cover
Contact Name
Abd Karim
Contact Email
jurnalalthiqah@gmail.com
Phone
+6285235776365
Journal Mail Official
jurnalalthiqah@gmail.com
Editorial Address
http://ejurnal.stiuda.ac.id/index.php/althiqah/about/editorialTeam
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AL-THIQAH: Jurnal Ilmu Keislaman
ISSN : 26857529     EISSN : 26857529     DOI : https://doi.org/10.36835/althiqah
Core Subject : Religion, Social,
Al-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman published by Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Bangkalan. This journal contains many variants of Islamic studies, among others: Islamic education, Ushuluddin, the Shariah, Islamic thought, economics, and other Islamic studies. This journal is published twice a year in April and October. Editors invite academics, professors, and researchers to contribute to write in this journal. The journal can be accessed publicly, which means that all content is provided freely accessible without charge to either the user or the institution. Users are allowed to read, download, copy, distribute, print, search, or cite to the full text of the article did not have to ask permission from the publisher or author.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2024): April" : 6 Documents clear
Values of Character Education in The Qur'an Ramdhan, Tri wahyudi; Arifin, Zainal; Arisandi, Bustomi
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 7 No 1 (2024): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v7i1.175

Abstract

The phenomenon of character crisis is being intensively experienced by various age levels, which has an easy impact on society. Given that the Al-Quran is the source of all problematic answers, QS al-Baqarah verses 261-267 is one of the solutions to the character crisis as well as the cultivation and application of good character education, which has religious, personal, and social values. This research uses qualitative research with the type of library research. Meanwhile, the object of this research is Al-Qur'anul Karim. In conducting research, data collection techniques are carried out by collecting and classifying data; the final stage is grouping it according to the theory used. The results of the study show that the values of character education contained in QS Al-Baqarah verses 261-267 are: (1) religious character values , which include spending wealth in the way of Allah, wisdom from spending wealth in the way of Allah and regarding the prohibition of riya'; (2) the personal character values contained in the six verses are habitual and generous; and (3) three values of social care character were found, namely maintaining speech, caring to give the best that one has.
Bangkai Hewan Perspektif al-Qur'an dan Sains Tohir, M; Ghufron, Achmad
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 7 No 1 (2024): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v7i1.183

Abstract

Islam adalah agama yang mengatur setiap elemen kehidupan sehari-hari. Hal ini berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan makannya. Selain rasa, nilai gizi, keamanan, dan kebersihan makanan, ada pertimbangan lain yang sama pentingnya, seperti halal atau haram atau tidak. Dalam artikel ini, penulis akan membahas tentang bangkai hewan sertai kaitannya dengan tafsir al-Qur’an dan sains. Penulis akan menguraikan tentang asbab al-nuzul dan penafsiran bangkai hewan dalam surah al-Maidah ayat 3 lalu menguraikan kaitannya dengan sains. Dalam artikel ini, penulis menggunakan metode penelitian tafsir tahlili. Berdasarkan penelitian ini, bangkai adalah segala sesuatu yang ruhnya cair, misalnya binatang dan burung yang dihalalkan Allah untuk dimakan, dan yang ruhnya keluar darinya tanpa disembelih. Dalam bangkai binatang terdapat mikroba berbahaya yang berkembang seperti Salmonella, Campylobacter jejuni, Listeria monocytogenes dan Escherichia coli. Mikroba-mikroba inilah yang dapat membawa pengaruh buruk bagi kesehatan manusia karena menyebabkan penyakit seperti diare, disentri, serta infeksi klinis lainnya seperti meningitis.
Tafsir Ayat-Ayat Ekologi Yusuf al-Qaradawi dan Seyyed Hossein Nasr idris, idris; Latifah, Itsna
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 7 No 1 (2024): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v7i1.186

Abstract

Ancaman krisis ekologi menjadi isu global. Hal ini menarik perhatian banyak intelektual untuk meresponnya. Di antara mereka yaitu Yu>suf al-Qarad}a>wi dan Seyyed Hossein Nasr yang merupakan tokoh intelektual muslim. Mereka mengupayakan jalan keluar dari ancaman krisis ekologi dengan mengembalikannya pada ayat-ayat al-Qur’an. Oleh karena itu, kajian ini bertujuan untuk melihat lebih jauh bagaimana mereka berdua membaca ayat-ayat ekologi agar bisa berkontribusi dalam krisis ekologi. Penelitian ini menjawab beberapa rumusan masalah, yaitu: 1. Bagaimana konstruksi pemikiran Yu>suf al-Qarad}a>wi dan Seyyed Hossein Nasr terkait ekologi?, dan 2. Bagaimana penafsiran ayat ekologis perspektif Yu>suf al-Qarad}a>wi dan Seyyed Hossein Nasr?. Kajian ini merupakan sebuah penelitian kepustakaan (library research). Melalui metode analisis-komparatif dan pendekatan ilmu ekologi, ditemukan bahwa konstruksi pemikiran kedua tokoh memiliki persamaan terhadap cara pandang terhadap alam semesta sebagai ekosentrisme dan kedudukan manusia sebagai khali>fatulla>h untuk beribadah dan memakmurkan bumi. Sedangkan perbedaannya terdapat pada asumsi kedua tokoh terkait krisis ekologi serta konsep ekologi yang digagas oleh kedua tokoh. Dengan rusaknya moralitas, al-Qarad}a>wi memberikan gagasan eko-teologi dan Nasr memberikan gagasannya yaitu eko-sufisme. Dengan begitu al-Qarad}a>wi menyusun konsep eko-teologi berdasarkan ayat-ayat terentu pada tema-tema ri>’ayah al-bi>’ah. Sedangkan eko-sufisme Nasr berdasarkan ayat-ayat yang berbicara tentang ketuhanan. Dengan demikian, apabila gagasan kedua tokoh didialogkan dengan ayat-ayat lingkungan memberikan gagasan utuh terkait penjagaan keseimbangan lingkungan, menjaga keindahan alam semesta sebagai keagungan Tuhan, dan menjaga alam semesta dari segala kerusakan.
Hubungan Antara Kerja Tafsir dan Ulum al-Qur'an Islamiyah, Islamiyah
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 7 No 1 (2024): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v7i1.70

Abstract

Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab. Karena itu ada anggapan bahwa setiap orang yang mengerti bahasa Arab mengerti isi al-Qur’an. Lebih dari itu, ada orang yang merasa telah dapat memahami dan menafsirkan al-Qur’an dengan bantuan terjemahannya sekalipun ia tidak mengerti bahasa Arab. Anggapan seperti itu sebenarnya keliru. Sebab, banyak orang yang mengerti bahasa Arab, tetapi tidak mengerti isi Al-Qur’an. Karena itu, tidak mengherankan bila orang Arab sendiri banyak yang tidak mengerti kandungan Al-Qur’an. Dari hal ini maka menjadi keharusan bagi Muslim umumnya dan mufassir khusunya , untuk mempelajari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat manusia. Ilmu-ilmu itu meliputi asbabun nuzul, nasakh-mansukh, ilmu tafsir dan masih banyak lagi. Dan ilmu-ilmu tersebut dikenal dengan istilah “ulum al-Qur’an.
Kekerasan terhadap LGBT: Ni'mah, Ulviyatun
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 7 No 1 (2024): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v7i1.191

Abstract

Gencarnya agenda untuk mengakui dan menghilangkan diskriminasi LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender/Transeksual) di Indonesia berhadapan langsung dengan gerakan penolakan LGBT yang tak kalah kencang. Namun sayangnya, dalam banyak kasus, penolakan tersebut disertai dengan kekerasan. Dalam kacamata Islam, hal ini tampak tidak manusiawi, mengingat al-Qur’an—yang menjadi pedoman umat Islam—sejak awal telah mengajarkan nila-nilai kemanusiaan, memuliakan martabat manusia, dan menjunjung tinggi keutamaannya. Dalam penelitian ini, penulis ingin memotret kasus penganiayaan terhadap LGBT menggunakan analisis tafsir humanis. Penelitian ini dilakukan dengan metode kajian pustaka, yaitu dengan mengumpulkan literatur yang tersedia dan mengkaji teori-teori yang relevan dengan masalah yang diteliti. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dari perspektif tafsir, para pelaku LGBT tetap wajib diberi hukuman, hal ini sebagaimana yang telah diijtihadkan oleh para fuqaha>, di mana perilaku LGBT disebutkan oleh Allah dalam al-Qur’an sebagai perbuatan fah}sha>. Akan tetapi, kekerasan terhadap LGBT dalam sudut pandang tafsir humanis tidak sejalan dengan firman Allah Swt dalam al-Qur’an. Allah Swt memuliakan manusia dan menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk. Kekerasan yang dilakukan manusia terhadap manusia lainnya dapat berdampak membuat manusia yang menjadi objek kekerasan tersebut menjadi hina.
Formulasi Makna Hadis Kasih Sayang Terhadap Hewan: Kajian Tematik Prayogi, Ananda; Razi, Fahrur; Rizaka, Maghza; Verawati, Sellyana; Tahzibil Huda, Ikmal
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 7 No 1 (2024): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v7i1.151

Abstract

Kasih sayang terhadap hewan kini mengalami kemerosotan dapada mayoritas individu, terutama di kalangan umat Islam. Sebaliknya, Rasulullah SAW secara praksis menerapkan perasaan tersebut. Fenomena ini menciptakan ketidakselarasan antara realitas dan norma yang seharusnya diimplementasikan. Disparitas ini mendorong perlunya penelitian yang lebih rinci guna mencapai pemahaman holistik, yang dapat diwujudkan lebih efektif oleh individu yang menganut ajaran Islam. Metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Sumber data berasal dari hadis yang tercantum dalam al-kutub al-tis’ah sebagai primer dalam pelacakan hadis. Temuan penelitian menegaskan bahwa hadis mengenai kasih sayang memiliki kuantitas yang memadai dan validitas yang terjamin. Lebih lanjut, interpretasi hadis melalui fiqh al-hadis menghasilkan kesimpulan tentang konsep kasih sayang. Puncaknya, penelitian ini merumuskan enam poin komprehensif mengenai makna hadis kasih sayang terhadap hewan, yang mencakup sikap dalam konteks mengurung, menyembelih, mengendarai, memberikan perhatian terhadap hewan yang kehausan, memperhatikan hewan kecil yang terpisah dari induknya, dan memeliharanya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6