cover
Contact Name
Nita Yunianti Ratnasari
Contact Email
jurnal.keperawatangsh@gmail.com
Phone
+6281326263300
Journal Mail Official
jurnal.keperawatangsh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tentara Pelajar No. 01 Giriwono Wonogiri 57613 Jawa Tengah
Location
Kab. wonogiri,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan GSH
ISSN : 20882734     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal KEPERAWATAN GSH memiliki tujuan untuk mempublikasikan artikel hasil penelitian pada masalah kesehatan dan keperawatan.
Articles 198 Documents
EFEKTIVITAS MANAJEMEN NYERI DENGAN GUIDED IMAGERY RELAXATION PADA PASIEN CEDERA KEPALA DI RSUD DR. SOEDIRAN MANGUN SUMARSO WONOGIRI Handono, Nugroho Priyo
Jurnal AKPER GSH Vol 7, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT TUBERCULOSIS PARU Sarifah, Siti; Andriyani, Norma
Jurnal AKPER GSH Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis    paru merupakan penyakit menular yang belum berhasil diberantas dan telah menginfeksi  sepertiga penduduk dunia. Angka pengidap penyakit tuberkulosis paru di kota surakarta terhitung masih tinggi, pada akhir tahun 2013 Dinas Kesehatan Kota Surakarta mencatat ada 615 warga yang mengidap penyakit menular tersebut, dan sekitar 30 % diantaranya merupakan temuan baru. Data dari studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Banyuanyar didapatkan penemuan penderita pada bulan Oktober 2013 di wilayah Sumber sebanyak 10 kasus.  Tujuan :untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang penyakit tuberculosis paru di wilayah Sumber RT 02 RW XIV Banjarsari Surakarta. Metode Penelitian :Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling, dan jumlah yang digunakan sebanyak 82 responden. Instrumen penelitian dengan kuisioner, data yang telah diperoleh diolah menggunakan SPSS 16, dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.. Hasil  :Tingkat pengetahuan masyarakat di wilayah Sumber RT 02 /RW XIV Banjarsari Surakarta dalam kategori baik dengan prosentase 45,1. Kesimpulan : tingkat pengetahuan masyarakat tentang tuberkulosis dalam kategori baik. Kata kunci :tingkat pengetahuan, masyarakat, tuberkulosis
HEALTH EDUCATION IN PREGNANT WOMEN WITH THE RISK OF CHRONIC ENERGY DEFICIENCY Husna, Putri Halimu; Arum, Dewi Sekar
Jurnal AKPER GSH Vol 9, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: According to the World Health Organization (WHO) Mother's death is still quite high, every day around the world about 808 women die from complications in pregnancy or childbirth. According to WHO, 40% of maternal deaths in developing countries are caused by CED and anemia during pregnancy. Chronic energy deficiency (CED) is a condition where the mother suffers from chronic food shortages (chronic) resulting in the occurrence of health problems in the mother. Pregnant women who have CED five times more risk to give birth to babies with low birth weight (LBW). To know pregnant women have CED or not, measurement were madeof mid-upper arm circumference (MUAC).Purpose: The purpose of this study was to determine the nutritional status of pregnant women who experience the risk of KEK before and after providing health education in Tunggul Giriwono Village, Wonogiri in 2018.Method: This research used a qualitative research with case study research approach.. The population were 16 pregnant women in Tunggul Village, Giriwono Wonogiri Village. In this study researchers took 3 samples of pregnant women multigravida trimester II. Data collection by using interview, observation, measurement of MUAC to know pregnant women have CED risk.Results: The data obtained from measurement of MUAC before health education are informan 1 with MUAC of 22.5 cm, informan II is 23.5 cm and informan III is 22.0 cm. Measurement of MUAC 2 months after health education, the results obtained were MUAC informan I was 24.5 cm MUAC, informan II was 25 cm and MUAC informan III was 24 cm.Conclusion: The results of this study indicate an increase in the nutritional status of pregnant women who experience the risk of CED before and after the provision of health education. The CED prevention program for pregnant women should be carried out well, especially in providing additional food during pregnancy classes and routine MUAC examinations.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN EKONOMI TERHADAP PEMILIHAN KONTRASEPSI IUD PADA WUS DI DESA BULUSULUR WONOGIRI Kristiningtyas, Y. Wahyunti; Triwahyuniastuti, Triwahyuniastuti
Jurnal AKPER GSH Vol 7, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Family planning is an effort to regulate population. Family planning is the use of fertilization regulating methods to help a person or family achieve certain goals. The purpose referred to here is an arrangement of pregnancy deliberately by the family and for the welfare of the family. To achieve the success of family planning services, it is necessary to be supported by the community as supporters of the family planning movement by actively participating as family planning participants or family planning acceptors. There are many factors that influence the choice of contraception, including partner factors, health factors, contraceptive method factors, education level, knowledge, family welfare, religion, and support from husband / wife. These factors will also influence the success of the family planning program. This is because each method or method of contraception chosen has different effectiveness. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and economy on the choice of IUD contraception in Bulusulur Village, Wonogiri District, Wonogiri Regency. This type of research is an analytic survey with a cross sectional approach. The population in this study were all women of childbearing age in RW 09 Bulusari, Bulusulur Wonogiri as many as 91 people. The sample in this study were all women of childbearing age in RW 09 Bulusari, Bulusulur Wonogiri as many as 91 people. The instrument used in this study was a questionnaire to measure the level of knowledge and economy of WUS about the IUD. The data analysis used was univariate analysis to determine the frequency distribution of each variable and bivariate analysis using the Chi Square test to determine the relationship between the independent variable and the dependent variable. The results showed that most (54.9%) women of childbearing age in RW 09 Bulusulur Wonogiri had good knowledge and 50.5% had high economic status. The results of the analysis show that there is a significant relationship between knowledge and IUD contraceptive selection (p value = 0.001) <0.05 and there is a significant relationship between economy and IUD contraceptive selection (p value = 0.001) <0.05 in women of reproductive age in RW 09 Bulusulur Village Wonogiri.
EFEKTIVITAS SUCTION TERHADAP UPAYA PEMBEBASAN JALAN NAPAS PADA PASIEN CEDERA KEPALA DI RSUD DR SOEDIRAN MANGUN SUMARSO WONOGIRI Purwandari, Kristiana Puji
Jurnal AKPER GSH Vol 6, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GAMBARAN PENGETAHUAN KLIEN HIPERTENSI TENTANG PENCEGAHAN KOMPLIKASI HIPERTENSI DI DESA NAMBANGAN KECAMATAN SELOGIRI. KABUPATEN WONOGIRI Purwandari, Kristiana Puji; Nugroho, Yohanes Wahyu
Jurnal AKPER GSH Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian nomor satu karena komplikasi yang di timbulkannya. Komplikasi yang ditimbulkan tergantung pembuluh darah yang mengalami kerusakan/sumbatan akibat tekanan yang terlalu tinggi. Kasus hipertensi juga semakin sering dijumpai di masyarakat,hasil pendataan kesehatan dari bulan januari sampai Desember 2015 di desa Nambangan kecamatan selogiri kabupaten Wonogiri dari 6.043 jiwa terdapat lima penyakit yang dijumpai, yaitu hipertensi 60 orang, stroke 16 orang, Diabetes Melitus 16 orang, Tubercolosis 9 orang dan Asma 5 orang. Dari lima penyakit yang dijumpai maka hipertensi menduduki penyakit yang tertinggi.  Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan klien hipertensi tentang pencegahan komplikasi hipertensi di desa Nambangan kecamatan Selogiri. Kabupaten Wonogiri. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif, dimana Lokasi penelitian di desa Nambangan kecamatan Selogiri  kabupaten Wonogiri pada bulan Oktober s.d November 2015. Populasi pada penelitian ini adalah penduduk  yang mengalami hipertensi di Desa Nambangan Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri sejumlah 60 orang. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling, yaitu cara pengambilan sampel dengan mengambil kasus atau responden yang kebetulan ada atau tersedia di suatu tempat sesuai dengan konteks penelitian yang diperkirakan dapat mewakili populasi tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan klien hipertensi tentang pencegahan komplikasi hipertensi di desa Nambangan Kecamatan Selogiri kabupaten Wonogiri   didapatkan  hasil yang terbanyak berada pada kategori pengetahuan cukup yaitu sebanyak 28 responden (54%). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Taukhit (2007) tentang pencegahan komplikasi pada penderita hipertensi yaitu tingkat pengetahuan dari 89 responden tercatat cukup sebanyak 52 responden (58,4%). Simpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar dari responden klien hipertensi memiliki pengetahuan cukup yaitu sebanyak 28 responden (54%), Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan untuk melakukan penelitian berikutnya dan dalam penelitian selanjutnya dapat dilakukan penambahan variable independen dan sampel yang lebih banyak lagi, sehingga mendapatka nhasil penelitian yang lebih akurat. Kata kunci : Pengetahuan, Pencegahan Komplikasi, Hipertensi
EFEKTIVITAS TERAPI MENGGAMBAR DAN MEWARNAI BERKELOMPOK TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK RETARDASI MENTAL Ambarwati, Retno; Yuliantika, Rita
Jurnal AKPER GSH Vol 9, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retardasi mental adalah ketidakmampuan yang ditandai dengan fungsi intelektual berada dibawah rata-rata (IQ < 70) dan rendahnya kemampuan diri dalam beradaptasi sosial dengan lingkungan disekitarnya. Maka dari itu untuk melatih kemampuan bersosialisasi anak retardasi mntal digunakan teknik terapi menggambar dan mewarnai berkelompok.Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas terapi menggambar dan mewarnai berkelompok terhadap perkembangan psikososial serta penyesuaian sosial anak retardasi mental.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan model penelitian Studi Kasus. Responden berjumlah 3 orang siswa dengan retardasi mental usia 7-8  tahun di SLB Negeri Wonogiri. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan memberikan terapi menggambar dan mewarnai secara berkelompok untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasi anak retardasi mental. Hasil uji observasi dengan terapi menggambar dan mewarnai secara  berkelompok terhadap peningkatan penyesuaian sosial pada responden 1 meningkat dari 5 indikator  menjadi 8 indikator, responden 2 meningkat dari 4 indikator menjadi 8 indikator, responden 3 meningkat dari 3 indikator menjadi 6 indikator.Degan rata-rata peningkatan indikator penyesuaian sosial naik dari 4 indikator menjadi 7,3.Terapi menggambar dan mewarnai secara berkelompok efektif meningkatkan kemampuan psikososial anak retardasi mental
PERBEDAAN KADAR GLUKOSA PADA MAHASISWA OBESITAS AKPER GSH WONOGIRI 2011-2014 YANG RUTIN BEROLAHRAGA DENGAN TIDAK RUTIN BEROLAHRAGA SELAMA 30 MENIT BEROLAHRAGA Nugroho, Yohanes Wahyu; Purwandari, Kristiana Puji
Jurnal AKPER GSH Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kadar gula darah adalah jumlah glukosa yang  terdapat  didalam darah. Kadar gula ini juga disebut juga kadar gula plasma. Obesitas merupakan penyakit yang multifaktorial, yang terjadi akumulasi jaringan lemak yang berlebihan yang dapat  mengganggu  kesehatan. Peningkatan aktifitas  fisik  merupakan komponen penting dari penurunan kadar gula darah. Dengan adanya masalah tersebut maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan kadar gula darah pada mahasiswa yang obesitas yang berolahraga dengan yang tidak berolahraga.Penelitian   ini   menggunakan   metode   “Analitik”   dengan pendekatan intervensional (eksperimen). Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai bulan oktober 2014 di akper giri satria husada wonogiri, dengan menggunakan teknik purposive sampling, sampel yang digunakan sebanyak 30 orang, yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan dengan meminta responden untuk berolahraga dan diperiksa kadar gula darah, kemudian hasil ditabulasi dan dilakukan pengolahan pada tiap-tiap kadar gula darah yang didapat. Kadar gula darah tersebut kemudian dianalisa, yang hasilnya dihasilkan dalam bentuk  angka, kemudian diinterpretasikan.Setelah dilakukan penelitian didapatkan data dari 30 responden mengenai perbandingan kadar gula darah pada mahasiswa obesitas akper giri satria husada wonogiri  2011 - 2014 yang  rutin berolahraga dengan tidak  berolahraga. Hasil rata-rata kadar gula darah setelah berolahraga pada obesitas yang berolahraga adalah sebesar 120 mg/dl dan kadar gula darah setelah berolahraga pada obesitas yang tidak berolahraga adalah sebesar 124  mg/dl.  Dari penelitian tersebut  dapat  dilihat bahwa terdapat perbedaan kadar gula darah obesitas yang  berolahraga dengan yang tidak berolahraga.Perbedaan tersebut dikarenakan adanya perbedaan dari sistem respiratory cardiovaskular dan ketahanan seseorang pada saat berolahraga. Untuk itu perlu diberikan tambahan materi kepada mahasiswa fakultas kedokteran mengenai olahraga, dan mahasiswa dihimbau agar banyak membaca dan mencari informasi dari berbagai sumber. Kata Kunci : Perbandingan, Kadar gula darah, Obesitas, Olahraga
EFEKTIFITAS MASSAGE PUNGGUNG UNTUK MENGURANGI NYERI KEPALA PADA PENDERITA HIPERTENSI Purwandari, Kristiana Puji
Jurnal AKPER GSH Vol 5, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang Prevalensi Hipertensi di Kabupaten Wonogiri sebesar 49,48%. Salah satu tanda gejala Hipertensi adalah nyeri kepala. Pijat punggung dapat digunakan sebagai terapi non farmakologi untuk Hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pijat punggung untuk mengurangi nyeri kepala pada penderita Hipertensi di Desa Pule Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Populasi penelitian ini adalah warga Desa Pule Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri, dengan sample tiga responden. Instrumen penelitian ini adalah Lembar Observasi (Lembar pengamatan), pengukuran sakala nyeri kepala dengan menggunakan skala numerik NRS, pengukuran tekanan darah menggunakan Sphygmomanometer yang telah dikalibrasi, stetoskop. Hasil penelitian pada tiga responden adalah ketiga responden mengalami penurunan skala nyeri dari berat dan sedang menjadi skala nyeri ringan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi non farmakologis piat punggung efektif untuk menurunkan skala nyeri kepala pada penderita Hipertensi di Desa Pule Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri
EFFECTIVENESS OF HEALTH EDUCATION ABOUT WOUND HEALING PROCESS TO KNOWLEDGE LEVELS IN POST-CIRCUMSITION FAMILY IN SUKOHARJO DISTRICT Husna, Putri Halimu; Widiyanto, Rohmat
Jurnal AKPER GSH Vol 9, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Circumcision was the act of removing penile valve through minor surgery that aims as an action that was religiously recommended and good for health. This study was to determine the effectiveness of health education about wound healing processes on the level of knowledge in post-circumcision families.Objective : Arranging resume of Surgical Medical nursing care in post circumcision families to determine the effectiveness of health education about the wound healing process of the level of knowledge in post circumcision families.Methods : This study used qualitative research with a case study design. The research was conducted at the circumcision house in Sukoharjo February 28, 2019. The population in this study were all post-circumcision families in the circumcision of Sukoharjo as many as 15 people, the sample in this study was taken using inclusion criteria and homogeneity of the sample as many as 3 people. This study used a questionnaire measurement tool.Results : The results of the assessment of all respondents obtained subjective results the majority of respondents never and did not know about post-circumcision wound care, the advantages and disadvantages of not treating circumcised wounds properly. The level of knowledge of the respondents were 50%, 57.14% and 53.57% in the poor category. After 20 minutes of health education, the results of all respondents with a level of knowledge of 71.43% were in the moderate category, 85.7% and 92.86% in the good category.Conclusion: Health education can increase respondents' knowledge about wound healing after circumcision. Suggestions for further research is to measure skills in treating wounds in post-circumcision families after health education.