cover
Contact Name
Endrian Mulyadi Justitia Waluyo
Contact Email
jurnal.kesehatan.mucis@gmail.com
Phone
+625223936777
Journal Mail Official
jurnal.kesehatan.mucis@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan no 20 Ciamis Jawa Barat
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan: Jurnal Ilmu- Ilmu Keperawatan, Kebidanan, Farmasi dan Analis Kesehatan
ISSN : 20893906     EISSN : 26565838     DOI : doi.org/10.52221
Core Subject : Health,
E-journal ini merupakan sarana publikasi artikel karya ilmiah yang memuat jurnal-jurnal yang diterbitkan oleh institusi, program studi, unit dan lembaga di lingkunga STIKes Muhammadiyah Ciamis. Direktori ini memuat tautan ke berbagai jurnal yang mempublikasi artikel-artikel penelitian dan kajian-kajian ilmiah yang meliputi berbagai berbagai bidang keilmuan diantaranya keperawatan+ners, farmasi, kebidanan, analis kesehatan.
Articles 170 Documents
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemampuan Sosialisasi Anak Prasekolah ( 4-6 Tahun ) Di TK ABA (Aisyiyah Bustanul Athfal) Kelurahan Linggasari Ciamis Tahun 2017 Lusi Lestari; Ima sukmawati; Ima Rahmawati
JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMU- ILMU KEPERAWATAN, KEBIDANAN, FARMASI DAN ANALIS KESEHATAN, SEKOLAH TINGGI KESEHATAN MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 5 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jurkes.v5i2.30

Abstract

Anak memiliki suatu ciri khas yaitu selalu tumbuh dan berkembang sejak konsepsi sampai berakhirnya masa remaja. Kemampuan bersosialisasi dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya adalah pola asuh. Orang tua dengan pola asuhnya akan menjadi role model bagi seorang anak dalam membentuk perilakunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kemampuan sosialisasi anak prasekolah (4-6 tahun) di TK ABA (Aisyiyah Bustanul Athfal) Kelurahan Linggasari Ciamis. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Analisis menggunakan univariat dan bivariat, data diambil menggunakan tekhnik sampling dengan cara purposive sampling yaitu orang tua yang memiliki anak prasekolah (4-6 tahun) yang berjumlah 44 orang, analisis bivariat diolah menggunakan chi square dengan tingkat kesalahan 5% (? = 0,05). Berdasarkan kategori pola asuh orang tua dari 44 responden didapatkan hasil kategori demokratis sebanyak 41 responden (93,2%), kategori otoriter sebanyak 2 responden (4,5%), dan kategori permisif sebanyak 1 responden (2,3%). Berdasarkan kategori sosialisasi anak, anak prasekolah (4-6 tahun) memiliki kemampuan sosialisasi baik sebanyak 32 orang (72,7%), cukup sebanyak 10 orang (22,7%), dan kurang sebanyak 2 orang (4,5%). Hasil analisis diperoleh nilai p-value = 0,000 < ? = 0,05 artinya ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan kemampuan sosialisasi anak prasekolah (4-6 tahun). Terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan kemampuan sosialisasi anak prasekolah (4-6 tahun) di TK ABA (Aisyiyah Bustanul Athfal) Kelurahan Linggasari Ciamis Tahun 2017
Hubungan Senam Lansia Dengan Penurunan Nyeri Osteoarthritis Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Handapherang Kabupaten Ciamis Tahun 2018 ade fitriani; aap apipudin; Eka rahayu
JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMU- ILMU KEPERAWATAN, KEBIDANAN, FARMASI DAN ANALIS KESEHATAN, SEKOLAH TINGGI KESEHATAN MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 5 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jurkes.v5i2.31

Abstract

Secara individual, pada usia diatas 50 tahun terjadi proses penuaan secara alamiah. Hal ini dapat menimbulkan masalah fisik, mental, sosial, ekonomi dan psikologis. Pada usia lanjut, mengalami penurunan pada sistem muskuloskeletal. Penurunan sistem muskuloskeletal ini ditandai dengan adanya nyeri pada daerah persendian salah satunya osteoarthritis. Metode dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional yaitu pengambilan data yang dikumpulkan pada suatu waktu bersamaan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia penderita osteoarthritis di Wilayah Kerja UPTD Kesehatan Puskesmas Handapherang Kabupaten Ciamis pada tahun 2017 sebanyak 346 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan cara proporsional random sampling yaitu pengambilan ukuran sampel yang didasarkan atas proporsi masing-masing anggota populasi dan diperoleh sampel sebanyak 78 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa senam pada lansia yang mengalami osteoarthritis sebagian besar berkategori dilaksanakan sebanyak 46 orang (59%), penurunan pada lansia yang mengalami osteoarthritis sebagian besar berkategori nyeri ringan sebanyak 40 orang (51,3%), dan terdapat hubungan yang signifikan antara senam lansia dengan penurunan nyeri osteoarthritis arena nilai ? > ? value (0,05 > 0,000) dan nilai chi square (?2) hitung > chi square (?2) tabel (50,178 > 9,488). Saran diharapkan agar lansia dapat memanfaatkan Posbindu dan mengikuti kegiatan senam lansia sebagai pelengkap alternatif untuk menurunkan nyeri osteoarthritis.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penyalahgunaan Obat Golongan Bebas Terbatas Pada Remaja Di Kecamatan Patimuan henri setiawan; Metha Kumiar; yanti rinayanti
JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMU- ILMU KEPERAWATAN, KEBIDANAN, FARMASI DAN ANALIS KESEHATAN, SEKOLAH TINGGI KESEHATAN MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 5 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jurkes.v5i2.34

Abstract

Latar Belakang : Remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Masa remaja masih dalam masa pencarian jati diri selalu berusaha mencoba-coba hal-hal yang baru, apabila tidak adanya kontrol dari orang tua maka kalangan remaja tersebut akan terjerumus dalam perbuatan yang menyimpang. Tujuan : Untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan obat golongan bebas terbatas pada remaja. Metode Penelitian : Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif. Jumlah sampel 31 responden dengan teknik pengambilan sample yaitu total sampling. Hasil Penelitian: Hasil penelitian di Kecamatan Patimuan menunjukan: 1) Faktor jenis kelamin penyalahgunaan obat golongan bebas terbatas pada remaja yaitu laki-laki 29 orang (93,5%) 2) Faktor lingkungan keluarga penyalahgunaan obat golongan bebas terbatas pada remaja yaitu lingkungan keluarga tidak baik 16 orang (51,6%). 3) Faktor lingkungan masyarakat penyalahgunaan obat golongan bebas terbatas pada remaja yaitu lingkungan masyarakat baik sebanyak 18 orang (58,1%). 4) Faktor lingkungan pergaulan penyalahgunaan obat golongan bebas terbatas pada remaja yaitu lingkungan pergaulan baik sebanyak 23 orang (74,2%). 5) Faktor tingkat pendidikan penyalahgunaan obat golongan bebas terbatas pada remaja yaitu SMP sebanyak 14 orang (45,2%). Kesimpulan : Faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan obat golongan bebas terbatas pada remaja di Kecamatan Patimuan adalah lingkungan keluarga tidak baik yaitu 16 orang (51,6%).
KELENGKAPAN ANTENATAL CARE (ANC) DENGAN KEJADIAN BBLR Neli Sunarni; Elis Noviati; Rudi Kurniawan; Nur’aeni Mulyati
JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMU- ILMU KEPERAWATAN, KEBIDANAN, FARMASI DAN ANALIS KESEHATAN, SEKOLAH TINGGI KESEHATAN MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 5 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jurkes.v5i2.35

Abstract

Low Birth Weight Babies (LBW) are babies born less than 2,500 grams. The LBW birth rate at the Ciamis District Regional General Hospital is quite high. One of the efforts to reduce the incidence of LBW is to improve the antenatal care at least 4 times during pregnancy. This study uses a type of quantitative analytical research using the Cross Sectional approach. The population in the study were all mothers who gave birth at the Ciamis District Regional General Hospital. The study sample was 30 people. The results showed that the completeness of antenatal care (ANC) was mostly in complete category, namely 17 people (56.7%). LBW incidence was mostly in the category of LBW as many as 17 people (56.7%). There is a relationship between the completeness of antenatal care (ANC) and the incidence of low birth weight because the values of ?> ? values (0.05> 0.007) and incomplete antenatal care (ANC) have a chance of 10.083 (10) times greater than the incidence of low birth weight. The conclusion in this study is that there is a significant relationship between the completeness of antenatal care (ANC) and the incidence of LBW at the District General Hospital of Ciamis Suggestions are expected to improve ANC services by providing counseling to patients about the importance of ANC visits The conclusion in this study is that there is a significant relationship between the completeness of antenatal care (ANC) and the incidence of LBW at the District General
Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Pengeluaran Dan Produksi Asi Pada Ibu Nifas resna litasari; Yeni Mahwati; Adjat Sedjati Rasyad
JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMU- ILMU KEPERAWATAN, KEBIDANAN, FARMASI DAN ANALIS KESEHATAN, SEKOLAH TINGGI KESEHATAN MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 5 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jurkes.v5i2.37

Abstract

Terlambatnya pengeluaran ASI dapat disebabkan oleh terhambatnya pengeluaran oksitosin yang sangat berperan dalam kelancaran pengeluaran dan produksi ASI. Kombinasi antara Inisiasi menyusu dini (IMD) dan pijat oksitosin merupakan salah satu cara yang efektif untuk merangsang pengeluaran oksitosin. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran dan produksi ASI pada ibu nifas. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperiment dengan pendekatan post test only design with control group dengan jumlah sampel 28. Penelitian dilaksanakan bulan Nopember 2017-Januari 2018. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan jenis purposive sampling sehingga terbagi dalam kelompok perlakuan sebanyak 14 sampel dan kelompok kontrol sebanyak 14 sampel. Teknik analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisa bivariat dilakukan Pengujian normalitas data menggunakan uji Kolmogorov Smirnov dengan hasil data tidak berdistribusi normal sehingga pengujian variabel pengeluaran ASI menggunakan uji Mann Whitney sedangkan variabel produksi ASI menggunakan uji statistik Chi-Square (?2) Hasil penelitian menunjukkan pengeluaran ASI pada kelompok intervensi lebih cepat (mean=38,29 menit) daripada kelompok kontrol (mean=124,86 menit). Hasil uji Mann Whitney didapatkan pvalue =0,000 (p<0,05), artinya ada pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI. Hasil penelitian tentang produksi ASI dengan uji statistik ?2 diperoleh nilai pvalue sebesar =0,049 (p<0,05) yang berarti terdapat pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran dan produksi ASI pada ibu nifas.
PENGARUH TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PRIMIGRAVIDA PARTURIEN KALA I FASE LATEN DAN LAMA PERSALINAN rosida solihah; Herri S Sastramihardja; Achmad Suardi
JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMU- ILMU KEPERAWATAN, KEBIDANAN, FARMASI DAN ANALIS KESEHATAN, SEKOLAH TINGGI KESEHATAN MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 5 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jurkes.v5i2.38

Abstract

The rate of maternal mortality in Indonesia has been more increasing. One of them is caused by prolongation of birth. It is occured by some factors. They are parity, interval of birth, age, premature rupture of membranes (KPD), dependent women, anxiety, fear, response and stress. One of the ways that can be used to overcome the anxiety is by giving spiritual emotional freedom technique (SEFT) treatment on parturien. The objective of the research is to find out the influence of SEFT treatment on anxiety reduction primigravida parturien I latent phase and the duration of birth. The research uses Quasi Eksperimental methode by involving the sample 26 infartu mothers as a pretest-postes control group design. The research was conducted from November-January 2018. Sampling in the research uses concecutive sampling so that the researcher obtained 13 respondents treatment group and 13 respondents for control respondents. The results of the research in the intervention group showed decrease in anxiety score from pre to post with thitung result of 5,944 with a p value 0.000. In the variable of prolongation birth showed there was a difference between the intervention group and the control group with the thitung of -8.830 with a p value of 0.000, whereas the results of different test in both groups on the decrease in anxiety on the duration of birth showed the value of p 0.001, which means there is the effect of SEFT on decrease anxiety primigravida parturien 1 latent phase and duration of birth.
PENGARUH KEPEMILIKAN SMARTPHONE OLEH ANAK USIA DINI TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA DAN PSIKOSOSIAL DI TAMAN KANAK-KANAK Sandriani Sandriani; Herry Garna; Atie Rachmiatie
JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMU- ILMU KEPERAWATAN, KEBIDANAN, FARMASI DAN ANALIS KESEHATAN, SEKOLAH TINGGI KESEHATAN MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 5 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jurkes.v5i2.39

Abstract

Pertumbuhan anak perlu perhatian serius dengan mendapatkan gizi yang baik, stimulasi memadai yang terjangkau oleh layanan kesehatan yang berkualitas, serta deteksi intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang khususnya anak balita. Saat ini penggunaan teknologi digital bukan saja di kalangan dewasa dan remaja, tetapi banyak anak usia dini seperti anak prasekolah atau anak Taman Kanak-kanak sudah menggunakan gadget karena faktor orangtua yang sibuk bekerja dan harga gadget yang semakin murah akibat persaingan di pasaran. Bermain smartphone terlalu sering maka anak akan banyak menghabiskan waktu untuk dirinya sendiri dan menjadi pribadi individualis sehingga tumbuh sikap tidak perduli terhadap sesamanya maupun terhadap orang lain. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kepemilikan smartphone oleh anak usia dini di taman kanak-kanak terhadap perkembangan bahasa dan perkembangan psikososial di Taman Kanak-kanak Al-Munumi dan taman kanak-kanak Ajar Sukaresik tahun ajaran 2017 sampai 2018 usia 4 sampai 6 tahun yang berada di Wilayah Kabupaten Ciamis. Penelitian analitik observatif dengan desain cross sectional dengan munggunakan teknik proporsional random sampling. Uji chi-square menunjukkan hasil nilai p 0,005. pada penggunaan smartphone milik sendiri sebanyak 63%, untuk perkembangan bahasa hampir sama antara yang sesuai dan tidak sesuai masing masing-masing 52% dan 48%, dan untuk perkembangan psikosoial yang sesuai 37% dan yang tidak sesuai sebanyak 63%.Nilai ini menyatakan bahwa ada pengaruh kepemilikan smartphone oleh anak usia dini terhadap perkembangan bahasa dan perkembangan psikososial di taman kanak-kanak. Terdapat pengaruh kepemilikan smartphone terhadap perkembangan bahasa dan perkembangan psikososial anak usia dini dalam upaya menuju kesehatan keluarga. Penggunaan smartphone oleh anak harus dibatasi oleh orang tua.
Stressor Perempuan Yang Terinfeksi HIV Dalam Merawat Anak Dengan HIV/AIDS Di Kota Bandung Dan Cimahi (Study Fenomenologi) Lina Safarina; Ritha Melanie
JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMU- ILMU KEPERAWATAN, KEBIDANAN, FARMASI DAN ANALIS KESEHATAN, SEKOLAH TINGGI KESEHATAN MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 5 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jurkes.v5i2.40

Abstract

Cara penularan terbanyak adalah melalui heteroseks (66,95%), hal ini dapat berdampak terjadinya penularan pada perempuan sehingga perempuan menjadi kelompok yang paling rentan tertular HIV dari pasangan atau suaminya. Kerentanan tertularnya perempuan oleh HIV ini diakibatkan oleh adanya ketimpangan gender, faktor biologis, ekonomi dan sosial budaya. Terjadinya penularan pada perempuan yang berdampak juga penularan pada anak yang disebut MTCT (mother to child transmission), transmisi ini dapat terjadi selama kehamilan, persalinan dan menyusui. Kejadian HIV pada anak semakin meningkat seiring dengan peningkatan kejadian HIV pada ibu, berdasarkan laporan Kemenkes triwulan pertama tahun 2011, kejadian AIDS pada anak dengan rentang usia kurang dari satu tahun adalah 2,85 %, anak usia balita sebanyak 1,17 %, anak usia 5 sampai 14 tahun sebanyak 1,42% dan anak usia 15 sampai 19 tahun sebanyak 3,13 % sehingga total kejadian AIDS pada anak sebesar 8,56 % atau peringkat kedua setelah usia dewasa (Kemenkes RI, 2011). Masalah kesehatan pada anak dengan HIV/AIDS adalah dapat kegagalan tumbuh kembang anak, pada kasus tertentu sangat mungkin anak menjadi yatim piatu lebih dini atau terjadi peningkatan biaya pemeliharaan kesehatan yang lebih besar daripada anak normal. Anak yang terinfeksi HIV harus menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya, seperti menghadapi kehilangan atau kematian orangtua, penyesuaian terus menerus dengan penyakitnya, masalah kesehatan dan psikologis orangtua mereka, dan masalah psikologis mereka sendiri. Anak-anak yang terinfeksi HIV rentan terhadap masalah fisik dan psikososial yang kompleks. Hal ini menimbulkan permasalahan atau stressor pada perempuan dalam merawat anak dengan HIV/AIDS. Perempuan dengan HIV/AIDS memiliki peran ganda dalam merawat anak yang mengalami HIV da diri sendiri yang mengalami HIV/AIDS juga. Penelitian ini dilakukan di LSM HIV/AIDS di kota Bandung dan Cimahi. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan untuk peningkatan kemampuan mengenal dan mengatasi stressor pada perempuan dengan HIV?AIDS dalam merawat anak dengan HIV/AIDS.
Gambaran Tingkat Kecemasan Dan Persepsi Mahasiswa Dalam Menghadapi Tugas Akhir Di Program Studi S1 Keperawatan STIKes Muhammadiyah Ciamis Srinayanti, Yanti; Rosmiati; Munandar, Aris
JURNAL KESEHATAN STIKes MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 5 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi merupakan karya tulis ilmiah yang disusun oleh mahasiswa sebagai salah satu persyaratan akhir kelulusan program pendidikan sarjana (S1). Skripsi merupakan hal yang menakutkan yang menimbulkan persepsi dan kecemasan dalam menghadapi tugas akhir skripsi. Permasalahan yang muncul ketika seorang mahasiswa menghadapi skripsi tanpa sebab yang jelas beberapa dari mahasiswa merasa cemas karena anggapan skripsi merupakan sesuatu yang sulit untuk dikerjakan. Terkadang perasaan cemas tersebut muncul sebelum mahasiswa mencoba untuk mengerjakan setiap tahapan penyusunan skripsi. Kecemasan mempengaruhi hasil belajar mahasiswa, karena kecemasan cenderung menghasilkan kebingungan dan distorsi persepsi. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif. yaitu, penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel yang lain. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa tingkat akhir di Program Studi S1 Keperawatan STIKes Muhammadiyah Ciamis sebanyak 62 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapai tugas akhir sebagian besar berkategori kecemasan sedang sebanyak 26 orang (41,9%), dan persepsi tentang tugas akhir di Program Studi S1 Keperawatan STIKes Muhammadiyah Ciamis, sebagian besar berkategori positif sebanyak 34 orang (54,8%). Saran diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi mahasiswa tentang persepsi dan kecemasan mahasiswa dalam menghadapi tugas akhir skripsi dan lebih mempersiapkan diri untuk mengerjakan tugas akhir skripsi
EVALUASI KEMATIAN IBU DENGAN PERDARAHAN POSTPARTUMDALAM PROSES RUJUKAN DI KOTA CIMAHI Suciati YR; Suryani Soepardan; Ma’mun Sutisna
JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMU- ILMU KEPERAWATAN, KEBIDANAN, FARMASI DAN ANALIS KESEHATAN, SEKOLAH TINGGI KESEHATAN MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 5 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jurkes.v5i2.43

Abstract

Perdarahan postpartum merupakan penyebab kematian langsung yang dapat terjadi segera setelah persalinan, sehingga memerlukan penanganan yang cepat dan tepat. Menurut Rustam (2012), faktor yang memengaruhi keberhasilan penanganan perdarahan meliputi deteksi dini, penanganan awal kegawatdaruratan, serta rujukan yang tepat. Apabila faktor tersebut tidak maksimal, maka akan berakhir dengan kematian ibu. Hal tersebut yang terjadi di Kota Cimahi tahun 2016 terdapat empat kematian ibu yang disebabkan perdarahan postpartum dan ibu meninggal dalam proses rujukan. Bidan sebagai pemberi pelayanan harus memiliki kompetensi menangani perdarahan postpartum, karena apabila penanganan tidak cepat dan tepat akan berakibat kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan dan sikap bidan dalam penanganan perdarahan postpartum dan proses rujukan serta kelengkapan, penggunaan sarana prasarana praktik bidan. Desain penelitian yang digunakan kualitatif dengan metode Case Study melalui pendekatan retrospektif. Subjek penelitian adalah 9 orang bidan pada 3 BPM dan 1 klinik utama di wilayah Kota Cimahi. Analisis data menggunakan uji keabsakan dan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian diketahui pengetahuan bidan terkatagori kurang baik meliputi aspek penanganan kegawatdaruratan harus dilakukan segera, cepat dan tepat, penanganan pra rujukan, serta pemahaman prosedur rujukan ke rumah sakit terdekat dengan fasilitas kesehatan yang lebih mampu. Sikap bidan terkatagori kurang baik meliputi aspek keseimbangan pemberian cairan kristaloid dengan jumlah perdarahan, sehingga ibu mengalami syok dan penurunan kesadaran serta rujukan ke rumah sakit yang kurang tepat sehingga ibu di rujuk kembali ke rumah sakit lain, bahkan terdapat ibu yang meninggal di perjalanan. Kelengkapan dan penggunaan sarana prasarana terkatagori kurang lengkap meliputi alat spekulum SIM, folley kateter, SOP, penempatan tempat tidur persalinan tidak ergonomis, dan troly emergensi. Simpulan : penanganan perdarahan postpartum dalam proses rujukan oleh bidan belum sesuai standar yaitu dalam aspek penanganan kegawatdaruratan cepat dan tepat meliputi keseimbangan pemberian cairan kristaloid dengan jumlah perdarahan dan tindakan lain karena ketidak lengkapan sarana prasarana

Page 2 of 17 | Total Record : 170