cover
Contact Name
Ramses
Contact Email
ramses.firdaus@gmail.com
Phone
+628117553507
Journal Mail Official
jurnal.simbiosa@gmail.com
Editorial Address
Kampus Universitas Riau Kepulauan Batam Jln. Batuaji Baru No,99 Batuaji Kota Batam - Kepulauan Riau-Indonesia
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
SIMBIOSA
ehadiran jurnal SIMBIOSA sangat diharapkan untuk meningkatkan publikasi ilmiah pada bidang pembelajaran Biologi dan Sains. Fokus dan cakupan SIMBIOSA secara deteil sebagai berikur: Pendidikan Biologi, mencakup : pembelajaran Biologi untuk sekolah menengah, dan perguruan tinggi; teknologi pembelajaran Biologi; pengembangan profesionalisme guru bidang studi Pendidikan Biologi; pembelajaran Biologi inovatif dengan menerapkan berbagai pendekatan seperti pendekatan realistik, pendekatan CTL, dan sebagainya. Sain Biologi mencakup Biologi molekuler; Bio-Ekologi; Biodiversiti; Konservasi dan bidang kajian lain yang relevan dengan Biologi dalam arti luas. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun (Juli dan Desember). Artikel yang sudah diterima dan siap dipublikasikan melalui online (early view) secara bertahap serta versi cetaknya akan diedarkan pada akhir periode penerbitan online.
Articles 171 Documents
Identifikasi Jamur Makroskopis Di Taman Wisata Alam Deleng Lancuk Kabupaten Karo Sumatera Utara Melfa Aisyah Hutasuhut; Kartika Manalu; Tiara Ayunda Putri
SIMBIOSA Vol 10, No 1 (2021): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v10i1.2962

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan hutan dan keanekaragaman flora. Salah satu keanekaragaman floranya ialah jamur. Jamur termasuk tumbuhan sederhana yang sering ditemukan di alam bebas. Jamur ada yang dapat di konsumsi dan ada juga jamur yang beracun. Sebelum dikonsumsi, jamur harus diidentifikasi dan diperiksa keamanannya dengan baik, sehingga informasi mengenai kekayaan jenis jamur dan manfaatnya dipahami oleh masyarakat. Penelitian jamur makroskopis di Taman Wisata Alam Deleng Lancuk Kabupaten Karo Sumatera Utara bertujuan untuk mengetahui jenis jamur makroskopis dan membuat kunci determinasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi dengan melakukan pengamatan langsung pada area TWA Deleng Lancuk. Hasil penelitian diperoleh 33 jenis jamur makroskopis yang termasuk ke dalam 20 famili yaitu 2 spesies dari famili Ganodermataceae, 2 spesies dari famili Marasmiaceae, 4 spesies dari famili Polyporaceae, 4 spesies dari famili Psathyrellaceae, 3 spesies dari famili Strophariaceae, 4 spesies dari famili Tricolomataceae dan masing-masing 1 spesies dari famili Agaricaceae, Boletaceae, Cantharellaceae, Cortinariaceae, Crepidotaceae, Famitopsidaceae, Hygroporaceae, Hymenogastraceae, Inocybaceae, Mycenaceae, Pluteaceae, Russulaceae, Sclerodermataceae, dan Stereaceae. Spesies paling sering di temukan yaitu Microporus xanthopus (Fr.) Kuntze, Microporus affinis (Blume T.Nees) Kuntze, Crepidotus mollis (Fries) dan Crepidotus herbarum (Peck) Peck. Spesies jamur makroskopis yang paling sedikit ditemukan yaitu Tricholoma sp., Coprinopsis candidate (Ulje) Gminder Bohning, dan Marasmius perforans (Hoffm.) Fr.
Studi Awal Kelelawar (Ordo Chiroptera) di Pulau Batam Fauziah Syamsi; Yarsi Efendi; Lasdem Saragih; Muhamad Hasyir
SIMBIOSA Vol 10, No 1 (2021): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v10i1.2818

Abstract

Kelelawar adalah spesies kunci pada suatu habitat. Keberadaan kelelawar sangat penting karena menjalankan fungsi ekologis vital pada suatu ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi awal tentang keberadaan kelelawar di Pulau Batam. Metode penelitian adalah metode survei. Penangkapan kelelawar dilakukan di tiga stasiun pada Hutan Lindung Duriangkang dan Hutan Lindung Sungai Ladi. Kelelawar ditangkap menggunakan jaring kabut. Kelelawar yang tertangkap diamati karakter morfologinya, lalu diukur karakter pentingnya untuk identifikasi. Identifikasi mengacu pada buku panduan. Dari penelitian yang sudah dilakukan, ditemukan empat jenis kelelawar pada kedua hutan lindung, satu jenis ditemukan dalam jumlah yang sangat banyak dan mendominasi yaitu Cynopterus brachyotis. Nilai indeks keanekaragaman pada kedua lokasi tergolong rendah, indeks kemerataan tergolong rendah dan sedang, indeks dominansi tinggi dan sedang. Indeks kesamaan komunitas adalah 100% karena spesies yang dijumpai pada kedua lokasi sama
Pengaruh Pemberian Thiamin (Vitamin B1) Terhadap Pertumbuhan Morfometrik Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica rapa L.) Martha Friendly; Yarsi Efendi; Rahmi Rahmi
SIMBIOSA Vol 10, No 1 (2021): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v10i1.2627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Thiamin (Vitamin B1) terhadap pertumbuhan morfometrik tanaman sawi pakcoy hijau (Brassica rapa L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 1 kontrol, perlakuan A (Dosis 3 ml Thiamin + 1 Liter Air Biasa), perlakuan B (Dosis 6 ml Thiamin + 1 Liter Air Biasa) dan perlakuan C (Dosis 9 ml Thiamin + 1 Liter Air Biasa). Masing- masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali, sehingga terdapat 20 satuan percobaan. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis dengan ANOVA (Analysis of varience) dan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan taraf 5%. Terdapat pengaruh nyata dari pemberian Thiamin (Vitamin B1) terhadap parameter pertumbuhan tanaman yang diteliti yaitu tinggi tanaman (Fhitung = 17.7 >FTabel (0.05) = 3.24), jumlah helai daun (Fhitung = 8.26 >FTabel (0.05) = 3.24), berat basah (signifikan/S) (Fhitung = 4.4 >FTabel (0.05) = 3.24). Dosis optimal adalah Perlakuan A dengan pemberian 3 ml Thiamin ditambah 1 Liter air biasa.
Keanekaragaman dan Distribusi Capung di Kawasan Padang Rumput Desa Bingin Rupit Ulu Kecamatan Rupit Rukiah Lubis; Meti Herlina; Rahmi Rahmi; Intan Maharani
SIMBIOSA Vol 10, No 1 (2021): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v10i1.3233

Abstract

Capung memiliki fungsi yang sangat penting bagi lingkungan, sebab dapat menjaga keseimbangan ekosistem, dengan begitu keanekaragaman jenis capung dapat dijadikan sebagai bioindikator kesehatan suatu kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan distribusi capung di kawasan padang rumput di Desa Bingin Rupit Ulu Kecamatan Rupit. Penelitian ini mengunakan metode survei langsung ke lokasi penelitian dengan metode jelajah. Luas lokasi penelitian ±1 ha. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 12 spesies capung yang termasuk ke dalam 5 famili, yang terdiri dari 2 subordo yaitu subordo Anisoptera ditemukan 2 Famili yaitu: Gomphidae 1 spesies yaitu Ictinogomphus decoratus, famili Libellulidae 7 spesies yaitu Lathrecista asiatica, Rhodothemis rufa, Diplacodes trivialis, Crocothemis servilia, Orthetrum sabina, Neurothemis ramburii, Orthetrum glaucum, sedangkan subordo Zygoptera terdapat 3 famili yaitu : famili Coenagrionidae 2 spesies yaitu Agriocnemis femina, Ceriagrion praetermissum, famili Protoneuridae 1 spesies yaitu Prodasineura autumnalis, family Platycnemididae 1 spesies yaitu Copera marginipes. Indeks keanekaragaman jenis capung didapat nilai 0,884 dan termasuk kategori rendah (H’ > 1). Distribusi capung di kawasan padang rumput termasuk mengelompok (11 spesies) dan pola penyebaran seragam (1 spesies).
Pengaruh Metode Bioteknologi Fermentasi Kombucha Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Sebagai Antibakteri Propinobacterium acne Muhammad Faizal Fathurrohim; Firman Rezaldi; Nurullah Asep Abdilah; M. Fariz Fadillah; Diyan Yunanto Setyaji
SIMBIOSA Vol 11, No 1 (2022): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v11i1.4244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi ilmiah mengenai aktivitas antibakteri dari suatu fermentasi kombucha bunga telang dari setiap konsentrasi larutan gula yang digunakan. Konsentrasi larutan gula yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 20%, 30%, dan 40%. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Kontrol positif berupa kombucha berbahan dasar teh hitam. Kontrol negatif berupa akuades steril. Metode difusi sumuran merupakan salah satu metode yang digunakan dalam pengujian antibakteri dengan cara menghitung diameter zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan kombucha bunga telang yang telah difermentasi oleh konsorsium bakteri dan ragi mempunyai aktivitas sebagai antibakteri terhadap Propinobacterium acne pada konsentrasi gula 40% dengan rata-rata diameter zona hambat 12,46 mm yang termasuk ke dalam kategori kuat, sehingga selain berpotensi sebagai minuman probiotik fungsional berpotensi juga sebagai bahan atau zat aktif pada kosmetik seperti krim, serum, sabun wajah, dan spray wajah.
Wild Edible Plants Sebagai Pendukung Ketahanan Pangan Pada Masyarakat Desa Kebondalem Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi Nunuk Nurchayati
SIMBIOSA Vol 11, No 1 (2022): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v11i1.4343

Abstract

Masyarakat di desa tersebut seringkali memenuhi kebutuhan pangannya dengan memanfaatkan tumbuhan liar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan liar yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan oleh masyarakat desa Kebondalem kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif  secara purposive snaowball sampling dan cara perolehan informasi dengan teknik wawancara. Tahapan penelitian meliputi studi pendahuluan, studi etnobotani, pengumpulan data tumbuhan, dan analisis data secara kuantitatif. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan liar yang dimanfaatkan oleh masyarakat desa Kebondalem berjumlah 14 spesies dan tergabung dalam 10 famili dengan 7 kategori (lalapan, sayur tawar, sayur bersantan, sayur bening, tumisan, botok, dan bahan makanan pokok). Nilai sitasi masyarakat tertinggi (100%) adalah untuk tumbuhan lompong (Colocasia esculenta) dan terendah (28,3%) tumbuhan luntas (Pluchea indica). Sedangkan nilai RKI yang tertinggi (1)  kategori lalapan dan yang terendah (0,74) kategori botok.  Organ yang dimanfaatkan meliputi, batang, daun, buah, dan umbi.  Habitat tumbuhan liar yang diperoleh berasal persawahan (14,29%), ladang (28,57%), pekarangan sekitar rumah (35,71%), dan di gunung Srawet (21,43%).
Identifikasi Spesies Gastropoda di Kawasan Tambak Udang Desa Muara Sungsang Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan Yossy Fitria; Rozirwan Rozirwan; Fitrani Mirna
SIMBIOSA Vol 11, No 1 (2022): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v11i1.4280

Abstract

Desa Muara Sungsang Banyuasin merupakan salah satu kawasan yang dimanfaatkan menjadi tambak. Kegiatan tambak tersebut menyebabkan perubahan struktur komunitas di lingkungan tersebut yang salah satunya yaitu Gastropoda. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis Gastopoda yang ada di kawasan tambak Desa Muara Sungsang Kabupaten Banyuasin. Penelitian dilakukan pada bulan November 2021. November 2021. Identifikasi dilakukan di laboratorium dan penentuan takson berdasarkan World Register of Marine spescies. Pengambilan sampel dilakukan di 5 titik stasiun. Dari hasil penelitian didapatkan 5 jenis gastropoda yang terdiri dari 2 suku yaitu Potamididae dan Neritidae. Hewan gastropoda yang ditemukan berjumlah 214 individu yang terdiri dari C.cingulata, C.quadrata, C.ovalaniense, N.violacea dan T.telescopium. Lima spesies gastropoda yang ditemukan memiliki komposisi jenis yang bervariasi. C.quadrata, N.violacea, dan T.telescopium termasuk kelompok terpadat sedangkan C.cingulata dan C.oualaniense termasuk kelompok terjarang. Kondisi kualitas air fisika-kimia perairan parameter suhu 27,90C-34,30C, pH 10-17, oksigen terlarut 6,31-7,45 ppm dan salinitas 6,92-7,45 ppt masih relatif normal.
Struktur Sekretori Aglaonema simplex sebagai Tumbuhan Obat Evi Muliyah; Yohana Caecilia Sulistyaningsih
SIMBIOSA Vol 11, No 1 (2022): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v11i1.3916

Abstract

Aglaonema simplex (Selimpot pati) merupakan suku Araceae yang digunakan untuk pengobatan tradisional. Batang dan akar tumbuhan A. simplex dimanfaatkan oleh Suku Anak Dalam di Provinsi Jambi, Indonesia, untuk mengobati gejala diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur sekretori batang dan akar A. simplex. Studi histologi struktur sekretori batang dan akar A. simplex telah dilakukan. Spesies ini memiliki struktur sekretori berupa sel idioblas. Sel idioblas pada akar tersebar di korteks. Pada batang, sel idioblasnya tersebar pada epidermis, korteks, dan empulur. Sel idioblas pada A. simplex memiliki bentuk silindris. Ukuran sel idioblas terbesar ditemukan pada bagian empulur batang. Kerapatan sel idioblas tertinggi ditemukan pada epidermis batang. 
Pengaruh Pupuk Organik Cair Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) terhadap Pertumbuhan Bayam Cabut (Amaranthus tricolor L.) dan Implementasinya dalam Video Pembelajaran Fauziah Syamsi; Kiptiyah Kiptiyah; Yarsi Efendi
SIMBIOSA Vol 11, No 1 (2022): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v11i1.4094

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.)  terhadap pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 kontrol, perlakuan A (dosis 10 ml), perlakuan B (dosis 15 ml), perlakuan C (dosis 20 ml), perlakuan D (dosis 25 ml), dan perlakuan E (30 dosis ml); masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali, sehingga terdapat 30 satuan pecobaan. Variabel yang dianalisis adalah tinggi tanaman, jumlah daun dan berat basah. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis dengan ANOVA (Analysis of varience) dan apabila perlakuan berpengaruh nyata, maka akan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) pada taraf 5%.  Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang nyata dari pemberian pupuk organik cair kulit pisang kepok terhadap variabel pertumbuhan tinggi bayam cabut (Fhitung = 4.637 FTabel (0.05) = 2.62), tidak terdapat pengaruh nyata terhadap varibel jumlah daun bayam cabut (Fhitung = 1.855 FTabel (0.05) = 2.62), dan tidak tidak terdapat pengaruh nyata terhadap variabel berat basah bayam cabut (Fhitung = 1.011 FTabel (0.05) = 2.62).
Similaritas Morfometrik Ikan Bawal Bintang Sirip Panjang (Trachinotus blochii) dan Bawal Bintang Hibrida Varietas Sirip Panjang-Sirip Pendek Lani Puspita; Nurika Apriliyana; Notowinarto Notowinarto; Dikrurahman Dikrurahman
SIMBIOSA Vol 11, No 1 (2022): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v11i1.4215

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis: (1) Karakteristik morfometrik masing-masing ikan Bawal Bintang Sirip Panjang (Bb) dan Bawal Bintang Hibrida (Bh); (2) Similaritas morfometrik intrapopulasi pada masing-masing kelompok ikan Bb dan Bh; serta (3) Similaritas morfometrik interpopulasi ikan Bb dan Bh. Objek penelitian adalah ikan Bb dan Bh pada kelompok calon induk yang dipelihara di KJA BPBL Batam. Contoh ikan diambil dengan metode multi stage random sampling. Ada 8 proporsi karakteristik morfometrik yang diukur dan diperbandingkan antara kedua kelompok ikan, yaitu TL/CL, TL/PL, TL/DL, CL/PFL, CL/ED, AH/OH, PL/DL, dan DBL/DFH. Similaritas morfometrik antara kedua kelompok ikan dianalisis dengan Analisis Cluster Observasi. Dari hasil penelitian, didapatkan hasil sebagai berikut: (1) Nilai rata-rata proporsi karakteristik morfometrik ikan Bb dan Bh tidak berbeda jauh; (2) Similaritas morfometrik intrapopulasi ikan Bb secara keseluruhan adalah 25.87% dengan similaritas tertinggi antar 2 observasi sebesar 82.53%, sedangkan similaritas morfometrik intrapopulasi ikan Bh secara keseluruhan adalah 36.29% dengan similaritas tertinggi antar 2 observasi sebesar 88.69%; dan (3) Similaritas morfometri interpopulasi ikan Bb dan Bh secara keseluruhan adalah 27.18% dengan similaritas tertinggi antar 2 observasi sebesar 90.82%.