cover
Contact Name
Sukardin
Contact Email
jurnalprima8@gmail.com
Phone
+6887765978484
Journal Mail Official
jurnalprima8@gmail.com
Editorial Address
Sukardin MNS Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mataram Jln. Asri VI no.136 BTN Perum Elit Kota Mataram Phone: +6287765978484 Email: jurnalprima8@gmail.com
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
ISSN : 24770604     EISSN : 26215152     DOI : -
Core Subject : Health,
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan is a journal that publishes research results from the health field. This journal can publish research articles from various fields of health. However, the scope of the type of articles submitted is research articles in the field of health professions The Focus and Scope of Your Healthy Journal are as follows: - Basic nursing - Health care - Health Knowledge - Midwifery - Public health - Health education if the articles out of the listed scope will be automatically rejected by the editorial team before going into the review stage.
Articles 215 Documents
Pengaruh Pemberian Rebusan Biji Seledri (Apium Graveolens L) Terhadap Intensitas Nyeri Pada Lansia Penderita Reumatik Di Pstw Meci Angi Kota Bima Sukardin Ners
Jurnal PRIMA Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v2i1.25

Abstract

Sendi merupakan bagian tubuh yang paling sering terkena infalamasi dan degenerasi yang terlihat pada penyakit reumatik. Prevalensi reumatik di Indonesia menurut hasil penelitian mencapai 23,6% sampai 31,3%. Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian rebusan biji seledri (Apium Graveolens L) terhadap intensitas nyeri nyeri pada lansia penderita reumatik di PSTW Meci Angi Kota Bima.      Desain yang digunakan Analisa komparasional. Penelitian ini dilakukan PSTW Meci Angi Kota Bima. Tehnik pengambilan sampel adalah purposif sampling dan didapatkan jumlah responden sebanyak 30 lansia yaitu dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan lembar wawancara yang langsung ditanyakan oleh peneliti kepada lansia. Analisa data yang digunakan adalah Uji T-Tes Independent dengan α=0,05.       Dari hasil analisa data maka didapatkan bahwa ada pengaruh pemberian rebusan biji seledri terhadap intensitas nyeri pada lansia penderita reumatik yang dibuktikan dengan Uji T Independent dimana didapatkan P=0,037 < α=0,05.      Ada pengaruh yang signifikan antara pemberian rebusan biji seledri (APium Graveolens L) terhadap intensitas nyeri reumatik pada lansia. Untuk lebih mengoptimalkan pelayanan dan diharapkan kepada perawat agar dapat memberikan rebusan biji seldri kepada lansia yang mengalami nyeri reumatik.
HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN DENGAN PRESTASI AKADEMIK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI MARENTE ALAS KABUPATEN SUMBAWA BESAR NTB Endy Bebasari Ardhana Putri
Jurnal PRIMA Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v3i2.83

Abstract

Sarapan bagi anak sekolah bermanfaat untuk menghasilkan energi dalam kemampuan berpikir dalam proses belajar di sekolah. Menurut data riskesdas masih ada anak sekolah yang kekurangan energi, kemungkinan karena tidak memliki kebiasaan sarapan sesuai anjuran Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) Depkes RI. Hal ini akan mempengaruhi prestasi akademiknya karena tidak mampu berkonsentrasi saat belajar di sekolah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan kebiasaan sarapan dengan prestasi akademik siswa kelas IV SDN Marente Alas Kabupaten Sumbawa Besar. Penelitian ini merupakan uji korelasi dengan dua variable utama yang diuji dengan menggunakan uji t 2 sampel bebas dari SPSS 18 (α=0,05). Variable tersebut adalah kebiasaan sarapan dan prestasi akademik siswa kelas IV SDN Marente. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa tidak terdapat hubungan keduanya (p=0,807) karena terdapat energi yang dibutuhkan siswa untuk konsentrasi belajar menuju prestasi akademik baik tidak bergantung dari sarapan di rumah. Tidak menutup kemungkinan siswa tetap mengkonsumsi makanan mengandung energi di sekolah sehingga memperoleh prestasi akademik yang baik.
DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN KEMANDIRIAN REMAJA KELAS VIII SMP NEGERI MATARAM Rabiatul Adawiyah
Jurnal PRIMA Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v4i2.116

Abstract

Penelitian ini dilatarbelangi oleh terindikasi adanya kelompok siswa yang tidak mandiri ditandai dengan: tidak mampu mengambil keputusan sendiri, kurangnya inisiatif dalam bertindak, terlambat datang sekolah, nyontek ketika ujian berlangsung, tidak mengerjakan PR, tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru, sering bolos, berkeliaran di luar sekolah pada saat jam pelajaran, dan ada kasus lain yang dilakukan siswa seperti membawa kosmetik, merokok dan banyaknya data siswa yang tidak masuk sekolah pada hari pertama sekolah semester genap (laporan bimbingan konseling). Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasi analitik dengan dengan pendekatan cross sectional. Tehnik sampling dengan menggunakan Random sampling, Simple Random Sampling dengan jumlah sampel 196 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner. Teknik analisa data menggunakan uji spearman rank test. Hasil pnelitian tingkat dukungan sosial teman sebaya sebagian besar dikatakan tinggi sebanyak 175 responden (89,29%), kemudian tingkat kemandirian remaja sebagian besar dalam kategori tinggi yaitu sebanyak 176 responden (89,80%). Hal ini menunjukan bahwa tingkat dukungan sosial teman sebaya dan tingkat kemandirian remaja SMP Negeri Mataram berdsarkan hasil uji statistik spearman rank test diperoleh nilai p velue sebesar 0,029 dimana ≤ α (0,05) dengan nilai r hitung sebesar 0,156. Hal ini berarti hubungan yang ada berarti Ha diterima. Diperlukan bagi orang tua dan guru untuk mendorong kemandirian remaja dengan melalui dukungan sosial teman sebaya dan untuk para orang tua lebih memperhatikan lingkungan pergaualan anak remajanya.
HUBUNGAN PENDIDIKAN DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI PADA WANITA KAWIN USIA DINI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BONJERUK KABUPATEN LOMBOK TENGAH Sri Hardiani
Jurnal PRIMA Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v5i2.152

Abstract

Pendidikan adalah suatu proses yang unsur-unsurya terdiri dari masukan (input), yaitu sasaran pendidikan, dan keluaran (output) yaitu suatu bentuk perilaku baru atau kemampuan baru dari sasaran pendidikan. Proses tersebut dipengaruhi oleh perangkat lunak (soft ware) yang terdiri dari kurikulum, pendidik, metode dan sebagainya serta perangkat keras (hard ware) yang terdiri dari ruang, perpustakaan (buku-buku) dan alat-alat bantu pendidikan lain. Jalur pendidikan formal akan membekali seseorang dengan dasar-dasar pengetahuan, teori dan logika, pengetahuan umum, kemampuan analisis serta pengembangan kepribadian (Notoatmodjo, 2009). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendidikan dengan penggunaan kontrasepsi di Wilayah Kerja Puskesmas Bonjeruk Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan rancangan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita kawin usia dini pada 5 tahun terakhir yaitu tahun 2012-2016 yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Bonjeruk Kabupaten Lombok Tengah menggunakan teknik stratifide propotional random sampling. Data sebanyak 179 responden dengan menggunakan perhitungan jumlah sampel Lameshow. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Data dianalisis secara univariat dengan distribusi frekuensi, bivariat dengan menggunakan uji chi square dan multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada analisis bivariat, variabel pendidikan signifikan berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi yaitu (p
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG TRIAGE DENGAN PENERAPAN TRIAGE DI IGD RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PATUT PATUH PATJU KABUPATEN LOMBOK BARAT Antoni Eka Fajar Maulana
Jurnal PRIMA Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v3i1.68

Abstract

Triage is a selection system and the selection of patients to ensure the urgency level and the priority to give the treatment to the patients. Based on the data, there are 18 nurses in IGD Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh Patju West Lombok Regency. The results of the initial observation in IGD Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh Patju West Lombok regency shows that the initial treatment processdid not include the triage process, for example the patients get the treatment directly without determining the level of the urgency first. In this study, the researcher used descriptive correlational design. The population and the sample of this study were all of the nurses in IGD Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh Patju, West Lombok regency which amounts to 18 people. The instruments that are used in this study were observation sheet and questionnaire. The data analysis that is used in this study was chi-square with the significance level of 0,05%. In order to know the relation between the nurses’ knowledge of triage and the implementation of triage in IGD Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh Patju West Lombok regency, the researcher used chi-square to analyse the data. Based on the data analysis, the results shows that the calculation of SPSS with the significance level of P value = 0,040 with the error level α= 0,05. Therefore, the P value is < nilai α (0,040 < 0,05). In conclusion, this study shows that there is a relation between the level of the nurses’ knowledge of triage and the application of triage in IGD Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh Patju West Lombok regency. Therefore, from this study, the hospital can get the input to revise the standard procedure about triage in IGD Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh Patju West Lombok Regency. Key words : Knowledge, Application
PENGARUH RELAKSASI BENSON TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUANG NIFAS RSUD PRAYA Dina Fitriana
Jurnal PRIMA Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v4i2.107

Abstract

Sectio caesarea adalah prosedur bedah untuk pelahiran janin dengan insisi melalui abdomen dan uterus. Masalah yang paling mendominasi pada post SC adalah nyeri. Relaksasi Benson adalah salah satu cara untuk mengurangi nyeri, relaksasi ini dilakukan dengan cara menggabungkan relaksasi yang diberikan dengan kepercayaan yang dimiliki klien. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh Relaksasi Benson terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea di Ruang Nifas RSUD Praya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasy experiment dengan pre test-post test with control group. Pengambilan sampel dengan menggunakan quota sampling. Jumlah sampel sebesar 30 responden (15 responden kelompok eksperimen dan 15 responden kelompok kontrol). Tingkat nyeri diukur dengan skala mankoski. Hasil uji Paired sample test diperoleh nilai t-hitung 2,85 dan nilai t-tabel 2,04. Karena nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima yaitu ada pengaruh Relaksasi Benson terhadap penurunan nyeri post operasi sectio caesarea. Pada kelompok eksperimen sebelum diberikan Relaksasi Benson sebagian besar responden mengalami nyeri pada skala 3 berjumlah 5 orang (33,3%) dan pada kelompok kontrol sebagian besar responden mengalami nyeri pada skala 3 berjumlah 4 orang (26,7%). Sedangkan pada kelompok eksperimen setelah diberikan Relaksasi Benson sebagian besar responden mengalami nyeri pada skala 1 berjumlah 8 orang (53,3%) dan pada kelompok kontrol sebagian besar responden mengalami nyeri pada skala 4 berjumlah 5 orang (33,3%). Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Relaksasi Benson dapat menurunkan nyeri post sectio caesarea. Oleh karena itu disarankan kepada perawat maupun tenaga kesehatan lainnya dapat menerapkan Relaksasi Benson dalam pengembangan managemen non farmakologis dalam mengatasi nyeri pasien post operasi sectio caesarea.
PENGARUH ELEVASI KAKI TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN DENGAN TINDAKAN ANESTESI SPINAL DI RSUD KOTA MATARAM Dina Fithriana
Jurnal PRIMA Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v5i2.142

Abstract

Feet elevation is the position arrangement of where arranged undercarriage motion member on course is higher than the heart, so that blood return will mount because blood heaping at undercarriage motion member is not happened, so that degradation of blood pressure can be prevented. Extremities Elevation can give transfusion auto as much 400-500 ml blood so that vascular résistance of total periphery and blood pressure of mean artery descend. Hereinafter will there are dilatation of vena and venula periphery by blood pooling and can degrade to pour to return to heart so that can degrade to pour the heart and blood pressure degradation. Hypotension when taking place long time and not given therapy not will cause the hypoxia of network and organ. To know the influence of feet elevation to change blood pressure at patient with the action of anesthesia spinal in RSUD of Mataram City. This Research Design is done by using quasi experimental. Population in this research is all patient experiencing operation with the action of anesthesia spinal in RSUD of Mataram City. The sampling number in this research is 30 respondents. Data analysis result showed there is influence of feet elevation to change blood pressure at anesthesia spinal action in RSUD of Mataram City, this matter is showed by result of significance t-test of equal to t-count 2,045 with value = -6,8. In this research can be concluded that systolic and diastolic blood pressure is occurred the degradation, whereas this matter can be showed there is increasing of the heart efficiency working causing blood pressure degradation. In this case gift of anesthesia spinal by feet elevation as much once, more tent to result the change significant to the heart working efficiency causing blood pressure degradation.
Analisis Penguatan Kelembagaan Administrasi Kesehatan dalam Meningkatkan Prilaku hidup sehat bagi anak terlantar di Mataram Chairun Nasirin
Jurnal PRIMA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v1i1.16

Abstract

This study highlight the strengthening ofhealth administration ofthe health institution to improving the life quality regarding the_/uture implications to the health carejor the neglected children. The neglected phenomenon occurs due to the modern urban environment. No city like Mataram or even city anywhere in Indonesia is without the presence o/‘health problem ofneglected children. The data shows that in 2013, 78, 96 million children under the age of'l8 or 35percent of lndonesian population are need attentionfrom the health department. This is due to the children health were important role in improving the life quality ofthe children in the_ future.Key Words: Health Administration, Health Care, Neglected Children
HUBUNGAN PEMBEKALAN AKHIR PEMBERANGKATAN DENGAN PERILAKU BERISIKO TERTULAR HIV/AIDS PADA TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR I Made Eka Santosa
Jurnal PRIMA Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v3i1.59

Abstract

Human Immunodefficiency Virus (HIV) merupakan virus penyebab Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) yang dapat menyerang siapa saja termasuk TKI sebagai salah satu kelompok migran yang berisiko. Rendahnya tingkat pendidikan formal pada para TKI berkorelasi lurus dengan rendahnya pengetahuan mereka tentang HIV/AIDS. Untuk mengatasi kurangnya pengetahuan ini maka dilaksanakanlah program Pembekalan Akhir Pemberangkatan yang memuat materi tentang HIV/AIDS. Namun banyak PJTKI yang lalai untuk melaksanakan PAP tersebut sehingga tetap saja pengetahuan para TKI terbatas tentang HIV/AIDS. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional analytic. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh TKI baik laki-laki maupun perempuan (TKW) di Kabupaten Lombok Timur Propinsi NTB.Tehnik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah tehnik accidental sampling. Sampel berjumlah 461 responden. Dari pengolahan data didapatkan nilai korelasi Chi-Square Test sebesar 0.004 yang berarti lebih kecil dari nilai Alfa 0.05. Dengan demikian dapat disimpulkan ada hubungan antara pembekalan akhir pemberangkatan dengan perilaku berisiko tertular HIV/AIDS pada TKI di Kabupaten Lombok Timur. Bagi stakeholder yang terlibat dalam pengiriman TKI agar lebih mengefektifkan pembekalan akhir pemberangkatan terutama materi pencegahan HIV / AIDS bagi para TKI agar mengurangi kecenderungan perilaku berisiko tertular HIV / AIDS. Kata kunci : Prilaku berisiko HIV/AIDS, Pembekalan Akhir Pemberangkatan.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN JUS MENTIMUN DAN SEMANGKA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DUSUN AL-LIQOK WILAYAH KERJA PUSKESMAS KORLEKO LOMBOK TIMUR Eva Marvia
Jurnal PRIMA Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v4i1.97

Abstract

Hipertensi merupakan suatu kondisi dimana tekanan darah meningkat ditandai dengan tekanan sistolik 130 mmHg dan diastolic 86 mmHg. Cara mencegah agar hipertensi tidak menyebabkan komplikasi lebih lanjut, maka diperlukan penanganan yang tepat dan efisien. Penanganan hipertensi dapat dilakukan dengan pengobatan farmakologi dan non farmakologi. Salah satu alternatif penanganan hipertensi dengan non farmakologi yaitu dengan pemberian jus mentimun dan semangka. Tujuan dalam Penelitian ini adalah Untuk mengetahui perbedaan efektifitas antara pemberian jus mentimun dan semangka terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan Quasi eksperimen dengan two group pre-test post-test design, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 32 orang yang berada di Dusun Al-Likoq Wilayah Kerja Puskesmas Korleko, yang dibagi atas dua kelompok yaitu kelompok jus mentimun berjumlah 16 responden dan jus buah semangka sebanyak 16 responden. Berdasarkan uji statistik Wilcoxon Test diperoleh nilai signifikan yang diperoleh antara tekanan darah sistolik kelompok jus mentimun dan semangka adalah 0.000 dan nilai signifikan yang diperoleh antara tekanan darah diastolik kelompok jus buah mentimun dan semangka adalah 0.001. Nilai signifikan yang diperoleh lebih kecil dari 0.05 sehingga Ha diterima, artinya ada perbedaan efektifitas pemberian jus buah mentimun dan semangka dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jus mentimun dan semangka sama-sama dapat memberikan pengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jus mentimun dan semangka dapat dimanfaatkan sebagai obat alternative untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.