cover
Contact Name
M. Djaswidi Al Hamdani
Contact Email
tsamratul.fikri@gmail.com
Phone
+6289526014568
Journal Mail Official
tsamratul.fikri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kiai Ahmad Fadlil No. 8 Ciamis Jawa Barat Indonesia 46271
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Tsamratul Fikri (TF)
ISSN : 20865546     EISSN : 28076265     DOI : -
Tsamratul Fikri adalah jurnal yang diterbitkan oleh Asosiasi Mahasiswa Program Pascasarjana, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat, yang memuat karya ilmiah kajian konseptual maupun karya hasil penelitian ilmiah di bidang kajian Islam, khususnya di bidang pendidikan Islam.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 2 (2018): Juli-Desember 2018" : 8 Documents clear
TRANSFORMASI MASYARAKAT TRADISIONAL MENUJU MASYARAKAT MODERN DALAM ISTRI UNTUK PUTRAKU KARYA ALI GHALEM: KAJIAN SOSIOLOGI-HEGEMONI JULAIHAH, ELIS SITI
Tsamratul Fikri | Jurnal Studi Islam Vol 12 No 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Asosiasi Mahasiswa Program Pascasarjana | Institut Agama Islam Darussalam | IAID | Ciamis | Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Istri Untuk Putraku merupakan potret masyarakat pada masa pascakolonial bangsa Prancis terhadap Aljazair. Novel ini menggambarkan dominasi tradisi yang sangat kuat terhadap masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Pengarang menyampaikan ide-ide cemerlang, melalui para tokoh yang ditampilkan untuk melakukan perubahan terhadap tradisi yang membatasi gerak masyarakat menuju kehidupan yang lebih modern. Kolonialisme bangsa Prancis telah menghegemoni masyarakat Aljazair sehingga masyarakat Aljazair tidak bisa terlepas sama sekali dari pengaruh Prancis. Hegemoni yang terjadi inilah membuat Aljazair bergerak, berkembang, menuju masyarakat yang lebih modern dibanding sebelumnya. Melalui novel IUP kita dapat mengetahui bahwa telah terjadi perubahan di berbagai bidang kehidupan pascakemerdekaan Aljazair. Hal ini terkait dengan perubahan pemikiran generasi penerus bangsa untuk menjadikan negara mereka lebih baik dari sebelumnya. Ide-ide transformasi yang ditawarkan Ali Ghalem dalam IUP mencakup bidang pendidikan, sosial budaya, dan agama/ religiusitas masyarakat Aljazair.
KONSEP PENDIDIKAN HUMANIS MENURUT ALQURAN SURAH ALI IMRAN AYAT 112 DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR MR, RIFYAL LUTHFI
Tsamratul Fikri | Jurnal Studi Islam Vol 12 No 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Asosiasi Mahasiswa Program Pascasarjana | Institut Agama Islam Darussalam | IAID | Ciamis | Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The background in this thesis is the attitude of educators and learners who do not reflect themselves as human beings who must respect each other between humans with one another. As a result of the rapid influence of technological advances against educators and learners in particular, resulting in a lack of awareness of the nature of himself as a human being who must tolerate each other. From the above reasons, the author is interested to analyze the Qur'an Surah Ali Imran verse 112 which serve as a reference in finding the concept of humanist education. Thus, the researcher aims to explain the concept of humanist education according to Al Qur'an Surah Ali Imran verse 112 and its implementation in teaching and learning process of PAI. This research is a qualitative research by using literature review (library risearch). The primary data source used is the Qur'an interpretation of Ibnu Katsir, Al-Maraghi, Al-Misbah, Jalalin and secondary data are books that related to the discussion of this thesis. For data collection in writing using documentation method. And in the analysis of writing using content analysis (content analysis) that is an understanding conceptually sustainable in this thesis. The results of this study indicate that the concept of humanist education according to the munfasir Alquran Surah Ali Imran verse 112 in the learning process is: the concept of self-actualization, the concept of self in the real and ideal, the concept of self-motivation, and the concept of self-awareness. And the concept can be implemented by educators to learners well the earliest is to give each other a sense of love and affection after that must hold fast to the religion of Allah swt. It is well-connected between people who are Muslim and non-Muslim after they undergo religious freedom and have to tolerate each other or even respect each other even in a class or school there are people who are not Muslim. In addition to that the educator must also have the concept of teaching and learning that is appropriate with the planning, implementation, and evaluation. That way will cause implications or impacts positively and negatively for educators and learners in understanding and applying humanist education well in teaching and learning process until it does not have to happen things that are not desirable in education.
PENDIDIKAN MORAL PERSPEKTIF ABDULLAH NASHIH ULWAN SHOBARIYAH, ETI
Tsamratul Fikri | Jurnal Studi Islam Vol 12 No 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Asosiasi Mahasiswa Program Pascasarjana | Institut Agama Islam Darussalam | IAID | Ciamis | Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan moral adalah suatu upaya dalam rangka membantu manusia (peserta didik) untuk menanamkan nilai-nilai moral atau sopan santun, norma-norma serta etika yang baik dalam kehidupan sehari-hari sehingga terbentuk individu yang otonom, yang memahami nilai-nilai moral dan memiliki komitmen untuk bertindak secara konsisten. Pendidikan moral biasanya diberikan dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan di lingkungan masyarakat. Dewasa ini banyak anak-anak yang rusak moralnya misalnya tidak sopan terhadap yang lebih tua, melawan orang tua, mengambil barang orang lain, bergaul dengan teman yang bebas, seks bebas, bahkan sampai membunuh orang tua yang melahirkannya. Perilaku tersebut karena adanya kesalahan dari cara pendidikan yang diterapkan oleh guru dan orang tua yang mempengaruhi moral dan tingkah laku anak.
STRUKTURALISASI SEKOLAH: MENDEDAH SEKOLAH SEBAGAI ORGANISASI BIROKRASI AULIYA, HILYATUL
Tsamratul Fikri | Jurnal Studi Islam Vol 12 No 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Asosiasi Mahasiswa Program Pascasarjana | Institut Agama Islam Darussalam | IAID | Ciamis | Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang sekolah sebagai organisasi terstruktur yang memiliki tujuan yang sama. Jika salah satu dari elemen yang terdapat dalam struktur tidak dapat menajalankan fungsinya dengan baik, maka organisasi atau sekolah menimbulkan terganggunya proses belajar mengajar secara normal, maupun relasi personal dan suprastruktur yang di dalamnya akan mengalami ketegangan bahkan konflik. Kemampuan manajemen serta pengelolaan konflik seorang pemimpin sangat menentukan dalam kelancaran sebuah organisasi. Relasi antar elemen diusahakan harmonis sehingga interaksi sosial antar individu dapat berjalan secara harmonis.
DEMOKRASI INDONESIA, MEDIA SOSIAL, DAN PENTINGNYA ETIKA PROFETIK MANSHUR, FADLIL MUNAWWAR
Tsamratul Fikri | Jurnal Studi Islam Vol 12 No 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Asosiasi Mahasiswa Program Pascasarjana | Institut Agama Islam Darussalam | IAID | Ciamis | Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses Indonesian democracy, the existence and development of social media, and the importance of prophetic ethics for all Indonesians. The results of the study confirm that ideal Indonesian democracy can only be realized if every citizen is aware of the roles, responsibilities, and rights and obligations. The effort to realize the ideal of Indonesian democracy will also be largely determined by the ability of the Indonesian people to manage one of the biggest challenges of democracy today, namely the massive and widespread presence and development of social media. The use of social media to play an effective role in building ideal Indonesian democracy needs to be accompanied by prophetic ethical values that are believed to be able to fortify its users from destructive, provocative, manipulative and destructive attitudes and behaviors.
KERNEL, SATELIT DALAM ISTRI UNTUK PUTRAKU DAN PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN: KAJIAN SASTRA BANDING JULAIHAH, ELIS SITI
Tsamratul Fikri | Jurnal Studi Islam Vol 12 No 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Asosiasi Mahasiswa Program Pascasarjana | Institut Agama Islam Darussalam | IAID | Ciamis | Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian terhadap dua novel, yaitu Istri Untuk Putraku (IUP) dan Perempuan Berkalung Sorban (PBS) menunjukkan bahwa Novel IUP yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1989 dalam bentuk terjemahan dalam bahasa Indonesia, memberikan pengaruh nyata terhadap novel yang terbit 12 kemudian. Novel PBS merupakan karya yang cukup kontroversial pada tahun 2001. Pengaruh ini terdapat pada alur yang terdapat dalam PBS, pengarang memberikan sentuhan tambahan pada karyanya berupa cerita tambahan atau alur lebih dikembangkan lagi dalam PBS. Pengaruh tersebut juga terdapat dalam kernel dan satelit yang dibangun. Ada beberapa peristiwa penting yang terdapat dalam IUP, tetapi peristiwa yang sama hanya digunakan sebagai peristiwa pelengkap dalam PBS. Demikian pula sebaliknya, ada peristiwa yang menjadi kernel dalam PBS, namun kernel tersebut menjadi satelit dalam IUP. Ada semangat yang sama yang dimunculkan oleh pengarang berdasarkan latar belakang sejarah negara, yaitu semangat kemerdekaan, kebebasan dari tirani yang selama ini mengekang. Aljazair terbebas dari kolonisasi Prancis, sedangkan Indonesia terbebas dari rezim yang mengekang kemerdeaan dunia tulis-menulis.
PILIHAN METODE PENELITIAN KUANTITATIF DALAM BIDANG PENDIDIKAN HENDAYANI, METI
Tsamratul Fikri | Jurnal Studi Islam Vol 12 No 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Asosiasi Mahasiswa Program Pascasarjana | Institut Agama Islam Darussalam | IAID | Ciamis | Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In education, research is very important in order to find new theories that are more effective, efficient for the renewal of education in accordance with the changing times, as well as answering some issues related to education. Basically research is a systematic activity or process to solve problems that are done by applying scientific method that aims to explain, predict or control the phenomenon in accordance with the steps that have been arranged correctly and mutually support each other. In the research required research methods that will be used later. One of the research methods used in the scope of education is quantitative research. Quantitative method is also called the discovery method, because with this method can be found and developed a variety of new science and technology, and if the hypothesis is accepted it will contribute to intellectual property. Quantitative research method is a research method to test a particular theory that has been by examining the relationship between variables. The variables in this quantitative research are measured using a research instrument which then the data of the research results are analyzed in accordance with statistical procedures. This study attempts to reduce observational errors through experimental or correlative design to arrive at conclusions and try to deepen and break through its symptoms by interpreting problems or concluding the mix of different meanings of problems as presented by the situation.
MEMBANGUN KOMITMEN DALAM PERNIKAHAN DAN KELUARGA BUDIYANTO, TENDA
Tsamratul Fikri | Jurnal Studi Islam Vol 12 No 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Asosiasi Mahasiswa Program Pascasarjana | Institut Agama Islam Darussalam | IAID | Ciamis | Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Undang-undang No I tahun 1974 pasal 1 ayat 1 tentang Perkawinan disebutkan bahwa ”Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Tujuan undang-undang yang sangat mulia ini pada kenyataannya tidak mudah untuk dicapai. Karena pada dasarnya membentuk dan membangun rumah tangga ternyata lebih mudah daripada mempertahankan keutuhan keluarga itu sendiri. Perkawinan yang kuat tidak terjadi dengan begitu saja tetapi perlu diupayakan dan diperjuangkan. Pasangan suami isteri harus punya niat yang kuat untuk berusaha meningkatkan hubungan mereka. Salah satu kunci untuk mempertahankan perkawinan dan keluarga yang kuat adalah komitmen.

Page 1 of 1 | Total Record : 8