cover
Contact Name
Aluddin
Contact Email
aluddin2222@gmail.com
Phone
+6285341982221
Journal Mail Official
jurnalterapeutik@gmail.com
Editorial Address
Jl. AH. Nasution No. G87 anduonohu, Kota kendari
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Terapeutik jurnal
ISSN : 23561653     EISSN : 2746749X     DOI : -
Core Subject : Health,
Terapeutik Jurnal merupakan jurnal yang memuat hasil-hasil penelitian maupun naskah konsep dalam bidang ilmu keperawatan dan kedokteran komunitas.
Articles 49 Documents
Analisis Keluhan Psikologis, Somatovegetatif, Pada Wanita Menopause Di Wilayah RW.02 Kelurahan Kassilampe Abdul Syukur Bau
TERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas Vol 3 No 02 (2017): Terapeutik Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas
Publisher : LPPM STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis Keluhan Psikologis, Somatovegetatif, Pada Wanita Monopouse Di Wilayah Rw.02 Kelurahan Kasilampe Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2017”. Menopause dikenal sebagai akhir siklus haid pada wanita secara alami, keluhan menopause seperti keluhan fisik, psikologi dan seksual akan dialami wanita yang mengalami menopause. Penelitian ini bertujuan untuk mengetaui keluhan yang terjadi pada wanita menopause ( keluhan somato – vegetatif,dan keluhan psikologi . Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita menopause sebanyak 70 orang, teknik purposive sampling, hasil penelitian menggambarkan Keluhan somato vegetatif diperoleh sebanyak 18 orang (51.42%) dengan tingkat keluhan ringan, dan yang paling sedikit yaitu 0 orang (0%) dengan tingkat keluhan sangat berat. Keluhan psikologi sebanyak 23 orang (65.71%) dengan tingkat keluhan ringan, dan yang paling sedikit yaitu sebanyak 0 orang (0%) dengan tingkat keluhan tidak ada, berat dan sangat berat. Berdasarkan hasil tersebut agar lebih ditingkatkan sosialisasi mengenai kesehatan pada umumnya dan mengenai kesehatan alat reproduksi / masalah menopause khususnya kepada para wanita usia menopause dan gaya hidup sehat yang dapat diterapkan untuk mengurangi masalah dan keluhan – keluhan pada mereka, baik melalui konseling ataupun penyuluhan. Abstract Analysis of Psychological Complaints, Somatovegetatif, In Monopouse Women In Region Rw.02 Kasilampe Urban Village Southeast Sulawesi Year 2017 ". Menopause known as the end of the menstrual cycle in women naturally, menopause complaints such as physical, psychological and sexual complaints will be experienced by women who experience menopause. The aim of this research is to know the complaints of menopausal women (somato-vegetative complaints, and psychological complaints.This study used is descriptive.The population in this study were all menopausal women as many as 70 people, purposive sampling technique, the results of the study describe somato vegetative complaints were obtained as many as 18 people (51.42%) with mild complaints level, and the least 0 people (0%) with very severe complaint rate.Physical complaints were 23 people (65.71%) with mild complaints, and the least 0 people (0%) with no complaints level, severe and very severe Based on these results to be further enhanced socialization about health in general and on reproductive health / menopause problem especially to women of menopausal age and healthy lifestyle that can be applied to reduce the problems and complaints on them, good me through counseling or counseling.
Hubungan Tugas Peran dan Fungsi Keluarga dengan Kemandirian Lansia Dalam Pemenuhan Aktivitas Sehari-hari di Kelurahan Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari Tahun 2016 Narmi Narmi; Sri Asriani Sarwin
TERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas Vol 3 No 02 (2017): Terapeutik Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas
Publisher : LPPM STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2007, Beberapa wilayah di Indonesia akan mengalami ledakan jumlah penduduk lansia pada tahun 2010 hingga tahun 2020. Jumlah lansia diperkirakan naik 11,34% dari jumlah penduduk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui hubungan tugas peran dan fungsi keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari di kelurahan lapulu kecamatan abeli kota kendari 2016. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kolerasi observasi. Penelitian ini di laksanakan di Kelurahan Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari. Jumlah responden 34 dari 226 lanjut usia, di ambil dengan metode Purposive Sampling. Data di olah secara univariat, analisa bivariat dengan Chi-squere di olah dalam bentuk cross tab dengan alpha 0,05. Pengolahan data dengan menggunakan peangkat computer program SPSS versi 20.0. Hasil uji Chi-square di dapatkan nilai probabilitas lebih kecil dari α = 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa: (1) ada hubungan tugas keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari di Kelurahan Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari. (2) ada hubungan peran keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari di Kelurahan Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari. (3) ada hubungan fungsi keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari di Kelurahan Lapulu Kecamatan abeli Kota Kendari. Abstract Based on data from the Central Statistics Agency (BPS) in 2007, Several areas in Indonesia will experience the explosion of the elderly population in the years 2010 to 2020. The number of elderly is expected to rise 11.34% of the total population of Indonesia. This study aimed to Know the role and function assignment relationship with the independence of elderly families in fulfilling their daily activities in the village Lapulu Abeli ​​city districts kendari 2016. This study uses this type of research correlates observation. The research was carried on in the Village Lapulu Abeli ​​District of Kendari. The number of respondents 34 of 226 elderly, was taken with purposive sampling method. Data in though univariate, bivariate analysis by chi-squere on though in the form of a cross tab with alpha of 0.05. Peangkat data processing using the computer program SPSS version 20.0. Chi-square test results in getting smaller probability value of α = 0.05. It concluded that: (1) there is a connection with the independence of elderly family duties in fulfillment of daily activities in the Village Lapulu Abeli ​​District of Kendari. (2) there is a connection with the independence of elderly family role in fulfilling the daily activities in the Village Lapulu Abeli ​​District of Kendari. (3) No correlation function with the independence of elderly families in fulfilling their daily activities in the Village Lapulu Abeli ​​District of Kendari.
Kualitas Pelayanan Kesehatan Di Rsud Kabupaten Wakatobi Tahun 2015 Aluddin Aluddin
TERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas Vol 3 No 02 (2017): Terapeutik Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas
Publisher : LPPM STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan yang bermutu merupakan salah satu kebutuhan dasar yang diperlukan setiap orang sehingga pelayanan kesehatan harus dikelola secara profesional melalui perubahan paradigma dan strategi pengolahan yaitu bagaimana menciptakan kepuasan bagi konsumen dan juga peningkatan mutu berkelanjutan, serta tata cara penyelenggaraan kesehatan yang sesuai kode etik dan standar pelayanan profesional yang telah ditetapkan sehingga pelayanan kesehatan yang diberikan haruslah dapat memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen dengan tepat, cepat, profesional, sehingga tidak terjadi kesenjangan antara harapan dan tuntutan terhadap pelayanan yang diharapkan. Kualitas pelayanan lebih terkait pada kelancaran komunikasi antara pasien dengan petugas. Menurut Parasuraman dalam Fandy (2011) mengatakan bahwa ada 5 dimensi yang digunakan oleh pelanggan dalam menilai suatu mutu pelayanan yaitu kehandalan (Reliability), penampilan fisik (Tangible), ketanggapan (Responsiveness), kepastian (Assurance) dan kemampupahaman (Empathy). Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Kabupaten Wakatobi. Tujuan Khususnya adalah mengetahui kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Kabupaten Wakatobi ditinjau dari segi kehandalan,ketanggapan,komunikasi,rasa percaya dan kemampupahaman. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional study.Tekhnik pengambilan sampel secara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh kehandalan, ketanggapan,komunikasi,rasa percaya,dan kemampupahaman terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Kabupaten wakatobi sehingga disarankan perlu upaya peningkatan keterampilan dari pemberi pelayanan kesehatan khususnya paramedis yang bertugas di ruang rawat jalan penyakit dalam RSUD Kabupaten Wakatobi. Abstract Quality health services is one of the basic necessities required for each person so that health services should be managed professionally through a paradigm shift and processing strategies: how to create satisfaction for consumers as well as continuous quality improvement, as well as the procedure for the organization of health according to the code of ethics and standards of service professionals who have been assigned so that health services provided must be able to meet the needs and expectations of consumers with precise, fast, professional, so there is no gap between the expectations and demands of the service expected. Quality of service is more relevant to the smooth communication between the patients with officers. According to Parasuraman in Fandy (2011) says that there are five dimensions that are used by customers in evaluating a quality of service which the reliability, tangible, responsiveness, Assurance and Empathy. General purpose from This research is know the quality of health care in hospitals Wakatobi. In particular goal was to determine the quality of health care in hospitals Wakatobi in terms of reliability, responsiveness, communication, trust and emphaty. This type of research is descriptive with cross sectional approach study.Technique sampling is total sampling. Results showed no effect of reliability, responsiveness, communication, trust, and emphaty to health services in hospitals district suggested wakatobi so necessary efforts to improve the skills of health care providers, especially paramedics on duty in the hospital outpatient disease in Wakatobi.
Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Dukungan Keluarga Terhadap Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Wangi-Wangi Selatan Kelurahan Mandati 1 Kabupaten Wakatobi Herman Herman
TERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas Vol 3 No 02 (2017): Terapeutik Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas
Publisher : LPPM STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi merupakan upaya pencegahan primer yang efektif untuk mencegah terjangkitnya penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi. Program Pengembangan Imunisasi (PPI) telah dicanangkan oleh WHO sejak tahun 1974 dengan tujuh penyakit target yaitu difteri, tetanus, pertusis, polio, campak, tuberkulosis, dan hepatitis B. Lebih dari 12 juta anak berusia kurang dari 5 tahun meninggal setiap tahun. Sekitar 2 juta disebabkan oleh penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Serangan penyakit tersebut akibat status imunisasi dasar yang tidak lengkap pada sekitar 20% anak sebelum ulang tahun yang pertama. Berdasarkan data Puskemas Wangi – Wangi Selatan pada tahun 2014 yang mendapatkan imunisasi lengkap sebanyak (63,44%) dan tidak lengkap sebanyak (46,65%), untuk tahun 2015 yang mendapatkan imunisasi lengkap sebanyak (80%) dan tidak lengkap sebanyak (20%). Dan pada tahun 2016 yang mendapatkan imunisasi lengkap sebanyak (94%) dan tidak lengkap (6%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga terhadap pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi. Jenis penelitian adalah observasional dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 59 ibu yang mempunyai bayi 0-12 bulan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah secara total sampling sampel. Metode analisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian imunisasi dasar mempunyai hubungan dengan pengetahuan dengan nilai p = 0,006, sikap dengan nilai p = 0,006, dan dukungan keluarga dengan nilai p = 0,001. Disarankan kepada ibu agar memberikan imunisasi dasar lengkap kepada anak, agar terhindar dari berbagai penyakit yang dapat diderita oleh anak. Disamping itu, juga diharapkan agar penyuluhan kesehatan tentang imunisasi terus ditingkatkan oleh petugas kesehatan sehingga ibu termotivasi untuk memberikan imunisasi kepada anaknya. Abstract Immunization is an effective primary preventive measure to prevent infectious diseases that can be prevented by immunization. The Immunization Development Program (PPI) has been proclaimed by the WHO since 1974 with seven target diseases: diphtheria, tetanus, pertussis, polio, measles, tuberculosis and hepatitis B. More than 12 million children younger than 5 die every year. About 2 million are caused by diseases that can be prevented by immunization. The disease attacks are due to an incomplete basic immunization status in about 20% of children before the first birthday. Based on data of Wangi - Wangi Selatan Puskemas in 2014 that get complete immunization as much as (63,44%) and not complete as much (46,65%), for year 2015 that get complete immunization as much (80%) and incomplete as much (20 %). And in the year 2016 that get complete immunization as much (94%) and incomplete (6%). The purpose of this study was to determine the relationship of knowledge, attitude and family support to the provision of complete basic immunization in infants. The type of research is observational with cross-sectional design. The population in this study amounted to 59 mothers who have babies 0-12 months. Sampling in this study is the total sampling samples. The analysis method used chi-square test. The results of this study indicate that the provision of basic immunization has a relationship with knowledge with p value = 0.006, attitude with value p = 0,006, and family support with value p = 0,001. It is suggested to the mother to provide complete basic immunization to the child, to avoid the various diseases that can be suffered by the child. In addition, it is also hoped that health counseling about immunization will be continuously improved by health officer so that the mother is motivated to give immunization to their child.
Faktor Yang Menghambat Kunjungan Lanjut Usia Berkunjung Ke Pos Pelayanan Terpadu Di Wilayah Kerja Puskesmas Balocci Tahun 2011 Ketut Rasmiati
TERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas Vol 3 No 02 (2017): Terapeutik Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas
Publisher : LPPM STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

latar Belakang:Jumlah penduduk lanjut usia (lansia) diperkirakan akan terus mengalami peningkatan sehingga pemerintah merumuskan posyandu lansia sebagai salah satuwadah untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia. Akan tetapi pada studi pendahuluan yang dilakukan di lokasi penelitian data menunjukkan bahwa kunjungan lansia keposyandu terus mengalami penurunan. Metode:Penelitian ini dilakukan dengan desain kualitatif pendekatan studi fenomenologi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (in-depth interview) dengan jumlah 10 informan yang dipilih dengan purposive sampling (3 orang dari petugasposiandu dan 7 orang dari lansia yang terdaftar di kelurahan tersebut). Hasil:satu tema dihasilkan yang disusun berdasarkan beberapa kategori. Tema tersebut yaitu bersumber dari diri lansia dengan empat kategori yaitu persepsi lansia tentang posyandu, kondisi kesehatan, sifat lansia, aktivitas lain lansia. Kesimpulan:secara keseluruhan, ada beberapa hal yang menghambat kunjungan lansia ke posyandu lansia yang bersumber dari diri pribadi lansia seperti persepsi lansia tentang posyandulansia. Sehingga disarankan bagi pihak Puskesmas untuk meluruskan pemahaman lansia tentang posyandu melalui penyuluhan tentang posyandu lansia dan meningkatkan sosialisasi kemasyarakat tentang posyandu lansia.
Tinjauan Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Iibu Dalam Menstimulasi Perkembangan Bayi Usia 0 – 12 Bulan di Kelurahan Anduonohu Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari Waode Syahrani Hajri
TERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas Vol 3 No 02 (2017): Terapeutik Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas
Publisher : LPPM STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang :Gangguan perkembangan di masa anak-anak berpotensi terjadi pada tiap tahapan perkembangan anak. Stimulasi perkembangan sedini mungkin dibutuhkan untuk dapat mencegah terhadap kemungkinan gangguan perkembangan anak. Orang tua memiliki peran penting dalam optimalisasi perkembangan anak. Mengingat pentingnya peran stimulasi oleh orang tua terhadap perkembangan anak, maka maka pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu tentang stimulasi perkembangan anak sangat diperlukan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan tindakan Ibu dalam menstimulasi bayi usia 0-12 bulan di keluarahan Andounohu wilayah kerja Puskesmas Poasia Kendari. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif. Ukuran sampel minimal 38 Ibu, dimana sampel diperoleh secara purposive sampling. Kuesiner pengetahuan dengan pertanyaan pilihan tunggal, kuesioner sikap dengan skala likert dan kuesioner tindakan dengan skala guttman yang masing-masing terdiri dari 10 pertanyaan digunakan dalam penelitian ini. Hasil : Karakteristik responden dalam penelitian menunjukan mayoritas Ibu berusia antara <12 – 25 tahun, berpendidikan SMP dan tidak bekerja. Temuan dalam penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan, sikap, maupun tindakan ibu dalam menstimulasi bayi usia 0 – 12 bulan terkategori kurang dengan persentasi masing-masing 57,9%; 52,6%; dan 60,5%. Saran: Diharapkan hasil penelitian dapat dijadikan pertimbangan untuk memaksimalkan edukasi atau promosi kesehatan tentang stimulasi bayi sedini mungkin. Kata Kunci : Abstract Background :Gangguan perkembangan di masa anak-anak berpotensi terjadi pada tiap tahapan perkembangan anak. Stimulasi perkembangan sedini mungkin dibutuhkan untuk dapat mencegah terhadap kemungkinan gangguan perkembangan anak. Orang tua memiliki peran penting dalam optimalisasi perkembangan anak. Mengingat pentingnya peran stimulasi oleh orang tua terhadap perkembangan anak, maka maka pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu tentang stimulasi perkembangan anak sangat diperlukan. Purpose: The purpose of this study was to examine and analyse mother’s knowledge, attitudes, and practice in stimulazing her child aged 0-12 months in Andounohu, the working area of Puskesmas Poasia Kendari. Method: This study used descriptive kuatitative desaign. There were 38 minimum of sampling based on the formula that was used in this study. Sample selection was taken by purposive sampling. Knowledge questionaire with single choice, attitudes questionaire with Likert scale and practice questionaire with Guttman scale consisted of 10 questions respectively were applied in this study. Result : Characteristics of respondents in the study showed the majority of mothers aged between <12-25 years old, junior-educated and the mother was not working. The findings in this study also showed that knowledge, attitude, and practice of mother in stimulating her children aged 0 - 12 months were categorized less with percentage respectively 57,9%; 52.6%; and 60.5%. Suggestion: It is expected that the results of this study can be taken into consideration to maximize education or health promotion about children stimulation as early as possible Keywords : Knowledge, attitudes, practice, development stimulation, children.
Analisis Perbandingan Penyuluhan Kesehatan Metode Ceramah Dengan Audio Visual Terhadap Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi (Puberitas) Pada Siswa(I) Di MTSN 5 Muna Osrin Wahyuni
TERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas Vol 3 No 02 (2017): Terapeutik Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas
Publisher : LPPM STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan reproduksi sama halnya dengan kesehatan pada umumnya adalah hak setiap manusia. Untuk mampu mencapainya diperlukan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi yang benar dan komprehensif. Pengetahuan tersebut didapatkan melalui berbagai sarana, salah satunya adalah pendidikan. Pendidikan merupakan cara yang paling penting dan efektif untuk memperoleh pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan melihat perbedaan pengaruh penyuluhan kesehatan menggunakan metode ceramah dan audio visual pada tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi (Puberitas) pada siswa MTsN 5 Muna. Studi ini menggunakan jenis penelitian quasy eksperimen. Dalam rancangan ini digunakan menjadi dua kelompok yaitu kelompok ceramah dan kelompok audio visual dengan jumlah sampel 60 resonden yang dbagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok ceramah sebanyak 30 responden dan kelompok audio visual 30 responden. Teknik sampel dalam penelitian ini adalah system random sampling, perlakuan dilakukan satu waktu. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji T Independen. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna antara peningkatan pengetahuan Puberitas siswa (selisih skor pegetahuan kesehatan Puberitas setelah intervensi penyuluhan kesehatan) pada kelompok siswa yang mendapatkan intervensi penyuluhan kesehatan reproduksi dengan metode ceramah dan media audio visual (Pvalue = 0,000). Rata-rata selisih skor pengetahuan kesehatan Puberitas setelah dilaksanakan penyuluhan kesehatan reproduksi dengan metode cermah adalah 13,10. Sedangkan pada kelompok audio visual rata-rata selisih skor pengetahuan kesehatan Puberitas setelah penyuluhan adalah 15,77. Dengan demikian ada perbedaan rata-rata selisih skor pengetahuan kesehatan Puberitas di antara keduanya walaupun hanya sebesar 2,67. Abstract Reproductive health as well as health in general is the right of every human being. To be able to achieve the required knowledge of reproductive health is correct and comprehensive. Knowledge is obtained through various means, one of which is education. Education is the most important and effective way to gain knowledge about reproductive health. This study aims to examine the differences of health education influence using lecture and audio visual methods on reproductive health level (Puberitas) on MTsN 5 Muna students. This study uses a type of quasy experimental research. In this design is used into two groups namely lecture groups and audio visual groups with a sample of 60 resondents are divided into two groups, namely lecture group as much as 30 respondents and audio visual groups 30 respondents. Sample technique in this research is system random sampling, treatment done one time. Data analysis included univariate and bivariate analysis using Independent T test. Based on the result of the research indicate that there is a significant difference between the increase of the students' knowledge of Puberitas (difference of Health Knowledge score after health intervention intervention) in the group of students who get reproductive health counseling intervention using lecture method and audio visual media (Pvalue = 0,000). The average score of Public Health knowledge scores after the reproduction health training with the method of correction is 13.10. While in the group of visual averages the difference of Public Health knowledge score after extension is 15,77. Thus there is a difference in the average difference between the public health knowledge score between the two, although only 2.67.
Hubungan Antara Verbal Abuse Orang Tua Dengan Perilaku Agresif Pada Remaja Di Smpn 1 Kulisusu Utara Mien Mien
TERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas Vol 3 No 02 (2017): Terapeutik Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas
Publisher : LPPM STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku agresif merupakan tindakan yang dilakukan untuk menyakiti atau melukai seseorang, dan merupakan suatu luapan emosi sebagai reaksi terhadap kegagalan individu yang ditunjukkan dengan perilaku menciderai orang lain atau pengrusakan benda dengan unsur kesengajaann dalam bentuk kata-kata (verbal) maupun perilaku (non verbal). banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa tindakannya dalam sehari-hari seperti mengicilkan atau mempermalukan anak, mencela anak dan berperilaku dingin terhadap anak merupakan bentuk kekerasan terhadap anak yang dapat menyebabkan anak merasa tidak disayang dan tidak dihargai hal ini yang menyebabkan anak-anak dapat berperilaku agresif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara verbal abuse orang tua dengan perilaku agresif pada remaja di SMPN 1 Kulisusu Utara Tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII dan kelas VIII yang berusia 12-14 tahun SMPN 1 Kulisusu Utara yang berperilaku agresif di sekolah sepanjang tahun 2016 hingga 2017 dimana jumlah sampel sebanyak 43 orang yang diperoleh menggunakan tehnik total sampling. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Analisis Fisher Exact. Hasil analisis Fisher Exact menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara verbal abuse orang tua dengan perilaku agresif remaja dengan nilai p value 0,001 < α 0,05. Simpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara verbal abuse orang tua dengan perilaku agresif pada remaja di SMPN 1 Kulisusu Utara Tahun 2017. Abstract Aggressive behavior is an act done to harm or injure a person, and is an outpouring of emotion as a reaction to an individual's failure which is indicated by the behavior of injuring another person or the destruction of the object with intentional elements in verbal or nonverbal form. many parents are unaware that their daily actions such as installing or embarrassing children, child abuse and cold behavior toward children are a form of child abuse that can cause children to feel unloved and unappreciated in this way that can cause children to behave aggressively . The purpose of this study was to determine the relationship between verbal abuse of parents with aggressive behavior in adolescents at SMPN 1 Kulisusu Utara. Type of research used is descriptive analytic method with cross sectional approach. The sample in this study are students of class VII and class VIII aged 12-14 years old SMPN 1 Kulisusu North who behave aggressively in schools throughout the year 2016 to 2017 where the number of samples of 43 people obtained using total sampling techniques. Data analysis used in this research is by using Fisher Exact Analysis. Fisher Exact analysis results show that there is a significant relationship between verbal abuse of parents with aggressive behavior of adolescents with p value 0.001 <α 0.05. Conclusion in this study is there is a relationship between verbal abuse of parents with aggressive behavior in adolescents at SMPN 1 Kulisusu Utara.
Latihan Asertif terhadap Depresi Caregiver Pasien Penyakit Jantung Fitri Wijayati
TERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas Vol 3 No 02 (2017): Terapeutik Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas
Publisher : LPPM STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depression often found in caregiver of patient with heart disease. The purpose of this reesearch was to investigate the influence of assertiveness training on depressed condition of patient heart disease’s caregivers. This is a pre-post with nonequivalent control group study, and there were 70 subjects participated with consecutive technique (35 in experimental groups; 35 in comparison group). Data collected before and after therapy by using Zung Self-rating Depression Scale. Anova and Samples t-test were used to analyze the data. There is a significant decrease on depression scores after assertiveness training (p value < 0,05). Caregivers would have benefit of mental health improvement, and this psychotherapy could be provided as a reference to overcome depression of caregiver who taking care of patient with heart disease.
Pemanfaatan Posyandu Lansia Ketut Rasmiati
TERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas Vol 4 No 02 (2018): Terapeutik Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas
Publisher : LPPM STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction:Posyandu lansia adalah salah satu fasilitas kesehatan yang disediakan pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hal-hal yang mendukung pemanfaatan posyandu lansia. Methode:Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif studi fenomenologi dengan wawancara mendalam (in-depth interview). Jumlah 10 informan yang dipilih dengan purposive samplingterdiri dari 3 informan dari petugasposiandu dan 7 orang dari lansia. Result:ada dua tema yang dihasilkan yaitu tema: tanggung jawab petugas yang terdiri dari dua kategori yaitu memberi informasi untuk mengingatkan lansia dan meningkatkan pelayanan. Tema kedua yaitu ketertarikan lansia yang terdiri dari empat kategori yaitu gangguan kesehatan, jarak posyandu, bentuk pelayanan posyandu, sikap petugas. Conclusions:pemanfaatkan posyandu lansia sudah menjadi tanggung jawab semua pihak khususnya petugas posyandu dan lansia itu sendiri. Dapat disimpulkan bahwa ada beberapa hal yang dilakukan petugas agar lansia dapat memanfaatkan fasilitas posyandu yang ada. Dalam pemanfaatan posyandu lansiadipengaruhi beberapa hal seperti: kondisi kesehatan lansia yang sedang kurang baik, jarak posyandu, berbagai jenis pelayanan posyandu, sikap baik petugas. Sehingga dapat disarankan agar pihak puskesmas terus melakukan upaya dan mengembangkan strategi agar lansia tetap memanfaatkan fasilitas posyandu yang telah disediakan dengan tujuan kesehatan dan kesejahteraan lansia.