cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Agrohorti
ISSN : 23373407     EISSN : 26143194     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Agrohorti merupakan jurnal on-line yang menyajikan artikel hasil penelitian, analisis kebijakan dan review yang berhubungan dengan budidaya tanaman dalam arti luas.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2014): Januari 2014" : 15 Documents clear
Karakterisasi Morfologi Anggrek Phalaenopsis spp. Spesies Asli Indonesia Ni'mah Fauziah; Sandra Arifin Aziz; Dewi Sukma
Buletin Agrohorti Vol. 2 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.498 KB) | DOI: 10.29244/agrob.2.1.86-94

Abstract

Keberadaan anggrek Phalaenopsis spesies atau anggrek hutan sudah semakin menurun, sehingga perlu dilakukan upaya perbanyakan untuk melestarikannya. Upaya perbanyakan melalui persilangan buatan merupakan salah satu upaya untuk menghasilkan tanaman yang lebih baik dari tetuanya, namun sering mengalami kegagalan akibat incompatibitas tetua. Hal tersebut dapat dikurangi dengan melakukan karakterisasi untuk mengetahui kekerabatan antar tetua persilangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari karakter morfologi 14 aksesi anggrek Phalaenopsis spesies yaitu Phalaenopsis gigantea A (PGA), Phalaenopsis bellina (PB),  Phalaenopsis amabilis Halong (PAH), Phalaenopsis violacea (PV), Phalaenopsis doritis (PD), Phalaenopsis schilleriana (PS), Phalaenopsis modesta (PM), Phalaenopsis cornu-cervi (PC), Phalaenopsis pantherina (PP), Phalaenopsis tetraspis (PT), Phalaenopsis pulchra (PPA), Phalaenopsis amabilis Cidaun (PAC), Phalaenopsis amabilis Trenggalek (PAT) dan Phalaenopsis gigantea B (PGB). Hasil penelitian menunjukkan setiap anggota masing-masing aksesi pada Phalaenopsis spesies memiliki kekerabatan sangat dekat yaitu 100% kecuali Phalaenopsis tetraspis yang berkerabat 87% akibat perbedaan bentuk ujung daun. Berdasarkan klasifikasi daun aksesi yang berkerabat dekat adalah Phalaenopsis gigantea A dengan Phalaenopsis bellina (87%), Phalaenopsis amabilis Trenggalek dengan Phalaenopsis gigantea B (87%), Phalaenopsis violacea dengan Phalaenopsis pulchra (87%) dan Phalaenopsis amabilis Halong dengan Phalaenopsis pantherina (87%). Berdasarkan klasifikasi bunga aksesi yang memiliki kekerabatan dekat adalah Phalaenopsis violacea dengan Phalaenopsis modesta (78%). Berdasarkan klasifikasi daun dan bunga aksesi yang berkerabat dekat adalah Phalaenopsis violacea dengan Phalaenopsis modesta (70%).
Efektivitas Herbisida IPA Glifosat 486 SL Untuk Pengendalian Gulma Pada Budidaya Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) Belum Menghasilkan I Gede Supawan; . Hariyadi
Buletin Agrohorti Vol. 2 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.489 KB) | DOI: 10.29244/agrob.2.1.95-103

Abstract

Penelitian dilakukan di perkebunan PTPN VIII Cikumpay Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada bulan September 2012 sampai Desember 2012. Penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas herbisida IPA glifosat 486 SL. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan satu faktor. Penelitian ini menggunakan 7 perlakuan dengan empat ulangan. Perlakuan dosis IPA glifosat 486 SL yang diberikan adalah 1.0 l ha-1 (P1), 1.5 l ha-1 (P2), 2.0 l ha-1 (P3), 2.5 l ha-1 (P4), 3.0 l ha-1 (P5), Penyiangan Manual (P6), dan Kontrol (P7). Herbisida IPA glifosat 486 SL tidak efektif menekan pertumbuhan gulma di perkebunan karet belum menghasilkan. Perhitungan rata-rata perlakuan herbisida pada setiap dosis tidak menunjukan perbedaan yang nyata walaupun secara umum terjadi penurunan berat kering gulma pada setiap perlakuan. Selama pengamatan tidak ditemukan gejala keracunan pada tanaman karet untuk setiap perlakuan dosis. Hal tersebut menunjukan bahwa aplikasi herbisida IPA glifosat 486 SL tidak berbahaya pada tanaman karet belum menghasilkan.
Pematahan Dormansi Rimpang Kaempferia parvifloraWall. ExBaker Muaz Adbdul Karim; Sintho Wahyuning Ardie; Nurul Khumaida
Buletin Agrohorti Vol. 2 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.955 KB) | DOI: 10.29244/agrob.2.1.104-114

Abstract

Kaempferiaparviflora (Zingiberaceae family) has a potency to be developed for a new medicinal plants in Indonesia. One of problems in its cultivation is the lack of planting material availability due to the long dormant period. The objectives of this research were to study the effect of various concentrations of BAP and ethephon, and also the effect of the prior growing condition to the dormancy breaking and shoot growth of K.parviflora rhizome. Two separate experiments were applied for two lots of rhizomes namely Cikabayan and Pasir Sarongge lots. Each experiment was arranged in completely random design with 2 factors. Experiment-1 used 4 concentrations of BAP (0, 50, 100, and 150 ppm) as the first factor. While, experiment-2 used 5 concentrations of ethephon (0, 200, 400, 600 and 800 ppm) as the first factor. The second factor in both experiments were prior shade condition at 55% artificial shading and natural shading. A rhizome without soaked application (control) and a rhizome with soaked by aquadestilata without PGRs (0 ppm) were used as compared items. Data was analyzed with ANOVA. Combined Analysis of Variance and t-test were performed in order to compare between 2 lots. Result showed that concentration of BAP until 150 ppm and concentration of ethephon until 800 ppm were not effective to stimulate bud induction time. Meanwhile, rhizome from 55% artificial shading had a shorter periode of dormancy than the natural shading. In the addition, plants from Pasir Sarongge rhizomes lot had more plant number, plant height, leaf number, leaf length, and leaf width than Cikabayan rhizomes lot.
Perluasan Indeks Seleksi Nilai Fenotipe Untuk Indeks Seleksi Nilai Pemuliaan Edizon Jambormias; Surjono Hadi Sutjahjo; Ahmad Ansori Mattjik; Yudiwanti Wahyu; Desta Wirnas
Buletin Agrohorti Vol. 2 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.997 KB) | DOI: 10.29244/agrob.2.1.115-124

Abstract

Indeks seleksi merupakan salah satu prosedur seleksi sifat berganda yang penting dalam prog­ram pemuliaan tanaman. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsi dan menduga parameter-parameter skor indeks dari metode-metode indeks seleksi nilai fenotipe, dan kemungkinan perluasannya bagi metode indeks seleksi nilai pemuliaan BLUP. Peragam fenotipe dan genotipe dari indeks basis dan Smith-Hazel digunakan sebagai landasan statistik untuk pendugaan parameter dan perluasan pengguna­an indeks. Penurunan rumus menghasilkan peragam aditif dan fenotipe bagi indeks seleksi berbasis nilai eigen, dan memperoleh parameter indeks seperti heritabilitas, koefisien deter­minasi, respons seleksi, respons seleksi tak langsung dan respons komponen sifat-sifat kuantitatif bagi semua metode indeks nilai fenotipe. Parameter peragam nilai pemuliaan sebenarnya dapat diduga dari analisis eigen dan keakuratan nilai pemuliaan BLUP yang memungkinkan metode indeks seleksi nilai fenotipe dapat diterapkan dengan prosedur yang sama pada nilai pemuliaan BLUP. Terakhir, heritabilitas dan koefisien determinasi indeks dapat digunakan dalam simulasi pembobot ekonomis untuk menghasilkan indeks terbaik.
Analisis Produktivitas Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di PT. Perdana Inti Sawit Perkasa I, Riau Willy Monika Yohansyah; Iskandar Lubis
Buletin Agrohorti Vol. 2 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.198 KB) | DOI: 10.29244/agrob.2.1.125-131

Abstract

Kegiatan magang dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman lapangan, serta bertujuan menganalisis faktor yang mempengaruhi produktivitas kelapa sawit, meliputi faktor umur tanaman, tenaga kerja panen, curah hujan,dan hari hujan. Kegiatan magang dilaksanakan di Kebun Sei Air Hitam, PT. Perdana Inti Sawit Perkasa I, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau pada bulan Februari-Juni 2013. Model yang digunakan untuk menganalisis adalah model analisis regresi linear berganda. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa umur tanaman, tenaga kerja panen, curah hujan, dan hari hujan berpengaruh nyata terhadap produktivitas kelapa sawit dengan nilai koefisien determinasi sebesar 79.8%. Uji asumsi klasik yang dilakukan terhadap model menunjukkan bahwa tidak terdapat autokorelasi, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan data sudah terdistribusi normal, sehingga model layak digunakan.

Page 2 of 2 | Total Record : 15