cover
Contact Name
Putu Lakustini Cahyaningrum, S.Si, M.Si
Contact Email
nining@unhi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
widya.kesehatan@unhi.ac.id
Editorial Address
Jalan Sangalangit, Tembau, Denpasar Timur, Denpasar 80238 - Bali - Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 26571064     DOI : https://doi.org/10.32795
Core Subject : Health,
Widya Kesehatan adalah jurnal yang memuat naskah ilmiah dalam bidang kesehatan tradisional komplementer berupa hasil penelitian, artikel lulusan, kajian pustaka dan laporan kasus yang belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang dalam penerbitan dijurnal manapun. Widya Kesehatan terbit dua nomor dalam satu tahun (Mei dan Oktober). Widya Kesehatan diterbitkan oleh Program Studi Kesehatan Ayurweda Fakultas Kesehatan Universitas Hindu Indonesia Denpasar. Widya Kesehatan menerima naskah dari dosen, peneliti, mahasiswa maupun praktisi yang belum pernah diterbitkan dalam publikasi lain dengan ketentuan seperti tercantum pada bagian belakang jurnal ini.
Articles 144 Documents
Hubungan antara Pengetahuan Pasien dan Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi di Puskesmas Mengwi I Dewi Puspita Apsari; Ni Putu Wintariani
Widya Kesehatan Vol 4 No 1 (2022): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v4i1.2805

Abstract

Latar Belakang: Kepatuhan minum obat antihipertensi yang buruk dianggap sebagai salah satu penyebab utama kontrol tekanan darah yang buruk. Meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi dipercaya mampu mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan minum obat antihipertensi di Puskesmas. Metode: Penelitian studi potong lintang ini melibatkan 88 pasien hipertensi usia 20-54 tahun di Puskesmas Mengwi I. Kepatuhan dan pengetahuan dinilai dengan kuesioner MMAS-8 dan HK-LS secara berturut-turut. Hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan dianalisis menggunakan Rank Spearman. Hasil : Penelitian yang dilakukan menunjukkan pasien hipertensi memiliki tingkat pengetahuan dan kepatuhan yang tinggi dengan angka 61 (69,3%) dan 40 (45,5%) secara berturut-turut. Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang cukup dan signifikan antara kepatuhan dengan pengetahuan terkait penanganan medis (r=0,286; p=0,007), kepatuhan minum obat (r=0,371; p=0,000), gaya hidup (r=0,310; p=0,003) dan diet ( r=0,318; p=0,003). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan pasien hipertensi terkait penanganan medis, kepatuhan minum obat, gaya hidup dan diet merupakan determinan penting penentu kepatuhan minum obat di puskesmas.
Mengenali Gambaran Penyakit Tuberkulosis Paru Dan Cara Penanganannya I Made Gede Dwipayana
Widya Kesehatan Vol 4 No 1 (2022): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v4i1.2806

Abstract

Artikel ini ditulis untuk mengenali gambaran penyakit tuberkulosis paru dan tuberkulosis ekstra paru dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Kasus yang diangkat adalah pasien laki-laki, 24 tahun datang sadar rujukan dari Puskesmas Wera ke IGD RSUD Bima, dengan keluhan batuk berdarah kurang lebih 4 hari saat mereka datang ke UGD. Sebelumnya, pasien sudah mengalami batuk selama 3 bulan disertai dahak berwarna kuning kehijauan. Keluhan lain yang dirasakan pasien, yakni sesak nafas, demam naik turun, nyeri pada dada, penurunan berat badan 5 kilogram, dan hilangnya nafsu makan. Pada pemeriksaan tanda vital, didapatkan peningkatan laju napas dan pemeriksaan status general, yaitu auskultasi didapatkan suara rhonki pada kedua paru. Pada pemeriksaan radiologi didapatkan gambaran konsolidasi homogen pada lapangan atas kedua paru disertai bercak-bercak infiltrat pada lapangan paru. Pasien didiagnosis dengan tuberculosis paru dan diberikan pengobatan simptomatis serta OAT sesuai berat badan. Pasien dirawat di ruang isolasi TB selama 5 hari, dan berdasarkan hasil pemeriksaan selama pasien dirawat di rumah sakit, dapat dikenali bahwa pada kasus ini, pasien laki-laki itu mengalami tuberculosis paru dan scrofuloderma, yakni salah satu penyakit menular dan memiliki resiko tinggi, namun apabila segera mendapatkan penanganan, maka prognosis-nya bisa menjadi baik. Pasien kemudian ditatalaksana utama dengan pemberian obat anti tuberkulosis
Rancang Bangun Alat Pemantauan Infus Berbasis Arduino Dengan Pendeteksian Berat Infus, Jumlah Tetesan dan Penanda Darah Naik Pada Selang Infus I Kadek Agus Riki Gunawan; Ni Putu Rahayu Artini; GT. N. B. Gede Kresna Aditya
Widya Kesehatan Vol 4 No 2 (2022): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v4i2.3382

Abstract

Infus intravena diberikan kepada pasien karena komposisi tubuh, kadar air, dan elektrolit perlu seimbang untuk mempertahankan volume cairan yang konstan dan stabil. Ketidakseimbangan elektrolit dapat menyebabkan gagal ginjal, syok, dan kematian. Darah di jalur infus membentuk bekuan darah (blood cloth). Hal ini dapat mempengaruhi kelancaran aliran cairan jika tidak segera ditangani. Alat pemantauan infus ini bertujuan agar dapat meminimalkan masalah yang diakibatkan oleh kelalaian perawat pada pasien. Menggunakan metode eksperimen dengan pengembangan atau research and development (R&D). Adapun hasil Pengukuran dengan sensor berat yaitu saat berat mencapai 10 mg, alarm akan dipicu dan ditampilkan di Liquid Crystal Display (LCD). Saat mengukur tetesan infus, toleransi tetesan untuk menyalakan alarm berkisar dari -3 tetes per menit hingga +3 tetes per menit. Ketika infus dalam keadaan ini, alarm akan berbunyi. Saat mengukur darah yang naik, alarm peringatan dengan tampilan LED diaktifkan ketika layar LCD menunjukkan "BAHAYA: DARAH NAIK". Hasil baca sensor 100% berhasil mendeteksi habisnya infus, meghitung tetesan infus serta adanya darah naik pada selang infus.
Manfaat Buah Naga Untuk Kesehatan I Wayan Redi Aryanta
Widya Kesehatan Vol 4 No 2 (2022): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v4i2.3386

Abstract

Buah naga (Hylocereus polyrhizus) merupakan buah tropis dan subtropis yang saat ini banyak dibudidayakan di Indonesia, Taiwan, Vietnam, Malaysia dan Filipina. Kajian pustaka ini bertujuan untuk mengetahui kandungan zat gizi dan fitokimia serta manfaat buah naga untuk kesehatan. Hasil penelusuran pustaka menunjukkan bahwa buah naga sangat kaya dengan zat gizi, antioksidan dan senyawa bioaktif yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Kandungan zat gizi per 100 g buah naga merah adalah : air (85,7 g), energi (71 kal), protein (1,7 g), lemak (3,1 g), karbohidrat (9,1 g), serat (3,2g), abu (0,4 g), kalsium (13 mg), natrium (10 mg), kalium (128 mg), fosfor (14 mg), zat besi (0,4 mg), seng (0,4 mg), magnesium (0,10 mg), vitamin B1 (0,5 mg), vitamin B2 (0,3 mg), vitamin B3 (0,5 mg), vitamin C (1 mg ) dan vitamin E (0,4 mg). Senyawa antioksidan yang potensial pada buah naga adalah: vitamin C, vitamin E, betalain, hydroxycinnamates, karotenoid (beta-karoten dan likopen), flavonoid, betacyanin, betaxanthin. Terkait dengan kesehatan, buah naga sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan, mengurangi risiko kanker, menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kesehatan jantung, mengontrol gula darah dan mengurangi risiko diabetes, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meredakan batuk dan flu, mencegah migrain, menurunkan berat badan, membantu mengatasi demam berdarah, menjaga kesehatan tulang, melawan radang sendi (arthritis), mencegah anemia, meningkatkan kesehatan mata, menjaga kesehatan kulit, meredakan nyeri pada kulit yang terbakar sinar matahari, mengurangi jerawat, melindungi rambut dari kerusakan, membantu meningkatkan fungsi otak, dan menjaga kesehatan ibu hamil.
Nadi Pariksha: Deteksi Penyakit Dalam Ilmu Kedokteran Timur Ni Made Sinarsari
Widya Kesehatan Vol 4 No 2 (2022): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v4i2.3387

Abstract

Nadi pariksha merupakan salah satu seni mendeteksi penyakit melalui nadi dalam budaya pengobatan tradisional yaitu ilmu kedokteran timur yang diterapkan sejak zaman klasik Kaisar Kuning. Deteksi adalah suatu proses untuk memeriksa atau melakukan pemeriksaan terhadap sesuatu dengan menggunakan cara dan teknik tertentu. Deteksi dapat digunakan untuk berbagai masalah, Nadi pada manusia dapat menunjukkan letak dan sifat suatu penyakit. Nadi pariksha dalam ilmu kedokteran timur adalah metode untuk mendiagnosis penyakit dan pola penyakit dengan palpasi atau perabaan di atas pergelangan tangan bagian ventral yang didasarkan pada prinsip bagian luar tubuh mencerminkan organ tubuh bagian dalam klien. Review dilakukan secara deskriptif dari kajian berbagai buku ilmiah yang berkaitan dengan nadi pariksha. Teknik mendiagnosa penyakit melalui perabaan nadi memainkan peran penting dalam mendiagnosis dan kelanjutan penanganan penyakit.
Pola Penggunaan Obat Antihipertensi Pasien Hipertensi Dan Hipertensi Dengan Diabetes Militus Di Puskesmas Selemadeg Timur II Tabanan I Made Putra Gangga; Ni Putu Wintariani; Dewi Puspita Apsari
Widya Kesehatan Vol 4 No 2 (2022): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v4i2.3388

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana terjadinya peningkatan tekanan darah yang tidak normal dalam pembuluh darah arteri dan terjadi secara terus menerus. Jumlah penderita hipertensi di dunia terus meningkat setiap tahunnya. Diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 miliar orang yang terkena hipertensi. Kontrol tekanan darah dan pemilihan obat yang tepat diperlukan untuk meminimalkan angka kematian akibat hipertensi. Penelitian yang dilakukan termasuk dalam penelitian non eksperimental. dimana penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif yang dilakukan secara kuantitatif dengan melihat pemberian terapi pasien Hipertensi dan Hipertensi dengan Diabetes. Penggunaan monoterapi CCB (Amlodipine) merupakan terapi yang paling sering digunakan. CCB digunakan pada pasien hipertensi sistolik lansia. Systolic Hypertension-Europe melakukan uji coba pada pada placebo terkontrol yang menunjukkan bahwa CCB dihidropyridine long-acting mengurangi resiko kejadian kardiovaskular pada hipertensi sistolik. Pasien Hipertensi dengan Diabetes penggunaan monoterapi ACEI (Captopril) merupakan terapi yang paling sering di gunakan untuk pasien hipertensi dengan DM. ACEI memiliki manfaat dalam menghambat perkembangan DM bahkan mencegah komplikasi DM pada pasien dengan hipertensi melalui mekanisme penghambatan RAAS (Renin- Angiotensin-Aldosteron System). Kontrol tekanan darah pasien hipertensi disertai DM mengalami penurunan dimana tidak terdapat pasien dengan tekanan darah stage 2. Pasien dengan Hipertensi didapati penurunan tekanan darah dimana 93% berada di bawah atau sama dengan target tekanan darah yang direkomendasikan JNC 8. Penggunaan monoterapi yang mendominasi pada pasien lansia dengan Hipertensi dan Hipertensi dengan Diabetes menunjukan adanya perbaikan tekanan darah pasien. Hal ini dikarenakan terapi yang diberikan menurut JNC 8 telah tepat sehingga target tekanan darah pasien tercapai
Sifat Fisika Kimia Dan Efektivitas Krim Ekstrak Etanol 96% Kombinasi Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dan Daun Pandan Wangi (Pandanus Ammaryllifolius Roxb.) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes Ni Kadek Ayu Surya A; Ni Putu Wintarian; Putu Ika Farmani
Widya Kesehatan Vol 4 No 2 (2022): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v4i2.3400

Abstract

Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang umum dialami oleh para remaja sampai dewasa dalam kehidupan sehari-hari. Daun kelor dan daun pandan wangi memiliki sangat banyak kelebihan pada saat dimanfaatkan sebagai obat herba dan sebagai anti bakteri namun pada beberapa penelitian daun pandan wangi harus menggunakan konsentrasi yang tinggi agar berfungsi sebagai anti bakteri maka dari itu dilakukan kombinasi ekstrak. Untuk mengetahui sifat fisika kimia dari sediaan krim ekstrak 96% kombinasi Daun kelor (Moringa oleifera) dan daun pandan wangi (Pandanus ammaryllifolius Roxb). Untuk mengetahui efektivitas antibakteri krim ekstrak 96% kombinasi Daun kelor (Moringa oleifera) dan daun pandan wangi (Pandanus ammaryllifolius Roxb) dengan menggunakan metode cakram. Metode penelitian eksperimental laboratoris dengan pembuatan formulasi sediaan krim, evaluasi dan uji aktivitas antibakteri sediaan krim terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan metode disc diffusion. Evaluasi sifat fisika kimia sediaan krim ekstrak etanol 96% yang dilakukan memiliki aroma khas dan warna hijau kehitaman, daya sebar 4.26 – 6.24 cm, daya lekat 5.32 – 5.47 detik, pH 5.42 – 6.19. Sediaan krim ekstrak etanol 96% kombinasi daun kelor dan daun pandan dengan konsentrasi 10%, krim dengan konsentrasi 20% , dan krim dengan konsentrasi 40% dapat menghambat pertumbuhan bakteri P acnes dengan daya hambat rata-rata 10.8 mm pada konsentrasi 10%, pada konsentrasi ekstrak 20% 14.8 mm, pada konsentrasi 20.4mm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sediaan krim ekstrak etanol 96% kombinasi daun kelor (Moringa oleifera) dan daun pandan wangi (Pandanus ammaryllifolius Roxb dari basis krim, krim dengan konsentrasi 10%, krim dengan konsentrasi 20% , dan krim dengan konsentrasi 40% memiliki sifat fisika kimia dan efektivitas yang baik sesuai dengan standar uji.
Hubungan Pola Pemberian Asi Dan Pengetahuan Ibu Dengan Status Gizi Bayi 0-6 Bulan Tahun 2022 Apriyani Magdalena Sitohang; Satriani Satriani; Jamil Anshory
Widya Kesehatan Vol 4 No 2 (2022): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v4i2.3402

Abstract

Status gizi pada bayi adalah suatu keadaan tubuh yang merupakan akibat dari konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Rendahnya cakupan persentase ASI di Indonesia dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya adalah kurangnya pengetahuan pada ibu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola pemberian ASI dan pengetahuan ibu dengan Status Gizi bayi 0-6 bulan diwilayah kerja Puskesmas Wonorejo. Metode yang digunakan adalah bersifat kuantitatif dengan metode cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 34 responden. Pola pemberian ASI dan Pengetahuan ibu diketahui dengan menggunakan form kuesioner. Status gizi bayi diukur dengan menggunakan baby scale dan timbangan. Analisis data diuji dengan menggunakan uji fisher. Hasil dari penelitian ini dengan menggunakan uji fisher didapatkan hasil bahwa adanya hubungan antara pengetahuan ibu dengan status gizi bayi kategori (BB/U (p=0,009), kategori BB/PB (p=0,31), terdapat hubungan antara pola pemberian ASI dengan status gizi bayi kategori BB/U (p=0,023), kategori PB/U (p=0,023) dan tidak ditemukan hubungan antara pola pemberian ASI dengan status gizi bayi kategori BB/PB (p=0,387). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan status gizi (BB/U, BB/PB) dan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan TB/U adanya hubungan antara pola pemberian ASI dengan Status gizi kategori BB/U,PB/U. di wilayah kerja Puskesmas Wonorejo dan tidak terdapat hubungan pada pola pemberian ASI dengan status gizi dengan kategori BB/PB.
Pengaruh Akupresur Terhadap Tingkat Kebugaran Jasmani Pegawai Di Uptd Kesehatan Pengobatan Tradisional Ni Luh Made Dwi Kartina; Putu Lakustini Cahyaningrum; Ida Bagus Putra Suta
Widya Kesehatan Vol 5 No 1 (2023): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sehat merupakan keadaan kondisi fisik, mental dan kesejahteraan sosial yang merupakan satu kesatuan yang tidak hanya bebas dari penyakit atau kecacatan. Salah satu cara untuk hidup yang sehat adalah dengan menjaga kebugaran jasmani. Kebugaran jasmani adalah kemampuan organ tubuh dalam menjalankan fungsinya tanpa merasa kelelahan serta memiliki cadangan energi untuk melakukan aktifitas yang tidak terduga. Untuk meningkatkan kebugaran jasmani bisa dilakukan dengan cara komplementer yaitu berupa akupresur. Akupresur dikenal dengan tusuk jari atau totok yang memberikan stimulasi di sejumlah titik tubuh dan manfaatnya meningkatkan daya tahan tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berapa pengaruh dan relevansi akupresur terhadap tingkat kebugaran pegawai di UPTD Kesehatan Pengobatan Tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimen dimana menekankan analisis data numerikal (angka) dan diolah mengunakan metode statistik. Rancangan yang digunakan berupa pre-test dan post-test one group design yaitu penelitian mengunakan satu kelas ekperimen tanpa kelas pembanding. Populasi penelitian sebanyak 60 orang Metode pengumpulan dengan melakukan pengukuran kebugaran jasmani mengunakan metode rockpot, dan metode intervensi akupresur pada titik LI 4, ST 36 dan SP 6. Analisis data mengunakan aplikasi SPSS version 25. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 41 responden yang terdiri dari 25 laki-laki dan 16 perempuan dengan rentang usia 21-60 tahun. Hasil pengukuran sebelum intervensi skor Vo2max rentang 23-45, sesudah intervensi menjadi 24-48, rata-rata kenaikan skor 1,46. Analisis data nilai probabilitas Asmp.Sig (2-tailed) 0,000 dimana jika probabilitas Asmp.Sig < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima dengan demikian ada pengaruh akupresur terhadap tingkat kebugaran jasmani Pegawai di UPTD Kesehatan Pengobatan Tradisional.
Penggunaan Virgin Coconut Oil (Vco) Dalam Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Di Desa Berembeng, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan Ni Nyoman Anggita Candra Dewi; A.A Putu Agung Mediastari; Ni Made Putri Ariyanti
Widya Kesehatan Vol 5 No 1 (2023): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi adalah masa yang baik untuk pertumbuhan manusia, sehingga bayi memerlukan perhatian khusus dalam setiap perkembangannya. Salah satu faktor penting dalam tumbuh kembang bayi adalah tidur dan istirahat. Waktu yang dibutuhkan bayi untuk tidur adalah 14 jam dalam sehari. Bayi yang kurang tidur akan mengakibatkan penurunan kekebalan tubuh, gangguan pertumbuhan, perkembangan fisik dan memiliki dampak terhadap tumbuh kembang otak bayi. Gangguan kualitas tidur pada anak dapat berdampak buruk bagi perkembangan fisik dan kognitifnya yang menjadi indikator perkembangan kesehatannya terutama kemampuan berfikir ketika dewasa. Sehingga kualitas tidur bayi perlu dijaga, serta dapat distimulus melalui pemberian pijat bayi. Tujuan peneliltian adalah mengetahui penggunaan Virgin Coconut Oil dalam pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi di Desa Berembeng. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan teori fungsionalisme struktural. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Virgin Coconut Oil efektif untuk meningkatkan kualitas tidur bayi, karena VCO mengandung beberapa zat alami yang menyebabkan bayi tetap merasa hangat dan menurunkan kehilangan panas tubuhnya, merasa nyaman dan lebih rileks. Tata cara pemijatan bayi dilakukan dengan SOP yang berlaku. Serta implikasi dari penggunaan VCO dalam pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi adalah memperlancar sistem peredaran darah, memberi rasa nyaman, merileksasi sistem otot, serta dapat memperlancar sistem pencernaan.

Page 5 of 15 | Total Record : 144