r=-0,096). Simpulan: Pengetahuan berhubungan searah dengan perilaku pengelolaan obat mandiri, sementara usia, pendidikan, dan pekerjaan berperan membentuk tingkat pengetahuan masyarakat, sehingga edukasi DAGUSIBU perlu diarahkan berbasis karakteristik demografi tersebut.
Perbandingan biaya pengobatan pada pasien hipertensi rawat jalan yang terdaftar dalam Program BPJS: Studi Retrospektif: A comparison of treatment costs for outpatient hypertension patients enrolled in the BPJS program: A retrospective study Ade Resky Raka Putra; Ni Putu Wintariani; I Putu Gede Adi Purwa Hita; Ni Made Maharianingsih
Widya Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2026): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/p2f2fb80

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan beban pengobatan jangka panjang yang membebani pembiayaan kesehatan, sehingga pemilihan terapi antihipertensi yang cost-effective menjadi pertimbangan penting bagi fasilitas pelayanan kesehatan dan penyelenggara jaminan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan efektivitas biaya penggunaan amlodipin dan kandesartan pada pasien hipertensi rawat jalan peserta BPJS Kesehatan. Metode: Desain penelitian bersifat non-eksperimental deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dari 90 rekam medis pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani Gianyar periode Januari hingga Desember 2022. Efektivitas terapi diukur dari capaian target penurunan tekanan darah, sedangkan biaya dihitung dari total biaya pengobatan langsung. Analisis efektivitas biaya dilakukan melalui perhitungan Average Cost-Effectiveness Ratio. Hasil: Kelompok amlodipin mencapai target penurunan tekanan darah pada 95,55 persen pasien dengan rata-rata biaya Rp137.800 dan nilai ACER Rp1.442, sedangkan kelompok kandesartan mencapai target pada 66,66 persen pasien dengan rata-rata biaya Rp152.895 dan nilai ACER Rp2.293. Simpulan: Amlodipin lebih cost-effective dibandingkan kandesartan pada pasien hipertensi rawat jalan peserta BPJS di rumah sakit tersebut, ditunjukkan oleh efektivitas yang lebih tinggi disertai nilai ACER yang lebih rendah.
Antioksidan ekstrak etanol 96% bunga krisan (Chrysanthemum indicum L.) berdasarkan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl: Antioxidant activity of a 96% ethanol extract of chrysanthemum flowers (Chrysanthemum indicum L.) assessed using the 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl method Syahra Agustina Maulida; Ni Putu Wintariani; Putu Yudhistira Budi Setiawan
Widya Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2026): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/b7fkbc73

Abstract

Latar Belakang: Paparan polusi lingkungan meningkatkan produksi Reactive Oxygen Species pada kulit, mengganggu keseimbangan redoks, dan mempercepat kerusakan sel akibat radikal bebas. Antioksidan alami dari tanaman menjadi alternatif yang lebih aman dibandingkan antioksidan sintetis seperti BHA dan BHT yang berisiko karsinogenik. Bunga krisan (Chrysanthemum indicum L.) mengandung flavonoid, tanin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. Tujuan: Menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% bunga krisan menggunakan metode peredaman radikal bebas 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl. Metode: Penelitian eksperimental murni dengan rancangan acak dilaksanakan selama empat bulan, Maret sampai Juni 2023. Simplisia bunga krisan diekstraksi melalui maserasi dengan pelarut etanol 96%. Aktivitas antioksidan diuji secara in vitro dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm, dengan tiga kali replikasi pengukuran. Hasil: Ekstraksi 600 g simplisia menghasilkan 116,413 g ekstrak kental. Nilai IC50 ekstrak etanol bunga krisan pada tiga replikasi berturut-turut 65,77 ppm, 68,28 ppm, dan 66,25 ppm, dengan rata-rata 66,77 ± 1,09 ppm, tergolong kategori kuat. Simpulan: Ekstrak etanol 96% bunga krisan memiliki aktivitas antioksidan kategori kuat berdasarkan metode DPPH, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif antioksidan alami dalam sediaan topikal.
Potensi multi-target, mekanisme dan bukti klinis Zea mays L. untuk kesehatan: Tinjauan naratif: The multi-target potential, mechanisms, and clinical evidence of Zea mays L. for health: A narrative review I Made Dwi Mertha Adnyana; Muhammad Rizky Pratama; Alreva Muhazier Jayaputra; Ni Luh Gede Sudaryati; Maykon Jhuly Martins de Paiva; Elsa Mega Suryani
Widya Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2026): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/bm04nz54

Abstract

Latar Belakang: Zea mays L. menjadi salah satu tanaman pangan utama dunia. Bagian rambut, tongkol, kelobot, biji berwarna dan dedaknya mengandung beragam senyawa bioaktif dengan potensi manfaat kesehatan, namun kompilasi bukti ilmiahnya masih terbatas. Tujuan: Menganalisis potensi fitokimia, mekanisme dan implikasi kesehatan dari bagian tanaman Zea mays L. Metode: Penelusuran dilakukan pada basis data PubMed/MEDLINE menggunakan kombinasi istilah terkait “Zea mays”, “corn silk”, “purple corn”, “anthocyanin”, dan “corn bran arabinoxylan”, dibatasi pada artikel open access dan tergolong artikel penelitian, brief report, short communication atau tinjauan serta diterbitkan pada rentang tahun 2015 hingga 2026. Seluruh data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Dua belas artikel memenuhi kriteria dan diekstraksi. Temuan menunjukkan rambut jagung menunjukkan efek antihipertensi, antioksidan dan fotoprotektif melalui modulasi jalur NF-κB, Nrf2 dan mikrobiota usus pada model in vivo. Kandunga Antosianin jagung ungu berasosiasi dengan efek antiinflamasi, antiproliferatif pada hiperplasia prostat jinak dan perbaikan kognitif pada uji klinis perempuan menopause. Arabinoxylan dedak jagung memodulasi mikrobiota usus dan penanda metabolik pada uji klinis acak terkontrol manusia. Kesimpulan: Zea mays L. menyimpan potensi multi-target untuk kesehatan kardiovaskular, metabolik, dan kognitif, namun translasi klinis masih terbatas pada komponen arabinoxylan dan antosianin, sehingga standardisasi dan karakterisasi senyawa bagian tanaman, uji kandidat obat serta uji klinis masih diperlukan untuk menguatkan bukti terapeutiknya
Efektivitas meditasi Buddhis terhadap penurunan stres dan peningkatan kesehatan mental: sebuah meta-sintesis: The effectiveness of Buddhist meditation in reducing stress and improving mental health: a meta-synthesis Wandana Wandana
Widya Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2026): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/n4efw155

Abstract

Latar Belakang: Stres menjadi persoalan kesehatan mental yang dialami luas oleh pelajar, pekerja, dan pasien dengan kondisi klinis tertentu, sehingga strategi non-farmakologis yang efektif diperlukan untuk penanganannya. Meditasi Buddhis berbasis mindfulness dilaporkan berpotensi menurunkan stres, namun bukti tersebar pada berbagai studi dengan metode dan populasi berbeda. Tujuan: Menyintesis bukti dari lima artikel ilmiah mengenai pengaruh meditasi Buddhis terhadap penurunan stres serta perbaikan regulasi emosi, fokus, dan kesejahteraan psikologis. Metode: Meta-sintesis kualitatif dilakukan melalui studi dokumentasi pada lima artikel yang memenuhi kriteria inklusi, meliputi kajian praktik meditasi Buddhis atau mindfulness, dampak terhadap stres atau kesehatan mental, publikasi pada jurnal ilmiah, dan ketersediaan data hasil yang jelas. Data dianalisis melalui identifikasi, ekstraksi, kategorisasi, dan sintesis temuan. Hasil: Empat dari lima artikel (80%) melaporkan penurunan stres pada kelompok pelajar, karyawan, generasi muda, dan pasien pascastroke. Dua artikel (40%) melaporkan perbaikan regulasi emosi, dua artikel (40%) melaporkan peningkatan fokus dan konsentrasi, dua artikel (40%) melaporkan peningkatan kesejahteraan psikologis, dan satu artikel (20%) melaporkan peningkatan kualitas hidup. Simpulan: Meditasi Buddhis menunjukkan pola manfaat yang konsisten pada berbagai kelompok populasi, sehingga layak dipertimbangkan sebagai intervensi non-farmakologis pendukung kesehatan mental, meski bukti masih terbatas pada lima studi dengan desain yang beragam.