cover
Contact Name
Akhmad Dakhlan
Contact Email
jrip@fp.unila.ac.id
Phone
+628127935826
Journal Mail Official
jrip@fp.unila.ac.id
Editorial Address
Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro no.1 Bandar Lampung 35145 Email: jrip@fp.unila.ac.id; jrippeternakan@gmail.com
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals)
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 25983067     DOI : https://doi.org/10.23960/jrip
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (JRIP) is a scientific journal covering various aspects of animal husbandry science published since 2017. JRIP is published three times a year in April, August and December by the Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung. JRIP received numerous research articles spanning the sciences, namely livestock nutrition science, food science, food technology, breeding and genetics, physiology and reproduction, biotechnology, processed products, behavior, health, livestock farming systems, socio-economic, and policy.
Articles 361 Documents
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza) TERHADAP PERFORMA AYAM KUB FASE STARTER Nisa, Nurul Khoirun; Nova, Khaira; Septinova, Dian; Riyanti, Riyanti
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.3.387-396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis terbaik pemberian ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza) terhadap konsumsi ransum, pertambahan berat tubuh, dan konversi ransum pada ayam KUB fase starter. Penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2022--Februari 2023 di Laboratorium Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, setiap petak berisi 10 ayam. Perlakuan yang diberikan yaitu air minum tanpa ekstrak temulawak (P0), air minum dengan dosis 5% ekstrak temulawak (P1), air minum dengan dosis 10% ekstrak temulawak (P2), air minum dengan dosis 15% ekstrak temulawak (P3). Peubah yang diamati konsumsi ransum, pertambahan berat tubuh, dan konversi ransum. Data dianalisis menggunakan analisis ragam pada taraf 5% dan uji lanjut BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak temulawak tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, namun berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan berat tubuh dan konversi ransum. Pemberian ekstrak temulawak dengan dosis 5% lebih baik digunakan daripada pemberian 10% dan 15% terhadap pertambahan berat tubuh dan konversi ransum.
PENGARUH KOMPOSISI CAMPURAN TONGKOL JAGUNG DAN AMPAS TAHU TERHADAP KANDUNGAN LEMAK KASAR, ABU, BETN, DAN TDN PRODUK FERMENTASINYA Tamara, Nina Yelly; Sutrisna, Rudy; Liman, Liman; Erwanto, Erwanto
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.2.291-299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi campuran tongkol jagung dan ampas tahu terhadap kandungan lemak kasar, abu, Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN), dan Total Digestible Nutrien TDN. Penelitian ini dilaksanakan pada 12 Januari—03 Februari 2023, di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 : tongkol jagung 50% + ampas tahu 50% (kontrol), P1 : tongkol jagung 50% + ampas tahu 50% + Rhizopus oligosporus 4%, P2 : tongkol jagung 60% + ampas tahu 40% + Rhizopus oligosporus 4%, P3 : tongkol jagung 70% + ampas tahu 40% + Rhizopus oligosporus 4%. Variabel yang diamati meliputi lemak kasar, abu, Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN), dan Total Digestible Nutrien (TDN). Data yang diperoleh dianalisis dengan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase campuran tongkol jagung dan ampas tahu terfermentasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap lemak kasar (P0: 13,81 ± , P1: 12,21 ± , P2: 10,92 ± , dan P3: 4,94 ± ), berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap abu (P0: 5,64 ± , P1: 4,65 ± , P2: 4,80 ± , dan P3: 4,85 ± ), berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap BETN (P0: 27,28 ± , P1: 30,15 ± , P2: 40,67 ± , dan P3: 40,67 ± ), dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap TDN (P0: 66,86 ± , P1: 69,01 ± , P2: 67,54 ± , dan P3: 60,51 ± ). Perlakuan terbaik yaitu pada P1 terhadap kandungan abu dan TDN, pada P3 terhadap kandungan lemak kasar dan BETN.
PENGARUH UMUR TERHADAP TINGKAT INFESTASI DAN JENIS CACING SALURAN PENCERNAAN KAMBING JAWARANDU DI KECAMATAN ADILUWIH KABUPATEN PRINGSEWU Malau, Regina Wati; Hartono, Madi; Adhianto, Kusuma; Santosa, Purnama Edy
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.1.001-008

Abstract

Kambing merupakan salah satu jenis ternak ruminansia kecil yang dapat dijadikan alternatif untuk memenuhi kebutuhan protein hewani bagi masyarakat Indonesia. Namun terdapat kendala yang dihadapi dalam beternak kambing salah satunya adalah masalah penyakit parasiter. Penyakit ini dapat mempengaruhi produktivitas pada ternak kambing karena sebagian zat makanan di dalam tubuh ternak dikonsumsi oleh cacing, sehingga menyebabkan kerusakan jaringan pada hewan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan infestasi dan mengetahui jenis cacing saluran pencernaan pada kambing Jawarandu umur < 1 tahun dan > 1 tahun di Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari sampai Februari 2023. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kambing Jawarandu sebanyak 60 ekor yang diambil sampel feses dan dianalisis di Balai Veteriner Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Variabel yang diamati adalah infestasi dan jenis cacing saluran pencernaan yang dianalisis menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan infestasi (P>0,05) pada kambing Jawarandu umur < 1 tahun dan > 1 tahun. Tingkat infestasi pada ternak umur < 1 tahun 40,00% dan ternak umur > 1 tahun 43,33%. Jenis cacing yang ditemukan pada kambing Jawarandu dari kelas nematoda pada umur < 1 tahun yaitu Trichuris sp., dan Strongyloides sp, dari kelas trematoda yaitu terdapat cacing Paramphistomum sp., dan Fasciola sp. Pada kambing umur > 1 tahun jenis cacing kelas nematoda yang menginfestasi yaitu Haemoncus sp., Toxocara sp., dan Trichuris sp, dari kelas trematoda yaitu terdapat cacing Paramphistomum sp., dan Fasciola sp.
PENGARUH LAMA PERENDAMAN STEK DAN KONSENTRASI URIN KAMBING TERHADAP DAYA TUMBUH DAN PRODUKTIVITASRUMPUT PAKCHONG (Pennisetum purpureum cv. Thailand) Lestari, Vinka Dwi; Liman, Liman; Farda, Fitria Tsani; Muhtarudin, Muhtarudin; Tantalo, Syahrio
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.1.009-019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dan konsentrasi urin kambing terhadap daya tumbuh dan produktivitas rumput pakchong (Pennisetum purpureum cv. Thailand). Penelitian ini dilaksanakan November 2022 - Januari 2023 di Laboratorium Lapang Terpadu, Universitas Lampung, Bandar Lampung. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 16 perlakuan dan 3 ulangan, dengan menggunakan 240 stek rumput pakchong. Perlakuannya adalah konsentrasi K0; urine 0%, K1; urine 25%, K2; urine 50%, K3; urine 100%, dan lama perendaman L0; 0 menit, L1; 10 menit, L2; 20 menit, L3; 30 menit. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam ANOVA (Analysis of Variance) dan uji lanjut BNT taraf 5%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan lama perendaman dan konsentrasi urine kambing tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, daya tumbuh, jumlah tunas, dan berat segar dan berat kering rumput pakchong (Pennisetum purpureum cv. Thailand).
PENGARUH SUPLEMENTASI JINTAN HITAM (Nigella Sativa) TERHADAP TITER ANTIBODI Avian Influenza (AI) DAN Newcastle Disease (ND) PADA AYAM ULU JANTAN Saputri, Rhica Dhea; Siswanto, Siswanto; Santosa, Purnama Edy; Hartono, Madi
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.3.397-405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Nigella sativa sebagai imunomodulator yang diberikan dalam pakan komersial dengan dosis yang berbeda semua titer antibodi Al dan ND pada ayam ulu jantan. Penelitian ini dilakukan pada 20 Desember 2022 sampai 15 Februari 2023 di Kandang Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Petanian, Universitas Lampung. Titer antibodi dianalisis di Laboratorium PT Medion Lampung. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan; yaitu Pakan komersial tanpa Nigella sativa, Pakan komersial dengan 36 mg/kg BB/hari Nigella sativa, Pakan komersial dengan 72 mg/kg BB/hari Nigella sativa, Pakan komersial dengan 144 mg/kg BB/hari Nigella sativa. Hasil penelitian ini menunjukkan P3 pada ayam ulu jantan yang diberi Nigella sativa efektif dalam neningkatkan titer antibodi Newcastle Disease dan titer antibodi Avian Influenza pada ayam ulu jantan, dengan pemberian dosis 144 mg/kg BB/hari dapat meningkatkan titer antibodi penyakit Newcastle Disease dan Avian Influenza pada ayam ulu jantan. Data yang diperolah disajikan dengan analisi deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian Nigella sativa menghasilkan rataan titer antibodi pada AI yaitu P1: 41,44, P2: 31,77, P3: 99,66 dan ND yaitu P1: 259,55, P2:108,44 dan P3: 270,22 sudah melampaui standar OIE.
INKORPORASI PRODUK SUPLEMENT MULTI NUTRIEN SAOS KE DALAM KONSENTRAT SAPI POTONG DAN PENGARUHNYA TERHADAP KONSUMSI BAHAN KERING, PROTEIN KASAR DAN PERTAMBAHAN BOBOT TUBUH Fitriyani, Fitriyani; Erwanto, Erwanto; Liman, Liman; Muhtarudin, Muhtarudin
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.2.200-209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Multi Nutrients Sauce (MNS) dan Indigofera pada ransum terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik pada sapi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September - November 2022 di Desa Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Analisis dilaksanakan di Laboratorium Balai Penelitian Ternak, Jalan Veternan III, Ciawi, Bogor dan Laboratoriun Politeknik Negri Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan menggunakan 15 sapi. Sapi dikelompokkan menjadi 5 kelompok berdasarkan kisaran bobot badan. Setiap kelompok diberikan 3 perlakuan yang berbeda, sehigga total sapi yang dibutuhkan sebanyak 15 ekor. Peubah yang diamati adalah konsumsi bahan kering, protein kasar dan pertambahan bobot tubuh (PBT). Rancangan perlakuannya adalah R1= R1 : Ransum Basal 60% + Hijauan 40%; R2 : R1+ MNS 6,54 %; R3 : R2+ Indigofera 10%. Data dari hasil penelitian dianalisis dengan analisis Anova dan uji lanjut BNT. Hasil penelitian menunjukkan Konsumsi bahan kering dan pertambahan bobot tubuh tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) dan konsumsi protein kasar berpengaruh nyata (P<0,05). Rata-rata konsumsi bahan kering (R1) 9,46; (R2) 9,51 dan (R3) 10,59 (kg/ekor/hari) . Rataan konsumsi protein kasar (R1) 0,76; (R2) 0,90 dan (R3) 1,01 (kg/ekor/hari). Rataan pertambahan bobot tubuh (R1) 0,56; (R2) 0,41 dan (R3) 1,06 (kg/ekor/hari).
GAMBARAN DARAH (SEL DARAH MERAH, HEMOGLOBIN, DAN PCV) PADA AYAM KAMPUNG ULU JANTAN DENGAN PEMBERIAN JINTAN HITAM (Nigella sativa) MELALUI PAKAN Irma, Ade; Santosa, Purnama Edy; Suharyati, Sri; Siswanto, Siswanto
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.3.406-413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran darah (sel darah merah, hemoglobin, dan packed cell volume (PCV)) pada ayam kampung ULU jantan dengan pemberian ekstrak jintan hitam (Nigella sativa). Penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2022-Februari 2023 di Unit Kandang Laboratorium Lapang Terpadu yang berada di Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Pemeriksaan sampel darah di lakukan di Laboratorium Klinik Kinkou, Lampung. Penelitian eksperimental menggunakan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan melalui pakan dengan P0; (kontrol), P1; 36 mg/kg BB/hari (Nigella sativa), P2; 72 mg/kg BB/hari (Nigella sativa), P3; 144 mg/kg BB/hari (Nigella sativa). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak jitan hitam (Nigella sativa) pada ayam kampung ULU Jantan melalui pakan sampai dengan dosis tertinggi 144 mg/kg BB/hari Nigella sativa menunjukan bahwa rata-rata sel darah merah (2,40--2,55 106/ µL), kadar hemoglobin (12,9--13,9 g/dL) dan nilai PCV (28,4--30,7%) masih berada pada kisaran normal.
PENGARUH LEVEL PENGGUNAAN MIKORIZA DAN JENIS PUPUK YANG BERBEDA PADA KONDISI CEKAMAN KEKERINGAN TERHADAP PRODUKTIVITAS RUMPUT PAKCHONG Kholiq, Nur; Liman, Liman; Erwanto, Erwanto; Muhtarudin, Muhtarudin
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.1.029-037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian level mikoriza dan jenis pupuk yang berbeda pada kondisi cekaman kekeringan serta interaksi antara keduanya terhadap produktivitas rumput pakchong. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2022 – Januari 2023 di Rumah kaca Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung dan Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial 2 faktor yang disusun dalam percobaan faktorial 4x3. Faktor pertama jenis pupuk terdiri dari 3 perlakuan dan faktor kedua pemberian mikoriza dengan 4 perlakuan, masing-masing diulang 3 kali. Faktor pertama yang diberikan adalah P1: pupuk kambing, P2: pupuk NPK, P3: pupuk kambing + pupuk NPK. Faktor kedua M0: tanpa mikoriza, M1: mikoriza 20 gram, M2: mikoriza 40 gram, M3: mikoriza 60 gram. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam dan dilanjutkan dengan Uji Lanjut Beda Nyata terkecil (BNt) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mikoriza dan jenis pupuk tidak berbeda nyata (P>0,05) dan tidak terdapat interaksi yang nyata (P>0.05) antara pemberian mikoriza dan jenis pupuk terhadap jumlah anakan, bobot segar dan bobot kering tajuk rumput pakchong.
PERBEDAAN PEMBERIAN KONSENTRAT MF DAN KONSENTRAT GRUMI FEED A TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT TUBUH, EFISIENSI RANSUM DAN INCOME OVER FEED COST PADA SAPI POTONG Ziladi, Kirana Jana; Erwanto, Erwanto; Muhtarudin, Muhtarudin; Qisthon, Arif; Tantalo, Syahrio; Noer, Irmayani; Hasiib, Etha' Aziza
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.1.038-044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemberian konsentrat MF dan konsentrat Grumi Feed A untuk mengetahui pemberian terbaik terhadap pertambahan bobot badan harian, efisiensi ransum dan income over feed cost pada sapi potong. Penelitian ini dilaksanakan Oktober--November 2022 di kandang sapi penggemukan Inovarm, Desa Astomulyo, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang terdiri dari 2 perlakuan dimana pada masing-masing perlakuan terdapat 10 ulangan, sehingga terdapat 20 unit satuan percobaan. dimana P0 merupakan perlakuan control yang terdiri dari konsentrat Grumi Feed A 60% dan kulit singkong 40%, sedangkan P1 merupakan perlakuan dengan komposisi konsentrat MF 60% dan kulit singkong 40%. Dalam formulasi konsentrat MF terdapat bahan pakan berupa Multi Nutrients Sauce (MNS). MNS berfungsi sebagai sumber mineral mikro. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji beda rata-rata (T-Test). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertambahan bobot badan, efisiensi ransum dan income over feed cost pada sapi potong. Pemberian ransum perlakuan P1 memberikan pengaruh terbaik terhadap pertambahan bobot badan, efisiensi ransum dan income over feed cost. Dengan rata-rata PBT 1,23 kg/ekor/hari, efisiensi ransum 10,6%, dan income over feed cost sebesar Rp.34.169/ekor/hari.
PENGGUNAAN MULTI NUTRIENT SAUCE (MNS) DAN INDIGOFERA DALAM RANSUM KOMERSIAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT TUBUH, KONSUMSI RANSUM, DAN KONVERSI RANSUM Hati, Diah Permata; Erwanto, Erwanto; Liman, Liman; Adhianto, Kusuma; Tantalo, Syahrio; Noer, Irmayani; Hasiib, Etha' Aziza
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.1.045-051

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan multi nutrient sauce dan indigofera sp. pada ransum terhadap pertambahan bobot tubuh, konsumsi ransum, dan konversi ransum pada sapi potong. Penelitian ini dilaksanakan pada September 2022--November 2022 di Desa Negeri Katon, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 4 kelompok, dengan menggunakan 12 sapi potong. Perlakuannya adalah R1 ; Ransum Basal (Konsentrat Grumi Feed A) 60% + Hijauan (Silase tebon jagung) 40%, R2 ; R1 + multi nutrient sauce 6,45 % R3 ; R2 + Indigofera sp. 10%. Hasil penelitian pada konsumsi ransum sapi potong sebesar (R1 10,80 ± 0,90 ; R2 11,23 ± 1,78 ; dan R3 11,65 ± 1,35) kg/hari, hasil pada pertambahan bobot badan sapi potong sebesar (R1 1,29 ± 0,32 ; R2 0,71 ± 0,28 ; dan R31,40 ± 0,19) kg/hari, hasil pada konversi ransum sapi potong sebesar (R1 9,75 ± 4,79 ; R2 16,79 ± 3,34 ; dan R3 8,44 ± 1,63 0,47). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot tubuh, dan konversi ransum.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2025 Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025 Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2025 Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2024 Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2024 Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2024 Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2024 Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2023 Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2023 Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2022 Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2022 Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2022 Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Desember 2021 Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2021 Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: April 2021 Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Desember 2020 Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2020 Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: April 2020 Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Desember 2019 Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2019 Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: April 2019 Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : Desember 2018 Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : Agustus 2018 Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : April 2018 Vol 1 No 3 (2017): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : Desember 2017 Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : Agustus 2017 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : April 2017 More Issue