cover
Contact Name
Eny Qurniyawati
Contact Email
eny.qurniyawati@fkm.unair.ac.id
Phone
+6285785028088
Journal Mail Official
mgk@journal.unair.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Media Gizi Kesmas
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 23017392     EISSN : 27458598     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Media Gizi Kesmas (MGK) is a scientific journal under the auspices of Universitas Airlangga that uses a peer review system and is published by the Faculty of Public Health, Universitas Airlangga. It is published twice a year, in June and December. Articles published in MGK include original research articles, literature reviews, and case studies. The scope of MGK includes Nutrition (Public Health Nutrition, Community Nutrition, Clinical Nutrition, Dietetics, Food and Nutrition, Food Service Management), Public Health (Health Policy and Administration, Occupational Health and Safety, Environmental Health, Biostatistics, Epidemiology, Health Promotion and Behavioral Science, Reproductive Health), and current issues in nutrition and public health.
Articles 459 Documents
The Relationship Of Vitamin A Supplementation, Giving Immunization, And History Of Infection Disease With The Stunting Of Children Aged 24-59 Months In Puskesmas Mulyorejo, Surabaya Putri, Melvanda Gisela; Irawan, Roedi; Mukono, Indri Safitri
Media Gizi Kesmas Vol 10 No 1 (2021): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2021)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v10i1.2021.72-79

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Stunting merupakan suatu istilah yang menggambarkan kondisi pertumbuhan tinggi badan kurang berdasarkan umur disesuaikan dengan Z-Score (<-2SD). Stunting pada balita dapat diakibatkan oleh kurangnya asupan zat gizi yang diperlukan bagi pertumbuhan anak. Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan suplementasi vitamin A, pemberian imunisasi dan riwayat penyakit infeksi yakni diare dan ISPA terhadap kejadian stunting.Tujuan: Mengetahui hubungan suplementasi vitamin A, pemberian imunisasi, dan penyakit infeksi terhadap stunting pada anak usia 24-59 bulan di Puskesmas Mulyorejo, Surabaya.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode cross sectional. Besar sampel adalah 107 anak usia 24-59 bulan di Puskesmas Mulyorejo, Surabaya. terdiri dari 25 anak kelompok stunting dan 82 anak kelompok non- stunting. Cara pengambilan data melalui data sekunder posyandu dan wawancara langsung orang tua anak dengan pengisian kuisioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square, Fisher Exact, dan Mann Whitney.Hasil: Penelitian ini menunjukkan hasil terdapat hubungan suplementasi vitamin A dengan stunting (p=0,000), tidak ada hubungan antara pemberian imunisasi terhadap stunting (p=0,332). Dalam riwayat penyakit infeksi, frekuensi diare dan ISPA ditemukan tidak ada hubungan dengan  stunting (p=0,053 dan p=0,082), begitu pula pada lama diare dan lama ISPA tidak berhubungan dengan stunting (p= 0,614 dan p=0,918).Kesimpulan: Suplementasi vitamin A berhubungan signifikan dengan stunting yang diamati pada anak usia 24-59 bulan di Puskesmas Mulyorejo, Surabaya. Kata kunci: Stunting, vitamin A, imunisasi, penyakit infeksi, anak usia 24-59 bulanABSTRACTBackground: Stunting is a term that describes condition of lower height-for-age Z-Score (<-2SD). Stunting among children can be caused by a lack of nutrients needed for children's growth. This study was conducted to determine the relationship between vitamin A supplementation, immunization and a history of infectious diseases, namely diarrhea and ARI to the incidence of stunting.Objectives: To determine the relationship between vitamin A supplementation, immunization, and history of infectious disease with the incidence of stunting in children aged 24-59 months at Puskesmas Mulyorejo, Surabaya.Methods: This study was an observational analytic study with cross sectional method. The sample size was 107 children aged 24-59 months at Puskesmas Mulyorejo, Surabaya. This study consisted of 25 children in the stunting group and 82 children in the non-stunting group. The method of data collection was through secondary data from posyandu and direct interviews with parents by filling out questionnaires. Data were analyzed using the chi-square test, fisher exact, and Mann Whitney.Results: The results of this study indicated that there was a relationship between vitamin A supplementation and with stunting (p = 0.000). There was no relationship between immunization and stunting (p = 0.332). In the history of infectious diseases, the frequency of diarrhea and ARI was found to have no relationship with stunting (p = 0.053 and p = 0.082), as well as the duration of diarrhea and duration of ARI there was no association with the stunting (p = 0.614 and p = 0.918).Conclusion: Vitamin A supplementation has significant relationship with stunting in children aged 24-59 months at Puskesmas Mulyorejo, Surabaya.Keyword: Stunting, vitamin A, immunization, infectious disease, children aged 24-59 months
Analisis Faktor Risiko Modifikasi Penyakit Jantung Koroner Di RSU Haji Surabaya Tahun 2019 Rachmawati, Citra; Martini, Santi; Artanti, Kurnia Dwi
Media Gizi Kesmas Vol 10 No 1 (2021): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2021)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v10i1.2021.47-55

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Pola penyakit saat ini mengalami transisi epidemiologi, salah satunya dibuktikan oleh perkembangan dari penyakit tidak menular yaitu penyakit jantung. Penyakit jantung khususnya jantung koroner ini termasuk penyakit yang menduduki tingkat nomor satu di dunia.. Diperkirakan angka kematian akibat penyakit Jantung Koroner akan mengalami peningkatan hingga 23,3 juta pada tahun 2030 (World Health Organization 2013). Penelitian ini membahas mengenai faktor risiko PJK yaitu hipertensi, diabetes melitus, aktivitas fisik, dan perilaku merokok.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko hipertensi, diabetes melitus, aktivitas fisik, dan perilaku merokok pada pasien penyakit jantung koroner di Rsu Haji Surabaya tahun 2019.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dan bersifat analitik. Desain penelitian yang digunakan adalah case control.Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa variabel hipertensi memiliki hubungan (p-value = 0,0 ; p<0,05) terhadap penyakit jantung koroner, variabel diabetes melitus memiliki hubungan (p-value= 0,00 ; p<0,05) terhadap penyakit jantung koroner dan variabel aktifitas fisik memiliki hubungan yang signifikan (p-value = 0,017; OR = 0,184; 95%CI =0,039-0,861) dengan kejadian penyakit jantung koroner. Sedangkan hasil yang tidak beruhubungan yaitu pada variabel perilaku merokok (p-value = 0,250; OR = 1,463; 95%CI=0,764-2,802) terhadap penyakit jantung koroner. Kesimpulan: Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa hipertensi, diabetes melitus, dan aktifitas fisik memiliki hubungan dan termasuk faktor risiko kejadian penyakit jantung koroner. Sedangkan perilaku merokok tidak menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan kejadian penyakit jantung koroner. Kata kunci: Penyakit jantung, jantung koroner dan faktor risiko ABSTRACTBackground: The pattern of disease is currently undergoing an epidemiological transition, one of which is evidenced by the development of non-communicable diseases, namely heart disease. Heart disease, especially coronary heart disease, is a disease that ranks number one in the world. It is estimated that the death rate due to coronary heart disease will increase to 23.3 million in 2030 (World Health Organization 2013). This study discusses the risk factors for CHD, namely hypertension, diabetes mellitus, physical activity, and smoking behavior. Purpose: The purpose of this study was to analyze the risk factors for hypertension, diabetes mellitus, physical activity, and smoking behavior in coronary heart disease patients at Rsu Haji Surabaya in 2019. Methods: This study was an observational and analytical study. The research design used was case-control. Results: The results of this study indicate that the hypertension variable has a relationship (p-value = 0.00; p <0.05) on coronary heart disease, the diabetes mellitus variable has a relationship (p-value = 0.00; p <0.05) on coronary heart disease and the activity variable physical had a significant relationship (p-value = 0.017; OR = 0.184; 95% CI=0.039-0.861) with the incidence of coronary heart disease. While the results that were not related were the smoking behavior variable (p-value = 0.250; OR = 1.463; 95% CI=0.764-2.802) on coronary heart disease.Conclusion: Based on the results and discussion, it can be concluded that hypertension, diabetes mellitus, and physical activity have a relationship and include risk factors for coronary heart disease. Meanwhile, smoking behavior does not show a significant relationship with the incidence of coronary heart disease. Keywords: Cardiovascular diseas, coronary heart and  risk factors.
Regional Quarantine Policy Related to Handling Covid-19 Pandemics in Various Countries Aviariska, Amelia Metta
Media Gizi Kesmas Vol 9 No 2 (2020): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2020)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v9i2.2020.67-73

Abstract

 ABSTRACTBackground: Responding to the COVID-19 pandemic that has attacked Indonesia and the high rate of confirmation cases, the President established Presidential Decree No. 11 of 2020 Regarding Corona Virus Disease Public Health Determination 2019 (COVID-19) in order to reduce the number of cases COVID-19 is positive so the pandemic is over soon.Aims: The author wants to conduct a regional quarantine policy analysis that has been carried out in several countries in order to overcome the COVID-19 pandemic.Methods: The method used in writing this article is by analyzing prospective analyzes. In addition to reviewing existing policies, the authors also collected information from the media regarding regional quarantine policies in various countries to suppress and overcome the spread of COVID-19.Results: Before the policy for regional quarantine in Indonesia was implemented, many other countries had carried out regional quarantine or lockdown to reduce the COVID-19 incidence rate. China became the first country to implement a lockdown and followed by several countries such as Italy, Denmark, Spain, France, the Philippines and many others. Indonesia itself has carried out regional quarantine (PSBB) in several regions such as DKI Jakarta, West Java and East Java.Conclusion: Many countries have carried out strict regional quarantine and resulted in a decrease in the COVID-19 event curve. This encourages other countries to do the same thing so that the COVID-19 pandemic can soon be overcome so that the people's economy can be stable again ABSTRAK Latar belakang: Menyikapi adanya pandemic COVID-19 yang telah menyerang Indonesia dan juga tingginya angka kenaikan kasus konfirmasi, Presiden menetapkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) tujuan untuk menekan angka kasus COVID-19 yang positif sehingga pandemic segera berakhir.Tujuan: Penulis ingin melakukan analisis kebijakan karantina wilayah yang telah dilakukan di beberapa negara dalam rangka mengatasi pandemic COVID-19.Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini dengan melakukan telaah dengan analisis yang bersifat prospektif. Selain melakukan telaah kebijakan yang ada, penulis juga mengumpulkan informasi yang berasal dari media terkait kebijakan karantina wilayah di berbagai negara untuk menekan dan mengatasi penyebaran COVID-19.Hasil: Sebelum diterapkan kebijakan untuk karantina wilayah di Indonesia, telah banyak negara-negara lain yang melakukan karantina wilayah atau lockdown guna menekan angka kejadian COVID-19 terus meningkat. China menjadi negara pertama yang menerapkan lockdown dan diikuti beberapa negara seperti Italia, Denmark, Spanyol, Perancis, Filipina dan masih banyak lainnya. Indonesia sendiri telah melakukan karantina wilayah (PSBB) dibebeapa wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.Kesimpulan: Telah banyak negara yang melakukan karantina wilayah secara ketat dan meghasilkan penurunan kurva angka kejadian COVID-19. Hal ini mendorong negara lain untuk melakukan hal yang sama agar pandemic COVID-19 ini segera dapat diatasi sehingga perekonomian masyarakat dapat stabil Kembali. 
Front Matter Vol 8 No 2, 2019 Matter, Front
Media Gizi Kesmas Vol 8 No 2 (2019): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2019)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v8i2.2019.%p

Abstract

Hubungan Asupan Energi, Makronutrien, Zink Dan Fe Dengan Underweight Pada Ibu Dan Balita Di Desa Suwari Bawean, Gresik Fitriyah, Nurul; Setyaningtyas, Stefania Widya
Media Gizi Kesmas Vol 10 No 1 (2021): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2021)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v10i1.2021.56-62

Abstract

 ABSTRAKLatar Belakang : Underweight masih menjadi salah satu masalah gizi di Indonesia. Balita merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah gizi khususnya underweight. Salah satu penyebab langsung terjadinya underweight adalah asupan zat gizi. Asupan zat gizi makro (energi, protein, lemak dan karbohidrat) dan zat gizi mikro seperti zink dan zat besi yang rendah dapat menyebabkan pemanfaatan zat gizi didalam tubuh tidak optimal sehingga menyebabkan masalah gizi dan rentan mengalami penyakit infeksi.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, zink dan fe dengan underweight pada ibu dan balita.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi case control dengan jumlah sampel 30 ibu dan 30 balita yang tinggal di wilayah Desa Suwari Bawean Gresik. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner terkait karakteristik keluarga, karakteristik ibu dan balita, form food recall 3x24 jam, form frequency questionere, form keragaman pangan, dan pengukuran antropometri seperti berat badan dan tinggi badan. Data dianalisis menggunakan uji chi square.Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan ibu dan balita underweight 50% dan ibu dan balita dengan status gizi normal 50%. Sebagian besar ibu memiliki tingkat asupan energi, lemak, karbohidrat, zink dan zat besi yang kurang, sedangkan sebagian besar balita memiliki tingkat asupan karbohidrat dan zink yang kurang. Terdapat hubungan antara asupan zink dengan underweight pada ibu (p=0,031) dan juga terdapat hubungan antara zat besi dengan underweight pada balita (p=0,032).Kesimpulan: Ibu dan balita dengan status gizi underweight memiliki tingkat kecukupan asupan energi, lemak, karbohidrat, zink dan zat besi lebih rendah dibandingkan dengan ibu dengan status gizi baik. Perlu meningkatkan asupan bahan makanan sumber energi, lemak, karbohidrat, zink dan zat besi pada ibu dan meningkatkan asupan bahan makanan sumber karbohidrat dan zink pada balita serta konsumsi makanan bervariasi agar masalah gizi underweight tidak memburuk.ABSTRACTBackground: Underweight is one of the nutritional problems in Indonesia that is vulnerable to the age group of toddlers. One of the direct causes of underweight is nutrient intake. Intake of macro nutrients (energy, protein, fats and carbohydrates) and micronutrients such as zinc and iron that are low can cause the utilization of nutrients in the body is not optimal.Objectives: The study aims to analyze the relationship of energy intake, protein, fat, carbohydrates, zinc and fe with underweight in mothers and toddlers.Methods: The case control study design was used with a sample of 30 mothers and 30 toddlers living in the Suwari Bawean Gresik Village area. The data collection method is an interview using questionnaires related to family characteristics, maternal and toddler characteristics, 3x24-hour food recall form, frequency questionere form, food diversity form, and anthropometry measurements such as weight and height. Data analysis was conducted using chi square test.Results: The results showed mothers and toddlers underweight as much as 50% (15 people) and mothers and toddlers with normal nutritional status as much as 50% (15 people). The majority of mothers had less intake of energy, fat, carbohydrates, zinc and iron, while in toddlers the majority reported having less levels of carbohydrate and zinc intake. Statistical analysis revealed that underweight zinc intake in mothers is interconnected (p=0.031). In addition, there is also a link between iron and underweight in toddlers (p=0.032).Conclusion: Mothers and toddlers with underweight status have a lower level of adequacy of energy intake, fat, carbohydrates, zinc and iron compared to the condition of good nutritional status. It is necessary to increase the intake of food sources of energy, fats, carbohydrates, zinc and iron in the mother, as well as an increase in the intake of food sources of carbohydrates and zinc in toddlers. Variations in consumption can be an effort in suppressing underweight conditions so as not to get worse. Keywords: underweight, energy intake, protein, fat, carbohydrates, zinc, iron. 
Hubungan antara Status Gizi, Risiko Anemia, dan Ketahanan Pangan dengan Produktivitas Pekerja Bangunan Rasyidi, Mohammad Fahmi; Mahmudiono, Trias; Rachmah, Qonita
Media Gizi Kesmas Vol 10 No 1 (2021): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2021)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v10i1.2021.40-46

Abstract

Latar Belakang: Produktivitas merupakan suatu upaya atau kemampuan yang diberikan oleh suatu individu dalam menghasilkan barang atau jasa. Pekerjaan konstruksi bangunan merupakan jenis pekerjaan yang secara kualitas memerlukan kondisi fisik dan stamina yang prima untuk lebih produktif dalam bekerja. Banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja salah satu diantaranya ialah melalui aspek gizi dan kesehatan seperti status gizi, anemia, dan kondisi ketahanan pangan. Beberapa faktor tersebut akan secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap perbedaan kondisi produktivitas dalam pekerja bangunan.   Tujuan: Menganalisis hubungan antara status gizi, risiko anemia, dan ketahanan pangan dengan produktivitas kerja pada pekerja bangunan di wilayah Perumahan Graha Natura, Surabaya.Metode: Penelitian cross sectional ini melibatkan 65 orang pekerja yang terpilih secara acak dengan teknik simple random sampling. Proses pengambilan data dilakukan melalui wawancara untuk variabel ketahanan pangan, pengukuran antropometri untuk variabel status gizi dan pemeriksaan tanda dan gejala klinis untuk variabel risiko anemia. Selain itu penilaian variabel produktivitas dilakukan dengan metode wawancara terkait hasil kerja berupa input maupun output. Analisis data yang digunakan yaitu dengan uji statistik chi-square. Penelitian ini fokus kepada variabel bebas yakni status gizi, risiko anemia, dan ketahanan pangan serta variabel tetap yaitu produktivitas kerja.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara risiko anemia pekerja (p < 0,001) (r=0,656) dengan produktivitas kerja, sedangkan status gizi dan ketahanan pangan tidak memiliki hubungan dengan produktivitas kerja {status gizi (p = 0,826), status ketahanan pangan (p = 0,282)}.Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa risiko anemia pada pekerja berhubungan dengan produktivitas dalam bekerja.  Peningkatan asupan tinggi kalori dan seimbang perlu untuk diterapkan oleh pekerja untuk meningkatkan stamina dalam menjaga produktivitas kerja.
Front Matter Vol 10 No 1, 2021 Matter, Front
Media Gizi Kesmas Vol 10 No 1 (2021): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2021)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v10i1.2021.%p

Abstract

Nurses' Knowledge And Attitudes In Implementing Policy To Control The Spread Of Covid-19 Outbreak:Study In Tritya Eye Clinic Wibowo, Bima Ardiyanto
Media Gizi Kesmas Vol 9 No 2 (2020): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2020)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v9i2.2020.35-40

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Pandemi Covid – 19 menular hampir diseluruh dunia. Di Indonesia sendiri ada 78 Tenaga Perawat yang telah meninggal dunia akibat terpapar virus ini. Kebijakan dalam pelaksanaan pengendalian penyebaran pandemi Covid – 19 di Klinik Mata Tritya, Sudah tertulis dan terlaksana bagi seluruh staf perawat yang bekerja di Rawat Jalan Darurat Covid 19 Klinik Mata Tritya. Penerapan Standar Operasional Prosedur pengendalian penyebaran Pandemi Covid – 19 masih perlu di evaluasi karena masih banyak perawat yang lupa atau terlewat dalam penerapannya.Tujuan: Tujuan dari pembuatan artikel ini untuk menggambarkan pengetahuan dan sikap perawat dalam penerapan kebijakan pengendalian penyebaran Pandemi Covid – 19 di Klinik Mata Tritya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan secara cross-sectional. Dengan jumlah sample adalah seluruh tenaga perawat di Klinik Mata Tritya yang berjumlah 12 orang. Dilakukan dengan cara membagikan kuisioner secara online pada tanggal 28 April 2020.Hasil: Sebagian perawat memiliki Tingkat pengetahuan baik dan sebagian lagi cukup tetapi seluruh perawat dapat bersikap positif dengan penerapan kebijakan penerapan kebijakan pelaksanaan pengendalian penyebaran PandemiCovid – 19 di Klinik Mata Tritya walau tidak semua perawat memiliki pengetahuan baik.Kesimpulan: Oleh karena itu pengetahuan dan pemahaman tentang penerapan kebijakan sangat penting, mengingat hal ini dirasa penting guna mengurangi resiko penularan Pandemi Covid – 19 ke Pasien, antar petugas medis, staf dan keluarga perawat itu sendiriABSTRACT Background: Outbreaks of the COVID-19 virus are spread almost all over the world. Policy in implementing the control of the spread of the Covid Outbreak - 19 at the Tritya Eye Clinic, It has been written and implemented for all the special staff of nurses who work in the Covid Outpatient Emergency 19 Tritya Eye Clinic. However, there are still many nurses who forget or miss the application of SOP that has been applied by management.Objective: This article is to look at nurses' knowledge and attitudes in the application of controlling the spread of the Covid - 19 outbreak in Tritya Eye Clinic.Method: This research uses descriptive research method with Cross Sectional approach. Results: Some nurses have a good level of knowledge and some are sufficient but all nurses can behave positively with the application of the policy.Conclusion: Nurses have a positive attitude towards the implementation of the policy of controlling the spread of Covid outbreaks in the Tritya Eye Clinic even though not all nurses have good knowledge. Therefore, this is considered important in order to reduce the risk of transmission of the Covid-19 outbreak to patients, among medical staff, staff and the nurse's family itself.
Pelaksanaan Proses Asuhan Gizi Terstandar, Pemberian Diet Tinggi Kalori dan Tinggi Protein terhadap pasien pasca bedah Intususepsi Ileocolic, Post Hemikolektomi Kanan, dan Reseksi Ileum End-to-End Anastomosis : Sebuah Laporan Kasus. Nasikhah, Aprilia Durotun; Rachmah, Qonita; Sarworini, Endah
Media Gizi Kesmas Vol 10 No 1 (2021): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2021)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v10i1.2021.80-88

Abstract

AbstrakPasien pasca bedah memerlukan asuhan gizi khusus untuk percepatan penyembuhan luka, pemulihan, dan mencukupkan asupan gizi, terlebih pada kasus pasien pasca bedah dengan hemikolektomi dan reseksi ileum yang memepengaruhi fungsi saluran cerna, sehingga diperlukan asuhan gizi terstandar dengan pemberian diet tinggi kalori dan tinggi protein (TKTP) agar dapat menurunkan kadar sel darah putih, meningkatkan kadar albumin, serta menormalkan berat badan. Setelah dilakukan intervensi gizi, fisik pasien mulai membaik di tandai dengan sudah bisa berpindah posisi tidur sendiri, hasil laboratorium biokimia RBC, WBC, HGB, HCT, dan albumin  menunjukkan penurunan dan peningkatan menuju nilai normal, asupan pasien meningkat dari hari ke hari, namun belum dapat mencapai target (<60%). Pada kasus ini pemulihan kondisi pasien cukup cepat. Fungsi saluran cerna secara bertahap membaik ditandai dengan bentuk makanan pasien yang berubah dari cair hingga bubur kasar. Sehingga intervensi yang diberikan secara keseluruhan tercapai kecuali target asupanAbstractPost-operative patients require special nutritional care to accelerate wound healing, recovery, and adequate nutritional intake. Especially in the case of post-operative patients with hemicolectomy and ileocolic resection that affect the function of the gastrointestinal tract, the nutritional care process is needed by providing a high-calorie and high-protein diet to reduce levels of white blood cells, increase levels of albumin, and to normalize the body weight. After the nutritional intervention, the physical condition began to improve, marked by being able to change his sleeping position, the results of the biochemical laboratory such as RBC, WBC, HGB, HCT, and albumin showed a decrease and increase to normal values. The patient's intake increased from day to day, but can not reach the target yet (<60%). In this case, recovery is quite fast. Gastrointestinal function gradually improves as the patient's diet changes from liquid to coarse porridge, so the overall intervention given is achieved except for the intake target.  
Systematic Review Of Risk Factor Of Intestinal Parasite Infection Novitasari, Nur Afidah; Fatah, Mohammad Zainal
Media Gizi Kesmas Vol 10 No 1 (2021): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2021)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v10i1.2021.165-179

Abstract

Background: Intestinal parasites infection is a common problem in the world. Intestinal parasites infection causes morbidity, mortality, and complication. Objectives: The purpose of this research was to identify the intestinal parasite infection risk factors by using a systematic review of intestinal parasite infection-related existing publications. Methods: This study used a systematic review method. A systematic review of intestinal parasite risk factors was then performed following PRISMA guidelines. The data source of this study was derived from the literature obtained through the internet in the form of research results from publications in journals that were conducted in Hindawi, PubMed, emedicalj, tandfonline, knepublishing, portalnepas, ojs unud, plos, jurnal.umsb, and publications were assessed against inclusion and exclusion criteria. The population is the research paper about prevalence and risk factors for intestinal parasites infection from 2013-2019 and 35 studies were used. Inclusion criteria were researched that identifies risk factors intestinal parasites infection and uses primary data for the research. Exclusion criteria were review study and use secondary data for the study. Data are presented in tabular form. Univariate analysis to see the average, minimum and maximum values, and frequency and percentage distribution. Results: The results of the systematic study analysis are that the most risk factors for intestinal parasite infection are age, sex, residence, toilet, washing hand with soap before a meal, shoe-wearing habit, trimming nails, eating undercooked food, personal hygiene, and source of drinking water. Conclusions: Intestinal parasites can occur in children, adolescents, and adults who are affected by demographic factors, clean and healthy lifestyle behaviors and lifestyle. Cleanliness, health, and lifestyle are aspects that need to be improved to prevent intestinal parasites. Keywords:  intestinal parasites infection, lifestyle, risk factor, systematic review

Page 4 of 46 | Total Record : 459