cover
Contact Name
Yohanes Hasiholan Tampubolon
Contact Email
jotampubolon@ymail.com
Phone
+62263-2323854
Journal Mail Official
tedeum@sttsappi.ac.id
Editorial Address
Kp. Palalangon RT 02 RW 09, Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Kotak Pos 10 Ciranjang 43282 Cianjur, Jawa Barat
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan)
ISSN : 22523871     EISSN : 27467619     DOI : http://doi.org/10.51828/td
Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah untuk memublikasikan hasil kajian ilmiah dan penelitian dalam lingkup kajian: 1. Penelitian teologi dan tinjauan Alkitabiah (Theological and Biblical research) 2. Pembangunan pedesaan (rural development) 3. Pendidikan kristen (Christian education) 4. Misi holistik (holistic mission) 5. Etika Kristen (Christian ethics).
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2017): Juli-Desember 2017" : 6 Documents clear
Kiprah Gereja dalam Sejarah Keselamatan Chandra Gunawan
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 7 No 1 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nubuatan mengenai akan berkembangnya umat Tuhan dalam Yesaya 54:2-3 sering dijadikan dasar dalam pelayanan misi. Meskipun demikian, cara membaca teks yang tidak tepat dapat membuat seseorang (bahkan sebuah gereja/denominasi gereja) membangun pemahaman misi yang walaupun kelihatannya benar namun ternyata tidak didasarkan atas teks yang tepat. Itulah sebabnya tulisan ini berupaya untuk meneliti bagaimana Yesaya 54:2-3 harus dipahami saat teks tersebut dibaca dalam pendekatan historical redemptive reading. Penulis memilih menggunakan pendekatan tersebut sebab model pembacaan teks ini akan menolong seseorang/gereja untuk melihat Yesaya 54:2-3 bukan hanya berdasarkan konteks historisnya, namun juga dalam konteks tradisi iman. Model penafsiran ini mampu menolong orang-orang Kristen memahami dengan lebih baik kaitan antara misi Allah, misi gereja dan nubuat pemulihan umat Tuhan dalam Yesaya 54:2-3.
Redifinisi Agama Fibry Jati Nugroho
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 7 No 1 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Definition of prevailing religion in general (world religions) have been constructed in such a manner in accordance with the concept of rulers. Before the import of religion comes, the local belief has gained a place and has fostered human society into a "religion". However, the politicization of religion entrants positioned local beliefs become the enemy in his hometown. Starting with the framing of the occult, mystical, syncretic, tahkyul and others. Minority belief started alienated in a hometown. In the eyes of the sociology of religion, Durkheim gives the sense that religion is sui generis in a society. Religion is a system of beliefs and practices that have united and are associated with things that are sacred / holy, beliefs, and practices which unite into one single moral community. Therefore, it should be underlined the roots of religious contestation world paradigm here is uniformity of definition of religion.
Pengembangan Kepemimpinan Seorang Pelayan dan Pelayanan Seorang Pemimpin Hadi P. Sahardjo
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 7 No 1 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v7i1.101

Abstract

Sebuah lembagan atau organisasi apa pun dan mana pun, pasti ada yang dinamakan pemimpin. Pemimpin dibutuhkan untuk membawa organisasi yang dipimpinnya bergerak maju dalam arahan dan tujuan yang telah ditetapkan. Pemimpin harus bisa mengatur tapi bukanlah pengatur segalanya. Dia tidak bisa menjadi pemimpin tanpa ada yang dipimpin. Dia sebagai penggerak yang tidak bisa bergerak sendiri; sementara yang menggerakkan adalah Tuhan, dan dia menggerakkan orang-orang yang dipimpinnya dengan kasih dan bijaksana. Karena memimpin bukan sekedar talenta dan skill, tetapi adalah juga seni. Tidak hanya membutuhkan kemampuan, tetapi juga bagaimana menghargai dan membangun relasi dengan orang-orang yang dipimpinnya. Karena sesungguhnya pemimpin bukanlah “tuan” melainkan “hamba”.
Tinjauan Iman Kristen Terhadap Doa Lintas Agama Jamson Siallagan
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 7 No 1 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Doa lintas agama merupakan kegiatan yang harus disikapi secara kritis oleh umat Kristen. Sikap eksklusifisme akan membuat orang Kristen menolaknya, sikap inklusif akan menerimanya dengan kemungkinan adanya sinkritisme, sedangkan pluralisme yang merelatifkan semua kebenaran juga akan menerima kegiatan tersebut. Kekristenan sebagai anugerah Allah sekaligus juga agama sosiopolitis, sehingga doa lintas agama yang kita ikuti harus dipahami dalam keduanya. Sebagai anugerah, roh Allah yang bekerja dalam doa-doa kita, namun secara politis kita bisa mengakomudasikan doa dari penganut agama yang lain sebagai bentuk penerimaan pluralitas masyarakat dan sebagai upaya membangun kebersamaan semata.
Integritas Seorang Pengkhotbah dan Kualitas Khotbah dalam Pemberitaan Firman Tuhan Sunarto Sunarto
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 7 No 1 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v7i1.103

Abstract

Pada tataran apa pun di masyarakat ada kebutuhan yang kuat agar para pemimpin mereka memiliki hidup berintegritas. Masalah integritas dipandang sebagai tuntutan yang sangat mendasar dan mutlak bagi seorang pengkhotbah.Alkitab banyak membicarakan tentang dasar-dasar pentingnya intergritas pasca keberdosaan manusia yang pertama.Yesus adalah model pengkhotbah yang berintegritas secara sempurna.Injil kerajaan yang diberitakan oleh Yesus memanggil orang berdosa supaya bertobat di hadapan Allah.Apa yang diberitakan bukan untuk menyukakan kehendak manusia yang berdosa, tetapi supaya mereka hidup dalam pertobatan. Terpenuhinya aspek-aspek integritas bagi seorang pengkhotbah apabila dipadukan dengan kualitas khotbah akan menjadikan instrumen ini untuk menumbuhkan iman pendengar seperti yang dikendaki oleh Allah. Kebutuhan ini manjadi urgen karena antara integritas seorang pengkhotbah dengan kualitas khotbah dapat berimplikasi bagi pertumbuhan spiritual orang percaya.
Kerja dan Tujuannya dalam Perspektif Alkitab Yudha Nata Saputra
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 7 No 1 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia menghabiskan sepertiga hidupnya untuk bekerja, namun kerap manusia memaknai pekerjaannya secara tidak tepat, tidak terkecuali orang Kristen.Akibatnya produktivitas manusia dalam bekerja terhambat.Melalui penggalian terhadap Alkitab, diharapkan ditemukan sikap yang tepat bagi manusia untuk melihat pekerjaannya, sehingga manusia bisa memaknai pekerjannya secara positif dan produktif. Hasil kajian Alkitab menunjukkan bahwa bekerja adalah aktivitas yang melekat kepada manusia secara hakiki sebagai suatu ciptaan di mana Allah, sang pencipta juga digambarkan sebagai sosok yang bekerja. Sementara dalam hal tujuan bekerja terdapat tiga aspek yang muncul sebagai akibat aktivitas kerja, yaitu: aspek diri, sesama dan Tuhan yang secara inheren ada didalamnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6