cover
Contact Name
Andi Mi'rajusysyakur Muchlis
Contact Email
jurnalperikanan.unanda@gmail.com
Phone
+6285289757062
Journal Mail Official
jurnalperikanan.unanda@gmail.com
Editorial Address
Jl. Anggrek Non Blok, Kota Palopo, 91921
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fisheries Of Wallacea Journal
ISSN : 27210456     EISSN : 27466876     DOI : -
Fisheries of Wallacea Journal merupakan jurnal publikasi ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian ilmiah pada berbagai bidang ilmu perikanan diantaranya, Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Budidaya Perairan, Manajemen Sumberdaya Perairan, Ilmu dan Teknologi Kelautan, Sosial Ekonomi Perikanan dan bidang-bidang lain yang terapannya sangat berhubungan dengan bidang perikanan. Penelitian tersebut harus memenuhi syarat ilmiah, baik yang dilakukan oleh individu dosen, dosen secara berkelompok maupun dosen berkolaborasi dengan mahasiswa bimbingannya dan umum
Articles 42 Documents
PERFORMA DAN ANALISA USAHA PENDEDERAN IKAN SIDAT Anguilla bicolor HASIL TANGKAPAN DARI SUNGAI CIMANDIRI PELABUHANRATU, SUKABUMI DI PT JAWA SUISAN INDAH SUKABUMI, JAWA BARAT Andri Iskandar; M. Arif Mulya; Mariah Bellina; Mizuyuki Inoue
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 2, No 2 (2021): Volume 2 No. 2 (Edisi Agustus 2021)
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v2i2.757

Abstract

Ikan sidat Anguilla bicolor merupakan komoditas perikanan yang bernilai jual tinggi dan diminati di pasar internasional.  Jepang merupakan konsumen ikan sidat terbesar di dunia, membutuhkan 150 000 ton dari 250 000 ton kebutuhan dunia. Kegiatan budi daya ikan sidat terdiri atas penangkapan benih, pendederan tahap I, pendederan tahap II dan pembesaran. Pada pendederan tahap I ikan ini dimulai dengan memelihara glass eel berukuran 0.17 gram/ekor didalam akuarium dengan dimensi 1.5 m x 0.8 m x 0.6 m selama 90 hari. Survival Rate sebesar 65%, dan pertumbuhan spesifik 2.44-3.49 %/ekor/hari sampai menghasilkan elver ukuran 2 gram/ekor sebanyak 522 161.6 kg per tahun, dan R/C ratio 1.3. Pendederan tahap II dilakukan dengan memelihara elver berukuran 2 gram/ekor didalam bak beton berukuran 2 m x 2 m x 0.6 m selama 90 hari. Survival Rate sebesar 71% dan pertumbuhan spesifik 0.29-1.44 %/ekor/hari, menghasilkan fingerling berukuran 30 gram/ekor sebanyak 2 091 830.4 kg per tahun, dan R/C ratio 1.17.
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS PUPUK SILIKAT YANG BERBEDA TERHADAP KEPADATAN Thallasiosira sp. riski riski; Henny Tribuana Cinnawara; Patahiruddin Patahiruddin; Andi Mi'rajusysyakur Muchlis
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 2, No 2 (2021): Volume 2 No. 2 (Edisi Agustus 2021)
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v2i2.808

Abstract

Jenis diatom yang biasa di gunakan sebagai pakan alami udang Vanammei salah satu diantaranya adalah Thallasiosira sp. Thallasiosira sp memiliki kandungan nutrisi yang tinggi serta sesuai dengan bukaan mulut udang pada fase nauplius hingga zoea (Junda et al., 2015). Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk silikat dengan dosis 10 ppm, 15 ppm, dan 20 ppm terhadap tingkat kepadatan Thallasiosira sp. Penelitian dilaksanakan selama 8 hari pada bulan  agustus 2020, bertempat di Pt. Sentral Pertiwi Bahari Hacthery Makassar, Dusun Kawari, Desa Mappakalompo, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, Provensi Sulawesi Selatan. Analisis data dilakukan diLaboratorium PACD (Pure Algae Culture Departement) Pt. Sentral Pertiwi Bahari Hacthery Makassar. menggunakan wadah botol bening 1 liter media air laut salinitas 28 ppm. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan pupuk Silikat yang dilarutkan dengan 10 ppm, 15 ppm dan 20 ppm dengan tiga kali ulangan. Kepadatan awal Thallasiosira sp 145.000 sel/ml setiap unit percobaan. Data dianalisis  mengunakan sidik ragam ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk silikat  dengan dosis berbeda yang berbeda memberi pengaruh yang nyata terhadap tingkat kepadatan sel Thallasiosira sp. Berdasarkan tingkat kepadatan  selnya, pelakuan dosis pupuk 20 ppm memiliki tingkat kepadatan yang lebih tinggi dibandingan perlakuan yang lainnya, tingkat kepadatannya mencapai 22.497,500.
PERBANDINGAN LAJU PERTUMBUHAN RUMPUT LAUTEucheuma cottonii DENGAN BOBOT BERBEDA MENGGUNAKAN JARING TRAWL Ihwan Ilham; Andi Idrus; Patahiruddin Patahiruddin
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 2, No 1 (2021): Volume 2 No. 1 (Edisi Februari 2021)
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v2i1.652

Abstract

Rumput laut Eucheuma cottonii merupakan salah satu komoditas budidaya yang bernilai ekonomis penting dan telah dibudidayakan secara luas oleh pembudidaya. Dalam proses budidaya tersebut kiranya diperlukan upaya-upaya untuk memperoleh hasil yang optimal. Rumput laut E. cottonii merupakan salah satu jenis rumput laut merah. Keanekaragaman jenis rumput laut di perairan Indonesia cukup tinggi, tetapi pada saat ini ada dua jenis diantaranya sudah dibudidayakan dan berkembang di masyarakat, yaitu rumput laut E. cottonii dan Gracilaria sp. Penelitian ini dilaksanakan selama 44 hari dengan kegiatan survei lokasi 1 hari, persiapan alat dan bahan 3 hari, dan penimbangan sampel, penanaman, pemeliharaan dan panen selama 40 hari. Terhitung mulai dari 23 Juni sampai 5 Agustus  2020 di  unit percobaan, perairan Muladimeng, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan jaring trawl, laju pertumbuhan rumput laut E. cottonii per 10 hari menunjukkan perbedaan yang sangat nyata yaitu bobot rumput laut E. cottonii menunjukkan peningkatan pertumbuhan dari hari pertama hingga hari terakhir pemeliharaan. Hal ini diduga karena faktor-faktor parameter lingkungan perairan lokasi penelitian yang mendukung baik dan letak wadah budidaya yang tepat menyebabkan kebutuhan unsur hara dapat terpenuhi dan arus cukup baik bagi pertumbuhan rumput laut E. cottonii. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa, laju pertumbuhan rumput laut E. cottonii dengan bobot bibit berbeda menggunakan jaring trawl menunjukkan hasil berbeda sangat nyata pada taraf 1% (sig.6,94). Perlakuan B dengan bobot bibit 200 gr merupakan pertumbuhan tertinggi.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG PORANG PADA PROSES PEMBUATAN MI IKAN PATIN SEBAGAI GELLING AGENT suci hardina rahmawati; Dessy Sasri Untari; Novita Herdiana Herdiana; Lola Anandya Inke
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 2, No 2 (2021): Volume 2 No. 2 (Edisi Agustus 2021)
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v2i2.791

Abstract

Mi ikan patin berbasis tepung porang merupakan upaya diversifikasi pangan dengan memanfaatkan pangan lokal guna meningkatkan nilai tambah sekaligus nilai gizi mi basah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung porang dan ikan patin terhadap kualitas mi yang dihasilkan serta prospek pengembangannya.  Proporsi pengguaan tepung terigu, tepung porang, dan ikan patin yang digunakan adalah 85:5:10.  Mi ikan patin berbasis tepung porang yang dihasilkan memiliki warna keabu-abuan, aroma dan rasa yang normal, serta tekstur yang kenyal agak padat.  Analisis proksimat yang dilakukan menunjukkan bahwa mi ikan patin berbasis tepung porang mengandung kadar air 58%, kadar protein 11,5%, kadar lemak 5,5%, kadar abu 1,3%, kadar karbohidrat 23,7%, dan kadar serat 5%.  Mi ikan patin berbasis tepung porang berpotensi untuk dikembangkan melalui perencanaan dan pelaksanaan strategi yang berdasarkan atas faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman).
Identifikasi Bentuk Pertumbuhan Karang Keras (Hard Coral) di Perairan Pulau Jinato Kawasan Taman Nasional Taka Bonerate, Kepulauan Selayar Angkasa Putra; Nasrun Nurma; Abdul Rauf; Kamil Yusuf; Rakhma Fitria Larasati; Hawati Hawati; Made Mahendra Jaya; Herianto Suriadin; Sarifah Aini; Eli Nurlaela
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 3, No 1 (2022): Volume 3 No. 1 (Edisi Februari 2022)
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v3i1.997

Abstract

Taman Nasional Taka Bonerate merupakan salah satu kawasan konservasi berupa Taman Nasional Laut yang ada di Indonesia. Taman Nasional tersebut memiliki luas kawasan 530.765 ha dan tersusun dari gugusan pulau kecil yang terletak di Laut Flores. Salah satu pulau yang berada pada kawasan tersebut adalah Pulau Jinato yang masih memiliki kualitas terumbu karang yang baik. Hal ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu lokasi kajian riset pada dunia konservasi. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi bentuk pertumbuhan karang keras (hard coral) di perairan tersebut. Penelitian dilakukan di dua kedalaman yaitu kedalaman 4 meter dan kedalaman 7 meter selama 2 bulan. Pelaksanaan penelitian terdiri dari tiga tahap, yaitu observasi lapangan, pengumpulan data, serta pengolahan dan analisis data. Kegiatan pengumpulan data mencakup identifikasi bentuk pertumbuhan karang melalui studi literatur kemudian dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 5 lifeform karang Acropora yaitu Acropora Branching, Acropora Digitate, Acropora Submassive, Acropora Encrusting, dan Acropora Tabulate. Sedangkan pada bentuk pertumbuhan karang non-Acropora ditemukan 6 lifeform karang yaitu Coral Branching, Coral Mushroom, Coral Submassive, Coral Foliose, Coral Encrusting, dan Coral Massive.
PERFORMANSI PRODUKSI NAUPLIUS UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU (BBPBAP) JEPARA Annisa' Bias Cahyanurani; Anin Ariska Dowansiba
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 3, No 1 (2022): Volume 3 No. 1 (Edisi Februari 2022)
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v3i1.1099

Abstract

Budidaya udang vannamei yang semakin berkembang membuat permintaan akan benih yang berkualitas juga semakin meningkat. Hingga saat ini, benur yang diproduksi hatchery belum dapat memenuhi kebutuhan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa produksi nauplius pada Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara. Metode yang digunakan adalah metode survei, melalui observasi, dokumentasi, wawancara serta partisipasi langsung dalam kegiatan produksi nauplius udang vannamei. Parameter yang diamati selama kegiatan budidaya meliputi data panjang dan berat indukan, parameter kualitas air dan tahapan perkembangan telur (embriogenesis) serta derajat penetasan (hatching rate (%). Data yang diperoleh selanjutnya dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa reproduksi induk yang diamati menghasilkan 10.080.000 butir telur dari 60 ekor induk betina, jumlah naupli 8.640.000 ekor dan derajat penetasan 85,71%. Perkembangan telur hingga menjadi mauplius melalui fase embryogenesis mulai dari fase pembelahan sel hingga ke tahap morula, blastula, gastrula dan organogenesis. Telur akan menetas kurang lebih 9-11 jam. Kualitas air meliputi suhu, salinitas, pH dan oksigen terlarut masih dalam kisaran optimal menurut SNI untuk mendukung pertumbuhan induk dan proses penetasan telur (produksi nauplius). 
Kondisi Tutupan Karang dan Frekuensi Kemunculan Hard Coral dengan Metode LIT (Line Intercept Transect) pada Perairan Pulau Jinato Kawasan Taman Nasional Taka Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar Angkasa Putra; Nasrun Nurma; Abdul Rauf; Kamil Yusuf; Made Mahendra Jaya; Hawati Hawati; Rakhma Fitria Larasati; Herianto Suriadin; Sarifah Aini; Eli Nurlaela
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 3, No 1 (2022): Volume 3 No. 1 (Edisi Februari 2022)
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v3i1.998

Abstract

TNTBR merupakan Taman Nasional Laut yang terletak di daerah Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Taman Nasional tersebut menjadi salah satu lokasi penelitian pada dunia konservasi. Salah satu lokasi strategis untuk penelitian tersebut terletak di Pulau Jinato dengan kondisi terumbu karang yang masih bagus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase tutupan karang hidup dan frekuensi kemunculan jenis karang keras (hard coral) di lokasi tersebut. Penelitian dilakukan di dua kedalaman yaitu kedalaman 4 meter dan kedalaman 7 meter selama 2 bulan. Metodologi yang digunakan untuk mengetahui persentase tutupan dan frekuensi kemunculan karang keras dengan Metode LIT (Line Intercept Transect). Pengamatan dilakukan dengan menggunakan tiga stasiun, tiap satu stasiun dipasang rol sepanjang 50 meter. Pemasangan transek dipasang sejajar dengan garis pantai dan mengikuti pesisir pantai, dilakukan 2 kali pengulangan dengan dua kedalaman yang berbeda. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, kondisi terumbu karang pada perairan Pulau Jinato berada pada kategori karang baik dengan rata-rata persentase tutupan karang hidup 57.11%. Selanjutnya, total frekuensi kemunculan karang keras yang mendominasi yakni Acropora Branching (ACB) sebesar 42 kemunculan sedangkan yang paling rendah yakni Acropora Submassive (ACS) sebesar 2 kemunculan.
KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG KAWASAN MANGROVE DI DESA MARAPOKOT DAN DESA AERAMO, KAB. NAGEKEO, NUSA TENGGARA TIMUR UNTUK KEGIATAN EKOWISATA Siti Mira Rahayu; Patrisius Toma; Iya Purnama Sari; Aditya Bramana
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 3, No 1 (2022): Volume 3 No. 1 (Edisi Februari 2022)
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v3i1.1024

Abstract

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki ekosistem mangrove yang luas yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai kawasan ekowisata. Salah satunya yaitu kawasan mangrove yang ada di sepanjang pesisir Desa Aeramo dan Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT yang belum terkelola dengan baik. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis kesesuaian dan daya dukung kawasan mangrove untuk kegiatan ekowisata. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2021 di kawasan mangrove Kecamatan Aesesa, yaitu di Desa Marapokot dan Aeramo. Terdapat lima parameter kesesuaian sumber daya yang diukur, yaitu ketebalan mangrove, kerapatan mangrove, jenis mangrove, pasang surut, dan objek biota. Kawasan mangrove di Marapokot belum sesuai untuk dimanfaatkan sebagai kawasan ekowisata karena ketebalan mangrove yang rendah. Sementara kawasan mangrove di Aeramo belum sesuai untuk kegiatan ekowisata karena jenis mangrove yang tumbuh bernilai rendah. Potensi daya dukung kawasan mangrove untuk kegiatan ekowisata Marapokot 840 orang/hari, sedangkan di Aeramo 764 orang/hari, yang terdiri atas empat trip setiap harinya. Pengembangan ekosistem mangrove untuk menjadi kawasan ekowisata sangat membutuhkan perhatian khusus dari masyarakat setempat dan pemerintah daerah.
INVENTARISASI PARASIT PROTOZOA IKAN MAS (Cyprinus carpio) PADA PEMBUDIDAYA IKAN YANG BERBEDA DI KABUPATEN LUWU Siswati Siswati; Andi Mi'rajusysyakur Muchlis; Ummi Maksum Marwan
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 3, No 1 (2022): Volume 3 No. 1 (Edisi Februari 2022)
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v3i1.1073

Abstract

Budidaya ikan Mas dan perikanan pada umumnya tidak terlepas dari resiko biologis terutama yang disebabkan oleh adanya gangguan penyakit. Organisme penyebab penyakit sangat beragam, salah satunya adalah ektoparasit. Umumnya ektoparasit pada ikan adalah crustacea, cacing, dan protozoa. Hingga saat ini, data mengenai jenis-jenis parasit protozoa yang menyerang ikan Mas terutama di Kabupaten Luwu ini masih sangat kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis ektoparasit protozoa yang menginfeksi ikan Mas (C. carpio). Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Juli 2019. Sampel ikan Mas (C. carpio) yang digunakan berumur 30 hari sebanyak 10 ekor setiap lokasi yang berasal dari tiga tempat pembudidaya ikan Mas, yaitu lokasi A di Kecamatan Walenrang, lokasi B di Kecamatan Walenrang Timur, lokasi C di Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan.  Identifikasi parasit protozoa dilakukan di Laboratorium Dasar Universitas Andi Djemma Palopo,  Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Parameter yang diamati yaitu prevalensi, intensitas dan dominasi, kemudian data dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil pengamatan dan identifikasi terhadap sampel benih ikan Mas (C. carpio) yang diperoleh dari tiga lokasi pengambilan sampel ditemukan jenis parasit protozoa yaitu Tricodina sp, Oodinium sp, Vorticella sp, Ichtyoptirus multifilis, dan Paramaechium sp.
STUDI PENGOPERASIAN ALAT PENANGKAPAN IKAN PURSE SEINE PADA KAPAL KM. PUTRA LEO EXLUSIF DI LAUT ARAFURA Asia Asia; Paduartama Tandipuang; Tamrin Tamrin; Nurwahidin Nurwahidin
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 3, No 1 (2022): Volume 3 No. 1 (Edisi Februari 2022)
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v3i1.1074

Abstract

Penelitian ini dilakukan di perairan Laut Arafura pada kapal penangkap ikan KM. Putra Leo Exlusif yang berpangkalan di pelabuhan perikanan pantai (PPP) Bajomulyo, penelitian ini dilakukan pada bulan November 2020 sampai bulan Mei 2021.Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji teknik pengoperasian alat penangkapan ikan purse seine di atas kapal. Nelayan di Bajomulyo pada umumnya menggunakan alat penangkapan ikan purse seine. Pengoperasian alat penangkapan ikan purse seine dilakukan dengan beberapa tahap yaitu setting dan hauling.