cover
Contact Name
Agus Riyanto
Contact Email
aagusriyanto105@gmail.com
Phone
+6281227115446
Journal Mail Official
stikesbh03@gmail.com
Editorial Address
STIKES Bhakti Husada Bengkulu Jl. Kinibalu 8 RT. 012 RW. 002 Kebun Tebeng, Ratu Agung Bengkulu 38227 Telp./Fax. 0736-23422, Website : stikesbhaktihusada.ac.id
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Mitra Raflesia (Journal of Health Science)
Core Subject : Health,
MITRA RAFLESSIA Journal of Health Science is an international, open access, peer reviewed and evidence-based scientific journal published by STIKES BAKTI HUSADA BENGKULU. The Journals mission is to promote excellence in nursing and a range of disciplines and specialties of allied health professions. It welcomes submissions from international academic and health professionals community. The Journal publishes evidence-based articles with solid and sound methodology, clinical application, description of best clinical practices, and discussion of relevant professional issues or perspectives. Articles can be submitted in the form of research articles, reviews, case reports, and letters to the editor or commentaries. The Journals priorities are papers in the fields of nursing, physical therapy, medical laboratory science, environmental health, and medical imaging and radiologic technologies. Relevant articles from other disciplines of allied health professions may be considered for publication. This journal is indexed or abstracted by Google Scholar
Articles 203 Documents
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PASIEN  DI KLINIK ASRI DENTAL CARE KOTA PALEMBANG TAHUN 2025 Achmad Faisal Rizal; Eti Sumarni; Henni Febriawati; Zulaikha Agustinawati; Tresna Fatmawati
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/j485az61

Abstract

ABSTRAK Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam mengevaluasi kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan, termasuk klinik gigi swasta. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status pasien dan cara mendaftar terhadap kepuasan pasien di Klinik Asri Dental Care Kota Palembang tahun 2025. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 81 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah pasien baru (66,7%), menggunakan cara pendaftaran online (51,9%), dan merasa cukup puas terhadap pelayanan (53,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara status pasien dengan kepuasan (p = 0,000), namun tidak terdapat hubungan signifikan antara cara mendaftar dengan kepuasan (p = 0,142). Kesimpulan Penelitian ini menyimpulkan bahwa status pasien berpengaruh terhadap tingkat kepuasan, sedangkan cara mendaftar tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan.   Kata kunci: Cara mendaftar kepuasan pasien, pelayanan kesehatan, status pasien   ABSTRACT   Patient satisfaction is an important indicator in evaluating the quality of services in healthcare facilities, including private dental clinics. Objective: This study aimed to determine the effect of patient status and registration method on patient satisfaction at Asri Dental Care Clinic in Palembang in 2025. Method: This research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample consisted of 81 respondents selected using purposive sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Chi-Square test. Results: The univariate analysis showed that the majority of respondents were new patients (66.7%), used online registration (51.9%), and were moderately satisfied with the services (53.1%). The bivariate analysis indicated a significant relationship between patient status and satisfaction (p = 0.000), but no significant relationship between registration method and satisfaction (p = 0.142). Conclusion: This study concludes that patient status influences the level of satisfaction, whereas the registration method does not show a significant effect. Keywords: Registration method, patient satisfaction, health services, patient status
HUBUNGAN AGEISME DENGAN HARGA DIRI PADA LANJUT USIA  DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JEMBATAN KECIL KOTA BENGKULU Titin Aprilatutini; Nova Yustisia; Encik Putri Ema Komala; Bardah Wasalamah; Mey Rosa
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/r30w0q45

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Lanjut usia merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan ketidakmampuan menjaga keseimbangan dalam kondisi stres fisiologis. Penurunan berbagai fungsi biologis pada lansia berdampak pada banyak aspek kehidupan, seperti perubahan fisik, psikis, dan social, jika tidak dikelola dengan baik dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menyebabkan stres pada lanjut usia. Usia tua dipandang sebagai masa kesulitan, kesepian serta kehilangan eksistensi. Stereotip dan diskriminasi terhadap lansia berdasarkan usia (ageisme) dapat mempengaruhi dan memperburuk kualitas hidup mereka. Kualitas hidup dapat dipengaruhi oleh konsep diri salah satunya adalah harga diri terhadap lanjut usia. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui hubungan antara ageisme dengan harga diri pada lanjut usia di wilayah kerja Puskesmas Jembatan Kecil Kota Bengkulu. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Hasil: Menunjukkan ? value = 0.005 pada variabel hubungan ageisme dengan harga diri lanjut usia (p value = 0,05). Kesimpulan: Ada hubungan ageisme dan harga diri pada lanjut usia di wilayah kerja Puskesmas Jembatan Kecil Kota Bengkulu. Meningkatkan ageisme dapat digunakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan harga diri lanjut usia melalui aktivitas-aktivitas atau kegiatan rutin yang dapat diikuti oleh lanjut usia. Kata Kunci: Ageisme, harga diri, lanjut usia     ABSTRACT Background: Elderly people are characterised by an inability to maintain balance under conditions of physiological stress. A decline in various biological functions can impact many aspects of life for the elderly, including physical, psychological and social changes. If not managed properly, this can interfere with daily activities and cause stress. Old age is often perceived as a time of hardship, loneliness, and loss. Discrimination against the elderly based on ageism can affect their quality of life and make it worse. Quality of life can be influenced by self-concept, including self-esteem in older people. This study aimed to determine the relationship between ageism and self-esteem among the elderly in the Jembatan Kecil Health Centre area of Bengkulu City. Methods: This quantitative study employed a cross-sectional approach. The results showed a ? value of 0.005 for the relationship between ageism and the self-esteem of the elderly (p value = 0.05). Conclusion: There is a relationship between ageism and self-esteem among the elderly in the Jembatan Kecil Health Centre working area in Bengkulu City. Reducing ageism could be an effective way to boost the self-esteem of the elderly through activities or routines in which they can participate. Keywords: Ageism, self-esteem, elderly
PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN KEDISIPLINAN PEGAWAI DI PUSKESMAS SAWAH LEBAR KOTA BENGKULU Nurlinndawati; Puspita Tari
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/z9m26y18

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Tingginya tingkat persaingan membuat perusahaan lebih berinovasi dengan memberikan perhatian  untuk meningkatkan kinejra karyawan. Kinerja karyawan dapat dilihat dari kedisplinan pegawai, Kedisiplinan pegawai/ Karyarwan adalah tingkahlaku ataupun sikap yang menandakan maknaatau arti kesetiaan dan ketaatan individu atau sekelompok orang pada peraturan yang telah dibuat. Menanamkan nilai-nilai komunikasi interpersonal samahalnya menanamkan kedisplinan. Tujuan penelitian ini diketahui Pengaruh komunikasi interpersonal dengan kedisiplinan pegawai di Puskemas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Metode : Penelitian ini  menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik yang dipakai dalam pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu total sampling dengan seluruh jumlah sampel yaitu sebanyak 44 pegawai. Hasil : Berdasarkan hasil analisis Chi-square diperoleh nilai p 0,000 ? 0,05, dengan menggunakan analisis uji univariat dan bivariat sehingga dapat diartikan ada pengaruh komunikasi interpersonal terhadap kedisiplinan pegawai/karyawan di Puskesmas sawah Lebar Kota Bengkulu. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat 20 pegawai/karywan (45.5%) memiliki komunikasi interpersonal yang tidak efektif, dan 19 pegawai /karyawan (43,2%) yang tidak disiplin. Saran penelitian ini yaitu Bagi pegawai/Karyawan Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu, diharapkan agar dapat lebih menerapkan komunikasi interpersonal yang efektif, sehingga tingkat kedisiplinan di Puskesmas dapat terlaksana lebih baik.  Kata kunci: Komunikasi Interpersonal, Kedisiplinan ABSTRACK Background: The high level of competition makes companies more innovative by paying attention to improving employee performance. Employee performance can be seen from employee discipline, Employee discipline is behavior or attitude that indicates the meaning or meaning of loyalty and obedience of individuals or groups of people to the regulations that have been made. Instilling interpersonal communication values is the same as instilling discipline. The purpose of this study is to determine the influence of interpersonal communication on employee discipline at the Sawah Lebar Health Center, Bengkulu City. Method: This study uses an analytical survey method with a cross-sectional approach. The technique used in sampling in this study is total sampling with a total sample of 44 employees. Results: Based on the analysis of the Chi-square results, a p-value of 0.000 ? 0.05 was obtained, using univariate and bivariate test analysis so that it can be interpreted that there is an influence of interpersonal communication on employee discipline at the Sawah Lebar Health Center, Bengkulu City. Conclusion: This study concluded that there were 20 employees (45.5%) who had ineffective interpersonal communication, and 19 employees (43.2%) who were undisciplined. The suggestion of this study is that for employees of the Sawah Lebar Health Center in Bengkulu City, it is hoped that they can apply more effective interpersonal communication, so that the level of discipline in the Health Center can be implemented better. Keywords: Interpersonal Communication, Discipline
SINDROM GERIATRI PADA LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BENGKULU Yustisia, Nova; Titin Aprilatutini; Nevia Fitriani
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/89nkjd56

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Sindrom geriatri merupakan suatu sindrom yang terjadi pada seseorang yang sudah memasuki usia lanjut, pada masa ini lansia akan mengalami beberapa penurunan kapasitas fisiologis, terjadinya penurunan status fungsional dan juga mengacu pada kejadian malnutrisi. terjadinya gangguan kesehatan serta beberapa kondisi klinis yang dialami oleh lansia yang dapat mempengaruhi kualitas hidup dan sangat mempengaruhi kemandirian lansia dalam menjalankan kehidupan sehari hari. Serangkaian gejala kesehatan yang sering dikeluhkan lansia, yang meliputi, instability, incontinence, intelektual impairment, infection, impairment of hearing, vision and smell, isolation/depresion, innanition, impecunity, iatrogenik, immunodeficiency, impotency, impaction, dan insomnia. Tujuan penelitian ini diketahuinya profil sindrom geriatri di Panti Sosial tresna Werdha Kota Bengkulu. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Tekhnik pengambilan sampel dengan total sampling pada 40 orang lanjut usia. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar 23 responden (53.5%) dengan 1-6 sindrom geriatri, hampir setengahnya 17 responden (42,5%) dengan 7-13 sindrom geriatri. Kesimpulan : Semua Lanjut usia di Panti Sosial Tresna Werdha yang menjadi responden sudah mengalami sindrom geriatri yang beragam yang  berdampak pada kemandirin dan mempengaruhi kualitas hidup lansia. Diharapkan pihak terkait dalam menyusun program kesehatan lansia untuk melakukan pemantauan kesehatan secara rutin dan berkala melalui screening kesehatan  sehingga dapat mencegah kemunduran kesehatan dan mengoptimalkan kesehatan lansia dengan berbagai upaya baik fisik, psikologis, sosial dan spiritual sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup lanjut usia Kata kunci: Lansia, Sindrom Geriatri   ABSTRACT Background: Geriatric syndrome is a syndrome that occurs in individuals who have reached advanced age. During this period, the elderly experience a decline in physiological capacity, a decrease in functional status, and malnutrition. Health disorders and several clinical conditions experienced by the elderly can affect their quality of life and greatly influence their independence in carrying out daily activities. A series of health symptoms commonly reported by the elderly include instability, incontinence, intellectual impairment, infection, impaired hearing, vision, and smell, isolation/depression, anorexia, impecunity, iatrogenic issues, immunodeficiency, impotency, impaction, and insomnia. Method:The objective of this study is to determine the profile of geriatric syndrome at the Social Welfare Home for the Elderly in Bengkulu City. Result : A quantitative study with a descriptive approach. The sampling technique used total sampling on 40 elderly individuals. The study results showed that the majority of respondents (23, or 53.5%) had 1–6 geriatric syndromes, while nearly half (17, or 42.5%) had 7–13 geriatric syndromes. Conclusion: All elderly individuals at the Social Welfare Home for the Elderly who participated in the study had experienced various geriatric syndromes that impacted their independence and affected their quality of life. It is hoped that relevant parties in developing elderly health programs will conduct regular and periodic health monitoring through health screenings to prevent health deterioration and optimize elderly health through various physical, psychological, social, and spiritual efforts, thereby improving their quality of life. Keyword : Elderly, Geriatric Syndrome
HUBUNGAN PERAN PETUGAS KESEHATAN DAN PERAN KADER DENGAN CAKUPAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADABALITA DI DAERAH PESISIR WILAYAH KERJA PUSKEMAS LUAS KABUPATEN KAUR Wulandari, Wulandari; Fikitri Marya Sari; Novega; Dwi Hermawati
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/kc4ya115

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Imunisasi merupakan salah satu cara paling efektif untuk mengendalikan dan memberantas penyakit menular yang dapat mengakibatkan kematian. Imunisasi memberikan dampak signifikan, dan strategi terbaik untuk menurunkan angka kematian pada anak. Terjadi peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia pada tahun 2022, sebesar 99,6%, namun tidak merata di setiap wilayah. Universal Child Immunization (UCI) Provinsi Bengkulu sebesar 87%. Sedangkan cakupan UCI di Kabupaten Kaur masih rendah dibandingkan dengan Kabupaten/Kota di Provinsi Bengkulu, yaitu berada pada urutan ke 9 dari 10 Kabupaten/Kota yaitu sebesar 79%. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran petugas kesehatan dan peran kader dengan cakupan imunisasi dasar lengkap pada Balita di daerah pesisir wilayah kerja Puskesmas Luas Kabupaten Kaur. Metode : Penelitian ini menggunakan metode analitik deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia ?13 bulan-24 Bulan di Puskesmas Luas Kabupaten Kaur yang berjumlah 77 responden. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa peran petugas kesehatan baik sebesar 70,1%, peran kader kesehatan kurang sebesar 44%, dan sebesar 68,8% cakupan imunisasi dasarnya tidak lengkap. Berdasarkan uji statistic menggunakan uji chi square, hasil penelitain menunujkkan bahwa ada hubungan antara peran petugas kesehatan (p=0,049) dan peran kader (p=0,036) dengan cakupan imunisasi dasar lengkap. Kesimpulan : Disarankan kepada petugas kesehatan dan kader untuk meningkatkan promosi kesehatan kepada ibu hamil dan ibu balita tentang pentingnya imunisasi dasar pada saat posyandu, atau media elektronik.   Kata kunci: Peran Petugas Kesehatan, Peran Kader, Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap
ANALISIS EDUKASI VIDEO ANIMASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP (SUATU KAJIAN LITERATUR) Asa Salsabila Fadhila Rakhma; Lina Handayani; Sitti Nur Djannah
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/sssry879

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan sebuah upaya membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat, baik secara individu atau kolektif. Untuk meningkatkan pemahaman dan sikap masyarakat terhadap PHBS, diperlukan metode edukasi yang menarik dan inovatif, salah satunya melalui media video animasi. Penelitian ini merupakan kajian literature yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi menggunakan video animasi terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap terkait PHBS. Metode: Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis dengan pendekatan PRISMA, yang mencakup artikel-artikel terbitan tahun 2020 hingga 2025 dan diperoleh melalui mesin pencarian Google Scholar. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian antara lain: “Pengetahuan”, “Sikap”, “Edukasi Video Animasi”. Dan “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat”. Hasil: Dari hasil penyaringan literature, diperoleh tiga artikel yang sesuai untuk dianalisis. Ketiga studi tersebut menunjukkan bahwa media video animasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap masyarakat dalam menerapkan PHBS. Kesimpulan: Dengan demikian, video animasi dapat menjadi media edukatif dalam promosi kesehatan Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Video Animasi Edukasi, PHBS   ABSTRACT Background: Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) is an effort to establish clean and healthy habits, both individually and collectively. To improve public understanding and attitudes toward CHLB, engaging and innovative educational methods are needed—one of which is animated video media. This study is a literature review aimed at analyzing the effect of education using animated videos on increasing knowledge and attitudes related to CHLB. Methods: The method used is a systematic review with a PRISMA approach, covering articles published between 2020 and 2025, obtained through the Google Scholar search engine. Keywords used in the search included: "Knowledge", "Attitude", "Animated Video Education", and "Clean and Healthy Living Behavior". Results: From the literature screening process, three relevant articles were selected for analysis. All three studies indicated that animated video media has a significant effect on improving public knowledge and attitudes in implementing CHLB. Conclusion: Therefore, animated videos can serve as effective educational media in health promotion. Keywords: Knowledge, Attitude, Animated Video Education, Clean and Healthy Living Behavior (CHLB).
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GEJALA NEROTOKSIK PADA PENGRAJIN KULIT DI DESA MANDING KABUPATEN BANTUL Bambang Indra Subekti; Tri Wahyuni Sukesi; Dyah Suryani
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/7wkhtw81

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara ventilasi ruang kerja dan penggunaan alat pelindung diri (APD) dengan gejala neurotoksik pada pengrajin kulit di Desa Manding, Kabupaten Bantul. Latar belakang dari studi ini berangkat dari kondisi lingkungan kerja pengrajin kulit yang masih minim penerapan keselamatan dan kesehatan kerja, padahal mereka terpapar bahan kimia berbahaya seperti pelarut organik dan logam berat yang dapat menimbulkan gangguan sistem saraf. Kurangnya ventilasi dan rendahnya penggunaan APD diduga berkontribusi terhadap tingginya kejadian gejala neurotoksik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara ventilasi ruang kerja dan penggunaan alat pelindung diri (APD) dengan gejala neurotoksik pada pengrajin kulit di Desa Manding, Kabupaten Bantul. Metode: Metode yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 92 pengrajin kulit yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis secara bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa 57,6% responden mengalami gejala neurotoksik. Sebanyak 40,2% responden bekerja di ruang dengan ventilasi yang kurang baik dan 78,3% tidak menggunakan APD. Uji bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara ventilasi ruang kerja (p < 0,05) dan penggunaan APD (p < 0,05) dengan gejala neurotoksik. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ventilasi ruang kerja yang tidak memadai dan rendahnya penggunaan APD berhubungan signifikan dengan kejadian gejala neurotoksik. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berupa edukasi keselamatan kerja, penyediaan APD yang sesuai, dan perbaikan sistem ventilasi untuk menurunkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan bahan kimia. Kata kunci: Gejala Neurotoksik, Ventilasi Ruang Kerja, Alat Pelindung Diri, Pengrajin Kulit, Bahan Kimia   ABSTRACT Background: The background of this study stems from the working environment of leather craftsmen, which still lacks adequate implementation of occupational health and safety measures. These workers are exposed to hazardous chemicals such as organic solvents and heavy metals that can cause nervous system disorders. Poor ventilation and low use of PPE are suspected to contribute to the high incidence of neurotoxic symptoms. Methods: The method used was an analytical observational study with a cross-sectional design. The sample consisted of 92 leather craftsmen selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires and observation sheets, then analyzed bivariately using the chi-square test. Results: The results showed that 57.6% of respondents experienced neurotoxic symptoms. A total of 40.2% of respondents worked in poorly ventilated spaces, and 78.3% did not use PPE. Bivariate analysis showed a significant relationship between workplace ventilation (p < 0.05) and the use of PPE (p < 0.05) with neurotoxic symptoms. Conclusion: The conclusion of this study is that inadequate workplace ventilation and low use of PPE are significantly associated with the occurrence of neurotoxic symptoms. Therefore, interventions such as occupational safety education, provision of appropriate PPE, and improvements in ventilation systems are necessary to reduce the risk of health problems due to chemical exposure.  Keywords: Neurotoxic symptoms, Workplace ventilation, Personal protective equipment (PPE), Leather craftsmen, Chemical substances
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PERAWAT DI RSUD LAGITA KABUPATEN BENGKULU UTARA Sinarilah; Hartian Pansori; Yunita Theresiana; Tuti Rohani; Firman Bintara M.H
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/frvmmp62

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Kinerja perawat adalah pencapaian hasil kerja seorang perawat dalam melaksanakan seluruh tugasnya sesuai standar yang ditetapkan. Kinerja perawat berperan penting dalam menentukan mutu pelayanan rumah sakit, sehingga faktor-faktor yang memengaruhinya perlu dievaluasi. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja perawat di RSUD Lagita, sebuah rumah sakit kelas D di Kabupaten Bengkulu Utara, yang pada tahun 2024 memiliki 50 perawat aktif. Metode: Penelitian menggunakan desain potong lintang (cross-sectional). Populasi sekaligus sampel adalah total 50 orang perawat di RSUD Lagita (total sampling). Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur mengenai karakteristik responden dan faktor-faktor internal serta eksternal perawat, meliputi: tingkat pengetahuan, sikap, kerjasama tim, hubungan interpersonal, dan kompetensi. Kinerja perawat dikategorikan menjadi kinerja baik dan kurang baik. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil: Sebagian besar perawat (68%) memiliki kinerja baik. Uji bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,048), sikap (p=0,013), dan kompetensi (p=0,030) dengan kinerja perawat. Sikap merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi kinerja perawat (OR=9,419; 95%CI 3,170–118,969). Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan dari faktor pengetahuan, sikap, dan kompetensi terhadap kinerja perawat. Tidak ditemukan pengaruh bermakna dari kerjasama tim dan hubungan interpersonal. Temuan ini menekankan pentingnya peningkatan sikap profesional, pengetahuan, dan kompetensi perawat melalui pelatihan dan pendidikan berkelanjutan. Kata kunci: kinerja perawat, pengetahuan, sikap, kompetensi, RSUD Lagita Abstract Background: Nurse performance refers to the outcomes achieved by nurses in carrying out their duties according to set standards. It plays a critical role in determining the quality of hospital services, thus its influencing factors need to be assessed. This study analyzes the factors influencing nurse performance at RSUD Lagita, a class D hospital in North Bengkulu Regency, which had 50 active nurses in 2024. Methods: A cross-sectional design was applied. The population and sample included all 50 nurses (total sampling). Data were collected using structured questionnaires that assessed respondent characteristics and both internal and external factors, including knowledge, attitude, teamwork, interpersonal relations, and competence. Nurse performance was categorized as good or poor. Data analysis employed chi-square tests and logistic regression. Results: Most nurses (68%) had good performance. Bivariate analysis revealed significant associations between knowledge (p=0.048), attitude (p=0.013), and competence (p=0.030) with performance. Attitude emerged as the most dominant factor (OR=9.419; 95%CI 3.170–118.969). Conclusion: Knowledge, attitude, and competence significantly influence nurse performance. Teamwork and interpersonal relations showed no significant effect. These findings highlight the importance of enhancing professional attitudes, knowledge, and competence through continuous training and education. Keywords: nurse performance, knowledge, attitude, competence, RSUD Lagita
EFIKASI DIRI, DUKUNGAN SOSIAL, PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK SEBAGAI FAKTOR RISIKO STUNTING DI KABUPATEN BONDOWOSO Siallagan, Hasna; Kusumawardani, Devi Arine; Rachmawati, Septi Nur; Erywiyatno, Nina
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v17i2.531

Abstract

Pendahuluan: Stunting menjadi permasalahan gizi prioritas yang perlu dilakukan tindakan pencegahan atau penanggulangan secara optimal karena berdampak terhadap peningkatan risiko terjadinya morbiditas dan mortalitas anak. Tujuan: Menganalisis efikasi diri ibu, dukungan sosial ibu, dan PMBA sebagai faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan studi case control. Sampel penelitian secara keseluruhan adalah 72 orang yang terdiri dari 36 baduta stunting pada sampel kasus dan 36 baduta tidak stunting pada sampel kontrol. Data diperoleh melalui pengukuran menggunakan infantometer dan wawancara dengan responden menggunakan kuesioner yang sudah valid dan reliabel. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan confidence interval 95%. Hasil: Sebagian besar ibu baduta stunting memiliki efikasi diri yang rendah (52,8%), dukungan sosial yang rendah (55,6%) dan melakukan PMBA yang kurang (86,1%). Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara efikasi diri ibu (p-value < 0,001; OR = 8,941), dukungan sosial (p-value < 0,001; OR = 7,750), dan PMBA (p-value < 0,001; OR 10,989) dengan kejadian stunting. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara efikasi diri ibu, dukungan sosial ibu dan PMBA dengan kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan. Kata kunci: dukungan sosial; efikasi diri; pemberian makan bayi dan anak; stunting
Gambar tingkat pengetahuan personal hygiene dalam mencegah keputihan (flour albus) pada remaja putri di SMK negeri 3 kota Bengkulu Ramadhanty, Ridha; Yusanti, linda -; Maryani, Deni -; -, Suriyati -; Purnama, Yetti -
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/q22bp197

Abstract

Masalah reproduksi yang sering dialami oleh remaja khusunya wanita  adalah keputihan. Keputihan pada remaja disebabkan karena perilaku pencegahan keputihan yang kurang baik, yaitu hygiene yang buruk setelah buang air kecil dan buang air besar menyebabkan terkontaminasinya di daerah vulva. Cuci tangan yang tidak bersih dapat mengiritasi atau kontaminasi bakteri pada vulva, pakaian ketat, celana dalam yang tidak menyerap juga dapat menyebabkan iritasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan personal hygiene dalam mencegah keputihan (flour albus) pada remaja putri di SMK Negeri 3 Kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini  deskriptif dengan populasi seluruh siswi SMK Negeri 3 Kota Bengkulu yang berjumlah 728 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling, dengan jumlah sampel yang ditentukan menggunakan rumus slovin sebanyak 97 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan personal hygiene dalam mencegah keputihan pada siswi SMK Negeri 3 Kota Bengkulu dengan karakteristik umur terbanyak yaitu berumur 16-18 tahun sebanyak 88 responden (91,8%), tingkat pengetahuan personal hygiene didapatkan hasil sebagian besar kategori baik sebanyak 45 responden (46,4%). Simpulan dari penelitian ini bahwa tingkat pengetahuan personal hygiene pada remaja putri di SMK Negeri 3 Kota Bengkulu dengan kategori baik dalam mencegah keputihan, sehingga diharapkan tetap menjaga kesehatan dan kebersihan daerah genital.