cover
Contact Name
Nita Yunianti Ratnasari
Contact Email
jurnal.keperawatangsh@gmail.com
Phone
+6281326263300
Journal Mail Official
jurnal.keperawatangsh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tentara Pelajar No. 01 Giriwono Wonogiri 57613 Jawa Tengah
Location
Kab. wonogiri,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan GSH
ISSN : 20882734     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal KEPERAWATAN GSH memiliki tujuan untuk mempublikasikan artikel hasil penelitian pada masalah kesehatan dan keperawatan.
Articles 198 Documents
EFEKTIFITAS PEMBERIAN BUBUK BIJI PEPAYA ( CARICA PAPAYA ) KERING SEBAGAI ANTIHELMINTIK ALAMIAH PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR Ambarwati, Retno; ., Marni
Jurnal AKPER GSH Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang.Penyakit cacingan adalah penyakit yang umum diderita oleh manusia. Sekitar 60 persen orang Indonesia mengalami infeksi cacing. Kelompok umur terbanyak adalah pada usia 5-14 tahun. Angka prevalensi 60 persen itu, 21 persen di antaranya menyerang anak usia SD dan rata-rata kandungan cacing per orang enam ekor. Selain dengan obat kimia , ada cara tradisional yang aman untuk memberantas cacingan , yaitu dengan pemberian biji pepaya (Carica papaya L.) yang telah dikeringkan dan ditumbuk halus. Cara ini dapat dipilih karena selain mudah membuatnya, bahan bakunya juga selalu tersedia.Tujuan Penelitan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas bubuk biji pepaya kering sebagai Antihelmintik alamiah pada anak usia sekolah dasar usia 6 – 12 tahun, yaitu apakah bubuk biji pepaya kering dapat membunuh cacing dan telur cacing yang hidup di usus anak atau tidak.Metode Penelitian.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, dengan desain penelitian kuasi eksperimentaldan sampel diambil secara random sampel . Teknik pengumpulan data melalui: 1) observasi ,2)pemeriksaan laboratorium feces, 3) Studi dokumentasi. Penelitian diawali dengan pemeriksaan laboratorium feses terhadap seluruh siswa SD Keloran I dan Keloran 3, desa Keloran, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wongiri. Sampel penelitian adalah semua anak yang hasil pemeriksaan fesesnya positif mengandung telur cacing . Selanjutnya sampel diberikan bubuk biji pepaya kering sesuai dengan dosis yang telah ditentukan. Pemeriksaan laboratorium terhadap feses responden dilakukan sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan selesai.Hasil Penelitian. Anak yang fesesnya positif mengandung telur Ascaris Lumbricoides  terbanyak yaitu umur 6 – 7 th 6 0rang ( 60 % ), Jenis kelamin terbanyak adalah Perempuan 7 orang ( 70 % ), kelas 1 SD 6 orang ( 60 % ), minum bubuk biji pepaya selama 7 hari sebanyak 6 orang (60 % ). Hasil pemeriksaan feses setelah perlakuan 80 % tidak ditemukan telur cacing dan 20 % ditemukan telur cacing Ascaris Lumbricoides.Hasil akhir penelitian diketahuai bahwa nilai rerata kelompok pre-test sebesar 6,50 dan pos-test sebesar 14,50 dengan Zhitung sebesar -3,559 (pvalue = 0,000 < 0,05), maka ada perbedaan efektifitas pemberian bubuk biji pepaya (carica papaya) kering sebagai antihelmintik alamiah pada anak usia Sekolah Dasar. Kata kunci : biji pepaya(carica papaya) kering, cacingan,Antihelmintik
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN ORANGTUA DI RSUD. dr. SOEDIRAN MANGUN SUMARSO WONOGIRI Nurtanti, Susana
Jurnal AKPER GSH Vol 9, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hospitalisasi adalah salah satu cara untuk menyembuhkan penyakit anak. Hospitalisasi dapat menyebabkan kecemasan bagi anak jika tidak ditanggulangi akan mengganggu dalam pemberian terapi di rumah sakit sehingga proses penyembuhan akan terhambat. Bagi anak hospitalisasi merupakan suatu pengalaman yang mengancam, menakutkan, kesepian dan membingungkan sehingga anak bisa mengalami stress. Stres pada hospitalisasi akan menimbulkan perasaan tidak nyaman baik pada anak maupun keluarga, sehingga diperlukan proses penyesuaian diri untuk mengurangi, meminimalkan stres supaya tidak berkembang menjadi krisis. Tujuan penelitian ini mengetahui gambaran tingkat kecemasan orangtua di RSUD Dr. Sudiran Mangun Sumarso Wonogiri. Metode penelitian menggunakan deskriptif, dengan metode survai, instrument kuesioner, analisa univariate. Tingkat kecemasan yang dialami oleh 40 responden adalah 4 responden (10.0%) mengalami cemas sedang, 20 responden (50.0%) mengalami cemas berat, 16 responden (40.0%) mengalami panik. Kesimpulannya adalah tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi anak di RSUD Dr. Sudiran Mangun Sumarso Wonogiri adalah cemas berat sebanyak 20 responden (50.0%).
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU DENGAN ANAK BALITA TENTANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI KELURAHAN BULAKREJO KABUPATEN SUKOHARJO Trisnowati, Tatik; Lestari, Sri
Jurnal AKPER GSH Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.Penulis melakukan studi pendahuluan dibuktikan dengan dokumentasi  kepada lima ibu-ibu balita, tiga dari ibu  mengatakan bahwa anaknya tidak perlu dimasukkan ke pendidikan anak usia dini karena masih terlalu kecil, dua orang ibu mengatakan bahwa anaknya disekolahkan PAUD anaknya menjadi lebih mudah bergaul dengan teman sebayanya.Jumlah keseluruhan populasi 56 orang dan jumlah keseluruhan sampel yang akan diambil adalah 24 ibu dengan anak balita di PAUD dan 21 ibu dengan anak balita diposyandu. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif  desain survei, dengan pendekatan waktu cross sectional yaitu penelitian yang dilakukan satu kali pengamatan saja.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gambaran pengetahuan ibu dengan anak Balita tentang Pendidikan Anak Usia Dini di Desa Bulakrejo Kabupaten Sukoharjo yaitu : 1. Berpengetahuan baik sebesar 22 %. 2. Berpengetahuan cukup sebesar 62 %. 3. Berpengetahuan kurang sebesar 16 %.  Kata  Kunci : PAUD, Ibu Balita, Pengetahuan 
EFEKTIVITAS PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG SEKS BEBAS TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA Yanti, Eka Fitri; Ratnasari, Nita Yunianti
Jurnal AKPER GSH Vol 5, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENDIDIKAN KESEHATAN INHALASI SEDERHANA TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA DENGAN ASMA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SELOGIRI Ratnasari, Nita Yunianti; Yuliana, Vena
Jurnal AKPER GSH Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asthma is a chronic inflammation of the airways. Chronic airways that have chronic inflammation are hyperresponsive so that when stimulated by certain risk factors, the airway becomes blocked and the air flow is obstructed due to bronchial constriction, mucous congestion, and increased inflammation. Lack of patient and family knowledge can increase the risk of asthma complications. To improve the prevention of complications, health education in simple inhalation therapy is given. The purpose of this study was to determine the effect of health education on simple inhalation therapy on the level of knowledge of families of asthmatics. The method used in this research is descriptive case study which is one type of strategy in qualitative research with a case study research approach (case study). The population in this study was all of the Tandan Village, Kepatihan Village, Selogiri Subdistrict, which are included in the work area of the Selogiri Community Health Center who suffer from asthma. Sample of 3 family respondents with asthma. The action taken was simple inhalation health education. This health education is carried out 1 day for 1 hour. All three family respondents experienced an increase in knowledge as evidenced by the ability to answer the questionnaire before and after being given health education, from the inadequate category (33% - 53%) to the moderately good category (73% -100%). From the case study it was found that the level of respondents' knowledge increased as evidenced by the ability to answer the questionnaire before and after being given health education, from the category of inadequate (33% -53%) to the category of fairly good (73% - 100%). The increase in the level of knowledge is influenced by the level of education, socioeconomic, age, and experience of obtaining previous health education
Pelatihan Pijat Bayi Lestari, Sri
Jurnal AKPER GSH Vol 7, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PENERAPAN PENDIDIKAN SEKSUALITAS PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH (DI TK SBI KROYO, KARANGMALANG, SRAGEN) Ambarwati, Retno; ., Marni
Jurnal AKPER GSH Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah seksual di dalam kehidupan manusia merupakan hal yang paling ingin diketahui, tapi paling sedikit diketahui. Banyak sekali buku-buku yang membahas masalah ini tetapi di dalam pemahaman dan penerapannya tetap saja meninggalkan sesuatu yang sulit dipahami. Permasalahannya,  orang tua dalam hal ini ibu masih sungkan berbicara tentang hal yang berkaitan dengan seksualitas kepada anak-anaknya, menganggap hal itu tabu, dan belum perlu diberikan kepada anak-anak sejak dini. Tujuan umum dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu dengan penerapan pendidikan seksualitas pada anak usia pra sekolah(di TK SBI Kroyo, Karangmalang, Sragen). Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran atau observasi data variabel independen dan dependen hanya satu kali pada satu saat.  Pada penelitian ini populasinya adalah 80 orang ibu yang mempunyai anak usia pra sekolah (3-6 tahun), yang bersekolah di TK Pembina SBI Kroyo, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen. Sedangkan sampel adalah ibu yang mempunyai anak usia pra sekolah (3-6 tahun), yang bersekolah di TK SBI Kroyo, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen.Metode  yang digunakan adalah  Cluster Sampling (Area Sampling). Hasiluji korelasiRank Spearman pada Tabel 4.8 diperoleh nilai korelasi sebesar 0,768 dengan nilai p-value sebesar 0,000. Nilai p-value < 0,05 (signifikansi 5%), maka H1 diterima, artinya ada hubungan signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan penerapan pendidikan seksualitas pada anak usia pra sekolah(di TK SBI Kroyo, Karangmalang, Sragen). Terdapat hubungan dengan arah positif antara tingkat pendidikan ibu dengan penerapan pendidikan seksualitas pada anak usia pra sekolah(di TK SBI Kroyo, Karangmalang, Sragen). Kesimpulan ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan penerapan pendidikan seksualitas pada anak usia pra sekolah(di TK SBI Kroyo, Karangmalang, Sragen) dengan nilai korelasi Rank Spearman adalah sebesar 0,332 (p= 0,010 < 0,05) sehingga H2 diterima, saran bagi orang tua khususnya ibu hendaknya berupaya meningkatkan pengetahuan tentang pendidikan seksual khususnya bagi  anak usia pra sekolah. Kata Kunci : tingkat pendidikan, pengetahuan, pendidikan seksualitas anak usia pra sekolah
HUBUNGAN ANTARA USIA DAN RIWAYAT PENYAKIT IBU DENGAN KEJADIAN BBLR DI RUMAH SAKIT Dr. SOEDIRAN MANGUN SUMARSO WONOGIRI Kristiningtyas, Y. Wahyunti; Aprila, Rani
Jurnal AKPER GSH Vol 9, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low Birth Weight Infants (LBW) are newborns weighing less than 2500 grams. Divided into: preterm babies, namely babies with a gestation period of less than 37 weeks, term babies, namely babies with a gestation period starting from 37-42 weeks, babies over months, namely babies with a gestation period starting from 42 weeks or more Low birth weight can be caused by several factors, including; maternal factors such as illness, maternal age, social conditions, fetal factors such as multiple pregnancy, chromosomal abnormalities and environmental factors such as radiation exposure, exposure to toxic substances. Some of the short-term problems caused by LBW cases are metabolic disorders, immunity disorders, respiratory problems, circulatory disorders and electrolyte fluid disorders. Problems that arise in infants with low birth weight are hypothermia, hyperglycemia, hypoglycemia, jaundice, respiratory disorders, circulatory disorders, indigestion and elimination disorders. The purpose of this study was to determine the relationship between age and history of maternal disease with the incidence of low birth weight at dr. Soediran Mangun Sumarso. This type of research is an analytic survey with a cross sectional approach. The population in this study is the number of mothers giving birth from January to May 2019 as many as 292. The sample in this study was 72 mothers giving birth. The sampling technique used was simple random sampling. The instrument used in this study was a questionnaire. The data analysis used was univariate analysis to determine the frequency distribution of each variable and bivariate analysis using the Chi Square test. The results showed that most mothers (54.2%) had an age between 20 to 35 years. Most (52.8%) mothers had a history of disease. Most (60.5%) history of disease accompanying the mother's pregnancy was anemia. Most of the mothers (51.4%) of their babies did not experience LBW. There was a significant relationship between maternal age and the incidence of LBW (p = 0.002) and there was a significant relationship between maternal disease history and the incidence of LBW at RSUD Dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri (p = 0.004) with OR = 4.615. 
TERAPI PSIKOSPIRITUAL PADA LANSIA DENGAN STROKE Yunianti Ratnasari, Nita
Jurnal AKPER GSH Vol 6, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GAMBARAN STATUS GIZI REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATURETNO Handayani, Sri
Jurnal AKPER GSH Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The nutritional status of adolescents which is determined by their diet will greatly determine whether they can achieve optimal physical growth according to their genetic potential. This research is an analytical survey that aims to see an overview of the nutritional status of young women. This research was conducted in December 2018 in the working area of the Baturetno Health Center. The population of this study were all young women in the working area of Baturetno Health Center. The sample of this study was 700 young women who met the inclusion and exclusion criteria. The results showed that the nutritional status of underweight was 266 or 38%, respondents with normal nutritional status were 335 or 47.9%, respondents with fat nutritional status were 46 or 6.6% and respondents with obesity nutritional status were 53 or 7.6%. .Based on the results of the study, it was found that most of the nutritional status of young women in the working area of Baturetno Health Center was normal nutritional status