cover
Contact Name
Putu Lakustini Cahyaningrum, S.Si, M.Si
Contact Email
nining@unhi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
widya.kesehatan@unhi.ac.id
Editorial Address
Jalan Sangalangit, Tembau, Denpasar Timur, Denpasar 80238 - Bali - Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 26571064     DOI : https://doi.org/10.32795
Core Subject : Health,
Widya Kesehatan adalah jurnal yang memuat naskah ilmiah dalam bidang kesehatan tradisional komplementer berupa hasil penelitian, artikel lulusan, kajian pustaka dan laporan kasus yang belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang dalam penerbitan dijurnal manapun. Widya Kesehatan terbit dua nomor dalam satu tahun (Mei dan Oktober). Widya Kesehatan diterbitkan oleh Program Studi Kesehatan Ayurweda Fakultas Kesehatan Universitas Hindu Indonesia Denpasar. Widya Kesehatan menerima naskah dari dosen, peneliti, mahasiswa maupun praktisi yang belum pernah diterbitkan dalam publikasi lain dengan ketentuan seperti tercantum pada bagian belakang jurnal ini.
Articles 144 Documents
Terapi suara untuk mengatasi gangguan tidur pada lansia di Wisuda Yoga Klungkung (studi kasus): Sound therapy for overcoming sleep disorders in the elderly at Wisuda Yoga Klungkung (case study) Pramesti, Ni Ketut Kesti; Suatama, Ida Bagus; Suta, Ida Bagus Putra
Widya Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v6i2.6746

Abstract

Tidur merupakan suatu aktivitas yang dapat memberikan pengaruh terhadap kesehatan fisik dan mental, bahkan tidur sangat penting untuk tumbuh kembang anak dan intelektual pada anak. Oleh karena itu, kurangnya waktu istirahat ini akan membuat kesulitan pada saat bekerja, fokus belajar menurun, dan kesulitan berkomunikasi dengan orang lain pada keesokan harinya. Dalam Ayurweda juga disebutkan jika Tri Upastamba yaitu Ahara, Nidra dan Vihar terganggu maka akan menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan dalam tubuh yang mengakibatkan adanya penyakit. Gangguan tidur dapat diatasi dengan berbagai cara salah satunya dengan menggunakan sound healing atau terapi suara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitiatif dengan menggunakan teori fenomenologi, teori psikologi dan teori fungsionalisme structural serta pendekatan Ayurweda, khususnya Bhuta Vidya. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu studi kepustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian penggunaan terapi suara di Wisuda Yoga dapat mengatasi gangguan tidur karena pengaplikasian terapi suara ditambah dengan lantunan mantra “Om” dapat membantu merilekskan pikiran serta pembersihan Tri Sarira dalam tubuh disertai dengan keyakinan dan kepercayaan dari masyarakat dapat mengobati gangguan tidur. Selain itu frekuensi yang dihasilkan dari terapi suara mampu menurunkan gelombang otak dari gelombang otak gamma menjadi gelombang otak delta yang akan membantu memperbaiki kualitas tidur. Tata cara penggunaan terapi suara diawali dengan persiapan singing bowl kemudian tahap pre-talk, doa pembuka, peregangan, sesi terapi selama 45 menit, doa penutup dan diakhiri dengan sesi pre-talk. Implikasi dari penggunaan terapi suara adalah membantu lebih berkonsentrasi dan fokus, membantu menstabilkan tekanan darah dan memudahkan bermeditasi.
Panglukatan air klebutan di Pura Griya Perak Tirta Empul Desa Pemogan Kecamatan Denpasar Selatan: Panglukatan water klebutan at Griya Perak Tirta Empul Temple, Pemogan Village, South Denpasar District Made Ananta Wijaya Kusuma
Widya Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v6i2.6784

Abstract

Malukat merupakan suatu usaha untuk membersihkan dan menyucikan diri (rohani maupun jasmani). Penelitian tentang panglukatan air klebutan sebagai sarana pengobatan ini dilakukan di Pura Griya Perak Tirta Empul yang lokasinya di Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar selatan, Kota Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengenai manfaat dari air klebutan khususnya pada bidang kesehatan. Penelitian ini memiliki rumusan masalah bahwa apa fungsi air klebutan di Pura Griya Perak Tirta Empul, mengapa pangluktan air klebutan di Pura Griya Perak Tirta Empul dapat digunakan untuk mengobati penyakit dan bagaimana tata cara panglukatan air klebutan di Pura Griya Perak Tirta Empul. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan teori Fenomenologi dan fungsionalisme struktural. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa fungsi air klebutan di Pura Griya Perak Tirta Empul adalah untuk membersihkan badan secara lahir dan batin. Selain itu dapat menyembuhkan penyakit medis dan non medis dengan berdasarkan adanya keyakinan/kepercayaan dari masyarakat. Pangluktan air klebutan di Pura Griya Perak Tirta Empul dapat digunakan untuk mengobati penyakit karena air klebutan tersebut mengandung Sulfur (S) untuk menyembuhkan penyakit sekala khususnya penyakit kulit. Selain itu juga dapat menyembuhkan penyakit niskala karena diyakini ada pengobatan daiva vyapasraya. Tata cara panglukatan air klebutan di Pura Griya Perak Tirta Empul terdapat pada rangkaian ritual malukat, yakni diawali dengan matur piuning, malukat di air klebutan, bungkak (kelapa), dan diakhiri dengan persembahyangan
Evaluasi Intervensi Hipnoterapi terhadap Manajemen Gangguan Kecemasan: Studi kualitatif pada praktik klinis: Evaluation of Hypnotherapy Intervention on Anxiety Disorder Management: A Qualitative Study in Clinical Practice Sari, Ida Ayu Putu Putrami; Cahyaningrum, Putu Lakustini; Mediastari, Anak Agung Putu Agung
Widya Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2025): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/yc7cb738

Abstract

Latar Belakang: Gangguan kecemasan menjadi masalah emosional yang ditandai dengan perasaan tidak nyaman, ketidakberdayaan, dan ketidakpastian akibat stimulus yang tidak jelas. Hipnoterapi telah menunjukkan potensi sebagai intervensi non-farmakologis yang dapat mengakses alam bawah sadar untuk memodifikasi pola pikir negatif dan menanamkan teknik relaksasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas hipnoterapi dalam mengatasi gangguan kecemasan dan mengidentifikasi protokol terapeutik yang diterapkan di Soulhealing Hypnotherapy. Metode: Penelitian kualitatif dengan teknik purposive sampling melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap praktisi dan pasien gangguan kecemasan. Data dikumpulkan menggunakan panduan wawancara terstruktur dan lembar observasi untuk mengevaluasi protokol terapi dan respons pasien. Hasil: Protokol hipnoterapi terdiri dari enam tahap yakni wawancara dan pendekatan awal, instruksi pencarian posisi nyaman, fokusasi perhatian, induksi relaksasi, identifikasi akar penyebab kecemasan, dan reframing kognitif dengan perspektif positif. Evaluasi post-terapi menunjukkan penurunan signifikan tingkat kecemasan, peningkatan kemampuan manajemen emosi, dan perbaikan kualitas interaksi sosial. Pasien melaporkan kondisi mental yang lebih tenang dan rileks pasca intervensi. Kesimpulan: Hipnoterapi terbukti efektif dalam mengurangi gejala kecemasan melalui modifikasi pola pikir dan penanaman teknik relaksasi. Pendekatan ini menawarkan alternatif terapi yang aman dengan minimal efek samping dibandingkan intervensi farmakologis konvensional.
Penerapan Olahraga (Vyayama) berbasis Prakriti Ayurweda untuk Optimalisasi Kebugaran Jasmani Personel Kepolisian: The Application of Ayurvedic Exercise (Vyayama) based on Prakriti for Optimizing the Physical Fitness of Police Personnel Putri, Ni Made Ayu Diana; Cahyaningrum, Putu Lakustini; Wiryanatha, Ida Bagus
Widya Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2025): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/t6ajdx24

Abstract

Latar belakang: Profesi kepolisian memerlukan kondisi fisik optimal yang dapat dicapai melalui pendekatan latihan individual. Prakriti dalam Ayurweda mengklasifikasikan konstitusi tubuh manusia menjadi tiga tipe (vata, pitta, kapha) dengan karakteristik fisiologis dan metabolisme berbeda yang memerlukan program latihan spesifik. Penelitian ini mengembangkan program olahraga (vyayama) yang disesuaikan dengan konstitusi tubuh individual untuk meningkatkan efektivitas latihan kebugaran. Tujuan: Mengevaluasi efektivitas penerapan olahraga (vyayama) berdasarkan identifikasi prakriti dalam meningkatkan kebugaran jasmani personel Polisi sektor Ubud. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus melibatkan 14 personel kepolisian. Program vyayama diterapkan selama dua bulan dengan variasi jenis, durasi, dan intensitas latihan sesuai tipe prakriti. Pengukuran kebugaran jasmani dilakukan menggunakan tes pre-post yang mencakup daya tahan kardiovaskular, kekuatan otot, komposisi tubuh, dan fleksibilitas. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, wawancara mendalam, dan dokumentasi perubahan fisik. Hasil: Implementasi vyayama berbasis prakriti menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh parameter kebugaran jasmani. Partisipan mengalami peningkatan daya tahan tubuh, kekuatan otot, dan fleksibilitas. Terjadi penurunan indeks massa tubuh rata-rata 2,3 kg/m² dan peningkatan kualitas tidur serta konsentrasi kerja. Kesimpulan: Penerapan olahraga (vyayama) yang diselaraskan dengan prakriti individual terbukti efektif meningkatkan kebugaran jasmani personel kepolisian.
Efektivitas Terapi Akupresur dalam Reduksi Nyeri Arthritis Gout: Studi Kualitatif di Kota Denpasar: The Effectiveness of Acupressure Therapy in Reducing Gout Arthritis Pain: A Qualitative Study in Denpasar City Budiani, Ketut; Suta, Ida Bagus Putra; Wiryanatha, Ida Bagus
Widya Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2025): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/s9gb9v66

Abstract

Latar belakang: Arthritis gout menimbulkan nyeri debilitating yang memerlukan pendekatan terapi komplementer efektif. Tujuan: Menganalisis efektivitas terapi akupresur dalam reduksi nyeri arthritis gout melalui integrasi konsep marma Ayurveda dan meridian Traditional Chinese Medicine. Metode: Desain kualitatif deskriptif dengan purposive sampling melibatkan observasi dan wawancara pada 4 orang praktisi akupresur dan 12 pasien. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Terapi akupresur efektif menurunkan nyeri melalui pemberian tekanan pada titik-titik meridian yang menyeimbangkan energi Qi dan tri dosha. Titik akupresur utama yang digunakan: LI.4 Hegu (Kshipra), KI.1 Yongquan (Talahridaya), KI.3 Taixi (Kurcashira), EXLE.10 Bafeng (Kshipra), LR.3 Taichong (Kurca), dan ST.41 Jiexi (Gulpha). Kesimpulan: Selain reduksi nyeri signifikan, pasien mengalami peningkatan kualitas tidur, relaksasi, dan pengurangan kesemutan. Integrasi pendekatan Ayurveda-TCM dalam akupresur menunjukkan potensi sebagai terapi komplementer arthritis gout yang efektif.
Efektivitas Terapi Yoga Asana dalam Mengurangi Nyeri Punggung Bawah pada Lansia: The Effectiveness of Yoga Asana Therapy in Reducing Lower Back Pain in the Elderly Bawa, I Gusti Ngurah Agung Arkya; Yuliari, Sang Ayu Made; Suta, Ida Bagus Putra
Widya Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2025): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/yf7sz344

Abstract

Latar belakang: Nyeri punggung bawah (lower back pain/LBP) merupakan gangguan muskuloskeletal yang prevalensinya meningkat seiring bertambahnya usia. LBP disebabkan oleh ketidakseimbangan vata dosha yang mengakibatkan kekakuan otot dan nyeri. Terapi yoga asana menawarkan pendekatan holistik untuk mengatasi kondisi ini melalui keseimbangan energi vital tubuh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas yoga asana dalam mengurangi LBP pada lansia, mengidentifikasi protokol asana yang tepat, dan mengevaluasi implikasi terapeutik pada populasi lanjut usia. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dilakukan di Pasraman Yoga Markandeya menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan praktisi dan tiga belas responden berusia 50-69 tahun. Analisis data menggunakan pendekatan Ayurveda dengan teori kesehatan dan fungsionalisme struktural. Hasil: Terapi yoga asana terbukti efektif mengurangi LBP melalui peningkatan fleksibilitas tubuh dan keseimbangan vata dosha. Protokol terapi meliputi enam asana utama: padmasana, pascimotanasana, bhujangasana, uttkatasana, trikonasana, dan parvakonasana. Prosedur terapi diawali dengan nadi shodhana pranayama, pemanasan, latihan asana, dan diakhiri savasana. Kesimpulan: Yoga asana memberikan manfaat signifikan dalam mengatasi LBP pada lansia melalui penguatan otot, peningkatan fleksibilitas sendi, perbaikan sirkulasi kardiovaskular, peningkatan imunitas, dan reduksi stres. Terapi ini menawarkan alternatif pengobatan non-farmakologis yang aman dan efektif untuk manajemen LBP pada populasi lansia.
Efektivitas Terapi Pijat Punggung dalam Mengurangi Kelelahan Kerja pada Tenaga Pendidik dan Kependidikan: The Effectiveness of Back Massage Therapy in Reducing Work Fatigue in Educators and Education Personnel Sabtriani, Ni Made; Yuliari, Sang Ayu Made; Wiryanatha, Ida Bagus
Widya Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2025): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/mystvx54

Abstract

Latar belakang: Kelelahan kerja menjadi permasalahan kesehatan okupasional yang berdampak pada penurunan produktivitas dan gangguan kesehatan fisik-mental tenaga pendidik. Terapi pijat punggung sebagai intervensi nonfarmakologis berbasis Ayurweda menawarkan alternatif penanganan yang aman dan efektif. Tujuan: Menganalisis efektivitas terapi pijat punggung dalam mengurangi kelelahan kerja pada guru dan pegawai SMK Negeri 3 Denpasar, mengevaluasi protokol standar terapi, dan mengidentifikasi dampak fisiologis serta psikologis pascaterapi. Metode: Penelitian kualitatif deskriptif menggunakan purposive sampling melibatkan 5 praktisi terapis dan 40 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan validasi triangulasi sumber dan metode. Hasil: Terapi pijat punggung menggunakan lima teknik utama (effleurage, petrissage, vibration, tapotage, friction) selama 30 menit mampu meningkatkan sirkulasi darah, mengoptimalkan distribusi oksigen ke jaringan otot, dan memicu pelepasan endorfin. Responden melaporkan peningkatan kebugaran fisik, reduksi ketegangan otot hingga 85%, penurunan tingkat stres, dan peningkatan kualitas tidur dengan durasi rata-rata 2 jam lebih lama. Kesimpulan: Terapi pijat punggung efektif mengurangi kelelahan kerja melalui mekanisme vasodilatasi, aktivasi sistem parasimpatis, dan modulasi neurotransmitter. Protokol standar 30 menit dengan frekuensi 1-2 kali per minggu memberikan manfaat berkelanjutan selama 3-7 hari pascaterapi.
Ethnomedicine di Indonesia: Perspektif tradisional hingga lanskap modern: Ethnomedicine in Indonesia: From traditional perspectives to the modern landscape Adnyana , I Made Dwi Mertha; Jenar, Putut Dewantha; Suniartini, Ketut; Dewi, Ni Luh Made Noviana; Sugiarta, Ketut Merdana; Sridana, I Nyoman
Widya Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2025): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/s1dc9743

Abstract

Latar Belakang: Paradigma kesehatan tradisional Indonesia mengalami transformasi dari praktik berbasis adat-istiadat menuju pengobatan berdasarkan bukti empiris. Ethnomedicine berkembang sebagai integrasi pengetahuan, praktik, dan kepercayaan turun-temurun yang berakar dari antropologi medis, mencakup konsep sehat-sakit, pencegahan, dan penyembuhan dari perspektif budaya lokal. Tujuan: Menganalisis perkembangan ethnomedicine di Indonesia dari perspektif tradisional hingga lanskap modern, mengevaluasi potensi Indonesia sebagai pusat ethnomedicine dunia, dan mengidentifikasi tantangan serta peluang integrasi pengobatan tradisional dengan sistem kesehatan kontemporer. Metode: Analisis bibliometrik terhadap 2.783 artikel publikasi menggunakan kata kunci "Ethnomedicine", "Traditional medicine", "community medicine", dan "Indonesia" periode 1971-2024. Penelusuran literatur dilakukan untuk memetakan tren penelitian, kluster riset, dan densitas pengembangan ethnomedicine di Indonesia. Hasil: Terdapat 67.804 artikel ilmiah yang memberikan informasi klinis dan pra-klinis tentang kesehatan tradisional. Bali dan Sumatera Utara menunjukkan fokus tinggi dalam pengembangan obat bahan alam. Kluster riset difokuskan pada "drug", "jamu", "local knowledge", "traditional healer", dan "health care". Visualisasi tren menunjukkan penguatan elemen ethnomedicine dengan dominasi penelitian berbasis pengetahuan lokal dan pengembangan produk kesehatan komplementer. Kesimpulan: Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat ethnomedicine dunia dengan dukungan 25.000-30.000 spesies tumbuhan obat dan 300-700 etnis. Integrasi pengobatan tradisional-modern mencerminkan lanskap kesehatan dinamis. Keberlanjutan ethnomedicine memerlukan penguatan regulasi, fasilitas riset, kolaborasi global, dan pelestarian pengetahuan tradisional melalui digitalisasi dan program pendidikan berbasis budaya lokal.
Hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi penggunaan obat analgesik di Banjar Baluk II Kecamatan Negara: The relationship between knowledge level and self-medication behavior in the use of analgesic drugs in Banjar Baluk II, Negara District Buana, Putu Negia Suci Cahyani; Wintariani, Ni Putu; Reganata, Gde Palguna; Sutema, Ida Ayu Manik Partha
Widya Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/v6kdej02

Abstract

Latar belakang: Pengobatan sendiri adalah praktik lokal untuk menyelesaikan perawatan kesehatan untuk diri sendiri tanpa berkonsultasi dengan ahli kesehatan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami hubungan antara tingkat informasi dan perilaku pengobatan sendiri obat penghilang rasa sakit di Banjar Baluk II, Wilayah Negara, dan hubungan sosiodemografi antara tingkat informasi dan pengobatan sendiri. Penelitian menggabungkan pendekatan cross-sectional untuk penyelidikan kuantitatif. Metode: Penelitian ini termasuk kuantitatif jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. 95 responden dijadikan sebagai contoh penelitian. Lokasi penelitian ini dilakukan di Banjar Baluk II Kecamatan Negara dilakukan pada bulan Maret sampai bulan Mei tahun 2023. Analisis statistik menggunakan pengujian analisis korelasi pada uji Spearmen’s Rank. Hasil: Terdapat 42 (44,2%) responden yang memiliki informasi kurang, 46 (48,4%) yang memiliki informasi cukup, dan 7 (7,4%) yang memiliki informasi sangat baik. Ada 57 responden (60,0%) yang berperilaku baik saat menggunakan obat penghilang rasa sakit untuk pengobatan sendiri, dan 38 responden (40,0%) berperilaku baik. Tingkat pengetahuan terhadap perilaku terdapat nilai Spearmen’s Rank yang positif sebesar 0,514 termasuk dalam kategori sedang dengan signifikansi sebesar 0,000 (0,000<0,05). Terdapat hubungan antara usia (r=0, 0,334), pendidikan (r= 0,443) dan pekerjaan (r= 0,303) (p-value= 0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi obat analgesik di Banjar Baluk II Kecamatan Negara adalah cukup baik serta terdapat hubungan yang signifikan antara usia, pendidikan dan pekerjaan.
Effectiveness of Flavonoid (Moringa oleifera) as an Anti-inflammatory: Efektivitas Flavonoid (Moringa oleifera) sebagai Anti-inflamasi Ni Luh Made Noviana , Dewi; Suniartini, Ketut; Sridana, I Nyoman
Widya Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ew0jcx82

Abstract

Background: Inflammation is the body's response to injury due to infection by antigens or cell damage, indicating that something harmful or painful is present in the body. Inflammation is also a protective response to cell damage or infection. Currently, the development of traditional medicine in Indonesia is a hot topic of discussion. With the rapid advancement of technology, many people are affected by various diseases such as inflammation, and so on. Moringa leaves have anti-inflammatory properties. Flavonoids have antioxidant properties that inhibit the development of free radicals. Objective: The objective of this study is to conduct a literature review to gather general information about the use of Moringa oleifera Lamk and the role of flavonoids in inflammation. Method: This article review was compiled using a comparative and search method from various sources such as (Google, Google Scholar, NCBI, PubMed) in the period 2020-2025. Results: Based on the literature review, it can be concluded that the use of moringa leaves (Moringa oleifera) has a significant effect on inflammation. This is due to the flavonoid content in moringa leaves, which has anti-inflammatory properties. Conclusion: Moringa leaves have many benefits, so it is recommended to increase consumption of these leaves.