cover
Contact Name
Ansari Saleh Ahmar
Contact Email
mattawang@ahmar.id
Phone
+6281258594207
Journal Mail Official
mattawang@ahmar.id
Editorial Address
Jalan Karaeng Bontomarannu No. 57 Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27465233     DOI : https://doi.org/10.35877/454RI.mattawangv2i2
The mission of Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat is to serve as the premier peer-reviewed, interdisciplinary journal to advance theory and practice related to all forms of outreach and engagement. This includes highlighting innovative endeavors; critically examining emerging issues, trends, challenges, and opportunities; and reporting on studies of impact in the areas of public service, outreach, engagement, extension, engaged research, community-based research, community-based participatory research, action research, public scholarship, service-learning, and community service. As our commitment to the advancement of science and technology, the Mattawang follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2022)" : 19 Documents clear
Training For The Prevention of Narcotics Abuse Among Students of Halu Oleo University: Pelatihan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika di Kalangan Mahasiswa Universitas Halu Oleo Adius Kusnan; Wa Ode Salma; Asriati Asriati; Amiruddin Eso; Astri Yustina Kambu; Muhammad Zulfikarrahim
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.298 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang806

Abstract

Information is a very important need, the basis for making decisions, one of which is sourced from that information. Kelurahan offices, village offices or other government offices are the requirements for the information needed by the general public. The presence of bulletin boards as a medium for conveying information at the Kelurahan office, village office or other government office is still an important thing that can be used to meet the public's need for information. Digital Information Board (Digital Signage) is one of the electronic media which is currently often used to provide needed information. Digital signage (digital signage) is a one-way digital information service. The purpose of this community service activity is to build a digital information board using an Android TV device. The presence of this Android TV-based digital information board makes it easy for village officials to make digital-based information due to its ease of use which is the same as Android-based mobile devices. Abstrak Informasi merupakan kebutuhan yang sangat penting, dasar dalam pengambilan keputusan salah satunya adalah bersumber dari informasi tersebut. Kantor Kelurahan, kantor desa ataupun kantor pemerintahan lain syarat akan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat umum. Kehadiran papan pengumuman sebagai media penyampai informasi di Kantor Kelurahan, kantor desa ataupun kantor pemerintahan lain hingga saat ini tetap menjadi hal penting yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi. Papan Informasi digital (Digital Signage) merupakan salah satu media elektronik yang saat ini sering digunakan untuk memberikan informasi yang dibutuhkan. Papan pengumuman digital (digital signage) adalah Sebuah layanan informasi berbasis digital satu arah. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membangun papan informasi digital dengan menggunakan menggunakan perangkat android tv. Hadirnya Papan informasi digital berbasis Android TV ini memberikan kemudahan bagi perangkat desa dalam membuat informasi berbasis digital dikarenakan kemudahan penggunaannya yang sama dengan perangkat handphone berbasis android.
Efforts to Increase Students' Knowledge through Education about Dengue Fever: Upaya Peningkatan Pengetahuan Siswa Melalui Edukasi Tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue La Ode Alifariki; Adius Kusnan
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.509 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang808

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) is also known as Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), dengue fever (DF), dengue fever (DD), and Dengue Shock Syndrome (DSS). This disease can affect all ages, both children and adults. This community service was carried out with the aim of educating students about the importance of preventing DHF in the school environment. This counseling was carried out by a service team consisting of the Faculty of Medicine, Halu Oleo University along with students with an audience of 30 students from SMPN 20 Kendari. The results of measuring students' knowledge showed that there were differences in knowledge about DHF before and after counseling. Abstrak Demam berdarah dengue (DBD) dise-but juga Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), dengue fever (DF), demam dengue (DD), dan Dengue Shock Syndrome (DSS). Penyakit ini dapat menyerang semua umur baik anak-anak maupun orang dewasa. PkM ini dilaksanakan bertujuan untuk mengedukasi siswa tentang pentingnya pencegahan DBD di lingkungan sekolah. Penyuluhan ini dilakukan oleh tim pengabdi yang terdiri atas Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo bersama mahasiswa dengan khalayak adalah siswa SMPN 20 Kendari sebanyak 30 orang. Hasil penguuran pengetahuan siswa menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan tentang DBD sebelum dan sesudah penyuluhan.
Training and Coaching Strengthening Character Education Based On School Culture InThe Upper Class Of Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam Tamidung Batang-Batang: Pelatihan Dan Pembinaan Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kultur Sekolah Di Kelas Atas Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam Tamidung Batang-Batang Ali Armadi; Muhammad Misbahudholam AR; Kurratul Aini
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.882 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang818

Abstract

The purpose of this service is to equip upper-class students of Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam with training and development of strengthening character education (PPK) based on school culture. The method used in this service activity consists of several stages, namely; preparation, implementation, data collection and evaluation. The implementation of strengthening character education is carried out mainly using four (4) ways, namely: 1) Integrating into the curriculum such as the preparation of a Learning Implementation Plan (RPP) for each subject by considering the uniqueness of the identity of the school culture and the surrounding environment and integrating into the construction of teaching materials specifically for each subject that contains references to local culture, 2) Improving the strengthening of school culture-based character education into the learning activity process by integrating it into the curriculum, optimizing local content and classroom management/ management, 3) Strengthening school culture-based character education (PPK) formed through habituation or orientation of daily values, good attitudes of educators, norms, rules, school ecosystems, and school traditions, and 4) Strengthening school culture-based character education with involving or collaborating with the community and through the involvement of existing partners, such as: parents, religious leaders/ leaders, community leaders, educational activists, academics, culturalists, business actors, literati, artists and other related parties. Abstrak Tujuan pengabdian ini adalah membekali siswa kelas atas Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam dengan pelatihan dan pengembangan penguatan pendidikan karakter (PPK) berbasis kultur sekolah. Adapun Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini terdari dari beberapa tahapan yaitu; persiapan, pelaksanaan, pengambilan data dan evaluasi. Pelaksanaan penguatan pendidikan karakter dilaksanakan terutama menggunakan empat (4) cara, yaitu: 1) Mengintegrasikan ke dalam kurikulum seperti penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada setiap mata pelajaran dengan mempertimbangkan keunikan identitas kultur sekolah dan lingkungan sekitarnya dan mengintegrasikan ke dalam konstruksi bahan ajar khusus mata untuk setiap mata pelajaran yang memuat referensi kultur lokal, 2) Meningkatkan penguatan pendidikan karakter (PPK) berbasis kultur sekolah ke dalam proses kegiatan pembelajaran dengan mengintegrasikannya ke dalam kurikulum, mengoptimalkan muatan lokal serta pengelolaan/manejemen kelas, 3) Penguatan pendidikan karakter berbasis kultur sekolah terbentuk melalui kegiatan pembiasaan atau orientasi nilai-nilai sehari-hari, suri tauladan pendidik, norma, aturan, tradisi sekolah dan eksistem sekolah, dan 4) Memperkuat pendidikan karakter berbasis kultur sekolah dengan mellibatkan atau kolaborasi masyarakat serta melalui pelibatan mitra yang ada, seperti: orang tua, pemuka/tokoh agama, tokoh masyarakat, pegiat pendidikan, akademisi, budayawan, pelaku usaha, sastrawan, seniman dan pihak terkait lainnya.
Mendeley Desktop Training as a Reference Tool in Writing Scientific Papers for Comunnity of Literasi Muda Pekanbaru: Pelatihan Mendeley Desktop Sebagai Referensi Alat Dalam Menulis Karya Ilmiah Untuk Komunitas Literasi Muda Pekanbaru Muthia Anggraini; Virgo Trisep Haris; Alfian Saleh
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.807 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang820

Abstract

Higher education has a target to appear to be the best and advance in the world of education and society. The indicators seen are from the work produced by lecturers and students. Writing that produces scientific work is one of them. partners who are members of the Pekanbaru Young Litersi community have difficulty in making a Final Project which will be published in the form of an article. The difficulty is in managing to reference sources because they are not careful in including citations, and the difficulty in using the Mendeley application. The service team helps partners by providing training on the use of the Mendeley desktop. 31 participants are final year students from the Civil Engineering and Electrical Engineering Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru. 100% of participants have not been able to use this application. 67.47% of participants had never heard of Mendeley. 80.64% of participants don't know what Mendeley is. In conclusion, There has been an increase in partner understanding of the Mendeley app and its use. 100% of participants understand and can use the Mendeley application based on the distribution of the questionnaire given. Abstrak Perguruan Tinggi mempunyai target untuk tampil menjadi yang terbaik dan maju dalam dunia pendidikan dan masyarakat. Indikator yang dilihat adalah dari karya yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa. Tulisan yang menghasilkan karya ilmiah merupakan salah satunya. Mitra yang tergabung dalam komunitas Litersi Muda Pekanbaru mengalami kesulitan dalam membuat Tugas Akhir yang nanti dipublikasikan dalam bentuk artikel. Kesulitannya adalah dalam mengelola sumber referensi karena kurang teliti dalam mencantumkan kutipan, dan kesulitan menggunakan Mendeley desktop. Tim pengabdian membantu mitra dengan memberikan pelatihan penggunaan Mendeley desktop. Peserta berjumlah 31 orang yang merupakan mahasiswa tingkat akhir yang berasal dari Program Studi Teknik Sipil dan Teknik Elektro Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru. 100% peserta belum bisa menggunakan aplikasi ini. 67,47% peserta tidak pernah mendengarkan tentang Mendeley. 80,64% peserta belum mengetahui apa itu Mendeley. Kesimpulannya Terjadi peningkatan pemahanan mitra tentang aplikasi Mendeley dan penggunaannya. 100% peserta memahami dan bisa menggunakan aplikasi Mendeley berdasarkan penyebaran kuisoner yang diberikan.
Training on Submitting Articles Through the Open Journal System (OJS) for the Pekanbaru Young Literacy Community: Pelatihan Submit Artikel Melalui Open Journal Sytem (OJS) Bagi Komunitas Literasi Muda Pekanbaru Fitridawati Soehardi; Lusi Dwi Putri; Winayati Winayati
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.125 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang829

Abstract

The Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Directorate General of Higher Education issued regulation no.44 of 2015 concerning national standards of higher education and a circular letter of the Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Directorate General of Learning and Student Affairs no.B 323/B.B1/SE /2019 regarding the publication of scientific works for Undergraduate Programs, Masters Programs and Doctoral Programs. This explains that academic researchers are required to disseminate it by means of seminars, publications, patents or other means so that research results can be known by the general public. In general, the dissemination of scientific works is done online through the Open Journal System. However, with the increase in information technology so that scientific works produced are prone to plagiarism because of the ease of accessing information. The Young Literacy Community is a community consisting of young researchers or final year students who are conducting research and making scientific papers. Partners have a lack of knowledge about how to submit articles through the Open Journal System (OJS). Universities answer partner problems by providing knowledge about the Open Journal System (OJS). The method used is learning in class lectures, discussions and questions and answers as well as practice/simulation applications. The results obtained by participants were able to increase participants' knowledge of the stages of the process of submitting scientific articles through the Open Journal System (OJS) and tricks in overcoming problems when submitting so that participants are expected to be able to implement the knowledge gained in the implementation of publishing results. participant's research work. Abstrak Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bagian Direktorat Jendral mengeluarkan peraturan no.44 Tahun 2015 tentang standar nasional pendidikan tinggi dan surat edaran Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bagian Direktorat Jendral pembelajaran dan Kemahasiswaan no.B 323/B.B1/SE/2019 tentang publikasi Karya ilmiah Program Sarjana, Program Magister dan Program Doktor. Hal ini menjelaskan bahwa para peneliti akademisi diwajibkan untuk menyebarluaskan dengan cara diseminarkan, dipublikasikan, dipatenkan atau dengan cara lain sehingga hasil penelitian dapat diketahui oleh masyarakat umum. Pada umumnya penyebaran karya ilmiah dilakukan secara online melalui sistem Open Jurnal Sistem. Namun dengan meningkatnya teknologi informasi sehingga karya ilmiah yang dihasilkan rawan terjadinya plagiarisme Karena kemudahan dalam mengakses informasi. Komunitas Literasi Muda merupakan sebuah komunitas yang beranggotakan para peneliti muda atau mahasiswa tingkat akhir yang sedang melakukan penelitian dan membuat karya ilmiah. Mitra memiliki kedala kurangnya pengetahuan tentang cara mensubmite artikel melalui sistem Open Journal Sytem (OJS). Perguruan tinggi menjawab persoalan mitra dengan memberikan pengetahuan tentang sistem Open Journal Sytem (OJS). Metode yang digunakan adalah pembelajaran di kelas ceramah, diskusi dan tanya jawab serta praktik/simulasi aplikasi. Hasil yang diperoleh peserta mampu meningkatkan pengetahuan peserta terhadap tahapan proses mensubmit artikel hasil karya ilmiah melalui Open Journal Sytem (OJS) dan trik-trik dalam mengatasi permasalahan pada saat melakukan submit sehingga diharapkan para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang di dapat dalam pelaksanaan hal melakukan publikasi hasil karya ilmiah penelitian peserta .
Efforts to Increase Adolescent Knowledge and Awareness About Menstrual Health Management Through the Provision of Health Education in Boarding School: Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Kesadaran Remaja Tentang Manajemen Kesehatan Menstruasi Melalui Pemberian Pendidikan Kesehatan di Pondok Pesantren Apri Nur Wulandari; Eny Septi Wulandari Dwi Prihatin
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang908

Abstract

Menstrual health management is the management of hygiene and health during menstruation period. Health education about reproductive health is important for adolescent to know, so that they have the correct information and knowledge about the topic. Adolescents who have a poor understanding of genital personal hygiene can cause reproductive health problems such as vaginal discharge and reproductive tract infections. So it is necessary to provide information about reproductive health, especially menstrual hygiene management through health education. The purpose of this community service is to increase the knowledge and self-awareness of young women about the management of hygiene and menstrual health. The method used in this community service is lecture and discussion. The results obtained were an increase in adolescent knowledge about menstrual hygiene. This is evidenced by an increase in knowledge of 14.84% in the posttest results. Abstrak Manajemen kesehatan menstruasi merupakan pengelolaan kebersihan dan kesehatan pada saat mengalami menstruasi. Pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi penting untuk diketahui oleh remaja agar mereka memiliki informasi dan pengetahuan yang benar tentang topik tersebut. Remaja yang memiliki pemahaman yang kurang tentang personal hygiene genitalia maka dapat menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan reproduksi seperti keputihan dan infeksi saluran reproduksi. Sehingga diperlukan adanya pemberian informasi tentang kesehatan reproduksi khususnya manajemen kebersihan menstruasi melalui pendidikan kesehatan. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran diri remaja putri tentang manajemen kebersihan dan kesehatan menstruasi. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah ceramah dan diskusi. Hasil yang diperoleh terdapat peningkatan pengetahuan remaja tentang hygiene menstruasi. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 14,84% pada hasil posttest. Keywords: Adolescent, Health Education, Knowledge, Menstrual hygiene management
Increasing Productivity of Creative Industry MSMEs in the MEA Era by Utilizing Appropriate Technology (TTG): Peningkatan Produktifitas UMKM Industri Kreatif di Era MEA dengan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) Budi Gunawan; Sri Mulyani; Fajar Nugraha
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.299 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang934

Abstract

In the MEA era, Indonesia and nine other ASEAN countries had the same opportunity to take advantage of integrated markets in one region. Because it is already in force, there is no other choice for people in ASEAN countries, including the business world, both large and micro, small and medium business (MSME) segments, in addition to being prepared to face the ASEAN open market. If MSMEs are placed in the market freely, their survival will be determined by the market, and with its various limitations, it will certainly be difficult to compete with business actors who are part of the global conglomerate network. For this reason, support and assistance from all elements are needed, both the government and academics in improving the competitiveness of MSMEs to developments in this open market arena. One of the SMEs engaged in the creative industry is "Tyara Craft" UKM which utilizes waste material, namely "corn cobs" to be turned into handicrafts that have economic value. This UKM is a developing UKM with a workforce of 6 people. This UKM established in 2017 with a total turnover of 156 million per year. These SME products are handicraft items from corn cobs, such as pendants, rings, table chairs, frames, tissue boxes, etc. The purpose of this activity is: increasing the productivity of creative industry SMEs that produce handicrafts from waste materials, namely corn cobs, by utilizing appropriate technology, namely sanding machines and cutters. The implemented method is divided into three stages; (1) the design and manufacture of TTG, (2) training on the use of TTG, and (3) workshops to increase the expertise of workers in the use of TTG. The results of this activity are; (1) increasing UKM productivity, (2) increasing UKM expertise, (3) increasing sales turnover with increasing production volume. Abstrak Di era MEA, Indonesia dan sembilan negara ASEAN lain memiliki kesempatan yang sama untuk memanfaatkan pasar yang terintegrasi dalam satu kawasan. Karena sudah berlaku, tidak ada pilihan lain bagi masyarakat di negara-negara ASEAN, termasuk dunia usaha, baik besar maupun segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), selain harus siap menghadapi ASEAN open market. Apabila UMKM ditempatkan di pasar secara bebas, kelangsungan hidupnya akan ditentukan oleh pasar, dan dengan berbagai keterbatasan yang dimilikinya tentu akan kesulitan bersaing dengan pelaku usaha yang menjadi bagian dari jaringan konglomerasi global. Untuk itu diperlukan dukungan dan bantuan dari semua elemen, baik pemerintah maupun kalangan akademisi dalam meningkatkan daya saing UMKM bisa berkembang di arena pasar terbuka ini. Salah satu pelaku UKM yang bergerak dalam industri kreatif adalah UKM “Tyara Craft” yang memanfaatkan bahan limbah yaitu ‘bonggol jagung’ untuk dirubah menjadi barang kerajinan yang mempunyai nilai ekonomis. UKM ini merupakan UKM yang sedang berkembang dengan tenaga kerja berjumlah 6 org. UKM ini berdiri sejak tahun 2017 dengan total omset per tahun 156 juta. Produk UKM ini adalah barang-barang kerajinan dari bahan bonggol jagung seperti lampu gantung, cincin, meja kursi, pigura, tempat tisu dsb. Tujuan dari kegiatan ini adalah: meningkatkan produktifitas UKM industri kreatif yang memproduksi barang kerajinan dari bahan limbah, yaitu bonggol jagung, dengan memanfaatkan teknologi tepat guna yaitu mesin pengamplas dan pemotong. Metode pelaksanaan dibagi dalam tiga tahap; (1) perancangan dan pembuatan TTG, (2) pelatihan penggunaan TTG, dan (3) workshop peningkatan keahlian tenaga kerja dalam pemanfaatan TTG. Hasil kegiatan ini adalah; (1) peningkatan produktifitas UKM , (2) peningkatan keahlian UKM, (3) peningkatan omset penjualan dengan meningkatnya volume produksi.
A Brief Introduction of Indonesian Culture and Its National Identity to College Students in the University of Nueva Caceres: Pengenalan Singkat Budaya Indonesia dan Identitas Nasionalnya kepada Mahasiswa Universitas Nueva Caceres A. Amrizal; Zohri Hamdani
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.611 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang944

Abstract

Culture is the identity of a nation. The cultural diversity of the archipelago will further strengthen the identity of the Indonesian nation. The purpose of this service is to introduce Indonesian culture and its national identity to English-language education students at the University of Nueva Caceres, Naga City, Philippines. This Community service activities are carried out for English language education students at the University of Nueva Caceres, Naga City, Philippines. In this activity, data is gathered through observations, interviews, and studies of the literature. There are three steps to this activity: planning, implementation, and evaluating. The result showed that both English education lecturer and students at the University of Nueva Caceres in Naga City, Philippines, learnt more about Indonesian culture and national identity, and they also acquired more vocabulary in the Indonesian language. This means that the activity had a good effect. Abstrak Kebudayaan merupakan identitas suatu bangsa. Keanekaragaman budaya nusantara akan semakin memperkuat jati diri bangsa Indonesia. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memperkenalkan budaya indonesia dan identitas nasionalnya kepada mahasiswa pendidikan bahasa inggris the University of Nueva Caceres , Naga City, Philippines. Kegiatan Pengabdian masyarakat dilakukan pada mahasiswa pendidikan bahasa inggris the University of Nueva Caceres , Naga City, Philippines. Pengumpul data dalam kegiatan ini menggunakan observasi,interview and studi literature. Tahapan dalam kegiatan ini ada tiga yaitu perencanaan , pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan adalah bahwa baik dosen maupun mahasiswa pendidikan bahasa inggris the University of Nueva Caceres , Naga City, Philippines, ada mengalami penambahan wawasan dan pengetahuan mengenai budaya indonesia dan identitas nasionalnya serta menambah kosakata dalam bahasa indonesia artinya kegiatan ini memberikan dampak yang positif .
Education on Fever Seizure Management for Toddlers and Children: Edukasi Penanganan Kejang Demam Pada Balita dan Anak T. Eltrikanawati; Trisya Yona Febrina
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.707 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang967

Abstract

Fever is a symptom of disease, if the symptoms of fever are not handled properly it can cause complications such as febrile seizures in toddlers and children. Febrile seizures are health problems that most often occur in toddlers and children, and will even recur. Febrile seizures are seizures that occur when the body temperature increases (38°C) caused by an extracranial process. It is important for parents to manage fever properly and appropriately. The purpose of this community service activity is to increase understanding and knowledge about fever management to prevent or control the occurrence of febrile seizures in toddlers and children to parents. The methods used include lectures, questions and answers, and demonstrations of handling fever that parents can do when their child is in a febrile seizure. The results of the activity showed that there was an increase in parental knowledge about how to deal with febrile seizures in toddlers and children by 10%. Abstrak Demam merupakan gejala penyakit, jika gejala demam tersebut tidak ditangani dengan baik maka dapat menimbulkan komplikasi seperti kejang demam pada balita dan anak. Kejang demam adalah masalah kesehatan yang paling sering terjadi pada balita dan anak, bahkan akan berulang. Kejang demam merupakan bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu 38°C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium. Penting bagi orang tua untuk mengelola demam dengan benar dan tepat. Tujuan dilaksankannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang manajemen demam untuk mencegah atau mengontrol terjadinya kejang demam pada balita dan anak kepada orangtua. Metode yang digunakan meliputi ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi penanganan demam yang dapat dilakukan orang tua saat anaknya dalam keadaan kejang demam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan orang tua tentang cara mengatasi kejang demam pada balita dan anak meningkat sebesar 10%.
SWOT Analysis Counseling In Dealing With Business Competition Following The COVID-19 Pandemic: Penyuluhan Analisis SWOT dalam Menghadapi Persaingan Bisnis Pasca Pandemi Covid-19 Arief Hadian; Abd. Rasyid Syamsuri
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.299 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang979

Abstract

Following Covid-19, many business actors find it challenging to maintain a competitive edge in their industries, particularly in North Sumatra Province's Hamlet I, Dalu 10 A Village, Tanjung Morawa District, and Tanjung Morawa Village. SWOT analysis is utilized as a part of counseling and is a solution to issues faced by business players in the Dusun I area of Dalu Village 10 A so that they can apply an understanding of competitive strategy. A planning tool called a SWOT analysis can be used to recognize, evaluate, and account for potential internal and external issues that may impair a company's ability to carry on with its operations. The preparation stage, the field activity implementation stage, and the activity evaluation stage are the stages of this counseling activity. Lectures and conversations are the methods employed in this counseling activity. The accomplishment of outcomes in developing material understanding in the form of creating business plans utilizing SWOT analysis is the outcome of this activity Abstrak Pasca Covid-19, banyak pelaku usaha yang kesulitan bersaing dalam menjalankan usahanya, khususnya yang berada di Dusun I, Desa Dalu 10 A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Agar para pelaku usaha dapat menerapkan pemahaman tentang strategi bersaing, analisis SWOT digunakan sebagai bagian dari penyuluhan dan menjadi solusi permasalahan yang dihadapi oleh pelaku usaha di wilayah Dusun I Desa Dalu 10 A. Analisis SWOT merupakan teknik perencanaan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi, menilai, dan memperhitungkan potensi masalah internal dan eksternal serta dapat mempengaruhi kapasitas suatu usaha untuk melanjutkan operasinya. Tahap persiapan, tahap pelaksanaan kegiatan lapangan, dan tahap evaluasi kegiatan merupakan tahapan dari kegiatan penyuluhan ini. Ceramah dan diskusi adalah metode yang digunakan dalam kegiatan konseling ini. Tercapainya luaran dalam mengembangkan pemahaman materi berupa pembuatan rencana usaha dengan menggunakan analisis SWOT merupakan hasil dari kegiatan ini.

Page 1 of 2 | Total Record : 19