cover
Contact Name
Nopernas Cahaya
Contact Email
nopernas.cahaya202@gmail.com
Phone
+6285390477704
Journal Mail Official
ejournal.kedokteran.upr@gmail.com
Editorial Address
Jln. Yos Sudarso Palangka Raya 73111, Kalimantan Tengah
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
ISSN : 23550015     EISSN : 27235890     DOI : https://dx.doi.org/10.37304
Core Subject : Health, Science,
urnal Kedokteran Universitas Palangka Raya dengan scope kesehatan dan kedokteran memuat original article dan review article baik dalam bahasa indonesia dan bahasa inggris. Terbitan 2 kali setahun setiap april dan oktober
Articles 117 Documents
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU METE (Anacardium occidentale L.) PADA PERTUMBUHAN Streptococcus pyogenes DENGAN METODE DILUSI CAIR YANG DIUKUR MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER Andrionaldy; Fatmaria; Septi Handayani
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.392 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v7i1.593

Abstract

 Jambu Mete (Anacardium occidentale L.)  adalah salah satu tanaman yang memiliki potensi untuk menjadi tanaman obat sebagai antibakteri. Karena memiliki senyawa kimia yang memiliki sifat antibakteri seperti flavonoid, tanin, steroid, saponin, dan alkaloid. Faringitis merupakan peradangan dinding faring yang disebabkan virus, bakteri, alergi, dan trauma. Salah satu bakteri yang menyebabkan terjadinya faringitis adalah Streptococcus pyogenes. Mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun Jambu Mete (Anacardium occidentale L.) dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus pyogenes. Jenis penelitian ini adalah true experimental design dengan rancangan pretest-posttest control group design. Ekstrak etanol daun Jambu Mete pada konsentrasi 20%, 30%, 40%, 60%, dan 80% diuji aktivitas antibakterinya terhadap pertumbuhan Streptococcus pyogenes menggunakan metode dilusi cair yang kemudian diukur menggunakan spektrofotometer dengan Ampisilin sebagai kontrol positif dan DMSO (dimethyl sulfoxide) 10% sebagai kontrol negatif. Data penelitian dianalisis secara statistik menggunakan uji One Way Anova. Analisis secara statistik menggunakan One Way Anova ekstrak etanol daun Jambu Mete terdapat perbedaan bermakna, dengan nilai hambat tertinggi pada konsentrasi 20% sebesar 50% dan terendah pada konsentrasi 30% sebesar 10%. Ekstrak etanol daun Jambu Mete dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes pada konsentrasi 20%, 30%, 40%, 60%, dan 80%, dengan konsentrasi efektifnya 20%.  
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN PENGOBATAN TB PARU DI POLI KLINIK PARU RSUD DR. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA PERIODE TRIWULAN I 2018 Vira Marselia Datu Doki; Itna Warnida; Austin Bertilova Carmelit
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.23 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v7i1.594

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular alangsung yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, sebagian besar bakteri TB menyerang paru tetapi dapat juga menyerang organ tubuh lainnya. Di Provinsi Kalimantan Tengah proporsi pasien baru BTA (+) diantara semua kasus pada tahun 2016 adalah 53.3% lebih rendah bila dibandingkan dengan capaian pada tahun 2015 dengan capaian sebesar 72,1%. Kegagalan mencapai indikator angka kesembuhan penderita TB paru disebabkan oleh beberapa faktor antara lain umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, peran pengawas minum obat (PMO), jenis PMO, akses ke pelayanan kesehatan dan motivasi. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengobatan TB paru diharapkan dapat mencapai target kesembuhan. Mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi keberhasilan pengobatan TB paru di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan kohort. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, peran PMO, motivasi pasien dan  motivasi keluarga dengan keberhasilan pengobatan TB paru. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan pengobatan TB Paru di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya antara lain pengetahuan, peran PMO, motivasi pasien dan motivasi keluarga.
PERBANDINGAN DIATOME ANTARA PARU-PARU TIKUS PUTIH GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) YANG MENDAPAT PERLAKUAN SEBELUM TENGGELAM DAN TIDAK MENDAPAT PERLAKUAN SEBELUM TENGGELAM Aulia Rahmi; Angeline Novia Toemon; Ricka Brillianty Zaluchu
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jkupr.v7i1.597

Abstract

Tenggelam pada tindak kriminalitas memerlukan tindakan khusus pada saat pemeriksaan autopsi. Kasus tenggelam di Indonesia masih sering terjadi seperti terakhir kasus tenggelamnya kapal Sinar Bangun di danau Toba, Sumatera Utara. Di Kalimantan Tengah sendiri berdasarkan data RS Doris Sylvanus sepanjang tahun 2015 sampai 2018 sebanyak 19 kasus. Pemeriksaan tes diatome pada korban tenggelam menggunakan asam ini sebagai gold standar pada kasus ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan adakah kandungan diatome pada tikus putih galur wistar (Rattus novergicus) yang mati tenggelam dan mati sebelum tenggelam di sungai Kapuas Kalimantan Tengah. Quasi eksperimental dengan posttest only group design. Data yang diukur adalah kandungan diatome dalam paru-paru tikus kelompok mati tenggelam dengan kelompok yang mati sebelum ditenggelamkan. Terdapat diatome pada setiap paru-paru tikus kelompok pertama yang ditenggelamkan, sedangkan diatome pada paru-paru tikus kelompok kedua yang mati sebelum ditenggelamkan tidak terdapat diatome. Uji statistik Mann Whitney menunjukkan perbedaan sangat bermakna dengan p= 0,000. Terbukti bahwa pada penelitian ini terdapat perbedaan yang bermakna kandungan diatome antara kematian tikus yang tenggelam dengan tikus yang mati kemudian ditenggelamkan di Sungai Kapuas.
GAMBARAN PERUBAHAN TEKANAN DARAH PASCA OLAHRAGA AEROBIK INTENSITAS SEDANG MENGGUNAKAN TREADMILL PADA MAHASISWA LAKI-LAKI PREKLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PALANGKA RAYA Erald Giovanny Hasiholan Simatupang; Sanggap Indra Sitompul; Helena Jelita
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.457 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v7i1.598

Abstract

Salah satu penilaian tubuh sehat adalah tekanan darah yang normal. Tekanan darah tinggi tidak hanya menurunkan kualitas hidup, namun dapat mengancam jiwa penderita. Prevalensi hipertensi di Indonesia pada usia muda di rentang ?18 tahun mencapai 25,8% pada tahun 2013. Untuk mengetahui gambaran perubahan tekanan darah pasca olahraga aerobik intensitas sedang (treadmill) pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya. Rancangan penelitian berupa deskriptif menggunakan desain cross-sectional study. Subjek ialah 21 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya yang memenuhi kriteria. Olahraga aerobik intensitas sedang (treadmill) dilakukan selama 30 menit kemudian dilakukan pengukuran tekanan darah sebelum, 15, 30 dan 60 menit sesudah berolahraga menggunakan sphygmomanometer digital. Tekanan darah rerata sebelum berolahraga sebesar 114,67/73 mmHg, 15 menit sesudah berolahraga didapatkan peningkatan tekanan darah menjadi 116,04/76,77 mmHg, 30 menit sesudah berolahraga terjadi penurunan menjadi 111/75,3. Satu jam sesudah berolahraga, terjadi penurunan tekanan darah rerata cukup signifikan menjadi 101,72/69,04. Berolahraga aerobik intensitas sedang (treadmill) dapat mempengaruhi tekanan darah dimana penurunan terbesar tekanan darah sistolik dan diastolik terjadi 60 menit sesudah berolahraga dengan penurunan hasil rata-rata sistolik/diastolik sebanyak 13,67/3,96 mmHg.
PERBANDINGAN PENINGKATAN KADAR KALIUM PASIEN LANSIA DENGAN HIPERTENSI YANG DITERAPI ACE-I DAN ARB DI RSUP FATMAWATI PADA TAHUN 2017-2019 Almerveldy Azaria Dohongi; Hany Yusmaini; Erna Harfiani
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.954 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v8i1.1493

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang umum terjadi pada lansia akibat berbagai faktor. JNC-8 merekomendasikan beberapa terapi antihipertensi, salah satunya ACE-I dan ARB. Kedua antihipertensi tersebut memiliki efek samping berupa peningkatan kadar kalium, sedangkan lansia rentan terhadap gangguan keseimbangan elektrolit. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan peningkatan kadar kalium pasien lansia yang diterapi ACE-I dan ARB. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian adalah data rekam medis yang berjumlah 72 sampel. Pasien yang menggunakan antihipertensi ARB sebesar 39 sampel dan ACE-I sebesar 33 sampel. Penelitian ini dilakukan di RSUP Fatmawati. Teknik pengambilan sampel secara consecutive sampling. Hasil penelitian ini didapatkan kadar kalium pasien lansia dengan hipertensi yang menggunakan antihipertensi ACE-I mengalami kenaikan rata – rata sebesar 0,49 mmol/L dan ARB 0,46 mmol/L dari kadar kalium awal. Hasil uji T tidak berpasangan menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara peningkatan kadar kalium pada lansia (p = 0,716). Kesimpulan yang didapat pada penelitian ini tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara peningkatan kadar kalium pasien lansia dengan hipertensi yang diterapi ACE-I dan ARB di RSUP Fatmawati pada Tahun 2017 – 2019
HUBUNGAN ARKUS PEDIS DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PERAWAT RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA TAHUN 2019HUBUNGAN ARKUS PEDIS DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PERAWAT RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA TAHUN 2019 Rusyda Ayusti Anumillah; Yuli Suciati; Arman Yurisaldi Saleh
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.69 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v8i1.1495

Abstract

Arcus longitudinalis medialis pedis merupakan lengkung telapak kaki yang secara normal berfungsi untuk mendistribusikan beban tubuh sehingga tubuh memiliki postur dan pergerakan yang lebih stabil. Pada keadaan abnormal, arkus pedis dapat terlalu datar (pes planus) ataupun terlalu tinggi (pes cavus). Kelainan pada arkus tersebut dapat mengakibatkan perubahan biomekanik dan menimbulkan efek kaskade pada sendi-sendi yang lebih proksimal sehingga dapat menimbulkan keluhan nyeri punggung bawah (NPB). NPB sendiri memiliki prevalensi yang cukup tinggi yaitu 15- 45%. Gejala ini dapat dipicu dan diperburuk oleh berbagai faktor, salah satunya adalah berdiri dan berjalan dalam waktu yang lama seperti tuntutan profesi perawat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan arcus pedis dengan keluhan NPB pada perawat Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. Desain penelitian ini adalah analisis observasional dengan metode case-control menggunakan 41 responden sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan pengisian kuisioner untuk menilai keluhan NPB dan wet footprint test untuk menilai sudut arkus pedis. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara arkus pedis dengan keluhan NPB pada perawat di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih pada bulan November Tahun 2019 (p = 0,161, CI 95% 0.820-3,023)
HUBUNGAN STRES DENGAN TIMBULNYA KECENDERUNGAN GANGGUAN MENTAL EMOSIONAL PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA Joshua Sebastian Pratama Sondakh; Ria Maria Theresa
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.692 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v8i1.1496

Abstract

Mahasiswa fakultas kedokteran rentan terhadap berbagai stresor selama masa belajarnya. Enam domain stresor yang paling berpengaruh adalah akademik, hubungan interpersonal dan intrapersonal, kegiatan belajar mengajar, hubungan sosial, dorongan dan motivasi serta aktivitas kelompok. Pada tingkat optimal, stres bersifat menguntungkan, tetapi stres yang berlebihan menimbulkan respon stres. Tanpa intervensi, respon stres dapat menetap dan menimbulkan gejala gangguan mental emosional (GME). Dampak jangka pendek gejala ini adalah penurunan produktivitas dan kualitas hidup, sedangkan dampak jangka panjangnya adalah gejala menetap hingga mahasiswa lulus dan berpengaruh terhadap penanganan pasien. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara stres setiap domain dengan timbulnya kecenderungan GME. Desain penelitian berupa analisis observasional dengan metode cross-sectional pada 80 responden sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan pengisian kuisioner Medical Student Stress Questionnaire (MMSQ) untuk menilai tingkat stres dan Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20) untuk menilai kecenderungan GME. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara stres dengan timbulnya kecenderungan GME pada mahasiswa Fakultas Kedokteran UPN “Veteran” Jakarta angkatan 2018 dengan peluang paling besar diakibatkan stresor motivasi dan dorongan yaitu 7,39 kali (p=0,022)
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN PHBS DENGAN PERILAKU GERMAS MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES PALANGKA RAYA Tri Widodo; Cipto Susilo
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.946 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v8i1.1497

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat baik secara nasional sebesar 32,3% berdasar RISKESDAS 2013, dan Propinsi Kalimantan Tengah masih di bawah rata-rata tersebut. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah merupakan upaya untuk menggerakan dan memberdayakan seluruh civitas akademik untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. HL Bloem (1908) mengidentifikasi bahwa derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh 4 faktor yakni: Perilaku, Lingkungan, Pelayanan kesehatan dan Keturunan. Faktor Perilaku dan Lingkungan berperan 75% lebih pada derajat kesehatan masyarakat. Perbaikan lingkungan dan perubahan perilaku yang lebih baik perlu dilakukan sistematis dan terencana oleh semua komponen bangsa, untuk itu GERMAS menjadi pilihan dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat lebih baik.Tujuan Penelitian mengetahui Pengaruh Tingkat Pengetahuan PHBS dengan Perilaku Germas Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Palangka Raya. Penelitian menggunakan rancangan cross sectional dengan lokasi di Kampus Politeknik Kesehatan Kemenkes Palangka Raya . Populasi  dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Poltekkes Kemenkes Palangka Raya. Data pengetahuan PHBS dan perilaku germas diambil dengan kuesioner. Data dianalisa dengan Uji Mann Whitney. Berdasarkan data yang diperoleh dalam penelitian ini nilai p sebesar 0,003. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh tingkat pengetahuan PHBS dengan perilaku Germas
WASPADA PNEUMOKONIOSIS PADA PEKERJA DI INDUSTRI PERTAMBANGAN Nur Nunu P. Sinaga; Patar Hutagalung; Jumaini Andriana
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.291 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v8i1.1498

Abstract

Pneumokoniosis adalah penyakit akibat kerja yang kronik akibat menghirup debu dalam waktu yang lama dengan ditandai adanya inflamasi dari alveolus. Data dari WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa terdapat 1,1 juta kematian oleh penyakit akibat kerja di seluruh dunia, 5% dari angka tersebut adalah pneumokoniosis. Paparan dari suatu proses industrialisasi ini dapat menyebabkan penyakit akibat kerja. National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) di Amerika Serikat menyatakan bahwa penyakit pernapasan merupakan penyakit urutan pertama dari sepuluh besar penyakit akibat kerja salah satunya berkaitan dengan paru-paru. Badan dunia International Labour Organization (ILO) menyatakan bahwa penyakit paru akibat kerja yang paling banyak diderita oleh pekerja adalah penyakit paru restriktif yakni pneumokoniosis, di negara berkembang penderitanya sekitar 30% hingga 50%. Data penyakit akibat kerja Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah,berdasarkan data hasil survey pemeriksaan fungsi paru pada tahun 2004 mendapati bahwa 83,75% pekerja formal dan 95%  pekerja informal mengalami gangguan fungsi paru. Reaksi paru terhadap debu mineral tergantung pada banyak faktor, termasuk ukuran, bentuk dan kelarutan dan reaktivitas partikel. Jenis pneumoconiosis tergantung dari jenis pajanan debu seperti silika, asbes, berillium. Ada tiga kriteria mayor yang dapat membantu untuk diagnosis pneumokoniosis yaitu 1. pajanan debu yang signifikan, 2. gambaran spesifik penyakit terutama kelainan radiologis. 3. Pneumokoniosis mirip dengan penyakit interstitial paru difus. Pencegahan adalah menjauhi dari pajanan serta para pekerja wajib melakukan pemeriksaan secara berkala.
Pengaruh Obat Nyamuk Bakar dan Semprot Terhadap Motilitas Sperma Tikus (Rattus norvegicus) Silvani Permatasari; Agnes Frethernety; Herlina Eka Shinta
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.37 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v8i1.1499

Abstract

Gigitan nyamuk dapat membahayakan bagi kesehatan tubuh. Salah satu upaya untuk memberantas nyamuk dalam kehidupan sehari-hari yang umum digunakan adalah dengan menggunakan obat nyamuk. Obat nyamuk terbanyak yang dipakai di masyarakat Indonesia adalah jenis obat nyamuk bakar dan semprot. Kandungan dalam obat nyamuk yaitu berbahan aktif pyrethroid, yang memiliki efek bila dalam jangka waktu lama digunakan dapat menganggu kesehatan tubuh. Salah satunya gangguan terhadap reproduksi pada pria. Oleh sebab itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh obat nyamuk bakar dan semprot terhadap motilitas sperma tikus galur wistar. Penelitian eksperimental in vivo ini menggunakan desain post-test randomized control design dengan menggunakan 5 kelompok tikus. Kelompok ini terbagi menjadi kontrol, paparan obat nyamuk semprot 5 mL/hari selama 20 hari, paparan obat nyamuk semprot 5 mL/hari selama 35 hari, paparan obat nyamuk bakar 4,5 gr/hari selama 20 hari, paparan obat nyamuk bakar 4,5 gr/hari selama 20 hari. Hasil penelitian secara mikroskopis menunjukkan penurunan motilitas bermakna tidak signifikan pada kelompok tikus yang diberi obat nyamuk semprot dan bakar sejak dipaparkan 20 hari lamanya dan penurunan paling signifikan pada obat nyamuk bakar 35 hari. Obat nyamuk semprot dan bakar yang digunakan rutin dan dalam waktu lama dapat menurunkan motilitas sperma.

Page 4 of 12 | Total Record : 117