cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Agrohorti
ISSN : 23373407     EISSN : 26143194     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Agrohorti merupakan jurnal on-line yang menyajikan artikel hasil penelitian, analisis kebijakan dan review yang berhubungan dengan budidaya tanaman dalam arti luas.
Arjuna Subject : -
Articles 434 Documents
Penentuan Metode Pematahan Dormansi Benih Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) Aksesi Cilacap Nur Melasari; Tatiek Kartika Suharsi; Abdul Qadir
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 1 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.851 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i1.16824

Abstract

Kecipir merupakan tanaman yang mempunyai banyak manfaat dan berpotensi untuk dilestarikan. Karakteristik benih kecipir yang impermeabel terhadap air dan gas merupakan faktor yang diduga menyebabkan kecipir sulit untuk berkecambah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efektivitas metode pematahan dormansi dan pengaruhnya terhadap struktur benih kecipir. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih IPB dan Laboratorium Silvikultur SEAMEO BIOTROP selama 6 bulan. Metode pematahan dormansi dengan perlakuan larutan asam kuat HNO3 5% selama 10 menit dengan nilai daya berkecambah 93.33% dan keserempakan tumbuh 86.67% merupakan nilai yang nyata lebih baik dibanding kontrol sehingga metode ini dapat meningkatkan persentase daya berkecambah dan keserempakan tumbuh benih kecipir. Perlakuan larutan asam kuat HNO3 10% selama 15 menit dengan nilai indeks vigor 56.67% merupakan perlakuan yang dapat meningkatkan persentase indeks vigor benih kecipir. Perlakuan suhu 50 0C selama 10 menit dengan nilai kecepatan tumbuh 14.79% etmal-1 merupakan perlakuan yang dapat meningkatkan kecepatan tumbuh dan menghasilkan kecambah dengan akar yang lebih panjang dibandingkan kontrol maupun perlakuan lain. Perlakuan amplas tidak dapat meningkatkan viabilitas maupun vigor benih, bahkan menimbulkan pertumbuhan cendawan yang menyebabkan kemunduran benih.
Uji Daya Hasil Lanjutan Galur-Galur Dihaploid Padi Sawah Hasil Kultur Antera Santi Novita Sari; Bambang Sapta Puwoko
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 1 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.576 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i1.16825

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji daya hasil galur-galur dihaploid padi sawah (Oryza sativa L.) hasil kultur antera dan membandingkannya dengan varietas pembanding. Terdapat 19 galur dihaploid padi sawah dan 2 varietas pembanding, Inpari 13 dan Ciherang. Percobaan diulang 3 kali dengan rancangan kelompok lengkap teracak. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Babakan IPB, Darmaga, dan di Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Cimanggu, Bogor, pada Desember 2015-Mei 2016. Pengamatan dilakukan terhadap karakter tinggi tanaman, jumlah anakan, umur berbunga dan panen, panjang malai, jumlah gabah per malai, jumlah gabah bernas/malai, jumlah gabah hampa/malai, persen gabah bernas dan hampa per malai, bobot 1.000 butir, produktivitas, serta scoring penyakit hawar daun bakteri. Terdapat beberapa galur yang tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri, diantaranya galur CG9-26-1-5, CG9-33-1-4, CG9-53-1-3, HR2-6-1-1, HR3-6-2-1, HR5-7-1-1 dan HR5-9-1-1, namun galur CG9-33-1-4 memiliki produktivitas terendah. Galur CG12-30-1-3 merupakan galur dengan produktivitas tertinggi karena jumlah gabah bernas dan gabah total per malai tinggi serta bobot 1.000 butir yang berat yakni 27,35 g. Galur HR5-7-1-1 dan HR3-10-1-1 memiliki produktivitas lebih dari 4 ton ha-1, namun galur HR3-10-1-1 rentan terhadap penyakit hawar daun bakteri serta memiliki bobot 1.000 butir yang rendah. Galur HR2-33-1-1, HR4-12-1-1, HR5-9-4-1 dan HR5-13-2-2 memiliki produktivitas antara 3,68-3,93 ton ha-1, namun galur HR4-12-1-1 dan HR5-13-2-2 agak rentan terhadap penyakit hawar daun bakteri.
Pengaruh Jenis Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Pepaya (Carica Papaya L. ) Genotipe IPB 3, IPB 4, dan IPB 9 Nandya Imanda; Ketty Suketi
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 1 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.486 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i1.16829

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dari tipe-tipe media tumbuh pada semaian benih dan perkecambahan genotipe-genotipe benih pepaya IPB 3, IPB 4 dan IPB 9 serta mengetahui media pertumbuhan yang sesuai untuk pertumbuhan semaian pepaya yang baik dan memiliki bobot yang ringan dalam memudahkan pengangkutan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret hingga September 2011 di rumah kaca FATETA IPB, Leuwikopo Bogor dan kebun percobaan PKBT IPB, Tajur Bogor. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan menggunakan dua faktor. Faktor pertama adalah lima macam media pertumbuhan dengan rasio 2:1:1, yaitu M1 = tanah : pasir : pupuk kandang, M2 = tanah : pasir : arang sekam padi, M3 : tanah :  pasir : cocopeat, M4 = tanah : pupuk kandung : cocopeat dan M5 = tanah : pupuk kandang : arang sekam. Penelitian terdiri dari 15 kombinasi dengan 3 ulangan sehingga ada 45 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkecambahan pepaya yang tertinggi pada media dengan campuran tanah, pupuk kandang dan arang sekam (M5) sebesar 70% dan genotipe IPB 3 (G1) sebesar  70.91%. Media dengan komposisi tanah, pupuk kandang dan arang sekam (M5) dengan rasio 2:1:1 merupakan media terbaik untuk persemaian pepaya yang berumur 6 MST dan memiliki bobot semaian per polibag yang teringan dibandingkan dengan media tanam lainnya untuk memudahkan transportasi bibit.
Karakterisasi Morfologi Bunga, Buah, dan Kualitas Buah Tiga Genotipe Pepaya Hibrida Shalati Febjislami; Ketty Suketi; Rahmi Yunianti
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 1 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.736 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i1.17488

Abstract

Percobaan dilaksanakan pada bulan Januari-Juni 2012 di Teaching Farm Tajur dan Laboratorium Pasca Panen Baranang Siang, PKHT-IPB -Bogor. Tujuan penelitian adalah mengetahui karakter morfologi bunga, buah dan kualitas buah tiga genotipe pepaya hibrida, yaitu IPB H91, IPB H93 dan IPB H39. Parameter yang diamati yaitu karakter kualitatif dan kuantitatif bunga serta buah, uji kualitas fisik dan kimia buah, serta uji organoleptik. Hasil percobaan menunjukkan ketiga genotipe pepaya hibrida memiliki keunggulan karakter yang berbeda-beda. IPB H91 memiliki keunggulan tangkai bunga yang panjang serta jumlah bunga per buku dan buah yang banyak, bobot daging buah, persentase bagian yang dapat dimakan dan ketebalan daging buah yang besar, daging buah yang keras dan asam tertitrasi total yang rendah. IPB H93 memiliki keunggulan jumlah bunga yang banyak, jumlah biji per buah yang sedikit dan nilai padatan terlarut total yang tinggi. IPB H39 memiliki keunggulan jarak antar ruas bunga yang pendek, kulit buah yang keras dan kandungan vitamin C yang tinggi. Hasil uji organoleptik juga menunjukkan genotipe IPB H39 memiliki bentuk dan rasa yang lebih disukai oleh panelis. Genotipe IPB H91 dapat dijadikan alternatif untuk memperoleh pepaya hibrida karena memiliki banyak karakter unggul pada fase generatifnya daripada kedua genotipe lainnya.
Manajemen Panen Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Sei Lukut, Siak, Riau Zul Adhri Harahap; . Hariyadi
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 1 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.739 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i1.17494

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Sei Lukut, First Resources Group yang terletak di Desa Maredan Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau dari bulan Maret sampai Juni 2016. Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, memperoleh pengalaman dan keterampilan kerja tentang budidaya kelapa sawit khususnya dalam manajemen panen. Pengamatan yang dilakukan meliputi angka kerapatan panen, taksasi panen harian, kapasitas panen, tenaga kerja panen, evaluasi panen, sarana dan prasarana panen, dan manajemen transportasi panen. Kebun Sei Lukut secara umum telah melaksanakan prosedur kerja secara baik pada setiap kegiatan budidaya kelapa sawit seperti pada kegiatan pemanenan. Permasalahan dalam kegiatan panen yang ditemukan di Kebun Sei Lukut yaitu, persentase pemakaian alat pelindung diri yang rendah, dan kapasitas panen masih dibawah standar perusahaan.
Pengaruh Jarak Tanam dan Dosis Pupuk Kalium Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Talas Belitung (Xanthosoma sagittifolium (L.)) Laila Wati Krisna Lubis; . Suwarto
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 1 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.656 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i1.17588

Abstract

Jarak tanam dan dosis pupuk kalium yang tepat sangat penting diperhatikan dalam budidaya talas belitung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan dosis pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan produksi talas belitung. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan Atas, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor, pada bulan Februari sampai Agustus 2016. Rancangan yang digunakan adalah split plot RKLT tiga ulangan. Faktor pertama adalah jarak tanam yang terdiri dari 2 taraf (J1= 1 m x 1 m ; J2= 1 m x 0,5 m) dan faktor kedua adalah dosis pupuk kalium yang terdiri dari 2 taraf (K1= 100 kg ha-1 KCL ; K2= 150 kg ha-1 KCL). Jarak tanam 1 m x 1 m merupakan jarak tanam terbaik untuk pertumbuhan dan produksi talas belitung. Dosis pupuk 150 kg KCL ha-1 merupakan dosis pupuk terbaik untuk pertumbuhan dan produksi talas belitung. Interaksi perlakuan jarak tanam 1 m x 1 m dan dosis pupuk 100 kg ha-1 KCL terbaik untuk pertumbuhan talas belitung.
Pengaruh Pupuk Nitrogen dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Talas Belitung (Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott) Tyas Arumsari; . Suwarto
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 1 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.721 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i1.17591

Abstract

Talas belitung (Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott) memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber karbohidrat selain beras. Penelitian ini bertujuan mengetahui dosis pupuk nitrogen dan jarak tanam terbaik untuk budi daya talas belitung. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan Dramaga, Bogor pada bulan Februari hingga Juni 2016 menggunakan rancangan split plot RKLT dua faktor (jarak tanam sebagai petak utama dan dosis pupuk nitrogen sebagai anak petak) dengan tiga ulangan. Berdasarkan hasil pengamatan dan analisa data, jarak tanam 1 m x 1 m menunjukkan hasil lebih baik terhadap peubah daya tumbuh, jumlah daun hijau, jumlah umbi per tanaman, serta bobot basah umbi per tanaman talas belitung. Perlakuan pupuk nitrogen 100 kg urea ha-1 menunjukkan hasil lebih baik terhadap peubah jumlah daun hijau, tinggi tanaman serta diameter batang talas belitung. Interaksi perlakuan pupuk nitrogen dan jarak tanam tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi talas belitung.
Evaluasi Produktivitas Kacang Tunggak (Vigna unguiculata (L.) Walp) pada Dataran Menengah Fachrul Rohimin Iska; Heni Purnamawati; Juang Gema Kartika
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.364 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18804

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi produktivitas kacang tunggak (Vigna unguiculata (L.) Walp) pada dataran menengah. Penelitian dilaksanakan pada dataran menengah di Kampung Cisasah Rawasari, Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penanaman dilakukan pada bulan April 2016 hingga Juli 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) satu faktor. Terdapat lima taraf perlakuan yang digunakan yaitu KT-1, KT-2, KT-6, KT-8 dan KT-9. Perlakuan diulang sebanyak empat kali sehingga terdapat 20 satuan percobaan. Analisis data mengunakan uji F dan apabila hasilnya nyata maka pengujian dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf 5%. Dilakukan juga uji korelasi beberapa peubah dengan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas berpengaruh sangat nyata terhadap peubah luas daun, jumlah polong per tanaman, bobot biji kering per tanaman, bobot polong kering per tanaman, hasil biji, hasil polong, serta perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap daya tumbuh tanaman dan konduktansi tanaman. Karakter yang berkorelasi positif dan sangat nyata terhadap produktivitas kacang tunggak adalah sudut daun terhadap fotosintesis, sudut daun terhadap konduktansi, fotosintesis terhadap konduktansi, jumlah polong terhadap bobot kering polong, jumlah polong terhadap bobot kering biji, panjang polong terhadap jumlah biji per polong, bobot kering polong terhadap bobot kering biji, jumlah polong terhadap hasil biji, jumlah polong terhadap hasil polong, bobot kering biji terhadap hasil polong.
Manajemen Pengendalian Gulma Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.): Analisis Faktor- faktor Penentu Dominansi Gulma di Kebun Dolok Ilir, Sumatera Utara Yosua Pratama Simangunsong; Sofyan Zaman; Dwi Guntoro
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.668 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18808

Abstract

 Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan tentang aspek teknis dan manajerial terutama dalam kegiatan manajemen pengendalian gulma. Kegiatan penelitian dilaksankan di Kebun Dolok Ilir, Sumatera Utara pada bulan Februari hingga Juni 2016. Analisis vegetasi pada 5 tahun tanam dengan mengambil 30 contoh pada setiap tahun tanam (TT). Pengamatan faktor iklim mikro dan tingkat kesuburuan dilakukan di kebun Cikabayan IPB. Pengamatan iklim mikro harian dilakukan 5 waktu yang berbeda .Faktor- faktor penentu dominansi gulma dianalisis secara korelasi terhadap NJD gulma yang dominan. Hasil uji faktor- faktor penentu dominasi gulma menunjukkan kegiatan pemupukan berkorelasi negatif pada tingkat dominansi A. aciculatus dan tanaman penutup tanah berkorelasi negatif terhadap tingkat dominansi D. ciliaris. Aspek edafik, dan iklim mikro tanaman kelapa sawit, tingkat dominansi gulma R. rundana berkorelasi negatif terhadap suhu udara, berkorelasi positif pada kandungan total unsur hara fosfor di dalam tanah. Tingkat dominansi gulma S. plicata berkorelasi positif terhadap kadar KTK tanah,  pH tanah. Tingkat dominansi gulma P.polystachion berkorelasi positif terhadap kadar kalium dalam tanah. Tingkat dominansi gulma O. nodosa yang mendominasi pada setiap daerah terbuka berkorelasi positif terhadap tingkat intensitas cahaya, dan berkorelasi negatif terhadap tingkat kelembapan.
Perbandingan Perkembangan dan Kualitas Buah Tiga Aksesi Jeruk Pamelo (Citrus maxima (Burm.) Merr.) Dadang Hermansyah; Slamet Susanto
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.658 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18809

Abstract

Pamelo (Citrus maxima (Burn.) Merr.) telah dibudidayakan di berbagai wilayah Indonesia, namun pengembangan pamelo di Indonesia masih sangat terbatas. Upaya pengembangan pamelo diarahkan pada ketersediaan kultivar unggul. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh informasi perbedaan perkembangan dan kualitas buah pada tiga aksesi jeruk pamelo. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan IPB dari bulan Desember 2015 sampai Juli 2016. Percobaan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan satu faktor yaitu aksesi (aksesi 1, aksesi 2, dan aksesi 3) yang terdiri atas 3 ulangan. Hasil penelitian menujukkan bahwa perbedaan diameter dari aksesi 1 secara signifikan lebih tinggi dari aksesi lainnya pada akhir pengamatan. Semua aksesi menunjukkan bahwa diameter buah terus meningkat di perkembangan awal namun perkembangan buah semakin lambat pada periode pematangan. Aksesi 1 juga menunjukkan hasil nyata lebih tinggi pada volume dan bobot buah dibanding aksesi lainnya namun pada kelunakan buah aksesi 1 berbeda nyata lebih rendah dibanding aksesi 3. Aksesi 2 merupakan aksesi dengan tebal kulit buah paling tinggi dibanding aksesi 1 dan 3. Kandungan jus buah pada aksesi 1 berbeda nyata lebih tinggi dibanding aksesi 3 namun tidak berbeda dengan aksesi 2. Kandungan asam/ATT pada aksesi 2 paling tinggi dibanding aksesi lainnya. Aksesi 1 memiliki rasio PTT/ATT lebih tinggi dibanding aksesi 2 dan 3. Perbedaan aksesi tidak menunjukkan hasil berbeda nyata pada bagian dapat dimakan, pigmen klorofil kulit buah, dan kandungan gula/PTT. Aksesi 1 adalah aksesi terbaik berdasarkan kriteria ukuran buah, kandungan jus, dan rasa buah yang memiliki kadar asam paling rendah.