cover
Contact Name
Nopernas Cahaya
Contact Email
nopernas.cahaya202@gmail.com
Phone
+6285390477704
Journal Mail Official
ejournal.kedokteran.upr@gmail.com
Editorial Address
Jln. Yos Sudarso Palangka Raya 73111, Kalimantan Tengah
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
ISSN : 23550015     EISSN : 27235890     DOI : https://dx.doi.org/10.37304
Core Subject : Health, Science,
urnal Kedokteran Universitas Palangka Raya dengan scope kesehatan dan kedokteran memuat original article dan review article baik dalam bahasa indonesia dan bahasa inggris. Terbitan 2 kali setahun setiap april dan oktober
Articles 117 Documents
AKNE VULGARIS DEWASA : ETIOLOGI, PATOGENESIS DAN TATALAKSANA TERKINI Astrid Teresa
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.731 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v8i1.1500

Abstract

Akne vulgaris (AV) bukan lagi menjadi masalah kulit yang sering dijumpai pada remaja namun juga menjadi masalah yang sering ditemukan di usia dewasa. Dibandingkan dengan AV remaja, AV dewasa memiliki predileksi dan jenis lesi yang berbeda pula. Berbagai faktor penyebab munculnya AV dewasa yaitu adanya pengaruh hormonal, sensitifitas reseptor androgen mempengaruhi produksi sebum pada pasien AV. Tinjauan pustaka ini akan membahas mengenai etiologi, patogenesis, gambaran klinis dan tatalaksana AV terkini. Dengan mengetahui penyebab munculnya akne pada dewasa dan proses perjalanan penyakitnya diharapkan terapi yang tepat dapat diberikan agar menghasilkan perbaikan yang optimal
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Penggunaan Sampo Terhadap Kejadian Pedikulosis Kapitis di Panti Asuhan X Palangka Raya Reza Kurnia Rahmawati; Astrid Teresa; Dian Mutiasari; Helena Jelita; Indria Augustina
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.054 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v8i1.1501

Abstract

Pediculosis capitis is a scalp or hair infection in humans caused by Pediculus humanus capitis. The disease primarily affects childern and rapidly expanding in dense living environments, such as dormitories and orphanages. The purpose of this research is to know the relationship between level of knowledge and shampoo usage behavior on the incidence of pediculosis capitis in X Palangka Raya Orphanage. This research was used a cross sectional approach, conducted in September 2019. Sampling techniques are performed with purposive sampling techniques. The variables studied are the level of knowledge and shampoo usage behavior. Relationship of each variable to the incidence of pediculosis capitis is measured using bivariate analysis. Based on the results of physical examination and microscopic examination was found 31 respondents (88.6%) positive of pediculosis capitis, which is based on the Chi-square test, the level of knowledge with the incidence of pediculosis capitis has p value= 0.285, and shampoo usage behavior with the incidence of pediculosis capitis has p value= 0.274. There is no correlation between level of knowledge and shampoo usage behavior with the incidence of pediculosis capitis in X Palangka Raya Orphanage
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK AIR KULIT PISANG KEPOK (Musa acuminate x Musa balbisiana (ABB cv)) DENGAN METODE ABTS (2,2 azinobis (3-etilbenzotiazolin)-6-asam sulfonat) PADA BERBAGAI TINGKAT KEMATANGAN Anggi Pantria Saputri; Indria Augustina; Fatmaria
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.658 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v8i1.1502

Abstract

Radikal bebas adalah molekul yang tidak stabil dengan elektron yang tidak berpasangan dan cenderunng mengambil elektron dari atom lain. Oleh karena itu, tubuh memerlukan suatu senyawa antioksidan. Antioksidan alami salah satunya didapat dari buah pisang Kepok sebagai antioksidan alami. Kulit pisang Kepok ternyata memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tannin, saponin, alkaloid, kuinon, dan terpenoid yang memiliki efek sebagai penangkal radikal bebas. Untuk mengukur kadar antioksidan kulit pisang Kepok dalam berbagai tingkat kematangan dan mengetahui  tingkat kematangan yang paling efektik menghambat pembentukan radikal bebas. Metode maserasi dengan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Kemudian dilakukan uji  menggunakan reagen ABTS dan diukur menggunakan spektrofotometer untuk mengukur panjang gelombang. Nilai absorbansi digunakan untuk mengukur aktivitas antioksidan dan menentukan nilai IC50. Nilai IC50 dari tingkat kematangan mentah sebear 60,50, matang sebesar 95,85, dan sangat matang sebesar 68,74. Terdapat aktivitas antioksidan yang berbeda pada berbagai tingkat kematangan dan tingkat kematangan mentah adalah yang paling efektif karena memiliki nilai IC50 sebesar 60,50.
HUBUNGAN KADAR APOLIPOPROTEIN B DENGAN TEKANAN DARAH SISTOLIK DAN DIASTOLIK PADA DEWASA MUDA OBESITAS DAN NON OBESITAS Abi Bakring Balyas; Atifah Darwis
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.517 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v8i1.1503

Abstract

Obesitas dapat mempengaruhi kadar apolipoprotin B dalam darah sehingga mempengaruhi kadar kolesterol dan menyebabkan dislipidemia, arterosklerosis, hingga hipertensi. Penelitian ini bertujuan membuktikan adanya hubungan antara kadar apolipoprotein B dengan tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. Metode penelitian yang digunakan adalah desain potong lintang (cross sectional) dengan jumlah sampel 60 dewasa muda yang terdiri atas  30 dewasa muda obesitas dan 30 dewasa muda non-obesitas. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposif. Kategori lingkar pinggang ditentukan berdasarkan penilaian Waist Circumference menurut WHO. Kriteria IMT ditentukan berdasarkan standar antropometri Penilaian Status Gizi Kriteria Asia Pasifik dari WHO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi kadar apolipoprotein B dengan tekanan darah sistolik dan tekanan darah sistolik. Terdapat korelasi positif antara kadar polipoprotein B dengan tekanan darah diastolik
HEPATITIS B PADA ANAK Ida Bagus Eka Utama Wija
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.066 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v8i2.2033

Abstract

Hepatitis adalah inflamasi jaringan hepar yang dapat disebabkan oleh infeksi, obat-obatan, toksin, gangguan metabolik, maupun kelainan autoimun. Pada infeksi hepatitis akibat virus, terdapat lima strain utama dari virus hepatitis, yaitu tipe A, B, C, D dan E. Hepatitis B  adalah penyakit hepar yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Infeksi ini dapat menjadi akut maupun kronis. Hepatitis B pada anak terjadi karena HBV dapat menular secara vertikal dari ibu ke anak. Penularan vertikal sebanyak 95% terjadi di masa perinatal  dan 5% intra uterina. Pada saat ini pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis HBV adalah pemeriksaan DNA HBV, HBsAg, HBeAg, dan anti-HBc. Pengobatan Hepatitis B pada anak dapat diberikan interferon atau analog nukleosida. Untuk pencegahan, pada masa perinatal dapat diberikan vaksinasi pada semua bayi. Jika pada bayi dengan ibu HBsAg positif dengan atau tanpa adanya HBeAg, maka pada bayi diberikan immunoglobulin hepatitis B (HBIG) dan vaksinasi aktif.
Perspektif Terkini terhadap Penyakit Paru Obstruktif Kronis : Review Literatur Erica Gilda Simanjuntak; Abigail Serepina
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.693 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v8i2.2034

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan penyakit pada paru yang ditandai dengan adanya obstruksi kronik pada aliran udaha di paru paru yang mengganggu pernapasan normal dan bersifat irreversibel. Pengertian umum seperti bronkitis kronis dan emfisema sudah tidak digunakan, namun kedua hal ini dimasukkan sebagai diagnosis PPOK.PPOK berkaitan dengan inflamasi pada parenkim paru yang terjadi secara terus menerus mengakibatkan keterbatasan fungsi aliran napas yang terjadi secara kronis dan bersifat ireversibel. PPOK merupakan penyebab kematian nomor 4 di dunia pada 2018, dimana terjadi peningkatan kasus kematian akibat PPOK di tahun 2020 yang mengakibatkan PPOK menjadi penyakit penyebab kematian no 3 di dunia. PPOK merupakan penyakit dengan beban medis dan beban ekonomi yang tinggi terutama pada negara-negara berkembang. Penelitian oleh Zhu et al di China menunjukkan bahwa perawatan PPOK membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak dan biaya kesehatan yang lebih besar.
SINDROMA FOSTER KENNEDY Reinne Natali Christine; Nicholas Dwiki Tanong
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.735 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v8i2.2035

Abstract

Sindrom Foster Kennedy merupakan penyakit mata yang secara klasik melibatkan atrofi saraf optik ipsilateral dengan neoplasma intrakranial dengan papilledema kontralateral yang terjadi bersamaan. Sedikitnya 37 kasus telah didokumentasikan secara lengkap antara tahun 1909 dan 1989. Ini adalah kasus yang sangat langka karena tidak semua massa intrakranial akan bermanifestasi sebagai Sindrom Foster Kennedy. Melaporkan kasus Sindroma Foster Kennedy akibat massa supratentorial. Seorang wanita berusia empat puluh tahun datang ke Klinik Mata RS UKI Jakarta dengan riwayat 3 bulan penurunan penglihatan secara perlahan tanpa disertai nyeri mata. Dia tidak memiliki gejala mata lainnya dan tidak memiliki riwayat penyakit mata sebelumnya. Pasien mengeluh sakit kepala terus menerus yang lebih berat di pagi hari sehingga pasien minum analgetik secara teratur untuk mengurangi sakit kepala. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital dalam batas normal penurunan berat badan sekitar lima kilogram dalam dua bulan dan anosmia. Ketidakstabilan emosional ditemukan. Pasien memiliki riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal sejak dua belas tahun yang lalu dan tidak ada riwayat penyakit yang sama di keluarganya. Pada pemeriksaan ketajaman penglihatan adalah 6/6 pada mata kanan dan 1/60 pada mata kiri. Pada pupil terdapat defek aferen relatif. Segmen anterior normal. Pada pemeriksaan fundus dilatasi, ditemukan adanya pembengkakan pada papil diskus optik kanan dan pada papil optik kiri pucat. Computed tomography (CT) kepala dan orbit menunjukkan massa supratentorial di regio frontotemporal kiri. Pemeriksaan perimetri menunjukkan skotoma sentral dan depresi mata yang berat. Pasien dirujuk ke tim bedah saraf untuk diperiksa, dan disarankan untuk melakukan debulking pada lesi. Pada kasus Sindroma Foster Kennedy yang disebabkan oleh adanya massa intrakranial, diperlukan kerjasama dalam penatalaksanaan dengan departemen lain seperti bedah saraf. Diagnosis dini dengan reseksi bedah dapat mencegah kerusakan penglihatan lebih lanjut dan bersifat life saving.
GAMBARAN EFEKTIVITAS SEFTRIAKSON DAN SEFOTAKSIM PADA PASIEN DEMAM TIFOID USIA 5 – 19 TAHUN DI RSUD BEKASI PERIODE JANUARI 2019 -DESEMBER 2019 Richard Yan Marvellini; Fenesa Tesalonika Bunga Ria Sagala
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.476 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v8i2.2036

Abstract

Demam tifoid merupakan infeksi usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia terkait dengan angka kejadiannya yang cukup tinggi. Cara penularan penyakit ini berhubungan dengan perilaku hidup bersih dan sehat dari masing-masing individu. Pengobatan demam tifoid menggunakan antibiotik dan telah ditemukan resistensi pada lini pertamanya yaitu kloramfenikol. Sehingga lini kedua yaitu seftriakson dan sefotaksim telah menjadi pilihan sebagai penggati dari lini pertamanya. Hal ini dikaitkan dengan efektivitasnya yang baik dalam mengobati pasien demam tifoid. Penelitian dilakukan dengan metode Content analysis yang dianalisis secara deskriptif retrospektif dengan menggunakan data sekunder yaitu rekam medis dari pasien RSUD Bekasi periode Januari 2019 – Desember 2019. Berdasarkan hasil penelitian mengenai waktu bebas panas dan lama perawatan didapatkan bahwa antibiotik seftriakson dan sefotaksim efektif dalam mengobati demam tifoid. Dilakukan uji kolerasi Mann Whitney U dan didapatkan koefisien p 0,06 dan p 0,063 tidak signifikan, sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara penggunaan antibiotik seftriakson dan sefotaksim. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah seftriakson dan sefotaksim merupakan antibitoik yang efektif dalam mengobati demam tifoid.
HUBUNGAN ANTARA BERAT PLASENTA IBU PREEKLAMPSIA DENGAN BERAT BAYI LAHIR DI RSUD dr. DORIS SYLVANUS KOTA PALANGKA RAYA TAHUN 2019 Lika Hanifah; Sigit Nurfianto; Ni Nyoman Sri Yuliani
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.934 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v8i2.2037

Abstract

Preeclampsia is one of the leading causes of maternal death. In preeclampsia occurs abnormalities of maternal placental blood vessels that cause chronic hypoxia and fetal nutritional disorders that affect the weight of the baby born. The aim of this study was to find out the correlation between placental weight of preeclampsia mothers with the baby born weight at RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya City in 2019. This study uses an analytic observational research design with a cross-sectional approach. The sample used was 35 placenta samples from preeclampsia mothers who gave birth at RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya taken by consecutive sampling technique. The results showed that mean of placental weight in preeclampsia mothers was 499.4 grams (SD = 146,685) an mean of baby born weight was 2,652.43 grams (SD = 481.341). Based on the analysis of Pearson correlation test results of placental weight of preeclampsia mothers have a correlation with the weight of babies born at RSUD dr. Doris Sylvanus City of Palangka Raya in 2019 with p < 0,001 and r = 0.679. The weight of the placenta in preeclampsia mothers has a significant correlation with the weight of babies born at RSUD dr. Doris Sylvanus Palangkaraya City 2019 with the strong level of correlation.
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN MAKRONUTRIEN DENGAN KEJADIAN OVERWEIGHT DAN OBESITAS PADA ANAK USIA 6-12 TAHUN DI KOTA PALANGKA RAYA Miranda Timur; Ni Nyoman Sri Yuliani; Astri Widiarti
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.081 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v8i2.2038

Abstract

Akumulasi lemak dalam tubuh yang terjadi secara berlebihan akan menyebabkan overweight dan obesitas. Hal ini akibat ketidakseimbangan asupan energi yang utama yaitu asupan makronutrien yang terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak. Mengetahui hubungan antara asupan makronutrien dengan kejadian overweight dan obesitas pada anak usia 6-12 tahun di kota Palangka Raya. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan responden sebanyak 80 siswa yang diambil dengan teknik simple random sampling. Pengukuran yang dilakukan yaitu pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk mendapatkan IMT/U dan BB/U. Dilakukan pengisian kuisioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQFFQ) oleh orang tua siswa untuk mengetahui asupan makronutrien yang dikonsumsi dalam satu bulan terakhir. Metode analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara asupan karbohidrat (p=0,718), lemak (p=0,754), protein (p=0,159) dengan overweight dan obesitas menurut IMT/U. Tidak ada hubungan yang bermakna antara asupan karbohidrat (p=0,805), lemak (p=1,000), protein (p=0,919 dengan overweight dan obesitas menurut BB/U. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara asupan makronutrien dengan kejadian overweight dan obesitas pada anak usia 6-12 tahun di kota Palangka Raya.

Page 5 of 12 | Total Record : 117