cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Agrohorti
ISSN : 23373407     EISSN : 26143194     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Agrohorti merupakan jurnal on-line yang menyajikan artikel hasil penelitian, analisis kebijakan dan review yang berhubungan dengan budidaya tanaman dalam arti luas.
Arjuna Subject : -
Articles 434 Documents
Optimasi Pengujian Daya Berkecambah dan Faktor yang Mempengaruhi Viabilitas dan Vigor Benih Kelor (Moringa oleifera Lam.) dalam Penyimpanan Kurniati Endah Paramita; Tatiek Kartika Suharsi; Memen Surahman
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.633 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.19092

Abstract

Kelor (Moringa oleifera Lam.) merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Adanya permintaan kelor yang semakin meningkat perlu didukung ketersedian benih bermutu. Benih bermutu dipengaruhi oleh daya berkecambah dan teknologi penyimpanan benih yang tepat. Penelitian ini bertujuan mempelajari optimasi pengujian daya berkecambah benih kelor dan untuk mengetahui pengaruh faktor kemasan dan kondisi ruang simpan terhadap viabilitas dan vigor benih selama penyimpanan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih IPB dan rumah kaca kebun percobaan Leuwikopo, IPB Dramaga, pada bulan April-Oktober 2016. Optimasi pengujian daya berkecambah meliputi pengamatan first count dan final count serta pengaruh perlakuan pemotongan sayap benih dan kemasakan buah terhadap viabilitas. Hasil pengamatan first count jatuh pada hari ke-10 dan final count pada hari ke-15 setelah benih ditanam. Selama periode simpan 6 bulan, penyimpanan benih kelor dalam kemasan aluminium foil dan plastik pada suhu AC (17-19 °C) dan suhu kamar (27-29 °C) memberikan hasil KA, viabilitas dan vigor lebih baik dibandingkan kemasan kertas. Penyimpanan dalam kemasan aluminium foil memberikan hasil rata-rata KA (7,75%), viabilitas (PTM 86,22%), dan vigor (KCT 9,58 %KN/etmal) terbaik, sedangkan penyimpanan menggunakan plastik memberikan hasil rata-rata viabilitas (DB 82,11%), dan vigor (IV 66,83%) terbaik. Penyimpanan menggunakan suhu AC lebih baik dalam mempertahankan KA, viabilitas, dan vigor dibandingkan suhu kamar.
Uji Tetrazolium pada Benih Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC.) sebagai Tolok Ukur Viabilitas Lia Irma Fatmawati; Tatiek Kartika Suharsi; Abdul Qadir
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.197 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.19093

Abstract

Ketersediaan benih bermutu serta informasi mutu benih kecipir masih terbatas. Hal tersebut bisa diatasi melalui proses pengujian mutu benih. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh prosedur perlakuan pra test yang sesuai untuk pengujian tetrazolium benih kecipir, memperoleh metode pengusangan yang sesuai untuk benih kecipir, memperoleh pola pewarnaan pada embrio sebagai indikasi tidak langsung untuk mendeteksi viabilitas benih kecipir. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih IPB pada bulan Agustus sampai Desember 2016. Percobaan pertama memperoleh waktu perendaman aquades yang efektif pada benih kecipir yaitu 24 jam, memperoleh konsentrasi tetrazolium yang efektif yaitu 0,3%, memperoleh waktu perendaman tetrazolium yang efektif yaitu dua jam. Percobaan kedua memperoleh metode pengusangan, yaitu pengusangan secara kimia dan dipilih 5 waktu penderaan yang menghasilkan viabilitas secara gradual yaitu 0x5, 2x5, 4x5, 6x5, dan 8x5 menit. Percobaan ketiga pola pewarnaan pada embrio benih kecipir belum bisa digunakan untuk mengevaluasi viabilitas benih kecipir karena diduga kriteria pola yang dibuat terlalu sempit.
Pengelolaan Panen Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pelantaran Agro Estate, Kota Waringin Timur, Kalimantan Tengah Fajar Dianto; Darda Efendi; Ade Wachjar
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 3 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.906 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i3.19574

Abstract

Kegiatan yang dilaksanakan di Pelantaran Agro Estate (PAGE), Kota Waringin Timur, Center Borneo dimulai dari 14 Februari 2011 hingga 14 Juni 2011. Tujuan kegiatan ini adalah menganalisa pengelolaan panen pada perkebunan Kelapa Sawit. Pengelolaan panen Kelapa Sawit penting dalam upaya mencapai kuantitas dan kualitas minyak kelapa sawit yang tinggi. Data primer diperoleh dengan mengikuti keseluruhan kegiatan di perkebunan ini, pengamatan di lapangan, wawancara, dan diskusi langsung atau tidak langsung dengan staf. Data sekunder diperoleh dari laporan manajemen. Berdasarkan pengamatan selama kegiatan di PAGE dapat disimpulkan bahwa sudah memiliki pemahaman yang baik tentang kriteria buah masak. Ini bisa dilihat dengan buah mentah yang dipanen 0%, 1,5% di bawah matang, lebih matang 4,9%, 1,7% abnormal dan 91,9% buah matang. Namun masih ada kesalahan dengan pemanen seperti tangkai panjang yang masih lebih dari 2,5 cm, buah yang tidak dikutip masih 77 buah / ha, dan tandan yang tidak dipanen. Proses pengangkutan buah di PAGE sudah cukup baik. Hal itu bisa dilihat dengan mempercepat proses pengangkutan TBS (Fresh Bunch) dan buah-buahan ke PKS (pabrik kelapa sawit) dengan menggunakan bantuan kontraktor pengangkutan buah sehingga tidak ada buah yang tidak ditranspor.
Pengaruh Sumber dan Posisi Penanaman Stek terhadap Produksi Ubi Cilembu Dhanang Ajie; Asep Setiawan
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 2 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.335 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i2.20210

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh sumber dan posisi penanaman stek terhadap produksi ubi cilembu. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Leuwikopo IPB mulai dari bulan Desember 2015 hingga Mei 2016. Percobaan disusun dalam rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah sumber stek, terdiri dari sumber stek yang berasal dari pucuk dan batang. Faktor kedua adalah posisi tanam, terdiri dari posisi tanam vertikal (tegak), miring 45° dan horizontal. Sumber stek yang berasal dari pucuk menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik dibandingkan dengan sumber stek yang yang berasal dari batang. Sumber stek yang berasal dari pucuk menghasilkan rataan bobot umbi total 7,87 ton ha-1 dan rataan jumlah umbi tanaman-1 1,8 umbi sementara sumber stek yang berasal dari batang menghasilkan rataan bobot umbi total 4,17 ton ha-1 dan rataan jumlah umbi tanaman-1  1,3 umbi. Stek yang ditanam dengan posisi miring  45° cenderung menghasilkan umbi berbentuk  bulat  dan  stek  yang  ditanam  dengan  posisi  vertikal (tegak)  dan  horizontal  cenderungmenghasilkan umbi berbentuk lonjong memanjang. Terdapat korelasi positif antara jumlah cabangdenganbobot umbi total dan jumlah umbi serta terdapat juga korelasi positif antara jumlah umbidengan jumlahumbi grade A dan indeks panen.
Pengaruh Jumlah Buku terhadap Produksi Bibit Ubi Jalar Varietas Cilembu dan Varietas Ungu Dwi Putri Maulida; Asep Setiawan
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 1 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.306 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i1.20211

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendapatkan  informasi pengaruh jumlah buku terhadap produksi bibit ubi jalar. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Leuwikopo IPB  mulai dari bulan Januari 2016 hingga April 2016. Percobaan disusun dalam Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT)  dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah jumlah buku yang terdiri dari 3 buku, 4 buku dan 5 buku. Faktor kedua adalah varietas yang terdiri dari varietas Cilembu dan Ungu. Parameter yang diamati adalah panjang batang, panjang cabang primer, panjang cabang sekunder, jumlah cabang primer, jumlah cabang sekunder, jumlah bibit berukuran 25 cm, jumlah bibit berukuran 20 cm, jumlah bibit berukuran 15 cm, bobot umbi total. Perlakuan 4 buku menghasilkan pertambahan panjang batang yang lebih cepat dan perlakuan 5 buku menghasilkan  panjang cabang primer yang lebih panjang dari pada perlakuan lainnya namun jumlah stek yang dihasilkan oleh ketiga perlakuan relatif sama. Varietas ungu menghasilkan cabang sekunder lebih panjang dan jumlah stek lebih banyak dibandingkan Cilembu.
Pengaruh Pemangkasan Pucuk dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bibit Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Devi Novianti; Asep Setiawan
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 1 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.048 KB) | DOI: 10.29244/agrob.6.1.140-150

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemangkasan pucuk dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi bibit ubi jalar (Ipomoea batatas L.). Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial RKLT dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah pemangkasan, terdiri atas pemangkasan dan tanpa pemangkasan. Faktor kedua adalah jarak tanam, terdiri atas jarak tanam 100 cm x 30 cm, 100 cm x 25 cm dan 100 cm x 15 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan berpengaruh terhadap peningkatan panjang batang, jumlah dan panjang cabang primer, jumlah dan panjang cabang sekunder, serta jumlah stek pucuk ukuran 25 cm. Perlakuan jarak tanam berpengaruh terhadap peningkatan jumlah dan panjang cabang primer serta jumlah stek pucuk ukuran 25 cm. Produksi bibit ubi jalar lebih banyak dihasilkan pada perlakuan pemangkasan dan jarak tanam 100 cm x 30 cm.
Evaluasi Keragaan Generasi Pertama Selfing Jagung Ketan Lokal Anita Rosliana; Surjono Hadi Sutjahjo; Siti Marwiyah
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 3 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.25 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i3.21091

Abstract

Jagung ketan lokal memiliki produktivitas yang rendah. Keutamaan jagung ketan lokal yaitu memiliki pati yang mengandung amilopektin lebih banyak. Kegiatan pemuliaan tanaman diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan memperbaiki karakter jagung ketan agar memiliki rasa lebih manis. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi beberapa karakter kuantitatif, kualitatif, dan potensi sifat prolifik pada generasi S1 jagung. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo, Dramaga, Bogor pada bulan Februari – Mei 2017. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktor tunggal yaitu genotipe dengan tiga ulangan. Faktor perlakuan yaitu genotipe jagung yang terdiri atas 16 genotipe uji dan 1 genotipe pembanding URI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe- genotipe uji jagung ketan memiliki beberapa karakter kuantitatif dan kualitatif yang berbeda dari genotipe- genotipe uji yang lain maupun varietas pembanding URI. Sebanyak tujuh karakter yang diamati memiliki nilai heritabilitas arti luas (h2bs) yang tinggi dan satu karakter memiliki nilai heritabilitas arti luas (h2bs) yang sedang. Karakter  ASI  memiliki  nilai  KK  dan heritabilitas  arti  luas  yang  tinggi  serta  berkorelasi  negatif  dengan komponen hasil berupa diameter tongkol, jumlah baris biji, dan bobot tongkol berkelobot sehingga dapat dipertimbangkan sebagai kriteria seleksi. Genotipe JLP1-2, JWP12-5, dan JWP12-8 memiliki potensi sifat prolifik dengan jumlah tongkol per tanaman masing-masing sebanyak 2,55 tongkol, 2,20 tongkol, dan 2,31 tongkol.  Genotipe  SD2,  JWP12-5,  JWP12-3,  JWP22-1,  dan  JLP1-6  memiliki  karakter  agronomi  dan komponen hasil yang baik.
Produksi Tomat Cherry dan Tomat Beef dengan Sistem Hidroponik di Perusahaan Amazing Farm, Bandung Eneng Fakhrunnisa; Juang Gema Kartika; . Sudarsono
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 3 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.383 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i3.21094

Abstract

Penelitian di Perusahaan Amazing Farm dilakukan bulan Februari hingga Juni 2017. Tujuan umum kegiatan penelitian yaitu mempelajari dan meningkatkan keterampilan teknis dan manajerial dalam budidaya tomat cherry dan tomat beef. Tujuan khusus dari kegiatan penelitian adalah mengevaluasi kuantitas dan kualitas tomat cherry dan tomat beef dengan sistem hidroponik. Metode yang digunakan adalah metode langsung dan metode tidak langsung. Metode langsung dilaksanakan dengan mengikuti dan mengamati kegiatan teknis dalam budidaya tomat di lapangan serta wawancara. Metode tidak langsung dilakukan dengan mengumpulkan data pendukung dari perusahaan berupa  informasi keadaan umum perusahaan, arsip kebun dan studi pustaka. Hasil pengamatan menunjukkan bobot tomat cherry tertinggi yaitu saat panen ke-17 sebesar 166,53 gram/tanaman dan bobot tomat beef tertinggi yaitu saat panen ke-11 sebesar 303,93 gram/tanaman. Semakin bertambah umur panen, semakin menurun bobot tomat dan mutu tomat. Produksi tomat mencapai 50% pada panen ke-19 dari 39 kali panen tomat cherry dan panen ke-17 dari 44 kali panen tomat beef.
Keragaman Populasi F2 Padi (Oryza sativa L.) pada Kondisi Cekaman Suhu Tinggi Faradila Median Rini; Desta Wirnas; Anggi Nindita
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 3 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.823 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i3.21095

Abstract

Pemanasan global menyebabkan dampak negatif, antara lain menurunkan produktivitas padi.Pemuliaan tanaman diharapkan mampu menghasilkan varietas baru tanaman padi yang toleran terhadap cekaman suhu tinggi. Tujuan Penelitian untuk mendapatkan informasi tentang keragaan karakter pertumbuhan genotipe F2 padi dan seluruh tetuanya pada kondisi cekaman suhu tinggi. Penelitian dilaksanakan dari bulan Februari sampai Juni 2015. Materi genetik yang digunakan adalah 150 individu segregan F2 yang berasal dari persilangan IPB 4S dan IR64, 20 individu tetua IPB 4S, 20 individu tetua IR64. Semua materi genetik ditanam dalam kondisi tercekam suhu tinggi di rumah kaca Institut Pertanian Bogor. Hasil perhitungan nilai tengah menunjukan beberapa karakter memiliki nilai tengah lebih baik dibandingkan tetua dan terdapat segregan transgresif. Karakter agronomi yang diamati dikendalikan oleh gen aditif, dominan, epistasis duplikat, dan epistasis komplementer. Berdasarkan nilai heritabilitas yang tinggi dan koefisien keragaman genetik yang luas maka karakter panjang malai, persentase gabah bernas per malai, dan bobot gabah per malai contoh dapat dijadikan kriteria seleksi untuk seleksi generasi awal pemuliaan padi toleran cekaman suhu tinggi. Seleksi langsung berdasarkan jumlah gabah bernas per malai dengan intensitas 50% menghasilkan diferensial seleksi 24,7% pada karakter jumlah gabah bernas per malai.
Pengelolaan Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) di Wilayah PG Madukismo dengan Aspek Korelasi Pemupukan terhadap Produktivitas Frans Paul Pakpahan; . Purwono
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 3 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.298 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i3.21097

Abstract

Rendahnya produksi gula di Indonesia disebabkan karena menurunnya produktivitas dan rendemen tanaman tebu. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas adalah memperbaiki teknik budidaya tanaman tebu. Salah satu teknik budidaya yang perlu diperbaiki dan berhubungan dengan produktivitas tebu adalah pemupukan. Kegiatan penelitian dilaksanakan mulai 05 Februari 2017 hingga 05 juni 2017 di wilayah kerja PG Madukismo, Yogyakarta. Kegiatan penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengkaji korelasi pemupukan dengan produktivitas tanaman tebu. Hasil pengamatan menunjukkan adanya korelasi nyata antara pemupukan dengan produktivitas tanaman tebu terutama pada pupuk ZA. Penambahan pupuk ZA akan meningkatkan produktivitas tebu dimana pupuk ZA mengandung kandungan N yang tinggi dibandingkan dengan pupuk yang lain sehingga dapat menghasilkan bobot yang tinggi. Peningkatan produktivitas dengan penambahan pupuk ZA tidak diikuti dengan rendemen tebu yang dihasilkan. Rendemen tebu yang dihasilkan tidak berkorelasi nyata terhadap pemupukan.