cover
Contact Name
Siti Rohimah
Contact Email
jurnalkeperawatangaluh@gmail.com
Phone
+6281323566058
Journal Mail Official
jurnalkeperawatangaluh@gmail.com
Editorial Address
Prodi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Galuh Alamat: Jalan RE. Martadinata No. 150 Ciamis
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Galuh
Published by Universitas Galuh
ISSN : -     EISSN : 26564122     DOI : https://doi.org/10.25157
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Galuh, merupakan jurnal ilmiah nasional sebagai sarana berbagi ilmu yang memfasilitasi hasil-hasil karya ilmiah bidang keperawatan yang mencakup keperawatan maternitas, Keperawatan medikal bedah, keperawatan anak, keperawatan anak, keperawatan keluarga, keperawatan komunitas, keperawatan gawat darurat dan manajemen keperawatan. Jurnal Keperawatan Galuh diterbitkan oleh Prodi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Galuh yang berdomisili di Jalan RE. Martadinata No. 150 Ciamis diterbitkan secara on line dengan no e-ISSN : 2656-4122. terbit 2 kali dalam satu tahun setiap bulan Januari dan Juli.
Articles 108 Documents
FAKTOR SOSIODEMOGRAFI YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI DAERAH BENCANA Purnomo Romadhani Tri; Jati Intan Asmara; Nurhidayati Istianna
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 4, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v4i1.7320

Abstract

Proses menua membuat setiap orang secara alami mengalami perubahan fisik, mental dan sosial yang mulai menurun. Akibat penurunan tersebut menunjukkan bahwa lansia mengalami berbagai masalah yang berdampak pada kualitas hidup lansia. Review jurnal ini bertujuan untuk mengetahui faktor sosiodemografi yang berhubungan dengan kualitas hidup lansia di daerah bencana. Review jurnal ini menggunakan metode pencarian artikel penelitian di beberapa database dengan menggunakan kata kunci tertentu pada periode 2011-2020. Hasil pencarian didapatkan 7 jurnal sesuai dengan kriteria inklusi. Peneliti kemudian menilai jurnal dan mendapatkan 5 jurnal yang akan direview. Review jurnal dilakukan berdasarkan tujuan, populasi dan sampel, metode, hasil utama, dan kesimpulan. Hasil review jurnal menunjukkan bahwa faktor sosiodemografi yang berhubungan dengan kualitas hidup lansia antara lain usia, jenis kelamin, status perkawinan, pendidikan dan pekerjaan. Kesimpulan dalam review jurnal ini menunjukkan bahwa faktor sosiodemografi yang paling mempengaruhi kualitas hidup lansia adalah usia. The process of getting old exposes everyone naturally experiencing physical, mental and social changes which begin to decline. As a result of this decline, it shows that the elderly are experiencing various problems that have an impact on the quality of life of the elderly. This journal review aims to know the sociodemographic factors associated with the quality of life of the elderly in disaster areas. This journal review uses the method of searching research articles in several databases using certain keywords in the 2011-2020 period. The search results obtained 7 journals according to the inclusion criteria. The researcher then assessed the journal and obtained 5 journals that would be reviewed. The journal review is conducted based on the objectives, population and sample, methods, main results, and conclusions. The results of the journal review show that sociodemographic factors related to the quality of life of the elderly include age, gender, marital status, education and employment. The conclusion in this journal review showed that sociodemographic factors mostly influence the quality of life of the elderly is age.
HUBUNGAN PENERAPAN ASPEK SPIRITUALITAS PERAWAT DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL PADA PASIEN DI RUANG RAWAT INAP PUSKESMAS MANONJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2021 Asri Aprilia Rohman
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 4, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v4i1.5679

Abstract

Perawat harus berupaya membantu memenuhi kebutuhan spiritual klien sebagai bagian dari kebutuhan menyeluruh klien. Kebutuhan spiritual pasien yang terpenuhi menjadikan pasien lebih tenang dalam menghadapi penyakit yang dideritanya, sabar dan tidak mudah cemas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan penerapan aspek spiritualitas perawat dengan pemenuhan kebutuhan spiritual pada pasien di Ruang Rawat Inap Puskesmas Manonjaya Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan "cross sectional" sampel dalam penelitian ini yaitu 45 pasien yang di rawat inap di Puskesmas Manonjaya kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya periode bulan April-Mei Tahun 2021 dengan teknik sampel total sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan aspek spiritualitas perawat pada pasien sebagian besar perawat menerapkan aspek spritual dengan tidak baik yaitu sebanyak 30 orang (66,7%), pemenuhan kebutuhan spiritual pada pasien sebagian besar kebutuhan spiritual pasien tidak terpenuhi yaitu sebanyak 28 orang (62,2%) dan terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan aspek spiritualitas perawat dengan pemenuhan kebutuhan spiritual pada pasien karena nilai α > ρ value (0,05 > 0,000) dan nilai chi square (χ2) hitung > chi square (χ2) tabel (15,000> 3,841).The nurse must try to help meet the client's spiritual needs as part of the client's overall needs. The patient's spiritual needs are fulfilled, making the patient calmer in dealing with the illness he is suffering from, patient and not easily anxious. The purpose of this study was to determine the relationship between the application of the spiritual aspect of nurses and the fulfillment of spiritual needs in patients in the Inpatient Room of the Manonjaya Health Center, Manonjaya District, Tasikmalaya Regency in 2021. This type of research was quantitative analytic with a "cross sectional" approach. The sample in this study were 45 patients who was hospitalized at the Manonjaya Health Center, Manonjaya District, Tasikmalaya Regency for the period April-May 2021 with a total sampling technique. The results showed that the application of the spiritual aspect of nurses to patients, most of the nurses applied the spiritual aspect badly, as many as 30 people (66.7%), the fulfillment of spiritual needs in patients, most of the patients' spiritual needs were not met, as many as 28 people (62.2 %) and there is a significant relationship between the application of the spirituality of nurses and the fulfillment of spiritual needs in patients because the value of > value (0.05 > 0.000) and chi square value (χ2) count > chi square (χ2) table (15,000> 3.841 ).
HUBUNGAN POLA ASUH IBU BEKERJA DENGAN TINGKAT PERKEMBANGAN ANAK USIA PRA SEKOLAH DI PERUMAHAN GRAHA BUDIASIH ASRI DUSUN BUDIASIH DESA CIBENDA KECAMATAN PARIGI PANGANDARAN TAHUN 2021 Dini Nurbaeti Zen; Heni Mulyani; Daniel Akbar Wibowo
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 4, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v4i1.7321

Abstract

Peran ibu dalam keluarga adalah memenuhi kebutuhan fisiologis, psikis dengan menerapkan pola asuh yang tepat pada anak. Anak pra sekolah merupakan fase emas artinya mengalami perkembangan dengan cepat sehingga anak berhak atas perkembangan yang baik. Permasalahan menjadi berbeda ketika ibu juga dalam bekerja karena waktu tidak dapat 100% dalam mengurus anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu bekerja dengan tingkat perkembangan anak usia pra sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 47 ibu dengan teknik sampel Total Sampling. Hasil penelitian menunjukan hampir setengah ibu menerapkan pola asuh permisif sebanyak 16 orang (34,04%) dan hampir setengah anak usia pra sekolah perkembangannya meragukan sebanyak 23 orang (48,9%). Analisis bivariat menggunakan uji Rank Spearman dengan hasil nilai P Value < α (0,001 < 0,05). Maka Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan pola asuh ibu bekerja dengan tingkat perkembangan anak usia pra sekolah. Maka untuk menjaga perkembangan tetap baik, orang tua perlu menerapkan pola asuh yang sesuai.The role of the mother in the family is to fulfill physiological and psychological needs by applying appropriate parenting styles to children. Pre-school children are a golden phase, meaning that they develop rapidly so that children have the right to good development. Problems become different when mothers are also at work because time cannot be 100% in taking care of children. The purpose of the study was to determine the relationship between parenting patterns of working mothers and the level of development of pre-school age children. The research method used is descriptive quantitative with a cross sectional approach. The sample used was 47 mothers with the total sampling technique. The results showed that almost half of the mothers applied permissive parenting as many as 16 people (34.04%) and almost half of the pre-school age children had doubts about 23 people (48.9%). Bivariate analysis using Spearman's Rank test with P Value < (0.001 < 0.05). So Ha is accepted and Ho is rejected. The conclusion of this study is that there is a relationship between parenting patterns of working mothers and the level of development of pre-school age children. So to maintain good development, parents need to apply appropriate parenting patterns.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG COVID-19 KEPADA KEPALA KELUARGA TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJAR I Agisti Raudlatul Fitri; Aneng Yuningsih; Fenty Rosmala
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 4, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v4i1.7318

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Covid-19 telah menjadi penyakit pandemi di seluruh dunia. Indeks Pembangunan Manusia yang dikembangkan oleh United Nations Development (UNDP) mencakup tiga indikator utama, yakni : pendidikan (education), kesehatan (health), dan ekonomi (economy). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang Covid-19 kepada kepala keluarga terhadap perilaku pencegahan Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Banjar I. Rancangan penelitian yang dilaksanakan oleh penulis yaitu menggunakan pre-experimental design dengan jenis one-group pretest posttest design. Populasi yang digunakan adalah seluruh kepala keluarga yang ada di Desa Balokang dengan jumlah 3.764 KK. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan nilai rata-rata perilaku kepala keluarga tentang pencegahan Covid-19 adalah 8,37 setelah diberikan pendidikan kesehatan. Nilai Pvalue yang diperoleh dari hasil uji statistik adalah 0,000 < 0,05 yang artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang Covid-19 kepada kepala keluarga terhadap perilaku pencegahan Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Banjar I. Penelitian selanjutnya diharapkan untuk melakukan penelitian lanjutan terhadap indikator menjaga jarak dan mengurangi mobilitas yang memiliki nilai rata-rata yang menurun untuk diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi indikator tersebut.The World Health Organization (WHO) has declared that Covid-19 has become a worldwide pandemic disease. Human Development Index developed by United Nations Development includes three main indicators, that is : Education, Health, and Economy. This study is aimed at learning about Covid-19’s effect on the family head’s Covid-19 preventive behavior in the workplace of The Banjar I health center. The design of this study was carried out by the author using a pre-experimental design of one group pretest posttest design. The population used was the entire family’s head in Balokang village with 3.764 family’s head. Sampling retrieval on this study uses an adhesive purposive random sampling. Studies have showm that an increase in the average family’s head behavior on Covid-19 prevention was 8,37 after being given a health education. The Pvalue that comes from a statistical test is 0,000 < 0,05 which suggest that there were Covid-19 health education on the family head as to Covid-19 preventive behavior in the region of The Banjar I health center. Further study is expected to do further study of the indicators of distance keeping and reducing average rates of mobility to see the factors affecting the indicators.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP LANSIA DALAM MENGATASI KEKAMBUHAN PENYAKIT REUMATIK DI KELURAHAN LINGGASARI KECAMATAN CIAMIS Dedeng Nurkholik; Intan Nurlaelasari; Tita Rohita; Nina Rosdiana
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 4, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v4i1.7162

Abstract

Rematik adalah suatu penyakit peradangan berupa nyeri,  pembengkakan, dan dapat menyebabkan kerusakan di sekitar sendi yang berakibat dapat mengganggu aktivitas. Lansia sangat beresiko terkena penyakit baik akut maupun kronis begitu juga dengan penyakit degenerative. Rematik merupakan salah satu penyakit degenerative yang perlu pemecahan masalah supaya kambuh kembali. Tingkat pengetahuan tentang reumatik di masyarakat teridentifikasi masih sangat kurang. Pengetahuan dianggap sangat penting dan sangat berdampak terhadap sikap dan prilaku npada lansia yang rematik. Tujuan penelitian ini adalah  mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap lansia dalam mengatasi kekambuhan penyakit reumatik di Kelurahan Linggasari Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis Tahun 2021. Metode penelitian menggunakan analitik kuantitatif melalui pendekatan cross sectional. Sampel adalah lansia penderita reumatik yang berusia 60 tahun di Kelurahan Linggasari Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis Tahun 2021 sebanyak 65 orang, pengambilanya dengan menggunakan proporsional random sampling. Hasil penelitian menunjukan lebih dari sebagian responden memiliki tingkat pengetahuan kurang 35 orang (53,8%), sebagian responden meliliki sikap unfavorable (tidak mendukung) 41 orang (63,1%) dalam mengatasi kekambuhan penyakit reumatik. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap lansia dalam mengatasi kekambuhan penyakit reumatik di Kelurahan Linggasari Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis.Tahun 2021 karena nilai a > ? value (0,05 > 0,000). Saran diharapkan dapat meningkatkan pengetahuannya dengan bertanya kepada.Rheumatism is an inflammatory disease in the form of pain, swelling, and can cause damage around the joints which can interfere with activities. The elderly are very at risk of developing both acute and chronic diseases as well as degenerative diseases. Rheumatism is one of the degenerative diseases that need problem solving in order to relapse. The level of knowledge about rheumatism in the community was identified as still very lacking. Knowledge is considered very important and has an impact on attitudes and behavior in the elderly with rheumatism. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge and the attitude of the elderly in overcoming the recurrence of rheumatic disease in Linggasari Village, Ciamis District, Ciamis Regency in 2021. The research method used quantitative analysis through a cross sectional approach. The sample is the elderly with rheumatism who are 60 years old in the Linggasari Village, Ciamis District, Ciamis Regency in 2021 as many as 65 people, the selection is using proportional random sampling. The results showed that more than some respondents had a level of knowledge less than 35 people (53.8%), some respondents had an unfavorable attitude (not supportive) 41 people (63.1%) in overcoming the recurrence of rheumatic disease. There is a significant relationship between the level of knowledge and the attitude of the elderly in overcoming the recurrence of rheumatic disease in Linggasari Village, Ciamis District, Ciamis Regency. In 2021 because the value of a > ? value (0.05 > 0.000). Suggestions are expected to increase their knowledge by asking questions.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Retardasi Mental dengan Penerimaan Ibu yang Memiliki Anak Retardasi Mental Sedang di SDLB Negri Ciamis Tahun 2021 Nadya Dewi; Daniel Akbar Wibowo
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 4, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v4i2.8370

Abstract

Children are the most beautiful things given as a gift that must be cared for and cared. Mental retardation is a condition with less intelligence since the developmental period. Parents feel happy when given a perfect child but when given a less perfect child then the parents of both mothers will be disappointed not even able to accept the child. The purpose of the study was to find out the relationship between maternal knowledge and acceptance of mothers who have moderate mental retardation children. The research method used in this study was descriptive correlation, a sample used by 37 mothers who had moderate mental retardation children with total sampling techniques. The results found that most mothers had enough knowledge as much as 59.5% with a small percentage of positive acceptance rate of 27% and negative acceptance rate of almost half 32.4%, a small percentage of 18.9% have good knowledge with negative reception 5.4% and a small percentage have less knowledge and negative acceptance is 21.6%. So based on the results of statistical tests with a ƿ of 0.003 which means there is a relationship between maternal knowledge and acceptance of mothers who have moderate mental retardation children. Researchers suggest mothers are more active in their child's activities in order to create communicative relationships in order to help mothers accept the child's condition.
Hubungan Pengetahuan Dengan Tingkat Dukungan Keluarga dalam Upaya Mengontrol Hipertensi pada Lansia Endang Sawitri; Saifudin Zukhri; Romadhani Romadhani; Elin Agenesa Oktavia
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 4, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v4i2.8611

Abstract

Hipertensi adalah kondisi keadaan dimana tekanan darah systole dan diastole mengalami kenaikan yang melebihi batas normal (tekanan darah systole diatas 140 mmHg dan diastole diatas 90 mmHg. Penyakit hipertensi merupakan the silent disease karena orang sering tidak mengetahui dirinya terkena hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Prevalensi hipertensi yang mreningkat setiap tahun yang masih menjadi masalah kesehatan di masyarakat dikarenakan kurangnya pengetahuan keluarga tentang penyakit hipertensi. Dukungan keluarga diperlukan dalam mengontrol hipertensi pada lansia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan tingkat dukungan keluarga dalam upaya mengontrol hipertensi pada lansia. Metode penelitian ini adalah kuantitatif yang berjenis deskripsi analitik dengan pengambilan data metode cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua keluarga yang memiliki lansia hipertensia di Desa Jambukidul berjumlah 65 keluarga lansia danTehnik pengambilan sampel dengan Total sampling sebanyak 65 sampel. Analisa penelitian dengan menggunakan Uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian adalah responden yang pengetahuan cukup (43,1%), dan dukungan keluarga dalam upaya mengontrol hipertensi pada lansia baik (64,6%). Hasil analisis Spearman Rho diperoleh p value = 0,002 < α = 0,05, r = 0,385. Hubungan antara pengetahuan dengan dukungan keluarga dalam upaya mengontrol hipertensi pada lansia adalah lemah. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan pengetahuan dengan dukungan keluarga dalam upaya mengontrol hipertensi pada lansia.
The Effect of Triage on Occupational Health at the Kembangan Hospital during the Covid19 Pandemic Yuliati Yuliati; Kezia Irene Joseph
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 4, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v4i2.8363

Abstract

Introduction: Corona Virus Disease or also known as COVID-19 has become a major global health problem. Health workers are one of the groups most vulnerable to being exposed to SARS-CoV-2, so to protect occupational health from health workers, triage during the COVID-19 pandemic can play a key role. Recommendations for triage implementation have been issued in Indonesia and all hospitals need to implement the protocol, one of the government hospitals in the West Jakarta area is RSUD Kembangan. Further evidence is needed to prove that triage has an impact on the occupational health of health workers during the COVID-19 pandemic. The purpose of this study was to identify the effect of triage implementation on the health of health workers during the COVID-19 pandemic at Kembangan Hospital. This study used an associative design with a cross sectional method. This study used a total sampling technique, so the sample used in the study was the entire population, namely 27 health workers who worked in the triage area of Kembangan Hospital. The instruments used in the study were questionnaires and observation instruments. Validity and reliability tests were carried out at the Kebon Jeruk Health Center and found valid and reliable results. This study found the conclusion that there was an effect of implementing triage on the health of health workers during the COVID-19 pandemic at Kembangan Hospital
Hubungan Lama Penggunaan Gadget dengan Masalah Mental Emosional pada Anak Usia Pra Sekolah di TK Aba Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis Tahun 2021 Karina Agustin; Dini Nirbaeti Zen; Daniel Akbar Wibowo
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 4, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v4i2.8369

Abstract

Beberapa fenomena saat ini sedang menjadi issue hangat yang sering diperbincangkan yaitu tentang kecanduan gadget pada anak, dampak dari penggunaan gadget yang berlebihan dapat mengakibatkan masalah pada perkembangan sosial serta emosional pada anak. Dilaporkan bahwa tidak sedikit anak mengalami gangguan kecemasan, mudah emosi, dan gangguan perilaku akibat kecanduan gadget. Penggunaan gadget pada anak harus sesuai dengan rekomendasi yang telah ditentukan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama penggunaan gadget dengan masalah mental emosional pada anak usia prasekolah. Metode penelitian menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian sebanyak 75 responden dengan teknik sampel Total Sampling. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar anak menggunakan gadget dengan rentang waktu tidak normal sebanyak 42 orang (56,0%) dan sebagian besar anak ada masalah mental emosional yaitu sebanyak 40 orang (53,3%). Analisis bivariat menggunakan uji Rank Spearman dengan hasil nilai P Value < α (0,002 < 0,05). Maka Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya ada hubungan antara lama penggunaan gadget dengan masalah mental emosional pada anak usia pra sekolah. Maka diharapkan kepada orang tua untuk lebih meningkatkan pemahaman tentang waktu penggunaan gadget pada anak usia prasekolah yaitu tidak lebih dari 1 jam setiap harinya, sehingga tidak mengganggu perkembangan emosional pada anak.
Hubungan Antara Pengetahuan Masyarakat Tentang Protokol Kesehatan dengan Pencegahan Penularan Covid-19 di Desa Kertaharja Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis Tahun 2021 Nina Rosdiana; Aa Ahmad Suhendar
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 4, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v4i2.5689

Abstract

Persebaran Corona virus Disease-2019 (Covid-19) meningkat semakin cepat melalui tetesan air liur atau keluar dari hidung ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin secara langsung. Pengetahuan masyarakat tentang protokol kesehatan sangat penting dalam upaya pencegahan penularan covid-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan masyarakat tentang protokol kesehatan dengan pencegahan penularan Covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasi dengan populasi masyarakat di Desa Kertaharja Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis sebanyak 6.106 orang. Penentuan sampel secara proporsional sebanyak 98 responden. Analisis data menggunakan chi Square. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan masyarakat tentang protokol kesehatan termasuk cukup, pencegahan Covid-19 cukup baik dan ada hubungan antara pengetahuan masyarakat tentang protokol kesehatan dengan pencegahan penularan Covid-19 dengan p-value sebesar 0,000 < alpha 0,05. Peran petugas kesehatan sangat dibutuhkan untuk sosialisasi dan melakukan pemantauan di masyarakat dalam pencegahan Covid-19.

Page 5 of 11 | Total Record : 108