cover
Contact Name
Sukardin
Contact Email
jurnalprima8@gmail.com
Phone
+6887765978484
Journal Mail Official
jurnalprima8@gmail.com
Editorial Address
Sukardin MNS Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mataram Jln. Asri VI no.136 BTN Perum Elit Kota Mataram Phone: +6287765978484 Email: jurnalprima8@gmail.com
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
ISSN : 24770604     EISSN : 26215152     DOI : -
Core Subject : Health,
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan is a journal that publishes research results from the health field. This journal can publish research articles from various fields of health. However, the scope of the type of articles submitted is research articles in the field of health professions The Focus and Scope of Your Healthy Journal are as follows: - Basic nursing - Health care - Health Knowledge - Midwifery - Public health - Health education if the articles out of the listed scope will be automatically rejected by the editorial team before going into the review stage.
Articles 215 Documents
PENGARUH AMBULASI DINI TERHADAP WAKTU FLATUS PADA PASIEN POST SC DENGAN SPINAL ANASTESI DI RUANG NIFAS RSUD DR. R. SOEDJONO SELONG Ilmi, Nurul
Jurnal PRIMA Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v5i2.146

Abstract

Sectio caesarea (SC) is an operative procedure performed under anesthesia so the fetus, placenta and amniotic born through an incision in the abdominal wall and uterus. Spinal anesthesia was chosen for the Sectio Caesarea relatively safe for the fetus. The problem that is often experienced by post Sectio Caesarea patients is distended abdomen due to accumulation of gas due to the decrease intestinal peristalsis. Early mobilization is nursing implementation that can be done to speed up the flatus time of patients that will reduce the accumulation of gas in the intestinal organs. The purpose of this study was to determine the effect of early mobilization against flatus time in post sectio caesarea patients with spinal anesthesia in RSUD DR.R. Soedjono Selong. This study uses a pre-experimental design using one-shot case study with purposive sampling technique. The number of respondents are 27 patients. The collection of data through documentation and observation by filling checklist time of flatus. The data obtained were analyzed by One Sample T Test with a significance level of 0.05. From the results, 25 people (92.6%) flatus in less than 24 hours and 2 people (7.4%) flatus between 24 to 48 hours and no respondents who flatus in more than 48 hours (0%) , and one sample test results obtained Test p value = 0.161 (> 0.05). It can be concluded that Ha accepted which means early ambulation influence on the flatus time in patients with postoperative Sectio Caesaria in post partum room of RSUD Dr. R. Soedjono Selong. Early ambulation can accelerate the return of gastrointestinal function and time flatus. Therefore it was important to early ambulation in patients with spinal anesthesia post Sectio Caesaria to prevent the occurrence of abdominal distension.
Pemanfaatan Jamban Dengan Kejadian Diare Di Wilayah Kerja Puskesmas Parampuan Kabupaten Lombok Barat Adawaiyah, Rabiatun
Jurnal PRIMA Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v2i1.19

Abstract

  Rencana Strategis Kementrian Kesehatan bahwa pada  2010-2014 ditargetkan presentase rumah tangga yang menerapkan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) sebesar 70% pada tahun 2014. Pada tahun 2012 ditargetkan sebanyak 59% rumah tangga telah melaksanakan PHBS dan hasilnya sebanyak 56,70% rumah tangga telah melaksanakan PHBS. Jamban keluarga adalah suatu bangunan yang dipergunakan untuk membuang tinja atau kotoran manusia atau najis bagi suatu keluarga yang lazim disebutkakus atau wc (Madjid, 2009). Bagi rumah yang belum memiliki jamban, sudah dipastikan mereka itu memanfaatkan sungai, kebun, kolam, atau tempat lainnya untuk buang Air Besar (BAB). Dengan masih adanya masyarakat di suatu wilayah yang BAB sembarangan, maka wilayah tersebut terancam beberapa penyakit menular yang berbasis lingkungan diantaranya: penyakit cacingan, kolera (muntaber), diare, tipus, disentri, paratypus, polio, hepatitis B dan masih banyak penyakit lainnya. Tujuan penelitian adalah Mengetahui pemanfaatan jamban dengan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Parampuan Kabupaten Lombok Barat.  Berdasarkan tujuan penelitian, jenis penelitian adalah observasional yang bersifat retorspektif. Sampelnya adalah semua penduduk yang terdata dalam data kohor di wilayah kerja Puskesmas Parampuan Kabupaten Lombok Barat tahun 2014 yang memenuhi kriteria . Teknik pengembailan sampel pada penelitian ini adalah Non Probability Sampling, Total Sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder dari Puskesmas Parampuan, Kabupaten Lombok barat. Dari hasil analisis statistic dengan uji spearman rank diperoleh  nilai p value = 0,156 yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang significant antara aksesibiliti dengan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Parampuan.
PENGARUH MASASE TEKNIK EFFLEURAGE TERHADAP LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI LINGKUNGAN BATU RINGGIT SELATAN KELURAHAN TANJUNG KARANG KOTA MATARAM Aprilia Azamti, Baiq Nova
Jurnal PRIMA Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v6i1.173

Abstract

Usia lanjut sangat berkaitan dengan berbagai perubahan akibat proses menua seperti perubahan anatomi serta berbagai penyakit dan keadaan patologik akibat penuaan. Salah satu perubahan fisik yang terjadi pada lansia adalah meningkatnya tekanan darah atau hipertensi. Berdasarkan data posyandu lansia di Batu Ringgit Selatan lansia yang menderita hipertensi sebanyak 36,5%, dengan demikian penlitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimaan pengaruh terapi masase teknik effleurage terhadap tekanan darah lansia penderita hipertensi.Rancangan penelitian yang digunakan adalah pre-experimental designs one group pretest-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 42 Lansia. Jumlah sampel 38 orang dengan teknik pengambilan purposive sampling. Pengambil data menggunakan lembar observasi dan dianalisis dengan uji wilcoxon.Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian terapi, dimana sebelum diberikan terapi 68.42% lansia dengan tekanan darah hipertensi fase I, dan 2.63% dengan hipertensi fase II. Setelah diberikan terapi terjadi perubahan menjadi 0% lansia dengan kategori hipertensi fase II dan 18.42% dengan tekanan darah normal. Dari hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai sig (2-tailed) = 0.000 < α 0.05 menunjukkan ada pengaruh terapi massage teknik effleurage terhadap tekanan darah lansia penderita hipertensi di lingkungan Batu Ringgit kelurahan Tanjung Karang Kota Mataram.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terapi masase tehnik effleurage yang dilakukan secara teratur pada lansia akan membantu menurunkan tekanan darah lansia penderita hipertensi
PENGARUH TERAPI PIJAT SWEDIA TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI BALAI SOSIAL LANJUT USIA “MANDALIKA” NTB Rabiatul Adawiyah
Jurnal PRIMA Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v3i1.62

Abstract

The older the age is, it can cause the degrading of some physical or psychological functions experienced by people as the effect of aging process. It also includes triggering health problems in the elderly people. One of the degenerative disease that is mostly experienced by the elders is hypertension which is a chronic disease caused by the lacking of blood vessel’s wall elasticity as the effect of aging process. The Swedish massage therapy is one of complementary therapy which is believed to be effective in giving the relaxation responses and also to reduce the blood pressure. Then, it brought to a reseearch where it was aimed to examine the effect of Swedish massage therapy to the changes of blood pressure in elderly people “Mandalika” NTB. This research was using one group pre-post test design with 20 elderly people with hypertension as samples which were selected by purposive sampling method. Data analyzing used was paired t-test with 0,05 (5%) signifance level. Based on the statistical test, t-count is 8,048 and was compared with t-table on d.b =19, it had result on t-table 2,093.Thus, t-count > t-tablemeant that there was an effect of Swedish massage therapy to the change of blood pressure in elderly patients with hypertension. Based on this reseach,itcould be concluded that there was an effect of Swedish massage therapy to the changes of blood pressure in elderly patients with hypertension. Therefore, the Swedish massage could be used as an alternative care to help in reducing blood pressure especially to the elderly people with hypertension. Keywords: Elderly people;Hypertension; Swedish massage
HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN KEPATUHAN MENJALANI HEMODIALISA PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD DR. R SOEDJONO SELONG Suharti Ningsih
Jurnal PRIMA Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v4i1.100

Abstract

Tingginya angka kejadian gagal ginjal kronik dikemukakan oleh World Health Organization (WHO) Memperlihatkan angka penderita gagal ginjal baik akut maupun kronik mencapai 50% sedangkan yang diketahui dan mendapatkan pengobatan hanya 25% dan 12,5% yang terobati dengan baik. Upaya mekanisme koping yang dilakukan yaitu adaptif dan maladaptif. Mekanisme koping adaptif diperlukan bagi pasien gagal ginjal kronik untuk meningkatkan kepatuhan dalam menjalani terapi hemodialisa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dengan kepatuhan menjalani hemodialisa pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Dr. R Soedjono Selong. Penelitian ini dilakukan pada 28 sampel di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. R. Soedjono Selong dengan menggunakan tehnik Accidental sampling. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif korelational dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan lembar observasi. Pengolahan data menggunakan uji statistik Fisher's Exact Test. Hasil uji statistik didapatkan hasil bahwa ada hubungan mekanisme koping dengan kepatuhan menjalani hemodialisa pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Dr. R. Soedjono Selong dengan nilai p value
HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS GUNUNGSARI Indriani Indriani
Jurnal PRIMA Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v5i1.136

Abstract

Kematian maternal merupakan masalah kesehatan global yang menjadi indikator penting keberhasilan program kesehatan ibu. Salah satu faktor yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kematian ibu adalah masih banyaknya ibu hamil dengan anemia karena rendahnya konsumsi Fe (zat besi). Anemia zat besi pada ibu hamil salah satunya dipengaruhi oleh paritas. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan antara paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Gunungsari. Desain penelitian menggunakan metode Cross Sectional dengan pendekatan retrospektif. Metode sampling menggunakan Purposive Sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Populasi penelitian ini adalah semua ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Gunungsari bulan Januari-Oktober 2018 dan tercatat di buku registrasi kunjungan ibu hamil. Jumlah sampel sebanyak 61 responden. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan bahwa p value = 0,143 dimana p>0,05. Kesimpulannya tidak ada hubungan antara paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Gunungsari. Ibu hamil harus mengontrol kehamilannya secara teratur minimal 4 kali selama kehamilan di sarana kesehatan, karena anemia dapat terjadi pada ibu dengan paritas rendah sekalipun. Bagi peneliti selanjutnya, perlu mengadakan penelitian tentang faktor lain yang menyebabkan anemia pada ibu hamil
Analisis Peran Kepala Puskesmas Dalam Upaya Peningkatan Kinerja Bidan Desa di Kabupaten Lombok Timur Baiq Nova Aprilia Azamti
Jurnal PRIMA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v1i1.2

Abstract

Mutu dan kualitas pelayanan kesehatan tidak bisa terlepas dari peran bidan khususnya bidan desa yang secara langsung berinteraksi dengan masyarakat. Hal ini juga tidak bisa terlepas dari peran Kepala Puskesmas sebagai seorang manajar yang bertanggung jawab terhadap kualitas pelayanan yang diberikan, namun pada kenyataannya Kepala Puskesmas yang ada masih belum secara maksimal dapat menempatkan perannya sebagai manajer dengan baik.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan secara cross sectional. pengumpulan data dilakukan dengan tehnik wawancara mendalam ( Indepth Interview ) pada 4 Kepala Puskesmas sebagai informan utama, 4 bidan desa dan seorang Kepala Dinas Kesehatan sebagai informan triangulasi. Analisa data menggunakan metode analisis isi (content analysis).Hasil dari penelitian ini adalah belum sepenuhnya Kepala Puskesmas selaku manajer dapat menjalnkan perannya dengan baik . Hal ini dilihat dari peran interpersonal yang belum dapat dijalankan dengan maksimal dilihat dari masih jarangnya Kepala Puskesmas melakukan interaksi atau komunikasi langsung dengan masyarakat, begitu juga dengan peran yang terkait dengan informasi (Informational Role) belum sepenuhnya dapat dijalankan dengan optimal dilihat dari upaya monitoring yang tidak dilakukan secara rutin dan merata namun dilakukan saat ada masalah saja. Peran sebagai pengambil keputusan (Decisional Role) juga belum dapat dijalankan dengan baik dilihat dari belum sepenuhnya Kepala Puskesmas dapat menyumbangkan ide-ide maupun strategi-strategi baru yang masih dalam batas kewenangan guna dapat melakukan perubahan maupun perbaikan pada organisasi agar apa yang menjadi tujuan organisasi dapat tercapai.Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian adalah belum sepenuhnya Kepala Puskesmas selaku manajer yang bertanggung jawab penuh atas terselenggaranya semua kegiatan Puskesmas dapat menjalankan perannya dengan optimal. Solusi yang dapat dilakukan oleh Kepla Puskesmas adalah melakukan evaluasi diri terhadap peran yang telah dijalankan guna dapat melakukan perbaikan dan upaya dalam peningkatan kualitas kerjanya.
Hubungan Sosial Budaya Dan Status Ekonomi Terhadap Tingginya Pemakaian Alat Kontrasepsi Suntik Di Desa Karang Bayan Kecamatan Lingsar Wilayah Kerja Puskesmas Sigerongan Sri Murniati
Jurnal PRIMA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v2i2.40

Abstract

   Kontrasepsi adalah salah satu cara untuk mencegah terjadinya kehamilan yang bertujuan untuk menjarangkan kehamilan, merencanakan jumlah anak dan meningkatkan kesejahteraan keluarga agar keluarga dapat memberikan perhatian dan pendidikan yang maksimal pada anak.   Penelitian ini bertujuan untk mengetahui hubungan sosial budaya dan status ekonomi terhadap tingginya pemakaian alat kontrasepsi suntik di Desa Karang Bayan Kecamatan Lingsar Wilayah Kerja Puskesmas Sigerongan Kabupaten Lombok Barat.   Berdasrkan hasil uji statistic didapatkan kemaknaan atau dengan tingkat kesalahan ( ) 0,05 (ρ < 0,05, dengan perhitungan uji statistik Chi Square didapatkan nilai  adalah .000. Karena nilai  lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak yang berarti terdapat hubungan antara sosial budaya dan status ekonomi dengan tingginya pemakaian alat kontrasepsi suntik di desa Karang Bayan wilayah kerja Puskesmas Sigerongan Kecamatan Lingsar.    Dapat ditarik kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada hubungan antara social budaya dan status ekonomi dengan tingginya pemakaian alat kontrasepsi suntik di desa Karang Bayan wilayah kerja Puskesms Sigerongan Kecamatan Lingsar  Disarankan untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan kemampuan bidan ,khususnya dalam pembelajaran program kebidanan dan Keluarga Berencana  (KB
PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP KUALITAS TIDUR DI BALAI SOSIAL LANJUT USIA “MANDALIKA” NTB Rabiatul Adawiyah
Jurnal PRIMA Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v4i1.91

Abstract

Meningkatnya usia harapan hidup penduduk Indonesia membawa implikasi bertambahnya jumlah lanjut usia. Bahkan ada yang menyatakan abad 21 ini merupakan abad lanjut usia(Era Off population again) dengan demikian lanjut usia perlu mendapatkan perhatian dalam pembangunan nasional. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap kualitas tidur pada Lansia di Balai Sosial Lanjut Usia Mandalika Provinsi NTB. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Grup Pretest Posttest rancangan ini tidak ada kelompok pembanding (kontrol). Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah lansia yang berjumlah 22 orang. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan nonprabality sampling dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner dan lembar observasi serta analisa data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur sebelum diberikan senam lansia dalam kategori buruk 22 responden 100%, sedangkan setelah diberikan senam lansia kategori baik 10 responden 45% dan kategori buruk 12 responden 55%, hal ini juga dapat dilihat dari nilai uji analisa di dapatkan nilai p value 0,003 dengan taraf signifikan 0,05 maka p value < α sehingga H0 di tolak dan Ha di terima. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah didapatkan bahwa ada pengaruh senam lansia terhadap kualitas tidur pada lansia. Maka dari itu untuk senam lansia terhadap kualitas tidur bisa dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas tidur lansia.
PENGARUH TEHNIK STORY TELLING TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN HOSPITALISASI ANAK USIA PRA SEKOLAH YANG DIRAWAT DI RUANG ANAK RSUD SELONG LOMBOK TIMUR I Made Eka Santosa
Jurnal PRIMA Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v4i2.125

Abstract

Hospitalisasi atau suatu kondisi dirawat di rumah sakit/pelayanan kesehatan lain, merupakan suatu keadaan yang menimbulkan stres bagi seorang anak. Hospitalisasi sangat tidak menyenangkan bagi seorang anak, karena mereka tidak mengerti mengapa mereka harus dirawat di rumah sakit (Lewer, 1993). Kondisi ini merupakan manifestasi kecemasan dari anak yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Kecemasan ini disebut dengan kecemasan hospitalisasi. Kondisi tersebut tentunya memerlukan strategi yang tepat agar anak usia pra sekolah yang dirawat di rumah sakit dapat menerima tindakan medis atau keperawatan yang telah diprogramkan. Salah satu strategi komunikasi yang bisa diterapkan pada anak usia pra sekolah adalah tehnik komunikasi ”story telling” atau tehnik bercerita. Tehnik bercerita ini dapat membantu membuka pikiran anak dan dapat merubah persepsi anak terhadap kondisi stress menjadi kondisi yang tidak menakutkan. Perawat dapat memvariasikan cerita dengan topik-topik fiktif yang mendidik atau menggunakan cerita-cerita fabel, dongeng dan lain sebagainya. Mendengarkan cerita juga merupakan distraksi dari rasa sakit yang dialami anak. Dengan bercerita, perawat juga dapat mengubah koping mekanisme anak dari maladaptif menjadi adaptif, mengurangi stress hospitalisasi, sehingga anak dapat menerima tindakan yang diprogramkan untuk mempercepat proses penyembuhannya. Penelitian pra eksperiment ini berlokasi di Ruang Rawat Inap Anak RSUD Selong Lombok Timur, menggunakan one group pre test and post test design, dengan uji analisis statistik T-Test, untuk mengetahui pengaruh tehnik story telling terhadap kecemasan hospitalisasi anak usia sekolah. Dari hasil perhitungan T-test dengan menggunakan pre-post test dapat di peroleh T-hitung sebesar 12,283 dengan jumlah responden 19 orang di peroleh Df= N-1 = 18. Derajat kebebasan bernilai 18 pada T-tabel dengan taraf signifikasi 0,05 bernilai = 2,101 sehingga Ha dapat di terima artinya ada penurunan tingkat kecemasan pada pasien anak pra sekolah yang dirawat di RSUD Selong Lotim antara sebelum dan sesudah dilakukan terapi story telling dengan hasil mean post-test sebesar 14,84 sesudah diberikan terapi.

Page 9 of 22 | Total Record : 215