cover
Contact Name
Noorma Yunia
Contact Email
noormayunia@gmail.com
Phone
+6285280055655
Journal Mail Official
lppm.stailatansa@gmail.com
Editorial Address
Gedung STAI La Tansa Mashiro Jl. Soekarno Hatta Bypass, Pasir jati, Rangkasbitung, Lebak, Banten, 42317
Location
Kab. lebak,
Banten
INDONESIA
JURNAL AKSIOMA AL-ASAS
ISSN : 27979253     EISSN : 27759881     DOI : http://dx.doi.org/10.55171/jaa
Jurnal Aksioma Al-Asas dikelola Program Studi S1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) STAI La Tansa Mashiro dan diterbitkan oleh LPPM STAI La Tansa Mashiro. Sejak Volume 1 Nomor 1 Juni 2020, sebagai terbitan perdana, berkala dengan Frekuensi terbit yakni dua kali dalam setahun yaitu bulan Juni dan bulan Desember.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2022)" : 5 Documents clear
Hubungan Antara Problem Solving Terhadap Penyesuaian Diri Narapidana Anak Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Rangkasbitung Siti Erma Maemunah
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v3i2.742

Abstract

Penjara merupakan tempat penghukuman bagi pelaku kejahatan yang melanggar hukum pidana. Penjara adalah tempat dimana orang-orang dikurung dan dibatasi berbagai macam kebebasan.  Saat masuk penjara narapidana anak akan kehilangan keluarga, kehilangan kesempatan untuk bermain dengan teman-teman sebaya, kehilangan kesempatan untuk belajar di sekolah, kurangnya stimulasi, serta dapat membuat narapidana anak mengalami gangguan pada psikisnya. Permasalahan ini akan menyulitkan untuk dapat dihadapi terutama saat mereka berada di dalam penjara. Saat masuk penjara, narapidana anak harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan penjara, baik dengan pihak penjara, narapidana lain, peraturan dan tata tertib, serta kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan di penjara. Untuk menyesuaikan diri dengan permasalahan dan situasi tersebut, narapidana anak membutuhkan problem solving untuk mendukung penyelesaian masalah yang mereka hadapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara problem solving terhadap penyesuaian diri pada narapidana anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara antara problem solving dan penyesuaian diri pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Rangkasbitung dengan tingkat korelasi sebesar +0,473. Berdasarkan hasil penelitian dapat diartikan bahwa narapidana anak yang memiliki kemampuan problem solving yang baik mampu menyesuaikan diri dengan baik di Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Rangkasbitung.Kata Kunci : Problem Solving, Penyesuaian Diri, Narapidana anak
Analisis Emosi Anak Usia Dini Dalam Mengikuti Kegiatan Senam Sehat Gembira Pada Kelas B di Raudhatul Athfal Al-Falah Rangkasbitung Lita Kurnia; Vira Anggraeni
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v3i2.743

Abstract

Di Raudhatul Athfal (RA) Al Falah terdapat anak yang dalam emosinya belum berkembang sesuai harapan, seperti anak masih merasa malu, lesu, sedih, dan marah ketika mengikuti kegiatan senam, sehingga ketika anak mengikuti gerakan senam akan terhambat seperti anak sulit menggerakkan badan, anak enggan mengikuti gerakan senam, serta berdiam diri pada saat kegiatan senam yang mengarah pada perkembangan emosi anak. Salah satu kegiatan yang mengarah pada perkembangan emosi anak ialah kegiatan senam yang di lakukan di sekolah dengan tema yang menyenangkan, contohnya senam sehat gembira. Sehingga dengan mengikuti kegiatan senam sehat gembira emosi anak akan berkembang misalnya dari emosi anak yang sedih menjadi senang atau gembira. Kegiatan senam yang di laksanakan di sekolah dilakukan dengan cara baris-berbaris dengan posisi anak yang lebih tinggi berada di posisi paling belakang sedangkan posisi anak yang kurang tinggi berada pada posisi yang paling depan. Pada anak yang berada di posisi paling depan anak merasa malu berada pada barisan paling depan, sehingga menyebabkan anak enggan untuk mengikuti gerakan senam dan hanya berdiam diri. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui emosi anak usia dini di Raudhatul Athfal (RA) Al Falah ketika mengikuti kegiatan senam sehat gembira. (2) Untuk mengetahui gerakan senam sehat gembira yang di lakukan di dalam kelas di RA Al Falah. Metode penelitian ini menggunakan jenis metode deskriptif kualitatif. Deskriptif Kualitatif merupakan cara untuk menyusun data atau informasi yang telah dikumpulkan peneliti dengan hasil akhir dalam bentuk tulisan. Pemerolehan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan wawancara yang difokuskan pada emosi anak usia dini dalam mengikuti kegiatan senam sehat gembira. Pada aspek perkembangan emosi anak usia dini di RA Al Falah dalam mengikuti kegiatan senam, menunjukkan bahwa perkembangan emosi anak lebih dominan pada penilaian Berkembang sesuai Harapan. Kata Kunci : Emosi Anak Usia Dini, Perkembangan Emosi, Senam Irama, Senam Sehat Gembira.
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Pratical Life Montessori Pada Anak Usia 4-5 Tahun Di kober An Nisa Desri Yanti
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v3i2.739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan Practical Life Montessori. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dua siklus yaitu siklus I terdiri dari 8 tindakan dan siklus II terdiri dari 2 tindakan. Siklus terdiri atas perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi.. Teknik pengumpulan data yang dilaksanakan adalah observas, dokumentasi, unjuk kerja.Validitas data yang digunakan yaitu triangulasi sumber, dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan analisis statistik inferensial dan analisis deskripsif interaktif. Berdasarkan uji statistik inferensial, kemampuan motorik anak meningkat secara signifikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan kegiatan Practical Life dalam pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun. Kata kunci: kegiatan Practical Life, kemampuan motorik halus, anak usia dini 
Aktivitas Pembelajaran Anak Usia Dini Pada Tema Diriku di Sekolah Robiatul Adawiyah; Yuniar Yuniar
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v3i2.740

Abstract

Aktivitas pembelajaran anak usia dini pada tema “diriku” disekolah Aktiviatas yaitu siswa dalam proses pembelajaran akan menyebabkan interaksi yang tinggi antara guru dengan siswa ataupun dengan siswa itu sendiri hal ini akan mengakibatkan suasana kelas menjadi segar dan kondusif, di mana masing-masing siswa dapat melibatkan kemampuannya semaksimal mungkin, aktifitas yang timbul dari siswa akan memaksimaksimal aktivitas yang timbul dari siswa juga akan mengakibatkan pula terbentuknya pengetahuan dan keterampilan yang akan mengarah kepada peningkatan prestasi. pertumbuhan dan perkembangannya. Maka tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk memperoleh pengetahuan mengenai Aktivitas Pembelajaran Anak Usia Dini Pada Tema “Diriku” yang ada di TK Pembina Cikande dan apa saja  aspek-aspek didalamnya. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi, tempat penelitain yang dilakukan di TK Pembina Cikande.  Aktivitas pembelajaran pada tema “diriku” diantaranya identitas diri, tubuhku, sungsi anggota tubuh, dan panca indra. Aspek Perkembangan dalam perkembangan anak usia dini, terdapat aspek-aspek yang mengalami perkembangan meliputi perkembangan fisik motorik, agama dan moral, sosial emosional, kognitif, bahasa, dan seni. Menjadi sebuah acuan penilaian anak usia dini kepada 6 aspek tersebut penilaian pada agama adan moral dilihat pada anak berdoa dan sesudah kegiatan, aspek pada sosial emosional, berani memperkenalkan diri, aspek kognitif mampu menyebutkan nama lengkap, aspek bahasa menyebutkan ditail alamat rumah, aspek motorik senam anggota tubuh, aspek seni hasi karya menjiplak tangan.Kata Kunci : Aktivitas Pemebelajaran Anak Usia Dini pada Tema “Diriku”
Pendidikan Islam Menurut Syaikh Nawawi Al-Bantani Dan Implikasinya Di Era Globalisasi Asrowi Asrowi
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v3i2.741

Abstract

Hakikat pendidikan dan pengajaran dalam Islam menurut Nawawi mencakup term ta’lim, tarbiyah dan ta’dib. Pendidikan mencakup transfer of knowledge, transfer of value, transfer of methodology, dan transformasi. Pendidikan mencakup jasmani (praktik/amal), intelektual, mental/spiritual dan berjalan sepanjang hidup dan integral.  Untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut memerlukan pemikiran tentang muatan pendidikan Islam. Dari berbagai pernyataan Syekh Nawawi, hal utama yang diberikan dalam proses pendidikan adalah masalah ilmu-ilmu keagamaan yang wajib personal. Sedangkan yang paling utama dari kewajiban personal itu ialah iman tauhid. Sebagai implikasi dari pandangan Syekh Nawawi tersebut tentu terdapat dampak positif edukatif dan juga terdapat dampak negatif edukatifnya. Dampak edukatif positifnya adalah rasa tanggung jawab yang sangat kuat telah menghujam pada pemikiran pendidikannya, dan mengukuhkan rasa tanggung jawab moral. Penghargaannya terhadap persoalan pendidikan Islam sangat tinggi, bahkan menilainya sebagai wujud tanggung jawab keagamaan yang sangat luhur. Tugas mengajar dan belajar tidak sekadar sebagai tugas-tugas profesi kerja dan tugas-tugas kemanusiaan tetapi lebih jauh dari itu yakni sebagai tuntutan kewajiban agama. Tanggung jawab dan kewajiban agama sebagai titik sentral baik dalam kontruksi tataran konsep maupun tataran aplikasi pendidikan. Atau dengan kata lain jika tuntutan tidak sejalan dengan tuntutan keagamaan, maka yang harus didahulukan ialah tuntutan keagamaan.Kata Kunci : Nawawi dan Pendidikan

Page 1 of 1 | Total Record : 5