cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Agrohorti
ISSN : 23373407     EISSN : 26143194     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Agrohorti merupakan jurnal on-line yang menyajikan artikel hasil penelitian, analisis kebijakan dan review yang berhubungan dengan budidaya tanaman dalam arti luas.
Arjuna Subject : -
Articles 434 Documents
Pengelolaan Pemanenan dan Transportasi Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Bangun Bandar Estate, Sumatera Utara Pangeran Teguh Anugrah; Ade Wachjar
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.101 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18810

Abstract

Kegiatan penelitian di Bangun Bandar Estate bertujuan untuk mempelajari aspek teknis dan manajemen perkebunan kelapa sawit pada keadaan yang sesungguhnya. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mempelajari kegiatan panen dan transportasi tandan buah segar ke pabrik kelapa sawit. Manajemen panen yang dilakukan sudah baik yang ditunjukkan dengan adanya perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan panen sesuai dengan standar. Pada kegiatan panen yang perlu dievaluasi adalah rendahnya tingkat kesadaran pemanen terhadap pentingnya penggunaan alat pelindung diri. Evaluasi dilakukan terhadap mutu hancak dengan hasil yang baik, meskipun pada beberapa hal masih memerlukan pengawasan intensif seperti buah matang tidak dipanen dan berondolan tinggal. Mutu buah di tempat pengumpulan hasil (TPH) belum seluruhnya memenuhi standar, tetapi buah matang yang dipanen sudah sesuai dengan standar kematangan yaitu 83,2%. Pengangkutan buah telah dilakukan dengan baik dan sesuai dengan kapasitas unit angkut.
Pengelolaan Panen Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) di Afdeling 5 Kebun Tinjowan, Sumatera Utara Hiskia Simanjuntak; Sudirman Yahya
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.257 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18817

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan di Kebun Tinjowan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara bertujuan melatih keterampilan dan kemampuan dalam bidang perkebunan, serta memperoleh pengalaman kerja secara langsung dengan mempelajari aspek teknis maupun manajerial. Hal yang diamati dalam pengelolaan panen adalah angka kerapatan panen, kehilangan hasil, taksasi produksi, kualitas pekerjaan panen, rotasi panen, kriteria panen, kebutuhan tenaga panen, sarana dan prasarana panen, organisasi panen, serta transportasi panen. Hasil pengamatan menunjukkan pengelolaan panen perlu ditingkatkan. Pencegahan kehilangan hasil perlu digalakkan.
Keefektifan Konsentrasi dan Jenis Pelarut Tepung Umbi Teki (Cyperus rotundus L.) sebagai Bioherbisida Pratumbuh untuk Pengendalian Gulma Asystasia gangetica (L.) T. Anderson Dyana Chairannisa; M. A. Chozin
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.735 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18938

Abstract

Cyperus rotundus merupakan salah satu jenis gulma yang berpotensi untuk digunakan sebagai bioherbisida pratumbuh. Kandungan metabolit gulma teki Cyperus rotundus terbanyak terdapat pada bagian umbi. Penelitian ini bertujuan mengetahui keefektifan umbi teki (Cyperus rotundus) sebagai bioherbisida dalam menekan perkecambahan gulma Asystasia gangetica dan mengetahui jenis pelarut dan konsentrasi yang tepat dalam menekan perkecambahan biji gulma Asystasia gangetica. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga November 2016. Penelitian ini terdiri dari 2 percobaan. Percobaan pertama merupakan pengujian ekstrak tepung umbi Cyperus rotundus terhadap perkecambahan gulma Asystasia gangetica dengan menggunakan metode uji di atas kertas. Percobaan kedua merupakan pengujian ekstrak tepung umbi teki Cyperus rotundus terhadap perkecambahan gulma Asystasia gangetica menggunakan media tanah. Percobaan pertama dan kedua menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Perlakuan terdiri jenis pelarut metanol dan aquades, dan konsentrasi 50 g L-1, 100 g L-1, 150 g L-1, 200 g L-1, 250 g L-1 dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung umbi teki Cyperus rotundus mampu menekan perkecambahan gulma Asystasia gangetica pada media kertas. Hasil percobaan ini menunjukkan kecenderungan makin tinggi konsentrasi makin menekan perkecambahan gulma Asystasia gangetica pada media kertas. Kedua jenis pelarut menunjukkan keefektifan yang sama dalam menekan perkecambahan pada media kertas. Tepung umbi teki yang diberikan belum efektif dalam menekan perkecambahan gulma Asystasia gangetica pada media tanah.
Pengelolaan Panen Bunga Cengkih (Syzygium aromaticum L.) di Kebun Branggah Banaran, Blitar, Jawa Timur Mukhtar Luthfi; Ani Kurniawati
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.525 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18940

Abstract

Penelitian bertujuan mempelajari dan meningkatkan keterampilan budidaya tanaman cengkih serta pengelolaan produksi bunga cengkih pada skala komersil. Kegiatan dilakukan selama empat bulan mulai Februari – Juni 2016 di Kebun Branggah Banaran, Blitar, Jawa Timur. Pengelolaan panen bunga cengkih diperlukan untuk menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen yang dihasilkan dan untuk menentukan waktu panen yang tepat, karena hasil produksi terbaik diperoleh pada saat bunga matang petik. Pengamatan yang dilakukan meliputi kapasitas pekerja, transportasi panen, sampling bunga, peralatan panen, taksasi panen dan teknik pengeringan. Hasil pengamatan menyatakan bahwa transportasi panen, kapasitas pekerja, sampling bunga dan ketepatan taksasi cukup baik namun masih terdapat kekurangan dalam penyediaan peralatan panen khususnya alat pelindung diri. Pemanenan dilakukan selama 3-4 bulan. Teknik pengeringan dilakukan menggunakan sinar matahari selama delapan hari dengan cuaca cerah. Pengelolaan panen di Kebun Branggah Banaran secara umum telah dilakukan dengan cukup baik.
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria terhadap Pertumbuhan Benih Pepaya di Pembibitan dan di Lapangan Septy Yurihastuti; Winarso Drajad Widodo; Ketty Suketi
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.622 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18941

Abstract

Pepaya (Carica papaya L.) merupakan salah satu buah tropika yang telah dibudidayakan secara intensif di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan konsentrasi PGPR yang tepat untuk pertumbuhan bibit pepaya di pembibitan dan di lapangan. Percobaan di laksanakan pada bulan Juli hingga Desember 2016 di Kebun Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, dengan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) 2 faktor dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas suspensi PGPR dengan konsentrasi 0, 5, 10 dan 15 dan komposisi media tanam yang terdiri atas kontrol tanah: pupuk kandang (M0), tanah: pupuk kandang: sekam (M1), dan tanah: pupuk kandang: cocopeat (M2) sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan. Hasil percobaan di pembibitan menunjukkan bahwa konsentrasi suspensi PGPR mempengaruhi tinggi tanaman, diameter batang dan panjang daun, sedangkan di lapangan menunjukkan bahwa konsentrasi suspensi PGPR mempengaruhi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun dan lebar daun, tetapi tidak mempengaruhi terhadap diameter batang tanaman pepaya. Komposisi media tanam selama di pembibitan tidak mempengaruhi semua parameter. Sedangkan selama pengamatan di lapangan, komposisi media tanah dan pupuk kandang (M0) dan tanah, pupuk kandang dan sekam (M1) mampu mempengaruhi tinggi tanaman dan jumlah daun.
Respon Genotipe Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merrill) dari Berbagai Negara Terhadap Kondisi Lingkungan Tumbuh Kebun IPB Sawah Baru Dewi Valentina Butar Butar; Iskandar Lubis
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.951 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18942

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari respon pertumbuhan dan produksi 130 genotipe kedelai dari berbagai negara terhadap lingkungan tumbuh Kebun Percobaan IPB Sawah Baru. Percobaan ini disusun dengan rancangan augmented dalam rancangan acak lengkap (RAL). Benih kedelai yang digunakan sebagai pembanding (kontrol) adalah kedelai varietas Tanggamus, Anjasmoro, Argo Mulyo, Wilis dan Tachinagaha (varietas Jepang) yang terdiri dari 5 ulangan sehingga terdapat 150 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe GmWMC192 yang berasal dari Nepal berdaya hasil tinggi dan beradaptasi baik pada lahan Kebun Percobaan IPB Sawah Baru. Hal ini dilihat dari persentase daya tumbuh di lapangan, tinggi tanaman, jumlah buku, jumlah polong per tanaman, dan persentase biji penuh/sempurna yang tinggi. Selain itu, genotipe GmWMC019 dan GmWMC042*2 yang berasal dari Korea Utara dan Republik Rakyat Cina berumur sangat genjah (66 hari) serta beradaptasi baik pada lahan Kebun Percobaan IPB Sawah baru. Kedua genotipe tersebut dapat digunakan sebagai sumber gen dalam perbaikan umur panen kedelai.
Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Kultivar Padi Lokal Kalimantan Kistia Arinta; Iskandar Lubis
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.741 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18943

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi beberapa kultivar padi lokal Kalimantan. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2015 hingga Mei 2016 di Kebun Percobaan Sawah Baru, Institut Pertanian Bogor. Rancangan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak satu faktor yaitu kultivar dengan 3 ulangan. Padi lokal yang digunakan dalam penelitian ini adalah kultivar Abung, Mayas, Samarindah, dan Timur dengan kultivar pembanding yaitu Jatiluhur dan IPB 8G. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kultivar berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi padi. Kultivar yang memiliki produktivitas tertinggi dan persentase gabah hampa per malai per rumpun terendah diantara kultivar lokal Kalimantan adalah Samarindah.
Analisis Produksi Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Di Kebun Buatan, Kabupaten Pelalawan, Riau Muhammad Firdaus Lubis; Iskandar Lubis
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.9 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18945

Abstract

Kegiatan penelitian dilaksanakan di PT. Inti Indosawit Subur, Kebun Buatan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau dari tanggal 13 Februari sampai dengan 13 Mei 2012. Kegiatan penelitian ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang budidaya tanaman kelapa sawit dan secara khusus menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kelapa sawit.Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder.Kebun Buatan secara umum sudah menerapkan teknik budidaya kelapa sawit sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedures) yang telah ditetapkan oleh perusahaan.Berdasarkan persamaan regresi linear berganda, produksi TBS (Tandan Buah Segar) dipengaruhi oleh jumlah hari kerja efektif tenaga kerja panen dan jumlah output pemanen.Nilai koefisien determinasi (R2) yang dihasilkan dalam analisis adalah 98.3%.Permasalahan utama adalah menurunnya produktivitas tanaman pada tanaman yang berumur lebih dari 22 tahun karena umur tanaman tersebut sudah diatas umur produktivitas maksimal rata-rata kelapa sawit.
Asesmen Carbon Footprint pada Produksi Minyak Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Sei Lukut, Kabupaten Siak, Riau Rizka Tri Arjuna; Edi Santosa
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.51 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18946

Abstract

Jejak karbon telah digunakan sebagai indikator dalam produksi yang berkelanjutan pada banyak tanaman, namun jejak karbon jarang dievaluasi pada pertanaman kelapa sawit di Indonesia. Kegiatan penelitian bertujuan untuk mengevaluasi jejak karbon tahunan pada produksi minyak kelapa sawit. Kegiatan dilaksanakan di kebun Sei Lukut, Kabupaten Siak, Provinsi Riau dari Maret sampai Juni 2016. Evaluasi pada jejak karbon mencakup kegiatan budidaya, pengolahan TBS di PKS, dan kegiatan rumah tangga. Lokasi studi telah mengaplikasikan manajemen produksi yang baik. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jejak karbon dari satu liter CPO adalah 9,55 kg.
Produksi Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) Organik dengan Berbagai Dosis dan Cara Aplikasi Pupuk Kandang Kambing Fitri Galih Kurnia; Maya Melati
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.681 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.19091

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan sumber protein nabati yang memiliki potensi diproduksi dengan sistem pertanian organik. Tujuan percobaan ini untuk mendapatkan dosis pupuk kandang kambing optimal dan cara aplikasi pupuk yang tepat untuk meningkatkan produksi kedelai organik. Percobaan dilaksanakan di Kebun Cikarawang, Bogor pada bulan April sampai Agustus 2014. Percobaan ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan dua faktor perlakuan terdiri atas dosis pupuk kandang kambing (0, 6, 12, dan 18 ton/ha) dan cara aplikasi pupuk (alur dan sebar) dengan tiga ulangan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pengaruh interaksi dosis dan cara aplikasi pupuk sangat nyata pada bobot kering 100 butir biji namun tidak nyata pada produktivitasnya. Jumlah polong isi per tanaman tertinggi (40,6 polong) dari pemberian 18 ton pupuk kandang kambing/ha dengan produktivitas 2,2 ton/ha. Jumlah polong isi per tanaman terbanyak (27 polong) dihasilkan dari cara aplikasi pupuk dalam alur. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disarankan cara aplikasi pupuk alur atau sebar dengan dosis rekomendasi 18 ton pupuk kandang kambing/ha dapat meningkatkan produksi kedelai organik.