Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Edukasi Sistem Informasi (JUST-SI)
Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Edukasi Sistem Informasi (JUST-SI) diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya mulai Juli 2020. JUST-SI menerima naskah berupa hasil riset empiris, tutorial, notulen, dan opini yang berhubungan dengan Sistem Informasi. Ruang lingkup JUST-SI dapat dibagi menjadi tiga cakupan secara umum : 1. Sistem Informasi secara umum. 2. Pendidikan di Sistem Informasi. 3. Integrasi pada Sistem Informasi.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4 No 1 (2023): Agustus"
:
10 Documents
clear
Desain Interaksi Sistem Rekrutmen Pendamping Mahasiswa Disabilitas
Zuhdi, Nabilah Syarifa;
Aknuranda, Ismiarta;
Hikmiah, Ziadatul
Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Edukasi Sistem Informasi Vol 4 No 1 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25126/justsi.v4i2.94
Pusat Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya (PLD UB) mengadakan rekrutmen pada tiap semester untuk mencari pendamping bagi mahasiswa disabilitas di Universitas Brawijaya. Persaingan untuk menjadi pendamping semakin tinggi, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa kandidat tersebut tidak cukup tepat bagi PLD UB agar dapat menjalankan kegiatannya. PLD UB menerapkan beberapa tes tertentu untuk menerima pendamping yang sesuai dengan kriteria karena pendamping harus cukup mampu dalam memahami setiap mahasiswa disabilitas yang akan didampinginya. Untuk mendapatkan pendamping yang sesuai dengan kriteria, maka PLD UB memerlukan sistem rekrutmen yang tepat untuk membantu menyeleksi pendamping. Oleh karena itu, PLD UB bermaksud untuk mengembangkan solusi digital untuk mempermudah dalam melakukan seleksi pendamping, Pada solusi digital tersebut, diperlukan desain interaksi yang baik antara sistem rekrutmen dan penggunanya. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan proses desain interaksi solusi digital menggunakan design thinking dan goal-directed design untuk memecahkan masalah dan menciptakan solusi yang inovatif dengan memahami pengguna serta kebutuhannya. Penelitian dimulai dengan melakukan penggalian data berupa wawancara dan observasi yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan analisis untuk menemukan solusi dari permasalahan yang ada. Solusi tersebut diimplementasikan pada sebuah prototipe berfidelitas tinggi dengan memanfaatkan aplikasi Figma. Hasil rancangan situs web tersebut diujikan kepada 5 responden dengan jumlah 14 tugas untuk setiap responden. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian usability dengan persentase tingkat keberhasilan penyelesaian tugas adalah 97%. Pada hasil SEQ didapatkan rata-rata nilai SEQ sebesar 6,1. Dari hasil wawancara dan observasi ditemukan 20 permasalahan. Permasalahan yang paling banyak ditemukan adalah terdapat tombol yang kurang terlihat dan penamaan menu dan sub-menu yang kurang familiar. Rekomendasi yang diberikan sesuai dengan permasalahan yang ditemukan dan usulan responden adalah 6 rekomendasi yang relevan.
Kapan Evaluasi Sebuah Artefak Sistem Informasi Dianggap Cukup? Perspektif Design Science Research
Inan, Dedi
Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Edukasi Sistem Informasi Vol 4 No 1 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25126/justsi.v4i2.116
Dalam riset pengembangan sistem informasi, hal terpenting dari prosesnya sesungguhnya berada pada tahapan evaluasinya. Hal ini karena evaluasi dimaksudkan untuk (1) mengukur seberapa baik efikasi dan efektivitas keluaran riset terhadap masalah yang ingin diselesaikan (2) melihat seberapa ketat dan tangguh proses pengembangan sistem tersebut, dan (3) menggaransi bahwa artefak sistem informasi yang dihasilkan: model, metod, konstruk atau bahkan yang dituangkan dalam sebuah prototipe, memiliki kontribusi pada domain pengetahuan masalah yang dikemukakan. Untuk bisa mencapai hal ini, sering sekali proses evaluasi perlu dilakukan secara iteratif. Pertanyaan logis yang muncul kemudian adalah, kapan evaluasi itu dianggap cukup? Dalam tulisan ini, penulis memanfaatan metodologi Design Science Research (DSR) dalam bidang Information Systems (IS) untuk menjustifikasi pertanyaan tersebut. Secara alamiah, karena DSR menuntut adanya artefak IS yang dihasilkan sebagai solusi inovatif untuk persoalan yang dikemukakan maka metodologi tersebut dipandang paling representatif dalam konteks ini. Beberapa contoh diberikan untuk memudahkan pemahaman terkait jawaban atas pertanyaan yang dikemukakan.
Pelanggaran Etika Sistem Informasi Dalam Penggunaan Software Bajakan
Jerry;
Vendryan;
Yanto, Agus;
Nasution, Dimas Firmansyah;
Ting, Vincent Vannesse;
Sama, Hendi
Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Edukasi Sistem Informasi Vol 4 No 1 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25126/justsi.v4i2.140
Etika adalah aturan, norma dan juga tata cara yang biasa digunakan manusia untuk dijadikan pedoman dalam melakukan sebuah perbuatan dan tingkah laku. Hal tersebut berpengaruh terhadap teknologi, dimana teknologi dari hari ke hari berkembang semakin canggih, termasuk software. Hal ini membuat rasa keinginan seseorang untuk memiliki software yang lebih bagus meningkat dan akan memicu tindakan yang berbahaya seperti membajak software, maka dari itu dibutuhkan etika di dalam sistem informasi. Metode yang akan digunakan dalam penelitian kali ini adalah tinjauan pustaka naratif, yang akan dilakukan dengan cara seleksi terhadap beberapa literatur dan juga praktek umum di institusi atau pendidikan yang telah mapan, terutama text dan jurnal ilmiah nasional dan internasional yang bereputasi dalam penerapan etik penelitian. Dari hasil tinjauan yang didapatkan, penulis berhasil mengetahui dampak, hukum perundang-undangan yang berlaku, dan solusi mengenai penggunaan software bajakan dalam Etika Teknologi Informasi. Oleh karena itu diharapkan kita dapat mengurangi dan meningkatkan kesadaran sebagai pengguna software dengan menggunakan software yang legal.
Analisis Tingkat Penerimaan Penerapan Aplikasi Pemesanan Dine In Terintegrasi Pembayaran Digital (Studi Kasus : Resto & Cafe Omah Tepi Sawah)
Nugraheni, Miftakhul Fitria;
Ratnawati, Dian Eka;
Nugraha Putra, Widhy Hayuhardhika
Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Edukasi Sistem Informasi Vol 4 No 1 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25126/justsi.v4i1.159
Resto & Cafe Omah Tepi Sawah adalah salah satu bisnis kuliner di Kabupaten Bojonegoro. Restoran ini memiliki permasalahan dalam pemesanan dine in dan pembayarannya, pelayan yang tidak kunjung datang untuk memberikan buku menu dan mencatat pesanan pelanggan karena keadaan restoran yang cukup ramai, serta antrian yang cukup panjang di kasir. Restoran berencana akan menerapkan aplikasi Interactive MyOrder QR Code yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan pelanggan terhadap aplikasi dan mengidentifikasi variabel-variabel yang berpengaruh untuk meningkatkan adopsi aplikasi oleh pelanggan. Pada penelitian ini menggunakan model UTAUT. Teknik pengambilan sampel non-probabilitas yang dipilih adalah purposive sampling. Peneliti ingin memilih sampel yang dapat memberikan informasi yang relevan dan spesifik. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan teknik SEM-PLS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelanggan menerima penerapan aplikasi Interactive MyOrder QR Code dengan dibuktikan adanya variabel ekspektasi kinerja, pengaruh sosial, dan kondisi pendukung yang berpengaruh terhadap niat perilaku menggunakan sistem. Variabel kondisi pendukung memiliki kontribusi yang besar terhadap variabel niat perilaku untuk menggunakan sistem karena memiliki nilai t-statistic yang lebih besar daripada variabel lainnya. Variabel ekspektasi usaha tidak berpengaruh terhadap niat perilaku menggunakan sistem. Hasil ini disebabkan oleh karakteristik demografi responden yang didominasi oleh rentang usia 20-30 tahun, yang cenderung memiliki motivasi yang tinggi dalam menggunakan teknologi, tanpa terlalu memperhatikan usaha yang dibutuhkan. Pelanggan juga tidak mengharapkan bahwa aplikasi tersebut mudah digunakan, mereka akan tetap menggunakan aplikasi tersebut selama memberikan kinerja yang baik dalam pemesanan dine in dan pembayaran digital di Resto & Cafe Omah Tepi Sawah.
Analisis dan Desain Sistem Informasi Monitoring Dosen Menggunakan RFID pada Universitas XYZ
Wijaya Putra, Renaldy;
Tyroni Mursityo, Yusi;
Hayuhardhika Nugraha Putra, Widhy
Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Edukasi Sistem Informasi Vol 4 No 1 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25126/justsi.v4i2.160
Perkembangan teknologi informasi membuat banyak organisasi atau perusahaan menginginkan untuk mengadopsi teknologi informasi demi meningkatkan kinerja dan hasil bisnis yang maksimal dalam suatu organisasi. Saat ini perkembangan teknologi informasi sangatlah pesat dan cepat termasuk di Indonesia sendiri. Salah satu bentuk penerapan teknologi informasi yaitu sistem informasi monitoring untuk tujuan apapun bentuknya, baik untuk tujuan kesehatan, pendidikan, keuangan, dan kebutuhan instansi atau organisasi pada tingkat management terkait kepegawaian. Pada praktiknya, sistem informasi monitoring tidak selalu berjalan dengan maksimal, bahkan ditemukan di beberapa instansi atau organisasi yang belum menerapkan sistem ini, salah satu contohnya yaitu di Universitas XYZ. Saat ini, di Universitas XYZ kehadiran dosen masih terpusat mengikuti sistem kehadiran dari Universitas yang mana tujuannya jelas hanya untuk kebutuhan tingkat management saja, padahal pada praktiknya informasi monitoring tersebut juga dibutuhkan mahasiswa. Pada penelitian ini, dilakukan analisis serta desain Sistem Informasi Monitoring Dosen (SIMD) dengan menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) serta melibatkan User Experience Questionnaire (UEQ) untuk menguji user experience dan usability system yang telah dikembangkan. Hasil pengujian sistem menggunakan UEQ menghasilkan nilai skala “Daya tarik” 1.700, skala “Kejelasan” 1.800, skala “Efisiensi” 1.463, skala “Ketepatan” 0.950, skala “Stimulasi” 1.000, dan skala “Kebaruan” 1.363. Nilai yang didapat tersebut sudah melewati batas minimum UEQ yang berada pada nilai 0.8, sehingga dapat dikatakan Sistem Informasi Monitoring Dosen (SIMD) dapat diterima dengan baik oleh pengguna.
Desain Interaksi Sistem Rekrutmen Pendamping Mahasiswa Disabilitas
Zuhdi, Nabilah Syarifa;
Aknuranda, Ismiarta;
Hikmiah, Ziadatul
Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Edukasi Sistem Informasi Vol 4 No 1 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25126/justsi.v4i2.94
Pusat Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya (PLD UB) mengadakan rekrutmen pada tiap semester untuk mencari pendamping bagi mahasiswa disabilitas di Universitas Brawijaya. Persaingan untuk menjadi pendamping semakin tinggi, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa kandidat tersebut tidak cukup tepat bagi PLD UB agar dapat menjalankan kegiatannya. PLD UB menerapkan beberapa tes tertentu untuk menerima pendamping yang sesuai dengan kriteria karena pendamping harus cukup mampu dalam memahami setiap mahasiswa disabilitas yang akan didampinginya. Untuk mendapatkan pendamping yang sesuai dengan kriteria, maka PLD UB memerlukan sistem rekrutmen yang tepat untuk membantu menyeleksi pendamping. Oleh karena itu, PLD UB bermaksud untuk mengembangkan solusi digital untuk mempermudah dalam melakukan seleksi pendamping, Pada solusi digital tersebut, diperlukan desain interaksi yang baik antara sistem rekrutmen dan penggunanya. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan proses desain interaksi solusi digital menggunakan design thinking dan goal-directed design untuk memecahkan masalah dan menciptakan solusi yang inovatif dengan memahami pengguna serta kebutuhannya. Penelitian dimulai dengan melakukan penggalian data berupa wawancara dan observasi yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan analisis untuk menemukan solusi dari permasalahan yang ada. Solusi tersebut diimplementasikan pada sebuah prototipe berfidelitas tinggi dengan memanfaatkan aplikasi Figma. Hasil rancangan situs web tersebut diujikan kepada 5 responden dengan jumlah 14 tugas untuk setiap responden. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian usability dengan persentase tingkat keberhasilan penyelesaian tugas adalah 97%. Pada hasil SEQ didapatkan rata-rata nilai SEQ sebesar 6,1. Dari hasil wawancara dan observasi ditemukan 20 permasalahan. Permasalahan yang paling banyak ditemukan adalah terdapat tombol yang kurang terlihat dan penamaan menu dan sub-menu yang kurang familiar. Rekomendasi yang diberikan sesuai dengan permasalahan yang ditemukan dan usulan responden adalah 6 rekomendasi yang relevan.
Kapan Evaluasi Sebuah Artefak Sistem Informasi Dianggap Cukup? Perspektif Design Science Research
Inan, Dedi
Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Edukasi Sistem Informasi Vol 4 No 1 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25126/justsi.v4i2.116
Dalam riset pengembangan sistem informasi, hal terpenting dari prosesnya sesungguhnya berada pada tahapan evaluasinya. Hal ini karena evaluasi dimaksudkan untuk (1) mengukur seberapa baik efikasi dan efektivitas keluaran riset terhadap masalah yang ingin diselesaikan (2) melihat seberapa ketat dan tangguh proses pengembangan sistem tersebut, dan (3) menggaransi bahwa artefak sistem informasi yang dihasilkan: model, metod, konstruk atau bahkan yang dituangkan dalam sebuah prototipe, memiliki kontribusi pada domain pengetahuan masalah yang dikemukakan. Untuk bisa mencapai hal ini, sering sekali proses evaluasi perlu dilakukan secara iteratif. Pertanyaan logis yang muncul kemudian adalah, kapan evaluasi itu dianggap cukup? Dalam tulisan ini, penulis memanfaatan metodologi Design Science Research (DSR) dalam bidang Information Systems (IS) untuk menjustifikasi pertanyaan tersebut. Secara alamiah, karena DSR menuntut adanya artefak IS yang dihasilkan sebagai solusi inovatif untuk persoalan yang dikemukakan maka metodologi tersebut dipandang paling representatif dalam konteks ini. Beberapa contoh diberikan untuk memudahkan pemahaman terkait jawaban atas pertanyaan yang dikemukakan.
Pelanggaran Etika Sistem Informasi Dalam Penggunaan Software Bajakan
Jerry;
Vendryan;
Yanto, Agus;
Nasution, Dimas Firmansyah;
Ting, Vincent Vannesse;
Sama, Hendi
Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Edukasi Sistem Informasi Vol 4 No 1 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25126/justsi.v4i2.140
Etika adalah aturan, norma dan juga tata cara yang biasa digunakan manusia untuk dijadikan pedoman dalam melakukan sebuah perbuatan dan tingkah laku. Hal tersebut berpengaruh terhadap teknologi, dimana teknologi dari hari ke hari berkembang semakin canggih, termasuk software. Hal ini membuat rasa keinginan seseorang untuk memiliki software yang lebih bagus meningkat dan akan memicu tindakan yang berbahaya seperti membajak software, maka dari itu dibutuhkan etika di dalam sistem informasi. Metode yang akan digunakan dalam penelitian kali ini adalah tinjauan pustaka naratif, yang akan dilakukan dengan cara seleksi terhadap beberapa literatur dan juga praktek umum di institusi atau pendidikan yang telah mapan, terutama text dan jurnal ilmiah nasional dan internasional yang bereputasi dalam penerapan etik penelitian. Dari hasil tinjauan yang didapatkan, penulis berhasil mengetahui dampak, hukum perundang-undangan yang berlaku, dan solusi mengenai penggunaan software bajakan dalam Etika Teknologi Informasi. Oleh karena itu diharapkan kita dapat mengurangi dan meningkatkan kesadaran sebagai pengguna software dengan menggunakan software yang legal.
Analisis Tingkat Penerimaan Penerapan Aplikasi Pemesanan Dine In Terintegrasi Pembayaran Digital (Studi Kasus : Resto & Cafe Omah Tepi Sawah)
Nugraheni, Miftakhul Fitria;
Ratnawati, Dian Eka;
Nugraha Putra, Widhy Hayuhardhika
Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Edukasi Sistem Informasi Vol 4 No 1 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25126/justsi.v4i1.159
Resto & Cafe Omah Tepi Sawah adalah salah satu bisnis kuliner di Kabupaten Bojonegoro. Restoran ini memiliki permasalahan dalam pemesanan dine in dan pembayarannya, pelayan yang tidak kunjung datang untuk memberikan buku menu dan mencatat pesanan pelanggan karena keadaan restoran yang cukup ramai, serta antrian yang cukup panjang di kasir. Restoran berencana akan menerapkan aplikasi Interactive MyOrder QR Code yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan pelanggan terhadap aplikasi dan mengidentifikasi variabel-variabel yang berpengaruh untuk meningkatkan adopsi aplikasi oleh pelanggan. Pada penelitian ini menggunakan model UTAUT. Teknik pengambilan sampel non-probabilitas yang dipilih adalah purposive sampling. Peneliti ingin memilih sampel yang dapat memberikan informasi yang relevan dan spesifik. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan teknik SEM-PLS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelanggan menerima penerapan aplikasi Interactive MyOrder QR Code dengan dibuktikan adanya variabel ekspektasi kinerja, pengaruh sosial, dan kondisi pendukung yang berpengaruh terhadap niat perilaku menggunakan sistem. Variabel kondisi pendukung memiliki kontribusi yang besar terhadap variabel niat perilaku untuk menggunakan sistem karena memiliki nilai t-statistic yang lebih besar daripada variabel lainnya. Variabel ekspektasi usaha tidak berpengaruh terhadap niat perilaku menggunakan sistem. Hasil ini disebabkan oleh karakteristik demografi responden yang didominasi oleh rentang usia 20-30 tahun, yang cenderung memiliki motivasi yang tinggi dalam menggunakan teknologi, tanpa terlalu memperhatikan usaha yang dibutuhkan. Pelanggan juga tidak mengharapkan bahwa aplikasi tersebut mudah digunakan, mereka akan tetap menggunakan aplikasi tersebut selama memberikan kinerja yang baik dalam pemesanan dine in dan pembayaran digital di Resto & Cafe Omah Tepi Sawah.
Analisis dan Desain Sistem Informasi Monitoring Dosen Menggunakan RFID pada Universitas XYZ
Wijaya Putra, Renaldy;
Tyroni Mursityo, Yusi;
Hayuhardhika Nugraha Putra, Widhy
Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Edukasi Sistem Informasi Vol 4 No 1 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25126/justsi.v4i2.160
Perkembangan teknologi informasi membuat banyak organisasi atau perusahaan menginginkan untuk mengadopsi teknologi informasi demi meningkatkan kinerja dan hasil bisnis yang maksimal dalam suatu organisasi. Saat ini perkembangan teknologi informasi sangatlah pesat dan cepat termasuk di Indonesia sendiri. Salah satu bentuk penerapan teknologi informasi yaitu sistem informasi monitoring untuk tujuan apapun bentuknya, baik untuk tujuan kesehatan, pendidikan, keuangan, dan kebutuhan instansi atau organisasi pada tingkat management terkait kepegawaian. Pada praktiknya, sistem informasi monitoring tidak selalu berjalan dengan maksimal, bahkan ditemukan di beberapa instansi atau organisasi yang belum menerapkan sistem ini, salah satu contohnya yaitu di Universitas XYZ. Saat ini, di Universitas XYZ kehadiran dosen masih terpusat mengikuti sistem kehadiran dari Universitas yang mana tujuannya jelas hanya untuk kebutuhan tingkat management saja, padahal pada praktiknya informasi monitoring tersebut juga dibutuhkan mahasiswa. Pada penelitian ini, dilakukan analisis serta desain Sistem Informasi Monitoring Dosen (SIMD) dengan menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) serta melibatkan User Experience Questionnaire (UEQ) untuk menguji user experience dan usability system yang telah dikembangkan. Hasil pengujian sistem menggunakan UEQ menghasilkan nilai skala “Daya tarik” 1.700, skala “Kejelasan” 1.800, skala “Efisiensi” 1.463, skala “Ketepatan” 0.950, skala “Stimulasi” 1.000, dan skala “Kebaruan” 1.363. Nilai yang didapat tersebut sudah melewati batas minimum UEQ yang berada pada nilai 0.8, sehingga dapat dikatakan Sistem Informasi Monitoring Dosen (SIMD) dapat diterima dengan baik oleh pengguna.