cover
Contact Name
Delfiyan Widiyanto
Contact Email
jurnalkalacakra@untidar.ac.id
Phone
+6287838875519
Journal Mail Official
jurnalkalacakra@untidar.ac.id
Editorial Address
Jl. Kapten Suparman No.39, Tuguran, Potrobangsan, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 56116
Location
Kota magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kalacakra
Published by Universitas Tidar
Core Subject : Education, Social,
We publish origin article research, review article, and case study Sosial Sciences and education. The scope of Journal Kalacakra are : Social Sciences; Culture; Citizenship; Character; Pancasila; Defending the Country; Education; (learning strategies, assessment, and evaluation of learning)
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2022): Januari" : 6 Documents clear
Implementasi RUBECO dalam Pembelajaran Daring Guna Membangun Pemahaman TPACK Guru di SD Muhammadiyah Kleco Purwanti Purwanti; Lisa Retnasari; Hendra Hermawan
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v3i1.5501

Abstract

Teachers as a source of learning for students must be able to improve education through the times by applying information and communication technology in education. This study aims to find out how the implementation of RUBECO in online learning is to build an understanding of teacher TPACK at SD Muhammadiyah Kleco and the supporting and inhibiting factors. This research was conducted with a qualitative descriptive research method. This qualitative descriptive study describes the research data that has been obtained. Data collection techniques used in the form of interviews, observation, and documentation. The teacher understands the learning technology in the form of the RUBECO application, uses the RUBECO application as an online learning medium, and understands the function of the RUBECO application for online learning. Teachers have an understanding of all components of TPACK, namely and the importance of TPACK for online learning so that the implementation of RUBECO is able to build teacher understanding of TPACK. Teachers understanding of TPACK has been seen in online learning using the RUBECO application. The implementation of RUBECO is supported by several factors so that it can be carried out properly and smoothly. Several inhibiting factors were also encountered in the implementation of RUBECO but they could be overcome and these inhibiting factors were not significant obstacles. This TPACK capability contributes so that teachers continue to develop TPACK abilities in learning and create quality learning.
Korelasi Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi dengan Pemahaman Identitas Nasional dan Sikap Nasionalisme Agus Widodo; Suratman Suratman; Nur Salim
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v3i1.5310

Abstract

Kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan salah satu keterampilan penting di abad 21. Kebijakan pendidikan nasional mendorong setiap jenjang lembaga pendidikan untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Semua mata pelajaran diharuskan untuk menjalankan programini. Pendidikan kewarganegaraan sebagai mata pelajaran wajib di Indonesia dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi menjadi bagian dari mata pelajaran yang diwajibkan mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kemampuan berpikir tingkat tinggi pada mata kuliah pendidikan kewarganegaraan dengan pemahaman identitas nasional dan sikap nasionalisme.  Metode penelitian ex post facto dengan pendekatan kuantitatif. Data kemampuan berpikir tingkat tinggi diperoleh dari nilai akhir mata kuliah pendidikan kewarganegaraan. Data pemahaman identitas nasional dan sikapnasionalisme diperoleh dari angket. Subjek penelitian sebanyak 47 dengan subjek mahasiswa yang menempuh mata kuliah pendidikan kewarganegaraan. Hasil penelitian menunjukkan ada korelasi yang sangat kuat antara kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan pemahaman identitas nasional. Kedua, tidak ada korelasi antara kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan sikap nasionalisme. Ketiga, ada korelasi yang cukup kuat antara pemahaman identitas nasional dengan sikap nasionalisme.
Umat Hindu Diwilayah Jawa Sebagai Kelompok Minoritas dalam Mewujudkan Integrasi Nasional Welling Yonado; Irawan Hadi Wiranata
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v3i1.4616

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui keadaan di mana umat hindu di wilayah jawa dapat beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap agama mayoritas masyarakat Indonesia khususnya di jawa, sehingga dapat mewujudkan integrasi nasioanal yang memiliki rasa toleransi yang tinggi antarumat beragama guna mewujudkan cita-cita luhur bangsa Indonesia. Pentingnya integrasi sosial merupakan hal utama dalam mewujudkan persatuan  dengan upaya pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial masyarakt multikultural dengan kelompok minoritas didalamnya. Metode penulisan artikel ini menggunakan kajian kepustakaan atau library research dengan hasil yang bersifat deskriptif. Data yang digunakan dalam artikel ini bersumber dari artikel ilmiah, jurnal, dan media masa online. Kemudian data yang diperoleh dikumpulkan dan diolah menggunakan teknik dokumentasi dan identifikasi fakta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kehidupan umat hindu jawa yang memiliki kelompok kecil atau  minoritas mampu dalam mewujudkan integrasi nasional yang adaptif dengan kelompok mayoritas, Penganut konflik berpendapat bahwa masyarakat terintegtrasi atas paksaan dan karena adanya saling ketergantungan di antara berbagai kelompok. Integrasi nasional akan terbentuk apabila sebagian besar masyarakat memiliki kesepakatan tentang batas-batas teritorial, nilai-nilai, norma-norma, dan pranata-pranata sosial. Dengan demikian terwujudnya integrasi nasional anatara kelompok minoritas dengan kelompok mayoritas dimaknai  sebagai suatu proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan sosial sehingga dapat menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi dan membentuk satu kesatuan yang utuh.
Multikulturalisme : Identitas Budaya Individu di Luar Negeri (Studi Pada Siswa Sekolah Indonesia Singapura, Ltd.) Dewi Ika Sari
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v3i1.4913

Abstract

Studi ini berfokus menguji identitas budaya individu anak usia sekolah yang tinggal diluar negara asal mereka selama tahun-tahun perkembangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan wawancara secara mendalam terhadap 10 siswa di Sekolah Indonesia Singapura dan dengan berbagai pengalaman antarbudaya digunakan untuk mengeksplorasi persepsi mereka tentang identitas, rasa memiliki, dan multikulturalisme. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa lebih cenderung memiliki banyak identitas budaya atau identitas multikultural, daripada identitas budaya yang membingungkan. Siswa tidak pernah kehilangan identitas budaya asalnya, tetapi mengadopsi yang baru dan berhasil menggantikan keduanya. Kompetensi komunikasi antarbudaya mempromosikan kemampuan individu untuk mengintegrasikan perbedaan budaya untuk mengubah diri menjadi orang multikultural yang tahu bagaimana menumbuhkan banyak identitas budaya. Mereka telah mengintegrasikan elemen-elemen berbeda dari masing-masing budaya, sehingga membentuk satu identitas multikultural yang mereka patuhi secara konsisten terlepas dari negara, konteks, dan budaya tempat mereka berada.Kata Kunci : Multikulturalisme, Identitas Budaya 
Implementasi Pembinaan Karakter pada Mahasiswa Ida Asmarani; Putri Andriani; Windi Kartika Sari
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v3i1.5145

Abstract

Pendidikan karakter ialah sebuah proses untuk membantu mahasiswa dalam mengembangkan suatu model karakter. Sistem pendidikan tinggi harus selalu dievaluasi untuk mengikuti perkembangan zaman dan perubahan sikap atau perilaku mahasiswa. Dalam rangka meningkatkan daya saing untuk menghadapi era globalisasi disemua bidang, mahasiswa dituntut untuk memiliki persyaratan keterampilan dalam hal kecerdasan intelektual (kognitif) dan kebiasaan (etika). Peran perguruan tinggi, pemerintah serta masyarakat sangat diperlukan dalam upaya membangun karakter mahasiswa dan keberadaan suatu bangsa sangat ditentukan oleh karakter yang dimilikinya. Kebudayaan, lingkungan akademik memakai seluruh aspek-aspeknya, regulasi, sistem pendidikan tinggi dan lingkungan sosial memiliki peran masing-masing dalam pembentukan karakter mahasiswa Indonesia yang lebih baik. Pembinaan karakter berguna untuk memperbaiki perilaku serta karakter mahasiswa. pendidikan karakter yang sudah diberikan juga menjadi sebuah pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah mengimplementasikan pembinaan karakter pada mahasiswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah cara pembentukan karakter mahasiswa dan implementasi pembinaan karakter pada mahasiswa.
IMPLEMENTASI DEMOKRASI DAN HAK ASASI MANUSIA DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT YANG DEMOKRATIS Widiawati Widiawati; Irawan Hadi Wiranata
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v3i1.5578

Abstract

Hak asasi manusia dan demokrasi merupakan konsepsi kemanusiaan dan relasi sosial yang dilahirkan dari sejarah peradaban manusia di seluruh penjuru dunia. Hak asasi manusia dan demokrasi juga dapat dimaknai sebagai hasil perjuangan manusia untuk mempertahankan dan mencapai harkat kemanusiaannya, sebab hingga saat ini hanya konsepsi hak asasi manusia dan demokrasilah yang terbukti paling mengakui dan menjamin harkat kemanusiaan. Konsepsi demokrasi dan hak asasi manusia dalam perkembangannya sangat terkait dengan konsepsi negara hukum. Dalam sebuah negara hukum, Hukum dimaknai sebagai kesatuan hirarkis tatanan norma hukum yang berpuncak pada konstitusi. Hal ini berarti bahwa dalam sebuah negara hukum menghendaki adanya supremasi konstitusi. Peraturan perundang-undangan yang berlaku menjadi rujukan untuk menegakkan pelaksanaan hak asasi manusia secara demokratis. Hal ini tidak menghalangi kebebasan manusia dalam kehidupan sosial. Oleh karena itu, seseorang harus menyadari dan menghormati hak-hak orang lain yang didukung oleh tingkat intelektual, moral, dan kesadaran sosial yang tinggi didalam diri agar dapat memelihara dan membangun masyarakat yang demokratis. Dalam konteks inilah adanya Demokrasi dan Hak Asasi Manusia di Indonesia di harapkan mampu membangun masyarakat yang demokratis. Metode yang di gunakan dalam artikel ini berdasarkan analisa dari kajian pustaka dengan model deskriptif di dukung dengan buku dan jurnal yang relevan. Tujuan kajian ini, Diharapkan mampu memberikan solusi dalam membangun nmasyarkat yang demokratis dan dapat menciptakan masyarakat yang berjiwa sosial yang tinggi. Demokrasi dalam suatu negara hanya akan tumbuh subur apabila dijaga warga negara yang demokratis.

Page 1 of 1 | Total Record : 6