cover
Contact Name
Agus Riyanto
Contact Email
aagusriyanto105@gmail.com
Phone
+6281227115446
Journal Mail Official
stikesbh03@gmail.com
Editorial Address
STIKES Bhakti Husada Bengkulu Jl. Kinibalu 8 RT. 012 RW. 002 Kebun Tebeng, Ratu Agung Bengkulu 38227 Telp./Fax. 0736-23422, Website : stikesbhaktihusada.ac.id
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Mitra Raflesia (Journal of Health Science)
Core Subject : Health,
MITRA RAFLESSIA Journal of Health Science is an international, open access, peer reviewed and evidence-based scientific journal published by STIKES BAKTI HUSADA BENGKULU. The Journals mission is to promote excellence in nursing and a range of disciplines and specialties of allied health professions. It welcomes submissions from international academic and health professionals community. The Journal publishes evidence-based articles with solid and sound methodology, clinical application, description of best clinical practices, and discussion of relevant professional issues or perspectives. Articles can be submitted in the form of research articles, reviews, case reports, and letters to the editor or commentaries. The Journals priorities are papers in the fields of nursing, physical therapy, medical laboratory science, environmental health, and medical imaging and radiologic technologies. Relevant articles from other disciplines of allied health professions may be considered for publication. This journal is indexed or abstracted by Google Scholar
Articles 203 Documents
Hubungan Kondisi Fisik Rumah Dengan Kejadian ISPA Di Wilayah Kerja Puskesmas Pasar ikan Kota Bengkulu reriscie, allensha meza; afriyanto, Afriyanto; ramon, agus; Wati, Novia
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/8pjpft05

Abstract

Latar belakang : Salah satu penyebab yang berkaitan dengan ISPA lingkungan fisik rumah. Salah satu faktor risiko penyebaran penyakit berbasis lingkungan yaitu lingkungan fisik rumah yang belum sesuai standar kesehatan. Wilayah kerja UPT Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu adalah salah satu wilayah dengan jumlah penderita ISPA yang tinggi. Dalam kurun waktu satu tahun jumlah penderita ispa mengalami naik turun dan lebih cenderung mengalami peningkatan. Metode : Desain penelitian ini menggunakan deskriptif analitik, jenis penelitian kuantitatif dan menggunakan pendekatan case control. Hasil : Pelayanan air limbah batik tidak mengalir ke bak penampungan, pengumpulan Pada analisis univariat diperoleh 81 responden (81%) dengan ventilasi memenuhi syarat kesehatan, 96 responden (96%) dengan jenis lantai sudah sesuai persyaratan kesehatan, 93 responden (93%) dengan jenis dinding sesuai persyaratan kesehatan, 91 responden (91%) dengan kepadatan hunian memenuhi syarat kesehatan. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya korelasi antara luas ventilasi dan kepadatan hunian kamar dengan peristiwa ISPA. Kesimpulan : Disarankan kepada Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu untuk menggalakan penyuluhan penyebab tentang penyakit ISPA dan penyuluhan tentang kondisi fisik rumah yang sudah sesuai persyaratan kesehatan. Kata kunci: Penyakit, ISPA, Kondisi, Fisik, Rumah
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu Sari, Dedeh Puspita; Afriyanto, Afriyanto; Oktavidiati, Eva; Yanuarti, Riska
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/8sm20r89

Abstract

Latar belakang : Hipertensi merupakan salah satu penyakit paling berbahaya di seluruh dunia. Kondisi ini, yang dikenal juga sebagai tekanan darah tinggi, meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit seperti jantung, stroke, ginjal, dan penyakit lainnya. Salah satu sasaran global untuk mengatasi penyakit tidak menular adalah mengurangi angka hipertensi sebesar 33% antara tahun 2010 dan 2030. Tingkat hipertensi bervariasi berdasarkan lokasi geografis dan status ekonomi. Kondisi ini menjadi perhatian penting karena dampaknya yang signifikan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, serta memerlukan penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan pendekatan kuantitatif. Sebanyak 87 responden diikutsertakan dalam uji chi-kuadrat. Hasil: Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu, ditemukan hubungan signifikan antara usia (p-value = 0,027), pengetahuan (p-value = 0,034), dan konsumsi garam (p-value = 0,013) dengan kejadian hipertensi. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan signifikan antara jenis kelamin (p-value = 0,738), kebiasaan merokok (p-value = 0,923), dan obesitas (p-value = 0,692) dengan hipertensi. Kesimpulan: Faktor usia, tingkat pendidikan, dan konsumsi garam mempengaruhi prevalensi hipertensi. Disarankan agar individu yang disurvei secara rutin memeriksa tekanan darah mereka untuk menjaga kestabilan tekanan darah. Kata Kunci : Risiko, Penyakit, Hipertensi
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HEAT STRAIN PADA PEKERJA INDUSTRIK PEMBUAT TAHU DIKECAMATAN KOTABUMI SELATAN KABUPATEN LAMPUNG UTARA adji, sahrul Wijaya
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/4ya5ra82

Abstract

Latar Belakang: Pekerja industri pembuat tahu merupakan kelompok yang rentan terhadap heat strain akibat paparan panas yang tinggi selama bekerja. Heat strain dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius seperti heat stroke, heat exhaustion, dan heat cramps. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan heat strain pada pekerja industri pembuat tahu di Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara pada tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Populasi adalah seluruh pekerja industri pembuat tahu di Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara. Sampel diambil dengan teknik total sampling, yaitu 30 pekerja. Data dikumpulkan melalui wawancara, pengukuran, dan observasi. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan heat strain pada pekerja industri pembuat tahu adalah tekanan panas (P =0,001), usia (P =0,003), jenis kelamin (P =0,007), dan obesitas (P =0,012). Tekanan panas lingkungan kerja, usia, jenis kelamin, dan obesitas merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan heat strain pada pekerja industri pembuat tahu. Upaya pengendalian heat strain perlu dilakukan, terutama melalui perbaikan iklim kerja dan program penurunan berat badan bagi pekerja yang obesitas. Simpulan: Terdapat hubungan antara tekanan panas, usia, jenis kelamin, obesitas dengan heat strain. Kata Kunci : Heat strain. Pekerja industri pembuat tahu,Tekanan panas, Usia
EVALUASI PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA PUSKESMAS SAWAH LEBAR KOTA BENGKULU Denny, Erlita Sandra; Ramon, Agus; Kosvianti, Emi; Wati, Nopia
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/h0b4pj17

Abstract

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meluncurkan berbagai program, termasuk Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR), dengan tujuan utama meningkatkan kesehatan remaja melalui fokus pada Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja di Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu.Penelitian ini menggunakan desain analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan  observasi, informan penelitian ini terdiri dari 4 informan yaitu Kepala Puskesmas, Petugas PKPR, Petugas Pendukung PKPR dan Remaja Yang Terpapar PKPR. Analisis data menggunakan SN PKPR Kemenkes RI 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Standar 1 Sumber Daya Manusia Kesehatan dikategorikan sebagai Obtimal, Standar 2 Fasilitas Kesehatan dinilai sebagai Paripurna, Standar 3 Remaja juga dinilai sebagai Paripurna, Standar 4 Jejaring dikategorikan sebagai Optimal, sementara Standar 5 Manajemen Kesehatan mendapatkan kategori Paripurna.Disarankan Pihak puskesmas meningkatkan pengetahuan dan kompetensi petugas dan pelayanan konseling pada remaja melalui pelatihan atau kursus-kursus tentang PKPR dan Konseling Remaja
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Dengan Kejadian ISPA Pada Balita di Kelurahan Teluk Sepang Kota Bengkulu Siska, Siska Mirda
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/g50d8y50

Abstract

Latar Belakang: Pada tahun 2013, Kota Bengkulu yang merupakan kota atau kabupaten tertinggi ketiga di provinsi ini memiliki prevalensi ISPA sebesar 19,50% berdasarkan diagnosis petugas kesehatan dan 29,13% berdasarkan diagnosis bergejala. Namun, prevalensi ISPA berdasarkan diagnosis profesional medis turun menjadi 7,3% pada tahun 2013 dan prevalensi ISPA berdasarkan diagnosis dengan gejala turun menjadi 14,3% pada tahun 2013. Meskipun ISPA lebih jarang di Kota Bengkulu, masih ada. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan desain cross-sectional dan metodologi kuantitatif. Studi ini dilakukan pada bulan Juni dan Juli 2024 di Kecamatan Teluk Sepang. Studi ini melibatkan 53 sampel secara keseluruhan, dan masing-masing diuji menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor berkorelasi dengan kejadian ISPA (influenza-like illness) pada balita di Kelurahan Teluk Sepang Kota Bengkulu, termasuk pengetahuan (P Value=0.017), sikap (P Value=0.024), kebiasaan merokok anggota keluarga (P Value=0.017), dan pemberian ASI eksklusif (P Value=0.000). Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi yang cukup besar antara pengetahuan, sikap, merokok, dan pemberian ASI eksklusif dengan kasus ISPA pada balita di Kelurahan Teluk Sepang Kota Bengkulu.
EFEKTIVITAS TEKNIK CONSTRAINT INDUCED MOVEMENT THERAPY (CIMT) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL EKSTREMITAS ATAS PADA PASIEN POST STROKE: LITERATURE STUDY Rahayu, Umi Budi
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/ns008c37

Abstract

Latar belakang: Intervensi Constraint Induced Movement Therapy (CIMT) banyak mendapat perhatian. Teknik intervensi ini dinilai efektif untuk meningkatkan kemampuan fungsional yang diakibatkan oleh penyakit stroke. Namun, berbeda halnya dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Hayner et al. (2010) yang menyatakan bahwasanya pemberian CIMT tidak memberikan perbedaan efek yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian CIMT untuk meningkatkan kemampuan fungsional ekstremitas atas pada pasien post stroke. Metode: Penelitian dilakukan dengan literature study yaitu dengan mengambil artikel 10 tahun terakhir dari sumber data (Pubmed, Pedro, Sage, dan Science Direct). Jenis artikel yang digunakan adalah randomized control trial (RCT). Sebanyak 245 artikel diidentifikasi berhubungan dengan CIMT dan setelah dilakukan ekstraksi didapat 6 artikel untuk di-review. Hasil: Penelitian menunjukkan total sebanyak 190 responden dijadikan sampel yang kemudian dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Pemberian intervensi beragam, mulai dari 2 minggu-6 bulan. Hasilnya menunjukkan kelompok intervensi dengan CIMT menghasilkan perubahan yang signifikan pada peningkatan kemampuan fungsional. Kesimpulan: Berdasarkan keenam artikel yang telah di-review dapat disimpulkan bahwa CIMT efektif untuk meningkatkan kemampuan fungsional ekstremitas atas pasien post stroke.
Analisis Perilaku Higiene dan Sanitasi Pada Keluarga Dengan Risiko Stunting Pada Kelurahan Pagar Dewa Kota Bengkulu. Dinda Rezalia; Kosvianti, Emi; Yanuarti, Riska; Angraini, Wulan
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/1cbmcj13

Abstract

Tujuan dari ipenelitian iiini untuk menelaah kebiasaan higiene serta sanitasi pada keluarga bisa bikin risiko stunting di Kelurahan Pagar Dewa, Kota Bengkulu. Stunting sekarang jadi masalah gizi serius di Indonesia dan efeknya besar untuk tumbuh dan kembang fisik serta mental pada anak. Menurut data dari Studi Kesehatan Dasar 2018, jumlah anak stunting di Indonesia menembus angka 30,8%, dengan banyak faktor yang mempengaruhi, termasuk sulitnya akses mendapatkan gizi yang cukup, buruknya sanitasi, serta kebiasaan higiene yang tidak optimal. Penelitian menggunakan Metode mixed methods, yaitu gabungan metode kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh menggunakan kuesioner yang mana mengukur kebiasaan higiene, sanitasi, dan prevalensi stunting pada anak, sementara data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan ibu rumah tangga yang mempunyai anak berusia balita dan batita. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga di Kelurahan Pagar Dewa memiliki kebiasaan higiene yang cukup baik, namun masih terdapat kendala dalam konsistensi penerapannya karena keterbatasan akses terhadap air bersih dan sabun. Dalam aspek sanitasi, sekitar 80,2% keluarga memiliki sanitasi lingkungan yang kurang memadai, dengan masalah utama pada pengelolaan sampah, pembuangan limbah yang terbuka, dan kualitas air yang buruk. Kebiasaan higiene yang baik, seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan mulut, dan memotong kuku, serta sanitasi lingkungan yang layak, terbukti berperan penting dalam pencegahan penyakit yang dapat menyebabkan stunting. Kata kunci: Stunting, Higiene, Sanitasi Lingkungan, Keluarga Berisiko Stunting.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR  YANG MEMPENGARUHI KEJADIANSTUNTING DI PUSKESMAS CAHAYA NEGERI KABUPATEN SELUMA BENGKULU TAHUN 2025 Anggraini, Anika
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/v6g8jr54

Abstract

Analisis yang mempengaruhi kejadian stunting di puskesmas cahaya negeri Kabupaten Seluma Tahun 2025
DETERMINAN PERILAKU WANITA USIA SUBUR DALAM UPAYA DETEKSI DINI IVA TEST DI PUSKESMAS MPUNDA KOTA BIMA TAHUN 2024 Mutmainni
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/rm0csf52

Abstract

Penelitian ini  untuk menganalisis determinan perilaku wanita usia subur dalam upaya deteksi dini IVA Test di Puskesmas Mpunda Kota Bima. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bima cakupan deteksi dini kanker leher rahim di Kota Bima termasuk daerah yang memiliki cakupan rendah dalam deteksi dini kanker leher rahim dengan metode IVA. Berdasarkan analisis masalah maka rumusan masalah yang didapat yakni,  dianalisis deterninan perilaku wanita usia subur dalam  deteksi IVA test di Wilayah Kerja Puskesmas Mpunda Kota Bima Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 240 wanita usia subur usia 30 tahun- 50 tahun, dengan sampel sebanyak 79 responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan pendidikan, pengetahuan, peran suami, peran tenaga kesehatan dan peran kader dengan perilaku WUS dalam deteksi dini IVA test nilai p value <0,05. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan motivasi dan sosial budaya dengan perilaku WUS dalam deteksi dini IVA test. Berdasarkan hasil uji regresi logistik bahwa tingkat pendidikan menjadi variabel yang dominan berhubungan dengan dengan perilaku WUS dalam melakukan IVA test di Wilayah Kerja Puskesmas Mpunda Tahun 2024. Berdasarkan hasil disimpulkan bahwa variabel yang dominan berhubungan dengan perilaku WUS dalam melakukan IVA test di Wilayah Kerja Puskesmas Mpunda Tahun 2024 adalah pendidikan. Bagi Puskesmas Mpunda disarankan untuk mewajibkan setiap WUS yang ingin ber KB untuk juga melakukan deteksi dini IVA test, dengan demikian cakupan deteksi dini akan meningkat bersamaan dengan program lainnya. Bagi tenaga kesehatan untuk lebih meningatkan edukasi kepada masyarakat terkait manfaat deteksi dini kanker leher rahim dengan IVA test. Sosialisai paling efektif melalui dokter yang memeriksa pasien, dengan demikian informasi yang didapatkan lebih akurat dan pasien dapat berkonsultasi.
DAMPAK PERNIKAHAN DINI TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA: STUDI KUALITATIF DI DESA KUTO REJO KECAMATAN KEPAHIANG Dwi Putra, Raditya; Kosvianti, Emi; Samidah, Ida; Angraini, Wulan
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/zcb2n068

Abstract

Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan sebelum usia 19 tahun dan masih marak terjadi di berbagai wilayah, termasuk di Desa Kuto Rejo, Kecamatan Kepahiang. Pernikahan dini berisiko menimbulkan dampak terhadap kesehatan mental, terutama pada remaja perempuan yang belum siap secara psikologis dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pernikahan dini terhadap kesehatan mental remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian berjumlah enam orang remaja perempuan yang menikah di usia 16–19 tahun dan berdomisili di Desa Kuto Rejo. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dini berdampak pada ketidaksiapan psikologis dalam menjalani peran sebagai istri, serta menimbulkan gejala kecemasan seperti sulit tidur, jantung berdebar, gelisah, dan ketakutan tanpa sebab. Kecemasan juga berdampak terhadap aktivitas harian dan hubungan sosial. Sebagian besar remaja memilih strategi koping yang pasif dan tidak mendapatkan dukungan sosial yang memadai. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pernikahan dini memiliki dampak negatif terhadap kesehatan mental remaja, terutama dalam hal ketidaksiapan mental dan munculnya kecemasan.