cover
Contact Name
Kadar Ramadhan
Contact Email
poltekita.jpm@gmail.com
Phone
+6285299159212
Journal Mail Official
poltekita.jpm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Thalua Konchi, Mamboro, Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94145
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27225801     EISSN : 27225798     DOI : https://doi.org/10.33860/pjpm
Core Subject : Health,
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community health services. The scope Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat receives articles from all public service activities in the field of health.
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2022): April-Juni" : 25 Documents clear
Pembuatan Sarana Air Bersih Sumur Gali di Wilayah Kerja Puskesmas Palolo Kabupaten Sigi: Construction of Dug Well Clean Water Facilities in the Work Area of the Palolo Health Center, Sigi Regency Hanum Sasmita; Amsal Amsal; Novarianti Novarianti
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.287 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i2.621

Abstract

Humans need water as a necessity for life, they must meet various requirements in quality, quantity, and continuity. Dug wells are clean water facilities that are widely used by the community, both in urban and rural areas because dug wells are relatively easy and inexpensive to manufacture. The purpose of this activity was to procure pilot dug wells and increase public knowledge about dug wells that meet health requirements in the work area of ​​the Palolo Health Center, especially in Rahmat Village. The method used was a combination of lecture, discussion, and practice methods. The target was the community in Rahmat Village whose dug wells do not meet the requirements and conducted pilot construction of 1 dug well. The results of community service can be seen from the dug wells that have been made as pilots and the achievement of goals can be said to be good seen from the level of understanding and activeness of the participants in discussions and sharing information with other participants. The achievement of the material targets was good and seen from all the training materials delivered by the community service team. Suggestions, with the addition of one dug well unit, it is hoped that the community can maintain and maintain clean water facilities and increase public awareness of the importance of making dug wells that meet the requirements to improve health status.   ABSTRAK Manusia membutuhkan air sebagai kebutuhan hidupnya harus memenuhi berbagai persyaratan, terutama kualitas, kuantitas dan kontinuitas. Sumur gali merupakan sarana air bersih yang banyak digunakan masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan karena sumur gali tergolong mudah dan murah pembuatannya. Tujuan pengadaan sumur gali percontohan serta bertambahnya pengetahuan masyarakat tentang sumur gali yang memenuhi persyaratan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Palolo khususnya di Desa Rahmat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penggabungan metode ceramah, diskusi dan praktik. Sasaran adalah masyarakat di Desa Rahmat yang sumur galinya belum memenuhi syarat dan melakukan pembuatan percontohan sumur gali sebanyak 1 buah.  Hasil dari pengabdian masyarakat dapat dilihat dari telah dibuatnya sumur gali sebagai percontohan dan ketercapaian tujuan dapat dikatakan baik dilihat dari tingkat pemahaman dan keaktifan para peserta dalam diskusi dan berbagi informasi dengan peserta lainnya. Ketercapaian target materi dapat dikatakan baik dilihat dari semua materi pelatihan yang disampaikan oleh tim pengabdian kepada masyarakat. Saran, dengan adanya penambahan satu unit sumur gali, diharapkan masyarakat dapat menjaga dan memelihara sarana air bersih sumur gali serta adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pembuatan sumur gali yang memenuhi persyaratan sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan.
Pengenalan Teknologi Pengolahan Tepung Okara untuk Produk Pangan pada Masyarakat di Masa Pandemi: Introduction of Processing Technology of Okara Flour for Food Products in the Community during the Pandemic Aan Sofyan; Eni Purwani; Pramudya Kurnia; Setyaningrum Rahmawaty; Laras Pratiwi; Alya Alvionita Sukma
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.513 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i2.838

Abstract

The Covid-19 pandemic impacts all aspects of human life both health and economic aspects. The utilization of soybean dregs flour or okara flour in food products will have the opportunity to increase household income. The purpose of this service activity was to introduce the processing of food products in the form of flakes and caramel sponges made from okara flour. This activity was carried out through several stages, namely: situation analysis survey consisting of 22 members of the PKK group in Jatisari Village, Sambi District, Boyolali Regency, Central Java; preparation for the implementation of activities; workshop on making flakes and caramel sponge; and evaluation. The result of this activity was that there was a public interest in using soybean dregs as an ingredient to make food products. It can be seen from the enthusiasm of the community in participating in both workshops and workshops that have been carried out at these activities. At the evaluation stage, it was also known that the community was interested in developing food products made from soybean dregs flour that had economic value. Therefore, it had the opportunity to be used as a new business in the hope of increasing household income.   ABSTRAK Pandemi Covid-19 berdampak terhadap seluruh aspek kehidupan manusia, baik aspek kesehatan maupun ekonomi. Pemanfaatan tepung ampas kedelai atau tepung okara menjadi produk pangan akan berpeluang menjadi usaha peningkatan pendapatan rumah tangga. Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu mengenalkan tentang pengolahan produk pangan berupa flakes dan bolu karamel berbahan tepung ampas kedelai. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu: survei analisis situasi mitra yang terdiri dari 22 anggota kelompok PKK Desa Jatisari Kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali Jawa Tengah; persiapan pelaksanaan kegiatan; sarasehan; workshop pembuatan flakes dan bolu karamel; serta evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian ini yaitu adanya minat dan ketertarikan masyarakat untuk memanfaatkan ampas kedelai sebagai bahan untuk membuat produk pangan. Hal ini terlihat dari antusias masyarakat dalam mengikuti kegiatan baik sarasehan maupun workshop yang telah dilakukan pada kegiatan tersebut. Pada tahap evaluasi juga diketahui bahwa masyarakat tertarik untuk mengembangkan produk pangan berbahan tepung ampas kedelai yang memiliki nilai ekonomi sehingga berpeluang untuk dijadikan usaha baru dengan harapan dapat menambah pendapatan rumah tangga.
Edukasi sebagai Penghalang Berita Hoaks tentang Covid-19: Education as a Barrier to Covid-19 Hoax News Andi Maulana Kamri; Muh. Reski; Zakinah Aulia; Risti Yuni; Riskiyani Rukmana; Kristina T. Kristina T.; Nurul Fadilla; Nadiah Apriliani; Alifqah Meylia; Filman Afrian; Rahma Khairiyani; Sitti Aminah
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.679 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i2.843

Abstract

The rapid development of information and technology in all aspects has made the boundaries of the world smaller. The same thing happens in the world of health. People easily access information without looking at the accuracy and validity of the information source. In this limited era of the pandemic, it doesn't even become an obstacle to getting information. This service was a preventive measure to help people filter information obtained from online media. The service was carried out using social media where the community is easy to access and use. The method used was experimental quantitative. All respondents who meet the inclusion criteria can be included in the population. We used posters and videos to educate respondents. Respondents were aged <12 years were not included because they were related to immature patterns of understanding and capturing information. After they saw the posters and videos, the respondents would fill out a questionnaire to see their responses to the information provided. Therefore, we knew the results of the education provided to respondents. Around 144 respondents were obtained from several parts of Indonesia and the results showed that there were still around 20% of the people who believed in the circulating hoaxes about Covid-19.   ABSTRAK Pesatnya perkembangan informasi dan teknologi di segala aspek membuat batas dunia menjadi semakin kecil. Hal yang sama terjadi juga dalam dunia kesehatan. Masyarakat mudah mengakses suatu informasi tanpa melihat akurasi dan validitas sumber informasi. Di era pandemi yang serba terbatas ini bahkan tidak menjadi halangan untuk mendapatkan informasi. Pengabdian ini menjadi sebuah langkah preventif untuk membantu masyarakat untuk menyaring informasi yang didapatkan dari media online. Pengabdian dilakukan menggunakan media sosial dimana masyarakat sangat mudah mengakses dan menggunakan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen dimana semua responden yang memenuhi kriteria inklusi dapat masuk dalam populasi. Kami menggunakan poster dan video untuk memberikan edukasi kepada responden. Responden usia <12 tahun tidak diikutkan karena terkait dengan pola pemahaman dan penangkapan informasi yang belum matang. Setelah mereka melihat poster dan video, maka responden akan mengisi sebuah kuesioner untuk melihat respons mereka terhadap informasi yang diberikan, sehingga kami akan mengetahui hasil dari edukasi yang diberikan kepada responden. Responden yang didapatkan sekitar 144 dari beberapa wilayah Indonesia dan hasilnya menunjukkan masih  ada sekitar 20% masyarakat yang percaya akan hoaks yang beredar tentang Covid-19.
Be Hero For Zero Tuberculosis: Peran Remaja Melalui SIKRIBO dalam Mewujudkan "End TB": Be Hero for Zero Tuberculosis: The Role of Youth Through Sikribo in Realizing “End TB” Sri Ratna Rahayu; Widya Hary Cahyati; Intan Zainafree; Eko Farida; Aufiena Nur Ayu Merzistya; Tatik Atmini; Anggun Dessita Wandastuti; Isbandi Isbandi; Andreas Wilson Setiawan; Atika Aulia; Nur Wahidah; Muhamad Anbiya Nur Islam; Alvy Fajri; Minhajul Mubarok; Fitria Ningsih; Mona Subagja; Muhamad Zakki Saefurrohim
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.061 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i2.849

Abstract

The TB case notification rate (CNR) in Semarang City has decreased from 2019 of 258 per 100,000 population to 155 per 100,000 population in 2020. The main focus in controlling tuberculosis cases is case detection in the community. The purpose was to increase TB knowledge and provide training on TB screening methods to adolescent cadres using the SIKRIBO application. The methods used in this community service are health education and Training of Trainers (ToT). The participants were 27 adolescent representatives from the Adolescent Integrated Healthcare Center working areas of the Sekaran Public Health Center, Semarang City. The results showed that adolescent cadres' average score knowledge about tuberculosis disease and screening improves after receiving TB health education and adolescent cadres can operate the application properly. The SIKRIBO application can be a means to facilitate the discovery of TB suspects in the community and is expected to be applied in various health facilities.   ABSTRAK Angka notifikasi kasus (CNR) TB di Kota Semarang mengalami penurunan dari tahun 2019 sebesar 258 per 100.000 penduduk menjadi 155 per 100.000 penduduk pada tahun 2020. Fokus utama dalam mengendalikan kasus TB merupakan penemuan kasus di masyarakat. Rendahnya penemuan kasus TB berdampak pada tingginya angka penularan TB. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan TB dan memberi pelatihan terkait cara skrining TB melalui aplikasi SIKRIBO pada kader remaja. Metode yang digunakan pada pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan kesehatan dan Training of Trainer (ToT). Jumlah partisipan sebanyak 27 remaja perwakilan dari Posyandu Remaja dan Posyandu Pesantren wilayah Puskesmas Sekaran, Kota Semarang. Hasil kegiatan bahwa terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan terkait penyakit TB dan skrining TB pada kader remaja setelah diberi penyuluhan kesehatan TB dan kader remaja dapat mengoperasikan aplikasi SIKRIBO dengan baik. Aplikasi SIKRIBO dapat menjadi sarana untuk mempermudah penemuan suspek TB di masyarakat dan diharapkan dapat diterapkan di berbagai fasilitas kesehatan.
Pelatihan dan Edukasi dalam Pengelolaan Lingkungan Fisik Rumah pada Pasien TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Binanga: Training and Education in the Management of the Physical Home Environment for Pulmonary TB Patients in the Work Area of Binanga Health Center Hasir Hasir; Nurhikmah Nurhikmah; Nurbaya Nurbaya
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.547 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i2.870

Abstract

Case Detection Rate (CDR) for TB cases in Mamuju Regency continues to increase every year. Data shows that in 2013 it was 110.63%, in 2014 it was 110.8%, in 2015 it was 147.02%, and 117.24% in 2016. In the incidence of pulmonary TB, the house is a factor that is widely studied because the house is thought to have a risk factor that influences the incidence of pulmonary TB in humans. This community service is carried out in the form of counseling and education about the management of the physical home environment for patients with pulmonary TB. This activity aimed to improve the abilities and skills of the trainees in managing the physical home environment for pulmonary TB patients. The extension method was in the form of lectures, discussions, and demonstrations of measuring light, humidity, and room temperature. A total of 25 participants were involved in this activity. The evaluation was carried out in the form of pre and post-test which contained 10 questions. Based on the post-test results, it was found that there was an increase in knowledge of 38.8%. Health workers need to provide regular assistance to families of TB patients so that there is a sustainable change in behavior related to the management of the household's physical environment. ABSTRAK Case Detection Rate (CDR) untuk kasus TB di Kabupaten Mamuju terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Data 2013 sebesar 110.63%, tahun 2014 tercacat 110.8%, tahun 2015 sebesar 147.02% dan 117.24% pada tahun 2016. Pada kejadian TB paru, rumah merupakan faktor yang banyak diteliti karena rumah diduga mempunyai faktor risiko yang berpengaruh besar terhadap kejadian TB paru pada manusia. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan dan edukasi tentang pengelolaan lingkungan fisik rumah pada penderita TB Paru. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan peserta pelatihan dalam pengelolaan lingkungan fisik rumah pada pasien TB Paru. Metode penyuluhan dalam bentuk ceramah, diskusi dan demonstrasi pengukuran cahaya, kelembaban udara dan suhu ruangan. Sebanyak 25 peserta terlibat dalam kegiatan ini. Evaluasi dilakukan dalam bentuk pre dan post-test yang berisi 10 pertanyaan. Berdasarkan hasil post-test diperoleh bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebanyak 38,8%. Petugas kesehatan perlu melakukan pendampingan secara rutin pada keluarga penderita TB agar terjadi perubahan perilaku yang berkelanjutan terkait pengelolaan lingkungan fisik rumah tangga.
Pemberdayaan Remaja dalam Pengelolaan Kesehatan Reproduksi pada Layanan Konseling Sebaya: Youth Empowerment on Health Reproduction Management at Peer Counseling Services Ismiyati Ismiyati; Hani Sutianingsih; Siti Rusyanti; Rery Kurniawati; Dwi Aprilina Andriani
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.591 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i2.884

Abstract

The problems of adolescents in Banten Province are very concerning, including free sex, teenage pregnancy, teenage marriage, teenage childbirth, sexual diseases and deviant sexual behavior. These problems increased from 59% in 2012 to 74% in 2017. Program Pusat Informasi dan Konseling Remaja/Mahasiswa (PIK R/M) is the government's effort in overcoming adolescent problems by using a peer approach. The purpose of this activity is to improve the skills of peer counselors in providing peer counseling on adolescent reproductive health in Lebak Regency, identify the knowledge of peer counselors in providing counseling on adolescent reproductive health and identify the number of peer counseling services in providing counseling before and after the intervention. Service activities in the form of training on peer counseling are divided into four stages of activity. The results of this community service activity are that there is an increase in the knowledge of peer counselors about peer counseling, an increase in the number of peer counseling services as much as 71% carried out by counselors, the addition of online counseling services has increased to 63%, and the production of peer counseling videos which are used as learning materials for members. PIK-R in providing peer counseling. ABSTRAK Permasalahan remaja di Provinsi Banten sangat memprihatinkan, diantaranya seks bebas, kehamilan remaja, pernikahan remaja, persalinan remaja, penyakit seksual dan perilaku seks menyimpang. Permasalahan ini meningkat dari 59% pada tahun 2012 menjadi 74% pada tahun 2017. Program Pusat Informasi dan Konseling Remaja/Mahasiswa (PIK R/M) merupakan upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan remaja dengan menggunakan pendekatan teman sebaya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan konselor sebaya dalam memberikan konseling sebaya tentang kesehatan reproduksi remaja di Kabupaten Lebak, mengidentifikasi pengetahuan konselor sebaya dalam memberikan konseling tentang kesehatan reproduksi remaja dan mengidentifikasi jumlah layanan konseling sebaya dalam memberikan konseling sebelum dan sesudah intervensi. Kegiatan pengabdian dalam bentuk pelatihan tentang konseling sebaya yang dibagi menjadi empat tahap kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan pada konselor sebaya tentang konseling sebaya. Terjadi peningkatan jumlah layanan konseling sebaya sebanyak 71% yang dilakukan oleh konselor, penambahan layanan konseling secara daring meningkat menjadi 63%, serta dihasilkannya video konseling sebaya yang menjadi bahan belajar anggota PIK-R dalam memberikan konseling sebaya.
Edukasi Pentingnya Gizi Seimbang dan Aktivitas Fisik pada Remaja Putri di Masa Pandemi COVID-19: Education on the Importance of Balanced Nutrition and Physical Activity among Young Women during the COVID-19 Pandemic Ira Dwijayanti; Fitria Ningsih; Anisa Rahma Pramoedyo; Berliantin Audina Khabibah; Rochmatus Nur Febrianti; Zuhrufa Diana Azza
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.766 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i2.886

Abstract

Covid-19 pandemic caused significant changes to lifestyle that affect adolescents’ dietary patterns and physical activity. The purpose of this educational activity is to increase the knowledge and awareness of adolescents to maintain their diet and physical activity in the mids of the Covid-19 pandemic. 30 adolescents actively participated in online education activities. The material presented consisted of 4 topics, namely 1) Tumpeng Gizi, 2) Balanced Nutrition Guidelines; 3) My Plate and 4) The importance of physical activity for adolescents. The education is presented using presentation and educational video with total duration of 60 minutes. The results show that there was no difference of correct answer on ‘Question 1’ (100%) and ‘Question 5’ (67%) about Tumpeng Gizi and physical activity. There was increase of correct answer on ‘Question 2’ (100%) and ‘Question 3’ (87%) about recommendation of sugar and salt intake. However, there was a decrease of correct answer on ‘Question 4’ (50%) about how to manage balanced nutrition intake. We hope that the education can be continued with focus of improving skill on how to manage the balanced nutrition intake among adolescents.   ABSTRAK Pandemi Covid-19 menyebabkan perubahan yang signifikan pada kebiasaan gaya hidup sehingga berpengaruh terhadap pola makan dan aktivitas fisik remaja. Tujuan kegiatan edukasi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri untuk tetap menjaga pola makan dan aktivitas fisik di tengah pandemi Covid-19. Sebanyak 30 orang ikut aktif berpartisipasi dalam kegiatan edukasi dengan metode penyuluhan yang dilakukan secara daring. Materi yang disampaikan terdiri dari 4 topik yaitu 1) Tumpeng Gizi Seimbang; 2) Pedoman Gizi seimbang; 3) Isi Piringku dan 4) Pentingnya Aktivitas Fisik bagi Remaja. Materi disajikan dalam bentuk presentasi dan video edukasi selama 60 menit. Penilai keberhasilan edukasi menggunakan kuesioner pre dan post-test yang terdiri dari 5 pertanyaan dengan pilihan jawaban ganda. Hasil evaluasi edukasi menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan jumah responden yang menjawab dengan benar pada ‘Soal 1’ (100%) tentang tumpeng gizi dan ‘ Soal 5’ (67%) tentang aktivitas fisik. Ada peningkatan jumlah responden yang menjawab dengan benar pada ‘Soal 2’ (100%), dan ‘Soal 3‘ (87%) tentang asupan gula dan garam yang tepat. Namun, ada penurunan jumlah responden yang menjawab ‘Soal 4’ tentang menjaga asupan gizi yang tepat yaitu 15 orang (50%). Kami berharap kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan remaja bagaimana mengatur dan mengontrol agar asupan gizi tetap terjaga sesuai kebutuhan selama pandemi.
Penggunaan Pendekatan Emo-Demo dalam Edukasi Pencegahan Stunting pada Orang Tua Siswa Taman Kanak-kanak: The Use of the Emo-Demo Approach in Stunting Prevention Education for Parents of Kindergarten Students Yustiyani Yustiyani; Mochamad Nurmansyah
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.321 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i2.904

Abstract

Stunting is one of many health problems in Indonesia than needs to be addressed through intervention program such as nutrition sensitive program. The objective of this community service program was to improve parental knowledge on stunting prevention using emotional demonstration (emo-demo) approach. The program was held on January 20, 2022, at Legoso kindergarten, South Tangerang city. The program participants consisted of 16 kindergarten student parents. The program blended the lecture and game session using emo demo approach. The emo-demo module was developed based on a guideline by GAIN. The participants characteristics as well as knowledge before and after the program was measured using a set of pre and post-test questionnaire on Google Form. Most of participants were female (93,8%), aged 31-40 years old (75,0%) with diploma or bachelor’s degree (68,8%). Almost all participants have heard about stunting prior to joining this program (93,8%). The information of stunting was obtained from social media/internet (56,3%), television/radio (50,0%) and came from families (31,3%), friends (31,3%), public figures (31,3%) and health care professionals (25%). We found significant improvement of the average participant’s knowledge on stunting from 17,25 ± 5,59 points to 23,58 ± 6,79 points at the end of the program (p=0,02). Emo-demo is one of the methods could be used to educate public especially related to stunting issue.   ABSTRAK Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia yang membutuhkan penanganan, salah satunya melalui intervensi gizi sensitif. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan orang tua siswa dalam pencegahan stunting pada anak usia dini dengan menggunakan pendekatan emo-demo. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada 20 Januari 2022 di TK di Legoso, Tangerang Selatan. Peserta penyuluhan terdiri atas 16 orang tua siswa. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah dan permainan menggunakan pendekatan emo-demo. Pengembangan modul emo-demo merujuk pada pedoman pengembangan oleh Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN). Karakteristik peserta dan pengetahuan sebelum dan sesudah mengikuti penyuluhan diukur menggunakan kuesioner pre dan post-test dengan media Google Form. Sebagian besar peserta adalah perempuan (93,8%), berusia 31-40 tahun (75,0%), dan memiliki pendidikan terakhir diploma/sarjana (68,8%). Hampir seluruh peserta pernah mendengar istilah stunting sebelum mendapatkan penyuluhan (93,8%). Informasi tentang stunting diperoleh dari sosial media/internet (56,3%), televisi/radio (50,0%) dan berasal dari keluarga (31,3%), teman (31,3%), tokoh masyarakat (31,3%) dan tenaga kesehatan (25%). Terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserta yang signifikan dari 17,25 ± 5,59 menjadi 23,58 ± 6,79 setelah mendapatkan penyuluhan (p=0,02).   Emo-demo dapat menjadi salah satu metode yang efektif dalam pemberian edukasi bagi masyarakat khususnya terkait stunting. 
Sepuluh Tahap Mewujudkan Kampung Mandiri Sampah: Ten Stages of Realizing a Trash Independent Village Pajar Hatma Indra Jaya; Agung Prasetyo
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1136.148 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i2.912

Abstract

Most cities in Indonesia have trash problems. The local governments send the city's trash to the landfills. However, the longer the trash volume in the landfill is increasing, the fuller some landfills are going to be running out of space in a short time. Kampung Mandiri Sampah (The Independent Trash Village) is one of the city's solutions to reduce trash in the landfills. However, many people still have difficulties to create Kampung Mandiri Sampah. This paper aimed to provide a guideline regarding the stages of creating a Trash Independent Village with the trash donation method. To describe these stages, the Practicum Team of the Community Development Departement, Dakwah and Communication Faculty, UIN Sunan Kalijaga conducted an experiment to create a Trash Independent Village using participatory action research methods in Blimbingsari Hamlet, Caturtunggal Village, Depok Sub-district, Sleman District. It took six months. We conclude that there are ten stages that can be taken by the community to create a Trash Independent Village with the Trash Donation methods. The result of this program is to make household waste no longer disposed of in a landfill, but it is sorted and processed so that it provides economic benefits for the community. Kampung Mandiri Sampah sorts of waste from the house. The conclusion is that Kampung Mandiri Sampah is able to reduce the waste disposal volume in the landfill. ABSTRAK Hampir semua kota di Indonesia mempunyai masalah dengan sampah. Sampah kota dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Namun semakin hari volume sampah di TPA semakin banyak sehingga beberapa TPA tidak lagi mampu menampung sampah. Kampung Mandiri Sampah merupakan salah satu solusi kota untuk mengurangi kecepatan penuhnya sampah di TPA. Namun banyak orang yang masih kesulitan untuk mewujudkan Kampung Mandiri Sampah. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan guideline terkait tahapan mendirikan Kampung Mandiri Sampah dengan metode sedekah sampah. Metode yang digunakan adalah ceramah, focus group discussion, dan eksperimen dalam bentuk aksi bersama masyarakat Dusun Blimbingsari, Caturtunggal, Depok, Sleman. Kegiatan dilakukan oleh tim Praktikum Prodi Pengembangan Masyarakat, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Kalijaga dengan memakan waktu enam bulan. Dari kegiatan tersebut disimpulkan terdapat sepuluh langkah yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mewujudkan Kampung Mandiri Sampah metode sedekah sampah. Hasil program ini membuat sampah rumah tangga tidak lagi langsung di buang ke TPA, namun sampah dipilah dan diolah sehingga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kampung Mandiri Sampah memilah sampah sejak dari rumah sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya Kampung Mandiri Sampah mampu mengurangi volume pembuangan sampah ke TPA.
Pengembangan Usaha Cafe Herbal di Desa Sentra Kelor Bogo: Herbal Cafe Business Development in Sentra Kelor Village, Bogo Karina Citra Rani; Elsye Tandelilin; Nikmatul Ikhrom Eka Jayani; Noviaty Kresna Darmasetiawan; Johan Sukweenadhi; Prayogo Widyastoto Waluyo; Ummy Maisarah Rasyidah; Nani Parfati
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1386.841 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i2.913

Abstract

The millennial herbal café could create a taste of Jammu that was acceptable to millennials by processing Jammu using various techniques and combining it with other ingredients that were beneficial for the body. The community service activities carried out were aimed at developing the Café Herbal business, which produces processed millennial herbal products that were liked by customers. The methods chosen as follow-up are training, mentoring, and comparative studies. Evaluation of training and mentoring was seen by using a questionnaire given as a post-test and the success of Partners in producing Millennial herbal preparations. The Ubaya team created an herbal corner and scheduled an herbal corner training including the manufacture of millennial herbal drinks/herbal drinks, quality aspects of herbal drinks, business opportunities, and step-by-step development of herbal corners and comparative studies at Cafés with the millennial herbal concept. From community service activities, a contemporary booth for the herbal corner has been produced, which is equipped with a neon sign box and café tools. The training that has been carried out has an impact on increasing partner knowledge (63% of participants showed good understanding). The increase was shown by several millennial herbal drink menus produced, including “Blue tea milky” (infusion of butterfly pea flowers and milk), “Red ginger milky” (red ginger and milk), and “Green silky milky” (moringa leaf powder and milk). ABSTRAK Café jamu milenial mampu menciptakan rasa Jamu yang dapat diterima oleh milenial dengan mengolah Jamu menggunakan berbagai teknik dan dipadukan dengan bahan-bahan lain yang bermanfaat bagi tubuh. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk mengembangkan usaha Café Herbal yang menghasilkan produk olahan jamu milenial yang disukai pelanggan. Metode yang dipilih sebagai tindak lanjut yaitu pelatihan, pendampingan dan studi banding. Evaluasi keberhasilan pelatihan dan pendampingan dilihat dengan menggunakan kuesioner yang diberikan sebagai post test dan keberhasilan Mitra dalam menghasilkan olahan jamu milenial. Tim Ubaya merealisasikan pembuatan herbal corner dan mengagendakan serangkaian pelatihan diantaranya pembuatan minuman herbal/jamu milenial, aspek mutu dari minuman herbal, peluang usaha serta step by step pengembangan herbal corner dan studi banding pada Café dengan konsep jamu milenial. Dari kegiatan pengabdian masyarakat telah dihasilkan booth kekinian untuk herbal corner yang dilengkapi neon box penanda dan alat-alat café. Pelatihan-pelatihan yang telah dilakukan memberikan dampak peningkatan pengetahuan Mitra (63% peserta menunjukkan hasil pemahaman yang baik). Peningkatan ketrampilan ditunjukkan dengan beberapa menu minuman jamu milenial yang dihasilkan diantaranya “Blue tea milkymo” (seduhan bunga telang dan susu), “Red ginger milkymo” (Jahe merah dan susu) dan “Green silky milkymo” (serbuk daun kelor dan susu).

Page 2 of 3 | Total Record : 25