cover
Contact Name
Anggray Duvita Wahyani
Contact Email
jigk@umus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jigk@umus.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Gizi Universitas Muhadi Setiabudi Jl. P. Diponogoro KM. 2 Wanasari, Brebes 52252 Jawa Tengah Tel : (0283) 619 9000
Location
Kab. brebes,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Gizi Kesehatan (JIGK)
ISSN : -     EISSN : 27160084     DOI : 10.46772/jigk
Core Subject : Health,
JIGK adalah jurnal yang memuat naskah ilmiah dari peneliti, akademisi, maupun praktisi, berupa hasil penelitian dan/atau bentuk karya tulis ilmiah lainnya, yang khusus mengkaji bidang: 1. Bidang gizi klinik 2. Bidang gizi masyarakat 3. Bidang Gizi Pangan
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 02 (2022): Februari" : 6 Documents clear
Uji Organoleptik dan Uji Kadar Air Formulasi Brownies Kukus Tepung Ubi Jalar Ungu dan Tepung Mocaf Oktavia Pratiwi Setyadjid; Zulia Setiyaningrum
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 3 No 02 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v3i02.623

Abstract

Tepung ubi jalar ungu dan tepung MOCAF merupakan bahan lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan produk  pangan. Tepung ubi jalar ungu dan tepung MOCAF dapat dikembangkan sebagai pengganti tepung terigu pada pembuatan brownies kukus. Mutu dan daya simpan produk brownies kukus salah satunya dapat ditentukan dari kadar air. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis uji organoleptik dan uji kadar air terhadap formulasi brownies kukus tepung ubi jalar ungu dan tepung MOCAF. Jenis penelitian ini adalah true experimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Persentase formulasi tepung ubi jalar dan tepung MOCAF terhadap brownies kukus yaitu 30%:70%, 40%:60%, 60%:40% dan 70%:30%. Uji Organoleptik dilakukan dengan 18 panelis agak terlatih. Pada hasil penelitian ini, dari uji organoleptik pada indikator warna brownies kukus paling disukai adalah formulasi 60%:40%, pada indikator rasa, aroma, tekstur, dan keseluruhan brownies kukus paling disukai adalah formulasi 30%:70% dan dari hasil uji kadar air yang  mendapat nilai rata rata tertinggi pada brownies kukus adalah formulasi 70%:30%. Tidak terdapat pengaruh pada uji organoleptik dan uji kadar air formulasi brownies kukus tepung ubi jalar ungu dan tepung MOCAF. Kadar air pada brownies kukus telah memenuhi syarat SNI.
Determinan Persepsi Ketidakcukupan ASI (PKA) pada Ibu Menyusui Cyntia Ratna Sari; Intan Permata Dewi
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 3 No 02 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v3i02.643

Abstract

Rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif meningkatkan angka kesakitan dan kematian bayi. Persepsi ketidakcukupan ASI (PKA) menjadi salah satu penyebab kegagalan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses terjadinya PKA ibu bayi umur 0-6 bulan dan beberapa faktor yang berhubungan dengan PKA. Penelitian eksplanasi dengan pendekatan kualitatif dilakukan pada delapan ibu yang bertempat tinggal dalam wilayah kerja Puskesmas Winong I Kabupaten Pati. Data dianalisis dengan model Miles and Huberman meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu mempunyai PKA pada minggu pertama pasca persalinan. Semua ibu yang mempunyai PKA memberikan susu formula sebagai tambahan ASI. Tiga orang ibu memiliki asupan energi kurang dari nilai AKG. Sebagian besar ibu mengalami pertambahan berat badan selama hamil tidak sesuai dengan rekomendasi Institut Of Medicine (IOM). Terdapat dua proses terjadinya PKA yaitu PKA yang terjadi pada beberapa hari pasca persalinan atau selama pra-onset laktasi dan PKA yang didahului dengan pemberian MP ASI dini yang kemudian berlanjut dengan munculnya PKA pada ibu. Sebagian besar ibu memberikan makanan prelakteal. Semua ibu yang mengalami PKA memberikan pengganti ASI berupa susu formula.
Perbedaan Konsumsi Keberagaman Jenis Makanan terhadap Status Gizi Tenaga Kesehatan dan Non Tenaga Kesehatan Hanifah Maharani; Cyntia Ratna Sari
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 3 No 02 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v3i02.644

Abstract

Penyakit tidak menular merupakan penyebab utama kematian di dunia yaitu sebesar 71% kematian di seluruh dunia. Faktor risiko penyebab terjadinya penyakit tidak menular adalah kurangnya mengonsumsi buah dan sayur. Konsumsi buah dan sayur di Indonesia belum mencapai bahkan setengah dari yang telah direkomendasikan. Penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memilih menjadikan tenaga kesehatan sebagai role model mereka untuk hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan konsumsi keberagaman jenis makanan terhadap status gizi tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Analitik Observasional menggunakan rancangan cross sectional. Analisis data menggunakan independent ttest untuk mengetahui perbedaan skor keberagaman konsumsi makanan (DDS) dengan IMT pada tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan. Sampel adalah tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan dengan teknik purposive sampling. Hasil uji Independent t-test menunjukkan nilai p<0.05 yang berarti terdapat perbedaan keberagaman konsumsi makanan dan status gizi tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan. Serta tidak terdapat korelasi yang positif antara DDS dengan status gizi (IMT). Keberagaman konsumsi makanan tenaga kesehatan lebih tinggi jika dibandingkan dengan non tenaga kesehatan. Tenaga Kesehatan memiliki status gizi normal lebih banyak dibandingkan dengan status gizi tenaga non Kesehatan. Sehingga tenaga kesehatan terbukti dapat menjadi role model bagi masyarakat.
Analisis Faktor Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Kurang pada Balita Usia 3-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kersana Nur Fajryah Khumaeroh; Anggray Duvita Wahyani; Diah Ratnasari
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 3 No 02 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v3i02.645

Abstract

Status Gizi Kurang masih menjadi masalah Kabupaten Brebes utamanya di wilayah kerja Puskesmas Kersana. Hampir semua kelompok umur mengalami masalah kebutuhan pemenuhan nutrisi, terutama pada anak usia 3-5 tahun rentan mengalami gizi kurang. Tujuan umum penelitian ini adalah mengetahui status gizi kurang balita di wilayah kerja Puskesmas Kersana Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan penelitian observasional analitik. Hubungan antara 2 variabel atau lebih yaitu variabel terikat (Gizi Kurang) dan variabel bebas (asupan makan, pengetahuan dan tingkat ekonomi). Metode yang digunakan adalah Survey dan observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional sampel diambil dengan teknik purposive sampling, Analisa data menggunakan uji Pearson Correlation. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan rata-rata variabel asupan makan responden adalah 948,01 kkal terdapat hubungan ρ-value 0,004. Pada pengetahuan rata-rata skor responden 19 dan tertinggi skor 25 dengan ρ-value 0,000 pengetahuan terdapat hubungan nyata. rata-rata tingkat ekonomi keluarga balita responden berpendapatan Rp. 1.530.000,- dan terbesar adalah Rp.1.700.000,- ρ-value 0,034 terdapat hubungan antara tingkat ekonomi keluarga balita.
Hubungan Tingkat Kecukupan Energi, Status Gizi, Aktifitas Fisik terhadap Siklus Menstruasi pada Mahasiswi di Universitas Muhadi Setiabudi Ayu Friska Yuniyanti; Rifatul Masrikhiyah; Diah Ratnasari
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 3 No 02 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v3i02.646

Abstract

Gangguan siklus menstruasi dapat mempengauhi kualitas hidup, aktivitas & bisa mengakibatkan gangguan kesehatan reproduksi misalnya polimenore atau penurunan kesuburan, sedangkan oligomenore yg (anovulasi), infertilisasi & anemia. Perbedaan siklus menstruasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu status gizi, asupan makan, umur, aktivitas fisik, riwayat penyakit, merokok, dan stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecukupan energi, status gizi, dan aktifitas fisik pada siklus menstruasi pada mahasiswi Universitas Muhadi Setiabudi Brebes. Desain penelitian ini adalah cross sectional. 75 responden diambil dalam sampel acak sederhana.. pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh responden. Analisis data menggunakan uji chi-square untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara tingkat kecukupan energi, status gizi, dan aktifitas fisik terhadap siklus menstruasi pada mahasiswi. Hasil analisis statistik pada variabel tingkat kecukupan energi diperoleh nilai p = 0,001, pada variabel status gizi diperoleh nilai p =0.000, dan pada variabel aktifitas fisik diperoleh nilai p= 0,035. Hasil analisis statistik ketiga variabel diperoleh nilai p<0,05 yang berarti t terdapat hubungan antara tingkat kecukupan energi, status gizi, aktivitas fisik terhadap siklus menstruasi pada mahasiswi di Universitas Muhadi Setiabudi Brebes.
Uji Daya Terima dan Nilai Gizi Bolu Kukus yang Disubstitusi Kurma (Phoenix Dactylifer) sebagai Altenatif Jajanan Pencegahan Anemia Faris Muhammad Juldan Lababan; Yuni Dewi Rahmawati
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 3 No 02 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v3i02.647

Abstract

Anemia pada remaja dapat menyebabkan penurunan produktivitas remaja dan kemampuan akademis, selain itu dapat menghambat pertumbuhan fisik remaja termasuk berat badan dan tinggi badan dibandingkan dengan remaja di usianya. Kandungan gizi yang terdapat pada buah kurma terdapat kandungan zat besi 1,15 mg per 100 gram. Bolu kukus memiliki kelebihan dibanding dengan jajanan lain, disamping cara pengolahan yang cukup mudah, rasanya yang gurih dan legit. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh proporsi tepung terigu dan kurma (phoenix dactylifer) dalam pembuatan bolu kukus terhadap mutu organoleptik dan nilai gizi. Penelitian ini merupakan penelitia eksperimental dengan menggunakan rancangan percobaan RAL (rancangan acak lengkap) dengan 3 kali pengulangan. Perlakukan dalam penelitian ini yaitu subsitusi kurma yang terdiri dari 4 taraf sehingga akan diperoleh 12 unit percobaan. kadar zat besi dan Uji organoleptik dianalisi dengan menggunakna sidik ragam (ANOVA). Hasil pada uji organoleptik warna bolu kukus berkisaran 2,05 (kuning pucat) – 2,85 (Kuning) dengan nilai P = 0,000. Rasa bolu kukus berkisaran 2,03 (agak manis) – 3,59 (Sangat Manis) dengan nilai P = 0,000 . Aroma bolu kukus berkisar 2,05 (agak harum) – 3,14 (harum) dengan nilai P = 0,000. Tekstur bolu kukus berkisar 1,93 (agak lembut) – 3,33 (lembut) dengan nilai P = 0,000. Sedangkan kandungan bolu kukua kurma berkisar 1,28 – 1,59 dengan nilai P = 0,000. Berdasarkan hasil uji ANOVA proporsi tepung terigu dan kurma berpengaruh nyata terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur bolu kukus. Proporsi tepung terigu dan kurma terhadap zat besi berpengaruh nyata terhadap zat besi kurma. Kandungan mutu proksimat bolu kukus kurma dengan perlakuan terbaik adalah F4 dengan proporsi 70% tepung terigu : 30% kurma yaitu kadar air 24,38 %, kadar abu 0,54 %, kadar protein 4,16 %, kadar lemak 12,19 %, kadar karbohidrat 58,71 %.

Page 1 of 1 | Total Record : 6