cover
Contact Name
Iffan Ahmad Gufron
Contact Email
etos.bbc@gmail.com
Phone
+6281392559202
Journal Mail Official
etos.bbc@gmail.com
Editorial Address
Jl. Widarasari III, Sutawinangun, Kedawung, Cirebon, Jawa Barat 45153
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27467015     DOI : 10.47453
Etos: Jurnal Pengabdian Masyarakat is a community service journal managed by the Institute for Research and Community Service IAI Bunga Bangsa Cirebon. This journal examines research as a result of community service. This journal is published 2 times a year, namely in April and October.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 52 Documents
Kepemimpinan Transformasional Kuwu Desa Ciparay Leuwimunding Majalengka Ahmad Munajim; Habib Abdul Muhyi
Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2019): Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/etos.v1i1.193

Abstract

This study deepens Burns's concept of transformational leadership. Transformational leadership is characterized as a leader who focuses on achieving changes in the values, beliefs, attitudes, behavior, emotional, and needs of subordinates for the better in the future. According to Danim, Bass, O'Leary, Robbins and Judge, transformational leaders are leaders who inspire their followers to put their personal interests aside for the good of the organization and are able to have a tremendous influence on their followers. This research will deepen the characteristics of transformational leadership based on Robbins and Judge. Meanwhile, the independent position of this research is emphasized on the inspiration of the kuwu to play its role in policy making. The object of this research is the Inspiration of Kuwu Ciparay, Leuwimunding Subdistrict, Majalengka Regency, the reason for determining the place is because the leading village is 1 (one) in Majalengka Regency and 4 (four) in West Java. Judging from the object, the researcher used a qualitative research type with a cultural interpretation approach. While the method used is descriptive method and ex post facto. Collecting data through in-depth interviews, observation and documentation. From the data collected, the authors then categorize and reduce data, display and classify data, interpretation and verification, and generalize. The findings show that Kuwu Ciparay's efforts in determining policies, namely the ideal influence of the Ciparay village kuwu in creating and implementing a vision and mission in accordance with community expectations, protecting citizens and being transparent are proven by issuing several Perdes and Perkades. Motivating Inspirational which is carried out by inviting all elements of society to deliberate consensus in the implementation of intellectual stimulation can stimulate the growth of innovation, creativity and new ways of solving problems by presenting all parties, in implementing individual considerations, Kuwu always advocates for the community in any field, including unnecessary funding. relying on village funds, even from individuals. Efforts made by the Kuwu in village management include providing excellent service, equitable distribution of asset auction results and plans to build hospitals and swimming pools to improve the local budget and economy. Abstrak Penelitian ini memperdalam konsep Burns tentang kepemimpinan transformasional. Kepemimpinan transformasional dicirikan sebagai pemimpin yang berfokus pada pencapaian perubahan nilai-nilai, kepercayaan, sikap, perilaku, emosional, dan kebutuhan bawahan menuju perubahan yang lebih baik di masa depan. Menurut Danim, Bass, O’Leary, Robbins dan Judge pemimpin transformasional adalah pemimpin yang menginspirasi para pengikutnya untuk menyampingkan kepentingan pribadi mereka demi kebaikan organisasi dan mampu memiliki pengaruh yang luar biasa pada diri para pengikutnya. Penelitian ini akan memperdalam ciri-ciri kepemimpinan transformasional berdasarkan Robbins dan Judge. Adapun, posisi independen penelitian ini ditekankan pada inspirasi kuwu menjalankan perannya di dalam penentuan kebijakan. Objek penelitian ini adalah Inspirasi Kuwu Ciparay Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka, alasan penentuan tempat tersebut dikarenakan Desa unggulan jauara 1 (satu) di Kabupaten Majalengka dan jauara 4 (empat) di Jawa Barat. Dilihat dari objeknya maka peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan penafsiran budaya. Sedangkan metode yang digunakan adalah Metode deskriptif dan ex post Facto. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Dari data terkumpul kemudian penulis melakukan katagorisasi dan reduksi data, display dan klasifikasi data, interprestasi dan verifikasi, serta generalisasi. Temuan menujukkan bahwa upaya Kuwu Ciparay dalam menetukan kebijakan yaitu Pengaruh ideal kuwu Desa Ciparay dalam membuat dan melaksanakan Visi dan Misi sesuai dengan harapan masyakat, mengayomi warga dan transparan dibuktikan dengan menerbitkan beberapa Perdes dan Perkades. Memotivasi Inspirasional yang dilakukan dengan mengundang semua elemen masyarakat untuk musyawarah mufakat dalam pelaksanaan stimulasi intelektual kuwu dapat merangsang tumbuhnya inovasi, kreatifitas dan cara-cara baru dalam menyelesaikan masalah dengan menghadirkan semua fihak, dalam implementasi pertimbangan individual kuwu selalu mengadvokasi masyarakat dibidang apapun termasuk pendanaan tidak mesti mengandalkan dana desa bahkan dari individu.Upaya yang dilakukan kuwu dalam pengelolaan desa yakni memberikan service excellent, pemerataan hasil lelang asset dan rencana membangun Rumah sakit dan Kolam Renang dalam meningkatkan APBDes dan Ekonomi warga.
Meningkatkan Potensi Wisata Religi Ki Buyut Panjang Desa Paningkiran Majalengka Cucum Novianti
Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2019): Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/etos.v1i2.203

Abstract

The approach of this research is qualitative, using case history method. The data was of tained trough in-depth interview, observation, literature studi, and documentation. The data analysis steps used were data reduction, data display, and verification. The purpose of the research is to improve religious tourism Ki Buyut Panjang Paningkiran village, Majalengka districts. Based on research results obtained, from groups KPM Paningkiran village that is, increasing the potential of religious tourism to publish Paningkiran village history in the form of books so that the Paningkiran village community can know the history of the origin of the Paningkiran village Abstrak Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif melalui Metode Historis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, studi literature dan dokumentasi. Adapun langkah-langkah analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah untuk meningkatkan Wisata Religi Ki Buyut Panjang Desa Paningkiran Kec. Sumberjaya Kab. Majalengka. Berdasarkan hasil peneletian yang diperoleh, dari kelompok KPM Desa Paningkiran yaitu meningkatkan potensi wisata religi ki buyut panjang desa paningkiran kec. Sumberjaya kab. Majalengka untuk mempublikasikan sejarah desa paningkiran berupa buku, agar masyarakat desa paningkiran dapat mengetahui sejarah asal muasal desa paningkiran.
Perubahan Pola Kehidupan Masyarakat Asli Terhadap Pertumbuhan Industri Tekstil Di Desa Lojikobong Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka Ahmad Abdul Khozim
Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2020): Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/etos.v2i2.212

Abstract

The existence of industrial estates can also trigger population mobility, namely there are immigrants to areas around industrial estates. The presence of immigrants will influence a shift in social behavior in the level of solidarity between local residents and migrants who carry their values ​​and behavior with the local community. As a result, the weakening and diminishing of solidarity in terms of mutual cooperation is a result of the busyness and the large number of people who spend time at work. Busyness is what makes people pay less attention to the religious field as well. The method used by the writer in preparing this research is qualitative. Data collection using data collection techniques and tools as observation, interviews and documentation. Some data analysis techniques are data reduction, display data, and drawing conclusions. The existence of an industrial area in Lojikobong Village, Sumberjaya District, Majalengka Regency has implications for changes in the behavior of the surrounding community, namely in the behavior of mutual cooperation in the fields of environmental cleanliness, public interest and disaster management. Behavioral changes resulting from the establishment of industrial estates are in the economic life they get. It can be seen from the people's lifestyle which is shown in consumptive behavior, because the entry of industry automatically opens job opportunities for the surrounding community. Then factory workers in addition to getting a basic salary, also get income from overtime work and other profitable factory policies. Changes in behavior in the religious field prior to the presence of industrial estates such as routine recitation, yasinan and congregational prayer. Public enthusiasm for participating in the series of religious activities seems high. Abstrak Keberadaan kawasan industri juga dapat memicu terjadinya mobilitas penduduk yaitu terdapat penduduk pendatang ke daerah sekitar kawasan industri. Keberadaan penduduk pendatang akan berpengaruh terhadap pergeseran perilaku sosial dalam tingkat solidaritas antara penduduk lokal dan penduduk pendatang yang membawa tata nilai dan perilakunya dengan masyarakat setempat. Akibatnya melemah dan melunturnya solidaritas dalam hal bergotong royong diakibatkan dari kesibukan dan banyaknya masyarakat yang menghabiskan waktu di tempat kerja. Kesibukan itulah yang membuat masyarakat menjadi kurang perhatian terhadap bidang keagamaan juga. Metode yang digunakan penulis dalam penyusunan penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data dengan teknik dan alat pengumpulan data sebagai yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Beberapa tekhnik analisis data yaitu data reduksi, data display, penarikan kesimpulan. Keberadaan kawasan industri di Desa Lojikobong Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka berimplikasi pada perubahan perilaku masyarakat disekitarnya yaitu dalam perilaku bergotong royong pada bidang kebersihan lingkungan, kepentingan umum dan penanganan musibah. Perubahan-perubahan perilaku akibat berdirinya kawasan industri adalah dalam kehidupan enonomi yang mereka peroleh. Nampak dari gaya hidup masyarakat yang ditunjukkan pada perilaku konsumtif, karena telah masuknya industri otomatis terbukanya peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Kemudian pekerja pabrik selain mendapatkan gaji pokok, mendapatkan juga penghasilan dari kerja lembur serta kebijakan-kebijakan lain dari pabrik yang menguntungkan. Perubahan perilaku dalam bidang keagamaan sebelum hadirnya kawasan industri seperti pengajian rutin, yasinan dan sholat berjamaah. Antusias masyarakat untuk mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan tersebut nampak tinggi.
Stunting Pada Anak Usia Dini Erik Erik
Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/etos.v2i1.208

Abstract

Malnutrition and stunting are two interrelated problems. Stunting in children is the result of nutrient deficiency during the first thousand days of life. This causes irreversible disturbances in the physical development of the child, causing a decrease in work performance. Stunted children had a mean Intelligence Quotient (IQ) score, eleven points lower than the average IQ score in normal children. Disorders of growth and development in children due to malnutrition if they do not get intervention from an early age will continue into adulthood. The research method used is a phenomenological qualitative method. Researchers will examine cases of stunting in Mirat Village, Lewimunding District, Majalengka Regency. Sample 2 children who were stunted in Mirat Village, Lewimundin District. Research data source UPTD Puskesmas Lewimunding District. Based on the results of researchers' interviews with nutritionists and environmental health workers (Kesling), as well as observations of two stunted children as well as interviews with parents, it was found that the factors that influence stunting are as follows: a diet that does not fulfill a balanced nutrition during the pregnancy process. and after the baby is born, the child's diet from birth to two years of age, exclusive breastfeeding for less than 6 months, complementary feeding (complementary feeding) too early (less than six months), improper parenting (often yelling at children, less close to children, taking actions that make children away from their parents), poor environmental sanitation, not introducing toilet training to children early on, and genetics does not have a significant role in the incidence of stunting Abstrak Kurang gizi dan stunting merupakan dua masalah yang saling berhubungan. Stunting pada anak merupakan dampak dari defisiensi nutrient selama seribu hari pertama kehidupan. Hal ini menimbulkan gangguan perkembangan fisik anak yang irreversible, sehingga menyebabkan penurunan performa kerja. Anak stunting memiliki rerata skor Intelligence Quotient (IQ) sebelas poin lebih rendah dibandingkan rerata skor IQ pada anak normal. Gangguan tumbuh kembang pada anak akibat kekurangan gizi bila tidak mendapatkan intervensi sejak dini akan berlanjut hingga dewasa. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif fenomenologi. Peneliti akan meneliti kasus stunting di Desa Mirat Kecamatan Lewimunding Kabupaten Majalengka. Sampel 2 anak yang mengalami stunting di Desa Mirat Kecamatan Lewimundin. Sumber data Penelitian UPTD Puskesmas Kecamatan Lewimunding. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan ahli gizi dan petugas kesehatan lingkungan (kesling), serta dilakukan pula observasi kepada dua anak stunting juga wawancara kepada orangtua, ditemukan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi stunting ialah sebagai berikut: pola makan yang tidak memenuhi gizi seimbang selama proses kehamilan dan setelah bayi lahir, pola makan anak sejak lahir sampai usia dua tahun, pemberian ASI eksklusif yang kurang dari 6 bulan, pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) terlalu dini (kurang dari enam bulan), pengasuhan orangtua yang kurang tepat (sering membentak anak, kurang dekat dengan anak, melakukan tindakan yang membuat anak menjauh dari orangtua), sanitasi lingkungan yang kurang baik, tidak mengenalkan toilet training kepada anak sejak dini, dan genetic tidak memiliki peran signifikan terhadap kejadian stunting
Pengaruh Modernisasi Terhadap Eksistensi dan Keberlangsungan Pengrajin Dandang di Desa Parapatan Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka Amirudin Amirudin
Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2019): Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/etos.v1i1.194

Abstract

Society is a collection of individuals who are always in motion or are always changing. Changes have different measures or sizes, some are experiencing a change that is relatively fast (evolutionary, there are also moderate and slow changes. Both planned and incidental changes. As with change or currently progressive and massive changes. as the impact of modernization is also felt by the people of Parapatan Village, Sumberjaya, Majalengka, especially Dandang craftsmen, where as the impact of modernization and industrialization, the community prefers practical things rather than using dandang, which has to go through a fairly long production process. This research uses a qualitative method. According to Lexy J. Moleong (2005: 6), qualitative research methods are research that aims to understand the phenomena experienced by research subjects, such as behavior, perceptions, motivation, actions, etc. in a holistic manner, and presented in a descriptive way in the form of narrative and language, in a context special nature and by making use of various natural methods. The results showed that Dandang Craftsmen in Parapatan Village, Sumberjaya District, Majalengka Regency already have consumers who always order their products or commonly called collectors and then market them again to customers who have been loyal subscribers, so that their existence and sustainability are not affected by modernization. that occurs in the community of Parapatan Village, Sumberjaya District, Majalengka Regency. Dandang craftsmen in Parapatan Village, Sumberjaya District, Majalengka Regency are advised to be more creative and innovative in facing modernization that occurs in society due to increasingly sophisticated and practical technological developments and to pay more attention to quality and maintain distinctive characteristics. or the value of “Dandang” Local Products also takes into account in terms of the heir or successor of Dandang Craftsmen for the sake of the existence and sustainability of Dandang Craftsmen in the future. Abstrak Masyarakat merupakan kumpulan individu yang selalu bergerak atau selalu mengalami perubahan. Perubahan itu mempunyai takaran atau ukuran yang berbeda-beda, ada yang mengalami suatu perubahan yang relatif cepat (evolutif, ada juga perubahan yang sedang dan lambat. Baik perubanahn yang terencana maupun yan insidental. Sepertihalnya dengan perubahan atau saat ini yang progressif dan massive. Perubahan sebagai dampak modernisasi ini juga dirasakan oleh masyarakat Desa Parapatan, Sumberjaya, Majalengka, khususnya pengrajin dandang, dimana sebagai dampak modernisasi dan industrilalisai tersebut masyarakat lebih memilih hal yang praktis dibanding menggunakan dandang yang harus melewati proses produksi yang lumayan panjang. Penelitian ini menggunakan metode kualitaif. Menurut Lexy J. Moleong (2005:6), metode penelitian kualitatif merupakan riset yang bertujuan untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian. Misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain secara holistic, dan disajikan dengan cara deskriptif dalam bentuk narasi dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Hasil penelitian menunjukkan Pengrajin Dandang yang ada di Desa Parapatan Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka sudah memiliki konsumen yang selalu memesan produk-produk mereka atau biasa disebut pengepul kemudian memasarkannya lagi ke pelanggan yang sudah berlangganan setia dari dulu, sehingga eksistensi dan keberlangsungan mereka tidak terpengaruh karena adanya modernisasi yang terjadi di masyarakat Desa Parapatan Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka.Pengrajin Dandang di Desa Parapatan Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka disarankan untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menghadapi modernisasi yang terjadi di masyarakat akibat perkembangan teknologi yang semakin canggih dan praktis serta untuk lebih memperhatikan kualitas dan menjaga ciri khas atau nilai dari Produk Lokal “Dandang” juga memperhatikan dalam segi pewaris atau penerus Pengrajin Dandang demi eksistensi dan keberlangsungan Pengrajin Dandang di masa yang akan datang.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Singawada Melalui Peningkatan Nilai Sampah Plastik dalam Usaha Menyebarkan Kesadaran Akan Pentingnya Kelestarian Lingkungan Michala Michala
Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2019): Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/etos.v1i2.204

Abstract

The high volume of waste production and the absence of a Temporary Waste Disposal Site (TPS) in Singawada Village has resulted in neglect and accumulation of rubbish on riverbanks and on public roads. Conventional waste processing is no longer adequate, and therefore other methods of processing are needed. As a solution, training was held to process plastic waste from wasted goods into useful handicraft items which also have economic value. It was also helped that housewives who were the targets of this training could take advantage of their spare time by making crafts from plastic waste while also getting additional income. Through direct practice, it has been proven that processing plastic waste into handicrafts is able to reduce the total volume of plastic waste production seen in landfills. Abstrak Tngginya volume produksi sampah serta ketiadaan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) di Desa Singawada menyebabkan tidak terurus dan menumpuknya sampah di pinggiran sungai maupun bahu jalan umum. Pengolahan sampah secara konvensional sudah tidak memadai, dan oleh karenanya dibutuhkan cara pengolahan lain. Sebagai solusi, diadakan pelatihan pengolahan sampah plastik dari barang terbuang menjadi barang kerajinan bermanfaat yang sekaligus juga memiliki nilai ekonomi. Para ibu rumah tangga yang merupakan sasaran dari pelatihan inipun terbantu karena mereka dapat memanfaatkan waktu luang dengan membuat kerajinan dari sampah plastik sekaligus juga mendapatkan penghasilan tambahan. Melalui praktek langsung, terbukti bahwa pengolahan sampah plastik menjadi kerajinan ini mampu mengurangi total volume produksi limbah plastik yang terlihat di pembuangan sampah.
Pengembangan Ekowisata Berbasis Ekonomi Peluang Bisnis di Era Revolusi Industri 4.0 Desa Patuanan Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka Toto Sukarnoto
Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2020): Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/etos.v2i2.214

Abstract

A strong and sustainable regional economic development is an effective collaboration between the use of existing resources, the community and the government. One of the optimal resource utilization efforts is to develop tourism with the concept of Ecotourism. The industrial revolution 4.0 opens wide opportunities for anyone to advance. Information that is very abundant provides great benefits for the development of science and the economy. People in the era of the industrial revolution 4.0 have a very large dependence on using information technology. Based on the background that has been explained, the problem can be formulated through the question "How to develop economic-based ecotourism business opportunities in the era of the industrial revolution 4.0? The purpose of this study is to describe the development of ecotourism based on the economy of Patuanan Leuwimunding Village, Majalengka, to be a business opportunity in the era of the industrial revolution 4.0. Whereas the research method in the preparation of this research is qualitative research by exploring and understanding the meaning that is considered to come from social or humanitarian problems, focusing on individual meanings, and translating the complexity of a problem. This type of research was chosen because qualitative research is able to provide descriptive data in the form of written or spoken words from the behavior of the people being observed. Forms of economic-based ecotourism development activities are 1. Building local tourism competitiveness based on natural resource conservation, village / local tourism potential, namely plengkung tourism objects that can be used as fishing activities and other community activities at the location of the object. 2. Introduction and utilization of opportunities in the era of the industrial revolution 4.0 through social media as a marketing and promotion medium. Patuanan Village, which has tourist destination locations, introduces and promotes it through social media, including YouTube, Facebook, and Instagram. The results of ecotourism development activities based on the economy of business opportunities in the era of the industrial revolution 4.0 are 1. Beautifying the tourism object in Plengkung into an object of economic-based ecotourism. 2. Exposing through social media including YouTube. Abstrak Pembangunan ekonomi daerah yang kuat dan berkelanjutan merupakan sebuah kolaborasi yang efektif antara pemanfaatan sumberdaya yang ada, masyarakat dan pemerintah. Salah satu upaya pemanfaatan sumberdaya yang optimal adalah dengan mengembangkan pariwisata dengan konsep Ekowisata. Revolusi industri 4.0 membuka peluang yang luas bagi siapapun untuk maju. Informasi yang sangat melimpah menyediakan manfaat yang besar untuk pengembangan ilmu pengetahuan maupun perekonomian. Masyarakat di era revolusi industri 4.0 memiliki ketergantungan yang sangat besar dalam menggunakan teknologi informasi. Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan maka dapat dirumuskan masalahnya melalaui pertanyaan ”Bagaimana mengembangkan ekowisata berbasis ekonomi peluang bisnis di era revolusi industri 4.0? Adapun tujuan penelitian ini adalah menggambarkan pengembangan ekowisata berbasis ekonomi Desa Patuanan Leuwimunding Majalengka menjadi peluang bisnis di era revolusi industri 4.0. Sedangkan metode penelitian dalam penyusunan penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan melakukan ekplorasi dan memahami makna yang dianggap berasal dari masalah sosial atau kemanusian, berfokus pada makna individual, dan menerjemahkan komplesitas suatu persoalan. Jenis penelitian ini dipilih karena penelitian kualitatif mampu memberikan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari perilaku orang yang diamati. Bentuk kegiatan pengembangan ekowisata berbasis ekonomi adalah 1. Membangun daya saing wisata lokal dengan berbasis konservasi sumber daya alam, potensi wisata desa/lokal yaitu objek wisata situ plengkung dapat dijadikan kegiatan pemancingan dan aktifitas masyarakat lainnya yang di lokasi objek tersebut. 2. Pengenalan dan pemanfaatan peluang di era revolusi industri 4.0 melalui sosial media sebagai media pemasaran dan promosi. Desa Patuanan yang memiliki lokasi tujuan wisata memperkenalkan dan mempromosikan melalui media sosial diantarnya berupa youtube, facebook, instragram. Hasil Kegiatan pengembangan ekowisata berbasis ekonomi peluang bisnis di era revolusi industri 4.0 adalah 1. Mempercantik objek wisata situ plengkung menjadi objek ekowisata berbasis ekonomi. 2. Mengekspos melalui media sosial diantaranya youtube.
Upaya Modernisasi dan Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Desa Leuwimunding Majalengka Gama Pratama
Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/etos.v2i1.209

Abstract

Garbage is a problem that cannot be fully resolved by local governments. The local government is actually aware of this problem, but has not found an appropriate long-term solution. This research on efforts to modernize and innovate community-based waste management in Leuwimundong Village aims to 1. Obtain an overview of community-based organic and inorganic waste bank management in Leuwimunding Village, Leuwimunding District, Majalengka Regency. 2. Inventory problems in community-based waste management in Leuwimunding Village, Leuwimunding District, Majalengka Regency. 3. Provide recommendations for improving waste management through community-based waste banks in Leuwimunding Village, Leuwimunding District, Majalengka Regency This research is a qualitative descriptive, namely research that intends to describe a phenomenon. Collecting data using interview techniques, questionnaires, observation, and documentation. The data validity test used the triangulation method. The data were analyzed descriptively-qualitatively. From the results of this study, that the innovative strategy in managing rural household waste that has been carried out by the Waste Bank can run well in accordance with the objectives set in a program. Even though in carrying out these activities there are supporting and inhibiting factors that affect the implementation process, the Management is able to carry out its activities optimally. The existing supporting factors have supported the implementation of this activity properly and maintained what already exists as best as possible. Meanwhile, the current inhibiting factor which has become an obstacle to the running of an activity can be minimized by the management of the Waste Bank in Leuwimunding Village as well as possible. Minimizing barriers and increasing opportunities are the objectives of the Waste Bank activities so that existing activities can be achieved effectively and efficiently. Then gradually and continuously this program is able to produce the best output that can be emulated by the wider community and other regions, especially in terms of waste management program activities. Abstrak Sampah di menjadi masalah yang belum bisa diatasi sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Pemda sebenarnya menyadari masalah ini, tetapi belum menemukan solusi jangka panjang yang tepat. Penelitian perihal upaya modernisasi dan inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Desa Leuwimundong ini bertujuan untuk 1.Memperoleh gambaran pengelolaan bank sampah organik dan anorganik berbasis masyarakat yang ada di Desa Leuwimunding, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. 2. Menginventarisir problematika pada pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang ada di Desa Leuwimunding, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. 3. Memberikan rekomendasi untuk menyempurnakan pengelolaan sampah melalui bank sampah berbasis masyarakat yang ada di Desa Leuwimunding, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yakni penelitian yang bermaksud mendeskripsikan suatu fenomena. Pengumpulan datanya menggunakan teknik wawancara, kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Uji keabsahan datanya memakai metode triangulasi. Datanya dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Dari hasil penelitian ini, bahwa strategi inovatif dalam mengelola sampah rumah tangga pedesaan yang telah dilakukan oleh Bank Sampah ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam suatu program tersebut. Walaupun dalam menjalankan kegiatan tersebut terdapat faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi proses pelaksanaannya, Pengurus mampu menjalankan kegiatannya secara maksimal. Faktor pendukung yang ada telah menunjang terlaksananya kegiatan ini dengan baik dan mempertahankan apa yang telah ada dengan sebaik mungkin. Sedangkan faktor penghambat yang ada saat ini yang dimana telah menjadi kendala berjalannya suatu kegiatan ini mampu diminimalisir oleh pengurus Bank Sampah di Desa Leuwimunding dengan sebaik mungkin. Dengan memperkecil hambatan dan memperbesar peluang merupakan tujuan dari kegiatan Bank Sampah ini agar kegiatan yang telah berjalan mampu tercapai secara efektif dan efisien. Kemudian secara bertahap dan berkesinambungan program ini mampu mengeluarkan output terbaik yang dapat dicontoh oleh masyarakat luas maupun daerah - daerah lain khususnya dalam hal kegiatan program pengelolaan sampah
Eksistensi Home Industri Kerajinan Anyaman Bambu di Heuleut Leuwimunding Majalengka di Era Revolusi Industri 4.0 Barnawi Barnawi
Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2019): Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/etos.v1i1.195

Abstract

This research is focused on the home industry of woven bamboo crafts in the village of Heuleut Leuwimunding Majalengka in 2019. The aspect studied is the objective conditions of the existence of woven bamboo crafts in the midst of the industrial revolution 4.0. This study aims to describe the existence of the bamboo handicraft home industry in the village of Heuleut Leuwimunding, Majalengka in 2019 in the midst of the industrial revolution 4.0. This research is a qualitative research. This type of research was chosen because qualitative research is able to provide descriptive data in the form of written or spoken words from the behavior of the people being observed. So that in researching "The Existence of Home Industry Bamboo Matting, Heuleut Leuwimunding Majalengka Village in the Industrial Revolution Era 4.0" qualitative research is needed in order to obtain descriptive data. Based on the research findings and analysis of the research findings, the existence of the bamboo woven handicraft home industry in the village of Heuleut Leuwidinding Majalengka in the era of the industrial revolution 4.0 can be concluded that the production factor is still traditional in both the aspects of raw material procurement and product design. From the aspect of acceptability, the village of Heuleut Leuwidinding Majalengka is relatively easy to reach so that it does not complicate direct marketing. In selling products, the craftsmen do not market directly but there are collectors who will market the products. In the new marketing using traditional marketing, not yet using online sales. The government regulations have not been used by craftsmen both in the aspects of capital and guidance. In general, the existence of the bamboo woven handicraft home industry in the village of Heuleut Leuwidinding Majalengka in the era of the industrial revolution 4.0 will be eroded by other parties who will adopt the bamboo woven home industry using machines and with more sophisticated designs (computing). Furthermore, the bamboo woven handicraft home industry in the village of Heuleut Leuwidinding Majalengka in the era of the industrial revolution 4.0 will reduce the craftsmen's economy because it is limited to producing products traditionally without any product development, results, and marketing. Abstrak Penelitian ini difokuskan pada home industry kerajinan anyaman bambu di desa Heuleut Leuwimunding Majalengka Tahun 2019. Aspek yang dikaji adalah kondisi objektif tentang eksistensi kerajinan anyaman bambu di tengah revolusi industri 4.0. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi home industry kerajinan bambu di desa Heuleut Leuwimunding Majalengka Tahun 2019 di tengah revolusi industri 4.0. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Jenis penelitian ini dipilih karena penelitian kualitatif mampu memberikan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari perilaku orang yang diamati. Sehingga dalam meneliti “Eksistensi Home Industri Anyaman Bambu Desa Heuleut Leuwimunding Majalengka di Era Revolusi Industri 4.0 “penelitian kualitatif diperlukan agar mendapatkan data-data deskriptif. Bersadarkan temuan penelitian dan analisis hasil temuan penelitian maka eksistensi home industry kerajinan anyaman bambu desa Heuleut Leuwidinding Majalengka di era revolusi industri 4.0 dapat disimpulkan faktor produksi masih bercorak tradisional baik dari aspek pengadaan bahan baku maupun desain hasil produk. Dari aspek aksepbilitas desa Heuleut Leuwidinding Majalengka relatif mudah dijangkau sehingga tidak menyulitkan dalam pemasaran langsung. Dalam penjualan produk, pengrajin tidak memasarkan secara langsung tetapi ada pengepul yang akan memasarkan produk. Dalam pemasaran baru menggunakan pemasaran secara tradisional, belum menggunakan penjualan online. Adapun regulasi pemerintah belum dimanfaatkan oleh pengrajin baik pada aspek modal maupun pembinaan. Secara umum eksistensi home industry kerajinan anyaman bambu desa Heuleut Leuwidinding Majalengka di era revolusi industri 4.0 akan tergerus oleh pihak lain yang akan mengadopsi home industri anyaman bambu dengan menggunakan mesin dan dengan desain yang lebih canggih (komputasi). Lebih lanjut home industry kerajinan anyaman bambu desa Heuleut Leuwidinding Majalengka di era revolusi industri 4.0 akan mereduksi perekonomian pengrajin karena sebatas menghasilkan produk secara tradisional tanpa adanya pengembangan produk, hasil, dan pemasaran.
Pemberdayaan SDM Desa Sepat Terhadap Pola Pikir Masyarakat untuk Lebih Maju dan Berkualitas Sehingga Menjadi Pribadi Yang Unggul dan Islami M Idrus
Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2019): Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/etos.v1i2.205

Abstract

Sepat Village HR Empowerment to Create Superior and Islamic Generations. This research was conducted in order to give birth to generations that were advanced and of quality in general and superior and Islamic in particular. This research is a qualitative research based on research by directly observing the residents of Sepat Village for 40 days. During their stay in Sepat village, researchers found that the younger generation (adolescents) were not visible or only a little bit because the population / number of Sepat Village residents was only ± 1400 people and also the majority of them had migrated out of town. In Sepat Village, there are a lot of parents compared to the young people. That's why all the activities carried out in Sepat Village are already old. Therefore, the authors conducted empowerment research on Sepat Village so that when they graduated from high school or college, they would still be in Sepat Village not to go overseas by utilizing the available potential and human resources and utilizing available technology. It is also hoped that while filling their spare time or taking advantage of the available time, it is hoped that the children can fill the mosque with more useful activities by enlivening the mosque and mosque in Sepat Village. In the field of education, it is hoped that adequate facilities and infrastructure will be provided so that no more Sepat villagers send their children to school outside Sepat Village and provide parental guidance in childcare. Sepat villagers are also able to use household waste to become valuable goods and have a high selling value compared to burning the garbage which can cause air pollution and is not good for health. Therefore, it is hoped that there will be government intervention from both central and village to guide and hold training to continue the program of KPM IAI Bunga Bangsa Cirebon students. Abstrak Pemberdayaan SDM Desa Sepat Untuk Mencetak Generasi Unggul dan Islami. Penelitian ini dilakukan agar terlahirnya generasi-generasi yang maju dan berkualitas pada umumnya dan unggul dan Islami secara khusus. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif berbasis riset dengan melakukan pengamatan secara langsung pada warga Desa Sepat sendiri selama 40 hari. Selama berada di desa Sepat, peneliti menemukan kurang/tidak terlihatnya generasi muda (remaja) atau hanya sedikit saja dikarenakan populasi/jumlah warga Desa Sepat hanya ±1400 jiwa dan juga mayoritas banyak yang merantau ke luar kota. Di Desa Sepat banyak sekali orang tua dibandingkan dengan kawula muda nya. Makanya semua kegiatan yang dilaksanakan di Desa Sepat penggeraknya sudah sepuh. Oleh sebab itu, penulis melakukan penelitian pemberdayaan terhadap Desa Sepat agar ketika sudah lulus SMA atau kuliah tetap berada di Desa Sepat tidak pergi merantau dengan memanfaatkan potensi dan SDM yang telah tersedia serta memanfaatkan teknologi yang telah tersedia. Diharapkan juga sambil mengisi waktu luang atau memanfaatkan waktu yang ada, diharapkan anak-anak dapat mengisi masjid dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dengan meramaikan masjid dan musholla di Desa Sepat. Dalam bidang pendidikan pun diharapkan tersedianya sarana dan prasarana yang memadai agar tidak ada lagi warga desa Sepat yang menyekolahkan anaknya di luar Desa Sepat dan bimbingan orang tua dalam pengasuhan anak. Warga Desa sepat pun mampu untuk memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi barangyang berharga dan nilai jual tinggi dibandingkan membakar sampah tersebutyang dapat menimbulkan polusi udara dan tidak baik juga untuk kesehatan. Oleh sebab itu, diharapkan adanya campur tangan pemerintah baik dari pusat maupun desa untuk membimbingdan mengadakan pelatihan guna melanjutkan program dari mahasiswa KPM IAI Bunga Bangsa Cirebon