cover
Contact Name
Putu Lakustini Cahyaningrum, S.Si, M.Si
Contact Email
nining@unhi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
widya.kesehatan@unhi.ac.id
Editorial Address
Jalan Sangalangit, Tembau, Denpasar Timur, Denpasar 80238 - Bali - Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 26571064     DOI : https://doi.org/10.32795
Core Subject : Health,
Widya Kesehatan adalah jurnal yang memuat naskah ilmiah dalam bidang kesehatan tradisional komplementer berupa hasil penelitian, artikel lulusan, kajian pustaka dan laporan kasus yang belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang dalam penerbitan dijurnal manapun. Widya Kesehatan terbit dua nomor dalam satu tahun (Mei dan Oktober). Widya Kesehatan diterbitkan oleh Program Studi Kesehatan Ayurweda Fakultas Kesehatan Universitas Hindu Indonesia Denpasar. Widya Kesehatan menerima naskah dari dosen, peneliti, mahasiswa maupun praktisi yang belum pernah diterbitkan dalam publikasi lain dengan ketentuan seperti tercantum pada bagian belakang jurnal ini.
Articles 144 Documents
PEMANFAATAN TANAMAN OBAT UNTUK MENGATASI PENYAKIT DIABETES MELITUS DI KOTA DENPASAR Susilawati, Ni Luh Putu Arya; Cahyaningrum, Putu Lakustini; Wiryanatha, Ida Bagus
Widya Kesehatan Vol 3 No 2 (2021): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v3i2.2079

Abstract

Penyakit Diabetes Melitus adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan kadar gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau fungsi insulin (resistensi insulin). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tanaman obat yang dapat digunakan untuk mengatasi Diabetes Melitus dengan menggunakan metode purposive sampling. Teori yang digunakan dalam kajian ini adalah teori etnomedisin dan teori fungsionalisme struktural. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara secara mendalam dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian di dapatkan jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi penyakit Diabetes Melitus yaitu : kunyit putih, sambiloto, brotowali, meniran, kelor, pegagan, mimba/intaran, insulin, sereh wangi, jahe merah, sirih merah, binahong, kayu secang, ciplukan, pare, turi, daun wijaya kusuma, daun kersen. Tata cara pemanfaatan tanaman obat untuk mengatasi penyakit Diabetes Melitus adalah dengan meracik tanaman obat menjadi ramuan yang dikemas ke dalam bentuk kapsul, teh herbal, jamu / loloh, mandi uap / steam, membuat ramuan untuk rendaman dan membersihkan luka. Implikasi dari pemanfaatan tanaman sebagai obat untuk mengatasi penyakit Diabetes Melitus, kadar gula yang diderita oleh informan menurun, selain itu informan tidak merasakan gangguan lagi seperti : gatal di kulit, susah tidur, sering diare, sering panas dalam, sering nyeri saat menstruasi. Informan merasakan imunitas lebih terjaga, bau badanhilang, lebih sehat dan kuat dalam melakukan aktivitas sehari - hari, metabolisme tubuh semakin baik, serta kualitas tidurnya menjadi lebih baik setelah mengkonsumsi ramuan herbal tersebut.
AHARA YOGA BAGI PENDERITA HIPERTENSI Sinarsari, Ni Made
Widya Kesehatan Vol 3 No 2 (2021): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v3i2.2081

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular serta menjadi masalah kesehatan secara global. Bedasarkan data WHO pada tahun 2014 terdapat sekitar 600 juta penderita hipertensi di seluruh dunia. Riset kesehatan dasar pada tahun 2013 mencatat prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 25,8 %, dengan prevalensi tertinggi terdapat di Bangka Belitung (30,9%), diikuti Kalimantan Selatan (30,8%), Kalimantan Timur (29,6%) dan Jawa Barat (29,4%).. Hipertensi sebagai sebuah penyakit kronis dipengaruhi oleh berbagai faktor Salah satunya adalah pola makan. Upaya terkait penanganan hipertensi salah satunya dengan cara mengatur pola makan ahara yoga. Ahara Yoga sangat penting bagi penderita hipertensi dalam meningkatkan kualitas hidup. Menjaga makan yang teratur,terukur dan terarah dapat meningkatkan kesehatan fisik, mental, mengurangi resiko penyakit dan memelihara fungsi tubuh secara optimal
PENANGANAN DISPEPSIA DENGAN PRANA (STUDI KASUS DI RSUP SANGLAH) Hyugiswara, Gede; Suatama, Ida Bagus; Yuliari, Sang Ayu Made
Widya Kesehatan Vol 3 No 2 (2021): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v3i2.2084

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan saat ini bergerak sangat cepat serta membawa perubahan polahidup setiap individu menjadi lebih kompleks, sehingga hal ini menuntut individu untuk meningkatkan pola kinerjanya. Pola kinerja individu dipengaruhi oleh kesehatan individu. Salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan adalah gaya hidup, sehingga gaya hidup yang tidak tepat dapat menyebabkan dispepsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanganan dispepsia menggunakan prana dengan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teori kesehatan dan teori struktural fungsional dengan pendekatan ilmu kesehatan ayurweda. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, penanganan dispepsia hasilnya akan lebih sempurna jika diberikan pengobatan dengan mengkombinasikan pengobatan tradisional komplementer dan pengobatan konvensional. Tatalaksana penanganan terdiri dari: pendaftaran di bagian administrasi, diagnosa medis, pasien mengambil posisi duduk atau tidur dan berdoa memohon kesembuhan, penelusuran aura, penyapuan pada cakra pasien, therapist memberikan energi pada cakra solar pleksus dan cakra pusar, setelah itu menstabilkan prana pada tubuh pasien, melepaskan hubungan prana antara therapist dan pasien, selanjutnya therapist dan pasien berdoa dan mengucapkan rasa terimakasih kepada Tuhan, therapist memberikan saran agar bagian tubuh yang diberikan prana tidak boleh terkena air karena tubuh dalam proses penyerapan prana. Implikasi penanganan dispepsia menggunakan prana, antara lain: mengurangi keluhan nyeri dan panas di uluhati, mengurangi mual, mengurangi perih, kembung dan rasa penuh pada perut, dan dapat tidur dengan baik dan bangunpun baik.
BUDAYA MINUM LOLOH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN IMUNITAS TUBUH DIMASA PANDEMI COVID 19 Cahyaningrum, Putu Lakustini; Sudaryati, Ni Luh Gede
Widya Kesehatan Vol 3 No 2 (2021): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v3i2.2085

Abstract

Bali memiliki sebuah warisan budaya yang mencakup pengobatan tradisional Bali yang dikenal dengan nama usada. Usada merupakan jenis pengobatan tradisional Bali dimana salah satunya menggunakan tumbuhan sebagai bahan obat. Tumbuhan obat tersebut diracik dan diramu sedemikian rupa sehingga menjadi minuman tradisional yang di Bali disebut dengan loloh. Masyarakat Bali sudah sejak turun menurun mengkonsumsi lolohuntuk menjaga kesehatan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah budaya minum loloh masih dilakukan sampai saat ini oleh masyarakat dan jenis loloh yang diminum terutama disaat pandemic covid 19 seperti sekarang ini. Dalam penelitian ini menggunakan metode purpose sampling dan menggunakan pendekatan sosiologi kesehatan melalui teknik wawancara mendalam dan kuisioner terhadap masyarakat yang masih minum loloh. Teori dalam penelitian menggunakan fenomenologi sebagai akibat dari prilaku, keyakinan dan persepsi masyarakat terhadap budaya minum loloh. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa budaya minum loloh masih dilakukan sampai sekarang ini oleh masyarakat Bali disebabkan karena adanya informasi dari media cetak maupun media elektronik, adanya kepercayaan masyarakat terhadap minuman tradisional dan minimnya efek samping. jenis loloh yang dikonsumsi yaitu loloh kunyit asem, loloh don base, loloh jahe merah, loloh cemcem, loloh mengkudu (tibah), loloh sembung, loloh pegagan, loloh daun waru, loloh daun katuk dan loloh temulawak.
KANDUNGAN ANTIOKSIDAN FRAKSI AIR DAUN MARIGOLD (Tagetes erecta L.) Artini, Ni Putu Rahayu
Widya Kesehatan Vol 3 No 2 (2021): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v3i2.2086

Abstract

Daun marigold (Tagetes erecta L) merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan karena mengandung senyawa flavonoid. Tujuan dari penelitian yaitu mengetahui aktivitas antioksidan fraksi air. Metode yang digunakan yaitu DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) diukur dengan Spektrofotometer UVVis. Pada uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan fraksi air positif mengandung flavonoid, alkaloid, dan tannin. Uji aktivitas antioksidan diperoleh nilai IC50 fraksi air yaitu 106,0852 ppm dengan kategori antioksidan sedang.
HIPNOTERAPI UNTUK PECANDU ROKOK USIA REMAJA Arsari, Kadek Sintya Kristina; Mediastari, A A Putu Agung; Suatama, Ida Bagus
Widya Kesehatan Vol 3 No 2 (2021): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v3i2.2087

Abstract

Data WHO menyatakan bahwa jumlah perokok yang ada di dunia sebanyak 30% adalah remaja. Metode komplementer yang dilakukan dalam mengatasi ketergantungan rokok pada remaja dengan hipnoterapi. Hipnoterapi merupakan suatu teknik relaksasi dengan pemanfaatan sugesti untuk mengatasi masalah psikologi. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui, tata laksana, implikasi hipnoterapi kepada pecandu rokok remaja. Jenis penelitian ini kualitatif, menggunakan metode snowball sampling dengan sasaran pecandu rokok remaja usia 19-22 tahun yang dilakukan pada klinik hipnoterapi di Kota Denpasar. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pendekatan psikologi dan menggunakan teori psikologi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa hipnoterapi dapat mengatasi ketergantungan rokok pada remaja karena hipnoterapi memanfaatkan sugesti dalam terapinya, tata laksana dalam hipnoterapi dengan wawancara pra induksi atau pre-talk dan sugestivitas, induksi, deepening dan depth level test, hypnotheraupetic dan termination. Implikasi yang terjadi pada klien setelah mendapatkan hipnoterapi adalah klien merasa nyaman, tenang, bahagia, stamina meningkat serta mampu berpikir lebih bijaksana.
Kesuna : Pengobatan Tradisional Untuk Mengatasi Dangkangan Sang Ayu Made Yuliari
Widya Kesehatan Vol 4 No 1 (2022): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v4i1.2800

Abstract

Pengobatan tradisional Bali yang dikenal dengan Usada banyak memberikan manfaat bagi kesehatan. Salah satu tanaman yang berkhasiat obat adalah Kesuna/bawang putih. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui kesuna dapat mengatasi dangkangan /mata ikan. Dengan metode pengumpulan data (observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi). Teori yang digunakan enomedisin. Dari metode dan teori tersebut diperoleh hasil : (1) Kesuna dapat mengatasi dangkangan/mata ikan karena kesuna sebagai salah satu tanaman yang berkhasiat obat mengandung organosulfur (S-alil-l- sistein). Kandungan sulfur yang terdapat pada kesuna yaitu sebagai agen eksfoliasi pada kulit dan mempunyai efek keratolitik, (2) Tata cara penggunaan kesuna untuk mengatasi dangkangan/mata ikan yaitu : ambil satu siung kesuna, dikupas kulitnya,dipotong atau diiris pangkalnya dan gosok-gosokkan pada telapak kaki yang sakit dua kali sehari yaitu pagi dan sore sampai sembuh.
Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Daun Jelatang Ayam (Laportea Interrupta (L.) Chew) Putu Lakustini Cahyaningrum; A.A A Sauca Sunia Widyantari; Ni Putu Rahayu Artini
Widya Kesehatan Vol 4 No 1 (2022): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v4i1.2802

Abstract

Pemanfaatan daun jelatang ayam (Laportea interrupta (L.) Chew) sebagai tanaman obat belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Hal ini karena kurangnya informasi yang diberikan. Selain itu, penelitian tentang tumbuhan jelatang ayam (Laportea interrupta (L.) Chew belum banyak dilakukan, sehingga perlu dilakukan pengujian awal untuk mengetahui kandungan dari daun jelatang ayam. Dalam penelitian ini bertujuan untuk menguji skrining fitokimia ekstrak etanol daun jelatang ayam. Metode yang digunakan adalah metode skrining fitokimia. Dari hasil penelitian diperoleh Ekstrak etanol daun jelatang ayam (Laportea. Interrupta (L.) Chew) mengandung metabolit sekunder seperti Flavonoid, alkaloid, triterpenoid, saponin, dan tannin.
Manfaat Dadap Serep (Erythrina Sumbubrans) Untuk Mengatasi Demam Pada Anak I Komang Pariata; Anak Agung Putu Agung Mediastari; Ida Bagus Putra Suta
Widya Kesehatan Vol 4 No 1 (2022): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v4i1.2803

Abstract

Demam merupakan salah satu gejala penyakit yang umum di masyarakat Indonesia, termasuk pada anak-anak. Pengobatan tradisional dengan menggunakan tanaman obat sudah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat jaman dahulu. Secara historis di Bali, penggunaan daun Dadap sebagai obat demam pada anak sudah dilakukan sejak jaman kerajaan Hindu di Bali. Penggunaan Dadap ini berawal dari kebiasaan masyarakat di Bali menggunakan daun Dadap sebagai obat kompres tradisional penurun panas secara turun temurun. Penelitian ini menggunakan pendekatan Usadha, jenis penelitian kualitatif, prosedur pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan, observasi, wawancara mendalam terhadap pengelola dan pasien di Praktek Bidan Ni Made Sinar Sari. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan Dadap Serep (Erythrina Sumbubrans) sebagai obat untuk mengatasi demam pada anak di Praktek Bidan Ni Made Sinar Sari untuk mengatasi demam pada anak dilandasi oleh dua hal, yaitu pengaruh sosial budaya masyarakat dan alasan fungsional manfaat dari Dadap Serep sebagai obat untuk penurun demam pada anak. Daun Dadap ini ditumbuk dijadikan boreh (param) lalu ditempelkan di kening orang yang sedang mengalami demam. Untuk meningkatkan khasiatnya, daun Dadap dicampur dengan daun jintan dan bawang merah. Di Praktek Bidan Ni Made Sinar Sari, diketahui bahwa penggunaan daun Dadap Serep yang diolah menjadi boreh don dadap memberikan implikasi kepada pasien, diantaranya menurunkan panas, meredakan sakit kepala dan pusing, serta mengatasi insomnia.
Terapi Senam Yoga Untuk Meningkatkan Kualitas Tidur Pada Lansia Ida Ayu Kade Praba Citta Laksmi
Widya Kesehatan Vol 4 No 1 (2022): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v4i1.2804

Abstract

Lansia adalah suatu keadaan yang terjadi di dalam kehidupan manusia yang ditandai dengan penurunan berbagai fungsi organ.Usia merupakan salah satu faktor penentu lamanya tidur yang dibutuhkan seseorang, termasuk pada lansia. Perubahan siklus tidur menjadi penyebab menurunnya kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui yoga dalam meningkatkan kualitas tidur pada lansia. Jenis penelitian adalah kualitatif menggunakan teknik pengumpulan data dengan metode purposive sampling. Dalam penelitian ini menggunakan teori yoga, dimana data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa senam yoga dengan gerakan kombinasi seperti meditasi, latihan fisik, dan latihan pranayama mampu membuat saraf otot menjadi regang. Hal ini dapat melancarkan peredaran darah dan merilekskan tubuh dan juga menenangkan pikiran sehingga mampu meningkatkan kualitas tidur dari lansia. Tata laksana terapi senam yoga untuk meningkatkan kualitas tidur pada lansia di Pasraman Yayasan Yoga Markandeya terdiri dari: 1) Pendaftaran dan administrasi; 2) Wawancara pada lansia tentang keluhan apa yang dirasakan. Setelah wawancara, lansia dipersilahkan untuk mengikuti terapi yoga lansia; 3) Selanjutnya pelaksanaan yoga dimulai, diawali dengan pranayama, pemanasan, 4) kemudian dilanjutkan dengan Yoga Suryanamaskara (Pranamasana, Hasta Uttanasama, Padahastasama, Aswa Sancalasana, Parwatasana), 5) Tahap terakhir yaitu relaksasi dengan pose yoga nidra, dimana langkah ini dilakukan dengan posisi berbaring seperti tidur tenangkan pikiran rileks. Implikasi penanganan gangguan tidur menggunakan terapi yoga pada lansia, antara lain tidur nyenyak, menenangkan pikiran, perasaan nyaman meningkatkan kualitas dan durasi tidur, meningkatkan relaksasi, dan waktu tidur lebih teratur, badan lebih sehat dan segar.

Page 4 of 15 | Total Record : 144