cover
Contact Name
Rahmat Hidayat
Contact Email
arjuna1214@gmail.com
Phone
+6281370915484
Journal Mail Official
imj@insightpub.org
Editorial Address
Jln. Sisingamangaraja No. 338, Medan, 20219, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Insight Management Journal
ISSN : -     EISSN : 27741737     DOI : -
Core Subject : Science,
Insight Management Journal ISSN 2774-1737 merupakan media akses terbuka dalam mempublikasikan artikel ilmiah, jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian dalam bidang ilmu manajemen, dan artikel tersedia secara online, bebas tanpa berlangganan apapun. Artikel yang dikirimkan ke jurnal ini akan diproses melalui tinjauan sejawat dengan metode double blind agar kualitas artikel tetap terjaga. Insight Management Journal dikelola secara profesional dan diterbitkan oleh Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi dalam membantu para akademisi, peneliti dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya. Jurnal ini terbit pertama kali pada September 2020, terbit 3 kali dalam setahun: Januari, Mei, dan September.
Articles 93 Documents
Digital distractions and employee motivation: the power of internal communication Jeji Muhamad Najib; Ginta Ginting; Tengku Amir Ramly
Insight Management Journal Vol. 6 No. 1 (2026): May
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/imj.v6i1.508

Abstract

This study aims to understand how cyberloafing and boss phubbing affect work motivation through internal communication as a mediating variable. This study uses a quantitative approach using a path analysis model. The population consists of ASN employees in the Government Office in Tarakan City, North Kalimantan, with a sample of 139 respondents. The analysis technique uses the SmartPLS version 4.0 approach. The results of the study proved that cyberloafing had a significant influence on internal communication. Boss phubbing had a significant influence on internal communication. Cyberloafing had a significant effect on employee work motivation. Boss phubbing had no significant effect on employee work motivation. Internal communication had a significant influence on employee work motivation. Internal communication mediates between cyberloafing on employee work motivation and internal communication mediates between boss phubbing on employee work motivation. Further research recommendations are to expand the research dimension by considering generational variations, in order to specifically explore the differences in views between Generation X, Generation Y, and Generation Z workers regarding this digital anomaly phenomenon.
Enhancing revisit intention through digital tourism experience and digital trust: the mediating role of tourist engagement in heritage tourism Eko Yuliawan; Evilina Sjaiful; Sandi Noorzaman; Novie Nostalgia Adiwinata
Insight Management Journal Vol. 6 No. 1 (2026): May
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/imj.v6i1.509

Abstract

This study analyzes the influence of Digital Tourism Experience and Digital Trust on Tourist Revisit Intention, with Tourist Engagement as a mediating variable, in heritage destinations at Borobudur Temple and Jakarta Old Town. Using a quantitative approach with SEM-PLS, data were collected from 134 respondents through an online questionnaire. The findings reveal that Digital Trust significantly affects Tourist Engagement and Tourist Revisit Intention, both directly and indirectly through the mediation of Tourist Engagement, whereas Digital Tourism Experience has a direct effect on Revisit Intention and does not significantly influence Tourist Engagement or the indirect pathways. Furthermore, Tourist Engagement plays a crucial role in driving revisit intention, confirming that emotional, cognitive, and social involvement are key mechanisms in fostering tourist loyalty. These results reinforce the applicability of the Theory of Planned Behavior (TPB) and the Technology Acceptance Model (TAM) in digital heritage tourism. Based on these findings, it is recommended that destination managers prioritize strengthening digital trust through reliable platforms, data security, and transparent communication, while also enhancing interactive and personalized digital features such as virtual tours, storytelling, and user-generated content to improve engagement; additionally, integrating digital and on-site experiences is essential to create a seamless tourist journey, and future studies are encouraged to expand the sample scope, include more diverse heritage destinations, and incorporate additional variables such as perceived value and satisfaction to enrich the research model.
Pengaruh motivasi kerja, lingkungan kerja dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan Barika Barika; Marthein Maddava
Insight Management Journal Vol. 6 No. 1 (2026): May
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/imj.v6i1.514

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kinerja karyawan sebagai faktor penentu keberhasilan dan daya saing perusahaan di tengah persaingan industri manufaktur yang semakin ketat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan serta peran komitmen organisasi pada karyawan tetap PT Alexindo Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Jumlah sampel sebanyak 232 responden ditentukan berdasarkan rekomendasi ukuran sampel dalam analisis SEM dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara daring melalui Google Form. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja dan lingkungan kerja berperan dalam membangun komitmen organisasi. Selain itu, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan komitmen organisasi berkontribusi dalam mendukung kinerja karyawan. Komitmen organisasi terbukti menjadi faktor yang paling dominan dalam mendukung kinerja karyawan dibandingkan variabel lainnya. Temuan ini mengindikasikan bahwa karyawan yang memiliki keterikatan emosional dan rasa memiliki terhadap organisasi cenderung menunjukkan kinerja yang lebih optimal dan berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen dalam merancang kebijakan sumber daya manusia yang berorientasi pada peningkatan motivasi kerja, kualitas lingkungan kerja, dan penguatan komitmen organisasi.
Pengaruh keseimbangan kerja terhadap kinerja karyawan dengan gender dan kelelahan kerja sebagai variabel moderasi Faturahman Kamal; Ginta Ginting; Amir Tengku Ramly
Insight Management Journal Vol. 6 No. 1 (2026): May
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/imj.v6i1.516

Abstract

Keseimbangan kerja karyawan Universitas Terbuka akan memberikan dampak terhadap performa karyawan di dalam bekerja. Perbedaan gender tentunya akan terlihat pada penerimaan sikap dan perilaku di dalam menerima pekerjaan yang dapat mempengaruhi Tingkat kelelahan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh keseimbangan kehidupan kerja terhadap kinerja karyawan dengan  variabel gender dan kelelahan kerja sebagai variabel moderasi. Penelitian ini dilakukan pada karyawan Universitas Terbuka cabang Bogor, Jakarta dan Serang dengan jumlah populasi sebanyak 154 orang. Sampel yang digunakan adalah total sampel sebanyak 154 orang. Variabel independent pada penelitian ini adalah keseimbangan kerja, sedangkan variabel dependen adalah kinerja karyawan dan sebagai variabel moderasi adalah gender dan kelelahan kerja. Pengukuran variabel dilakukan dengan menggunakan skala likert. Analisis dilakukan dengan model regresi dan dengan menggunakan aplikasi SmartPLS. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa variabel keseimbangan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan, gender berpengaruh terhadap kinerja karyawan, kelelahan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Variabel gender dan kelelahan kerja memoderasi pengaruh antara keseimbangan kerja terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini merekomendasikan perlu adanya penguatan kebijakan yang fleksibel dan adanya keseimbangan penugasan luar kota serta keseteraan peluang karir bagi karyawan.
Pengaruh job resources dan kepemimpinan Islam terhadap kinerja perawat dengan keterikatan kerja sebagai variabel mediasi Dwi Wahyu Febrianti; Fuad Mas'ud
Insight Management Journal Vol. 6 No. 1 (2026): May
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/imj.v6i1.518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh job resources dan kepemimpinan Islam terhadap kinerja perawat dengan keterikatan kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian ini didasarkan pada fenomena peningkatan kinerja perawat yang terus berlangsung dalam organisasi layanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian mencakup seluruh perawat di RSI Sultan Agung Semarang, sedangkan sampel ditentukan menggunakan teknik cluster sampling pada layanan rawat inap sehingga diperoleh 90 responden. Data dianalisis menggunakan Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa job resources, kepemimpinan Islam, dan keterikatan kerja memiliki pengaruh positif terhadap kinerja perawat. Kepemimpinan Islam menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap keterikatan kerja, sedangkan pengaruh job resources terhadap keterikatan kerja bersifat positif namun tidak signifikan. Selain itu, keterikatan kerja tidak memediasi hubungan antara job resources dan kinerja perawat, tetapi secara parsial memediasi hubungan antara kepemimpinan Islam dan kinerja perawat. Penelitian ini terbatas pada satu rumah sakit sehingga generalisasi temuan masih terbatas, fokus responden hanya pada perawat rawat inap tanpa mempertimbangkan variasi karakteristik antar unit, serta variabel penelitian yang belum mencakup faktor lain yang berpotensi memengaruhi kinerja Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur mengenai kinerja perawat dengan menekankan peran mediasi keterikatan kerja dalam menjelaskan pengaruh job resources dan kepemimpinan Islam.
Pengaruh pay transparency dan keadilan kompensasi terhadap kepuasan karyawan dengan keadilan organisasi sebagai variabel mediasi Suci Awaliyah; Bachrudin Syahroni; Moh. Yudi Mahadianto
Insight Management Journal Vol. 6 No. 1 (2026): May
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/imj.v6i1.520

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak pay transparency dan keadilan kompensasi terhadap kepuasan karyawan, dengan keadilan organisasi sebagai variabel mediasi di PT Complete Selular di Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksploratif. Populasi penelitian terdiri dari 110 karyawan, yang semuanya diambil sampelnya menggunakan teknik pengambilan sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan teknik Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pay transparency dan keadilan kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan karyawan. Selain itu, pay transparency dan kompensasi yang adil secara substansial memengaruhi keadilan organisasi. Keadilan organisasi berpengaruh positif terhadap kepuasan karyawan dan berfungsi sebagai elemen mediasi dalam hubungan antara pay transparency, keadilan kompensasi, dan kepuasan karyawan. Temuan menunjukkan bahwa peningkatan transparansi dalam aturan kompensasi dan pembentukan struktur kompensasi yang adil dapat meningkatkan persepsi keadilan organisasi dan karenanya meningkatkan kepuasan karyawan. Akibatnya, organisasi didorong untuk meningkatkan transparansi dan aturan kesetaraan dalam kerangka gaji untuk mendorong tempat kerja yang lebih baik dan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan agar perusahaan menerapkan kebijakan pay transparency yang terstruktur serta melakukan evaluasi berkala terhadap keadilan kompensasi guna memperkuat keadilan organisasi dan menjaga kepuasan karyawan secara berkelanjutan.
The role of financial literacy in moderating the effect of self-control and hedonic lifestyle on students’ financial decision-making Ahmad Yudhira; Uswatun Hasanah
Insight Management Journal Vol. 6 No. 1 (2026): May
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/imj.v6i1.522

Abstract

This study examines the effect of self-control and hedonic lifestyle on students’ financial decision-making, with financial literacy as a moderating variable. Using a quantitative approach, data were collected from 122 students and analyzed through moderation analysis using Andrew F. Hayes’s PROCESS Macro Model 1. The findings indicate that self-control does not have a significant direct effect on financial decision-making. However, when moderated by financial literacy, self-control shows a significant positive effect, suggesting that students with higher financial literacy are better able to translate self-control into sound financial decisions. In contrast, hedonic lifestyle has a significant negative effect on financial decision-making, while financial literacy does not significantly moderate this relationship. These results imply that financial literacy strengthens the positive role of self-control but may not be sufficient to reduce the adverse influence of a strong hedonic lifestyle. Practically, the study highlights the importance of integrating financial literacy education with behavioral strategies, such as budgeting practices, spending limits, and delayed purchasing decisions. Future studies are recommended to use longitudinal or experimental designs, involve larger and more diverse samples, and examine additional variables such as financial stress, impulsive buying, budgeting adherence, and exposure to buy-now-pay-later services.
Mapping ESG disclosure (2004-2025): a bibliometric review and evidence-based core metric set Uswatun Hasanah; Oki Prayogi; Ayunda Fatmasari; Oppie Meisya Tanjung; Hajatina Hajatina
Insight Management Journal Vol. 6 No. 1 (2026): May
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/imj.v6i1.523

Abstract

This study maps the intellectual landscape of ESG disclosure research and proposes a concise set of auditable and comparable ESG indicators. Using a Scopus corpus covering 2004–2025 (n = 681), the study applies bibliometric analysis with VOSviewer and Biblioshiny through co-occurrence, co-citation, and citation network analysis. The findings show sustained publication growth, increasing international collaboration, and thematic concentrations around financial performance, corporate governance, CSR, and sustainability reporting. Citation structures further reveal strong linkages between governance mechanisms, disclosure quality, and firm value. Based on these network patterns, the study develops a core metric set using four selection criteria: financial materiality, auditability, comparability through alignment with ISSB, GRI, and ESRS, and proportionality for SMEs. The proposed indicators include GHG emissions intensity, energy intensity, total recordable injury rate (TRIR), employee turnover, board independence, audit committee activity, ESG risk-management policy, and machine-readable reporting formats. This study contributes by consolidating twenty-one years of ESG disclosure scholarship and translating bibliometric evidence into a practical starting point for standardized, decision-useful, and assurance-ready reporting. However, the study is limited to Scopus-indexed publications and does not empirically test the proposed indicators in organizational practice. Future research should expand the database, include non-English and regional publications, and validate the proposed indicators across sectors, jurisdictions, and firm sizes, particularly in SMEs and developing economies.
The effects of work life quality, organizational support, and organizational justice on intent to stay with the organization, with job satisfaction as a mediating variable Suhendro Suhendro; Anita Maharani; Ake Wihadanto
Insight Management Journal Vol. 6 No. 1 (2026): May
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/imj.v6i1.524

Abstract

This study aims to analyze the effect of Quality of Work Life (QWL), Perceived Organizational Support (POS), and Organizational Justice (OJ) on Intention to Stay (IS) with Job Satisfaction (JS) as a mediating variable among casual daily workers at the Center for Teaching Materials (PLBA), Open University. The research method used a quantitative approach with an explanatory research design. The sample consisted of 121 respondents selected through simple random sampling technique. Data analysis employed SEM-PLS with SmartPLS 3.0. The results showed: (1) QWL and OJ had a positive and significant effect on JS, while POS had no significant effect; (2) JS had a positive and significant effect on IS and was the strongest predictor; (3) Not all exogenous variables had a direct effect on IS; (4) JS acted as a full mediator in the relationship between OJ and IS. The adjusted R² value of 0.732 for IS indicates that the model has strong predictive ability. These findings confirm that job satisfaction is the key to increasing the intention to stay among casual daily workers. Practically, PLBA management needs to strengthen organizational justice, improve quality of work life, and build a culture of appreciation to foster job satisfaction and long-term loyalty.
Pengaruh kualitas produk, visibilitas dan citra merek terhadap kepuasan pelanggan Gen-Z Haus Keliling Amalia Rosyada; Syahrul Alim
Insight Management Journal Vol. 6 No. 1 (2026): May
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/imj.v6i1.525

Abstract

Industri minuman kekinian berbasis teh mengalami pertumbuhan pesat seiring perubahan gaya hidup Generasi Z yang berorientasi pada pengalaman dan estetika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk, visibilitas, dan citra merek terhadap kepuasan pelanggan Generasi Z pada Haus Keliling, baik secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif berbasis survei dengan teknik purposive sampling terhadap 95 responden yang merupakan pelanggan Generasi Z. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert (1–5) dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk, visibilitas, dan citra merek secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Nilai R-Square sebesar 0,698 menunjukkan bahwa 69,8% variasi kepuasan pelanggan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 30,2% dipengaruhi oleh faktor lain. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kualitas produk, optimalisasi visibilitas, serta penguatan citra merek sebagai strategi utama dalam meningkatkan kepuasan pelanggan Generasi Z pada usaha minuman berbasis mobilitas. Pelaku usaha disarankan meningkatkan kualitas produk, visibilitas digital, dan citra merek untuk menarik Generasi Z. Sedangkan untuk penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel lain serta memperluas sampel agar hasil lebih komprehensif.

Page 9 of 10 | Total Record : 93