cover
Contact Name
Sukardin
Contact Email
jurnalprima8@gmail.com
Phone
+6887765978484
Journal Mail Official
jurnalprima8@gmail.com
Editorial Address
Sukardin MNS Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mataram Jln. Asri VI no.136 BTN Perum Elit Kota Mataram Phone: +6287765978484 Email: jurnalprima8@gmail.com
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
ISSN : 24770604     EISSN : 26215152     DOI : -
Core Subject : Health,
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan is a journal that publishes research results from the health field. This journal can publish research articles from various fields of health. However, the scope of the type of articles submitted is research articles in the field of health professions The Focus and Scope of Your Healthy Journal are as follows: - Basic nursing - Health care - Health Knowledge - Midwifery - Public health - Health education if the articles out of the listed scope will be automatically rejected by the editorial team before going into the review stage.
Articles 215 Documents
HUBUNGAN USIA DAN PARITAS IBU DENGAN KEJADIAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH (BBLR) DI RUANG BERSALIN RSUD PRAYA LOMBOK TENGAH Baiq Nova Aprilia Azamti
Jurnal PRIMA Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v4i1.96

Abstract

Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) adalah berat badan lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang usia kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia dan paritas ibu dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di Rumah Sakit Bersalin RSUD Praya Lombok Tengah tahun 2017. Metode yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan retrospektif, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di Ruang Bersalin RSUD Praya Lombok Tengah tahun 2018 dengan sampel penelitian berjumlah 63 orang. Hasil penelitian menunjukkan kategori umur dengan nilai pvalue (0,000 < 0,05), dan paritas dengan nilai p value (0,000 < 0.05) menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia dan paritas ibu dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) Usia dan paritas ibu hamil merupakan faktor resiko penyumbang kelahiraan bayi dengan BBLR di RSUD Praya Lombok Tengah.
PENGARUH BUDAYA SASAK DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN STATUS GIZI IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LABUAPI LOMBOK BARAT Dina Fithriana
Jurnal PRIMA Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v5i1.132

Abstract

Kasus gizi saat ini menjadi masalah yang menjadi perhatian indonesia. Gizi kurang dan buruk merupakan masalah yang dapat menimbulkan the lost generation. Kualitas bangsa dimasa depan akan sangat dipengaruhi keadaan atau status gizi pada saat ini, terutama pada balita dan ibu. Akibat gizi buruk dan gizi kurang bagi seseorang mempengaruhi kualitas kehidupan kelak (DepKes, 2009). Metode : Rencana penelitian yang digunakan yaitu cross sectional dengan cara pengambilan data yang dilakukan dalam waktu yang bersamaan. Populasinya adalah semua ibu hamil trimester II dan III di wilayah Kerja Puskesmas Parampuan Labuapi Lombok Barat. Jenis sampel dalam penelitian ini adalah Nonprobability Sampling dengan menggunakan tekhnik pengambilan sampel yaitu Quota Sampling sebanyak 30 responden. Analisa data dalam penelitian ini yaitu menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian : Hasil penelitian ini adalah Tidak ada pengaruh budaya Sasak dengan status gizi ibu hamil di wilayah Kerja Puskesmas Parampuan Labuapi dibuktikan dengan hasil uji statistik Chi Square dengan menggunakan program SPSS versi 20,0 didapatkan hasil p.value sebesar 0.523 dengan taraf signifikans α α. Tidak ada pengaruh pengetahuan ibu dengan status gizi ibu hamil di wilayah Kerja Puskesmas Parampuan Labuapi dibuktikan dengan hasil uji Chi Square yang dilakukan didapatkan nilai p=0.427 dan taraf kesalahan 0,05. p.value < α. Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini adalah diharapkan kepada ibu hamil untuk meningkat asupan nutrisi supaya status gizinya lebih baik dan terpenuhi untuk mencapai kesehatan yang optimal.
PERBEDAAN KETEPATAN ANTARA RUMUS JOHNSON TOSHACH, RUMUS MODIFIKASI JOHNSON MENURUT SYAHRIR, RUMUS NISWANDER DAN RUMUS SML DALAM MENAKSIR BERAT BADAN LAHIR DI RUANG BERSALIN RSUD KOTA MATARAM Dina Fithriana
Jurnal PRIMA Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v6i1.169

Abstract

Angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Indonesia relative tinggi, yakni 25 kasus kematian bayi per 1.000 kelahiran dan jumlah ibu melahirkan yang meninggal dunia sebanyak 228 kasus per 1.000 kelahiran. Kematian bayi terbanyak disebabkan oleh Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Perlu dipertimbangkan ketepatan dalam penaksiran berat badan janin, akan tetapi belum ada suatu metoda pun yang berhasil membuat taksiran berat badan lahir dengan tepat. penelitian ini dilakukan di ruang bersalin RSUD Kota Mataram dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana perbedaan ketepatan antara rumus Johnson Toshach, rumus modifikasi Johnson menurut Syahrir, rumus Niswander dan rumus SML (Subagio, Masengi, Loho) dalam menaksir berat badan lahir.Rancangan penelitian adalah deskriptif komparatif. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang melahirkan di ruang bersalin RSUD Kota Mataram dengan jumlah sampel sebanyak 49 oang. Intrumen yang digunakan adalah pengkuran dan perhitungan.Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara berat badan lahir dengan rumus Johnson Toshach (p=0,115). Terdapat perbedaan yang signifikan antara berat badan lahir dengan rumus modifikasi Johnson menurut Syahrir (p=0,000). Terdapat perbedaan yang signifikan antara berat badan lahir dengan rumus Niswander (p=0,000). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara berat badan lahir dengan rumus SML (Subagio, Masengi, Loho) (p=0,974).Rumus SML (Subagio, Masengi, Loho) adalah yang terdekat dengan berat badan lahir bayi dengan mean difference 41.74461 dan nilai probabilitas 0,974. Sehingga rumus SML (Subagio, Masengi, Loho) dapat digunakan sebagai alternatif cara menaksir berat badan lahir sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan dan penanganan persalinan.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perawatan Mandiri Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werda (Pstw) Puspakarma Mataram Ni Made Sumartyawati
Jurnal PRIMA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v2i2.34

Abstract

Salah satu permasalahan yang ditimbulkan dari peningkatan jumlah penduduk lansia adalah peningkatan rasio ketergantungan lanjut usia yang dirawat oleh keluarga. Pada Usia lanjut terjadi penurunan fisik dan mental namun penting sekali menyiapkan mereka untuk mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari sehingga tidak bergantung kepada keluarga termasuk dalam hal perawatan diri. Berdasarkan hal tersebut  peneliti tertarik ingin mengkaji beberapa faktor yang berhubungan dengan kemandirian lanjut usia dalam hal perawatan mandiri pada PSTW Puspakarma Mataram.Desain penelitian yang digunakan studi korelasional dengan pendekatan Cross sectional. Populasi sebanayk 76 dengan teknik sampling purposive sehingga didapatkan 43 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan pengolahan data menggunakan Spearman rank. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan Uji korelasi Spearman rank didapatkan nilai Rho (r)untuk faktor fisik dengan perawatan mandiri  sebesar 0,536 artinya kekuatan korelasi sedang dan significant (2-tailed) sebesar 0,000 angka ini lebih kecil dari nilai α=0.05 artinya bahwa Ha diterima. Kemudian untuk uji hubungan faktor kesehatan psikis dengan perawatan mandiri pada lansia, didapatkan nilai Rho (r) sebesar 0,434 artinya kekuatan korelasi sedang dan significant (2-tailed) sebesar 0,004 angka ini lebih kecil dari nilai α=0.05 artinya bahwa Ha diterima. Dan untuk uji hubungan faktor kesehatan sosial dengan perawatan mandiri pada lansia, didapatkan nilai Rho (r) sebesar -0,128 artinya tidak ada kekuatan korelasi hubungan antar variabel artinya bahwa Ha ditolak.Faktor- faktor yang berhubungan dengan perawatan mandiri pada lansia di PSTW Puspakarma Mataram terdapat 2 faktor yang mendukung yaitu faktor kesehatan fisik dan psikis. diharapkan dalam pemberian  asuhan keperawatan lansia agar kemandirian lansia didorong dalam perawatan dirinya.
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINSI BUAH MENGKUDU DAN MADU TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DARA WILAYAH KERJA PUSKESMAS DARA RASA NAE BARAT KOTA BIMA Eva Marvia
Jurnal PRIMA Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v3i2.87

Abstract

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah penyebab utama penyakit jantung, otak, syaraf, kerusakan hati dan ginjal. Banyak penderita hipertensi yang bosan minum obat penurun tekanan darah karena menimbukan ketergantungan dan harga yang mahal, membuat sebagian masyarakat memilih obat tradisional untuk mengobati hipertensi untuk mengobati hipertensi, salah satunya adalah buah mengkudu dan madu. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen designs, menggunakan rancangan pretest-posttest dengan rancangan kontrol group pre-test post-test, jumlah sampel 40 responden dengan teknik purposiv sampling. Data dikumpul menggunakan lembar observasi tekanan darah kemudian hasil dianalisa menggunakan uji t test. Dari hasil penelitian ini didapatkan ada perbedaan bermakna hasil selisih pretest-posttest pada kelompok perlakuan adalah nilai (-1.751) < dari .096 berarti H0 ditolak berarti ada pengaruh kombinasi jus buah mengkudu dan madu terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Dara Rasa Nae Barat Kota Bima. Diharapkan responden menggunakan pengobatan alternative tentang terapi minum kombinasi jus buah mengkudu dan madu sehingga tekanan darah mereka dapat menjadi lebih baik.
PENGARUH PENERAPAN KIE (KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI) TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PERIOPERATIF KATARAK DI RUMAH SAKIT MATA NTB Baiq Nova Aprilia Azamti
Jurnal PRIMA Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v4i2.120

Abstract

Katarak merupakan suatu penyakit yang terjadi karena timbulnya kekeruhan pada lensa mata yang mengakibatkan terjadinya penurunan visus pengelihatan yang jika tidak dilakukan penanganan akan mengakibatkan terjadinya kebutaan. Ansietas atau kecemasan merupakan salah satu faktor dari penderita katarak yang bisa mempengaruhi seseorang untuk dilakukan operasi katarak, hal ini dikarenakan oleh timbulnya keraguan dan rasa takut pada pasien yang meyebabkan terjadinya penolakan untuk dilkukan operasi. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimental, dengan tehnik sampling Accidental Sampling. Sampel penelitian yaitu pasien katarak di Rumah Sakit Mata NTB dengan denga jumlah sampel sebanyak 40 responden. Analisa data menggunakan Ujii T-test. Berdasrkan hasil analisa menunjukkan nilai probabilitas sebesar 0,000,< 0,05, menunjukkan ada pengaruh penerapan KIE(Komunikasi, Informasi dan Edukasi) terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien perioperatif katarak di Rumah Sakit Mata NTB. Berdasarkan hasil analisa di atas menunjukkan bahwa penerapan KIE pada pasien perioperative katarak memiliki pengaruh yang signifikan untuk dapat menurunkan tingkat kecemasan pada pasien perioperative katarak.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TENTANG DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RSUD PATUT PATUH PATJU LOMBOK BARAT Ni Nyoman Santi TU
Jurnal PRIMA Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v2i1.158

Abstract

Kekurangan dalam pendokumentasian asuhan keperawatan dapat mengakibatkan ketidakkonsistenan asuhan keperawatan dan tidak mampu mengevaluasi terapi yang efektif. Di RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat kekurangan tersebut dikarenakan pencatatannya tidak memenuhi kriteria standar dokumentasi yang berupa kelengkapan, akurasi dan relevansi. Pada studi pendahuluan yang peneliti lakukan pada 100 dokumen asuhan keperawatan didapatkan nilai keberhasilan dokumentasi pengkajian 26%, diagnosa keperawatan 25%, perencanaan 41%, tindakan keperawatan 55%, evaluasi 50%. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional, jumlah populasi 57 orang dan besar sampel setelah dilakukan kriteria inklusi dan ekslusi didapatkan jumlah 50 orang responden dan 50 dokumentasi askep, tekhnik sampling menggunakan Purposive Sampling. Pengumpulan data pengetahuan dan sikap perawat dengan menggunakan kuesioner dan data pendokumentasian asuhan keperawatan menggunakan lembar observasi instrumen A dari Depkes yang kemudian dianalisa dengan menggunakan uji Spearman rank dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisa data didapatkan hubungan pengetahuan perawat tentang dokumentasi asuhan keperawatan dengan pendokumentasian asuhan keperawatan adalah p = 0,003 dan tingkat hubungan rendah (r = 0,342), hubungan antara sikap perawat tentang dokumentasi asuhan keperawatan dengan pendokumentasian asuhan keperawatan adalah p = 0,024 dan tingkat hubungan rendah (r = 0,246). Perawat dengan pengetahuan yang baik cenderung melakukan pendokumentasian asuhan keperawatan dengan lengkap dan perawat dengan sikap yang tidak mendukung cenderung melakukan pendokumentasian asuhan keperawatan dengan tidak lengkap, sehingga kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan dan sikap perawat tentang dokumentasi asuhan keperawatan dengan pendokumentasian asuhan keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat.
Pengaruh Senam Ergonomis Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Lansia Dengan Osteoartritis Di Pstw “Puspakarma” Mataram Ni Made Sumartyawati
Jurnal PRIMA Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v2i1.20

Abstract

Jumlah lansia Indonesia mencapai jumlah 28 juta jiwa pada tahun 2012 dan angka ini akan terus bertambah setiap tahunnya. Salah satu penyakit yang sering diderita oleh lansia adalah osteoarthritis dimana salah satu gejala utama pada penyakit osteoarthritis adalah adanya gangguan rasa nyeri. Lebih dari 85% lansia usia >65 tahun terkena osteoartritis. Di Panti Sosial Tresna Werdha “Puspakarma” Mataram terdapat 62 lansia atau 87.3% mengalami osteoartritis dari total keseluruhan lansia.            Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pra Eksperimen dengan rancangan penelitian “One Group Pre Test-Post Test with control group desaign”. Populasi pada penelitian ini adalah lansia yang mengalami osteoartritis di Panti Sosial Tresna Werdha “Puspakarma” Mataram. Teknik sampling menggunakan teknik purposive sampling dengan Jumlah sampel 54 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dengan skala nyeri bourbanis. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisa dengan rumus T-test berpasangan untuk menentukan pengaruh perlakuan dengan taraf sigifikan 5%.            Pada penelitian ini didapatkan hasil nilai T hitung 5.0397 dan nilai T Tabel 2.006 jadi didapatkan T Hiting > T Tabel (5.0397 > 2.006). dengan interpretasi demikian maka ada pengaruh senam ergonomis terhadap penurunan skala nyeri pada lansia dengan osteoartritis di Panti Sosial Tresna Werdha “Puspakarma” Mataram.            Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh signifikan dilakukanya senam ergonomis dengan penurunan skala nyeri pada lansia dengan osteoarthritis di Panti Sosial Tresna Werdha  “Puspakarma” Mataram. Jadi diharapkan agar lansia melakukan senam ergonomis untuk mengurangi nyeri yang dirasakan pada penderita osteoartritis.
PENGARUH KOMUNIKASI THERAPEUTIK TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF LANSIA DEMENSIA DI DESA DASAN GERIA KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT I Made Eka Santosa
Jurnal PRIMA Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v3i2.77

Abstract

Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang di rencanakan secara sadar, bertujuan dan kegiatan di pusatkan untuk kesembuhan pasien. Pengunaan pendekatan komunikasi yang sesuai pada lansia dengan propesional kesehatan akan diperbolehkan untuk mengungkapkan kebutuhannya tetapi juga mendapatkan pemenuhan dari kebutuhan-kebutuhannya. Desain penelitian ini menggunakan pre eksperimental (one group pre test- post test design). Populasi mencakup semua lansia yang menderita Demensia di Dusun Gegutu Reban Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat, penentuan sampel menggunakan tehnik total sampling sehingga didapatkan sampel 20 responden. Data yang terkumpul akan ditabulasi dan dianalisa menggunakan uji t dengan tingkat kemaknaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t-hitung lebih besar dari t tabel (19,624 > 1,729) maka Ho ditolak, artinya ada pengaruh komunikasi terapeutik terhadap tingkat kemammpuan kognitif lansia demensia di Dusun Gegutu Reban Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Berdasarkan hasil penelitian, perawat sebagai care provider disarankan untuk mengaplikasikan komunikasi terapeutik sebagai salah satu intervensi bagi lansia yang mengalami gangguan kognitif demensia (pikun).
PENGARUH BRAIN GYM (SENAM OTAK) TERHADAP PENINGKATAN KESEIMBANGAN PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DI RS KOTA MATARAM Hadi Kusuma Atmaja
Jurnal PRIMA Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v4i2.111

Abstract

Stroke dianggap sebagai masalah besar yang tengah dihadapi hampir seluruh dunia, sehingga diperlukan gerakan (senam otak) yang menghasilkan stimulus yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh brain gym (senam otak) terhadap peningkatan keseimbangan pasien stroke non hemoragik Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain quasy experimental atau eksperimen semu dengan pendekatan crossectional yaitu variabel sebab atau risiko dan akibat atau kasus yang terjadi pada objek penelitian diukur dan dikumpulkan secara simultan. Penelitian ini dilakukan di RS Kota Mataram dengan 30 pasien dan analisis digunakan analisis univariat dan Bivariat analisis uji beda dua mean dengan independent Mann-Whitney test. Dari Hasil uji statistic didapatkan ada perbedaan yang signifikan antara responden diberikan perlakuan senam otak dibandingkan responden rawat jalan (group control) terhadap Berg Balance Scale (fugsi keseimbangan) dengan angka significancy p=0.001 (p < 0,05). Kesimpulan bahwa senam otak (brain gym) lebih efektif dibandingkan dengan rawat jalan terhadap peningkatan fungsi keseimbangan pada pasien stroke non hemoragik di RS Kota Mataram.

Page 11 of 22 | Total Record : 215