cover
Contact Name
Iffan Ahmad Gufron
Contact Email
etos.bbc@gmail.com
Phone
+6281392559202
Journal Mail Official
etos.bbc@gmail.com
Editorial Address
Jl. Widarasari III, Sutawinangun, Kedawung, Cirebon, Jawa Barat 45153
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27467015     DOI : 10.47453
Etos: Jurnal Pengabdian Masyarakat is a community service journal managed by the Institute for Research and Community Service IAI Bunga Bangsa Cirebon. This journal examines research as a result of community service. This journal is published 2 times a year, namely in April and October.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 52 Documents
Model Kerjasama Menuju Masyarakat Gemah Ripah Repeh Rapih Desa Palir dengan Pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) Somantri Somantri; Wiharta Wiharta; Amaliyah Amaliyah
Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): Etos: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/etos.v3i2.530

Abstract

This research is entitled "A Model of Cooperation towards the Gemah Ripah Repeh Rapih Community in Palir Village with an Asset Based Community Development (ABCD) Approach". This research was conducted in Palir Village, Tengahtani District, Cirebon Regency. The purpose of this study was to determine the model of cooperation between the village government and the residents of Palir village in realizing the Gemah Ripah Repeh Rapih Community in terms of the Asset Based Community Development (ABCD) approach. This study will explain the Asset Based Community Development approach in terms of human capital, social capital, physical capital, financial capital, and environmental capital. The research method used is a descriptive study research method with a qualitative approach. Data collection techniques used in this study were in-depth interviews, non-participatory observation and documentation studies. The results of this study indicate that the attraction of ABCD lies in the community that can encourage the cooperation process itself by identifying and mobilizing existing assets, from assets that have not been explored, to create local economic opportunities. In Palir Village, Tengahtani District, Cirebon Regency, the community consistently maintains and builds the assets they have and starts using what already exists and is available in the community. However, there is still a need to strengthen existing assets in the community so that they can be maximized and the community can be empowered in a sustainable manner. Therefore, it is necessary to strengthen the economy, education and technology so that they can be more optimal. Abstrak Penelitian ini berjudul “Model Kerjasama menuju Masyarakat Gemah Ripah Repeh Rapih Desa Palir dengan Pendekatan Asset based Community Development (ABCD)”. Penelitian ini dilaksanakan Desa Palir Kecamatan Tengahtani Kabupaten Cirebon. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model Kerjasama antara pemerintahan desa dan warga desa Palir dalam mewujudkan Masyarakat Gemah Ripah Repeh Rapih ditinjau dengan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Penelitian ini akan menjelaskan pendekatan Asset Based Community Development dilihat dari kapital manusia, kapital sosial, kapital fisik, kapital keuangan, dan kapital lingkungan. Metode penelitian yang digunakan metode penelitian studi deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi non partisipasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daya tarik ABCD terletak pada masyarakat yang dapat mendorong proses kerjasama itu sendiri dengan mengidentifikasi dan mobilisasi asset yang ada, dari asset yang belum tergali, untuk menciptakan kesempatan ekonomi lokal. Pada Desa Palir Kecamatan Tengahtani Kabupaten Cirebon masyarakat tetap konsisten memelihara dan membangun asset yang mereka miliki dan mulai menggunakan apa yang sudah ada dan tersedia di masyarakat. Namun, masih perlunya penguatan asset yang ada di masyarakat agar lebih maksimal dan masyarakat dapat berdaya secara berkelanjutan. Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan ekonomi, pendidikan dan teknologi agar dapat lebih optimal.
Upaya Peningkatan Kualitas Produksi Melalui Media Tanam (Baglog) Pada Usaha Kecil Menengah (UKM) Jamur Tiram di Desa Bareng Babadan Ponorogo Nia Zainul Mar'ati; Husna Ni'matul Ulya
Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): Etos: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/etos.v3i2.488

Abstract

Bareng village, Babadan sub-district, Ponorogo district, grows oyster mushroom which are managed by individuals. These cultivation activities only produce fresh white oyster mushrooms. The growing media used comes from the production of other people who just need to be cared for to produce fresh white oyster mushrooms. On the other hand, the condition of a lot of waste can also cause pollution to the surrounding environment it cause the lack of knowledge about the treatment of the mushroom growing media waste (baglog). Mushroom growing media or commonly called baglog is a mushroom growing medium made from a mixture of sawdust, bran, and various other nutrients that can help mushroom growth. In this study, the author uses the ABCD research method, where the researcher explains how to improve the quality of oyster mushroom production through planting media (baglog) in the village of Bareng. From this research it can be concluded that improving a quality of oyster mushroom cultivation production is very necessary to developing a business of oyster mushroom farmers in the village of Bareng. Abstrak Desa Bareng kecamatan Babadan kabupaten Ponorogo tumbuh jamur tiram yang dikelola oleh perorangan. Kegiatan budidaya tersebut hanya memproduksi jamur tiram putih segar saja. Media tanam yang digunakan berasal dari produksi milik orang lain yang tinggal dirawat hingga menghasilkan jamur putih tiram yang segar. Disisi lain, kondisi limbah yang banyak juga dapat mengakibatkan perncemaran lingkungan sekitar karena kurangnya pengetahuan akan pengolahan limbah media tanam jamur (baglog) tersebut. Media tanam jamur atau biasa disebut baglog yang merupakan media untuk tumbuhnya jamur yang terbuat dari berbagao campuran seperti, bekas gergaji kayu, bekatul, kemudian nutrisi yang dapat membantu pertumbuhan jamur. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian ABCD, dimana peneliti menjelaskan bagaimana upaya peningkatan kualitas produksi jamur tiram melalui media tanam (baglog) di desa Bareng. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan kualitas produksi budidaya jamur tiram sangat diperlukan guna mengembangkan bisnis petani jamur tiram di desa Bareng.
Keberlangsungan Home Industry Mebel Sebagai Potensi Desabalapulang Wetan Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal di Masa Pandemic Covid-19 Khaeruni Khilda Alfatikha; Munawwir Munawwir
Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): Etos: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/etos.v3i2.491

Abstract

Indonesia is the world's main tropical timber producer. From 1985-1989, the export value of Indonesian furniture products continued to increase. In fact, during the pandemic, the furniture industry has become one of the industries that can continue to produce. The export value of furniture in January 2019 was recorded at USD 113.36 million or around Rp. 1.61 trillion. And in the first quarter of 2021, it has risen and grew positively by 8.04%.” Unfortunately, this has not been fully felt by the furniture industry owners. Especially the furniture business players in the village. Balapulang Wetan Village, Balapulang District, Tegal Regency is one of the villages with the potential for the furniture home industry, which finds it difficult to continue to produce and maintain its industry during the pandemic. The purpose of this study is to examine what villagers can do to maintain the sustainability of the home furniture industry as the potential of the Balapulang Wetan village during the covid-19 pandemic. The research method uses qualitative methods with descriptive results using two data, namely primary and secondary. The results of this study are information regarding, (1) Home Furniture Industry as a Village Potential, (2) Pandemic Impact on Home Furniture Industry, and (3) Citizens' efforts to maintain the sustainability of Home Furniture Industry Abstrak Indonesia merupakan penghasil kayu utama tropis dunia. Mulai tahun 1985-1989 nilai ekspor produk mebel Indonesia terus mengalami peningkatan. Bahkan, dimasa pandemi industri mebel menjadi salah satu industri yang dapat terus berproduksi. Nilai ekspor mebel pada Januari 2019 tercatat mencapai USD 113,36 juta atau sekitar Rp. 1,61 triliun. Dan pada triwulan I/2021 telah bangkit dan tumbuh positif sebesar 8,04%.” Sayangnya, hal ini belum sepenuhnya dirasakan oleh para pemilik industri mebel. Khususnya para pelaku usaha mebel di desa. Desa Balapulang Wetan Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal menjadi salah satu desa dengan potensi home industry mebel yang merasakan sulitnya untuk terus memproduksi dan mempertahankan industrinya dimasa pandemi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti apa yang dapat dilakukan warga desa dalam mempertahankan keberlangsungan home industry mebel sebagai potensi Desa Balapulang Wetan dimasa pandemic covid-19. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan hasil berupa deskriptif dengan menggunakan dua data yaitu primer dan sekunder. Hasil dari penelitian ini adalah informasi mengenai, (1) Home Industry Mebel sebagai Potensi Desa, (2) Dampak Pandemi pada Home Industry Mebel, dan (3) Upaya warga dalam mempertahankan keberlangsungan Home Industry Mebel.
Pemberdayaan Potensi Desa Kedongdong Kidul melalui Gerakan Literasi Digital Bambang Firmansyah; Ferika Maulana; Siti Konaah
Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): Etos: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/etos.v3i2.529

Abstract

Kedongdong Kidul Village has a lot of potential from the tourism sector, cottage industry, and education sector. However, information on Kedongdong Kidul village is still considered scarce when looking for data sources via the internet. Through Community Service Lectures with the Asset Based Community Development (ABCD) method which emphasizes two main objectives, namely: first, to publicize village potential through social media; second, digital literacy skills for the community are expected to be a solution to this gap. This service is carried out for 40 days through collecting village potential data, making village potential profiles and providing assistance in the form of social media management workshops and digital literacy skills for the community. This service results in digital literacy and a high increase in community participation in developing village potential through the use of information technology. The very good response from the village government and the community resulted in a new trend, namely "think globally, act locally" which means that the community continues to carry out activities according to local wisdom but is supported by competence in mastering information and communication technology and is globally competitive. Abstrak Desa Kedongdong Kidul memiliki banyak potensi baik dari sektor pariwisata, industri rumahan, dan bidang pendidikan. Namun sayangnya informasi desa Kedongdong Kidul dinilai masih langka apabila dicari sumber datanya melalui internet. Melalui Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) dengan metode Asset Based Community Developement (ABCD) yang menekankan pada dua tujuan utama yaitu: pertama, mempublikasikan potensi desa melalui sosial media; kedua, keterampilan literasi digital bagi masyarakat dan komunitas diharapkan dapat menjadi solusi dari kesenjangan tersebut. Pengabdian ini dilakukan selama 40 hari melalui pengumpulan data potensi desa, membuat profil potensi desa dan melakukan pendampingan berupa workshop manajemen media sosial dan gerakan literasi digital untuk masyarakat. Pengabdian ini menghasilkan literasi digital dan peningkatan partisipasi masyarakat yang tinggi dalam mengembangkan potensi desa melalui pemanfaatan teknologi informasi. Sambutan yang sangat baik dari pemerintah desa dan masyarakat menghasilkan sebuah tren baru yaitu “think globally, act locally” yang bermakna masyarakat tetap melakukan kegiatan seseuai dengan kearifan lokal namun ditunjang oleh kompetensi penguasaan teknologi informasi dan komunikasi dan berdaya saing global.
Implementasi Sistem Pembayaran Quick Response Indonesia Standard dalam Pendekatan Asset-Baset Community Development (ABCD) Bagi Perkembangan UMKM Desa Kondangsari Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon Mohamad Mizan Sya'roni; Dany Sholeh Setiawan; Muhammad Haris Ismail
Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): Etos: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/etos.v3i2.533

Abstract

The use of server-based electronic money is one of the most popular non-cash payment systems in use today. The form of server-based electronic money is e-wallet / digital wallet. E-wallet can be used to transact by customers, if the merchant provides an application Same e-wallet to customers. This made Bank Indonesia, as the regulator of the payment system, issue a new payment channel namely; QRIS (QR Code Indonesia Standard). The use of QRIS is used to standardize all e-wallets applications that use the QR Code system to conduct payment transactions. This study examines how the application of QRIS to UMKM in Kondangsari, and describes the roles, constraints, and income of UMKM s in the presence of QRIS. The research method used is interviews and literature studies with UMKM traders who have used QRIS as a payment tool in their characters. This research indicates that QRIS has benefits for UMKM traders. ABSTRAK Penggunan uang elektronik berbasis server menjadi salah satu sistem pembayaran non- tunai yang sangat popular digunakan saat ini. Wujud uang elektronik berbasis server adalah e – wallet / dompet digital. E–wallet dapat digunakan untuk bertransaksi oleh pelanggan, apabila pedagang (merchant) menyediakan aplikasi e- wallet yang sama pada pelanggan. Hal ini membuat Bank Indonesia sebagai pengatur sistem pembayaran mengeluarkan sebuah sistem pembayaran yang baru yaitu; QRIS (QR Code Indonesia Standard). Penggunan QRIS digunakan untuk menstandarisasi seluruh aplikasi e -wallet yang menggunakan sistem QR Code untuk melakukan transaksi pembayaran. Penelitian ini mengkaji bagaimana penerapan QRIS pada UMKM di Kondangsari, dan memaparkan peranan, kendala, dan pendapatan UMKM dengan adanya QRIS.Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara dan studi pustaka dengan para pedagang UMKM yang telah menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran di tokohnya. Penelitian ini mengindikasikan bahwa QRIS mempunyai manfaat bagi para pedagang UMKM.
Penyuluhan Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik di Tempat Pembuangan Sampah Dusun Bulu Desa Jaten Karanganyar Susantiningrum Susantiningrum; Erika Dhantylistyanti Ariyanti; M. Mumtazul Fikri Nurfiansyah; Nadya Elvira
Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): Etos: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/etos.v3i2.493

Abstract

This community service activity aims to improve the knowledge and skills of the community around the Bulu Village garbage dump, Jaten Village in sorting organic and inorganic waste. Service activities are carried out through focus group discussions, counseling, procurement of trash cans, evaluation of activities, as well as online and offline reporting. The participation and enthusiasm of the representatives of each Neighbourhood and Hamlet in the activity was very good, the partner groups, namely village-owned enterprises and Jaten Urban Village actively contributed in providing training needs and actively shared experiences in processing waste. The impact of community outreach activities is that they realize the importance of sorting waste from the smallest organizational structure and are able to apply it in their daily lives so that it is hoped that waste processing at Bulu Village garbage dump, Jaten Village can be controlled properly. Extension activities for sorting organic and inorganic waste in Bulu Village, Jaten Village is very useful and is expected to be sustainable. Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sekitar tempat pembuangan sampah Dusun Bulu, Desa Jaten dalam melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui metode focus group discussion, penyuluhan, pengadaan tong sampah, evaluasi kegiatan, serta pelaporan yang dilaksanakan secara daring maupun luring. Partisipasi dan antusiasme perwakilan masing-masing RT dan RW dalam kegiatan sangat baik, kelompok mitra yaitu pihak BUMDES dan Kelurahan Desa Jaten berkontribusi aktif dalam pengadaan keperluan pelatihan serta aktif berbagi pengalaman dalam mengolah sampah. Dampak dari kegiatan penyuluhan masyarakat menyadari akan pentingnya pemilahan sampah dari susunan organisasi terkecil serta mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-harinya sehingga diharapkan pengolahan sampah di TPS Dusun Bulu Desa Jaten dapat dikendalikan dengan baik. Kegiatan penyuluhan pemilahan sampah organik dan anorganik di Dusun Bulu, Desa Jaten sangat bermanfaat dan diharapkan dapat berkelanjutan.
Peningkatan Kapasitas SDM Melalui Pelatihan Pencatatan Laporan Keuangan Sederhana Pada Usaha Kecil dan Menengah di Desa Bareng Babadan Nanda Afrita Veronica; Husna Ni'matul Ulya
Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): Etos: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/etos.v3i2.486

Abstract

In managing a business requires bookkeeping which aims to provide information about the company's financial position. In addition, it is also used as a material for assessing performance and as a basis for making business decisions. Small and Medium Enterprises (SMEs) are one of the businesses that generally have not implemented financial statement recording, as is the case with oyster mushroom cultivation SMEs in Bareng Village, Babadan. Sometimes business owners still confuse household finances with business finances, so it is not clear how much net profit they receive. Lack of knowledge and awareness of the importance of financial bookkeeping is an obstacle that entrepreneurs in Bareng Village have. Departing from the problems above, this training in recording financial reports for business actors in the village of Bareng is feasible. The purpose of this training is to provide insight and skills in recording simple financial statements for SMEs. This service uses the ABCD (Asset Based Community Development) method which prioritizes economic assets with the potential of SMEs for oyster mushroom cultivation and other businesses. The results of the training show that the ability of the participants in recording financial statements has increased. This training received a positive response by the participants and is expected to be implemented in a sustainable manner so that it can have a significant effect on the business being run. Abstrak Dalam pengelolaan sebuah usaha memerlukan pembukuan yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai posisi keuangan perusahaan. Selain itu juga sebagai bahan untuk menilai kinerja serta sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis. Usaha Kecil dan Menengah atau UKM menjadi salah satu usaha yang umumnya belum menerapkan pencatatan laporan keuangan, seperti halnya yang terjadi pada UKM budidaya jamur tiram di Desa Bareng, Babadan. Terkadang pemilik usaha masih mencampuradukkan antara keuangan rumah tangga dengan keuangan usaha, sehingga tidak diketahui secara jelas berapa laba bersih yang diterima. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya pembukuan keuangan menjadi kendala yang di miliki oleh wirausahawan di Desa Bareng. Berangkat dari permasalah di atas, pelatihan pencatatan laporan keuangan bagi para pelaku usaha di desa Bareng ini layak dilaksanakan. Tujuan dari pelatihan ini untuk memberikan wawasan serta keterampilan dalam pencatatan laporan keuangan sederhana bagi pelaku UKM. Pengabdian ini menerapkan metode ABCD (Asset Based Community Development) yang memprioritaskan aset ekonomi dengan potensi UKM budidaya jamur tiram dan usaha lainnya. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa kemampuan para peserta dalam pencatatan laporan keuangan meningkat. Pelatihan ini mendapat respon positif oleh para peserta dan diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga dapat berpengaruh secara signifikan bagi usaha yang dijalankan.
Peran Pemuda Pemudi Gesik Kembang (P2GK) dalam Meningkatkan Potensi Kampung Produktif Desa Gesik Di Era Covid-19 Melalui Pendekatan ABCD Mochamad Fahmi Firmansyah; Aah Nurhasanah; Ajitio Puspo Utomo
Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): Etos: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/etos.v3i2.531

Abstract

The purpose of this study was to determine the role of youth developing P2GK in increasing the potential of productive villages in Gesik Village in the Covid-19 era through the ABCD approach. The method used in this study is a qualitative method by interviewing several MSME actors in Gesik Village, in collecting interview data as many as 3 MSMEs. The results that will be shown are P2GK youths actively participate in existing MSMEs such as cracker makers, namely rectified crackers, peek crackers, and jasmine flower couplers. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan peran pemuda/i kembang P2GK dalam meningkatkan potensi kampung produktif di Desa Gesik pada era covid-19 melalui pendekatan ABCD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan cara wawancara kepada beberapa pelaku UMKM yang ada di Desa Gesik, dalam pengumpulan data wawancara terkupul sebanyak 3 UMKM. Hasil yang akan ditunjukkan yaitu pemuda/i kembang P2GK ikut serta aktif dalam UMKM yang ada seperti para pembuat kerupuk yaitu kerupuk meralat, kerupuk hintip, dan para perangkai bunga melati.
Revolusi Komunikasi dan Perubahan Sosial Anton Sulaiman; Cut Syahida Nur Assyifa; Dela Fauziah Agustine
Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): Etos: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/etos.v3i2.534

Abstract

The impact of covid 19 spreads to all aspects of people's lives and demands the evolution of several systems including the education system where the education system is forced to carry out teaching and learning activities with an online lecture system. Kaliwada Village students, Sumber Subdistrict, Cirebon Regency by way of mentoring so that the Kaliwadas KPM team during community service tries to assist the process, for example preparing free internet and preparing a capable laptop to support online lecture activities. The obstacle to the implementation of online lectures is that not all students in Kaliwadas Village are able to get lecture materials properly, this is due to the limitations of communication tools and data packages because not all students in Kali Wadas Village have capable mobile phones and laptops to support the optimization of learning Abstrak Dampak dari covid 19 menyebar kesegala sendi kehidupan masyarakat dan menuntut evolusi beberapa system termasuk system pendidikan dimana system pendidikan dipaksa untuk melakukan kegiatan pola belajar mengajar dengan system kuliah online, Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis revolusi komunikasi dan perubahan sosial dampak dari pandemi Covid-19 pada mahasiswa kelurahan kaliwada kecamatan sumber kabupaten Cirebon dengan cara pendampingan sehingga tim kpm kaliwadas selama melakukan pengabdian masyarakat mencoba mendampingi proses tersebut misalnya menyiapkan internet gratis serta menyiapkan laptop yang mumpuni untuk mendukung kegiatan kuliah online. Hambatan yang dari di berlakukannya kuliah online adalah tidak semua mahasiswa di kelurahan kaliwadas mampu memdapat materi kuliah dengan baik hal tersebut dikarenakan keterbatasan alat komunikasi dan paket data karena tidak semua mahasiswa di kelurahan kali wadas mempunyai handphone dan laptop yang mumpuni untuk mendukung optimalisasi pembelajaran.
Pemberdayaan Budidaya Kangkung, Selada Dan Sawi (Kang Saswi) Dengan Menggunakan Simphoni (Simple Hydroponic Farming) Sebagai Sarana Pemanfaatan Lahan Sempit Di Desa Cangkoak Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon Rifki Fauzi; Ade Afiq Hilmi; Ahmad Dede Safaruddin; Salman Alfarisi; Warti Nur Salamah; Nur Auliya Safira; Nunung Nurlaela; Eti Hartati; Maidatul Hasanah; Dina Andriyana; Kamelina Kamelina
Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2022): Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/etos.v4i1.743

Abstract

Efforts to build family food security, one of which can be done by utilizing available resources, including through the use of yard land. One of the efforts to use narrow land in the yard is to cultivate plants using a hydroponic system. The purpose of this activity is to increase the role of the community in Cangkoak Village, Dukuntang District, Cirebon Regency so that they are able to utilize narrow land to meet the needs of vegetables in the household and can be used as a creative economy in improving the family economy. The method used in this activity is to use the Lesson Study method carried out by 1) planning and preparation stage (plan), 2) implementation stage (do), and 3) evaluation stage (see). The results of this series of activities are 1) with the empowerment of vegetable cultivation using hydroponic growing media, this can be an alternative as the use of narrow land in increasing interest in using the yard as vegetable planting land. 2) the community gave a very positive response to the activities carried out and considered this activity very useful. The results of farming using hydroponic growing media can be used to meet household food needs and can also be used as a source of income in improving the family economy. Abstrak Upaya membangun ketahanan pangan keluarga, salah satunya dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia, diantaranya melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Salah satu upaya pemanfaatan lahan sempit pada pekarangan adalah dengan melakukan bercocok tanaman dengan menggunakan sistem hidroponik. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan peran masyarakat di Desa Cangkoak Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon agar mampu memanfaatkan lahan sempit untuk memenuhi kebutuhan sayuran dalam rumah tangga dan dapat dijadikan sebagai ekonomi kreatif dalam meningkatkan perekonomian keluarga. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan menggunakan metode Lesson Study dilakukan dengan 1) tahap perencaan dan persiapan (plan), 2) tahap pelaksanaan (do), dan 3) tahap evaluasi (see). Hasil dari serangkaian kegiatan ini adalah 1) dengan adanya pemberdayaan budidaya sayuran dengan menggunakan media tanam hidroponik ini dapat menjadi salah satu alternatif sebagai pemanfaatan lahan sempit dalam meningkatkan minat untuk memanfaatkan pekarangan sebagai lahan penanaman sayuran. 2) masyarakat memberikan respon yang sangat positif terhadap kegiatan yang dilakukan dan menilai kegiatan ini sangat bermanfaat. Adapun hasil bercocok tanam dengan menggunakan media tanam hidroponik ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga dan juga dapat dijadikan sumber penghasilan dalam meningkatkan perekonomian keluarga.