cover
Contact Name
Agus Riyanto
Contact Email
aagusriyanto105@gmail.com
Phone
+6281227115446
Journal Mail Official
stikesbh03@gmail.com
Editorial Address
STIKES Bhakti Husada Bengkulu Jl. Kinibalu 8 RT. 012 RW. 002 Kebun Tebeng, Ratu Agung Bengkulu 38227 Telp./Fax. 0736-23422, Website : stikesbhaktihusada.ac.id
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Mitra Raflesia (Journal of Health Science)
Core Subject : Health,
MITRA RAFLESSIA Journal of Health Science is an international, open access, peer reviewed and evidence-based scientific journal published by STIKES BAKTI HUSADA BENGKULU. The Journals mission is to promote excellence in nursing and a range of disciplines and specialties of allied health professions. It welcomes submissions from international academic and health professionals community. The Journal publishes evidence-based articles with solid and sound methodology, clinical application, description of best clinical practices, and discussion of relevant professional issues or perspectives. Articles can be submitted in the form of research articles, reviews, case reports, and letters to the editor or commentaries. The Journals priorities are papers in the fields of nursing, physical therapy, medical laboratory science, environmental health, and medical imaging and radiologic technologies. Relevant articles from other disciplines of allied health professions may be considered for publication. This journal is indexed or abstracted by Google Scholar
Articles 203 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PENERAPAN K3 DALAM PENGGUNAAN PESTISIDA PADA PETANI SAWAH DI DESA MUARA LINTANG BARU KABUPATEN EMPAT LAWANG Salsabila, Hilyah
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/6fpxz750

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan aspek krusial dalam melindungi para pekerja, termasuk petani sawah, dari risiko yang terkait dengan aktivitas pertanian. Meskipun penggunaan pestisida dapat meningkatkan produktivitas, potensi keracunan dan masalah kesehatan yang ditimbulkannya menjadi perhatian serius. Sayangnya, penerapan prinsip K3 di kalangan petani masih tergolong rendah, yang berkontribusi pada peningkatan risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran akan pentingnya K3 sangat diperlukan untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti hubungan antara pengetahuan dan penerapan K3 dalam penggunaan pestisida di kalangan petani sawah di Desa Muara Lintang Baru, Kabupaten Empat Lawang. Metode: Analisis deskriptif dan teknik cross-sectional digunakan dalam penelitian ini. Hasil: Berdasarkan data, mayoritas responden berusia antara 40 dan 59 tahun, memiliki pengalaman kerja lebih dari sepuluh tahun, dan berpendidikan rendah. Dengan nilai p 0,002, penelitian statistik menunjukkan korelasi substansial antara penerapan K3 dan pengetahuan. Kesimpulan: Disarankan dapat menjadi acuan bagi petani untuk meningkatkan penerapan K3 dalam penggunaan pestisida untuk menurunkan kemungkinan terjadinya kecelakaan dan masalah kesehatan yang mungkin timbul. Kata Kunci: Pengetahuan, Penerapan K3, Penggunaan Pestisida, Petani sawah.
PENGARUH TERAPI KOMBINASI CORE STABILITY EXERCISE DAN TANDEM GAIT EXERCISE TERHADAP KESEIMBANGAN DINAMIS LANSIA PENDERITA OSTEOATRITIS Riyadi, Agung
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/v7rc4f27

Abstract

Latar belakang: Jumlah lansia di Indonesia meningkat setiap tahun. Risiko penyakit degeneratif seperti osteoartritis ikut bertambah. Osteoatritis menyebabkan gangguan keseimbangan yang dapat meningkatkan risiko jatuh pada lansia. Salah satu intervensi nonfarmakologis seperti Core Stability Exercise dan Tandem Gait Exercise sebagai latihan keseimbangan yang sederhana untuk lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh terapi kombinasi Core Stability Exercise dan Gait Tandem Exercise terhadap keseimbangan dinamis pada lansia dengan osteoarthritis Di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental, menggunakan pendekatan pre-test dan post-test with control group. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara Simple Random Sampling dengan total 36 lansia, dibagi menjadi dua kelompok, Kelompok intervensi diberikan kombinasi Core Stability Exercise dan Tandem Gait Exercise serta Kelompok kontrol diberikan Four Square Stepping Exercise. Hasil: Terdapat peningkatan 10,28 poin nilai keseimbangan dinamis pada kelompok intervensi dan 8,6 poin pada kelompok kontrol. Uji statistik Mann-Whitney menunjukkan hasil p-value 0,001. Kesimpulan: Terapi kombinasi Core Stability Exercise dan Tandem Gait Exercise berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keseimbangan dinamis lansia dengan osteoartritis. Terapi ini lebih efektif dibandingkan Four Square Stepping Exercise dan dapat menjadi alternatif intervensi nonfarmakologis untuk meningkatkan keseimbangan dinamis pada lansia. Kata kunci: Osteoartritis, Lansia, Keseimbangan, Core Stability Exercise, Tandem Gait Exercise.   ABSTRACT Background: The number of older adults in Indonesia increases every year. The risk of degenerative diseases such as osteoarthritis also rises. Osteoarthritis causes balance disorders that can increase the risk of falls in the elderly. One of the non-pharmacological interventions is Core Stability Exercise and Tandem Gait Exercise, which serve as simple balance training for the elderly. This study aimed to determine whether there is an effect of the combination therapy of Core Stability Exercise and Tandem Gait Exercise on dynamic balance in elderly patients with osteoarthritis in the working area of Lingkar Barat Community Health Center, Bengkulu City. Methods: This study used a quantitative method with a quasi-experimental design, employing a pre-test and post-test with a control group approach. The sampling technique was Simple Random Sampling with a total of 36 elderly participants, divided into two groups. The intervention group was provided with Core Stability Exercise combined with Tandem Gait Exercise, while the control group was provided with the Four Square Stepping Exercise. Results: There was an increase of 10.28 points in the dynamic balance score in the intervention group and 8.6 points in the control group. The Mann-Whitney statistical test showed a p-value of 0.001. Conclusion: The combination therapy of Core Stability Exercise and Tandem Gait Exercise has a significant effect on improving dynamic balance in elderly patients with osteoarthritis. This therapy is more effective than the Four Square Stepping Exercise and can be an alternative non-pharmacological intervention to improve dynamic balance in the elderly. Keywords: Osteoarthritis, Elderly, Balance, Core Stability Exercise, Tandem Gait Exercise.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS TIDUR PADA PASIEN DENGAN HEART MONITOR DI RUANG ICCU RSUD DR. M. YUNUS KOTA BENGKULU Hati, Dwi Laras
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/hwxkkg95

Abstract

Latar Belakang: Pasien yang dirawat di ruang Intensive Coronary Care Unit (ICCU) sering mengalami gangguan tidur akibat faktor lingkungan seperti penerangan dan kebisingan. Kualitas tidur yang buruk dapat memperlambat proses penyembuhan, meningkatkan risiko komplikasi, serta berdampak negatif pada kondisi psikologis pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tidur pasien dengan heart monitor di ruang ICCU RSUD Dr. M. Yunus Kota Bengkulu. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan sampel 92 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara tingkat penerangan dan kebisingan dengan kualitas tidur. Hasil: Karakteristik responden menunjukkan mayoritas berusia dewasa akhir dengan rata-rata usia 55,3 tahun (SD=9,06), rentang 36–75 tahun, dan sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki. Seluruh responden tidak menggunakan obat-obatan. Tingkat penerangan di ruang ICCU dinilai kategori sangat terang oleh 100% responden, begitu pula tingkat suara di ruang ICCU berada dalam kategori sangat bising oleh seluruh responden. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat kebisingan dengan kualitas tidur (p=0,002) dan penerangan dengan kualitas tidur (p=0,014). Kesimpulan: Penerangan dan kebisingan merupakan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kualitas tidur pasien di ruang ICCU. Perawat diharapkan dapat mengatur pencahayaan serta meminimalisir kebisingan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan mendukung kualitas istirahat pasien. Kata kunci: Kualitas Tidur, Kebisingan, Penerangan, ICCU, Heart monitor