cover
Contact Name
Noorma Yunia
Contact Email
noormayunia@gmail.com
Phone
+6285280055655
Journal Mail Official
lppm.stailatansa@gmail.com
Editorial Address
Gedung STAI La Tansa Mashiro Jl. Soekarno Hatta, By pass, Rangkasbitung Tlp/Fax: +6252 207163/ 206794
Location
Kab. lebak,
Banten
INDONESIA
Jurnal Aksioma Ad Diniyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies
ISSN : 23376104     EISSN : 27213579     DOI : http://dx.doi.org/10.55171/jad.v9i2
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah ini dikelola Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI La Tansa Mashiro Rangkasbitung, Lebak, Banten. Jurnal ini merupakan perubahan dari Jurnal Al-Hadloroh (ISSN 2067-5606). Sejak Volume 1 Nomor 1 Maret 2013, sebagai terbitan perdana, berkala ini berganti nama menjadi Jurnal Aksioma Ad-Diniyah. Frekuensi terbit yakni dua kali dalam setahun yaitu bulan Juni dan bulan Desember. Visi Aksioma ad-diniyyah menjadi jurnal terakreditasi dalam pendidikan agama islam. Dengan tujuan : (1) Membantu penyebaran informasi pendidikan agama islam. (2) Mendukung penelitian di bidang pendidikan agama islam. Fokus utama dalam jurnal ini adalah pada bidang pengajaran agama islam; pendidikan agama islam dan akhlak tasawuf.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2015)" : 6 Documents clear
Konsep Pendidikan Islam menurut Persis dalam Konteks Pembelajaran Fiqh Tingkat Mu’allimien (sebuah penelitian etnografhi tentang pendidikan dalam persis 2013) Mumu Zainal Mutaqin
E-Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.326 KB) | DOI: 10.55171/jad.v3i1.241

Abstract

The unity of Islam or what we often know ’’ exactly '' is one of the religious organizations in Indonesia, which was established on 12 September 1923 in Bandung. In carrying out its vision and mission Exactly establishing various types and levels of educational institutions that are quite different in the concept of education and in this case the study intends to specifically discuss the level of mu'allimien educational institutions. This research emerged from the premise that the existence of Persis as a religious mass organization in Indonesia has provided a different paradigm, fiqh which is the subject of discussion as an icon of difference, intrigued the writer to conduct research, but because the author was in the scope of education, the author took fiqh context as teaching material at one of the levels of Pesis education namely mu'allimien. Mu'allimien is the level of education institutions that are equivalent to high school where after graduating from mu'allimien students can continue their tertiary education full of community haterogens, so here the author tries to explore this with the formulation of the problem 1. (What is the concept of Islamic education exactly? , 2). How do you think about the curriculum level of the multi-level curriculum? What is the curriculum and learning process at the mu'allmien level of fiqh? To find answers to the problem formulation, the author uses the 'naturalistic qualitative' method by collecting data through documentary or library studies, observations, interviews and questionnaires. So based on the data collection that writing uses, the author can conclude that the concept of Islamic education is exactly to realize the Muslim personality that is tafaquh fid dien, from the description of the vision and mission, then precisely providing the concept of formal, non-formal and informal education and from the concept divided into four , namely pesantren outside the pesantren, school and outside the school. Particularly for the formal education program, Persis then provides a range of pre-school education, elementary schools, the first high school, high school and university. The Mu’allimien is one of the most formal types of school education. This Mu'allimien is provided to provide the mu'allim or the teacher in particular and to provide a servant of Allah who is ready to go down in the community, so in order to achieve this goal in the final assignment of this mu'allimien education program students are required to practice teaching, PLKJ (Khidmat Jami'yyah Training Program) and writing scientific papers, must also go through a comprehensive oral examination as a concrete form of the absorption of learning that has been conveyed. Fiqh as one of the teaching materials that exist in mu'allimien aims to transfer the science of knowledge which in this case is Exactly. In piqh learning, the method used in fiqh learning is not different from other learning learning, as long as the method is good and right then that is what is used. Fiqh as one of the icons that became a conversation among the community because of the difference. In studying fiqh at the level of mu'allimien this is only introduced, and there is no special discussion exclusively that addresses how fiqh, NU (Nahdatul Ulama) or Muhammadiyah. Basically the writer wants to convey that the difference in the interpretation of law is a necessity, the most important thing is the science of charity, because charity without knowledge is taqlid Al Isro: 36 Persatuan Islam atau yang sering kita kenal  ‘’persis’’merupakan salah satu ormas keagamaan yang ada di Indonesia,yang berdiri tanggal 12 september tahun 1923 di Bandung. Dalam melaksanakan visi dan misinya Persis mendirikan berbagai jenis dan tingkat lembaga pendidikan yang cukup berbeda dalam konsep pendidikanya dan dalam hal ini penelitian bermaksud untuk khusus membahas pada lembaga pendidikan tingkat mu’allimien.            Penelitian ini muncul dari dasar pemikiran bahwa adanya Persis sebagai ormas keagamaan di Indonesia telah memberikan suatu paradigma yang berbeda, fiqh yang menjadi bahan perbincangan sebagai icon adnaya perbedaan tersebut menggelitik penulis untuk melakukan penelitian, namun di karna kan penulis ada dalam lingkup pendidikan, maka penulis mengambil konteks fiqh sebagai bahan ajar di salah satu tingkat pendidikan Pesis yakni mu’allimien. Mu’allimien adalah tingkat lembaga pendidikan yang setara dengan SMA dimana setelah lulus dari mu’allimien siswa bisa melanjutkan pendidiakn keperguruan tinggi yang penuh dengan haterogensi masyarakat,maka disini penulis mencoba untuk menggali hal tersebut dengan rumusan masalah 1.(Bagaimana konsep pendidikan islam persis?, 2).Bagaiman kurikulum tingkat mu’allimien ?,Bagaimana kurikulum dan pe,belajaram fiqh tingkat mu’allmien?            Untuk menemukan jawaban dari rumusan masalah tersebut, maksa penulis menggunakan metode’’kualitatif naturalistic’’dengan cara mengumpulkan data melalui studi documenter atau pustaka,observasi,interview dan kuesioner.            Maka berdasarkan pengumpulan data yang menulis gunakan, penulis bisa menyimpulkan bahwa konsep pendidikan islam Persis adalah untuk mewujudkan kepribadian muslim yang tafaquh fid dien,dari gambaran visi dan misi tersebut,maka persis menyediakan konsep pendidikan formal,nonformal dan informal dan dari konsep tersebut terbagi kepada empat,yaitu pesantren luar pesantren, sekolah dan luar sekolah. Khusus untuk jejang pendidikan formal Persis maka Persis menyediakan jejang pendidikan pra sekolah,Sekolah Dasar,Sekolah Menegah Pertama,Sekolah Menegah Atas dan Perguruan Tinggi.            Mu’allimien adalah salah satu jejang pendidikan Persis formal yang berjenis sekolah. Mu’allimien ini di sediakan untuk menyediakan para mu’allim atau guru khususnya dan untuk menyediakan seorang hamba Allah yang sudah siap turun di masyarakat,maka dalam rangka menuju tujuan tersebut dalam tugas akhir program pendidikan mu’allimien ini para siswa wajib melakukan peraktek ngajar, PLKJ (Program Latihan Khidmat Jami’yyah)dan menulis karya tulis ilmiah,juga harus dengan melalui ujian lisan komprehensif sebagai bentuk kongkrit dari penyerapan pembelajaran yang telah di sampaikan.            Fiqh sebagai salah satu bahan ajar yang ada di mu’allimien bertujuan untuk mentransfer ilmu kepiqihan yang dalam hal ini adalah Persis. Dalam pembelajaran piqh, metode yang digunakan dalam pembelajaran fiqh tidak berbeda dengan pembelajaran pembelajaran yang lain,selama metode itu bagus dan tepat maka itulah yang di gunakan. Fiqh sebagai salah satu icon  yang menjadi perbincangan di kalangan masyarakat karena perbedaanya. Dalam mempelajari fiqh di tingkat mu’allimien ini hanya sekedar di kenalkan, dan tidak ada pembahasan khusus secara eksklusif yang membahas bagaimana fiqh, NU (Nahdatul Ulama) atau Muhammadiyah.Pada dasarnya penulis ingin menyampaikan bahwa adanya perbedaan dalam interprestasi hukum merupakan sebuah keniscayaan,yang terpenting adalah ilmu dalam beramal, karena amal tanpa ilmu adalah taqlid Al Isro :36
Pengaruh Model Pembelajaran Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqh Tentang Zakat Solihin Solihin
E-Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.085 KB) | DOI: 10.55171/jad.v3i1.242

Abstract

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Islam sebagai agama rahmatan lil’alamin sangat memandang tinggi nilai pendidikan. Ini diaplikasikan bagaimana islam menjelma sebagai lembaga pendidikan tertua diindonesia. Sebuah pendidikan yang ideal adalah pendidikan yang mengajarakan bagaimana seorang manusia sadar bahwasannya ia adalah makhluk yang harus terus dididik.Dalam penelitian ini penulis memiliki tujuan, diantaranya adalah sebagai berikut : Untuk memperoleh data model pembelajaran di MTs Daar el-Qolam, Untuk memperoleh data hasil belajar fiqih  dengan menggunakan model pembelaaran jigsaw dan Untuk memperoleh data tentang pengaruh  penggunaan  model pembelajaran jigsaw terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran FiqihMetode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif, yaitu metode penelitian yang menekankan pada eksperimentasi, deskripsi, survei, dan menemukan korelasional. Selanjutnya adalah metode deskriptif yaitu metode yang menggambarkan suatu gejala yang terjadi dengan ukuran-ukuran statistik.Berdasarkan penelitian ini didapat data variabel X sebagai berikut : Mean = 84,04, Mdn = 84,6, Mo = 83846 dan S = 4,62, dan perolehan data variabel Y adalah sebagai berikut : Mean = 86,46, Median = 86,7, Mo = 87,09 dan S = 4,21. Kemudian angka indeks korelasi tersebut tidak bertanda negatif artinya variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang searah atau terdapat pengaruh yang positif antara pembelajaran Fiqih menggunakan model pembelajaran jigsaw dengan hasil belajar belajar siswa. Dari tingkat pengaruh antara  pembelajaran Fiqh menggunakan model pembelajaran jigsaw dengan hasil belajar siswa di kelas VII MTs Daar el-Qolam sebesar 22,08 % sisanya sebesar 77,91 % dipengaruhi oleh faktor lain
Peranan Kebijakan Pimpinan Terhadap Kenyamanan Peserta Didik Di Pondok Pesantren Tafrijul Ahkam Cikiray Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Tahun Pelajaran 2015 Ujang Saefudin Rosyid
E-Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.984 KB) | DOI: 10.55171/jad.v3i1.243

Abstract

An organization will succeed or even fail, mostly determined by a leader. A noble expression that says that leaders are responsible for failure to carry out a job, is an expression that occupies the position of leader in an organization in the most important position. The purpose of this study is to obtain data on the role of the leadership, to know the convenience of students and to know the role of the Leadership Policy on the Comfort of students at the Tafrijul Ahkam Cikiray Islamic Boarding School in Cibadak District, Lebak Regency 2015/2016 Academic Year. The method used in this study is analytical description. This method is used because in the study only collects data only, then the data is processed up to drawing conclusions. This study is a study that uses an approach through a qualitative approach. Qualitative approach is the research of data collected not in the form of the numbers, but come from interview texts, field notes, personal documents, memo notes, and other official documents. The results of the study of the role of leaders in the Tafrijul Ahkam Cikiray Islamic Boarding School in Rangkasbitung District, Lebak Regency 2015/2016 Academic Year greatly influenced the teaching and learning conditions, this was proven by the leadership paying attention to the school / class physical conditions, socio-emotional settings and organizational arrangements and administrative arrangements in the school environment and in the classroom environment. The comfort of students at the Tafrijul Ahkam Cikiray Islamic Boarding School in Rangkasbitung District, Lebak Regency 2015/2016 Academic Year can be said to be comfortable because the physical condition and location of Islamic boarding schools meet the standards. Leadership Policy on the Comfort of Students at Tafrijul Islamic Boarding School 2015/2016 lessons. The role of the leader in determining policies to improve the comfort of students, should know and choose effective ways. This knowledge and skills are needed, because choosing effective ways of increasing comfort will enable teachers and students to be able to apply and determine ways that are appropriate to individual, psychological and individual student needs. Suatu organisasi akan berhasil atau bahkan gagal sebagian besar di tentukan oleh seorang pemimpin. Suatu ungkapan mulia yang mengatakan bahwa pemimpinlah yang bertanggung jawab atas kegagalan pelaksanaan suatu pekerjaan, merupakan ungkapan yang mendudukan posisi pemimpin dalam suatu organisasi pada posisi yang terpenting. Tujuan penelitian ini adalah Untuk memperoleh data peranan pimpinan, mengetahui kenyamanan peserta didik dan mengetahui peranan Kebijakan Pimpinan  terhadap Kenyamanan peserta didik di Pondok Pesantren Tafrijul Ahkam Cikiray Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Tahun Pelajaran 2015/2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftip analitis.Metode ini digunakan karena dalam penelitian hanya mengumpulkan data semata yang selanjutnya data tersebut diolah sampai dengan penarikan kesimpulan.Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan melalui pendekatan kualitatif.pendekatan kualitatif adalah penelitian data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka, melainkan berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, dokumen pribadi, catatan memo, dan dokumen resmi lainnya.Hasil penelitian Peranan pimpinan di Pondok Pesantren Tafrijul Ahkam Cikiray Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak Tahun Pelajaran 2015/2016 sangat mempengaruhi terjadinya kondisi belajar-mengajar, hal ini terbukti pimpinan memperhatikan pengaturan kondisi fisik sekolah/kelas, pengaaturan sosio-emosional, dan pengaturan organisasional serta pengaturan administrasi di lingkungan sekolah maupun di lingkungan kelas. Kenyamanan peserta didik di Pondok Pesantren Tafrijul Ahkam Cikiray Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak Tahun Pelajaran 2015/2016 sudah bisa dikatakan nyaman karena kondisi fisik dan lokasi pondok pesantren sudah memenuhi standar.Kebijakan Pimpinan  terhadap Kenyamanan peserta didik di Pondok Pesantren Tafrijul Ahkam Cikiray Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Tahun Pelajaran 2015/2016. Peranan Pemimpin dalam menentukan kebijakan untuk meningkatkan kenyamanan peserta didik, hendaknya mengetahui dan memilih cara yang efektif. Pengetahuan dan keterampilan ini diperlukan, sebab dalam memilih cara meningkatkan kenyamanan yang efektif akan memungkinkan guru dan peserta didik mampu menerapkan dan menentukan cara yang sesuai dengan perbedaan individual, kejiwaan dan kebutuhan setiap siswa.
Hubungan Profesionalisme Guru dengan Prestasi Belajar Aqidah (Penelitian Siswa Kelas VII pada Mata Pelajaran Aqidah di SMP La Tansa Mashiro Lebak Gedong Lebak) Ahmad Faisal Hadziq
E-Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.547 KB) | DOI: 10.55171/jad.v3i1.264

Abstract

Menurut UNESCO, bahwa guru sebagai agen pembawa perubahan yang mampu mendorong pemahaman dan toleransi diharapkan tidak hanya mampu mencerdaskan peserta didik tetapi juga harus mampu mengembangkan kepribadian yang utuh, berakhlak dan berkarakter. Untuk itu dibutuhkan suatu proses pendidikan guru yang secara profesional dapat dipertanggungjawabkan. Jadi untuk menyiapkan tenaga pendidik tidak hanya diperlukan suatu proses pendidikan akademik yang handal akan tetapi juga diperlukan suatu proses pendidikan yang mampu mengembangkan kepribadian dan karakter seorang pendidik. Untuk mengembangkan kepribadian dan karakter seorang pendidik maka dibutuhkan pembelajaran aqidah karena pelajaran aqidah merupakan salah satu mata pelajaran yang terbentuk dari manifestasi pembangunan batiniah yang berhubungan dengan moral, aqidah maupun ibadah. Mata pelajaran ini dipandang sebagai salah satu mata pelajaran yang baik untuk menyebarkan, mengenalkan, menanamkan dan mendalami nilai-nilai religius, terutama mereka yang beragama Islam. Penelitian ini dilakukan di SMP La Tansa Lebak-gedong, Lebak. La tansa merupakan Pondok Pesantren yang menjunjung tinggi aqidah dan akhlak para santri. Sejauh mana hubungan profesionalisme guru dengan prestasi belajar aqidah adalah telah dilakukan penelitian dengan menghitung dan menghubungkan variabel X dan variabel Y yang telah ditentukan pada penelitian ini.
Pengaruh Media Audio Visual Terhadap Kemampuan Bahasa Arab Ilmi Albadiah
E-Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.461 KB) | DOI: 10.55171/jad.v3i1.244

Abstract

This study aims to assess the influence of audio-visual media and learning style of the Arabic language speaking skills. This research was conducted in MTs Daar el-Qolam I 2015/2016 academic year. The method used is an experimental method with 2 x 2 factorial design analysis technique used is the analysis of variance (ANOVA) two lanes. This is indicated by t_hitung ≥ 4.28 T_ (table) the correlation of 2.571 with koefesiensi r_xy = 0.42 (to be between 0.20 to 0.49) this means between variables X and Y correlation being and magnitude audio-visual media influence on Arabic language skills of students amounted to 17.64% by the regression equation Y = 39.043 + -10.63 X  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh media audio visual dan gaya belajar terhadap keterampilan berbicara bahasa Arab. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Daar el-Qolam I tahun pelajaran 2015/2016. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain faktorial 2 x 2. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis ragam (Anova) dua jalur. Terdapat hubungan positif dan signifikan pada pengaruh media audio visual dengan kemampuan bahasa Arab siswa kelas VII MTs Daar El-Qolam Gintung Jayanti Tangerang tahun ajaran 2015/2016, artinya pengaruh media audio visual yang baik maka kemampuan bahasa arabnya akan lebih baik pula. Hal ini ditunjukan oleh  4,28 ≥ 2,571 dengan koefesiensi korelasinya sebesar  = 0,42 (berada antara 0,20 – 0,49 ) ini berarti antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang sedang dan besarnya pengaruh media audio visual terhadap kemampuan bahasa Arab siswa sebesar 17,64% dengan persamaan regresi  = 39,043 + -10,63X.
Peran Masyarakat dalam Meningkatkan Pendidikan Pedesaan Aris Salman Al Farisi
E-Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.938 KB) | DOI: 10.55171/jad.v3i1.245

Abstract

Family is a natural society in which there are fundamentals of education. Here education takes place by itself according to the social order that applies in it. Here are the basics of experience through compassion and full of love, need and authority and values of obedience. Parents are the primary and first educators for children, because they are the first children to receive education and are able to live the atmosphere of religious life in family life that will affect their daily behavior which is the result of their parents' guidance, so that they become moral children noble, noble character that is useful for him for the sake of the future of the family of religion, nation and state. Getting education is one of the rights that should be possessed by adolescents. It can be understood that everyone does have to get an education. Therefore, the expected life of every human being is good and happy in his life, so education is needed to achieve that goal. Thus, education is the completeness of human needs that are very important in life and life, because basically education is an effort to cultivate humans. Therefore the process of Islamic religious education has the duty to form a personality in humans, especially in adolescents to become an essential Muslim person. This study aims to find out about the Islamic Religious Education in Intenjaya Village, and to find out about Intenjaya Village's youth association, as well as to find out the effect of Islamic education on Today's Adolescent Relationship in Intenjaya Village, Cimarga District. In this study, researchers assumed that the higher the participation of parents in terms of educating children which leads to the introduction of Islamic religious education, the better the behavior of adolescents in their association in the community.Keluarga  merupakan  masyarakat  alamiah yang didalamnya terdapat  dasar-dasar pendidikan. Disini pendidikan berlangsung  dengan sendirinya sesuai dengan tatanan pergaulan yang berlaku didalamnya. Disini delitakan dasar-dasar pengalaman melalui  rasa  kasih  sayang dan  penuh  kecintaan,  kebutuhan dan  kewibawaan dan nilai-nilai kepatuhan.Orang  tua adalah  pendidik utama  dan  pertama bagi anak, karena merekalah anak mula-mula menerima pendidikan-pendidikan serta mampu menghayati suasana kehidupan  religius dalam kehidupan keluarga yang akan berpengaruh dalam perilakunya sehari-hari yang merupakan hasil dari bimbingan orang tuanya, agar menjadi anak yang berakhlak mulia, berbudi pekerti yang luhur yang berguna bagi dirinya demi masa depan keluarga agama, bangsa dan negara.Memperoleh pendidikan adalah salah satu hak yang patut dimiliki oleh remaja.Dapat dipahami bahwa setiap orang memang harus mendapatkan pendidikan.oleh karena itu kehidupan yang diharapkan setiap manusia adalah berahlak yang baik dan berbahagia dalam hidupnya, maka untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan pendidikan.Dengan demikian bahwa pendidikan merupakan kelengkapan dari kebutuhan manusia yang sangat penting dalam hidup dan kehidupannya, karena pada dasarnya pendidikan  adalah  usaha  membudayakan  manusia. Oleh  karena  itu proses  pendidikan agama Islam bertugas pokok  membentuk kepribadian pada diri manusia terlebih pada remaja untuk menjadi pribadi muslim yang hakiki.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Pendidikan Agama Islam yang ada di Desa Intenjaya, dan untuk mengetahui pergaulan remaja Desa Intenjaya, serta sekaligus untuk mengetahui pengaruh pendidikan agama Islam  terhadap Pergaulan remaja Masa Kini di Desa Intenjaya Kecamatan Cimarga.Dalam penelitian ini,  peneliti berasumsi bahwa semakin tinggi peran serta orang tua dalam hal mendidik anak yang mengarah pada pengenalan-pengenalan pendidikan agam Islam, maka semakin lebih baik pula perilaku remaja dalam pergaulannya di lingkungan masyarakat.

Page 1 of 1 | Total Record : 6