cover
Contact Name
Andi Mi'rajusysyakur Muchlis
Contact Email
jurnalperikanan.unanda@gmail.com
Phone
+6285289757062
Journal Mail Official
jurnalperikanan.unanda@gmail.com
Editorial Address
Jl. Anggrek Non Blok, Kota Palopo, 91921
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fisheries Of Wallacea Journal
ISSN : 27210456     EISSN : 27466876     DOI : -
Fisheries of Wallacea Journal merupakan jurnal publikasi ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian ilmiah pada berbagai bidang ilmu perikanan diantaranya, Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Budidaya Perairan, Manajemen Sumberdaya Perairan, Ilmu dan Teknologi Kelautan, Sosial Ekonomi Perikanan dan bidang-bidang lain yang terapannya sangat berhubungan dengan bidang perikanan. Penelitian tersebut harus memenuhi syarat ilmiah, baik yang dilakukan oleh individu dosen, dosen secara berkelompok maupun dosen berkolaborasi dengan mahasiswa bimbingannya dan umum
Articles 42 Documents
KAJIAN BIOLOGI DAN EKONOMI PERIKANAN BAWAL PUTIH (Pampus argenteus) DI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) KABUPATEN KEBUMEN, JAWA TENGAH Andi Mi'rajusysyakur Muchlis
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 4, No 1 (2023): Volume 4 No. 1 (Edisi Februari 2023)
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v4i1.1831

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui aspek biologi, aspek perikanan, dan aspek ekonomi ikan bawal putih di Kabupaten Kebumen. Data aspek biologi diperoleh dengan melakukan pengukuran panjang dan berat ikan bawal putih yang didaratkan di TPI Kabupaten Kebumen. Sampel ikan yang diambil adalah sebanyak 820 ekor ikan bawal putih, yang dibagi ke 8 (delapan) titik pendaratan ikan di kabupaten Kebumen. Pengambilan sampel ikan dari tiap kapal dilakukan dengan metode sampling acak. Data aspek perikanan dibagi atas dua yaitu data primer dan data sekunder. Pengambilan data primer dilakukan dengan menggunakan wawancara dengan nelayan menggunakan daftar pertanyaan yang telah disiapkan terlebih dahulu. Data ini mencakup data unit penangkapan, fishing ground, metode penangkapan ikan, harga ikan hasil tangkapan dan biaya operasional penangkapan. Pengambilan responden ditentukan dengan aksidental sampel (accidential sample) yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Anshori dan Iswati, 2009). Data sekunder yang diperlukan adalah data berkala (time series) hasil tangkapan dan upaya penangkapan di Kabupaten Kebumen selama 5 (lima) tahun terakhir. Pada bulan Februari berada pada TKG II, Maret berada pada TKG II, III dan V, sedangkan pada bulan April berada pada TKG II, III, dan V. Berdasarkan hasil dari hubungan panjang dan berat, maka diketahui nilai b tertinggi ada pada bulan Maret dengan nilai 3,264, sedangkan nilai b yang terendah berada pada bulan April dengan nilai 3,175. Berdasarkan analisis data statistik upaya dan produksi tahun 2009 – 2013 dengan menggunakan model Schaefer maka didapatkan hasil dugaan potensi lestari sumberdaya ikan bawal di perairan Kabupaten Kebumen yaitu nilai MSY sebesar 376.545 kg/tahun dengan effort optimum (fopt) 241.704 trip/tahun. Kondisi MEY menunjukkan biaya total (Total Cost/TC) yang dikeluarkan oleh unit penangkapan mencapai Rp19.391.840.000,-/tahun dan pendapatan total (Total Revenue/TR) Rp29.189.788.000,-/tahun. Pada kondisi MEY keuntungan terbesar diperoleh dari selisih TR dengan TC yaitu sebesar Rp9.797.948.000,-. Namun jika upaya penangkapan (effort) terus ditambah maka kondisi yang dicapai selanjutnya adalah MSY. Kondisi MSY ini terjadi pada saat upaya penangkapan bertambah sehingga TC akan meningkat dan mengurangi TR. Pada kondisi MSY keuntungan yang diperoleh akan menurun menjadi Rp111.442.554,-/tahun. Apabila eksploitasi penangkapan ikan terus bertambah, kondisi selanjutnya adalah Open Acces Equilibrium (OAE). Pada kondisi OAE terjadi titik impas antara TC dengan TR sehingga tidak memperoleh keuntungan sama sekali. Kondisi OAE ini sering dikenal dengan economic overfishing.
STUDI MORFOMETRIK DAN MERISTIC Macrobrachium idae DI SUNGAI LAMASI, SUNGAI SALU BONGKO', DAN SUNGAI SALU BATTANG KABUPATEN LUWU Jurniati Jurniati; Henny Tribuana Cinnawara; Siswati Siswati; Andi Mi'rajusysyakur Muchlis; Ummi Maksum Marwan
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 4, No 1 (2023): Volume 4 No. 1 (Edisi Februari 2023)
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v4i1.1895

Abstract

Macrobrachium idae adalah salah satu jenis sumberdaya udang yang ditemukan di Daerah Aliran Sungai Rongkong.  Produksi udang Macrobrachium spp di bagian hilir DAS Rongkong menunjukkan trend yang menurun sehingga dibutuhkan data-data biologi dari SDM tersebut, diantaranya studi morfometrik dan meristik dari tiga (3) sungai yang berada di daerah hilir DAS Rongkong, yaitu Sungai Lamasi, Sungai Salu Bongko’, dan Sungai Salu Battang, untuk membandingkan dan mencari similaritas dari populasi M. idae yang berasal dari ketiga Sungai tersebut.  Sampling dilakukan dengan metode acak (Random sampling), koleksi sampel menggunakan alat tangkap tradisional bubu mini (Kopa).  Karakter morfometrik yang diukur adalah panjang total (Pt), panjang abdominal (Pab), panjang telson (PTel), panjang karapas (PK), lebar karapas (LK), panjang diagonal karapas (PDK), panjang abdominal pertama (PAp), panjang rostral (PR), panjang abdominal kedua (PAK). Karakter meristik yang dihitung adalah (NaR) jumlah gigi atas rostrum atas dan (NbR) jumlah gigi bawah rostrum.  Ukuran Panjang Total tertinggi adalah 8,92 cm ditemukan di Sungai Salu Bongko’ dan Panjang total terkecil ditemukan di Sungai Salu Battang 3,63 cm.  Didapatkan perbedaan morfometrik yang signifikan antara ke tiga populasi yaitu pada Panjang abdominal (Pab) dan Panjang telson (PTel) dengan tingkat similaritas berkisar antara 0,85% - 0,90%.  Parameter meristik, jumlah gerigi rostrum atas dan bawah tidak menunjukkan perbedaan jumlah yang signifikan antara 3 populasi Sungai.