cover
Contact Name
Johan Winarni
Contact Email
jardik.jurnalakrab@gmail.com
Phone
+6281314950038
Journal Mail Official
jardik.jurnalakrab@gmail.com
Editorial Address
Jalan RS Fatmawati, Cipete Selatan, Cilandak, RT.6/RW.5, Cipete Sel., Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12410 +62 21-7693262/7657156
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Akrab (Aksara agar Berdaya)
ISSN : 25800795     EISSN : 27162648     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL AKRAB (Aksara agar Berdaya) adalah jurnal untuk mempublikasikan tulisan ilmiah populer, hasil penelitian/pengkajian, dan pengembangan model pembelajaran di bidang pendidikan nonformal, khususnya pendidikan keaksaraan dan pengembangan budaya baca masyarakat. Pengguna Jurnal adalah tenaga fungsional dari unsur Perguruan Tinggi, UPT PAUD dan Dikmas. Sanggar Kegiatan Belajar, dan para praktisi pendidikan nonformal. Jurnal Akrab diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Ditjen PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jurnal AKRAB menerima seluruh hasil penelitian dan pengembangan model pembelajaran meliputi bidang: Pendidikan keaksaraan dasar Pendidikan keaksaraan usaha mandiri Pendidikan multikeaksaraan Pengembangan budaya baca dan literasi masyarakat
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2011): April 2011" : 7 Documents clear
Pengantar Redaksi: Tema Kita Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D.
Jurnal AKRAB Vol. 2 No. 1 (2011): April 2011
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v2i1.195

Abstract

Budaya BacaAbad Digital: Pengaruh Teknologi Digital terhadap Minat Baca Yasraf Amir Piliang
Jurnal AKRAB Vol. 2 No. 1 (2011): April 2011
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v2i1.196

Abstract

Perkembangan teknologi dan budaya digital telah mengubah berbagai aktivitas dalam kehidupan sehari­ hari, termasuk aktivitas 'membaca. Membaca yang secara. konvensionai berkaitan dengan pemindahan informasi dan pengetahuann dan media tulis-cetak, seperti koran, majalah dan buku, kini hadir di dalam media elektronik-digitaL Keberadaan media baru ini, yang menggabungkan elemen­ elemen verbal audio dan visual telah mengubah makna 'membaca dan 'tekS. Membaca kini bersifat interaktif, non­ linear, dan multimedia; sementara 'teks'berubah menjadi 'hiperteks (hypertetx), yang jauh lebih menarik. Pesona multimedia dan hiperteks ini, cenderung mengurangi minat baca konvensionl yaitu membaca teks tulisan.
Gerakan Membaca Generasi Ketiga Agus M Irkham
Jurnal AKRAB Vol. 2 No. 1 (2011): April 2011
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v2i1.197

Abstract

Gerakan membaca tidak berada dalam ruang yang terisolasi dan steril. Ia senantiasa bertalian dengan kenyataan kehidupan, baik terbadap perkembangan kehidupan maupun situasi dinamis ynng terjadi pada tiap individu-individu orang itu sendiri. Oleh karenanya ia musti bersifat pegas pula terhadap perubahan zaman. Para pengiat budaya baca seyogianya mampu menangkap semangat zaman yang berlaku di hari itu. Salah satu bentuk kelenturan tersebut adalah kesediaan dan kesigapan gerakan membaca mengadopsi pola dan modus ikon budaya pop ke dalam aktivitas progmm membaca: gerakan membaca generasi ketiga. Para pelaku dan berbagai pi hakyang berkepentingan langsung terhadap gerakan membaca dan peningkatan budaya baca, terutama mereka yang berasal dari Taman Bacaan Masyarakat(TBM) dan komunitas Literasi mau tidak mau, Suka tak suka harus masuk ke fase ketiga gerakan membaca ini. Sehingga aktivitas membaca dan beragam penandaluaran budaya populer, yakni berupa aktivitas menonton (film), bermain game (online), berwisata (traveling) dan berbicara tidak lagi dalam situasi saling menegasi.
Menumbuhkan Minat Baca di Masyarakat Yanti Shantini; Mustofa Kamil
Jurnal AKRAB Vol. 2 No. 1 (2011): April 2011
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v2i1.198

Abstract

Untuk menumbuhkan minat baca masyarakat,beberapa upaya telah dilakukukan oleh pemerintah, baik melalui Departemen Pendidikan dan Kebudayaan maupun Departemen atau lembaga lainnya. Hal itu dilakukan mengingat minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah dibandingkan dengan-negara lain (Asia Tenggara). Beberapa layanan masyarakat dalam rangka meningkat­kan dan menumbuhkan minat baca antara lain: memberikan layanan kepada anak dan remaja, layanan kelompok pembaca khusus, layanan perpustakaan keliling dan berbagai kegiatan lain seperti melalui Taman Bacaan Masyarakat. Tujuan kegiatan ini; I} Mewujudkan suatu sistem penumbuhan dan pengembangan nilai ilmu yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 2) Mengembangkan masyarakat baca (reading society) lewat pelayanan perpustakaan dengan penekanan pada penciptaan lingkungan baca untuk masyarakat.
Mengawal Lahirnya Masyarakat Membaca: Best Practice Pustakawan Indonesia Mochamad Ariyo Faridh Zidni
Jurnal AKRAB Vol. 2 No. 1 (2011): April 2011
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v2i1.199

Abstract

Kebiasaan membaca merupakan fondasi kemajuan bangsa. Sejarah telah membuktikan itu dan para ahli mendukungnya. Dua faktor utama sebagai penghambat tumbuhnya kebiasaan membaca di masyarakat, yaitu faktor struktural dan faktor kultural. Ada tiga strategi sebagai solusinya yaitu strategi kekuasaan, persuasif dan normatif-reedukatif. Banyak peran yang dapat dimainkan oleh pustakawan dalam mengawal lahirnya masyarakat membaca. Best Practise penulis dalam menggunakan ketiga strategi tersebut membuktikan bahwa pustakawan dapat berperan di ranah kebijakan dengan membantu membuat produk hukum; menggunakan media massa untuk membentuk opini publik; memasuki profesi organisasi untuk advokasi atau membuat lembaga masyarakat untuk penguatan dan pemberdayaan; memasuki lembaga pendidikan untuk praksis kesadaran membaca bagi pemangku kepentingan pendidikan; terjun langsung mengedukasi masyarakat bermitra dengan lembaga profit dalam pengelolaan dan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR).
Pendidikan Keaksaraan Usia Dini dengan Mendongeng Mochamad Ariyo Faridh Zidni
Jurnal AKRAB Vol. 2 No. 1 (2011): April 2011
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v2i1.200

Abstract

Kegiatan mendongeng dengan membacakan cerita adalah kegiatan sederhana yang dilakukan dalam keluarga . Kegiatan sederhana ini ternyata sangat berperan dalam pendidikan keaksaraan bagi anak sejak dini usia. Dalam perannya tersebut, tidak hanya kemampuan membaca yang ditumbuhkan, namun juga kegemaran membaca yang menjadi faktor yang agak sulit untuk dikembangkan. Membangun suasana yang tepat untuk pendidikan keaksaraan pada usia awal anak, dapat dilakukan dengan baik dengan orang tua melakukan kegiatan mendongeng.
Rekonstruksi Minat Baca Anak Korban Gempa Bumi di Sumatera Barat Silfia Hanani
Jurnal AKRAB Vol. 2 No. 1 (2011): April 2011
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v2i1.202

Abstract

Gempa bumi yang terjadi di Sumatera Barat tahun 2009, telah berpengaruh terhadap rendahnya minat belajar anak-anak korban gempa ini. Hal ini dipengaruhi oleh tidak adanya guru dan pihak sekolah yang memiliki keterampilan dalam memulihkan masalah psikologis anak­ anak korban gempa tersebut. Gerakan gembira membaca bersama ternyata telah menjadi wadah yang berpotensi dalam memulihkan kondisi psikologis anak-anak korban gempa ini. Hal ini terbukti dengan kembalinya anak-anak korban gempa belajar dengan penuh kesungguhan dan tidak merasakan sekolah sebagai hal yang menakutkan. Sekolah dan guru pun sangat terbantu oleh kegiatan dalam melaksanakan misi pendidikannya. Dengan demikian, gerakan gembira membaca bersama ini perlu diteliti guna mendapatkan pendekatan dan bentuk kegiatan yang efektif untuk menangani masalah psikologis dan minat belajar tersebut. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilaksanakan dengan wawacara dan observasi partisipan. Hasil penelitian menemukan gerakan membaca bergembira bersama merupakan Satu kegiatan belajar untuk pemulihan psikologi dengan pendekatan sosial dan alam yang dilakukan secara bersama. Gerakan ini, dikonstruksi berdasarkan pendekatan motivasi MacClellan dan Kluckhon. Pemulihan psikologis untuk mengubah minat dan tindakan. Dalam konteks ini, minat dan tindakan itu diarahkan untuk meningkatkan minat belajar yang down akibat gangguan psikologis. Penelitian ini merekomendasikan agar guru dan pihak terkait memiliki kecakapan dan memperhatikan masalah psikologis anak-anak korban gempa, seperti yang dilakukan oleh gerakan membaca gembira bersama tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 7