cover
Contact Name
Rusdi Hidayat Nugroho
Contact Email
rusdi_hidayat.adbis@upnjatim.ac.id
Phone
+6281330895419
Journal Mail Official
nurhadi.ab@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis. Fisip UPN Veteran Jatim Jl. Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Bisnis Indonesia
ISSN : 20872402     EISSN : 27974154     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal Bisnis Indonesia (Indonesia Business Journal) abbreviated JBI.This journal has been published online since 2016 and registered with (p-ISSN: 2087-2402). JBI is one of the E-Journals in the UPN "Veteran" East Java. Published twice a year in April and October. This journal is with scope in social fields related to management, business and administration, and other allied fields.
Articles 245 Documents
PENGUATAN UMKM MELALUI PENERAPAN SERVICESCAPE MODEL UNTUK MENINGKATKAN JANGKAUAN PEMASARAN DI KECAMATAN SAWAHAN SURABAYA Izaak, Wilma Cordelia; Azizah, Nurul; Kriswibowo, Arimurti
Jurnal Bisnis Indonesia 2020: Jurnal Bisnis Indonesia Edisi Khusus Pengabdian Masyarakat
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Community service activities carried out by the Community Service Team in the Sawahan Sub-District of Surabaya aim to provide knowledge about the application of the servicecape model for umkm actors as a marketing strategy and provide skills to MSME owners in shaping the consumer mindset through the pattern of perceived sacrifice with the main objective being to increase marketing reach. The direct benefit of this community service activity is as additional knowledge, skills and experience to MSME owners related to the application of the servicescape model in increasing marketing reach. The expected benefit of derivatives is that the application of the servicescape model as a marketing strategy can increase the sales turnover of MSME owners and be able to prosper the community in the Sawahan District of Surabaya. Community service activities are carried out in the form of training by providing material and practice of applying the servicescape model as a marketing strategy. The target audience for this community service activity is the owners of MSMEs in Sawahan District, amounting to 50 people. The method of activities used in community service is the method of lecture, question and answer, discussion and practice. Evaluation of activities in community service is an aspect of continuous knowledge and skills. Keywords: MSME; Servicescape; Perceived Sacrifice; Marketing Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat di Kecamatan Sawahan Surabaya bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang penerapan model servicescape bagi para pelaku umkm sebagai strategi pemasaran dan memberikan keterampilan kepada pemilik UMKM dalam membentuk mindset konsumen melalui pola perceived sacrifice dengan tujuan utama adalah untuk meningkatkan jangkauan pemasaran. Manfaat langsung dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ialah sebagai tambahan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman kepada pemi- lik UMKM terkait dengan penerapan model servicescape dalam meningkatkan jangkauan pemasaran. Manfaat turunan yang diharapkan adalah dengan adanya penerapan model servicescape sebagai strategi pemasaran dapat meningkatkan omzet penjualan pemilik UMKM dan mampu untuk mensejahterakan masyarakat di Kecamatan Sawahan Surabaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dengan pemberian materi dan praktik penerapan model servicescape sebagai strategi pemasaran. Khalayak sasaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemilik UMKM di Kecamatan Sawahan berjumlah 50 orang. Metode kegiatan yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode ceramah, tanya jawab, diskusi dan praktik. Evaluasi kegiatan dalam pengabdian masyarakat ini adalah aspek pengetahuan dan keterampilan yang berkesinambungan. Kata Kunci: UMKM; Servicescape; Perceived Sacrifice; Pemasaran
ANALISA PENINGKATAN KUALITAS PADA PELAYANAN JASA PT. SUCOFINDO ANALYTICAL LABORATORIUM SURABAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) DAN POTENTIAL GAIN IN CUSTOMER VALUE (PGCV) Affiudin, Farid; Sulistyawati, Lisa
Jurnal Bisnis Indonesia Vol 10, No 02 (2019): Jurnal Bisnis Indonesia
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Customer satisfaction is comparison between customer's expected performance and actual performance. When actual performance is higher than customer expectation, customer will be satisfied and vice versa. Case at service companies, customer satisfaction is one of the important factor in creating good climate for business, in this case study, PT Sucofindo Analytical Laboratory Surabaya has not maximized in serving customer needs. Therefore, it needs to be analyzed the factors affecting that matter. From the quality service and the application of marketing mix, consist of Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, Tangible, at PT Sucofindo Analytical Laboratory Surabaya which have been analyzed by using Importance Performance Analysis from twenty one attributes which represent the five variables show there are five things to be improved. The gap analysis between actual performance and expectation shows that performance of PT Sucofindo Analytical Laboratory Surabaya has not surpassed customer expectations. Keywords  : service quality, marketing  mix  applications,  importance performance analysis (IPA),potential gain in customer value (PGCV)  customer satisfaction
PERGESERAN PERAN KELUARGA PADA PEREMPUAN MIGRAN SIRKULER DALAM MENGEMBANGKAN USAHA MANDIRI DI KOTA SEMARANG Wirasati, Wahyu
Jurnal Bisnis Indonesia Vol 10, No 02 (2019): Jurnal Bisnis Indonesia
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah perempuan yang terlibat dalam pekerjaan yang signifikan secara ekonomi telah meningkat. Namun, karena kebanyakan perempuan berpendidikan rendah, pekerjaan yang mereka dapat mengisi adalah mereka yang tidak memerlukan keahlian khusus. Untuk mempertahankan tingkat kesejahteraan mereka serta untuk menghindari persaingan ketat di lingkungan rumah mereka, banyak perempuan pindah ke tempat lain, beberapa setelah pertimbangan yang cermat, yang lain melalui coba-coba, dan menjadi migran sirkuler. Ini karena, di satu sisi, mereka saat ini berpenghasilan rendah, di sisi lain, mereka memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar keluarga terpenuhi. Deskripsi terperinci tentang faktor-faktor yang memengaruhi perempuan menjadi migran sirkular, serta motivasi, hambatan yang dialami, dan peran yang mereka mainkan dalam keluarga akan diperoleh dalam penelitian ini. Faktor pendorong yang paling dominan adalah kesempatan kerja yang terbatas di daerah asal. Sebagai yang paling faktor penarik dominan adalah lebih banyak kesempatan di tempat lain. Sebagai faktor penghambat yang paling dominan adalah ketersediaan modal. Motivasi yang paling dominan adalah harapan untuk meningkatkan kesejahteraan dan peluang bisnis. Pergeseran peran keluarga yang terjadi adalah bahwa sebagian besar responden sepenuhnya mempercayakan anak-anak mereka kepada orang tua mereka, yakni ibu dan ayah dari migran melingkar, dan praktek pengasuhan mereka cenderung otoriter. Untuk mengatasi pergeseran peran keluarga, tempat asal harus mampu menyediakan lapangan kerja bagi perempuan, dengan melakukan pelatihan untuk perempuan yang akan memungkinkan mereka untuk membuka usaha mandiri di daerah mereka, lembaga menetapkan bahwa dapat memberikan bantuan modal, dan oleh inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan melalui informasi pengambilan keputusan tentang bagaimana peran keluarga harus. Kata kunci: Perempuan, Circular Migran, Bisnis Independen, Keluarga Peran.  
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS KEWIRAUSAHAAN DI KAWASAN KAMPUNG MAKAM RANGKAH SURABAYA Novaria, Rachmawati; Mulyati, Awin; Pujianto, Agung; Safitri, Lidya Alfianti
Jurnal Bisnis Indonesia 2020: Jurnal Bisnis Indonesia Edisi Khusus Pengabdian Masyarakat
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The 'Tombs' village of Rangkah is one of the unique villages in the middle of the public cemetery in Rangkah, Surabaya. The problem in this tomb village is that teenagers still feel they lack the experience and skills for business provision. The entrepreneurial knowledge possessed by the residents is still lacking so they are less able to see profitable business opportunities to be developed in their villages. For this reason, entrepreneurship-based community empowerment activities are given so that they have an entrepreneurial spirit that is assisted by Untag Surabaya students where they try to practice their knowledge and help especially teenagers and children who cannot afford schooling are trained to be able to read and write English and empower their mothers who were originally unemployed can have a busy and entrepreneurial activity in the form of manufacturing processed foods that can improve their standard of living. And teenagers are given training to foster the spirit of entrepreneurship, their hopes are to increase the potential that exists in the tomb area of ​​Rangkah so that it is not only known as a tomb village. Keywords: Community Empowerment; Tomb village ;; Entrepreneurship   Kampung ‘Makam’ Rangkah merupakan salah satu kampung unik yang berada di tengah kawasan pemakaman umum Rangkah Kota Surabaya. Permasalahan yang ada di Kampung Makam ini para remaja  masih merasa kurang memliliki pengalaman dan ketrampilan untuk bekal usaha. Pengetahuan kewirausahaan yang dimiliki warga masih kurang sehingga mereka kurang mampu melihat perluang usaha yang menguntungkan untuk dikembangkan di kampungnya. Untuk itu kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis kewirausahaan diberikan agar mereka memiliki semangat kewirausahaan yang dibantu oleh mahasiswa Untag Surabaya dimana mereka mencoba mempraktekan ilmunya dan membantu terutama remaja dan anak-anak yang tidak mampu sekolah dilatih untuk bisa baca tulis bahasa inggris dan memberdayakan ibu-ibunya yang awalnya menganggur bisa memiliki kesibukan dan kegiatan kewirausahaan  berupa pembuatan makanan olahan yang dapat meningkatkan taraf hidupnya. Dan para remaja diberikan pelatihan untuk menumbuhkan semangat berwirausaha, harapannya untuk meningkatkan potensi yang ada di kawasan makam Rangkah agar tidak hanya terkenal sebagai kampung makam saja. Kata kunci:  Pemberdayaan masyarakat; Kampung makam;; Kewirausahaan
PKM KELOMPOK KADER DALAM PENYULUHAN CEGAH ANEMIA PADA REMAJAPUTRI DI KELURAHAN PASIR PUTIH DEPOK Simanungkalit, Sintha Fransiske; Wahyuningtyas, Widayani
Jurnal Bisnis Indonesia 2020: Jurnal Bisnis Indonesia Edisi Khusus Pengabdian Masyarakat
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Nutrition problems that often occur in adolescent girls are an increase in nutrient intake which will cause malnutrition, lack of energy, lower energy proteins and anemia can occur. Based on Riskesdas data in 2013 and 2018, anemia problems and TTD consumption occur in Indonesia (Riskesdas 2013,2018). Jakarta Veterans National Development University represented by LPPM encourages lecturers to do community service (PKM) to help solve problems in the Pasir Putih Village, Depok. The purpose of the program for the community (PKM) is to renew the knowledge of cadres related to adolescent problems that are often found in the Pasir Putih Village area. Community service activities (PKM) take place in the Pasir Putih Village. At the community service (PKM) activity, the head of the village, the head of community welfare, the PKK woman and the cadres attended. The cadres who participated in this main activity represented all RWs in the Pasir Putih village administration. In total there were 29 cadres. Participants received anemia leaflet and booklet. Keywords: Anemia, Diet, Cadre Abstrak Masalah gizi yang sering terjadi pada remaja putri adalah kurangnya asupan zat gizi yang akan menyebabkan gizi buruk, kurang energi kronis, kurang energi protein dan dapat terjadi anemia.Berdasarkan data Riskesdas pada tahun 2013 dan 2018, masasah anemia dan konsumsi TTD merupan masalah yang masih banyak terjadi di Indonesia (Riskesdas 2013,2018). Universtias Pembangunan Nasional Veteran Jakarta diwakilkan LPPM mendorong dosen untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat (PKM) untuk membantu menyelesaikan masalah yang terdapat di Kelurahan Pasir Putih, Depok. Tujuan program kepada masyarakat (PKM) adalah untuk membaharui pengetahuan para kader terkait masalah remaja putri yang sering ditemukan di daerah Kelurahan Pasir Putih. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) berlangsung di Kelurahan Pasir Putih. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) hadir kepala kelurahan, kepala kesejahteraan masyarakat, ibu PKK dan para kader. Para kader yang menjadi peserta utama kegiatan ini mewakili seluruh RW yang ada di daerah pemerintahan Kelurahan Pasir Putih. Total yang hadir mencapai 29 kader. Peserta mendapatkan leaflet dan booklet Anemia. Kata Kunci: Anemia, Diet, Kader    
PENGARUH MOTIVASI, LINGKUNGAN KERJA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT. SURYA SAKTI UTAMA, SURABAYA Pratiwi, Connie Dwi; Prabowo, Budi
Jurnal Bisnis Indonesia Vol 10, No 02 (2019): Jurnal Bisnis Indonesia
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human Resources have a very important role for success or benchmark for an organization or company, because humans are living assets that need to be considered specifically by a company or organization. PT. Surya Sakti Utama Surabaya is a footwear manufacturer. Based on the background above, the purpose of this study is to find out whether motivation, work environment and organizational culture have an influence simultaneously and partially to employee work productivity of employees at  PT. Surya Sakti Utama Surabaya. This type of research is quantitative research. This study uses primary data, namely data taken directly from the questionnaire (questionnaire) filled out by respondents. Population taken is a production department employee. The sample used was 100 employees in the production section of PT. Surya Sakti Utama Surabaya. The independent variables are motivation, work environment, and organizational culture, while the dependent variable is employee work productivity. To prove the hypothesis proposed, used Multiple Linear Regression Analysis and F Test, t Test Based on data analysis, it can be concluded that there are significant simultaneous influences between Motivation, Work Environment, and Organizational Culture on Employee Productivity. But for the Work Environment there is no partial effect on Employee Productivity, while Motivation andOrganizationalCulture partial effect on work productivity of employees. Keyword: Motivation, Work Environment and Organizational Culture on Work Productivity    
PEMBERDAYAN EKONOMI PETANI LELE DALAM MENUJU IKON DESA LELE (KASUS DESA SENGGOWAR, KEC. GONDANG) KABUPATEN NGANJUK Nugroho, Sigit Dwi; -, Purwadi; sulistyowati, lisa
Jurnal Bisnis Indonesia 2020: Jurnal Bisnis Indonesia Edisi Khusus Pengabdian Masyarakat
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Senggowar Village is a part of Gondang sub-district, Nganjuk district, a village that wishes to become a village with a “catfish” icon. Economic problems cause many parents to work outside the home, so that their children are less attention and get along with the environment that is not true. Some people work in agriculture as agricultural laborers, especially primary products with inadequate income. Village officials and community leaders look for solutions in various opportunities by introducing villages with the icon "Lele Village". Because Catfish is now an animal necessity at a price that is quite affordable by the wider community. The Village Government formed 2 Farmer Groups namely: Mina Tirta 1 and Mina Tirta 2. The activities of these farmer groups are still limited to exhibition activities held by the Nganjuk District Government related to village potential. Sustainability activities have not been carried out optimally, due to the limited knowledge and technology of the community about catfish cultivation and diversification of food made from raw catfish. For this reason, a program of activities for the "Lele Village" was considered. The solution offered by making artificial ponds with tarpaulins that can be done in a narrow yard. Post-harvest handling of processed products from catfish include: Abon Catfish, Catfish Meatballs, Catfish Chips, Catfish Flour, Catfish Dumplings. Marketing with an online model, accounting books, and empowerment of farmer group cooperatives. Keywords: Empowerment, tarpaulin ponds, catfish   Abstrak Desa Senggowar adalah bagian dari kecamatan Gondang, kabupeten Nganjuk, merupakan desa yang berkeinginan menjadi desa berikon “lele”.  Permasalahan ekonomi mengakibatkan banyak orang tua bekerja di luar rumah, sehingga  anak anaknya  kurang diperhatikan  dan bergaul dengan lingkungan yang kurang benar. Sebagian masyarakat  bekerja pun dibidang pertanian sebagai buruh tani khususnya produk primer dengan pengahasilan yang kurang memadai. Perangkat desa dan  tokoh masyarakat mencari solusi diberbagai kesempatan dengan mengenalkan desa ber ikon “Desa Lele”. Karena Lele sekarang menjadi kebutuhan hewani dengan harga yang cukup terjangkau oleh masyarakat secara luas. Pemerintah Desa membentuk 2 Kelompok Tani yaitu : Kelompok Mina Tirta 1 Mina Tirta 2 Senggowar. Kegiatan kelompok tani ini masih terbatas pada kegiatan pameran yang diadakan Pemerintah Kabupaten Nganjuk terkait potensi desa. Keberlanjutan kegiatan belum dilakukan secara optimal, karena keterbatasan pengetahuan dan teknologi masyarakat tentang budidaya lele dan diversifikasi pangan berbahan baku dari Lele.  Untuk itu dipikirkan program kegiatan menuju “Desa Lele”. Solusi yang ditawarkan dengan pembuatan kolam buatan dengan terpal yang bisa lakukan di pekarangan yang sempit. Penanganan pasca panen produk olahan dari lele diantaranya : Abon Lele,Bakso Lele, Kripik Lele, Tepung Lele, siomay lele.  Pemasaran dengan model on line, pembukuan akuntansi, serta pemberdayaan koperasi kelompok tani. Kata Kunci : Pemberdayaan, kolam terpal, lele
PENGARUH SEMANGAT KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KONAWE Sidik, Muhammad Ikbal; Kalimin, La Ode -; La Sensu, La Sensu -
Jurnal Bisnis Indonesia Vol 11, No 01 (2020): Jurnal Bisnis Indonesia
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Semangat Kerja terhadap Kepuasan Kerja pegawai Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Konawe, Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai negeri sipil Dinas Perhubungan   Konawe sebanyak 71 responden dengan metode sensus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara angket kuesioner. Analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Semangat kerja yang meliputi; keterlibatan kerja, rasa kebersamaan, hubungan spiritual, pengalaman mistis, mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai. signifikan variabel semangat kerja sebesar 0,00 lebih kecil dari α 0,05. Artinya terdapat pengaruh signifikan antara Semangat Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Konawe. Kata Kunci : Semangat Kerja, Kepuasan Kerja Pegawai.
DESTINATION BRANDING WISATA BELANJA KABUPATEN MAGETAN (Studi Deskriptif Kualitatif Pada Sentra Industri Di kabupaten Magetan) Farida, Siti Ning; Suksmawati, Herlina -
Jurnal Bisnis Indonesia Vol 11, No 01 (2020): Jurnal Bisnis Indonesia
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Magetan sudah cukup dikenal oleh masyarakat nusantara sebagai daerah pengrajin bahan baku kulit mulai dari proses bahan mentah menjadi bahan jadi, berbagai jenis olahan kulit samakan banyak diproduksi di daerah ini. Yang menjadi produk unggulan, salah satunya adalah sepatu kulit. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tahap pembentukan dan elemen pembentukan destination branding wisata belanja di sentra industri kulit di  Kabupaten Magetan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori message production serta goals-plans-action model dari Dillard. Beberapa konsep yang digunakan adalah konsep mengenai identitas korporat, branding, destination branding meliputi tahapan dan elemen pembentukan destination branding. Hasil penelitian ini menunjukan tahapan pembentukan sentra industri kulit sebagai destination branding Kabupaten Magetan, diawali dengan menentukan segmentasi pasar, lalu selanjutnya membangun identitas dan yang terakhir adalah mengimplementasikan keberadaan sentra industri kulit sebagai destination branding. Elemen pembentukan sentra industri kulit sebagai destination branding Kabupaten Magetan ada pada produk yang dimiliki oleh sentra industri kulit tersebut. Ciri khas dan kelebihan produk yang dimiliki oleh sentra industi kulit membentuk elemen brand identity dan brand essence serta brand image pada destination branding Kabupaten Magetan.   Kata kunci : Destination branding, Brand Identity, Brand Image, Sentra Industri Kulit, Kabupaten Magetan.  
PEMETAAN STRATEGI BISNIS BIRO PERJALANAN WISATA DI SURABAYA Nirawati, Lia -; Novan, Andrew Try Anggrean; Reviandani, Oktarizka -
Jurnal Bisnis Indonesia Vol 11, No 01 (2020): Jurnal Bisnis Indonesia
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Era Revolusi Industri 4.0 ini pebisnis menjadi lebih kompetitif lagi dalam memasarkan produk/jasanya. Strategi bisnis yang dipilih haruslah dapat menghasilkan Kekuatan dan dapat memanfaatkan Peluang binis. Pemetaan binis yang tanggu diharapkan dapat memenangkan persaingan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan dan menganalisis strategi bisnis  usaha biro perjalanan di Surabaya. Obyek kajian dalam penelitian ini adalah Biro Usaha Perjalanan di Surabaya. Metode analisis yang digunakan adalah metode SWOT Analisis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats), yang merupakan bagian dari analisis kualitatif dengan menggunakan teknik pengambilan data wawancara mendalam yang berkaitan dengan strategi bisnis berdasarkan indikator strategi pemasaran, strategi keuangan, strategi manajemen sumber daya manusia, serta strategi produksi yang digunakan oleh peneliti dalam mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.  Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh hasil Internal Factor Analysis Summary yaitu  menunjukkan bahwa kekuatan perusahaan lebih besar dibanding dengan kelemahannya. Sedangkan dari hasil External Factor Analysis Summary yaitu   menunjukkan bahwa ancaman lebih besar dari peluang yang ada. Pilihan strategis adalah ST, sehingga pada diagram SWOT strategi S dan T terletak pada Kuadran II, yaitu perusahaan memiliki ancaman yang besar namun terdapat kekuatan dari segi internal perusahaan sehingga strategi yang harus ditetapkan adalah menggunakan kekuatan yang memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi (Produk atau Pasar). Kata Kunci : Strategi Bisnis, Analisis SWOT, External Factor Analysis, Internal Factor Analysis

Page 6 of 25 | Total Record : 245