cover
Contact Name
Andi Mi'rajusysyakur Muchlis
Contact Email
jurnalperikanan.unanda@gmail.com
Phone
+6285289757062
Journal Mail Official
jurnalperikanan.unanda@gmail.com
Editorial Address
Jl. Anggrek Non Blok, Kota Palopo, 91921
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fisheries Of Wallacea Journal
ISSN : 27210456     EISSN : 27466876     DOI : -
Fisheries of Wallacea Journal merupakan jurnal publikasi ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian ilmiah pada berbagai bidang ilmu perikanan diantaranya, Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Budidaya Perairan, Manajemen Sumberdaya Perairan, Ilmu dan Teknologi Kelautan, Sosial Ekonomi Perikanan dan bidang-bidang lain yang terapannya sangat berhubungan dengan bidang perikanan. Penelitian tersebut harus memenuhi syarat ilmiah, baik yang dilakukan oleh individu dosen, dosen secara berkelompok maupun dosen berkolaborasi dengan mahasiswa bimbingannya dan umum
Articles 42 Documents
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN TAMBAHAN TELUR SEMUT RANGRANG (Oecophylla smaragdina) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILA GIFT (Oreochromis niloticus) Muhammad Faizar Baharuddin; Suardi Suardi; Andi Idrus
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 1, No 2 (2020): 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v1i2.580

Abstract

Ikan nila gift mempunyai bentuk tubuh lebih pendek dibandingkan ikan nila lokal dan merupakan salah satu komoditas ikan air tawar yang mudah dibudidayakan dikarenakan kemampuannya beradaptasi sangat baik dan pertumbuhannya cepat dengan biaya produksi yang rendah. Semut rangrang disebut juga sebagai weaver ant yang memiliki cara hidup khas merajut daun pada pohon untuk membuat sarang, semut ini sangat agresif, berlimpah dan menjaga kawasannya dari spesies lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila gift. Penelitian ini dilaksanakan dari Bulan September sampai Oktober 2019. Berlokasi di unit Jl. Yusuf Arif, Kelurahan Amassangan. Pertumbuhan spesifik tidak berpengaruh nyata (F hitung 2,216 < 5,143 F tabel) sedangkan tingkat kelangsungan hidup berpengaruh nyata (F hitung 9,147 > 5,143 F tabel) dan konfersi pakan FCR tidak berpengaruh nyata. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan.
ANALISIS LAJU PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Gracilaria sp.) HASIL PERENDAMAN AIR KELAPA (Cocos nucifera) Andi Tenri Aisa; Suardi Suardi; Patahiruddin Patahiruddin
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 1, No 1 (2020): 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v1i1.322

Abstract

ABSTRAK           Rumput laut Gracilaria sp. merupakan salah satu jenis rumput laut alga merah yang telah dikembangkan di Indonesia. Jenis rumput laut ini mempunyai daya toleransi lingkungan luas, dan dapat tumbuh pada perairan laut dan payau, sehingga sangat potensial untuk dibudidayakan di tambak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju pertumbuhan rumput laut  Gracilaria sp. menggunakan perlakuan lama perendaman air kelapa yang berbeda (30 menit, 40 menit,dan 50 menit). Penelitian ini dilaksanakan di tambak Salubulo Kec.Wara Utara, Kota Palopo dari bulan Agustus sampai Oktober 2019. Penelitian ini menggunakan metode RAK (Rancangan Acak Kelompok), pengukuran bobot rumput laut dilakukan setiap 10 hari bersamaan dengan pengukuran kualitas air seperti suhu, salinitas, dan pH selama 40 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman bibit rumput laut setelah di uji statistik (ANOVA) tidak berbeda nyata yaitu  F-hitung<F-Tabel (3,00<5,14) pada taraf 5%. Secara deskriptif analisis menunjukkan bahwa laju pertumbuhan rumput laut tertinggi pada perlakuan B (40 menit) sebesar 2,04%. Kata kunci: Alga merah, toleransi lingkungan, tambak, dan Salubulo  ABSTRACTSeaweed Gracilaria sp. is one type of red algae seaweed that has been development in Indonesia, this type of seaweed has a broad environmental tolerance, and can grow in sea and brackish waters, so that the potential to be cultivated in ponds. This study aims to analyze the the potential is very potential to be cultivated in ponds. This study aims to analyze the growth rate of garcilaria sp. Use a different old coconut water immersion treatment (30 minutes, 40 minutes, and 50 minutes). This research was conducted in the pond salubulo palopo Kec. Wara Utara, palopo city from august to October 2019. This study used the RAK (Randomized block desaign) method, seaweed weight measurenments werw carried    out every 10 days for 40 days. The results showed that the treatment of seaweed seedlings immersion after being tested statistically (ANOVA) was not significantly different, namely F-count<F-table (3,00)<(5,14) at real level of 5%. Descriptive analysis showed that the highest growth rtea treatment B (40 minutes) was 2,04%. Keywords: Red algae, environmental tolerance, ponds, salubulo.
KAJIAN KANDUNGAN KLOROFIL RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii DENGAN BOBOT BIBIT BERBEDA TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN MENGGUNAKAN JARING TRAWL DI KABUPATEN LUWU Kasran Kasran; Henny Tribuana CP; Patahiruddin Patahiruddin
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 2, No 1 (2021): Volume 2 No. 1 (Edisi Februari 2021)
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v2i1.653

Abstract

Rumput laut Eucheuma  cottonii sebagai tanaman yang hidup di perairan dan memiliki zat hijau daun (klorofil) yang berperan utama dalam fotosintesis dan pertumbuhan. Salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan E. cottonii adalah dengan penentuan bobot bibit yang sesuai dengan metode budidaya yang tepat. Penelitian ini dilaksanakan selama 44 hari di mulai pada tanggal 25 Juni  sampai 8 Agustus  2020, di perairan Pantai Ponrang, Kabupaten Luwu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu perlakuan A bobot bibit 100 gram; perlakuan B bobot bibit 200 gram; dan perlakuan C bobot bibit 300 gram menggunakan jaring trawl. Data yang didapatkan selama penelitian meliputi kandungan klorofil, laju pertumbuhan dan parameter kualitas air. Data dianalisis dengan sidik ragam ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan kandungan klorofil dengan bobot bibit berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan Eucheuma  cottonii. Bobot bibit yang berbeda memberikan pengaruh sangat nyata terhadap laju pertumbuhan. Hasil pertumbuhan terbaik didapatkan pada perlakuan kelompok 2, dilanjutkan perlakuan kelompok 1 dan kelompok 3.
STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA MANGROVE DESA SRIMINOSARI LABUHAN MARINGGAI LAMPUNG TIMUR citra puspitaningrum; Dian Oktavianti
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 2, No 2 (2021): Volume 2 No. 2 (Edisi Agustus 2021)
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v2i2.804

Abstract

Desa Sriminosari memiliki komponen biofisik yang mendukung untuk pengembangan kegiatan ekowisata mangrove. Sebagai salah satu wilayah pesisir di Kabupaten Lampung Timur yang dikelilingi oleh mangrove tentunya rentan terhadap berbagai ancaman dan tekanan baik dari masyarakat dengan segala aktifitas pemanfaatan sumberdaya alam maupun ancaman dari alam itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekowisata dan mengkaji strategi pengembangan untuk ekowisata mangrove Desa Sriminosari. Penelitian menggunakan observasi dan wawancara serta analisis yang digunakan adalah analisis kerapatan mangrove, analisis daya dukung kawasan dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan kawasan ekosistem mangrove di Desa Sriminosari memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai objek wisata dengan luas 286 ha. Daya Dukung Kawasan (DDK) ekowisata mangrove Desa Sriminosari sebesar 279 orang per hari. Berdasarkan hasil analisis AHP didapatkan alternative prioritas utama terhadap strategi pengembangan ekowisata konservasi sumberdaya alam (KSDA) dengan nilai bobot 35% pioritas kedua konsep daya dukung kawasan (DDK) nilai bobot 19 %, ketiga kualitas sumberdaya manusia (KSDM) dengan nilai 17% prioritas ke empat penguatan institusi atau kelembagaan (PIK) dengan nilai bobot 15% dan perioritas ke lima peraturan daerah, penataan ruang dan pembiayaan (PRP) dengan nilai 15%.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KETAPANG (Terminalia catappa) DAN PROBIOTIK TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Serly Rizal; Suardi Suardi; Ummi Maksum Marwan
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 2, No 1 (2021): Volume 2 No. 1 (Edisi Februari 2021)
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v2i1.654

Abstract

 Ikan nila merupakan ikan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia. Permintaan pasar ikan nila mengalami kenaikan setiap tahunnya, sehingga produksi ikan nila perlu ditingkatkan lagi, terutama pada proses pembesaran ikan nila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun ketapang (Terminalia catappa) dan probiotik terhadap laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus - September selama 42 hari, berlokasi di jl.Laksatiaraja, Kelurahan Lebang, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan, yaitu A (pemberian ekstrak daun ketapang 100 ml dan probiotik 2ml), B (pemberian ekstrak daun ketapang 200ml dan probiotik 3ml), C (pemberian ekstrak daun ketapang 300 ml dan probiotik 4ml), dan D (tanpa pemberian ekstrak daun ketapang dan probiotik). Hasil uji analisis variansi (ANOVA) menunjukkan bahwa Fhitung>Ftabel (4,99>4,06) pada taraf 5% yang berarti bahwa berpengaruh nyata secara signifikan pemberian ekstrak daun ketapang dan probiotik terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus). Hasil uji analisis variansi (ANOVA) menunjukkan bahwa Perlakuan B dengan Dosis (ekstrak daun ketapang 200ml dan probiotik 3ml) adalah perlakuan yang terbaik, diikuti dengan perlakuan A dengan Dosis (ekstrak daun ketapang 100 ml dan probiotik 2ml), kemudian perlakuan C dengan Dosis (ekstrak daun ketapang 300 ml dan probiotik 4ml), dan terendah pada perlakuan D kontrol (tanpa pemberian).
ANALISIS PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Gracilaria sp.) abeng abeng; Patahiruddin Patahiruddin; Irman Halid; Juniati Jurniati; Andi Idrus
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 2, No 2 (2021): Volume 2 No. 2 (Edisi Agustus 2021)
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v2i2.807

Abstract

Gracilaria sp. merupakan salah satu jenis algae yang sangat popular di masyarakat petani tambak Indonesia.Tambak yang baik untuk budidaya Gracilaria sp. sangat tergantung pada pemilihan lokasi yang tepat dan kondisi ekologis tambak. Gracilaria sp. merupakan bahan dasar penghasil agar yang salah satu jenis alga merah (Rhodophyta). Produksi rumput laut Gracilaria  sp. di tambak dapat mencapai hasil minimal satu ton kering per hektar setiap periode. Tingginya permintaan komoditas rumput laut untuk industri, memberikan keuntungan terhadap budidaya rumput laut. Harga tinggi, bibit mudah diperoleh dan masa panen yang singkat menjadikan Gracilaria sp. sebagai salah satu komuditas unggulan di sektor perikanan pada budidaya tambak.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pertumbuhan Gracilaria sp. dengan perendeman pupuk organik cair. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Palopo selama 45 hari dengan pengambilan sampel dan pengukuran parameter lingkungan dilakukan setiap 11 hari sekali sebanyak empat kali pengambilan sampel. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan (perlakuan A: pupuk organik cair 0,0 ml; Perlakuan B: pupuk organik cair 15 ml; perlakuan C: pupuk organik cair 30 ml; perlakuan D: pupuk organik cair 45 ml). Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian pupuk organic cair dengan dosis berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan rumput laut Gracilaria sp. Uji Duncan memperlihatkan perlakuan D (45 ml) menghasilkan pertumbuhan yang tertinggi dan berbeda nyata terhadap perlakuan lainnya. 
Analisis Dampak Negatif Kegiatan Pengunjung Yang Menyebabkan Penurunan Kualitas Lingkungan Objek Wisata (Studi Kasus Pantai Teluk Hantu, Desa Pagar Jaya, Kecamatan Punduh Pedada, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung) DESY SASRI UNTARI; TRI ADI WIBOWO; ENY IVAN&#039;S; NOVITA NOVITA; ROHMATUL ANWAR
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 2, No 1 (2021): Volume 2 No. 1 (Edisi Februari 2021)
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v2i1.624

Abstract

Daya tarik wisata bahari tidak dapat dipungkiri keindahannya untuk dinikmati oleh setiap orang, baik perairan dan pesisirnya. Salah satu wisata bahari yang saat ini menjadi destinasi wisata tujuan yang ramai dikunjungi adalah Pantai Teluk Hantu yang berada di Desa Pagar Jaya Kecamatan Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran yang memiliki ciri khas perairan lautnya yang berwarna biru, jernih dan ombak yang besar serta pasir nya yang putih, lembut dan bersih. Pantai Teluk hantu dikelilingi oleh tebing-tebing dan pepohonan yang tumbuh diatasnya sehingga menjadikan setiap orang merasa nyaman dan sejuk berada disana, ditambah dengan banyaknya spot foto yang indah. Namun semakin terkenalnya suatu lokasi wisata maka semakin besar jumlah pengunjung yang datang setiap harinya, tidak jarang pengunjung meninggalkan sisa–sisa sampah bekas makanan dan minuman dari kegiatan pariwisata yang dilakukan. Hal tersebut dapat mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan yang jika dibiarkan dan tidak dikelola dengan tepat akan mengganggu ekosistem sekitar lokasi wisata. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja kegiatan yang dilakukan pengunjung dan dampak apa yang ditimbulkan dari kegiatan pariwisata. Metode dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan observasi dan wawancara dengan pengunjung, pengelola, dan masyarakat di Pantai Teluk Hantu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan pengunjung di Pantai Teluk Hantu yaitu antara lain fotografi, menikmati keindahan pantai, bermalam atau camping dengan membuat api unggun serta pelaksanaan kegiatan even-even kelompok motor atau mobil. Dengan adanya kegiatan tersebut tidak jarang sampah yang ditinggalkan menumpuk sehingga membuat lokasi wisata terlihat kotor. Pengelolaan yang dilakukan oleh pengelola pantai sebatas menumpuk sampah kemudian dibakar. Hal tersebut dirasa belum maksimal dalam penanggulanganya sehingga diperlukan langkah lain dalam pengelolaan.
ANALISIS PERTUMBUHAN KERANG MUTIARA (Pinctada maxima) BERDASARKAN KEDALAMAN DI PERAIRAN KUPA,KABUPATEN BARRU Harfika Sari Baso; Marhayana Syarifuddin
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 2, No 1 (2021): Volume 2 No. 1 (Edisi Februari 2021)
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v2i1.666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup kerang mutiara (Pinctada maxima) kaitannya dengan kondisi oceanografi berdasarkan periode temporal, dan kedalaman yang baik untuk pembesaran tiram  mutiara di perairan Kupa Kabupaten Barru. Metode penelitian yang digunakan adalah metode experimantal yaitu pengukuran dan pengambilan langsung data pertumbuhan dan data oceanografi melalui sampling. Data primer diperoleh dari pengukuran pertumbuhan dan kelangsungan hidup kerang mutiara serta pengukuran data oseanografi dan kelimpahan plankton yang dilakukan setiap bulan. Kerang mutiara yang dijadikan objek pengamatan jenis Pinctada maxima. Sampel anakan kerang mutiara ini adalah jenis Pinctada maxima yang dibudidayakan dalam pocket. Data primer diperoleh dari pengukuran pertumbuhan dan kelangsungan hidup kerang mutiara serta pengukuran data oceanografi yang dilakukan setiap bulan. Jumlah anakan kerang mutiara yang dijadikan sebagai hewan uji dengan ukuran lebar cangkang antara 3-4 cm berjumlah 90 ekor per pocket yang dibudidayakan pada kedalaman 2 m dan 6 m dengan masing-masing kedalaman terdapat 3 poket.Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan metode survey dan pengukuran langsung di lapangan, Data primer diambil dari variabel yang diteliti berupa kondisi oceanografi perairan dan ukuran pertumbuhan cangkang kerang mutiara (Pinctada maxima). Pengambilan sampel dilakukan tiap bulannya selama sembilan bulan Melalui penelitian ini, luaran yang akan diperoleh yaitu sebagai database dan  sebagai bahan informasi untuk kelayakan pertumbuhan dan kelangsungan hidup yang baik pada kerang mutiara di wilayah perairan Kupa sehingga mampu mendorong dan membantu masyarakat pesisir di sekitar perairan kupa untuk meningkatkan kesejahteraan dengan melakukan budidaya atau pembesaran kerang mutiara            Berdasarkan data yang didapatkan sampai Bulan Agustus dihasilkan pertumbuhan kerang mutiara  di perairan Kupa Kabupaten Barru yang terbaik terdapat pada kedalaman  6 meter hal ini didukung dengan keberadaan makanan alami (Fitoplankton) yang melimpah sebagai sumber utama makanan kerang Pinctada maximadan keadaan arus serta suhu yang maksimum untuk pertumbuhan kerang tersebut. 
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR BIOBOOST TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN IKAN BANDENG (Chanos chanos.Forskall) rosmina rosmina; Patahiruddin Patahiruddin; jurniati jurniati
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 2, No 2 (2021): Volume 2 No. 2 (Edisi Agustus 2021)
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v2i2.806

Abstract

Budidaya Ikan Bandeng (Chanos chanos, Forskall), masih menjadi organisme pilihan utama dalam kegiatan budidaya perairan di tambak. Pupuk organik cair merupakan pupuk yang berasal dari kotoran hewan atau sisa tumbuhan yang telah mati yang mengalami proses pembusukan oleh berbagai sistem dengan bantuan bakteri ataupun mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organic cair bioboost terhadap laju pertumbuhan ikan bandeng. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan (perlakuan A: pupuk bioboost 0,2 ml/ 15 liter air; perlakuan B: pupuk bioboost 0,3 ml/ 15 liter air; dan perlakuan C: pupuk bioboost 0,4 ml/ 15 liter air). Penelitian ini dilaksanakan di Kota Palopo. Parameter yang diukur yaitu bobot ikan dan kualitas air. Analisis data menggunakan analisis ragam (One Way Anova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair bioboost berpengaruh tidak nyata (P<0.05) terhadap laju pertumbuhan dan bobot ikan bandeng. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa pemberian pupuk cair bioboost dengan dosis berbeda memberikan respon yang sama terhadap laju pertumbuhan ikan bandeng.
LAJU PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Eucheuma cottoni DENGAN BOBOT BIBIT BERBEDA MENGGUNAKAN JARING TRAWL DAN LONG LINE Yusran Yusran; Henny Tribuana Cinnawara; Marhayana Syarifuddin
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 2, No 1 (2021): Volume 2 No. 1 (Edisi Februari 2021)
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v2i1.630

Abstract

Rumput laut E. cottonii merupakan salah satu komoditas yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Teknik budidayanya dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain dengan menggunakan metode trawl dan metode longline. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbedaan bobot bibit terhadap laju pertumbuhan E. cottonii. Berat bobot bibit yang digunakan yaitu 100 gr, 200 gr, dan 300 gr. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus - September 2020, bertempat di Pantai Ponrang Kabupaten Luwu. Metode analisis data menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang dilanjutkan dengan analisis Anova. Parameter perairan yang diukur antara lain suhu, salinitas, pH, kecerahan, dan kecepatan arus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat bobot bibit awal yang berbeda pada kedua metode yang digunakan memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap  pertumbuhan (F Hit > F Tabel 1%). Bobot bibit 100 gr pada trawl dan 200 gr pada longline memberikan pertumbuhan  lebih baik pada E. cottonii dengan nilai rata-rata harian sebesar 4,5% dan 3,6%. Laju pertumbuhan rumput laut E. cottonii  dengan menggunakan metode trawl lebih baik dari pada metode long line.