Journal of Sustainable Tourism Research
Tornare: Jurnal Pariwisata Indonesia Berkelanjutan. Yang diterbitkan secara berkala oleh Program Studi Pariwisata Berkelanjutan, Sekolah Pascasarjana Universitas Padjadjaran dengan fokus khusus pada studi pariwisata Indonesia. Jurnal Tornare berupaya untuk memajukan bidang pariwisata dengan aspek ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan dari pariwisata Indonesia. Jurnal ini menyambut baik hasil karya penelitian mengenai kepariwisataan, karya konseptual, studi empiris, aplikasi teoretis dan ulasan buku terutama di mana ia mendukung pengembangan studi pariwisata Indonesia melalui pendekatan yang lebih kritis terhadap ide dan konsep baru terhadap pariwitasa. Fokus jurnal Tornare berkaitan dengan bidang studi pariwisata Indonesia, Tornare juga akan mempertimbangkan artikel yang lebih khusus, terhadap investigasi masalah yang berkaitan dengan pengembangan masyarakat terhadap pariwisata, tipologi pariwisata, ekowisata, pariwisata pedesaan, industri perhotelan dan pariwisata, studi pemasaran, manajemen risiko, skema dan kebijakan akreditasi, kelestarian lingkungan, kawasan lindung, studi budaya, warisan manajemen studi, interpretasi, politik pariwisata, pengentasan kemiskinan, studi gender, pendidikan dan masalah keadilan dan perdamaian melalui pariwisata.
Articles
40 Documents
Interpretasi Kebijakan Pembangunan Kepariwisataan Indonesia
Awaludin Nugraha
Tornare: Journal of Sustainable and Research Vol 2, No 2 (2020): Mei, 2020
Publisher : Unpad Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/tornare.v2i2.27221
Kebijakan pembangunan kepariwisataan Indonesia berkembang seiring dengan perkembangan politiknya. Dua undang-undang tentang kepariwisataan, yaitu UU 9/1990 dan UU 10/2009 merupakan produk kebijakan pembangunan kepariwisataan Indonesia. Keduanya dihasilkan dalam kondisi politik yang berbeda. Tujuan kebijakan pembangunan kepariwisataan Indonesia adalah mewujudkan tujuan nasional bangsa Indonesia melalui pembangunan kepariwisataan. Tujuan nasional bangsa Indonesia tersurat dan tersirat dalam Pembukaan UUD 1945. Artikel ini bertujuan untuk memahami perkembangan paradigma kebijakan pembangunan kepariwisataan di Indonesia melalui pemaknaan terhadap UU 9/1990 dan UU 10/2009 yang dikaitkan dengan tujuan nasional bangsa Indonesia. Untuk memahami hal tersebut diperlukan interpretasi terhadap kedua kebijakan tersebut dengan mengaitkannya pada esensi Pembukaan UUD 1945. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kepustakaan. Analisis datanya menggunakan metode hermeneutika Dilthey berupa kegiatan yang bersifat triadik terhadap ketiga sisi yang saling berhubungan dan saling berdialektik, yaitu teks kebijakan, pengalaman mental pembuatnya, dan subjek yang meginterpretasikannya. Makna teks kebijakan dipahami melalui sejarah pembuat dan pembuatannya, sedangkan subjek yang menginterpretasikannya harus memasuki jiwa zaman masa pembuatan teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan kepariwisataan tahun 1990 sejalan dengan tujuan bangsa Indonesia, karena paradigma persatuan dan kekeluargaan masih diusung oleh kebijakan itu. Kebijakan pembangunan kepariwisataan tahun 2009 mulai berbelok menjauh dari tujuan bangsa Indonesia, karena telah dibawa ke paradigma persaingan bebas yang mengabaikan aspek kekeluargaan.
TANTANGAN MILENIAL DI DESA WISATA
Arfah Sahabudin
Tornare: Journal of Sustainable and Research Vol 2, No 1 (2020): Januari, 2020
Publisher : Unpad Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/tornare.v2i1.25824
Kaum milenial mendominasi wisatawan di era pariwisata 4.0. Alam dan budaya jika dikemas akan menjadi produk wisata dengan daya pikat menarik bagi wisatawan khususnya wisatawan milenial. Salah satu produk yang dimiliki Indonesia adalah desa wisata atau kampung wisata, dengan atraksi wisata berupa alam dan budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap potensi digitalisasi desa wisata / kampung wisata untuk dikembangkan menjadi salah satu konsep layanan smart tourism yang mampu menarik wisatawan milenal lebih banyak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengumpulan data primernya dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara mendalam. Data sekunder dengan studi kepustakaan. Analisis datanya menggunakan model interaktif, melalui tiga kegiatan yang dilakukan bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi, konsep smart tourism atau digitalisasi desa / kampung wisata merupakan langkah kongkrit yang dapat dilakukan oleh desa wisata / kampung wisata untuk memperbesar peluang kunjungan wisatawan utamanya wisatawan milenial. Kata Kunci : smarttourism, desa wisata, digitalisasi, milenial, era pariwisata 4.0
Peran Kampung Tugu Sebagai Daya Tarik Wisata Budaya Unik di Jakarta
Heryanto, Oki;
Baskara, Moch Rey;
Novianti, Evi
Tornare: Journal of Sustainable and Research Vol 3, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Unpad Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/tornare.v3i1.29831
Kampung Tugu dan semua keunikan di dalamnya merupakan sebuah potensi pariwisata yang dapat mendatangkan wisatawan untuk mendukung kegiatan wisata di wilayah Jakarta Utara. Berkaitan dengan hal itu, untuk meningkatkan potensi wisata dan perekonomian, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara melaui Surat Keputusan Walikota No. 345/2011 menjadikan Kampung Tugu sebagai 12 destinasi wisata pesisir di Jakarta Utara. Namun, seiring dengan perkembangan industri, Kampung Tugu yang berupa cagar budaya peninggalan sejarah bangsa Portugis yang ada di Jakarta sudah mulai terlupakan. Hal ini disebabkan oleh lalu lintas perindustrian di kawasan Kampung Tugu. Kampung Tugu dikenal hanya karena keberadaan Gereja Tugu. Padahal masih banyak keunikan-keunikan lain di dalamnya seperti keroncong Tugu, tradisi budaya, maupun kuliner khas Kampung Tugu. Tujuan penelitian ini untuk memperkenalkan kembali Kampung Tugu sebagai cagar budaya peninggalan bangsa Portugis di Jakarta Utara dan juga merupakan salah satu destinasi wisata pesisir di Jakarta Utara. Dengan metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif, dimana dalam pengumpulan data seperti literatur, observasi, dan wawancara mengenai objek penelitian. Kampung Tugu merupakan destinasi wisata pesisir di Jakarta Utara yang sangat unik dan menarik untuk dikunjungi para wisatawan baik dalam maupun luar negeri yang ingin menikmati peninggalan sejarah Bangsa Portugis di Jakarta. Oleh karena itu, perlu diperkenalkan kepada masyarakat dan juga merupakan salah satu destinasi wisata pesisir di Jakarta Utara.
Kinerja Promosi Jasa Belitung Utama Tour and Travel Bandung dalam Berbisnis
Fahriza Junizar;
Ute Lies Siti Khadijah;
Edwin Rizal
Tornare: Journal of Sustainable and Research Vol 2, No 3 (2020): September, 2020
Publisher : Unpad Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/tornare.v2i3.29692
Peran biro perjalanan wisata dalam mengembangkan perekonomian dengan permintaan pasar yang cepat berubah, para pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata mempunya peran yang cukup penting dalam pencapaian kesuksesan di bidang pariwisata. Terutamanya di biro perjalanan wisata, selain mengembangkan bisnisnya, biro perjalanan wisata juga memiliki dampak terhadap kemajuan pariwisata di suatu kota. Menurut Hasibuan (2002:160), Kinerja diartikan sebagai hasil kerja yang telah dicapai oleh seseorang dalam menjalankan tugas-tugasnya berdasarkan kecerdasannya, usaha serta kesempatan yang dilakukannya. Banyaknya paket wisata yang tersedia saat ini, membuktikan keberagaman minat dari wisatawan dan permintaan pasar, itu juga bisa membuktikan dengan banyaknya kunjungan berbagai motivasi yang datang ke Kota Bandung. Dalam makalah ini metode yang digunakan adalah kualitatif, untuk mengetahui bagaimana strategi yang dilakukan Jasa Belitung Utama (JBU) Tour And Travel Bandung. Penelitian ini menunjukan hasil bahwa strategi bisnis yang paling dilakukan dari pemilik JBU ini adalah dengan pemasaran yaitu promosi melalui periklanan dan personal selling.
KEPARIWISATAAN TERKAIT 4.0 DENGAN MEMANFAATKAN BIG DATA
Suwarni Suwarni
Tornare: Journal of Sustainable and Research Vol 2, No 1 (2020): Januari, 2020
Publisher : Unpad Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/tornare.v2i1.25829
Peranan data sangat penting terutama memasuki era ledakan data atau "Big Data". Oleh karenanya, pihak yang mampu mengolah dan memanfaatkan data-data yang bervolume besar, cepat berubah, variatif, dan kompleks, dapat mengambil keuntungan yang besar. Mengacu pada manfaat besar yang dapat ditawarkan oleh teknologi Big Data, menarik untuk melihat sejauh mana teknologi Big Data sudah dimanfaatkan di Indonesia, khususnya di bidang Pariwisata.Munculnya era tourism 4.0, merupakan dampak dari revolusi industri 4.0 di sektor pariwisata. Era ini ditandai dengan adanya kemudahan akses atas informasi melalui media digital. Era tourism 4.0 juga menjadi penyebab munculnya fenomena pergeseran budaya siber dan visual pada wisatawan Indonesia, khususnya perilaku generasi milenial. Perusahaan Online Travel Agent seperti Traveloka, AirBnB, Ticket.com dan Pegipegi telah memanfaatkan penggunanBig Data untuk memberikan kemudahan dalam layanan tiket pesawat, hotel, tiket kereta dan wisata. Katakunci: Tourism 4.0, Big Data
WISUDA LENGGER GIYANTI SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI KABUPATEN WONOSOBO
Syahrul Akbar
Tornare: Journal of Sustainable and Research Vol 1, No 1 (2019): September, 2019
Publisher : Unpad Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/tornare.v1i1.25364
Kekuatan event budaya terletak pada kemampuannya dalam memenuhi tantangan imajinasi pengunjung dan penyelenggaranya, serta menjelajahi kemungkinan-kemungkinan tradisi budaya sebagai produk pariwisata. Sehingga event budaya sering dijadikan atraksi wisata di sebuah destinasi pariwisata. Selain dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, event budaya juga mampu untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan, serta jumlah pengeluaran wisatawan di sebuah destinasi. Dengan potensi tersebut, banyak destinasi pariwisata kemudian mengemas berbagai ritus budaya menjadi sebuah event budaya yang menarik, unik dan sarat nilai-nilai budaya, namun tidak meninggalkan esensi kesakralan ritus budaya tersebut. Penelitian ini mengambil event budaya Wisuda Lengger Giyanti di Kabupaten Wonosobo sebagai obyek dalam penelitian. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan data yang terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer merupakan hasil wawancara mendalam melalui telepon dengan Penyelenggara Gelaran Wisuda Lengger, sedangkan data sekunder diperoleh dari tinjauan pustaka mengenai teori penyelenggaraan event dan festival, serta literatur terkait dengan Wisuda Lengger Giyanti. Analisis dalam penelitian ini menggunakan pendekatan pariwisata budaya dan teori manajemen penyelenggaraan event sehingga dapat mengidentifikasi aspek-aspek kebudayaan dalam gelaran Wisuda Lengger Giyanti.
STRATEGI KOMUNIKASI PARIWISATA BERBASIS BUDAYA DALAM MENUNJANG PARIWISATA DI KAWASAN BANDUNG UTARA
Rahmatika Desiana;
Evi Novianti;
Ute Lies Khadijah
Tornare: Journal of Sustainable and Research Vol 3, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Unpad Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/tornare.v3i1.31663
Efektifitas komunikasi persuasif menjadi salah satu fokus yang akan dikaji pada riset ini, hal tersebut dapat berkontribusi dalam merancang strategi komunikasi persuasi yang efektif bagi Kawasan Bandung Utara. Untuk mengetahui hal tersebut, secara umum tujuan riset ini yaitu merancang strategi komunikasi persuasif yang diperlukan dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan untuk Kawasan Bandung Utara. Untuk mencapai tujuan tersebut beberapa sasaran yang akan dikaji terlebih dahulu yang mencakup gambaran umum kepariwisataan dan implementasi komunikasi persuasif di Kawasan Bandung Utara, serta efektifitas komunikasi persuasif yang telah dilakukan oleh para pengelola pariwisata di Kawasan Bandung Utara. Riset ini menggunakan metode campuran dengan teknik perolehan data primer melalui wawancara, survey kuesioner, dan obeservasi lapangan. Sementara data sekunder didapatkan melalui studi pustaka dan dokumen kebijakan terkait. Ruang lingkup wilayah penelitian ini meliputi Kawasan Bandung Utara (KBU) yang secara khusus ruang lingkup penelitian difokuskan pada empat kawasan lindung utama yang pemanfaatannya untuk wisata yang mencakup Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda dan Taman Wisata Alam Tangkuban Perahu (kawasan pelestarian alam). Hasil temuan pada laporan kemajuan ini adalah teridentifikasinya gambaran umum kepariwisataan di KBU dan juga studi kasus terkait penerapan komunikasi persuasif di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda dan Taman Wisata Alam Tangkuban Perahu. Di mana komunikasi persuasif yang telah diterapkan mengusung tema menjaga lingkungan dan sumber daya daya tarik wisata setempat dan tema menjaga kebersihan, kesehatan, keamanan untuk kenyamanan berwisata dengan teknik penyampaian satu arah dan dua arah. Agar dapat dirancangnya strategi komunikasi persuasif yang efektif dan efisien.
POTENSI DESA JATIROKE SEBAGAI DESA WISATA
Ute Lies Siti Khadijah;
Maharani Citra Praphesti
Tornare: Journal of Sustainable and Research Vol 2, No 2 (2020): Mei, 2020
Publisher : Unpad Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/tornare.v2i2.27487
Desa Jatiroke selama perkembangannya hingga saat ini mempunyai beberapa masalah. Yang pertama adalah belum dikelolanya berbagai potensi desa yang sebenarnya dapat dikembangkan dengan baik, mulai dari Gunung Geulis hingga berbagai kesenian daerah yang masih kuat dan terjaga dengan cukup baik. Selanjutnya adalah rendahnya tingkat pengetahuan dan keterampilan para warga desa, mulai dari penggunaan teknologi hingga pemanfaatan potensi-potensi desa, dan lain-lain. Yang ketiga berkaitan dengan badan pengurus desa yang merupakan kurang efektifnya komunikasi dan kerja sama antara pemerintah desa dan warga desa serta desa yang masih mengandalkan bantuan dari pemerintah dan kurangnya bantuan dari berbagai pihak swasta yang akhirnya mempengaruhi kondisi keuangan desa. Desa Jatiroke selama perkembangannya hingga saat ini. Yang pertama adalah belum dikelolanya berbagai potensi desa yang sebenarnya dapat dikembangkan dengan baik, mulai dari Gunung Geulis hingga berbagai kesenian daerah yang masih kuat dan terjaga dengan cukup baik. Selanjutnya adalah rendahnya tingkat pengetahuan dan keterampilan para warga desa, mulai dari penggunaan teknologi hingga pemanfaatan potensi-potensi desa, dan lain-lain. Yang ketiga berkaitan dengan badan pengurus desa yang merupakan kurang efektifnya komunikasi dan kerja sama antara pemerintah desa dan warga desa serta desa yang masih mengandalkan bantuan dari pemerintah dan kurangnya bantuan dari berbagai pihak swasta yang akhirnya mempengaruhi kondisi keuangan desa. Penelitian ini menggunakan metode RRA atau Rapid Rural Appraisal.Metode ini merupakan proses belajar intensif untuk memahami kondisi masyarakat, yang dilakukan secara berulang dan cepat. Kelebihan pendekatan ini adalah penelitian bisa mencakup daerah yang lebih luas dalam waktu relatif singkat untuk mendapatkan informasi yang luas secara umum. Dalam metode ini, informasi yang dikumpulkan terbatas pada data yang dibutuhkan sesuai dengan tujuan penelitian, namun dilakukan dengan lebih mendalam dengan menelusuri sumbernya sehingga didapatkan informasi yang lengkap tentang sesuatu hal. Hasil Penelitian adalah diketahui ada dua masalah utama yang dimiliki oleh desa Jatiroke. Yang pertama adalah berbagai potensi yang terdapat di desa yang belum diberdayakan dengan baik oleh masyarakat sekitar sendiri hingga pengurus desa. Potensi tersebut sangat beragam macamnya, mulai dari potensi alam, potensi budaya, hingga potensi sumber daya masyarakatnya. Masalah kedua yang terjadi adalah bagaimana desa secara keseluruhan belum bisa dijadikan sebagai sebuah aset karena kurangnya pengelolaan sarana dan prasarana desa. Dari berbagai permasalahan tersebut, salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah pemanfaatandesa Jatiroke sebagai sebuah desa wisata. Dalam mengembangkan sebuah desa wisata, terdapat berbagai cara yang bisa dilakukan seperti memperbaiki berbagai infrastruktur desa, mengembangkan potensi budaya, serta melakukan pengembangan teknologi dengan menggunakan media sosial dan website sebagai salah satu bentuk komunikasi pemasaran. Seluruh cara ini dapat dilakukan untuk mengembangkan desa Jatiroke sebagai sebuah desa wisata sehingga bisa dikenal oleh masyarakat luas yang akhirnya dapat meningkatkan tingkat perekonomian warga desa Jatiroke itu sendiri
KONSEPTUALISASI DESTINASI WISATA PINTAR
Raden Willy Ananta Permadi
Tornare: Journal of Sustainable and Research Vol 2, No 1 (2020): Januari, 2020
Publisher : Unpad Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/tornare.v2i1.25825
Istilah pintar mewakili kata pemasaran untuk semua hal yang ada tertanam atau ditingkatkan oleh teknologi. Satu konsep cerdas, yang telah didapat momentum dalam beberapa tahun terakhir, adalah Smart City. Ini terutama berfokus pada cara meningkatkan kualitas hidup warga dengan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi gies (ICT). Makalah ini bertujuan untuk mengeksplorasi dimensi mana kecuali teknologi kritis untuk pengembangan Smart Citydan Destinasi wisata Cerdas. Mengikuti beberapa pendekatan studi kasus, makalah ini mengembangkan kerangka kerja untuk kecerdasan di kota-kota dan destinasi wisata. Penelitian eksplorasi ini berpendapat bahwa kepemimpinan, inovasi, dan modal sosial yang didukung oleh modal manusia adalah konstruksi fundamental kecerdasan. Aplikasi teknologi dan TIK enabler, yang mendukung konstruksi inti tujuan cerdas. Hasil yang diperoleh adalah untuk membahas bagaimana mengubah 'kecerdasan' ke pariwisata dan level yang lebih tinggi. Kata kunci; Smart City, TIK, Destinasi Wisata Pintar, Teknologi
Potensi Wisata Komunitas Pijar Sebagai Kelompok Unik Dalam Lingkungan Masyarakat Multikultural
Evi Novianti;
Hafsah Nugraha;
Risa Ramadaniati Zahra
Tornare: Journal of Sustainable and Research Vol 3, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Unpad Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/tornare.v3i1.29838
Pariwisata kreatif adalah salah satu sektor unggulan yang mendukung perekonomian nasional. Indonesia merupakan negara yang luas dan kaya akan budaya, baik budaya berbentuk benda maupun tak benda. Benda-benda yang dianggap budaya ini memerlukan bermacam ritual dan pengalaman dalam proses pembuatannya. Di Jawa Barat sendiri terdapat beberapa daerah yang memiliki kebudayaan sejenis itu, salah satunya di Kota Bandung yang dilestarikan oleh Komunitas Pijar yang mempelajari mengenai kebudayaan dan penempaan pisau dan benda pusaka, khususnya Kujang dan Keris. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dnegan pendekatan deskriptif. Subjek yang diteliti adalah Ibnu Pratomo sebagai pendiri Komunitas Pijar serta angota Komunitas Pijar. Teknik pengumpulan data yakni dengan studi dokumentasi, studi literatur, dan observasi tidak langsung. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Komunitas Pijar memiliki potensi menjadi pariwisata kreatif karena sifatnya yang informal, fleksibel, praktis, dan juga interaktif. Sebagai kelompok unik dalam masayarakat multikultural, Komunitas Pijar telah berupaya mengenalkan budaya mereka dengan meanfaatkan media sosial untuk berbagi pengetahuan mengenai penempaan.