p-Index From 2021 - 2026
7.907
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Buletin Agrohorti Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Jurnal Agroekoteknologi MUSTEK ANIM HA Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Journal of Tropical Crop Science JUARA : Jurnal Olahraga Jurnal Kreativitas PKM TEGAR: Journal of Teaching Physical Education in Elementary School Musamus Journal of Physical Education and Sport (MJPES) Jurnal Sporta Saintika Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Journal of Environmental Science and Sustainable Development Jurnal PORKES Jurnal Maenpo : Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Belantika Pendidikan Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat Jumper : Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga Jurnal Pendidikan Jasmani Khatulistiwa Citius: Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga, Dan Kesehatan ALSYS : Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Marathon: Jurnal Pendidikan Jasmani Universitas Tanjungpura JUARA Mutiara Pendidikan dan Olahraga International Journal of Oil Palm Artha Imperium: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Olahraga Nasional Biodiversitas Journal of Biological Diversity
Claim Missing Document
Check
Articles

The Diversity of Arbuscular Mycorrhizal Fungi in the Black Cumin Rhizosphere (Nigella sativa L.) in Cianjur, West Java, Indonesia Al Asad, Faisal; Kurniawati, Ani; Budi R, Sri Wilarso; Faridah, Didah Nur
Journal of Tropical Crop Science Vol 5 No 3 (2018): Journal of Tropical Crop Science
Publisher : Department of Agronomy and Horticulture, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.332 KB) | DOI: 10.29244/jtcs.5.3.126-131

Abstract

Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) is a type of fungus that can form a symbiotic mutualism with most plants. Some AMF can only be symbiotic with a certain plant species. This research aims to determine and obtain the genus AMF from black cumin (Nigella sativa L.) accessions from America, Turkey, Hong Kong, Slovenia, India, and Kuwait accessions which had been grown in West Java, Indonesia. Three samples from each accession, four replications each, were collected for examination. The results showed that six generas of AMF were found in the rhizosphere of black cumin: Glomus, Gigaspora, Acaulospora, Scutellospora, Dentiscutata, and Entrophospora. The genus Glomus was predominantly found in the Indian accession, i.e. 96.42 spores.Keywords: black cumin, diversity, fungi, exploration, AMF
Correlation of Leaf NPK and Leaf Pigments of Coleus atropurpureus L. Benth during Vegetative and Generative Phases Respita, Intan Annisa; Aziz, Sandra Arifin; Kurniawati, Ani
Journal of Tropical Crop Science Vol 6 No 03 (2019): Journal of Tropical Crop Science
Publisher : Department of Agronomy and Horticulture, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.003 KB) | DOI: 10.29244/jtcs.6.03.174-181

Abstract

Coleus atropurpureus L. Benth is a annual plant that has a distinctive leaf aroma and bitter taste. C. atropurpureus leaves contain phenolic compounds and antioxidants that can capture free radicals; free radicals play an important role in preventing various human diseases. A study was conducted to determine the correlation between leaf position (1st to 4th) at the vegetative and generative phases with leaf pigments, N, P, K, and total flavonoid concentrations. The results showed that leaf chlorophyll a, chlorophyll b, total chlorophyll, carotenoid, anthocyanin, nitrogen, and total flavonoids were higher in the vegetative phase. Therefore, C. atropurpureus is better harvested in the vegetative phase, and the 2nd leaf position can be used as indicator for N, K, pigments and total flavonoid content.
Peningkatan Produksi Jintan Hitam (Nigella sativa L.) dengan Pemberian Asam Humat dan Waktu Panen Berbeda Danar Hadisugelar; Ani Kurniawati; Sandra Arifin Aziz; Didah Nur Faridah
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 2 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.737 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i2.30069

Abstract

Jintan hitam (habbatussauda) adalah tanaman yang digunakan di seluruh dunia sebagai tanaman obat untuk pencegahan dan pengobatan penyakit. Biji dan minyak yang berasal dari biji adalah bagian yang sering digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari komponen produksi dan bahan aktif habatussauda dengan pemberian asam humat dan waktu panen berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Pasir Sarongge, Cianjur, Jawa Barat Indonesia pada bulan Mei sampai Desember 2019. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan pemberian asam humat 0, 1.5, 3.0, dan 4.5 ton ha-1 sebagai faktor pertama dan waktu panen berbeda pada 6, 7, 8, dan 9 minggu setelah antesis sebagai faktor kedua. Hasil penelitian menunjukkan pemberian asam humat sampai 3 ton ha-1 tidak menunjukkan pengaruh nyata pada produksi kapsul, biji dan produktivitas, namun pemberian asam humat 4.5 ton ha-1 menurunkan produksi kapsul dan biji. Pemberian asam humat dan waktu panen tidak berpengaruh nyata terhadap kadar dan produksi timokuinon. Waktu panen terbaik adalah 7 sampai 8 minggu setelah antesis pada produksi kapsul dan biji. Kata kunci: biji, habbatussauda, kapsul, timokuinon
Changes of Thymoquinone, Thymol, and Malondialdehyde Content of Black Cumin (Nigella sativa L.) in Response to Indonesia Tropical Altitude Variation . Herlina; Sandra Arifin Aziz; Ani Kurniawati; Didah Nur Faridah
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 24 No. 3 (2017): July 2017
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.061 KB) | DOI: 10.4308/hjb.24.3.156

Abstract

Black cumin cultivated in many subtropical regions in the world, including Asia, Middle East, and North Africa. The most active constituent of black cumin is thymoquinone representing 18.4%–24% of the volatile oil and thymol. Data about thymoquinone and thymol came from the country of origin, but no data from tropical region. This study aimed to analyze the production of chlorophyll, thymoquinone, thymol, and malondialdehyde from black cumin cultivated at three altitudes of Indonesian tropical region. The result showed that Kuwait accession cultivated at middle altitude contains the highest levels of thymoquinone (2940.43 mg/kg), and the highest levels of thymol were found in India accession cultivated at high altitude (141.46 mg/kg). Data showed that the level of malondialdehyde at low (220 meter above sea level [masl]) and middle (560 masl) altitudes is higher than high (1.280 masl) altitude.
Pertumbuhan Beberapa Jenis Sirih (Piper spp.) pada Berbagai Intensitas Naungan Ain Nur Rahmawati; Ani Kurniawati
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 3 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.809 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i3.14258

Abstract

Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh naungan terhadap pertumbuhan beberapa jenis sirih yang dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo, Institut Pertanian Bogor pada bulan Juli–Oktober 2014. Percobaan menggunakan rancangan petak tersarang, dua faktor dan empat ulangan. Petak utama yaitu persen naungan yang terdiri dari 4 taraf (0%, 25%, 55%, dan 75%) dan anak petaknya adalah lima jenis sirih yaitu sirih merah, sirih wulung, sirih hijau, sirih golden, dan sirih hitam. Hasil penelitian ini menunjukkan naungan berpengaruh terhadap pertumbuhan sirih. Berdasarkan produksi relatif terhadap kontrol kelima jenis sirih tersebut dapat dikelompokkan menjadi jenis tanaman yang menyukai terhadap naungan. Pertumbuhan lima jenis sirih terbaik terdapat pada taraf naungan 75%.
Pengelolaan Panen Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Riau Nurcahya Destiawan; Ani Kurniawati
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 2 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.184 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i2.15019

Abstract

Kegiatan penelitian dilaksanakan di kebun Sei Air Hitam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau pada bulan Februari-Juni 2013. Perencanaan panen yang dilakukan adalah perhitungan angka kerapatan panen (AKP),  taksasi  panen,  tenaga  kerja,  transportasi  panen,  rotasi  panen,  sarana  dan  prasarana  panen. Permasalahan yang terdapat dalam kegiatan panen adalah persentase AKP < 15%, pemakaian alat pelindung diri yang rendah, rotasi panen yang dipercepat dan kualitas panen yang tidak sesuai dengan standar perusahaan. Pengasawan terhadap kegiatan panen harus ditingkatkan sehingga kualitas panen sesuai dengan standar perusahaan.
Pengelolaan Panen Bunga Cengkih (Syzygium aromaticum L.) di Kebun Branggah Banaran, Blitar, Jawa Timur Mukhtar Luthfi; Ani Kurniawati
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.525 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18940

Abstract

Penelitian bertujuan mempelajari dan meningkatkan keterampilan budidaya tanaman cengkih serta pengelolaan produksi bunga cengkih pada skala komersil. Kegiatan dilakukan selama empat bulan mulai Februari – Juni 2016 di Kebun Branggah Banaran, Blitar, Jawa Timur. Pengelolaan panen bunga cengkih diperlukan untuk menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen yang dihasilkan dan untuk menentukan waktu panen yang tepat, karena hasil produksi terbaik diperoleh pada saat bunga matang petik. Pengamatan yang dilakukan meliputi kapasitas pekerja, transportasi panen, sampling bunga, peralatan panen, taksasi panen dan teknik pengeringan. Hasil pengamatan menyatakan bahwa transportasi panen, kapasitas pekerja, sampling bunga dan ketepatan taksasi cukup baik namun masih terdapat kekurangan dalam penyediaan peralatan panen khususnya alat pelindung diri. Pemanenan dilakukan selama 3-4 bulan. Teknik pengeringan dilakukan menggunakan sinar matahari selama delapan hari dengan cuaca cerah. Pengelolaan panen di Kebun Branggah Banaran secara umum telah dilakukan dengan cukup baik.
Motode Adaptasi Tanaman Sambung Nyawa terhadap Cahaya-UV untuk meningkatkan Produksi Flavonoid Winarso D. Widodo; Ani Kurniawati; Edi Djauhari P
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 13 No. 3 (2008): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.718 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh paparan tipe dan periode pemaparan radiasi UV pada karakter agronomi, tanggap fisiologi dan biokimia
Manipulasi Agronomi Bunga Iles-iles (Amorphophallus muelleri Blume) untuk Meningkatkan Produksi Biji Edi Santosa; Ani Kurniawati; Maryati Sari; Adolf Pieter Lontoh
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 21 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.836 KB) | DOI: 10.18343/jipi.21.2.133

Abstract

Corm of iles-iles (Amorphophallus muelleri Blume) is extracted for glucomannan production, a material that is widely used in medicinal, food, and beverage industries. Increasing demand on glucomannan promotes fast expansion of planting area in Indonesia, however, seed availability is limited. The objective of the experiment was to study corm age, planting distance, and planting depth in order to enhance seed production in A. muelleri. Two experiments were conducted under paranet of 65% in Leuwikopo Experimental Farm, Bogor Agricultural University (IPB) from June-November 2015. First experiment used 0- (bulbils), 1-, 2-, 3-, and 4-year-old corms. Second experiment used flowering 3-year-old corms, arranged by factorial of planting distance (0 × 0 cm and 50 × 50 cm) and planting depth (0 and 5 cm in depth). Results showed that flowering of A. muelleri was dependent on corm age, 96% of 3-year-old corms produced flower but none of the 1- and 4-years-old corms produced flower, whereas 8% of 2-year-old corms produced flower. Planting distance did not affect flower growth, while planting at a depth of 5 cm enhanced seed production. Present experiments imply that application of large 3-year-old corms, planting in dense population and at depth of 5 cm could enhance seed production of A. muelleri. It needs further investigation on seed quality from flowering of present treatments.
Kualitas Benih dan Pertumbuhan Bibit Tanaman Iles-Iles (Amorphophallus muelleri Blume) Asal Media Tumbuh Berbeda Maryati Sari; Edi Santosa; Adolf Pieter Lontoh; Ani Kurniawati
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 24 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.725 KB) | DOI: 10.18343/jipi.24.2.144

Abstract

Most of Amorphophallus muelleri seeds for corm production derives from natural production in the forest. The objective of research was to evaluate seed quality and seedling growth from natural and gibberellin (GA3)-induced flowering, and different growing media in order to develop seed production technology. The experiments were conducted at Leuwikopo Experimental Farm of Bogor Agricultural University, Bogor, Indonesia from August 2016-April 2017. A. muelleri seeds from six culture practices were compared, i.e., mother corms with natural flowering were planted in soil media, soil+rice husk charcoal, and soil+cow manure, and mother corms induced flowering using GA3 (1.000, 1.500, and 2000 ppm) were planted in soil media. Results indicated that berry size, color, seed color and size and seed germination rate were independent of seed production method, i.e., non-induction, GA3 induction, and growing media. Germination rate was >90%, and no abnormal sprouting was found. The highest seedling establishment, represented by full-expand of first leaf, was obtained from seeds of soil+rice husk charcoal media. Seedling from seeds of soil+rice husk charcoal and soil+cow manure media had larger leaves than the other treatments. Present study implies that application of rice husk charcoal or manure in the seed production of A. muelleri is important to obtain high quality seedling.
Co-Authors ,, Herlina . Herlina Ade Wachjar Ade Wachjar Adolf Pieter Lontoh, Adolf Pieter Adryade Reshi Gusta AFIFATUN NISA Ain Nur Rahmawati Aini , Sitti Nurul Alim Wulandari Karima Andika Triansyah Anita Th. Sinaga Anjeli Sulistianti Paisey Annisa, Anne Patmah Aplugi, Dewie Maria Agustien Arista, Nor Isnaeni Dwi Astari, Asty Sani Bambang Sapta Purwoko Bara, Asma BASUKI BASUKI Besse Amriati Besse Amriati Burhanudin, Mohamad Cahyo, Septian Dwi carsiwan, carsiwan Chusnul Arif Danar Hadisugelar Darius Dare Deden Drajat Matra Dedy Harto Delyani, Rista Destiawan, Nurcahya Didah Nur Faridah Didy Sopandie Diniaty Rosa Dwi Guntoro Dzaky, Rizky Indirwan Edi Djauhari P Edi Santosa Edvanido, Hijrianto Eko Sulistyono Elda Kristiani Paisey Elda Kristiani Paisey Endang Gati Lestari Eny Widajati Evi Setiawati Fadillah, Nurdiansyah Faisal Al Asad Faisal Alfarisi Fardidah, dan Didah Nur Farhan Mohamad Jamil Fauzan, Rifqi Ahmad Febjislami, Shalati Fridahaqi, Rhaisyarara Gin Gin Ginanjar, Gin Gin Gusrevindo, Ludiantika Hariyadi Hariyadi Hariyadi, Hariyadi Haryanto, Pesol Hasanudin Hasanudin Hayu Siwi Hayu Siwi Pribadi Hazkia Yunaira Hendra Darmawan Hendrayana Hendrayana, Hendrayana Ilham Ismail, Taopik Irwan Hermawan Irwan Hermawan Isdy Sulistyo Iswari Saraswati Dewi Juang Gema Kartika Kanny, Putri Irene Ketty Suketi Khodijah , Nyayu Siti Kosasih, Alam Hadi Krisantini Latifah K. Darusman Launuru, Syahdin LIANAH LIANAH Lukitowati, Suci Luthfi, Mukhtar M. Ainun Najib Manik, Auhge Eva Sari Mardisiwi, Ririh Sekar Marlin Sefrila Maryarti Sari Maryati Sari Matra, Deden Drajat Maulana, Kiki Maya Melati MILYA URFA AHMAD Mohamad Rahmad Suhartanto Muhamad Achmad Chozin Muhammad Syukur Mukhsin, Moh. Mukhtar Luthfi Mulyadi Tri Mulyani, Tresna Munif Ghulamahdi Muslimin, Muhammad Farid Naufal MUTISTA HAFSHAH MUTMAINNATUN NAFIS RABI’ATUN NA’IMAH Nadesha, Falendha NIKEN KUSUMARINI Nobuo Sugiyama Nugraha, Aldy Nugraha, Faiza Eka Nugraha, M. Fakhrian Nur Faridah, dan Didah Nurcahya Destiawan Nurholis Nurholis Nurlailah Nurlailah Nurparisi, Muhammad Luthfi Nyayu Siti Khodijah Paisey, Elda Kristiani PAWITRI ADHISTYANA MAYESTI Permadi, Asep Angga Prihati Cahyaning Pertiwi, Rika Purwanto Mohammad Yanuar Jarwadi Purwono Putra, Bayu Pradana Raden Ajeng Diana Widyastuti Raharjo, Purwo Rahmawati, Ain Nur Raihan Anwar Thaha Rani Yulie Rachmawaty Ratna Kartika Putri Respita, Intan Annisa Rissa Rahmania Riti, Dominggus Ngongo Rizki Candra Gumilar Roby Hardian Susanto Rudi Suryadi Rudi Suryadi Sandra Arifin Aziz Sari, and Maryati Sari, Galuh Yunita Setyadjit Setyo Pertiwi Silvan Timothy Siti Halimatus Sadiyah Siti Nabila Nur Safha Sitti Nurul Aini Sitti Nurul Aini Slamet Susanto Sofiana, Annisa Sonjaya, Azhar Ramadhana Sri Wilarso Budi Suci Rahayu Sudirman Yahya Sudirman Yahya Sunartini, Nina Supijatno Susanti, Destia Susanti, Lea Suwarto Suwarto Syafik Arisandi Syafitri, Natasya Desty Taopik Ridwan Turi Handayani Undari, Desti Utama, Ulfiana Mahira Rahma Waras Nurcholis Wibiksana, Sopian Widodo, Winarso Drajat Willy Bayuardi Suwarno Winarso D. Widodo Yanti, Ayu Lestari Rahma Yudiwanti Wahyu E. Kusumo Yunus, Annizar Gunawan Yusi Riksa Yustiana, Yusi Riksa Z Arifin Z. Arifin Z. Arifin Z.Arifin Zaenal Arifin Zainal, Muhamad Zaman, Sofyan Zarima Wibawati