cover
Contact Name
Aluddin
Contact Email
aluddin2222@gmail.com
Phone
+6285341982221
Journal Mail Official
jurnalterapeutik@gmail.com
Editorial Address
Jl. AH. Nasution No. G87 anduonohu, Kota kendari
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Terapeutik jurnal
ISSN : 23561653     EISSN : 2746749X     DOI : -
Core Subject : Health,
Terapeutik Jurnal merupakan jurnal yang memuat hasil-hasil penelitian maupun naskah konsep dalam bidang ilmu keperawatan dan kedokteran komunitas.
Articles 49 Documents
Hubungan Pencegahan Osteoporosis Pada Lansia Dengan Perubahan Fisik Di Posyandu Lansia Wundudopi Sumirah Budi Pertami; Budiono Budiono
TERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas Vol 3 No 01 (2017): Terapeutik Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas
Publisher : LPPM STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penduduk lansia di Indonesia saat ini mencapai 28 juta jiwa. Menurut perkiraan dari united state bureau of Census 2006, populasi lanjut usia di Indonesia diproyeksikan antara tahun 1990-2023 akan naik 4,14%, suatu angka tertinggi di seluruh dunia pada tahun 2020 Indonesia akan merupakan urutan ke empat jumlah usia lanjut paling banyak sesudah Cina, India, dan Amerika Serikat. Meningkatnya populasi lanjut usia ini menyebabkan perlunya antisipasi meningkatnya jumlah pasien lanjut usia yang memerlukan bantuan untuk mengatasi masalah kasus gangguan muskuloskeletal seperti osteoporosis. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pencegahan osteoporosis pada lansia dengan perubahan fisik di Posyandu lansia Wundudopi. Penelitian ini termasuk penelitian retrospective yang menggunakan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia Di Posyandu Lansia Wundudopi Wilayah Kerja Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari sebanyak 40 orang lansia dan sampel diambil secara total sampling dengan jumlah 40 orang serta di uji menggunakan uji statistik chi-square. Hasil Penelitian menunjukan bahwa pencegahan osteoporosis dalam penelitian ini sebesar 55% sampel memiliki kategori terjadi, dan perubahan fisik dalam penelitian ini baik kategori berubah maupun tidak berubah sebanyak 50%. Dari hasil analisis statistik dengan menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p=0,011 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pencegahan osteoporosis pada lansia dengan perubahan fisik di Posyandu Lansia Wundudopi Wilayah Kerja Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu ada hubungan pencegahan osteoporosis dengan perubahan fisik ditandai dengan hasil analisis statistik menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p = 0,011. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor penyebab terjadinya osteoporosis pada manula dan menganalisis lebih mendalam variabel-variabel penelitian yang lebih kompleks khususnya faktor-faktor risiko penyebab perubahan fisik dan osteoporosis. Bagi manula agar sedini mungkin mulai mengenali penyebab terjadinya osteoporosis dan melakukan pencegahan osteoporosis. Abstract Background : The elderly population in Indonesia has reached 28 million. According to estimates from the united state bureau of Census 2006, the elderly population in Indonesia between the years 1990 to 2023 is projected to rise 4.14%, the highest rate in the world by 2020 Indonesia will be the order of the number of elderly fourth most after China , India, and the United States. The increasing aging population is causing the need to anticipate the increasing number of elderly patients who need help to overcome the problem of musculoskeletal disorders such as osteoporosis cases. Methods : This study for the prevention of osteoporosis in older relationships with physical changes in Posyandu erderly Wundudopi. This research retrospective using a cross sectional study. The population in this study were all elderly. Posyandu erderly Wundudopi job districk lepo-lepo comunity health center Kendari city elderly people and as many as 40 samples were collected by simple total sampling as well as the number of 40 people tested using chi-square statistical test. Result : Research Shows that the prevention of osteoporosis in this study was 55% of the sample had happened categories, and physical changes in the study both categories changed or not changed as much as 50%. From the results of statistical analysis using the chi-square test p = 0.011 values ​​obtained so that it can be concluded that there is a relationship There prevention of osteoporosis in the elderly with physical changes in the Posyandu erderly Wundudopi job districk lepo-lepo comunity health center Kendari city. Conclusions : The conclusion of this research is the prevention of osteoporosis There is a relationship with the physical changes indicated by the results of statistical analysis using the chi-square test p-value = 0.011 is obtained. Need to do more research on the factors that cause the occurrence of osteoporosis in the elderly and more in-depth analysis of research variables are more complex in particular the risk factors and osteoporosis causes physical changes. For seniors as early as possible in order to begin to recognize the causes of osteoporosis and the prevention of osteoporosis.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Physical Fitness pada Anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Cabang Olahraga di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Hasanuddin Wa Ode Syahrani Hajri
TERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas Vol 3 No 01 (2017): Terapeutik Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas
Publisher : LPPM STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Sempurnanya status kesehatan seseorang tidak hanya dinilai dari keadaan bebas penyakit namun juga berarti memiliki kebugaran fisik (physical fitness) yang optimal yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tujuan : Mengetahui hubungan beberapa faktor, yaitu status gizi, body fatness, latihan fisik, dan kebiasaan hidup sehari-hari dengan physical fitness (cardiovascullar endurance dan muscullar strength) pada anggota UKM Cabang Olah Raga Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Metode : Menggunakan disain cross sectional. Repsonden terdiri dari 30 orang mahasiswa yang dipilih secara purposive sampling dari 3 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), khususnya bidang olahraga yang meliputi UKM Sepak bola, UKM voli, dan UKM karate. Penelitian menggunakan instrumen pengukuran physical fitness, status gizi, body fatness serta kuisioner latihan fisik, dan kebiasaan hidup sehari-hari. Data dianalsis secara univariat, bivariat, dan multivariat dengan menggunakan program SPSS. Hasil: Dari hasil analisis regresi linear multipel dengan metode backward didapatkan hasil variabel bebas yang paling berhubungan dengan cardiovascullar endurance adalah status gizi dan latihan fisik. Sedangkan yang berhubungan dengan muscullar strength adalah body fatness. Kesimpulan: Physical fitness dapat diukur berdasarkan cardiovaskular endurance dan muscular strength. Faktor yang paling berhubungan dengan cardiovaskular endurance adalah statu gizi dan latihan fisik dan untuk muscular strength adalah faktor body fatness. Abstract Background: The perfection of a person's health status is not only judged by a disease-free state but also has an optimal physical fitness that is influenced by various factors. Objective: To know the relationship of several factors, namely nutritional status, body fatness, physical exercise, and daily living habits with physical fitness (cardiovascular endurance and muscularar strength) in the members of SME Branch of Sports Study Program of Nursing Faculty of Medicine Hasanuddin University. Method: Using cross sectional design. Repsonden consists of 30 students selected by purposive sampling from 3 Units of Student Activity (UKM), especially sports field which includes SME Football, SME volley, and SME karate. The study uses physical fitness measurement instruments, nutritional status, body fatness and physical exercise questionnaire, and daily living habits. Data were univariat, bivariate, and multivariate analyzed using SPSS program. Results: From the results of multiple linear regression analysis with the backward method obtained the results of the independent variables most associated with cardiovascular endurance is the nutritional status and physical exercise. While that is related to muscullar strength is body fatness. Conclusion: Physical fitness can be measured by cardiovascular endurance and muscular strength. The factors most associated with cardiovascular endurance are nutrition and physical exercise and for muscular strength is the body fatness factor.
Hubungan Gaya Hidup Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari Tahun 2014 Cici Yusnayanti
TERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas Vol 3 No 01 (2017): Terapeutik Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas
Publisher : LPPM STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi atau penyakit darah tinggi adalah salah satu masalah kesehatan yang masih sering terjadi dalam masyarakat khususnya pada lansia. Kejadian hipertensi di Puskesmas Lepo-Lepo pada tahun 2011 sebanyak 592 orang dan tahun 2012 sebanyak 694 orang, tahun 2013 mengalami peningkatan kasus sebanyak 876 orang sedangkan di tahun 2014 dari bulan Januari sampai bulan Juni sebanyak 342 orang. Ini menandakan bahwa dari data tiga tahun terakhir kejadian hipertensi di Puskesmas lepo-lepo kota Kendari selalu mengalami peningkatan. Prevalensi kasus hipertensi usia 50 tahun keatas yang ditetapkan mencapai 20-30%. Jika angka prevalensi kasus disebuah wilayah melebihi angka tersebut maka dapat dikatakan sebagai sebuah kasus yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya hidup yang mencakup pola makan, aktifitas fisik, dan kebiasaan tidur/istirahat dengan kejadian hipertensi pada Lansia di Puskesmas Lepo-Lepo kota kendari 2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 342 orang lansia, dan penentuan sampel menggunakan metode simplerandomsampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 orang lansia. Adapun penelitian dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Berdasarkan hasil analisis diketahui terdapat hubungan antara pola makan, aktifitas fisik, dan kebiasaan tidur/istirahat dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari tahun 2014. Saran yang dapat diberikan adalah kepada petugas Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari agar melakukan sosialisasi khususnya bagi masyarakat yang lanjut usia untuk dapat memelihara kondisi kesehatannya dengan menjaga gaya hidup sehat. Abstract Hypertension or high blood disease is one of the health problems that are still common in society, especially in the elderly. The incidence of hypertension at Lepo-Lepo Health Center in 2011 was 592 people and in 2012 there were 694 people, in 2013 an increase of 876 cases, while in 2014 from January to June were 342 people. This indicates that from the last three years data the incidence of hypertension in Puskesmas lepo-lepo Kendari always increase. The prevalence of cases of hypertension age 50 years and above that set reached 20-30%. If the prevalence of a case in a region exceeds that number it can be said to be a fairly high case. This study aims to determine the relationship between lifestyle that includes diet, physical activity, and sleeping / resting habits with the incidence of hypertension in the Elderly at Lepo-Lepo Puskesmas kota kendari 2014. Type of research used is descriptive analytic research using cross sectional design. Number of population in this research is counted 342 elderly people, and sample determination using simplerandomsampling method with amount of sampel counted 35 elderly people. The study was conducted using Fisher's Exact Test. Based on the analysis, it is known that there is a relationship between diet, physical activity, and sleeping / resting habits with hypertension incidence in elderly in the work area of ​​Puskesmas Lepo-Lepo Kendari City 2014. Suggestion that can be given is to officer of Puskesmas Lepo-Lepo Kendari to do Socialization especially for the elderly people to be able to maintain their health condition by maintaining a healthy lifestyle.
Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Motivasi Kerja Perawat Dalam Melaksanakan Asuhan Keperawatan Di Rsud Kota Kendari Tahun 2016 Sahmad Sahmad
TERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas Vol 3 No 01 (2017): Terapeutik Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas
Publisher : LPPM STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarakan hasil evaluasi pendokumentasian asuhan keperawatan diperoleh data bahwa perawat hanya terfokus pada pembuatan rencana tindakan keperawatan saja dan sering mengabaikan pengankajian dan diagnose keperawatan. Tujuan penelitian adalah untuk pengetahuan fakto-faktor yang berhubungan dengan motivasi kerjaperawat dalam melaksanakan asuhan keperwatan di ruang rawat inap RSUD Kota Kendari tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua tenaga perawat di RSUD Kota Kendari yang berjumlah 108 orang. Sampel penelitian adalah 85 perawat yang bertugas di RSUD Kota Kendari. Uji statistik yang digunakan adalah chi square dan uji phi Hasil penelitian adalah ada hubungan sedang antara fasilitas kesehatan dengan motivasi kerja perawat (p value = 0,000 < α = 0,05). Ada hubungan kuat antara insentif dengan motivasi kerja perawat (p value = 0,000 < α = 0,05). Ada hubungan kuat antara kondisi/lingkugan pekerjaan dengan motivasi kerja perawat (p value = 0,000 < α = 0,05). Ada hubungan sedang antara supervise dengan motivasi kerja perawat (p value = 0,000 < α = 0,05). Disarankan agar rumah sakit agar meningkatakan ketersediaan rumah fasilitas kesehatan dan sedapat mungkin dapat merencanakan peningkatan insentif perwat Abstract Based on the evaluation results of nursing care dokumentation, abtained the data that nurse juts fokused on making the plan of action nursing caurse and often ignore the nursing asessment and diagnosis. The objective of this study was to dtermine factors related with motivation of kendari city 2016.This was analitical study using cross sectional. Population of the study wes the entire nurses in general hospital of kendari city as many as 108 people. Sample of the study was 85 nurses on duty in general hospital of kendari city. Statistical test used was chi square and phi tests. The study resulst that there was a moderate relationship between facilities with motivation (p value = 0,000 < α = 0,05). There was a strong relationship between incentives with motivation (P value = 0,00 < α = 0,05). There was a srong relationship between working condition / atmosphere with motivation (P value = 0,00 < α = 0,00). It is recommended to the hospital in order to further increase the availability of health facilities and wherever possible couid plan an increase of the nurses.
Hubungan Stres Kerja Dengan Kinerja Perawat Di rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara Siti Umrana
TERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas Vol 3 No 01 (2017): Terapeutik Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas
Publisher : LPPM STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat stres yang tinggi yang dihadapi oleh perawat didalam bekerja akan sangat mempengaruhi kualitas pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien dan secara tidak langsung akan mempengaruhi ritme kinerja para perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stress kerja dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Jiwa provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu sebanyak 70 orang. Sampel berjumlah 60 Responden. Uji statistik yang digunakan adalah uji Kolmogorov Smirnov Test. hasil penelitian menunjukkan ada hubungan tingkat stress dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukan bahwa nilai ρ Value (0,038) < α (0,05). Disarankan pimpinan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara untuk lebih memperhatikan beban kerja bagi perawat yang ada di ruang rawat inap sehingga tidak terjadi stres kerja yang berlebihan yang dapat mempengaruhi kinerja perawat. Abstract High stress levels faced by nurses in the work will greatly affect the quality of nursing care provided to patients and will indirectly affect the rhythm of the performance of the nurses. This study aims to determine the relationship of work stress with the performance of nurses in Mental Hospital in Southeast Sulawesi province in 2016. This study is a descriptive analytic with cross sectional study. The population in this study are all nurses in the Psychiatric Hospital of Southeast Sulawesi province as many as 70 people. A sample of 60 respondents. The statistical test used is Kolmogorov Smirnov Test. the results showed no correlation with performance stress levels of nurses in Mental Hospital of Southeast Sulawesi province with a confidence level of 95% indicates that the value ρ Value (0,038) <α (0.05). Advised the leadership of the Mental Hospital of Southeast Sulawesi province to pay more attention to the workload for nurses in the inpatient unit so there is no excessive work stress that can affect the performance of nurses.
Pengaruh Tekhnik Relaksasi Terhadap Penurunan Respon Nyeri Pada Pasien Pasca Bedah Sectio Caesarea Hari Ke II – III Di Ruang Kebidanan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari Neneng Sundari
TERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas Vol 3 No 01 (2017): Terapeutik Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas
Publisher : LPPM STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindakan operasi menyebabkan terjadinya perubahan kontinuitas jaringan tubuh. Pada proses operasi digunakan anastesi agar pasien tidak merasakan nyeri, namun setelah operasi selesai dan pasien mulai sadar akan merasakan nyeri pada bagian tubuh yang mengalami pembedahan. Nyeri yang dirasakan ibu post sectio caesarea berasal dari luka yang terdapat dari perut. Dari hasil wawancara yang dilakukan pada 8 responden, upaya yang telah dilakukan oleh pihak rumah sakit dalam menangani nyeri pasca sectio caesarea adalah pemberian obat analgesik untuk menurunkan nyeri. Rumusan Masalah apakah ada pengaruh tekhnik relaksasi terhadap penurunan respon nyeri pada pasien pasca sectio caesarea hari ke II – III. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh tekhnik relaksasi terhadap penurunan respon nyeri pada pasien pasca sectio caesarea hari ke II – III. Manfaat penelitian sebagai bahan masukan dan pertimbangan dalam rangka penentuan arah kebijakan untuk menurunkan respon nyeri pasca sectio caesarea pada masa yang akan datang di Ruang Kebidanan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari Jenis penelitian bersifat quasy eksperimen design dengan rancangan ”two group pre test and post test design”. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 30 April – 30 Mei 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu psca bedah sectio caesarea yang berjumlah 52 orang periode Januari – Maret 2016, dan sampel berjumlah 34 orang dengan tekhnik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik pure eksperimen design. Hasil penelitian : dari hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05 berarti ada pengaruh tekhnik relaksasi terhadap penurunan respon nyeri pada pasien pasca bedah sectio caesarea hari ke II - III di Ruang Kebidanan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari. Saran agar lebih meningkatkan kesadaran dan profesionalismenya dalam melaksanakan peran dan fungsinya memberikan pelayanan kesehatan pada pasien pasca bedah. Abstract Operative action causes changes in the continuity of body tissues. In the process of surgery is used anesthesia so that patients do not feel pain, but after surgery is completed and the patient began to realize will feel pain in the affected part of the body. The pain felt by a sectio caesarea mother comes from a wound from the abdomen. From the results of interviews conducted on 8 respondents, the efforts that have been done by the hospital in dealing with post-sectio caesarea pain is the administration of analgesic drugs to reduce pain. Problem formulation whether there is influence of relaxation technique to decrease of pain response in patient post sectio caesarea day II - III. The purpose of this study was to investigate the effect of relaxation technique on the decrease of pain response in post-sectio caesarea patient on day II - III. Benefits of research as input and consideration in the framework of determining the direction of policy to decrease the post-sectio caesarea pain response in the future in Midwife Room Kendari City General Hospital This type of research is quasy experimental design with "two group pre test and post test design" design. The study was conducted on April 30 to May 30, 2016. The population in this study were all mothers of cesarean section, 52 patients from January to March 2016, and a sample of 34 people with sampling technique in this study using pure experimental design technique. Result of research: from Wilcoxon test results obtained p value = 0.000 <0.05 means there is influence relaxation techniques to decrease the response of pain in post-surgical patients sectio caesarea day II - III in Midwife Room Kendari Regional General Hospital. Suggestions to further increase awareness and professionalism in carrying out the role and function of providing health services in patients post-surgery.
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari Herman Herman
TERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas Vol 3 No 01 (2017): Terapeutik Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas
Publisher : LPPM STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu masalah yang dijumpai pada masa kehamilan. Hal tersebut dikarenakan meningkatnya kebutuhan tubuh ibu akan zat besi, seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Menurut WHO, prevalensi penderita anemia pada ibu hamil diseluruh dunia mencapai 41,8% dan menetapkan Hb 11 gr% sebagai dasar. Sementara itu, di Indonesia prevalensi anemia pada ibu hamil juga mengalami peningkatan hingga mencapai 37,1%. Anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan janin, abortus, partus lama dan perdarahan. Beberapa faktor yang memiliki hubungan dengan anemia pada ibu hamil seperti pengetahuan, tingkat pendidikan, paritas dan pemanfaatan antenatal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari. Populasi penelitian adalah semua ibu hamil yang berkunjung di Puskesmas Poasia Kota Kendari pada bulan Februari – Mei 2016 dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden secara accidental sampling. Desain yang digunakan adalah cross sectional. Hasil uji statistik che-square untuk masing – masing variabel konsumsi tablet Fe (p-value 0,000), jarak kehamilan (p-value 0,000) dan pemanfaatan pelayanan antenatal (p-value 0,000) dimana (p < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan komsumsi tablet Fe, jarak kehamilan dan pemanfaatan pelayanan antenatal dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Abstract Anemia in pregnant women is one of the problems encountered during pregnancy. This is due to the increasing need of the mother's body for iron, along with increasing the age of pregnancy. According to WHO, the prevalence of anemia in pregnant women around the world reaches 41.8% and establishes Hb 11 gr% as the basis. Meanwhile, in Indonesia the prevalence of anemia in pregnant women also increased to reach 37.1%. Anemia in pregnant women can cause growth restriction of the fetus, abortion, old partus and bleeding. Several factors are associated with anemia in pregnant women such as knowledge, education level, parity and antenatal use. The purpose of this study is to analyze factors related to the incidence of anemia in pregnant women in the work area of Poasia public health service in Kendari City. The study population was all pregnant women who visited the public health service of Poasia Kendari City in February - May 2016 with the number of samples of 50 respondents by accidental sampling. The design used is cross sectional. The result of che-square test for each variable of Fe tablet consumption (p-value 0,000), pregnancy distance (p-value 0,000) and utilization of antenatal service (p-value 0,000) where (p <0,05). So it can be concluded that there is a relationship consumption of Fe tablets, the distance of pregnancy and the utilization of antenatal services with the incidence of anemia in pregnant women.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penerapan Asuhan Keperawatan Jiwa Pasien Halusinasi Di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2013 Aluddin Aluddin
TERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas Vol 3 No 01 (2017): Terapeutik Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas
Publisher : LPPM STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara adalah rumah sakit jiwa tipe B, dimana penerapan asuhan keperawatan masih kurang di terapkan. Berdasarkan data yang diperoleh bahwa penerapan asuhan keperawatan yang masih kurang diterapkan yaitu pada bagian pengkajian, intervensi dan implementasi dimana setiap pengisian kolomnya masih kurang atau hanya sekitar 35% yang terisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, beban kerja dan motivasi internal dengan penerapan asuhan keperawatan jiwa pasien halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2013. Jenis penelitian in iadalah survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional.Dimana penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 17 April sampai 1 Mei di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2013. Besar populasi adalah 52 orang responden, dengan tehnik penarikan sampel menggunakan teknik stratified random sampling, dengan jumlah sampel 34 orang responden. Kesimpulan dari penelitian hasil analisis uji statistik diperoleh bahwa ada hubungan pengetahuan perawat dengan penerapan asuhan keperawatan jiwa pasien halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2013. Ada hubungan beban kerja perawat dengan penerapan asuhan keperawatan jiwa pasien halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2013. Ada hubungan motivasi internal perawat dengan penerapan asuhan keperawatan jiwa pasien halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2013. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan kepada Rumah Sakit untuk mempertimbangkan kebijakan-kebijakan yang dapat terus meningkatkan pengetahuan, beban kerja dan motivasi perawat dengan mengadakan seminar dan pelatihan yang berhubungan dengan pelaksanaan penerapan asuhan keperawatan. Serta diharapkan kepada peneliti selanjutnya melakukan penelitian tentang faktor lain yang mungkin mempengaruhi penerapan asuhan keperawatan jiwa pasien halusinasi. Abstract Lunatic asylum in Southeast Sulawesi is a type B, in which the implementation of psychical nursing in this type is graded low. Based on the obtained data that the application of nursing care is still lessapplied in the assessment, intervention and implementation in which each columni scharging lessor only about 35% are filled. This study aims to know the relationship between knowledge, workload, and intrinsic motivation and the psychical nursing implementation of hallucination patient in Southeast Sulawesi lunatic asylum in 2013. Research type used in this study is analytical survey by Cross Sectional approach. The study was conducted on April 17th – May 1st in Southeast Sulawesi lunatic asylum 2013. Population of this study is 52 respondents, and sample taken from this population is 34 respondents by using stratified random sampling technique. Result obtained from the analysis of statistical testing shows an existence of relationship between the nurses’ knowledge and the psychical care implementation of hallucination patient in lunatic asylum Southeast Sulawesi in 2013. There is a relationship between work load and the psychical care implementation of hallucination patient in lunatic asylum Southeast Sulawesi in 2013. There is a relationship between intrinsic motivation and the psychical care implementation of hallucination patient in lunatic asylum Southeast Sulawesi 2013. Based on the result, it is expected the asylum should think carefully in policies-making to promote the nurses’ knowledge, work load, and their intrinsic motivation incessantly, as well as organizing such an informative activity, such as seminar or training, related to the nursing implementation. The writer also expects other researchers who conduct a study about this field, factors concerning the psychical care implementation of hallucination patient, to employ other variables.
Hubungan Perilaku Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap RSUD Kota Kendari Tahun 2016 Muhaimin Saranani
TERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas Vol 3 No 01 (2017): Terapeutik Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas
Publisher : LPPM STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku manusia merupakan hasil dari segala macam pengalaman serta interaksi manusia dengan lingkungannya yang terwujud dalam bentuk sikap dan tindakan. Rumusan masalah adalah Apakah ada hubungan perilaku perawat dengan tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku perawat dengan tingkat kepuasan pasien. Variabel bebas adalah perilaku, yang terdiri dari sikap, tindakan dan variabel terikat adalah tingkat kepuasan pasien. Jenis dan rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan Populasi adalah semua pasien yang dirawat di ruang rawat inap melati dan lavender pada tahun 2016 yang berjumlah 85 orang dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 46 orang yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari yang mana telah memenuhi kriteria yang diambil secara Simple Random Sampling. Analisis data dengan uji statistik Chi-Square dengan Hasil penelitian pada variabel sikap diperoleh nilai sebesar 37,60 dengan nilai P sebesar 0,000 dan variabel tindakan diperoleh nilai sebesar 9,306 dengan nilai P sebesar 0,003. Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukan bahwa nilai serta nilai signifikan atau P (0,000) < . Hal ini bermakna bahwa ditolak dan diterima, artinya ada hubungan perilaku perawat dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap rumah sakit umum daerah kota kendari tahun 2016. Abstract Human behavior is a result of all kinds of experiences as well as human interaction with the environment embodied in attitude and action. Formulation of the problem is the behavior of nurses is there any relationship with the level of patient satisfaction. This study aims to determine the relationship of the behavior of nurses with patient satisfaction level. The independent variabel is the behavior, which consists of attitudes, action and the dependent variabel is the level of patient satisfaction. The type and design of the study is a descriptive analytic population was all patients admitted in inpatient general melati and lavender in 2016 which amounted to 85 people and sample in this study were 46 people at the general hospital of Kendari which have fulfilled criteria are taken by simple random sampling. Data were analyzed by statistical test chi-square with Results of research on attitudinal variables x2 values obtained count of 37,60 with a P value of 0,000 and the action variable values obtained x2 count of 9,306 with a P value of 0,003. Based on the results obtained show that the calculated value of x2 count > x2 table as well as the significant value or P (0,000) (0,05). this means that Ho is rejected and the Ha is accepted, it means that there is a relationship behaviors nurse with patient satisfaction level in inpatient general hospital Kendari city in 2016.
Hubungan Tipe Kepribadian Dengan Kemampuan Lansia Dalam Berinteraksi Antara Sesama Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Minaula Kendari Firman Firman
TERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas Vol 3 No 01 (2017): Terapeutik Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas
Publisher : LPPM STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan survey awal yang dilakukan pada studi awal di Panti Sosial Tresna Werda Pada bulan April 2016, bahwa lansia memiliki sifat, karakter dan tingkah laku yang berbeda-beda. Hasil wawancara menunjukan bahwa dari 6 orang lansia 2 orang diantaranya mengatakan bahwa lebih banyak menghabiskan waktunya bersama teman-teman lansia yang lain, mereka merasa lebih senang bisa berbagi dengan yang lain. Dan 4 orang mengatakan lebih banyak menghabiskan waktunya dengan menyendiri dan jarang bergabung dengan lansia yang lain. Mereka mengatakan lebih baik menyendiri dan melakukan ibadah-ibadah kepada tuhan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tipe kepribadian dengan kemampuan lansia dalam berinteraksi antara sesama lansia di panti sosial tresna werdha minaula kendari. Jenis penelitian yang digunakan adalah cros-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 95 orang dengan teknik penarikan sampel simpel random sampling dengan jumlah sampel 49 responden. Metode análisis menggunakan uji statistik chi-square, yang kemudian dilanjutkan dengan uji keeratan hubungan dengan kontegensi (φ). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan sedang antara tipe kepribadian dengan kemampuan lansia dalam berinteraksi antara sesama lansia dengan nilai X2hitung >X2tabel (8,849> 3,841) dengan nilai